Tampilkan postingan dengan label Desa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Desa. Tampilkan semua postingan

13 Mei 2026

Kopdes Merah Putih Mertapadawetan terima satu unit kendaraan roda empat

INDOMEDIANEWS - Koperasi Desa Merah Putih Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, telah siap beroperasi dengan telah diterimanya satu unit kendaraan roda empat ( truk engkel-red ) yang diterima melalui PT. Agrinas Pangan Nusantara,  pada Rabu, 13/05/2026.
Penerimaan kendaraan tersebut disaksikan langsung Manager Kopdes Merah Putih,Abdullah,  Kuwu Mertapadawetan Moh.Munif AR  dan anggota Koramil Astanajapura, Sertu Suandi.

Dalam pemaparannya, Manager Kopdes Merah Putih, Abdullah menuturkan, untuk program awal yang menjadi skala prioritas mencakup beberapa hal.

"Untuk program awal, kami prioritaskan bergerak di bidang sembako, penyediaan pupuk pertanian dan Apotik Desa, Alkhamdulillah saat ini kami sudah memiliki anggota tetap sebanyak 50 Orang, dan kami terus berupaya untuk memberikan edukasi terhadap warga Masyarakat agar menjadi anggota Kopdes Merah Putih, karena banyak keuntungan yang akan berdampak positif jika jumlah anggotanya semakin banyak.prinsipnya, Kopdes itu bisa besar tergantung pada anggota itu sendiri, harapannya setelah semuanya dapat berjalan sesuai agenda yang telah tersusun, tarap perekonomian dan kesejahteraan Masyarakat akan semakin membaik" tuturnya.

Senada hal tersebut disampaikan Kuwu Mertapadawetan, Moh Munif AR yang mengharap Warga Masyarakat Mertapadawetan banyak yang menjadi Anggota Kopdes Merah Putih.

"Saat ini Kopdes merah Putih Mertapadawetan secara kesiapan dirasa sudah sangat siap untuk merealisasikan program yang telah tersusun, terlebih lagi sudah diterimanya satu unit kendaraan roda empat, yang InsyaAllah dalam waktu dekat unit kendaraan penunjang lainnya akan segera diterima, sebagai Kuwu tentunya saya sangat berharap kepada seluruh warga Mertapadawetan untuk bergabung menjadi Anggota Koperasi, karena semakin banyak anggota, semakin mudah untuk berkembang, dan yang tidak kalah pentingnya adalah keuntungan yang diperoleh Masyarakat akan semakin besar, semuanya sudah tercantum dalam aturan dan mekanisme yang berlaku dalam hal keberadaan koperasi itu sendiri" jelasnya.(1c)

12 Mei 2026

Jalan seribu lobang akhirnya diperbaiki "setelah beredar kabar akan ada aksi"

INDOMEDIANEWS - Beredar kabar akan adanya aksi warga Masyarakat Desa Munjul dan Desa Mertapada, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon terkait jalan rusak yang terkesan dibiarkan di gelar di Kantor Kecamatan Astanajapura.

Aksi Masyarakat tersebut karena merasa kesal dan mempertanyakan keberadaan pihak pemerintah Kabupaten Cirebon, apakah jalan sepanjang perbatasan desa mertapada hingga desa Munjul bahkan hingga desa Gumulung tonggoh yang kondisinya rusak parah dan kerap menimbulkan kecelakaan lalulintas hanya dibiarkan rusak dan tanpa adanya respon dari Dinas terkait.

Kerusakan jalan yang sudah berjalan sangat lama tanpa adanya perbaikan, menimbulkan kekecewaan banyak pihak, bahkan terpasang beberapa spanduk yang mempertanyakan keberadaan pemerintah Kabupaten, bukan hanya itu, di samping jalan kereta api yang merupakan jalan utama penghubung mertapada hingga Gumulung tonggoh, tertulis sangat jelas di sebuah sepanduk yang terbentang dengan tulisan selamat datang di jalan seribu lobang.
Dari informasi yang disampaikan salah seorang warga Mertapadawetan, Sobur,bahwa jalan tersebut memang sudah lama rusak dan tidak kunjung diperbaiki, hingga berujung pada rencana digelarnya aksi warga.

"Memang benar, infonya akan ada aksi warga yang menuntut agar jalan yang rusak segera diperbaiki. 
Setelah adanya rencana demo, jalan rusak tersebut saat ini tengah dilaksanakan perbaikan, walaupun sifatnya hanya penambalan " tuturnya, Selasa, 12/05/2026.

Senada hal tersebut disampaikan Sekretaris Desa Munjul, Alif, yang membenarkan adanya rencana aksi.

"Infonya sih memang akan ada rencana aksi, mungkin karena sudah terlalu lama melihat kondisi jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki, akhirnya beberapa warga menggelar aksi demo sebagai puncak dari kekesalan yang selama ini terpendam" jelasnya.

Sementara itu, salah seorang warga desa Munjul yang engga disebutkan identitasnya menjelaskan kekecewaan yang selama ini dipendam Masyarakat.

"Warga memang sudah lama sangat kesal melihat kondisi jalan yang rusak parah, terlebih jalan ini merupakan jalan utama yang menghubungkan antara desa Mertapada, Munjul hingga Gumulung tonggoh, Kecamatan Greged, ironisnya, setelah beredarnya informasi akan ada aksi,baru pihak pemerintah Kabupaten Cirebon melakukan perbaikan, aneh memang, pemerintah ini baru bergerak setelah akan ada gerakan Masyarakat, atau memang harus selalu demikian, kami berharap perbaikan jalan ini tidak hanya sementara atau sebatas tambal sulam, alangkah baiknya jika dilakukan perbaikan permanen, bila perlu lakukan betonisasi" harapnya. (1c)

11 Mei 2026

Kopdes Merah Putih Mertapadawetan siap beroperasi " perlu dukungan semua pihak "

INDOMEDIANEWS - Persiapan untuk beroperasinya Koperasi Desa Merah Putih Sesa Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon sudah memasuki tahap penyempurnaan untuk siap beroperasi sesuai program yang digalakan Pemerintah pusat.
Saat ini Kopdes Merah Putih Mertapadawetan tengah melakukan pemasangan Rak Display Doubel/Island sebanyak 41 unit.
Ditemui dilokasi Kopdes, Kuwu Meryapadawetan, Moh.Munif.AR menuturkan pihaknya sangat mendukung program Pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan taraf perekonomian Masyarakat 

"Saat ini Kopdes Merah putih secara keseluruhan sudah siap untuk beroperasi, hal yang tengah dilaksanakan adalah pemasangan rak display sebanyak 41 unit, dimana barang yang diterima melalui PT. Agrinas Pangan Nusantara" tuturnya, Senin,11/05/2026.

