30 Des 2025

Polresta Cirebon di Rest Area KM 229B Hibur Pengguna Jalan "gairah Nataru"

INDOMEDIANEWS- Di tengah lelahnya perjalanan menikmati liburan panjang bersama keluarga dalam rangkaian Natal dan tahun baru (Nataru). Suasana di rest area km 229B Tol Kanci Pejagan Cirebon, Jawa Barat. 

Pengguna jalan yang melintasi tol Kanci-Pejagan dimanjakan pelayanan saat mampir di rest area KM 229B. Sebab, pengguna jalan tol dihibur oleh aksi tak biasa dari Polresta Cirebon dengan penyanyi dari Polwan tampak enerjik menyanyi dan joged diiringan musik Bageur Band, mengajak para pengguna jalan yang lelah untuk ikut serta bergoyang bersama.

Aksi ini menjadi cara kreatif polisi di Cirebon untuk menghibur masyarakat yang melintas dijalan tol yang lelah setelah menempuh perjalanan panjang. Tak hanya joget bareng, polisi juga membagikan makanan ringan secara gratis bersama pengurus rest area KM 229B H. Teguh, menambah semarak suasana. 

“lelah langsung hilang, jadi semangat lagi buat lanjut perjalanan,” ujar salah satu pengguna jalan tol asal Jakarta. Senin (29/12/2025).

Sementara itu Kapolsek Waled AKP Muhamad Fadholi Lantas Polresta Cirebon mengatakan, hiburan ini merupakan bagian dari pelayanan kepada masyarakat dan pendekatan humanis kepolisian dalam pengamanan Nataru. 

“Kami ingin memberikan pelayanan dan pengalaman berbeda kepada masyarakat pengguna jalan tol, bukan hanya keamanan tetapi juga hiburan dan kenyamanan,” jelasnya.

Lanjut Kapolsek Waled, aksi joget bareng polisi Cirebon ini pun disambut antusias oleh para pengguna jalan. Tak hanya membuat suasana rest area km 229 Tol Kanci Pejagan lebih hidup, tetapi juga menjadi momen berkesan bagi para pengguna jalan tol di jalur utama Jawa Barat.

Dengan inisiatif kreatif ini, Polresta Cirebon berhasil memberikan sentuhan berbeda dalam pelayanan dan pengamanan Nataru. 

"Selain menjaga keamanan, polisi juga menunjukkan sisi humanisnya dengan menghibur para pengguna jalan tol, memberikan mereka semangat untuk melanjutkan perjalanan." Ujarnya. 

Sedangkan Teguh Pribadi S, pengelola Rest Area KM 229B menambahkan momen Nataru 2025 -2026 tol Kanci Pejagan yang dimanfaatkan untuk pelayanan dan kenyamanan pengguna jalan saat melakukan perjalanan jauh supaya beristirahat, rileks dan refresh di rest area sambil menikmati hiburan bersama begeur band Polresta Cirebon

Masih kata H. Teguh, pihak Polisi tak hanya melayani lalu lintas saja bagi pengguna jalan, tetapi juga memberikan sejumlah area peristirahatan dengan memfasilitasi pelayanan, rasa nyaman dan hiburan guna me-refresh dari penat di perjalanan.

"Ini sebagai support dan penggembira bagi para pemudik agar refresh dalam perjalanannya," kata pengelola Rest Area KM 229B.

Dia pun meminta kepada pengguna jalan tol  yang melintas di tol KM 229B Ciledug, agar menyiapkan diri dan memilih beristirahat bila sudah dalam keadaan lelah saat mengendarai kendaraan.

"Dan, Rest area KM 229B, tol Kanci Pejagan membuat para pengguna jalan tol untuk pengunjung rest area KM 229B terasa nyaman dan menyenangkan." Pungkasnya. (1c)

Ki Gede Cirebon Timur tuai kritik tajam "Refleksi Akhir Tahun FCTM"

INDOMEDIANEWS - Pelaksanaan Refleksi Akhir Tahun 2025 yang digelar oleh Forum Cirebon Timur Mandiri (FCTM) di Kabupaten Kuningan menuai kritik keras dari sejumlah aktivis Cirebon Timur. Kegiatan tersebut dinilai tidak tepat lokasi, minim keterlibatan publik, serta tidak mencerminkan ruh perjuangan pemekaran Cirebon Timur yang selama ini diperjuangkan secara kolektif oleh masyarakat dan aktivis akar rumput.

