Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan

18 Jun 2026

Pemdes Japura kidul benarkan adanya pungli Bantuan pangan Nasional " Beri teguran tegas"

INDOMEDIANEWS - Beredar kabar adanya pungutan terkait program Bantuan Pangan Nasional berupa beras dan minyak goreng, yang terjadi di Desa Japura kidul, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, dibenarkan oleh Kasi Pelayanan Desa setempat.Haekal.

Dirinya membenarkan informasi tersebut, namun pihak Pemdes langsung mengambil tindakan.

"Memang benar, ada salah seorang oknum Ketua RT di Desa kami yang melakukan hal tersebut, namun sebelum berkepanjangan, kami langsung melakukan tindakan berupa teguran dan peringatan keras agar tidak ada pungutan apapun dengan dalih apapun" tuturnya, Kamis, 18/06/2026.

Lebih lanjut dirinya menuturkan, bahwa sebelum adanya program Bantuan beras dan minyak goreng digulirkan, pihak Desa dan Puskesos telah menegaskan kepada siapapun yang turut membantu menyalurkan bansos kepada warga ,untuk tidak melakukan pungutan atau apapun dengan dalih apapun.

"Kami sangat menyayangkan adanya salah seorang Oknum RT  yang melakukan pungutan terhadap warga penerima bantuan, apapun dalihnya itu tidak diperbolehkan, oleh karenanya kami langsung memanggil yang bersangkutan dan langsung melakukan teguran keras, beruntung informasi tersebut langsung masuk kepada kami, makanya kami langsung turun lapangan, hingga pungutan itu baru dilakukan kepada dua orang warga kami, jadi Alkhamdulillah, semuanya dapat berjalan kembali dengan lancar tanpa adanya pungutan" tuturnya 

Saat media melakukan klarifikasi, pemdes Japura kidul masih melakukan pembagian bantuan program pangan Nasional kepada beberapa warga yang belum mengambil beras dan minyak di kantor desa.

"Hingga hari ini, penyaluran bantuan beras dan minyak masih kami lakukan, karena memang desa kami merupakan salah satu penerima program pangan Nasional yang nilainya lumayan banyak, dari data yang ada, sebanyak 2543 KPM ( keluarga penerima manfaat  ) yang berhak mendapatkan bantuan berupa beras sebanyak 20 Kg dan minyak goreng sebanyak 4 liter, semoga bantuan ini bermanfaat dan dapat sedikit mengurangi beban warga dalam hal kebutuhan pokok, selain itu, kami berharap tidak akan ada lagi oknum yang bermain-main dengan program yang diperuntukan bagi Masyarakat, jika ada informasi atau ada pihak yang melakukan pungli atau hal lainnya, segera lapor ke pihak pemdes, agar semuanya berjalan sesuai aturan dan Hukum yang berlaku" pungkasnya. (1c)

15 Jun 2026

Warga Mertapadawetan terima program bantuan non tunai " Masyarakat sambut baik"

INDOMEDIANEWS - Pemerintah pusat kembali menyalurkan program bantuan pangan Nasional  (PBPN ) berupa 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng.
Dengan bergulirnya program bantuan tersebut, diharapkan mampu meringankan beban Masyarakat menengah kebawah ditengah ekonomi global yang tidak menentu.
Masyarakat menyambut baik dengan adanya PBPN tersebut, seperti yang terlihat di Desa Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon.
Sejak pagi dan kantor desa setempat belum dibuka, Masyarakat sudah berdatangan untuk mendapat bantuan beras dan minyak goreng.
Dari keterangan yang disampaikan kordinator Puskesos Mertapadawetan, Mahmud, menuturkan, untuk tahun ini perogram PBPN diberikan kepada 1268 KPM ( keluarga penerima manfaat )

"Alkhamdulillah, kami bekerjasama dengan pihak pemerintahan desa melaksanakan penyaluran Beras dan minyak goreng kepada 1268 KPM, tentunya harapan kami dengan adanya program tersebut, minimalnya bisa sedikit meringankan beban Masyarakat, terlebih saat ini perekonomian secara global sedang tidak baik-baik saja, kami sebagai penyalur dan pelaksana program, berharap bantuan yang diterima dapat dimanfaatkan dan dipergunakan sebaik mungkin " tuturnya, Senin, 15/06/2026.

Lebih lanjut dirinya menuturkan, bahwa dalam pelaksanaan penyaluran program pemerintah, dirinya mengharap adanya dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak.

"Kami meminta adanya bantuan peran dan peranserta dari semua pihak, hususnya dalam pendataan, apa yang kami lakukan sesuai data dan mekanisme, oleh karenanya, jika memang ada yang perlu dilakukan perubahan atau perbaikan data, silahkan komunikasikan dengan pihak Puskesos, ini perlu dilakukan sebagai upaya perbaikan kinerja dan pelayanan kami terhadap Masyarakat" jelasnya.

Ditempat terpisah, Kuwu Meryapadawetan, Moh Munif AR, mengharapkan kesejahteraan Masyarakat semakin membaik dengan adanya program pemerintah yang selama ini direalisasikan dengan tujuan memberikan yang terbaik kepada seluruh Rakyat Indonesia.

