Tampilkan postingan dengan label Desa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Desa. Tampilkan semua postingan

11 Feb 2026

Kuwu Cipeujeuh kulon gelar Musdes " Desil tepat sasaran "

INDOMEDIANEWS - Hampir terjadi di seluruh Desa, Persoalan  pendataan bagi penerima bantuan terus menjadi perbincangan dan rasa ketidak Adilan bagi Masyarakat yang merasa terampas Haknya dalam mendapat perhatian dari Pemerintah.
Untuk menyelesaikan permasalah tersebut salah satunya melalui Musyawarah Desa ( Musdes).
Hal ini pulan yang dilakukan Pemerintah Desa Cipeujeuh Kulon, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon.
Ditemui di ruang kerjanya sesaat sebelum dilaksanakannya acara Musdes, Kuwu Cipeujeuh Kulon, H.Lili Mashuri menuturkan perlunya dilaksanakan Musdes.

"Hari ini kami menggelar Musdes (Musyawarah Desa ) terkait verifikasi dan validasi data terpadu sosial ekonomi Nasional ( DTSEN)  dimana salah satu pembahasannya adalah terkait data Desil, yang mungkin selama ini menjadi persoalan dihampir seluruh desa, dengan digelarnya acara ini, salah satu tujuannya adalah membahas dan menjelaskan kepada Masyarakat tentang siapa saja yang patut menerima bantuan atau tidak, oleh karenanya kami memprioritaskan 4 skala Desil, diantaranya seperti siapa saja yang masuk Desil 1 (sangat miskin ) Desil 2 ( Miskin ) Desil 3 (hampir miskin ) dan Desil 4 (rentan miskin ) " tuturnya, Rabu, 11/02/2026.

Lebih lanjut Pria yang akrab disapa Jiwu ini menjelaskan perlu adanya pemahaman dan pengertian kepada Masyarakat tentang mana dan siapa saja yang masuk dalam kriteria penerima bantuan.

"Adanya Desil merupakan salah satu upaya Pemerintah untuk mengetahui siapa saja yang berhak dan siapa yang tidak berhak menerima bantuan atau Bansos, namun memang mungkin ada kendala tentang pendataan yang dirasa tidak sesuai, oleh karenanya kami dari Pemerintah Desa tentunya akan melibatkan banyak pihak, yang salah satunya adalah Puskesos untuk melakukan pendataan dengan benar, setelah dirasa datanya sudah sesuai dengan fakta, maka kami mengajukan ke pemerintah untuk mengirimkan nama-nama nama calon penerima bantuan, namun demikian Masyarakatpun harus paham, kami hanya bersifat mengajukan , namun siapa saja yang masuk dan ditentukan sebagai penerima, mutlak ada di Dinas Sosial, dengan adanya hal tersebut, sangat diharapkan, melalui Musyawarah Desa akan menghasilkan sesuatu yang terbaik dan benar-benar manfaatnya dapat dirasakan oleh Masyarakat yang memang berhak untuk menerima bantuan" pungkasnya.(1c)

10 Feb 2026

Kuwu Buntet Minta BBWS segera melakukan perbaikan

INDOMEDIANEWS - Longsor yang terjadi di tanggul Sungai Cikanci  yang berada di desa buntet kecamatan astanajapura Kabupaten Cirebon, merupakan masalah yang sudah ada sejak  lama.
Hal tersebut disampaikan Kuwu Desa Buntet, Edi Suhaedi SH , sejak dirinya menjabat pada periode pertama, yaitu tahun 2018 .cirebon Senin.

Dalam penuturannya, Kuwu dua periode ini menjelaskan

"Saya telah mengajukan perbaikan kepada BBWS, dan pihak dinas terkait juga sudah melakukan survei, tetapi hingga kini belum ada realisasi. Saya bahkan pernah melakukan cerucuk bambu dengan biaya sendiri sebanyak dua kali, namun sayangnya, setiap kali terjadi banjir, semua usaha tersebut hancur kembali" tuturnya, Selasa,11/02/2026.

permohonan tersebut sudah diterima oleh pihak BBWS , berharap kepada dinas terkait dan pemerintah Kabupaten Cirebon untuk memberikan perhatian serius terhadap masalah ini. 

Lebih lanjut Edi menjelaskan, 
"akses ini sangat penting, karena menghubungkan dua hingga tiga desa, yaitu Kanci Wetan dan Kanci kulon, serta menjadi jalur bagi para petani. Saat ini, tanaman tebu dan padi di sekitar lokasi terancam, dan petani pun enggan untuk menanam di sini karena jalannya sudah tidak bisa dilalui. Kami, masyarakat Buntet dan pemerintah desa, merasa kewalahan karena banyak petani yang tidak mau menanam akibat akses yang rusak"tuturnya 

Panjang longsoran diperkirakan sekitar 50 meter, dengan ketinggian lebih dari 2 hingga 3 meter. Upaya perbaikan dengan menggunakan bambu telah dilakukan dua kali, namun tetap saja longsor terjadi setiap musim hujan. 

"Harapan saya, agar dinas terkait dan pemerintah daerah Kabupaten Cirebon segera merealisasikan pembangunan tanggul ini. Dengan demikian, akses bagi masyarakat dapat kembali normal dan aktivitas sehari-hari dapat dilanjutkan seperti biasa"pungkasnya 


Sementara itu, salah seorang warga H Buang (57)  menuturkan.

"Saya adalah seorang petani, merasa prihatin,  karena dari tahun 2018 jalan yg tergerus longsor ini tak kunjung di benahi,karena jalan tersebut mengalami longsor jadi saya tidak bisa menanam di area ini. Mohon untuk diperbaiki agar kami, para petani, dapat bercocok tanam kembali. tidak itu saja Ini adalah akses utama dari Buntet menuju Kanci Kulon dan Kanci Wetan, jadi jika jalan ini tidak diperbaiki, kami tidak akan bisa beraktivitas dengan baik. Mohon segera untuk di perbaiki, sehingga kami para petani dan para pengguna jalan ini bisa berfungsi seperti biasanya"jelasnya. (1c)

7 Feb 2026

Pemdes Panongan Lor Gelar Ngaji Budaya dihadiri Anggota DPRD Jawa Barat

INDOMEDIANEWS -Budaya dan tradisi merupakan cerminan dari sebuah peradaban suatu Daerah yang penuh dengan beragam kearifan dan keistimewaan.
Salah satunya adalah Desa Panongan Lor, Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon.
Sebagai salah satu Desa yang memiliki history atau kisah yang masuk dalam babad tanah Cirebon, Menarik perhatian seorang Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Bambang Mujiarto.ST untuk menggelar acara Road Show Dialog Budaya atau ngaji Budaya yang bertempat di Aula Kantor Desa setempat, pada Jum'at, 06/02/2026.
Dalam pemaparannya, Anggota DPRD Jabar Dapil XII yang meliputi Kab/Kota Cirebon dan Kabupaten Indramayu tersebut menekankan perlunya pelestarian dan kecintaan dalam menjaga Budaya maupun seni tradisi Daerah.