Lebih lanjut Munif menuturkan, bahwa keberadaan Kopdes merah putih sangat berpengerahuh pada perkembangan desa asalkan pelaksaannya sesuai dengan mekanisme dan mendapat dukungan penuh dari seluruh elemen Masyarakat.

"Dasar berdirinya koperasi adalah berasal dari Anggota, untuk Anggota dan oleh Anggota, itu merupakan azaz berdirinya sebuah koperasi, karena dasarnya sudah jelas, maka maju dan mundurnya sebuah koperasi ditentukan oleh dukungan dan keseriusan seluruh anggotanya, oleh karenanya, kami berharap seluruh Anggota Koperasi harus benar-benar memberikan dukungannya secara berkesinambungan, dalam artian jangan hanya sesaat, sebagai langkah awal sesuai rapat kepengurusan, bahwa anggota koperasi merah mutih berkewajiban untuk memenuhi berbagai syarat, diantaranya adalah melaksanakan simpanan wajib sebesar Rp.50.000 simpanan pokok Rp.20.000 simpanan sukarela tidak terbatas, dari semuanya itu dalam setiap tahunnya akan dilaksanakan RAT ( rapat anggota tahunan ) dimana nanti hasil dari perjalanan koperasi atau jika diperoleh keuntungan maka semua anggota akan mendapat keuntungan dari hasil koperasi sesuai mekanisme atau aturan yang berlaku" jelasnya. (1c)

5 Mei 2026

Jalanan Rusak menjadi pemandangan umum di Kabupaten Cirebon "LSM Kompak soroti kinerja Pemkab"

INDOMEDIANEWS  – Kondisi jalan rusak parah di wilayah Kecamatan Karangsembung menuai kritik keras dari Ketua LSM Kompak Korbasis Karangsembung Raya, Moch hasyirul falah, S.Sos 
Ia menyebut, kerusakan jalan utama yang menjadi akses vital masyarakat tersebut sudah sangat memprihatinkan dan dinilai membahayakan pengguna jalan, Selasa ( 05/05/26 ).

“Ini sungguh ironis dan miris. Jalan utama di Karangsembung yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat justru dibiarkan rusak, berlubang, dan bergelombang. Bahkan sudah banyak memakan korban,” tegas Falah.

Menurutnya, kondisi paling parah terlihat di ruas jalan yang berada tepat di depan Pasar Karangsembung. Jalan yang seharusnya menjadi pusat aktivitas ekonomi justru berubah menjadi titik rawan kecelakaan.

Pengendara roda dua terpaksa ekstra hati-hati, bahkan tak jarang memilih menghindari jalur tersebut. Sementara kendaraan roda empat pun harus melaju perlahan karena khawatir mengalami kerusakan, termasuk risiko patah as roda.

Falah menilai, kondisi ini mencerminkan lemahnya perhatian Pemerintah Kabupaten Cirebon terhadap infrastruktur dasar yang sangat dibutuhkan masyarakat.
“Kalau kondisi seperti ini terus dibiarkan, lalu masyarakat bayar pajak untuk apa? Ini bentuk kegagalan pemerintah dalam memberikan pelayanan dasar,” kritiknya.

Ia juga mengingatkan agar pemerintah daerah tidak menutup mata dan telinga terhadap kondisi yang terjadi di lapangan.
Sebagai bentuk kontrol sosial, LSM Kompak Korbasis Karangsembung Raya menyatakan siap turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasi masyarakat dan mendesak perbaikan segera dilakukan.

“Jangan tunggu jatuh korban lebih banyak. Kalau tidak ada langkah konkret, kami akan turun ke jalan,” pungkasnya. (1c)

Warga Lemahabang kulon sambut baik Cek Kesehatan Gratis

INDOMEDIANEWS - Pemerintah Desa Lemahabang kulon, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, menggelar kegiatan Cek kesehatan gratis bekerjasama dengan UPTD Puskesmas Sindanglaut, Selasa, 05/05/2026.
Acara yang dilaksanakan di Aula Kantor desa setempat sejak pagi sudah dipadati warga yang ingin memeriksakan diri guna memeriksakan kesehatannya.
Dalam keterangan yang disampaikan Kuwu Lemahabang kulon, Rudiana, pihaknya sangat menyambut baik acara yang diselenggarakan oleh pihak UPTD Puskesmas Sindanglaut.

"Kami sangat menyambut baik digelarnya acara kegiatan foto Rontgen dan cek kesehatan geratis bagi warga Lemahabang kulon, hal ini tentunya sangat membantu dan memberikan pemahaman berapa pentingnya kesehatan, untuk pelaksanaan cek kesehatan lebih dititik beratkan atau sasarannya adalah penderita diabetes melitus, penderita TBC dan balita dengan malnutrisi" tuturnya.

Dari informasi yang diperoleh, bahwa selain warga masyarakat mendapat pelayanan cek kesehatan gratis, juga mendapatkan bingkisan setelah melakukan pemeriksaan.

"Bagi yang telah selesai melakukan pemeriksaan, warga pun akan menerima bingkisan dari pihak Puskesmas, karena kami dari pemerintah desa hanya bersifat sebagai penyedia tempat, namun demikian tentunya kami sangat mendukung adanya program tersebut, bahkan dari data yang kami terima, kurang lebih ada 200 undangan yang telah tersebar melalui para kader dan diberikan langsung pada Masyarakat sekitar, semoga dengan adanya acara tersebut, semakin meningkatkan kesadaran Masyarakat dalam menjalankan hidup sehat dan bersih" pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang warga Lemahabang kulon yang mengikuti acara tersebut, Iis menyampaikan rasa terimakasihnya denga. Adanya acara pemeriksaan cek kesehatan gratis.

"Acara tersebut sangat membantu bagi Masyarakat yang ingin melakukan pemeriksaan kesehatan, apalagi ada kegiatan foto Rontgen gratis, tentunya sangat mengurangi beban Masyarakat dalam hal pembiayaan, semoga acara seperti ini bisa menjadi acara rutin, atau diagendakan agar Masyarakat semakin terbantu secara perekonomian agar tujuan digagas dengan tema cegah TBC,  lindungi keluarga yang kita sayangi dan obati sampai sembuh bisa terealisasi dengan baik" harapnya. (1c)

29 Apr 2026

Paguyuban Onthelis Amarta " Jaga kesehatan dan silaturahmi"

INDOMEDIANEWS - Didirikan sejak Tahun 2022, Paguyuban Onthelis Amarta yang berkedudukan di Desa Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, kerap melaksanakan berbagai kegiatan, baik yang bersifat Sosial maupun aksi kegiatan rutin yang terus dilaksanakan 3 hari dalam setiap minggunya.
Keterangan yang disampaikan ketua paguyuban Onthelis Amarta, Drs Iman Setiawan saat transit di Desa Picung pugur, Kecamatan Lemahabang, menuturkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan selama ini selain untuk menjaga kebugaran dan kesehatan, juga sebagai ajang silaturahmi antar anggota.

