11 Jul 2026

Antisipasi Banjir "Pemerintah Desa Mertapadawetan dan PUPR Lakukan pengerukan sungai "

INDOMEDIANEWS -Dinas PUPR Kabupaten Cirebon dan Pemerintah Desa Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon melaksanakan kegiatan Normalisasi sungai saluran induk ciwado BWD 6 ke 9 sepanjang kurang lebih 800 meter.
Normalisasi tersebut sebagai salah satu upaya penanggulangan banjir sekaligus pengangkutan dan pembersihan sampah yang menumpuk di hampir sepanjang aliran sungai tersebut.
Ditemui dilokasi normalisasi yang melibatkan satu unit mesin pengeruk ( Beko ) Kuwu Mertapadawetan, H.Moh.Munif.AR menuturkan perlunya dilakukan pengerukan sebagai salah satu upaya untuk meminimalisir terjadinya banjir disaat musim penghujan.

"Pengerukan atau normalisasi sungai yang dipenuhi tanaman air dan sampah tersebut memang harus dilakukan agar disaat musim penghujan tiba, aliran air tidak terhambat , juga mengurangi aroma tidak sedap akibat banyaknya tumpukan sampah" tuturnya, Sabtu, 11/06/2026.

Lebih lanjut dirinya menuturkan, terealisasinya program normalisasi tersebut dikarenakan sebelumnya pihak desa mengajukan proposal kepada pihak PUPR Kabupaten Cirebon agar sungai yang selama ini dipenuhi tumbuhan air dan sampah bisa segera diangkut dan dibersihkan.

"Beberapa waktu lalu kami dari Pemerintahan desa mengajukan permohonan kepada pihak PUPR untuk melakukan pengerukan sungai sepanjang hampir 800 meter, Alkhamdulillah, permohonan kami dapat terealisasi hingga saat ini Normalisasi dapat dilaksanakan, selain dari itu, kami pun mengucapkan terimakasih kepada Anggota DPRD Fraksi Golkar, Ibu Diah, yang turut mendorong dan merespon keinginan kami agar sungai yang berada di Desa Mertapadawetan dapat terlihat bersih dan nyaman, selain tentunya membuat pemandangan semakin enak, tentunya yang tidak kalah pentingnya adalah terciptanya sungai yang bersih dan bebas dari aroma tidak sedap, hingga berdampak pada peningkatan kesehatan warga" jelasnya.

Munif pun berharap, setelah dilakukannya pembersihan dan pengerukan , tidak ada lagi Masyarakat yang membuang sampah disepanjang aliran sungai atau tempat yang bukan seharusnya untuk membuang sampah.

"Kami terus berupaya untuk menanggulangi persoalan sampah, namun sehebat apapun kami mengelola atau melakukan pembersihan sampah, tidak akan berdampak jika masyarakatnya masih membuang sampah sembarangan, oleh karenanya kami meminta kerjasamanya dari semua pihak, agar turut bersama-sama menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan, hususnya untuk brrsama-sama menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya" pungkas Munif.(1c)

9 Jul 2026

Kopdes Merah Putih " antara ada dan tiada "

INDOMEDIANEWS -;Beberapa saat yang lalu sempat viral diberbagai media, tentang keberadaan Grai Koperasi Desa Merah putih yang berada di pertengahan sawah dan jauh dari pemukiman warga.
Hal tersebut tentunya menimbulkan banyak tanya, mengapa hal tersebut bisa terjadi.
Ironisnya, ditengah pemerintah menggalakan program yang bertujuan untuk mempermudah Masyarakat untuk mendapatkan kemudahan dalam hal berbelanja kebutuhan bahan pokok dan hal lainnya, lokasi tempat berdirinya Koperasi tersebut malah jauh dari pemukiman warga.
Bahkan hingga saat ini masih banyak Grai Kopdes Merah putih yang belum selesai pembangunannya, bahkan ada kesan semi terbengkalai 
Dari pantauan media, bahkan ada salah satu Desa di Cirebon bagian timur, yang sama sekali tidak ada aktifitas pembangunan Grai Kopdes Merah putih, hal tersebut terjadi di Desa Japura Bakti, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon.
Untuk memperjelas hal tersebut, media mencoba menanyakan kepada salah seorang perangkat desa setempat, Fadilah, dan membenarkan bahwa hingga saat ini pihak desa belum ada kegiatan untuk pendirian Grai Kopdes Merah putih.