"Budaya atau tradisi harus menjadi sebuah kearifan yang wajib dijaga dan dilestarikan, terlebih lagi di Cirebon ini, sebagaimana kita ketahui, bahwa Cirebon merupakan sebuah wilayah yang penuh dengan cerita Budaya Adi luhung, salah satunya seperti Budaya atau tatar Desa Panongan lor,  yang mana salah satu yang memiliki nilai sejarah yang sarat makna, dalam sejarah yang dipaparkan para budayawan Cirebon, kisah Panongan lor identik dengan cerita atau Babad Cirebon keberadaan Golok Cabang, ini menunjukan bahwa di Desa ini memiliki sejarah yang sangat istimewa" tuturnya.

Sementara itu, Kuwu Panongan lor, Agus Syamsah sangat berterimakasih atas kunjungan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat yang hadir di desanya dalam acara Dialog Budaya.

"Atas nama Pemerintahan Desa Panongan Lor menghaturkan terimakasih atas kehadiran Bpk Bambang Mujiarto Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat yang telah menggelar acara Dialog Budaya dan mendukung penuh wisata Desa, diharapkan dengan adanya perhatian Husus dari para pemangku kebijakan tentang wisata atau Budaya yang ada di Kabupaten Cirebon, keberadaan desa untuk meningkatkan wisata dan mempertahankan tradisi Daerah semakin bisa dimaksimalkan, terlebih lagi desa Panongan lor memiliki histori atau sejarah yang melekat dengan babad Cirebon, yaitu keberadaan tentang cerita awal adanya Golok Cabang, semoga sejarah yang ada di Desa kami bisa dijadikan sebuah acuan untuk bisa dijadikan sebagai salah satu Desa Wisata" tuturnya.

Acara tersebut selain dihadiri para Tokoh Budaya, Masyarakat dan unsur terkait lainnya, hadir pula Wakil Bupati Cirebon, yang akrab disapa Jigus.(1c)

2 Feb 2026

Kura-Kura langka Cikuya "kekurangan lahan penangkaran'"

INDOMEDIANEWS -Aktifis Cirebon Timur yang akrab disapa Bunda Lili, menyoroti Keberadaan Obyek Wisata Edukasi Cikuya, yang berlokasi di Desa Belawa, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon.
Wanita yang aktif di bidang Kemasyarakatan ini mengharapkan adanya perhatian dari Pihak Pemerintah untuk keberlangsungan Wisata Cikuya yang identik dengan keberadaan Kura-kura langka.

"Kami saat ini hadir bersama Ibu-ibu senam untuk melihat secara langsung keberadaan Obyek wisata Cikuya, menurut saya wisata Cikuya ini merupakan salah satu Obyek Wisata yang harus didukung dan diperhatikan secara penuh oleh Pemerintah, baik Kabupaten, Provinsi maupun pusat, mengapa demikian, karena di Kabupaten Cirebon, Wisata Cikuya ini merupakan wisata edukasi dan konservasi bagi berkembangbiaknya Kura-kura yang masuk dalam kategori langka, secara keseluruhan memang terlihat wisata ini sudah sangat asri dan cocok untuk dijadikan salah satu tempat kunjungan wisata, hanya saja mungkin akan lebih baik lagi jika diperluas dan ditambah fasilitas lainnya, oleh karenanya, kami sangat berharap, agar instansi atau Dinas terkait lebih memperhatikan keberadaan wisata ini, jangan sampai Kura-kura langka ini punah hanya karena kurangnya fasilitas pendukung" tuturnya, Minggu, 01/02/2026.

Senada hal tersebut disampaikan salah seorang anggota atau pengurus Pokdarwis, yang akrab disapa Kang Awod, dirinya menjelaskan, bahwa kekurangan Cikuya adalah terbatasnya lahan.

"Kami selain mengurus dan membudidayakan keberlangsungan Kura-kura  berjenis labi-labi ini, hal lainnya adalah bagaimana agar wisata Cikuya ini tetap bisa ada dan berupa untuk terus meningkatkannya, ini semua kami lakukan semata agar Kura-kura langka ini tidak punah" tuturnya.

Lebih lanjut Awod menuturkan, bahwa kendala yang terus ada dan belum bisa terselesaikan adalah keterbatasan lahan untuk membudidayakan Kura-kura.

"Idealnya kami memiliki tempat penangkaran yang memadai, saat ini Balong penangkaran yang ada hanya berjumlah tiga ditambah satu Balong utama, seharusnya minimalnya ada lima Balong penangkaran dengan ukuran yang memadai, sementara Balong yang ada saat ini selain ukurannya terlalu kecil, juga jumlahnya kurang, jika hal ini terus demikian, maka kami akan kesulitan untuk memelihara agar Kura-kura ini tetap ada, oleh karenanya kami sangat berharap kepada Dinas terkait untuk memberikan perhatian akan kelangsungan wisata Cikuya, terutama adanya penambahan dan perluasan lahan, agar selain bisa memaksimalkan dalam mengurus Kura-kura yang kian hari kian bertambah, juga bisa menambah fasilitas wisata, agar para pengunjung lebih tertarik untuk datang dan menikmati wisata edukasi Cikuya, yang merupakan satu- satunya wisata yang menyuguhkan Kura-kura langka berjenis labi-labi" harapnya.(1c)

30 Jan 2026

Kuwu Mertapadawetan berharap Puskesos yang baru segera terbentuk

INDOMEDIANEWS - Pemerintah desa Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, terus berupaya untuk menyelesaikan persoalan terkait pembekuan kepengurusan Puskesos yang lama.
Sebelumnya ada beberapa yang mengatasnamakan Masyarakat menuntut adanya pergantian kepengurusan Puskesos dengan segala persoalannya.
Menyikapi hal tersebut, dengan sigap Kuwu Mertapadawetan, Moh.Munif.AR melakukan pembekuan dan mengeluarkan pengumuman rekrutmen kepengurusan Puskesos yang baru.
Hal tersebut disampaikan Kuwu Munif di ruang kerjanya, Jum'at 30/01/2026.

"Kami sudah memenuhi tuntutan Masyarakat untuk melakukan evaluasi dan pembekuan terhadap pengurus Puskesos karena adanya beberapa aduan, dan langkah yang telah kami lakukan selain pembekuan adalah membuka lowongan atau kesempatan bagi warga Masyarakat yang minat menjadi pengurus Puskesos" tuturnya.

Lebih lanjut Munif menjelaskan, bahwa langkah yang telah ditempuh adalah dengan melakukan koordinasi dengan pihak Dinsos Kabupaten Cirebon, termasuk memberikan daftar atau nama calon pengurus Puskesos yang baru.