"Kegiatan rutin yang kami lakukan dalam setiap minggunya adalah para Onthelis mengayuh sepeda yang dimiliki dengan berbagai ornamen, berkeliling kebeberapa desa yang ada di beberapa kecamatan, selain tentunya untuk membudayakan bersepeda, tentunya hal yang tidak kalah pentingnya adalah untuk menjaga stamina dan kesehatan, karena rata-rata anggota paguyuban ini usianya sudah diatas 50 tahun " tuturnya, Rabu,29/04/2026.

Lebih lanjut Iman menjelaskan, bahwa rata-rata para Onthelis yang memiliki sepeda tua, menghiasi dengan berbagai ornamen.

"Sepeda tua atau yang akrab disebut dengan nama sepeda jengki, dihiasi dengan berbagai benda yang unik, ada yang dipasang sirene jadul, kelotokan atau yang biasa dipasang dileher kerbau dan berbagai barang antik lainnya, ini tentunya membuat kesan unik dan sangat membanggakan, bahkan kerap kali disaat kami berhenti disuatu tempat, banyak warga atau Masyarakat yang tertarik melihat bentuk sepeda yang sangat beragam, InsyaAllah, melalui kegiatan ini mampu menjalin silaturahmi dan persaudaraan yang tak hilang ditelan perkembangan jaman" jelasnya.(1c)

23 Apr 2026

RAT Koperasi Desa Merah Putih Sampih " Persiapkan Program Kerja "

INDOMEDIANEWS - Pemerintah d Desa Sampih, Kecamatan Susukanlebak, Kabupaten Cirebon, menggelar acara Rapat Anggota Tahunan ( RAT ) Koperasi Desa Merah Putih Tahun buku 2025 bertempat di Aula Kantor Desa setempat, Kamis,23/04/2026.
Acara yang dihadiri seluruh pengurus koperasi, perangkat Desa , Lembaga Desa dan Anggota Koperasi berjalan dengan baik.

Dalam pemaparannya, Ketua Koperasi Desa Merah Putih ( KDMP ) Sampih, Sumirat, menuturkan, untuk RAT tahun buku 2025 sifatnya hanya menyampaikan progres yang telah tersusun dan akan dilaksanakan setelah semuanya siap.

"Untuk RAT Tahun buku 2025 sifatnya hanya menjelaskan tentang kesiapan seluruh pengurus koperasi untuk merealisasikan program kerja yang telah tertata,InsyaAllah, hari ini Grai KDMP Sampih selesai 100%, setelah itu kita menanti untuk segera diresmikan dan menentukan program kerja yang telah disepakati bersama" jelasnya.

Lebih lanjut Sumirat yang didampingi Sekretari KDMP Sampih, Arif dan bendahara, Suheli menyampaikan beberapa program perdana yang akan digulirkan.

"Setelah nanti semuanya siap, program yang kami lakukan di awal adalah menyediakan bahan-bahan pertanian dan menampung hasil pertanian, selain itu adalah menyediakan sembako termasuk pendistribusian atau penjualan gas bersubsidi, jika dalam prosesnya berjalan sesuai rencana dan berdampak positif, maka tidak menutup kemungkinan untuk menyusun program lainnya guna lebih bermanfaat bagi warga Masyarakat Sampih, hususnya para anggota Kopdes itu sendiri, untuk saat ini kami baru memiliki anggota tetap sebanyak 20 Orang dengan ketentuan harus melakukan simpanan wajib sebesar Rp.20.000 dan simpanan pokoknya sebesar Rp.30.000" jelasnya.

Sementara itu, Kuwu Sampih , Suherman dalam pemaparannya mengajak semua pihak untuk mensukseskan dan memajukan keberadaan KDMP.

"Sesuai dari hasil pertemuan ini, InsyaAllah, Grai Koperasi Desa Sampih bisa rampung secara keseluruhan, tinggal setelahnya kita mempersiapkan apa saja yang akan dilaksanakan sesuai program kerja yang telah ditetapkan, intinya kami mengajak kepada seluruh Masyarakat Sampih untuk mendukung dan bersama-sama membesarkan koperasi Desa ini, karena tujuan hadirnya KDMP ini untuk meningkatkan kesejahteraan Masyarakat, oleh karenanya, tanpa adanya dukungan dari Masyarakat, maka apapun program yang digalakan tidak akan mencapai kesuksesan, kita berharap bersama hadirnya Koperasi Desa ini mampu meningkatkan kesejahteraan Masyarakat secara keseluruhan" tuturnya.(1c)

22 Apr 2026

Monev Desa Mertapadakulon berjalan sesuai mekanisme

INDOMEDIANEWS - Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kecamatan Astanajapura Kabupaten Cirebon, lakukan peninjauan lokasi pembangunan sekaligus dokumen anggaran di Desa Mertapada Kulon kecamatan Astanajapura, Rabu, 22/04/2026.

Camat Astanajapura, Deni Syafruddin melalui Sekretaris Camat (Sekcam) Rusiana mengatakan, Monev ini rutin dilaksanakan pada setiap desa, sebagai upaya pembinaan. 

"Secara umum hasil monev di desa Mertapadakulon, sudah melaksanakan program yang telah disusun berikut alokasi anggaran yang ditentukan,"jelasnya.

Lebih lanjut Rusiana menuturkan, monev yang dilaksanakan ini antara lain meliputi anggaran desa dan PBB. 

"Kegiatan ini sebagai bentuk pembinaan bagi desa dan diharapkan pihak desa dapat melaksanakan tugas pemerintahan dengan baik sesuai aturan yang berlaku"  jelasnya didampingi Kepala Seksi Pemerintahan (Kasi Pem) setempat, Irwanto.

Sementara itu, Kuwu Desa Mertapada Kulon, Suherman mengungkapkan, anggaran yang bersumber dari pusat, provinsi dan daerah sangat berpengaruh pada pembangunan desa, maka perlu secepatnya dibagikan setelah pihak desa mengajukan. 

"Alhamdulillah anggaran desa 2025 telah direalisasikan sesuai peruntukan, diharapkan apa yang telah kami laksanakan akan bermanfaat bagi warga Mertapadakulon secara keseluruhan" tuturnya.

Masih dikatakan Suherman, dalam melaksanakan roda pemerintahan dan pembangunan desa sangat diperlukan sinergitas yang baik dari seluruh pihak, antara lain perangkat dan lembaga desa. 