Sejumlah kalangan menilai, pelaksanaan kegiatan refleksi yang dilakukan di luar wilayah Cirebon Timur justru menimbulkan tanda tanya besar terkait arah dan orientasi gerakan FCTM ke depan. Refleksi akhir tahun yang seharusnya menjadi ruang evaluasi terbuka dan konsolidasi perjuangan, dinilai berubah menjadi agenda yang tertutup dan jauh dari basis rakyat.

kritik tajam disampaikan oleh Sudarto, S.H., aktivis Kabupaten Cirebon yang dikenal luas sebagai Ki Gede Cirebon Timur. Ia menilai pelaksanaan refleksi akhir tahun di luar wilayah Cirebon Timur sebagai langkah yang tidak sensitif terhadap sejarah perjuangan, basis gerakan, serta aspirasi masyarakat yang selama ini menjadi tulang punggung perjuangan pemekaran.

“Refleksi akhir tahun itu seharusnya menjadi ruang evaluasi terbuka bagi masyarakat dan aktivis Cirebon Timur. Tapi justru dilaksanakan di Kabupaten Kuningan. Ini bukan hanya tidak tepat, tapi juga mencederai rasa kebersamaan dan solidaritas perjuangan,” ujar Sudarto, Senin (29/12/2025).

Menurut Sudarto, kritik yang disampaikannya bukan semata-mata soal lokasi kegiatan, melainkan menyentuh persoalan substansi, etika gerakan, dan komitmen moral terhadap sejarah panjang perjuangan pemekaran Cirebon Timur.

Ia menyayangkan karena kegiatan tersebut terkesan tertutup, tidak melibatkan masyarakat serta para aktivis yang sejak awal berada di garis depan perjuangan, bahkan jauh sebelum FCTM terbentuk.

“Kami sudah bergerak jauh sebelum FCTM dibentuk. Banyak aktivis yang sejak awal mengorbankan tenaga, waktu, bahkan materi. Tapi justru tidak diundang, tidak dilibatkan, seolah-olah perjuangan ini dimulai dari nol oleh kelompok tertentu,” tegasnya.

Sudarto menilai, pola gerakan seperti ini berpotensi menggerus kepercayaan publik dan memunculkan kecurigaan bahwa perjuangan pemekaran Cirebon Timur mulai bergeser dari gerakan rakyat menjadi agenda eksklusif segelintir elit.
“Ini jelas menyederai aktivis dan masyarakat Cirebon Timur.

Pemekaran bukan milik forum, bukan milik tokoh tertentu, melainkan milik rakyat Cirebon Timur secara keseluruhan,” lanjutnya.
Ia menegaskan bahwa refleksi akhir tahun seharusnya menjadi momentum introspeksi jujur, evaluasi terbuka, dan konsolidasi bersama, bukan justru menciptakan jarak antara pengurus forum dengan basis perjuangan di lapangan.

Gerakan Pemekaran Jangan Dibelokkan
Lebih jauh, Sudarto menyampaikan sikap politik dan moral yang tegas. Ia menyebut bahwa dalam waktu dekat, dirinya bersama sejumlah aktivis senior dan akar rumput akan meluruskan kembali arah perjuangan pemekaran Cirebon Timur agar tidak menyimpang dari nilai-nilai awal.

“Jika forum yang ada tidak lagi merepresentasikan semangat kolektif dan perjuangan rakyat, maka kami akan mengambil langkah tegas. FCTM akan kami ambil alih kembali dan dikembalikan ke wadah perjuangan yang sah dan historis, yaitu Komite Pemekaran Cirebon Timur (KPCT),” ungkapnya.

Menurut Sudarto, KPCT merupakan wadah perjuangan yang lahir dari bawah, dibangun melalui proses panjang, melibatkan masyarakat luas lintas desa dan kecamatan, serta menjadi simbol persatuan gerakan pemekaran Cirebon Timur sejak awal.

“KPCT adalah rumah perjuangan. Di sanalah dulu kita semua duduk sejajar, berdiskusi keras, berbeda pendapat, bahkan berdebat panjang, tapi tetap satu tujuan. Jangan sampai perjuangan ini dibelokkan menjadi panggung elit atau alat legitimasi kelompok tertentu,” katanya.

Ia menegaskan bahwa perjuangan pemekaran Cirebon Timur bukan sekadar agenda politik atau administratif, melainkan perjuangan martabat, keadilan pembangunan, dan hak masyarakat Cirebon Timur untuk menentukan masa depannya sendiri.

Sudarto pun mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh daerah, dan aktivis pergerakan Cirebon Timur untuk kembali merapatkan barisan, menjaga marwah perjuangan, serta memastikan bahwa agenda pemekaran tetap berpijak pada kepentingan rakyat, bukan kepentingan segelintir elit.