"Ada 7 nama Calon pengurus Puskesos yang telah kami kirimkan kepada Dinas Sosial, dimana nantinya yang menentukan siapa yang masuk atau tidak sepenuhnya ada ditangan Dinsos, kami hanya sebatas menyerahkan nama -namanya saja, bahkan dari informasi yang saya terima, bahwa Dinsos akan melakukan sesi wawancara kepada para calon pengurus Puskesos yang InsyaAllah akan dilaksanakan pada Hari Selasa Tanggal 3 Februari 2026, karena sesi wawancara ini akan dilaksanakan kepada seluruh calon Pengurus Puskesos dari beberapa desa lainnya, harapan saya sebagai Kuwu agar pembentukan pengurus Puskesos yang baru bisa secepatnya terealisasi, ini perlu dilakukan agar pelayanan terhadap Masyarakat tidak terhambat, oleh karenanya,  selama beberapa hari ini saya terus berkomunikasi dengan pihak Dinsos agar mempercepat kepengurusan Puskesos, jadi kami berharap jangan sampai ada stigmen bahwa pihak Pemdes tidak berupaya maksimal dalam menyelesaikan persoalan Puskesos" pungkasnya. (1c)

29 Jan 2026

warung depan ex pasar Desa siap ditertibkan "Kuwu Mertapadawetan akan gelar Musdes"

INDOMEDIANEWS -Pemerintah desa Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, terus melakukan pembenahan dan penertiban bangunan , hususnya terkait keberadaan pedagang yang membangun lapak atau tempat berjualan yang dirasa tidak elok atau menciptakan kesan kumuh.langkah yang telah dilakukan Pemdes Mertapadawetan adalah dengan melakukan penertiban para pedagang yang berada di samping depan halaman Kantor desa setempat dan membangun beberapa kios bagi para pedagang agar terlihat rapih dan tertata.
Pembenahan bagi para pedagang pun diharapkan tidak berhenti sampai disitu, hususnya bagi para pedagang yang berada didepan ex pasar mertapadawetan.
Terlihat beberapa kios dibangun di depan pasar tersebut yang telah lama terbengkalai.hal ini tentunya harus menjadi perhatian pihak pemerintah desa mertapadawetan, agar penertiban para pedagang harus dilakukan agar penataan semakin terlihat apik.
Dari informasi yang diperoleh, bahwa pembangunan beberapa warung yang berada didepan ex pasar tersebut adalah milik perairan atau PU.
Keberadaan tanah tersebut dibenarkan oleh salah seorang pegawai PUPR, Maman. 

"Memang benar, tanah tersebut bukan milik desa, tapi milik PU, rencana memang akan dilakukan penertiban atau pembongkaran beberapa warung yang berdiri diatas lahan milik PU, namun demikian tentunya keputusan akhirnya kami serahkan kepada kesiapan pemerintah Desa, dalam artian jangan sampai menimbulkan persoalan yang berdampak pada pemerintah desa itu sendiri" tuturnya.Selasa,27/01/2026.

Sementara itu, Kuwu Mertapadawetan, Moh.Munif AR membenarkan adanya wacana penertiban beberapa warung yang berada di dipen ex pasar tersebut.

"Rencananya memang akan dilaksanakan penertiban, hal ini tentunya sebagai langkah kami agar warung-warung tersebut tidak mengurangi keasrian, apalagi saat ini tengah dilaksanakan pembangunan grai koperasi merah putih, namun demikian tentunya sebelum melakukan penertiban, terlebih dahulu kami akan melakukan Musdes dan memanggil semua pemilik warung untuk mencari solusi yang terbaik, InsyaAllah awal Bulan Februari kami akan memanggil semua pemilik warung untuk mencari solusi terbaik, rencananya sih kami berencana menyediakan lahan di samping ex pasar, tetapi keputusan finalnya kita tunggu dari hasil pertemuan dengan para pemilik warung" tuturnya. (1c)

24 Jan 2026

Sampah sepanjang jalan Syech Lemahabang mulai dilakukan pembersihan "Diharapkan Masyarakat semakin sadar"

INDOMEDIANEWS -Gerah dan geram melihat tumpukan sampah yang berserakan di hampir sepanjang jalan perbatasan antara Kecamatan Lemahabang dan Kecamatan Astanajapura, tepatnya di sepanjang jalan Syech Lemahabang yang membatasi antara desa Lemahabang dan desa Japura Bakti.
Camat Lemahabang, Yuyun Kusuma wati, beserta jajaran pemerintahan kecamatan dibantu beberapa perangkat desa dari Lemahabang kulon dan Lemahabang melakukan pembersihan tumpukan sampah yang mengeluarkan aroma tidak sedap dengan menggunakan anggaran pribadi.

"Hari ini, kami dari pihak Kecamatan dan beberapa perangkat dan unsur terkait lainnya secara bersama-sama melakukan kegiatan berupa pembersihan dan pengangkutan sampah yang berada di hampir sepanjang jalan yang menghubungkan antara Kecamatan Lemahabang dan Kecamatan Astanajapura, kondisi ini sudah lama terjadi dan harus segera ada tindakan, oleh karenanya, dengan keterbatasan anggaran, kami dari kecamatan dan saya pribadi harus melakukan pembenahan walaupun dengan menggunakan anggaran pribadi" tuturnya, Sabtu,24/01/2026.

Lebih lanjut Yuyun menjelaskan, kondisi sampah yang selama ini menjadi persoalan, tidak hanya ada di Kecamatan Lemahabang, tapi di Kecamatan atau desa lainnya pun hampir sama.

"Sampah memang menjadi persoalan yang sampai saat ini seakan tidak mendapatkan solusi yang terbaik, namun ini terjadi karena adanya beberapa aspek, dari mulai kurangnya sarana pembuangan sampah diperparah lagi dengan rendahnya kesadaran Masyarakat untuk tidak membuang sampah pada tempatnya, oleh karenanya diharapkan adanya kesadaran dari semua pihak untuk secara bersama-sama peduli menjaga lingkungan terlebih lagi kebersihan dan kesehatan, selama kesadaran itu tidak ada, maka sampah akan terus menjadi persoalan yang tak kunjung bisa diselesaikan secara maksimal" pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang perangkat desa Lemahabang kulon, Hendra menjelaskan, bahwa sampah itu terus menumpuk karena adanya warga diluar desa Lemahabang yang membuang sampah di pinggiran jalan.