"Sebagai kuwu, tentu membutuhkan saran yang membangun demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat desa,oleh karenanya kami mengajak semua pihak untuk secara bersama-sama membangun desa agar semakin baik dari yang sudah baik" jelas Suherman.

Dirinya menghimbau seluruh masyarakat  agar merawat dan memperbaiki, bilamana ada kerusakan kecil. 

"Kami ucapkan terima kasih pada seluruh pihak yang berperan aktif dalam membangun desa dan terima kasih pula pada tim Monev kecamatan, kami pun berharap kepada seluruh lapisan untuk menjaga dan merawat segala bentuk pembangunan yang telah dilaksanakan, jika ada kerusakan yang sifatnya kecil, mari kita budayakan tradisi gotong royong agar semuanya berjalan dengan baik" pungkasnya.(1c)

21 Apr 2026

RAT KDMP dan Musdes BUMdes Pasawahan disorot " Rapat penting jangan asal "

INDOMEDIANEWS - KDMP ( Koperasi Desa Merah Putih ) Desa Pasawahan, Kecamatan Susukan Lebak, Kabupaten Cirebon, menggelar RAT ( Rapat Anggota Tahunan ) Tahun buku 2025, bertempat di Aula Kantor desa setempat, Selasa, 21/04/2026.
Acara yang dihadiri pengurus dan Anggota KDMP, Kuwu, Perangkat desa termasuk perwakilan pihak Kecamatan Susukan Lebak memaparkan terkait perjalanan dan konsep program yang akan dilaksanakan.

RAT ini merupakan sebuah kewajiban bagi keberadaan Koperasi selama didirikan untuk diketahui oleh seluruh Anggota Koperasi itu sendiri.

Dalam pemaparannya, Ketua KDMP Pasawahan, Dipa Anwarudin, menjelaskan terkait keberadaan koperasi , dari mulai Laporan Pertanggungjawaban hingga program yang akan digalakan.

"Dalam RAT tahun buku 2025 ini, dapat kami jelaskan, bahwa secara keseluruhan telah sesuai dengan mekanisme, termasuk sudah terbentuknya anggota tetap sebanyak 20 Orang, untuk saat ini memang Koperasi belum dapat menjalankan berbagai program yang telah tersusun, karena masih dalam tahap penyelesaian pembangunan Grai koperasi, namun demikian ada beberapa program prioritas yang akan digalakan, diantaranya penyediaan sembako, pupuk hingga simpan pinjam, insyaAllah dengan hadirnya Kopdes secara tidak langsung dapat meningkatkan taraf kehidupan dan perekonomian warga Masyarakat Pasawahan pada hususnya dan seluruh Rakyat Indonesia secara umum" tuturnya.

Selain menggelar acara RAT KDMP, dihari yang sama dilaksanakan agenda lainnya, yaitu Musdes Pertanggungjawaban BUMdes ( Badan Usaha Desa )
Sayangnya pelaksanaan RAT KDMP maupun Musdes BUMdes terkesan dilaksanakan tidak serius, hal tersebut disampaikan Kasi Ekbang Kecamatan Susukanlebak, Rudi Aris Setiawan, menyayangkan acara yang resmi terkesan main-main.

"Rapat atau Musyawarah yang sifatnya resmi itu harus dipasang spanduk, tujuannya agar diketahui oleh Masyarakat umum bahwa sedang dilaksanakan acara atau rapat maupun musyawarah yang sifatnya penting, apalagi Rapat yang dilaksanakan di Desa Pasawahan ini menyangkut RAT KDMP, ini kan sifatnya sangat penting, ini harus menjadi catatan dan pembelajaran untuk tertib dalam melaksanakan sesuatu yang bersifat kepemerintahan, bahkan kami sangat menyayangkan adanya acara Musdes BUMdes, dimana seharusnya ada komunikasi yang baik antara pemdes, BPD dan pengurus BUMdes itu sendiri, masa Musyawarah pertanggungjawaban atau SPJ BUMdes hanya dihadiri oleh segelintir orang, harusnya semua elemen atau kelembagaan maupun perwakilan Masyarakat diundang untuk menghadiri acara tersebut, oleh karenanya, kami menyarankan agar pelaksanaan Musdes pertanggungjawaban BUMdes di Desa Pasawahan di undur agar dapat dilaksanakan dengan lebih baik dan dapat dihadiri oleh seluruh unsur terkait" jelasnya.

Dirasa tidak memenuhi kuorum , akhirnya Musdes BUMdes Pesawahan ditunda untuk dijadwalkan ulang.(1c)

8 Apr 2026

persoalan Grai Merah putih " dari mulai material hingga upah pekerja"

INDOMEDIANEWS - Pembangunan Grai Koperasi Merah Putih yang diharapkan menjadi penopang peningkatan perekonomian Masyarakat, ternyata tidak berjalan mulus sesuai harapan.
Betapa tidak, diantara Grai yang sudah selesai dibangun, nyatanya masih banyak Grai yang pembangunannya belum terselesaikan bahkan ada kesan dikerjakan apa adanya.
Ironisnya, salah satu kendalanya adalah terhambatnya penyediaan material hingga belum dibayarkannya upah pekerja.
Hal tersebut disampaikan salah seorang pekerja yang tengah menangani pembangunan Grai Koperasi Merah Putih di Desa Leuwidinding, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon.
Pekerja yang bernama Iis tersebut menjelaskan beberapa kendala yang mengakibatkan lambatnya penyelesaiaan Grai tersebut.

"Selain seringnya keterlambatan penyediaan barang atau material, salah satu yang kami sayangkan adalah ada beberapa pekerja yang selama 18 Hari kerja belum menerima upah dari pihak pendor atau yang bertanggung jawab dalam hal hal pembangunan Grai, kami kadang merasa heran, mengapa hal demikian bisa terjadi, sementara pembangunan Grai merah putih ini merupakan salah satu program unggulan pemerintah" tuturnya.

Dari pantauan media, memang ditemukan beberapa pembangunan Grai Merah Putih yang seolah terhenti tanpa adanya aktifitas pekerja maupun lainnya, bahkan ada salah satu Desa yang hingga saat ini belum melaksanakan pembangunan Grai Merah Putih karena tidak adanya lahan yang tersedia.
Belum adanya pembangunan Grai tersebut terjadi di Desa Japura bakti, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon.
Menurut keterangan yang disampaikan salah seorang perangkat desa setempat, Fadilah, menjelaskan keterlambatan tersebut disebabkan tidak adanya lahan yang cocok untuk membangun Grai merah putih.