“Perjuangan ini belum selesai. Kita harus luruskan bersama. Pemekaran Cirebon Timur adalah amanah rakyat, bukan milik forum, apalagi panggung elit,” pungkasnya. (1c)


29 Des 2025

Kuwu Mertapadawetan janji persoalan bengkok segera terselesaikan

INDOMEDIANEWS - Diduga adanya penyalahgunaan wewenang terkait penggunaan dan pemanfaatan anggaran, BPD Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, memanggil Kuwu dan Perangkat Desa Mertapadawetan untuk dimintai keterangan terkait beberapa poin perihal penggunaan anggaran yang diduga dipergunakan tidak semestinya.
Pertemuan tertutup antara BPD, Kuwu dan perangkat desa dilaksanakan pada Sabtu,22/11/2025.

Hal tersebut disampaikan salah seorang perangkat desa yang enggan disebutkan identitasnya.

"Memang benar, saat itu ada pertemuan antara perangkat desa, Kuwu dan BPD, salah satunya menanyakan tentang persoalan bengkok atau tunjangan perangkat desa yang hingga saat ini belum diberikan,  kami sendiri kurang paham mengapa hak kami belum juga diberikan" tuturnya sembari meminta namanya tidak dipublikasikan.

Ironisnya, dari informasi lainnya yang diperoleh melalui perbincangan dengan perangkat desa setempat, menjelaskan jumlah Rupiah sewa bengkok dalam setiap tahunnya.

"Sepengetahuan kami total sewa Bengkok atau PADesa sebesar Rp.250.000.000 dalam setiap tahunnya, dan dari data yang ada, sebagian Kuwu telah menyewakan bengkok kebeberapa cukong hingga Tahun sewa 2027" jelasnya dengan meminta namanya jangan dipublikasikan.

Menyikapi hal tersebut, saat dikonfirmasi usia pelaksanaan Monev Kecamatan, Kuwu Munif menjelaskan.

"InsyaAllah, hari ini persoalan bengkok segera terselesaikan, kami tinggal menunggu atau menarik uang di BJB, seharusnya sih tadi pagi diurus, namun terkendala karena adanya Monev maka sedikit terhambat" jelas Kuwu Munif, Senin, 29/12/2025.(1c)

Warga Mertapadawetan pertanyakan Legalitas Puskesos " evaluasi harus dilakukan" bila perlu ganti

INDOMEDIANEWS- Dirasa kinerja Puskesos banyak menimbulkan persoalan, warga Desa Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon melurug Kantor Desa Mertapadawetan, Senin, 29/12/2025.
Dalam pertemuan Warga yang difasilitasi Kuwu Mertapadawetan, Moh.Munif.AR, mempertemukan antara Petugas Puskesos dengan beberapa warga.
Dalam pertemuan antara warga dan Petugas Puskesos diketahui, bahwa ada beberapa petugas Puskesos yang berjumlah 4 orang, dua diantaranya tidak memiliki SK ( Surat Keputusan) karena SK tersebut masih atas nama petugas yang lama dimasa pemerintahan Kuwu Sumarno.

Salah seorang perwakilan Masyarakat Mertapadawetan , Aji menegaskan, bahwa pihaknya meminta agar persoalan tersebut segera diselesaikan .

"Selama ini banyak informasi negatif tentang kinerja Puskesos, oleh karenanya, kami atas nama Masyarakat Mertapadawetan meminta dengan tegas kepada Kuwu termasuk BPD agar dilaksanakan evaluasi tentang kinerja Puskesos, bila perlu dilakukan pergantian sesuai mekanisme agar ketimpangan tidak dibiarkan berlarut, apalagi kami mendengar langsung dari anggota Puskesos, bahwa saat ini petugas yang memiliki SK hanya dua orang dan dua lainnya tidak memiliki SK, ini menegaskan bahwa kontrol dan kinerja pemerintahan desa termasuk BPD tidak peka, oleh karenanya, dalam waktu dekat, kami akan berkirim surat kepada Kuwu dan BPD untuk menggelar dan memanggil seluruh pengurus Puskesos guna memperbaiki persoalan dan segera dilakukan musdes agar kesalahan tidak berlanjut dan terkesan dibiarkan" tuturnya .

Senada hal tersebut disampaikan Daud, warga yang turut hadir dalam pertemuan tersebut .

"Kesalahan ini sudah berjalan lama, agar tidak terjadi konflik dan salah informasi, maka kami meminta kepada beberapa pihak yang terkait untuk menjabarkan apa dan sebatas mana kewenangan maupun kinerja Puskesos, ini perlu dilakukan agar Masyarakat tidak selalu menjadi korban dengan berbagai dalih, intinya kami mengharap agar evaluasi dan tindakan tegas dilakukan Kuwu Munif" tuturnya. (1c)

Dojo Baraya Srikandi Karangsuwung Sabet 3 Medali Perunggu di Kejuaraan Karate Open Koni Cup Kabupaten Cirebon

INDOMEDIANEWS — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh atlet-atlet muda Dojo Baraya Srikandi Karangsuwung, Kecamatan Karangsembung, Kabupaten Cirebon. Dalam ajang Kejuaraan Karate Open Koni Cup Kabupaten Cirebon tahun 2025 yang dilaksanakan di GOR gedung PGRI Kabupaten Cirebon, ( Sabtu, 27/25) .