"Berbagai program yang digulirkan Pemerintah jelas tujuannya untuk mensejahterakan seluruh Rakyat Indonesia, oleh karenanya, kami dari pihak pemerintah desa sangat mendukung dan berharap program bantuan bagi masyarakat akan terus ada, terlebih lagi saat ini tatanan kehidupan kita berada dalam kondisi yang tidak menentu, oleh karenanya, mari kita bersatu padu untuk menata kehidupan kearah yang lebih baik dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi terwujudnya kehidupan yang berkeadilan dan berdaulat" jelasnya. (1c)

12 Jun 2026

AMKI Cirebon Raya , Salurkan Sembako untuk Anak Yatim dan Duafa di Ashabul Kahfi

INDOMEDIANEWS – Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Cirebon Raya menunjukkan kepedulian sosial yang nyata dengan menggelar aksi bakti sosial (baksos) pada Jumat (12/06/2026). 

Dalam aksi tersebut, AMKI menyalurkan bantuan sembako kepada puluhan anak yatim dan duafa di Yayasan Ashabul Kahfi, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon.

Kegiatan yang berlangsung usai ibadah sholat Jumat ini diawali dengan doa bersama di Sekretariat AMKI yang berlokasi di Desa Setupatok, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon. 

Aksi sosial ini dipimpin langsung oleh Ketua AMKI Cirebon Raya, Rudi, dengan didampingi oleh Ketua Panitia, Suripto, serta jajaran anggota organisasi lainnya.Ketua AMKI Cirebon Raya, Rudi, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kelancaran agenda berbagi ini.

“Alhamdulillah kegiatan ini bisa berjalan lancar. Saya ucapkan banyak terima kasih kepada para donatur dan rekan-rekan media yang telah berjuang menyukseskan kegiatan ini,” ungkap Rudi di sela-sela acara.Rudi menegaskan bahwa aksi kepedulian serupa akan dijadikan sebagai agenda rutin bulanan AMKI Cirebon Raya ke depannya.

 Ia berharap program berbagi ini terus diberi kelancaran dan konsisten membawa manfaat luas, khususnya bagi anak yatim dan duafa di Ashabul Kahfi serta masyarakat Cirebon pada umumnya.

Di tempat yang sama, Ketua Panitia Baksos, Suripto, menambahkan bahwa esensi dari kegiatan ini tidak sekadar menyerahkan bantuan fisik.“Baksos ini bukan sekadar memberi, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi antar-anggota dan menumbuhkan rasa empati terhadap sesama,” kata Suripto.

Adapun paket bantuan yang didistribusikan pada hari tersebut meliputi kebutuhan pokok sehari-hari, mulai dari beras, mi instan, telur, minyak goreng, hingga air mineral.

Merespons aksi baik tersebut, Ketua Yayasan Ashabul Kahfi, Wili Sumantri, menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para donatur yang telah menyalurkan bantuannya melalui AMKI Cirebon Raya."Ashabul Kahfi mengucapkan terima kasih banyak. 

Sembako ini sangat bermanfaat untuk anak yatim dan duafa yang ada di sini," tutur Wili.Pada kesempatan itu, Wili juga membeberkan kondisi terkini yayasan yang mengasuh 50 anak yatim tersebut.

 Ia mengungkapkan adanya kebutuhan mendesak bagi salah satu anak asuhnya yang hingga saat ini belum bisa dipenuhi oleh pihak yayasan.

"Di Ashabul Kahfi ada 50 anak yatim. Di antaranya ada salah satu anak yang sangat membutuhkan alat bantu dengar, dan Yayasan Ashabul Kahfi di sini masih belum bisa memenuhinya," pungkas Wili kepada Ketua AMKI Cirebon Raya, Rudi, berharap ada uluran tangan berikutnya yang dapat membantu.( 1c)

13 Mei 2026

Hidup dibawah garis kemiskinan " Masuk Desil 6 " dimana keadilan ?

INDOMEDIANEWS -Seorang warga lanjut usia di Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, ditemukan tinggal di rumah tanpa Water Closet,( WC ) dan listrik.

Yang jadi sorotan, data kemiskinan menempatkannya di desil 6, padahal ia mengaku tidak memiliki penghasilan tetap.

Susilo, 65 tahun, diketahui bekerja sebagai pemulung rongsok. Ia tinggal sendirian di rumah berukuran sekitar 5 m² di wilayah RW 05 Penyuken. Kondisi tempat tinggalnya tidak memiliki sanitasi dasar dan akses listrik.

Berdasarkan informasi yang beredar, Susilo tercatat masuk ke dalam desil 6 pada data terpadu kesejahteraan sosial. 

Desil 6 biasanya masuk kategori kelompok menengah bawah, jauh dari kriteria miskin ekstrem yang biasanya tidak memiliki pendapatan dan fasilitas dasar.

“Saya sendiri bingung. Dia nggak punya anak, istri juga nggak ada, penghasilan cuma dari ngumpulin rongsok. Tapi kok bisa masuk desil 6,” ujar seorang warga yang mengetahui kondisinya, Selasa, 12/05/2026.

Ketidaksesuaian data ini memunculkan pertanyaan soal akurasi pendataan di lapangan. Jika tidak diperbaiki, warga yang seharusnya mendapat bantuan sosial bisa saja terlewat karena dianggap mampu.

Hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi resmi dari pihak kelurahan maupun Dinas Sosial Kota Cirebon terkait status data Susilo. 

Kasus seperti ini bukan pertama kali terjadi. Pakar data sosial menyebut, kesalahan klasifikasi sering muncul akibat pendataan yang mengandalkan aset fisik rumah tanpa memverifikasi sumber pendapatan dan kondisi aktual penghuni.

Pemerintah Kota Cirebon biasanya melakukan pemutakhiran data DTSEN secara berkala. Warga atau pendamping sosial bisa mengajukan sanggahan data melalui kelurahan setempat jika ditemukan ketidaksesuaian seperti kasus Susilo.