"Tumpukan sampah itu bukan dari warga desa kami, karena untuk warga kami sudah secara rutin ada petugas kebersihan yang husus menangani sampah, jadi selama ini yang membuang sampah dipinggiran jalan tersebut dilakukan oleh warga diluar Lemahabang, yang membuat kami kesulitan untuk memantau, karena mereka membuang sampahnya ditengah malam atau pagi menjelang subuh, ini fakta yang terjadi selama ini, jadi Kemi sendiri kebingungan untuk menangani persoalan sampah yang selama ini terus berulang, walaupun ada tulisan dilarang membuang sampah, tetap saja masih banyak warga dari luar daerah yang membuang sampah di hampir sepanjang pinggiran jalan ini, harapan kami, warga Masyarakat siapapun itu semakin sadar untuk tidak membuang sampah di sembarang tempat" tuturnya.(1c)

22 Jan 2026

Proyek Banprov 2025 baru digelar 2026 "perlu pengawasan ketat"

INDOMEDIANEWS -Polemik terkait adanya pelaksanaan pembangunan jalan yang berlokasi dusun mersi desa mertapada kulon, kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon.
Polemik tersebut dikarenakan adanya pertanyaan dimana pembangunan jalan tersebut menggunakan anggaran Banprov tahun 2025 yang baru dilaksanakan di pertengahan bulan Januari 2026.
Dari informasi yang disampaikan beberapa perangkat desa mertapada kulon, bahwa pelaksanaan yang tengah dilaksanakan tidak diketahui oleh beberapa perangkat desa setempat, hal ini disampaikan perangkat desa yang enggan disebutkan identitasnya.

"Kami tidak tahu mengapa dan kenapa Banprov tersebut baru digelar saat ini, karena selama ini setiap kali ada pembangunan kami tidak pernah mengetahuinya, bahkan adanya info pembangunan jalan tersebut pun kami baru mengetahuinya setelah adanya pemberitaan dari salah satu media online" tuturnya, Kamis, 22/01/2026.

Bahkan beredar informasi, bahwa pada beberapa hari yang lalu Kuwu mertapadakulon mendapat panggilan dari pihak Polresta Cirebon, saat media mencoba melakukan konfirmasi kepada Sekretaris Desa setempat, M.Sukri Gozali , membenarkan hal tersebut.

"Memang benar pak Kuwu mendapat panggilan dari Polresta Cirebon, namun terkait apa, kami tidak mengetahuinya secara pasti" jelasnya.

Dengan adanya berbagai keluhan dan informasi yang disampaikan beberapa perangkat desa setempat, diduga terjadi penutupan informasi yang berdampak pada ketidak harmonisan dalam bekerja, diharapkan, dengan adanya peristiwa yang terjadi di Desa Mertapadakulon mendapat perhatian dari pihak atau Instansi terkait, agar keterbukaan informasi publik dan pemanfaatan penggunaan anggaran dapat dilaksanakan sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku.(1c)

14 Jan 2026

Kuwu Mertapadawetan Bekukan kepengurusan Puskesos

INDOMEDIANEWS - Adanya tuntutan dari elemen Masyarakat yang menginginkan agar dilakukan pergantian atau perubahan kepengurusan petugas PUSKESOS akhirnya membuahkan hasil.
Hal tersebut bermula dari adanya ketidakpuasan akan kinerja petugas Puskesos Desa Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon yang dikeluhkan oleh beberapa perwakilan Masyarakat setempat, hingga berakhir dengan adanya tuntutan agar segera dilakukan pergantian kepengurusannya.
Hal tersebut disampaikan salah seorang perwakilan warga Mertapadawetan, Aji, yang menegaskan agar Kuwu segera merevisi atau mengganti kepengurusan petugas Puskesos setempat.

"Ada beberapa hal yang membuat kami menuntut terjadinya pergantian petugas atau pengurus Puskesos di desa kami, diantaranya selain adanya beberapa informasi terkait ketidak harmonisan diantara pengurus Puskesos, juga banyaknya keluhan yang disampaikan Masyarakat terkait kinerja petugas Puskesos di desa mertapadawetan yang tidak mungkin kami jabarkan secara jelas, intinya kami mengharapkan adanya kinerja Puskesos yang benar-benar melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik, oleh karenanya, permintaan kami sangat jelas, lakukan pergantian demi kondusifitas dan kenyamanan dalam memberikan pelayanan yang maksimal kepada Masyarakat" tegas Aji.

Sementara itu, Kuwu Mertapadawetan, Moh.Munif.AR saat dikonfirmasi perihal persoalan tersebut menjelaskan, bawa pihaknya telah mengakomodir keinginan Masyarakat tersebut 

"Keinginan Masyarakat tersebut telah kami tanggapi dengan baik, salah satunya adalah dengan memenuhi apa yang menjadi keinginan Masyarakat, diantaranya adalah dilakukannya pembekuan terhadap semua petugas Puskesos yang ada saat ini, dan langkah yang kami tempuh adalah melakukan koordinasi dengan pihak Dinsos Kabupaten Cirebon untuk melakukan perbaikan ke arah yang lebih baik, intinya kami tempuh semuanya sesuai dengan prosedur, bahkan sebagai langkah kongkrit kami saat ini telah membuka lowongan kesempatan untuk semua warga mertapadawetan yang berminat menjadi petugas atau pengurus Puskesos, Lowongan tersebut kami Pampang di kantor desa dengan batas waktu pendaftaran hingga tanggal 26 Januari 2026, semoga langkah yang kami lakukan akan menghasilkan sesuatu yang baik dan bermanfaat bagi seluruh warga Desa Mertapadawetan" kelasnya, Rabu, 14/01/2026. (1c)

12 Jan 2026

BUMdes Munjul Berkah mampu memberikan masukan PADesa 60 juta pertahun

INDOMEDIANEWS- Musdes pertanggungjawaban tatakelola dan Laporan Pertanggungjawaban BUMdes Munjul Berkah, Desa Munjul, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, dilaksanakan dengan dihadiri beberapa perwakilan Masyarakat, Lembaga Desa, unsur terkait dan kuwu Desa Munjul beserta jajaran.
Acara yang dilaksanakan pada Senin,12/01/2026 bertempat di Aula Kantor desa setempat berjalan lancar dengan mengedepankan keterbukaan informasi publik.

Dalam acara tersebut, Direktur BUMdes Munjul Berkah, Iin Tuslani, menuturkan, bahwa pihaknya dalam setiap melaksanakan unit usaha senantiasa mengedepankan informasi publik dan tertib administrasi.

"Alkhamdulillah, untuk tahun laporan pertanggungjawaban yang telah dilaksanakan selama tahun 2025 dirasa sudah sangat memuaskan, bahkan dalam kurun waktu satu tahun kami sudah dapat memberikan masukan untuk PADesa sebesar Rp.60.000.000 (enam puluh juta rupiah ) selain dari itu BUMdes Munjul Berkah tengah fokus dalam pengembangan aset seperti pembangunan kandang kambing, kandang ayam, perkebunan jagung dan perkebunan pakan ternak dengan jumlah aset sebesar Rp.1.9 Milyar.
Dan saat ini kami telah memiliki beberapa unit usaha yang telah berjalan, seperti Internet desa, BRI Ling/Samsat desa, peternakan dan perkebunan, InsyaAllah kedeoannya BUMdes yang kami kelola akan semakin berkembang dan mampu memberikan masukan untuk PADesa semakin besar, tentu dengan catatan apa yang kami lakukan mendapat dukungan dan sokongan dari semua pihak" tuturnya.