"Ada beberapa titik yang sudah kami ajukan kepada pihak yang terkait untuk membangun Grai merah putih, sayangnya dari semuanya tidak ada satupun yang memenuhi syarat atau ketentuan yang telah ditetapkan, akibatnya hingga saat ini di Desa Japura Bakti belum memiliki lahan untuk membangun Grai koperasi merah putih, yang kami hawatirkan adalah dengan belum terealisasinya program Kopdes secara menyeluruh akan berdampak terhadap proses pengajuan anggaran" tuturnya.(1c)

23 Mar 2026

Wisata Cikuya terkendala infrastruktur yang kurang menunjang

INDOMEDIANEWS - Ribuan pengunjung mendatangi wisata edukasi Cikuya yang berada di Desa Belawa, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon.
Wisata Cikuya merupakan salah satu wisata kebanggaan yang ada di kabupaten Cirebon bagian Timur.
Selama hari pertama hingga hari ketiga Lebaran, ada sekitar kurang lebih 1300 pengunjung mendatangi obyek wisata Cikuya yang identik dengan keberadaan Kura-kura langka jenis labi-labi.
Menurut keterangan Pengelola Obyek wisata Observasi Cikuya, Eman Suherman, menuturkan, untuk lebaran tahun ini ada peningkatan jumlah pengunjung ketimbang lebaran tahun 2025.

"Alkhamdulillah, jumlah pengunjung yang datang ke wisata Cikuya lebih meningkat jika dibandingkan tahun 2025, salah satu penyebabnya adalah selain saat ini fasilitas wisata yang semakin bertambah, faktor penyebab lainnya adalah curah hujan yang tidak terlalu tinggi jika dibandingkan tahun 2025" tuturnya, Senin,23/03/2026.

Lebih lanjut Pria yang akrab disapa Eman ini menjelaskan, bahwa ada satu hal yang membuat dirinya bangga adalah sedikitnya mampu meningkatkan keberadaan UMKM.

"Saat ini, ada sekitar 50 UMKM yang membuka lapak jualannya di area wisata Cikuya, hal ini tentunya mampu meningkatkan taraf perekonomian para pedagang kecil dan menengah, harapan kami selain bisa meningkatkan taraf perekonomian, pengunjungpun akan semakin tertarik untuk menikmati suasana wisata Cikuya, yang tidak saja menghadirkan suasana yang sejuk, namun fasilitas yang ada pun bisa semakin memanjakan para pengunjung, dari mulai sarana bermain anak, taman bacaan hingga disediakannya Grai cendra mata hasil karya Masyarakat Belawa itu sendiri, hanya saja satu hal yang masih menjadi kendala hingga saat ini adalah masih minimnya sarana penunjang lainnya, salah satunya adalah akses jalan menuju Wisata Belawa masih sangat jauh dari kata layak, akan lebih ideal jika jalan menuju Belawa, dari arah pintu masuk Desa Cipeujeh yang merupakan aspek utama menuju wisata Belawa kondisinya layak, dengan kondisi jalan yang baik, tentunya akan menarik banyak pihak berwisata di Obyek Cikuya, karena selain menikmati sarana wisata, pengunjungpun harus merasa nyaman dalam berkendara, hal ini lah yang sangat kami harapkan, agar Pemerintah Daerah maupun pusat memperhatikan kondisi infrastruktur jalan yang ada di Desa Belawa, hususnya sebagai jalan penunjang menuju wisata observasi Cikuya" pungkasnya.(1c)

17 Mar 2026

UBHI Kampus Cirebon gelar MMD Belawa "pemaparan dan penyuluhan"

INDOMEDIANEWS- Pemerintah Desa Belawa, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, bersama.UBHI ( Unit Bakti Husada Indonesia) Kampus Cirebon,  melaksanakan kegiatan MMD ( Musyawarah Masyarakat Desa ) di Aula Kantor desa setempat, Selasa, 17/03/2026.

Acara tersebut diisi dengan penyuluhan dan pemaparan hasil obserpasi yang dilakukan para peserta dari UBHI Kampus Cirebon selama berada di Desa Belawa.

Sekretaris Desa Belawa, Sukarsa, menuturkan bahwa acara tersebut merupakan pemaparan dari hasil obserpasi UBHI.

"Hasil obserpasi UBHI Kampus Cirebon dipapaparkan dihadapan Masyarakat yang bertujuan agar diketahui, apa saja penyakit yang rawan dan bagaimana cara untuk penanganan awalnya" tuturnya.

Selain itu, dengan diadakannya MMD tersebut diharapkan kesadaran Masyarakat terhadap pola hidup sehat semakin meningkat.

"Disamping pemaparan dan penyuluhan, yang terpenting lagi adalah bagaimana caranya Masyarakat kita semakin memahami tentang hidup sehat dan menjaga lingkungan agar selalu bersih hingga berdampak pada kehidupan yang lebih sehat dan asri" pungkasnya.

Sementara itu, Kuwu Belawa, Deni Kusuma, mengharapkan dengan adanya berbagai kegiatan, baik berupa penyuluhan maupun pemaparan yang bertujuan untuk kesejahteraan Masyarakat , bisa meningkatkan tata kelola dan kesejahteraan Masyarakat Belawa secara menyeluruh.

"Pada prinsipnya, kami pihak Pemerintah Desa akan mendukung secara penuh apapun bentuk program atau gagasan maupun kerjasama dengan berbagai pihak, selagi tujuannya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuranasyarakat kami, termasuk salah satunya adalah acara hari ini yang melibatkan UBHI , dimana menurut hemat kami acara ini sangat penting agar Masyarakat semakin memahami apa saja dan bagaimana cara kita dalam menyelesaikan jika terjadi persoalan, hususnya dalam hal kesehatan"jelasnya.(1c)

14 Mar 2026

Jelang Hari Raya Idul Fitri " Jalan MT.Haryono Lemahabang " mulai diperbaiki

INDOMEDIANEWS - Guna meminimalisir terjadinya kecelakaan dan kemacetan dalam berlalulintas, saat ini sepanjang jalan MT. haryono, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon tengah dilakukan perbaikan jalan berupa penambalan dibeberapa jalan yang rusak dan bergelombang.
Salah seorang pengguna Jalan, Haerudin, menjelaskan, bahwa perbaikan jalan ini tujuannya sangat baik, hanya disayangkan pelaksanaannya mendekati Hari Raya Idul Fitri.

"Seharusnya dilakukan perbaikan jalan itu jauh hari sebelum Hari Raya Idul Fitri, apalagi dilokasi yang berada di area pintu perlintasan kereta api, disaat jalanan normal saja dilokasi ini seringkali terjadi kemacetan mana kala akan ada kereta api lewat,apalagi ini menjelang Hari Raya, otomatis membuat kemacetan semakin panjang" tuturnya, Sabtu,14/03/2026.

Senada hal tersebut disampaikan Yanto, warga Cipeujeuh Kulon.