Dojo Baraya Srikandi sukses menyabet tiga medali perunggu dari sejumlah kelas yang dipertandingkan.
Di bawah naungan dan pembinaan Senpai Malini, para karateka cilik tampil penuh semangat, disiplin, dan percaya diri. Salah satu medali perunggu diraih oleh Ananda Nindi yang turun di kelas open usia dini, sementara dua medali perunggu lainnya diperoleh dari kelas open beregu usia dini serta kelas pra pemula.

Menurutnya, hasil yang diraih merupakan buah dari latihan rutin, kedisiplinan, serta semangat juang para atlet meski masih berusia sangat muda.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas capaian ini. Tiga medali perunggu ini bukan hanya soal kemenangan, tetapi menjadi bukti bahwa anak-anak mampu tampil berani, sportif, dan percaya diri di arena kejuaraan. Ini adalah langkah awal yang sangat baik untuk masa depan mereka,” ujar Senpai Malini.

Ia menambahkan, kejuaraan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi atlet usia dini dalam mengasah mental bertanding sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap olahraga karate sejak dini.
“Kami tidak hanya menargetkan medali, tetapi lebih menekankan pada pembentukan karakter, kedisiplinan, dan mental juara. Anak-anak diajarkan untuk menghargai proses, menghormati lawan, serta menjunjung tinggi sportivitas. Medali hanyalah bonus dari kerja keras mereka,” tambahnya.

Senpai Malini berharap Dojo Baraya Srikandi Karangsuwung ke depan dapat terus berkembang dan melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah, baik di tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional. Ia juga mengajak peran aktif orang tua dan seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung kegiatan positif anak-anak melalui olahraga.

Keberhasilan tersebut turut mendapat apresiasi dari para orang tua atlet yang hadir langsung menyaksikan pertandingan. Mereka menilai dojo tidak hanya menjadi tempat latihan fisik, tetapi juga sebagai wadah pembinaan mental, disiplin, dan karakter bagi generasi muda di Kecamatan Karangsembung.

Sementara itu, Kuwu Karangsuwung, Arief Nurdiansyah, SE, menyampaikan apresiasi tinggi atas prestasi yang diraih anak-anak Karangsuwung. Menurutnya, capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi desa.
“Kami sangat mengapresiasi anak-anak Karangsuwung yang telah mengharumkan nama desa di bidang olahraga. Alhamdulillah, Pemerintah Desa Karangsuwung terus berupaya memfasilitasi kegiatan positif anak-anak, salah satunya melalui olahraga karate yang dilaksanakan di GOR desa,” ungkap Arief Nurdiansyah.

Dengan raihan tiga medali perunggu ini, Dojo Baraya Srikandi Karangsuwung semakin menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu dojo pembinaan karate usia dini yang patut diperhitungkan di Kabupaten Cirebon.
( 1c)

23 Des 2025

Pemdes Astanajapura wajibkan lagu Indonesia Raya



INDOMEDIANEWS-Menanamkan rasa cinta tanah air melalui kumandang lagu Indonesia Raya diwajibkan bagi seluruh jajaran perangkat desa Astana japura, Kecamatan Astana japura, Kabupaten Cirebon. 

Hal tersebut disampaikan Kuwu Astana japura, Moh Jaelani Sidik saat ditemui diruang kerjanya, Selasa, 23/12/2025.

"Selama kepemimpinan saya sebagai Kuwu di Desa Astana japura, mewajibkan kepada seluruh jajaran pemerintahan desa untuk selalu mengumandangkan lagu Indonesia Raya setiap hari kerja yang jamnya telah ditentukan, yaitu jam 10 pagi" Tuturnya. 

Lebih lanjut Jaelani menuturkan, dengan menanamkan rasa cinta tanah air, diharapkan kinerja dan kedisiplinan perangkat semakin maksimal. 

"Upaya harus terus dilakukan selama bersifat positif, mungkin terdengarnya sepele, namun bagi kami ini merupakan sesuatu yang sangat baik, bahkan sebagai wujud keseriusan, kami memberikan sangsi bagi Perangkat desa yang tidak hadir dalam jam dimana telah disepakati untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya, berupa potongan uang sebesar Rp. 10.000, dimana pada akhirnya setiap akhir bulan uang yang terkumpul dari sangsi tersebut tetap dinikmati secara bersama-sama, intinya kami ingin menanamkan rasa cinta tanah air melalui lagu Indonesia Raya, Alkhamdulillah, dampaknya sangat baik bagi kinerja seluruh jajaran perangkat desa" Pungkasnya. (1c)