Sementara itu, Kuwu Munjul, Chaerudin, menuturkan, pihaknya sangat bangga dengan kinerja dan peranan BUMdes selama ini.

"Kami dari pihak pemerintah desa tentunya sangat mendukung apapun bentuk program atau usaha selama menghasilkan sesuatu yang positif, terlebih lagi dengan kinerja seluruh pengurus BUMdes yang dirasa sudah terlihat perkembangan maupun manfaatnya, ini semua bisa berjalan baik dengan adanya dukungan dan kinerja seluruh pengurus maupun anggota BUMdes yang mengedepankan kepentingan umum dan pengembangan desa, salah satu bentuk yang patut untuk dijadikan percontohan adalah adanya keterbukaan informasi publik dan tertib administrasi, InsyaAllah, selama diawali dengan niat yang baik, maka hasilnya pun akan baik, Alkhamdulillah, selama ini konsep kerja pemerintahan desa Munjul secara umum berjalan dengan baik dan sesuai mekanisme atau aturan yang telah diterapkan" jelasnya.(1c)

2 Jan 2026

Polis Len masih terpasang paska kebakaran Pasar Desa Lemahabang Kulon"Siap bangun pasar sementara"

INDOMEDIANEWS - Paska kebakaran Pasar Senen, Lemahabang kulon, Kabupaten Cirebon, yang terjadi pada Selasa malam, 30 Desember 2025, kini tengah dipersiapkan upaya untuk perbaikan.
Keterangan yang disampaikan Anggota BPD Lemahabang Kulon, Dadang, bahwa paska kebakaran pihak pemdes, Lembaga Desa dan Panitia pembangunan pasar sementara akan segera dilakukan pembahasan.

"Peristiwa kebakaran pasar Senen Lemahabang Kulon yang terjadi pada beberapa waktu lalu,  meninggalkan kesedihan yang sangat dalam, betapa tidak, ada sekitar 236 Los dan 10 kios semuanya hangus terbakar, dampaknya beberapa pedagang, dari mulai sembako, sayuran,kelengkapan rumah tangga dan lainnya saat ini hanya bisa pasrah karena tidak bisa lagi untuk berjualan, oleh karenanya, kami dari BPD, Pemerintah Desa sudah membentuk panitia pembangunan pasar sementara, yang InsyaAllah pembahasannya akan dilaksanakan pada hari Sabtu besok ( 03/01/2026 ) dengan mengundang beberapa pedagang yang kios atau Los nya habis terbakar " tuturnya, Jum'at 02/01/2026.

Lebih lanjut Dadang menuturkan, dengan peristiwa kebakaran tersebut sangat berdampak pada perekonomian warga sekitar, terlebih lagi bagi para pedagang.

"Peristiwa atau bencana kebakaran ini memang tidak ada yang menduga, karena saat itu hujan turun sangat deras, namun itulah kenyataannya, musibah itu tidak ada yang menduga, semoga peristiwa ini tidak akan terulang kembali dan roda perekonomian kembali dapat berjalan normal" pungkas Dadang.

Dari pemberitaan sebelumnya, peristiwa kebakaran pasar Desa Lemahabang kulon tersebut terjadi kurang lebih pukul 18.20 Wit, dimana saat itu hujan sangat lebat disertai Sambaran petir dan dentuman halilintar yang tiada henti.
Dugaan sementara yang disampaikan oleh Komandan Sektor Damkar Lemahabang, M.Imron , akibat adanya Sambaran petir yang mengenai sentral kelistrikan yang berada ditengah pasar tersebut.untuk memadamkan api yang begitu besar, Pihak Damkar menurunkan 8 unit dari berbagai pos Damkar yang berada di wilayah Cirebon timur.

"Kami turunkan 8 unit Damkar guna memadamkan api yang menghanguskan beberapa kios di pasar Lemahabang kulon, bahkan upaya pemadaman dilakukan dari pukul 18.20 hingga 03.00 Wib" terang Imron.(1c)

Ribuan warga memadati jalanan "sambut sang juara DA 7"

INDOMEDIANEWS -sepanjang Jalan Raya Lemahabang, Kabupaten Cirebon mendadak macet oleh ribuan Masyarakat yang ingin melihat secara langsung iring-iringan artis dangdut asal desa kalibuntu, Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon sebagai juara 3 DA 7 (dangdut akademi) yang digelar salah satu stasiun TV swasta terbesar di Indonesia (Indosiar -red)
Beredarnya informasi sang juara akan melintasi jalur jalan Raya Lemahabang disambut oleh ribuan warga yang sejak pagi berdiri dihampir sepanjang jalan.
Tepat pukul 10.30 wib, sang artis dangdut yang berdiri diatas sebuah kendaraan roda empat berwarna hitam melintas dan melambaikan tangan kepada seluruh masyarakat yang terus berteriak memanggil namanya, Jum'at 02/01/2026.
Salah seorang warga desa Cipeujeuh kulon yang turut menyaksikan iring-iringan tersebut, Ayo, menuturkan dirinya sangat bangga karena salah satu artis dangdut asli Cirebon mampu berkarya dan bersaing dengan artis lainnya walaupun hanya meraih juara tiga.

'kami sangat bangga, wong Cirebon mampu meraih prestasi di dunia musik, hususnya dangdut walaupun hanya meraih predikat sebagai juara 3, ini menunjukan bahwa wong Cirebon memiliki kemampuan yang patut diperhitungkan" tuturnya.

Senada hal tersebut disampaikan Yaya, warga Lemahabang yang tidak hentinya meneriakan nama April.

"Senang kang, kami bisa melihat sosok sang juara Dangdut secara langsung, semoga ini pertanda baik untuk kemajuan industri musik dan seniman Cirebon agar kedepannya bisa lebih meningkatkan karya dan kreasinya, pokoknya, kami wong Cirebon merasa sangat bangga atas prestasi yang di raih pendangdut April" ujarnya.