"Memang hampir sepanjang jalan MT. haryono kondisinya banyak jalanan yang berlobang dan bergelombang, perbaikan memang kerap dilakukan, hanya saja mungkin kualitasnya tidak terlalu baik, kita lihat saja, beberapa hari setelah dilakukan perbaikan, jalan tersebut kembali rusak, apalagi jika musim penghujan, hususnya lagi yang ada di area seputar pintu perlintasan kereta api, sudah sering sekali dilakukan perbaikan, hanya itu tadi, tidak akan lama dan rusak kembali, makanya diarea ini sering sekali terjadi kecelakaan lalu lintas, hususnya para pengguna kendaraan roda dua, kami sih berharap, jika dilakukan perbaikan jalan, gunakan kualitas yang bermutu, jika perlu dengan cara betonisasi, walau harganya mahal tapi kualitasnya juga bisa bertahan lama" jelasnya. (1c)

6 Mar 2026

BPD Munjul soal keberadaan dapur MBG " Jangan ambil untung berlebih"

INDOMEDIANEWS -Tidak banyak yang berani untuk mengatakan dan menunjukan sebuah kebenaran walaupun demi untuk kepentingan Masyarakat secara umum.
Termasuk tentang keberadaan Program MBG ( Makan Bergizi Gratis ) yang selama ini  mendapat sorotan dengan berbagai persoalan yang berbeda, dari mulai terjadinya keracunan hingga menu makanan yang dirasa tidak sesuai atau ketentuan dan tata kelola yang benar.
Dari sekian banyak persoalan tentang tata kelola pengelola MBG, hal yang tidak kalah pentingnya adalah kurangnya koordinasi atau komunikasi antara pihak pengelola MBG dengan pemerintahan Desa setempat.

Salah satunya disampaikan ketua BPD Munjul, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Mahmud Jazuli, yang menyoroti tentang kebenaran dan berlangsungnya Program Makan Bergizi Gratis.

"Pada prinsipnya kami sangat mendukung adanya program MBG, hanya saja  semuanya harus sesuai dengan aturan atau regulasi yang ada " tuturnya,Jum'at 06/03/2026.

Dalam penuturannya, didampingi Sekretaris BPD Munjul,Rokhmat, dirinya menjelaskan, bahwa dukungan yang diberikan bukan berarti harus diam jika terjadi sesuatu yang dirasa kurang atau tidak benar.

"Di Desa Munjul ini ada 3 tempat pengelola dapur MBG ( Makan Bergizi Gratis ) sayangnyanya dari ketiganya ada diantaranya kurang koordinasi atau komunikasi dengan kami selaku Lembaga yang ada di Desa Munjul, bahkan kami sudah tiga kali melayangkan surat kepada tiga pengelola MBG, dari tiga surat yang kami layangkan, dua diantaranya memberikan sikap yang lumayan koperatif, sayangnya satu pengelola lagi, hingga saat ini belum dan tidak menunjukan sikap koperatif untuk memenuhi keinginan kami agar bisa duduk bersama dan membicarakan beberapa hal yang selama ini menjadi persoalan " tuturnya.

Saat ditanya apakah ada persoalan yang terjadi dalam pelaksanaan atau keberadaan pengelolaan MBG di Desa Munjul, Mahmud Jazuli yang diamini Rokhmat dengan tegas membenarkan, bahwa ada beberapa persoalan yang dilanggar oleh pihak Pengelola MBG.

"Beberapa dugaan yang dilakukan pengelola Program MBG di Desa kami tidak sesuai aturan atau regulasi yang ada. Diantaranya adalah Regulasi tentang Rekrutmen Relawan SPPG ( Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi ) dimana ketentuannya sudah sangat jelas, bahwa relawan harus dari warga Masyarakat sekitar, sedangkan dari beberapa hasil temuan dan informasi, ada beberapa relawan SPPG yang merupakan bukan warga Masyarakat Desa Munjul.
Selain itu dalam regulasi sudah diterangkan dengan tegas, pengelola MBG atau suplayer harus memanfaatkan atau mengutamakan keberadaan BUMdes di Desa dimana SPPG itu didirikan, dan yang tidak kalah pentingnya lagi adanya kualitas makanan atau menu yang sesuai dengan aturan, karena dari hasil yang kami peroleh, ada ketidak patutan kualitas menu dengan standar harga yang tetapkan, oleh karenanya kami meminta pihak pengelola maupun yayasan yang menangani dapur MBG Mau memenuhi keinginan kami selaku Perwakilan Warga Masyarakat Desa Munjul, untuk duduk bersama dan menjelaskan beberapa persoalan yang ada, jangan sampai keberadaan SPPG ini menjadi ladang korupsi dan semakin menambah kekayaan dan keuntungan pribadi, yang kami tahu, insentif untuk Yayasan pengelola MBG perharinya mencapai angka Rp.6.000.000,- masa sih dengan uang sebesar itu masih tega memangkas dari anggaran menu yang tujuannya bagi peningkatan Gizi Masyarakat, apalagi ada info yang kami terima, bahwa salah satu pengelolanya merupakan salah seorang wakil Rakyat"pungkasnya. (1)

5 Mar 2026

Panen perdana Ketapang Desa Cipeujeuh Kulon " Hasilnya membanggakan"

INDOMEDIANEWS - Panen perdana jagung pipil dilahan seluas 8 hektar milik Desa Cipeujeuh kulon, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon membuahkan sesuatu hal yang sangat membanggakan.
Dengan dilaksanakannya panen perdana ini, diharapkan progres kedepannya akan semakin baik sesuai program Pemerintah Pusat dalam peningkatan program ketahanan pangan.
Hal tersebut disampaikan Kuwu Cipeujeuh kulon, H.Lili Mashuri diruang kerjanya, Kamis,05/03/2026.

"Alkhamdulillah, saat pelaksanaan panen perdana program ketahanan pangan berupa penanaman jagung pipil, menghasilkan sesuatu yang sangat membanggakan, selain kualitasnya sangat baik, tentunya hasil dari panen tersebut dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga Masyarakat Cipeujeuh Kulon, InsyaAllah, program ini akan terus berjalan sesuai dengan arahan atau ketentuan yang sudah diatur, pada prinsipnya selama program tersebut berdampak positif bagi kesejahteraan Masyarakat, kami pasti akan mendukungnya secara penuh" tuturnya.

Lebih lanjut dirinya menyampaikan rasa Syukur atas segala limpahan rijki dari Allah SWT, dan terimakasih atas kehadiran dan turut sertanya Kapolsek Lemahabang dalam pelaksanaan panen perdana tersebut.