Dari pantauan media, bukan saja jalanan dipadati oleh ribuan Masyarakat, namun kemacetan panjang terjadi akibat banyaknya kendaraan roda dua atau empat yang terhambat karena iring-iringan sang artis Dangdut yang tetap setia menyapa para warga dengan senyum dan lambaian tangan yang tiada henti.kemenangan April merupakan kemenangan Kabeh wong Cirebon.(1c)

30 Des 2025

Pemdes Mertapadawetan gelar Musrembangdes 2025/2026

INDOMEDIANEWS - Pemerintah desa mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon menggelar Musrembangdes sebagai salah satu keterbukaan informasi publik.
Acara yang digelar diaula kantor desa setempat dihadiri berbagai unsur, dari mulai Muspika, Lembaga desa dan beberapa tokoh termasuk Masyarakat desa setempat.
Dalam pemaparannya, Kuwu Mertapadawetan, Moh.Munif.AR menuturkan, bahwa pihaknya berupaya untuk merealisasikan program pembangunan ditahun 2026 dan menjabarkan berbagai berbagai progres yang telah dilaksanakan ditahun 2025.

"Kami dalam kesempatan ini memberikan informasi kepada seluruh unsur terkait program pembangunan yang telah dilaksanakan ditahun 2025 dan menjelaskan rencana pembangunan ditahun 2026 dengan anggaran yang mungkin berkurang jika dibandingkan dengan anggaran tahun 2025, ini semua dikarenakan adanya berbagai kebijakan yang dilakukan pemerintah pusat" tuturnya, Selasa, 30/12/2025.

Lebih lanjut dirinya menuturkan, bahwa selama kepemimpinannya, diharapkan adanya dukungan dari seluruh unsur termasuk masyarakat maupun kelembagaan Desa.

"Kami mengharapkan adanya dukungan dan sokongan dari semua pihak agar program dan keinginan kami untuk menjadikan mertapadawetan bisa terealisasi, InsyaAllah, tahun 2026 desa mertapada akan menjadi salah satu desa wisata termasuk akan menjadikan pemakaman kibuyut sebagai salah satu tempat religi yang masuk kategori wisata ziaroh dengan SK dari kementrian, harapan kami semuanya dapat berjalan sesuai harapan dan menghasilkan sesuatu yang terbaik bagi perkembangan desa mertapadawetan" pungkasnya.(1c)

29 Des 2025

Kuwu Mertapadawetan janji persoalan bengkok segera terselesaikan

INDOMEDIANEWS - Diduga adanya penyalahgunaan wewenang terkait penggunaan dan pemanfaatan anggaran, BPD Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, memanggil Kuwu dan Perangkat Desa Mertapadawetan untuk dimintai keterangan terkait beberapa poin perihal penggunaan anggaran yang diduga dipergunakan tidak semestinya.
Pertemuan tertutup antara BPD, Kuwu dan perangkat desa dilaksanakan pada Sabtu,22/11/2025.

Hal tersebut disampaikan salah seorang perangkat desa yang enggan disebutkan identitasnya.

"Memang benar, saat itu ada pertemuan antara perangkat desa, Kuwu dan BPD, salah satunya menanyakan tentang persoalan bengkok atau tunjangan perangkat desa yang hingga saat ini belum diberikan,  kami sendiri kurang paham mengapa hak kami belum juga diberikan" tuturnya sembari meminta namanya tidak dipublikasikan.

Ironisnya, dari informasi lainnya yang diperoleh melalui perbincangan dengan perangkat desa setempat, menjelaskan jumlah Rupiah sewa bengkok dalam setiap tahunnya.

"Sepengetahuan kami total sewa Bengkok atau PADesa sebesar Rp.250.000.000 dalam setiap tahunnya, dan dari data yang ada, sebagian Kuwu telah menyewakan bengkok kebeberapa cukong hingga Tahun sewa 2027" jelasnya dengan meminta namanya jangan dipublikasikan.

Menyikapi hal tersebut, saat dikonfirmasi usia pelaksanaan Monev Kecamatan, Kuwu Munif menjelaskan.

"InsyaAllah, hari ini persoalan bengkok segera terselesaikan, kami tinggal menunggu atau menarik uang di BJB, seharusnya sih tadi pagi diurus, namun terkendala karena adanya Monev maka sedikit terhambat" jelas Kuwu Munif, Senin, 29/12/2025.(1c)

18 Des 2025

Warga Geruduk Kantor Desa Ciledug Tengah "terkait Banprov dan Bengkok perangkat"

INDOMEDIANEWS – Puluhan warga Masyarakat Desa Ciledug Tengah, Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon, geruduk Kantor Desa Ciledug Tengah pada Kamis 18/12/2025.
Aksi tersebut merupakan bentuk protes sekaligus tuntutan klarifikasi terhadap kinerja Pemerintah Desa (Pemdes), khususnya Kuwu Desa Ciledug Tengah yang dinilai jarang berada di kantor serta lemahnya transparansi dalam pengelolaan anggaran desa.

Dalam aksi tersebut, warga secara tegas mempertanyakan realisasi sejumlah anggaran desa, salah satunya Bantuan Provinsi (Banprov) Jawa Barat yang disebut-sebut telah cair, namun hingga menjelang akhir tahun anggaran belum juga direalisasikan di lapangan.  
Warga pun menyoroti adanya dugaan ketidaktransparanan dalam pengelolaan dan lelang tanah bengkok, serta minimnya kompensasi tambahan yang diterima perangkat desa dari hasil pengelolaan tanah bengkok yang disebut hanya baru sebesar Rp.3 juta selama satu tahun Yang dibayarkan.

Aksi warga berlangsung tertib dan dilanjutkan dengan audiensi terbuka di kantor desa. Dalam forum tersebut, masyarakat diterima oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) bersama jajaran Pemerintah Desa Ciledug Tengah. Turut hadir unsur Forkopimcam, di antaranya Camat Ciledug, Kapolsek Pabuaran, dan Danramil Pabuaran, sebagai bentuk pengawalan sekaligus pengawasan agar audiensi berjalan aman dan kondusif.

Salah satu perwakilan warga, Endang, secara tegas menyampaikan kekecewaan masyarakat terhadap pengelolaan anggaran desa. Ia mempertanyakan kejelasan penggunaan dana Banprov yang hingga kini belum direalisasikan, meskipun dana tersebut dikabarkan telah masuk ke kas desa. Endang juga menyoroti pengelolaan tanah bengkok yang diduga telah dijual hingga masa tanam 2007–2008 tanpa melalui mekanisme dan lelang terbuka sebagaimana ketentuan yang berlaku.

“Kami masyarakat Desa Ciledug Tengah sudah merasa jenuh dan kecewa. Gaya kepemimpinan Kuwu kami nilai cenderung otoriter dan tidak transparan. Kami menduga adanya permainan dalam pengelolaan anggaran desa. Jika tidak ada kejelasan, kami akan melaporkan dugaan penyelewengan ini kepada aparat penegak hukum, dalam hal ini Tipidkor Polresta Cirebon,” tegas Endang dalam forum audiensi.

Menanggapi hal tersebut, Camat Ciledug Dr. H. Agustiana, S.H., M.H. menegaskan bahwa Pemerintah Desa Ciledug Tengah wajib segera merealisasikan anggaran Banprov sesuai dengan peruntukan dan ketentuan yang berlaku. Terkait persoalan tanah bengkok yang diduga dikelola tidak transparan hingga masa tanam 2027–2028, Camat menyatakan akan mendorong Inspektorat Kabupaten Cirebon untuk melakukan pemeriksaan khusus (riksus) guna memastikan tidak adanya penyimpangan dalam pengelolaan keuangan dan aset desa.

“Jika memang anggaran Banprov sudah cair, maka tidak ada alasan untuk menunda realisasinya. Kami akan mendorong Inspektorat Kabupaten Cirebon melakukan pemeriksaan khusus agar semuanya terang-benderang dan tidak menimbulkan polemik di masyarakat,” tegas Camat Ciledug di hadapan warga.

Sementara itu, Ketua BPD Ciledug Tengah, Nurwahid, menyatakan bahwa pihaknya menampung seluruh aspirasi, kritik, dan masukan masyarakat. Ia menegaskan bahwa BPD akan menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal dan mendesak Pemerintah Desa agar segera merealisasikan anggaran Banprov sesuai aturan yang berlaku.

“BPD berdiri untuk kepentingan masyarakat. Tidak boleh ada jarak antara Pemdes dan warga. Transparansi pengelolaan anggaran desa adalah kewajiban, dan BPD akan terus mengawasi serta mengawal setiap prosesnya,” ujar Nurwahid.

Ia juga menambahkan bahwa keterbukaan informasi publik merupakan keharusan bagi pemerintah desa agar tidak memunculkan kecurigaan, kegaduhan, maupun keresahan di tengah masyarakat.

Audiensi antara warga dan Pemerintah Desa Ciledug Tengah ini menjadi cerminan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap hak-haknya, khususnya dalam pengawasan penggunaan anggaran publik. Warga berharap agar hasil pertemuan tersebut tidak berhenti pada janji semata, melainkan diikuti dengan langkah nyata berupa realisasi program serta keterbukaan informasi dari Pemerintah Desa Ciledug Tengah. (1c) 


16 Des 2025

Manfaat Ketapang Ayam Petelor dirasakan warga Tuk Karangsuwung

INDOMEDIANEWS - Pemerintah Desa Tuk Karangsuwung, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon terus menggalakan program ketahanan pangan yang bergerak dibidang ayam petelor. 
Ditemui di lokasi Pengembangan ayam petelor,  Kuwu Tuk Karangsuwung, Aziz Maulana menuturkan, pihaknya akan terus berupaya untuk mengembangkan keberlangsungan ayam petelor yang manfaatnya sudah dirasakan Masyarakat setempat. 

"Kami saat ini terus berupaya agar program ketahanan pangan yang bergerak dibidang ayam petelor terus berkembang dan bermanfaat bagi Masyarakat setempat, Alkhamdulillah, saat ini kami baru memiliki jumlah ayam petelor sebanyak 600 ekor dan telah menghasilkan telor perharinya rata-rata 20 Kg, dan ini sudah berjalan kurang lebih dua bulan, dimana harga jual perkilonya lebih murah dari harga pasaran (Rp.26.000 perkilo-red) mengapa harga lebih murah, karena memang tujuan kami adalah meningkatkan taraf perekonomian warga dan bagaimana caranya agar warga bisa menikmati telor dengan harga yang lebih murah dari harga diluaran" Tuturnya, Selasa, 16/12/205.

Lebih lanjut Aziz menuturkan, saat ini pihaknya tengah mempersiapkan untuk pengembangan yang lebih lanjut. 

"Dengan jumlah ayam saat ini sebanyak 600 ekor, dirasa masih kurang untuk memenuhi kebutuhan warga dalam hal telor, karena jumlah yang dihasilkan saat ini baru berkisar 20 Kg perhari, oleh karenanya, dalam waktu dekat kami akan mempersiapkan untuk menambah jumlah ayam sebanyak 600 ekor lagi sementara kalau untuk kandang sudah dipersiapkan, semoga dengan bertambahnya jumlah ayam akan menghasilkan telor lebih banyak dan akan semakin banyak warga kami yang bisa menikmati telor dengan harga dibawah pasaran, pada prinsipnya kami tidak semata hanya berfokus pada program ketahanan pangan, banyak progres pembangunan lainnya yang telah kami laksanakan dengan tujuan demi pengembangan dan kesejahteraan warga Masyarakat Tuk Karangsuwung" Pungkasnya. (1c) 

9 Des 2025

Kuwu Kendal Meninggal Dunia " Sosok Ayah dan pemimpin yang baik"

INDOMEDIANEWS- Innalillahi wainnailaihi rojiun, telah berpulang kerahmatullah, Kuwu Desa Kendal, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, H.Abdul Basit.
Kuwu dua periode tersebut meninggal pada Senin malam,08/12/2025 sekitar pukul 11-30 Wib.
Sosok Kuwu yang telah dua periode memimpin Desa Kendal sangat dikenal baik oleh seluruh warga Masyarakat setempat, bahkan merupakan Kuwu yang dituakan oleh Kuwu-kuwu lainnya, baik yang satu angkatan maupun angkatan dibawahnya.
Suami dari Ibu Hajah Baiturrochmah yang dikaruniai 3 Orang putra tersebut memiliki jiwa sosial yang sangat tinggi.
Kepergian Kuwu H.Abdul Basit meninggalkan duka mendalam bagi seluruh pihak.
Diiringi ratusan warga Masyarakat, Para Kuwu dan muspika Kecamatan Astanajapura, mengiringi ketempat peristirahatan terakhir (TPU ) tempat pemakaman umum desa setempat, Selasa, 09/12/2025.
Salah seorang Kuwu yang turut hadir dalam acara pemakaman Kuwu Kendal menuturkan, bahwa rekan-rekan kuwu merasa sangat kehilangan atas kepergiannya.

"Kami sangat kehilangan sosok yang memang dapat dituakan dan menjadi tempat bagi kami dalam berkeluh kesah, bahkan Dimata kami, beliau bukan hanya sebatas kuwu, namun kakak sekaligus ayah, InsyaAllah, kepergian beliau husnulkhotimah, atas nama Kuwu sekecamatan Astanajapura, kami turut berduka cita, semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan, semoga Almarhum diberikan tempat terbaik disisi Allah SWT" tutur Kuwu Mertapadawetan, Moh.Munif.AR.

Senada hal tersebut disampaikan salah seorang warga desa Kendal, Abdul Azis.