"Kapolsek Lemahabang beserta jajarannya turun langsung kelapangan dan turut memetik jagung yang telah siap panen, bahkan seluruh jajaran perangkat juga lembaga desa bersama-sama ikut andil dalam acara panen kali ini, semoga ini merupakan langkah awal menuju sesuatu yang lebih baik dan bermanfaat bagi warga kami pada hususnya, dan seluruh Masyarakat Lemahabang bahkan Cirebon secara umum, yang terpenting adalah kita bekerja dengan hati dan tetap semangat dalam berkarya" pungkasnya.(1c)

3 Mar 2026

Pemdes Japura Bakti tidak memiliki Kopdes " terkendala lahan "

INDOMEDIANEWS - Pemerintah Pusat mewajibkan kepada seluruh Desa se Indonesia untuk memiliki dan mendirikan Koperasi Merah Putih atau yang akrab dengan sebutan Kopdes ( Koperasi Desa )
Salah satu tujuan didirikannya Koperasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan taraf perekonomian Masyarakat dan menghilangkan kebiasaan Masyarakat dalam melakukan kegiatan Pinjaman Online yang berujung pada persoalan yang semakin besar bahkan tidak sedikit menimbulkan perceraian, permusuhan hingga kematian akibat keputusan asaan.
Sayangnya Program Kopdes tidak selalu mudah untuk diwujudkan karena adanya beberapa faktor.
Salah satunya yang terjadi di Desa Japura Bakti, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemdes setempat belum mendirikan grai Kopdes karena terkendala lahan.
Seperti disampaikan Kaur Perencanaan Desa Japura Bakti, Faturohman.

"Sampai saat ini di Desa Japura Bakti belum dibangun Grai Kopdes ( Koperasi  Desa ) keterlembatan tersebut dikarenakan tidak tersedianya lahan untuk membangun Koperasi Desa atau Koperasi Merah putih.
Ada beberapa titik yang sudah diajukan, namun semuanya tidak memenuhi standar atau tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku, oleh karenanya hingga saat ini Program Koperasi Merah Putih hususnya dalam pembangunan Grai belum bisa terealisasi" tuturnya, Selasa, 03/03/2026.

Dengan belum berdirinya Kopdes tersebut dihawatirkan bisa menghambat pengajuan anggaran, ini juga yang dirasakan oleh pihak Pemdes Japura Bakti.

"Kami hawatir, dengan keterlambatan pembangunan Kopdes dapat berpengaruh pada pengajuan anggaran, karena yang kami dengar, salah satu prasyarat dalam mengajukan anggaran adalah telah berdirinya Grai Kopdes, andai hal ini menjadi kewajiban mutlak, kami meminta adanya kebijakan agar anggaran yang kami ajukan tidak terhambat karena belum berdirinya Kopdes, toh kami dari Desa telah mengajukan beberapa titik atau tempat untuk dijadikan Grai Kopdes, namun semuanya tidak masuk dalam ketentuan, salah satu penyebabnya adalah luas lahan yang kurang maupun tempat yang kurang strategis" pungkas pria yang akrab disapa Oman menegaskan.

Menyikapi hal tersebut, seharusnya Pemdes atau Kuwu sesegera mungkin melakukan Komunikasi dan Koordinasi dengan berbagai pihak untuk mencari solusi agar persoalan keberadaan Koperasi Merah putih dapat terselesaikan dengan baik dan tidak berimbas pada terjadinya hambatan dalam setiap pengajuan anggaran.(1c)

27 Feb 2026

Tumpukan sampah dipenuhi belatung " tanggung jawab siapa ?"

INDOMEDIANEWS - Tumpukan sampah yang dipenuhi lalat dan belatung terlihat jelas di lokasi Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS) Desa Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon.
Lokasi yang berada tepat dipinggir jalan Raya dan berdekatan dengan terowongan kereta api tersebut sangat miris karena terkesan dibiarkan tanpa adanya penanganan yang maksimal.
Kondisi sampah yang kian menumpuk tersebut disampaikan salah seorang aktivis Cirebon Timur, Pepeng.

"Kami sangat miris dan kecewa melihat tumpukan sampah yang bukan saja merusak pemandangan, tapi mengeluarkan aroma yang sangat mengganggu pernafasan, bahkan bukan hanya itu, di lokasi sampah yang menggunung tersebut sudah dipenuhi oleh lalat dan belatung yang sangat menjijikan, dengan adanya hal tersebut, patut kami bertanya, siapa yang bertanggungjawab untuk menyelesaikan persoalan sampah yang ada di Desa Mertapadawetan tersebut, apakah Mutlak menjadi tanggung Jawab pihak Pemdes setempat atau Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon ? Atau mungkin keduanya tidak bertanggungjawab hingga sampah tersebut kian hari kian menggunung yang tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan persoalan yang semakin kompleks" tuturnya, Jum'at,27/02/2026.

Dari pantauan Media, dilokasi TPSS tersebut memang terlihat sangat jelas keberadaan sampah yang sudah memenuhi hampir keseluruhan lokasi TPSS, bahkan pintu masuk ke lokasi ex pengolahan sampah pun sudah tertutup oleh tumpukan sampah yang meluas hingga hampir ke bahu jalan, bahkan di tumpukan sampah pelastik yang berada dipinggiran jalan tersebut sudah dipenuhi oleh belatung dan lalat hijau yang sangat menjijikan.

Terkait persoalan sampah tersebut, Kuwu Mertapadawetan, Moh Munif .AR dalam penjelasannya yang kerap kali disampaikan, bahwa pihaknya akan melakukan pengalihan tempat pembuang sampah yang selama ini kerap menimbulkan persoalan.

"Kami rencananya akan memindahkan TPSS yang saat ini ada ke tempat lainnya yang mungkin akan lebih baik, dan TPSS yang saat ini ada akan dilakukan penutupan total" tuturnya.

Sayangnya stetmen Kuwu Mertapadawetan yang sudah dilontarkan beberapa waktu yang lalu hingga saat ini belum juga terealisasi hingga kian hari sampah dilokasi TPSS semakin menumpak dan mengeluarkan aroma tidak sedap. (1c)

25 Feb 2026

Desa Asem gelar panen perdana program ketahanan pangan

INDOMEDIANEWS - Pemerintah Desa Asem , Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon melaksanakan panen perdana penanaman jagung yang dikemas dalam program Ketahanan pangan 2025.
Berdiri di lahan desa seluas hampir satu hektar yang berlokasi di Blok Manis 001/002 Jajaran pemerintahan Desa beserta beberapa anggota Polri hadir dan turut menyaksikan jalannya pelaksanaan panen perdana pada Rabu, 25/02/2026.
Dalam keterangan yang disampaikan Sekretaris Desa Asem, Arif Rahman, program ketahanan pangan akan terus berlanjut sesuai arahan dari Pemerintah.

"Program ketahanan pangan yang kali ini bergerak dalam hal penanaman jagung pipil, diharapkan mampu mendongkrak perekonomian Masyarakat dan memberi peluang adanya kesempatan bekerja hingga berdampak pada berkurangnya pengangguran, selain itu harapan kami tentunya program yang digalakan Pemerintah mampu terealisasi dengan hasil guna secara maksimal" tuturnya.

Senda hal tersebut disampaikan Kuwu Desa Asem, Ade Faturochman yang turut hadir dalam acara panen perdana program ketahanan pangan.

"Secara keseluruhan, kami dari pemerintah desa akan terus mendukung berbagai program pemerintah, baik itu Kabupaten, Provinsi maupun Pusat, yang terpenting apapun programnya bertujuan demi memakmurkan Rakyat Indonesia, termasuk salah satunya adalah program ketahanan pangan berupa penanaman jagung pipil, InsyaAllah, hasil dari panen perdana ini akhirnya bermuara untuk kepentingan warga Masyarakat Desa Asem sendiri, InsyaAllah, kami dari jajaran Pemerintahan desa akan terus berupaya untuk bekerja dan memberikan pelayanan terbaik bagi warga Masyarakat" jelasnya.(1c)

20 Feb 2026

Kerap timbulkan kecelakaan "Warga Desa Asem " tuntut perbaikan jalan

INDOMEDIANEWS - Warga Desa Asem, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, mengeluhkan kerusakan jalan yang hingga saat ini belum juga dilakukan perbaikan.
Kondisi jalan yang sudah lama rusak  tersebut dikeluhkan karenanya kerap terjadi kecelakaan, hususnya bagi pengendara kendaraan roda dua yang melintas dijalan Sindanglaut-Ciawi gajah, tepatnya di depan lapangan Bola Desa Asem.
Salah seorang warga Desa Asem, Deni, menuturkan keresahan tersebut sudah kerap dirasakan warga hingga ramai diperbincangkan melalui berbagai media sosial.

"Banyak warga yang mengunggah kondisi jalan melalui berbagai media sosial, dari mulai FB, Tiktok dan medsos lainnya, warga merasa kesalahan, karena hingga saat ini jalan rusak tersebut belum juga dilakukan perbaikan, sementara jalan ini merupakan jalan utama yang menghubungkan beberapa desa dari beberapa Kecamatan yang ada di Cirebon bagian timur, kami berharap Dinas terkait segera melakukan perbaikan, karena sudah banyak pengendara hususnya roda dua yang terjatuh disebabkan menghindari lubang yang kedalamannya hingga mencapai lebih dari 10 cm, apalagi kalau musim penghujan, jalan tersebut sudah pasti tidak terlihat karena tertutup oleh genangan air, hal ini semakin menghawatirkan akan keselamatan para pengguna jalan" Jum'at, 20/02/2026.

Sementara itu, diruang kerjanya, Sekretaris Desa Asem, Arif Rahman, membenarkan banyaknya keluhan yang disampaikan Warga desanya.

"Banyak warga yang mengeluh kepada kami agar segera menyelesaikan persoalan kerusakan jalan yang sudah lama terkesan dibiarkan, untuk itu kami sudah berkomunikasi dengan berbagai pihak agar kerusakan jalan segera dapat diperbaiki, bahkan salah seorang keluarga dari perangkat Desa Asem sendiri ada yang mengalami kecelakaan saat melintas dijalan tersebut, belum lagi para pengguna jalan lainnya, harapan kami agar Dinas atau Instansi terkait segera melakukan perbaikan jalan yang merupakan jalan utama atau jalan penghubung dari berbagai desa dan beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Cirebon timur, jangan sampai banyak lagi korban yang terjatuh akibat jalanan yang rusak" tegasnya. (1c)

11 Feb 2026

Kuwu Cipeujeuh kulon gelar Musdes " Desil tepat sasaran "

INDOMEDIANEWS - Hampir terjadi di seluruh Desa, Persoalan  pendataan bagi penerima bantuan terus menjadi perbincangan dan rasa ketidak Adilan bagi Masyarakat yang merasa terampas Haknya dalam mendapat perhatian dari Pemerintah.
Untuk menyelesaikan permasalah tersebut salah satunya melalui Musyawarah Desa ( Musdes).
Hal ini pulan yang dilakukan Pemerintah Desa Cipeujeuh Kulon, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon.
Ditemui di ruang kerjanya sesaat sebelum dilaksanakannya acara Musdes, Kuwu Cipeujeuh Kulon, H.Lili Mashuri menuturkan perlunya dilaksanakan Musdes.

"Hari ini kami menggelar Musdes (Musyawarah Desa ) terkait verifikasi dan validasi data terpadu sosial ekonomi Nasional ( DTSEN)  dimana salah satu pembahasannya adalah terkait data Desil, yang mungkin selama ini menjadi persoalan dihampir seluruh desa, dengan digelarnya acara ini, salah satu tujuannya adalah membahas dan menjelaskan kepada Masyarakat tentang siapa saja yang patut menerima bantuan atau tidak, oleh karenanya kami memprioritaskan 4 skala Desil, diantaranya seperti siapa saja yang masuk Desil 1 (sangat miskin ) Desil 2 ( Miskin ) Desil 3 (hampir miskin ) dan Desil 4 (rentan miskin ) " tuturnya, Rabu, 11/02/2026.

Lebih lanjut Pria yang akrab disapa Jiwu ini menjelaskan perlu adanya pemahaman dan pengertian kepada Masyarakat tentang mana dan siapa saja yang masuk dalam kriteria penerima bantuan.

"Adanya Desil merupakan salah satu upaya Pemerintah untuk mengetahui siapa saja yang berhak dan siapa yang tidak berhak menerima bantuan atau Bansos, namun memang mungkin ada kendala tentang pendataan yang dirasa tidak sesuai, oleh karenanya kami dari Pemerintah Desa tentunya akan melibatkan banyak pihak, yang salah satunya adalah Puskesos untuk melakukan pendataan dengan benar, setelah dirasa datanya sudah sesuai dengan fakta, maka kami mengajukan ke pemerintah untuk mengirimkan nama-nama nama calon penerima bantuan, namun demikian Masyarakatpun harus paham, kami hanya bersifat mengajukan , namun siapa saja yang masuk dan ditentukan sebagai penerima, mutlak ada di Dinas Sosial, dengan adanya hal tersebut, sangat diharapkan, melalui Musyawarah Desa akan menghasilkan sesuatu yang terbaik dan benar-benar manfaatnya dapat dirasakan oleh Masyarakat yang memang berhak untuk menerima bantuan" pungkasnya.(1c)