"Selama kepemimpinan beliau, desa Kendal sudah sangat berubah dan berkembang dalam berbagai bidang, Kami Masyarakat Kendal menjadi saksi atas segala kebaikan beliau, bagi kami Almarhum adalah sosok seorang pemimpin sekaligus bapak yang sangat mengayomi dan mengasihi warganya, bahkan disaat ada warga Kendal yang meninggal dunia, beliau selalu memberikan bantuan, baik berupa materi maupun material, InsayaAllah, Almarhum Husnulkhotimah, dimaafkan segala dosa dan kesalahan, diberikan tempat terbaik di surganya Allah." Jelasnya, Selasa,09/12/2025.(1c) 

8 Des 2025

Kopdes Mertapadakulon mulai terealisasi

INDOMEDIANEWS - Program koperasi desa atau koperasi merah putih mulai direalisasikan dengan dimulainya pembangunan gedung atau grai sebagai salah satu penunjang berjalannya koperasi di setiap desa sesuai arahan Presiden Republik Indonesia. 
Salah satunya seperti yang tengah dilaksanakan pemerintah desa Mertapadakulon, Kecamatan Astana japura, Kabupaten Cirebon. 
Bertempat di Blok sekrikil dusun manis pembangunan gedung koperasi mulai dilaksanakan. 
Dengan dimulainya pembangunan gedung koperasi, diharapkan progres kedepannya akan bisa terealisasi sesuai dengan tujuan awal digulirkannya koperasi merah putih. 
Hal tersebut dituturkan Sekretaris desa Mertapadakulon, Mohammad Syukri Ghozali saat ditemui diruang kerjanya. 

"Saat ini pelaksanaan pembangunan grai atau gedung koperasi mulai direalisasikan yang berlokasi sangat strategis, tepatnya di blok srekikil dusun manis, diharapkan dengan selesainya di bangun gedung tersebut program koperasi desa bisa berjalan dengan harapan" Tuturnya, Senin, 08/12/2025.

Sementara itu, saat disinggung terkait progran bantuan provinsi yang belum dilaksanakan, dirinya menjelaskan. 

"Program Banprov memang saat ini belum dilaksanakan, rencananya untuk pengaspalan yang berlokasi di blok mersis, keterlambatan tersebut dikarenakan belum adanya tenaga kerja, karena menunggu giliran, namun demikian, InsyaAllah pertengahan bulan ini bisa direalisasikan" Jelasnya. (1c) 

6 Des 2025

Tumpukan sampah di TPS Mertapadawetan mulai dibersihkan

INDOMEDIANEWS- Setelah sekian lama menumpuk dan mengeluarkan aroma tidak sedap, akhirnya Pemerintah Desa Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, mengambil langkah untuk melakukan pengangkutan dan pembersihan sampah yang berlokasi di TPS ( tempat pembuangan sementara ) Desa setempat, Sabtu,06/12/2025.
Ditemui dilokasi, Kuwu Mertapadawetan, Moh.Munif.AR menuturkan, bahwa pihaknya melakukan pembersihan sampah dengan melibatkan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon.

"Penanganan sampah memang harus ditangani secara maksimal, memang bisa dikatakan penanganan yang dilakukan saat ini bisa dibilang terlambat,  keterlambatan tersebut diakibatkan berbagai faktor, namun demikian kami tetap berupaya agar persoalan sampah dapat terselesaikan dengan baik, dan hari ini kami dari pemerintah desa dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon melakukan pembersihan dan pengangkutan sampah hingga selesai, dalam artian sampah yang ada di TPS akan diangkut hingga bersih dan kedepannya akan dilakukan penutupan TPS secara permanen" tuturnya.

Lebih lanjut Moh Munif menjelaskan, untuk penanganan sampah kali ini alokasi pendanaannya berasal dari PADesa"

"Penanganan sampah hingga selesai ini menggunakan Anggaran PADesa tahun 2025, InsyaAllah setelah TPS yang ada saat ini ditutup secara permanen, kami akan melakukan pembahasan untuk mencari dan membangun tempat pembuangan sampah dilokasi atau tempat yang baru, dan untuk ex TPS akan dimanfaatkan untuk hal lainnya yang tetap mengutamakan kepentingan warga Masyarakat secara menyeluruh, yang pasti pembahasannya akan melibatkan berbagai unsur termasuk kelembagaan Desa, Terlepas dari itu semua, kami mohon maaf kepada semua pihak jika dalam pemerintahan desa selama ini masih banyak terdapat kekurangan, intinya mari kita membangun desa kearah yang lebih baik" pungkas Munif.(1c)

2 Des 2025

Terowongan KA tertutup banjir libatkan Unit Damkar

INDOMEDIANEWS- Usai hujan lebat yang terjadi sejak sore hingga malam hari mengakibatkan genangan dan banjir menutupi jalan penghubung antara kecamatan Astana japura dan kecamatan Lemahabang, tepatnya di area seputar terowongan kereta api. 
Banjir yang terjadi tepat dibawah terowongan kereta api tersebut mengakibatkan kemacetan dari dua arah. 
Dari pantauan media, kemacetan masih terlihat hingga Selasa pagi, 02/12/2025.
Bahkan  tidak sedikit kendaraan yang mogok dan memutar balik guna menghindari genangan atau banjir yang masih menutupi permukaan jalan di area terowongan kereta api tersebut. 
Guna mengantisipasi terjadinya kemacetan panjang, jajaran kepolisian Polsek Astana japura dan Unit Damkar turun ke lokasi. 
Salah seorang anggota Polsek Astana japura yang berada dilokasi, Aipda Ariel Lazwardi, menuturkan pihaknya bersama beberapa unsur lainnya turun ke lapangan selain mengatur lalu lintas juga berupaya mempercepat penanganan genangan air. 

"Kami dari jajaran kepolisian berupa maksimal untuk mengurai kemacetan, karena memang lokasi genangan air tepat berada dibawah terowongan kereta api, hal lainnya yang saat ini tengah dilaksanakan adalah dengan melibatkan unit damkar yang berupaya menyedot genangan air agar cepat surut, Alkhamdulillah, saat ini keberadaan air sudah bisa tertangani dan kemacetanpun bisa terkendali" Tuturnya. 

Sementara itu, salah seorang pengguna kendaraan yang kerap melintasi area tersebut, Toto, menuturkan, bahwa genangan dan banjir kerap terjadi jika hujan turun. 

"Tiap kali hujan turun, di area terowongan selalu kebanjiran, mungkin hal ini terjadi karena kurangnya sarana pembuangan air, ditambah lagi tidak jauh dari lokasi tersebut ada tumpukan sampah yang sangat menggunung, ini tentunya sangat berpengaruh lancarnya aliran air, kami mengharap Dinas terkait tanggap agar banjir tidak selalu terjadi, jika memang kendalanya pembuangan air yang kurang maksimal, maka harus dilakukan pembangunan sarana pembuangan air yang memadai, dan harapan kami keberadaan sampah yang kian hari kian menumpuk tersebut segera dapat ditangani dengan baik, kasihan banyak pengendara hususnya roda dua yang terjebak banjir dan mogok" Tuturnya. (1c)