"Sepengetahuan kami, hingga saat ini di desa Japura Bakti belum ada pembangunan Grai Kopdes merah putih " tuturnya, Kamis, 09/07/2026.

Beberapa saat sebelumnya, Kuwu Japura Bakti, Haerudin, memberikan penjelasan tentang belum dilaksanakannya pembangunan Grai Koperasi Merah Putih.

"Hingga saat ini memang pembangunan Grai Kopdes di Desa kami belum dilaksanakan, ini dikarenakan terkendala oleh tidak tersedianya tempat untuk membangun Grai tersebut, karena harus memenuhi aturan, jadi tidak asal dibangun, luasnya harus jelas, sementara tanah yang tersedia di desa kami tidak memenuhi ketentuan, dampaknya hingga saat ini belum dilaksanakan pembangunan " tuturnya.

Kendala dan keberadaan Grai Kopdes seharusnya mendapat perhatian husus dari pihak terkait dan dilakukan investigasi secara menyeluruh, mengapa terjadi kendala pembangunan yang belum dapat dilaksanakan, dan bagaimana solusinya agar dengan keterbatasan lahan bisa dicari titik temu agar pembangunan Grai tetap bisa dilaksanakan, selain itu harus ada tinjauan serius dari berbagai pihak, apakah pembangunan Grai Kopdes itu sudah sesuai dengan peruntukannya, dalam artian tidak jauh dari pemukiman warga dan program kerjanya jelas, jangan sampai berdirinya Grai Kopdes hanya bersifat menggugurkan kewajiban, terlebih saat ini sudah banyak Grai Kopdes merah putih yang sudah seratus persen selesai, bahkan sudah diturunkan beberapa penunjang lainnya, seperti kendaraan roda empat dan lainnya, sayangnya, dengan telah selesainya Grai dan tersedianya kendaraan tersebut, tidak serta Merta Kopdes itu dapat diaktifkan secara maksimal.(1c)

7 Jul 2026

Efesiensi Anggaran tidak menyurutkan Pemdes Cipeujeuh Kulon untuk membangun

INDOMEDIANEWS -;Banyak pihak yang beranggapan, dengan adanya efesiensi anggaran berdampak pada terhambatnya pembangunan, hususnya bagi pemerintahan Desa.
Namun tidak demikian bagi Pemerintah Desa Cipeujeuh kulon, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon.
Ditengah keterbatasan anggaran karena adanya kebijakan Pemerintah Pusat dalam hal Efesiensi Anggaran, Pemerintah Desa Cipeujeuh kulon, terus berupaya melakukan berbagai kebijakan, salah satunya adalah membangun dan menambah fasilitas area kantor pemerintahan desa setempat.
Ditemui diruang kerjanya, Kuwu Cipeujeuh kulon, H.Lili Mashuri, menuturkan, kebijakan efesiensi anggaran memang berdampak pada pemerintah desa, namun jangan dijadikan alasan untuk tidak dapat membangun Desa.

"Pasti efesiensi anggaran tersebut akan berdampak pada pemerintahan desa, namun bukan berarti Desa tidak dapat membangun, semuanya dikembalikan pada kebijakan desa itu sendiri, jika kita ingin membangun, pasti bisa dilaksanakan, karena Kuwu atau Pemerintah desa memiliki berbagai terobosan atau konsep kerja yang bisa dilaksanakan sesuai harapan, asalkan mempunyai keinginan yang kuat untuk membangun desa" tuturnya, Selasa, 07/07/2026.

Lebih lanjut H.Lili menuturkan, bahwa Anggaran apapun dan sebesar atau sekecil apapun ujungnya dikembalikan pada keinginan pemerintah desa terlebih lagi kuwunya.

"Kalau hanya mengandalkan Dana Desa atau dana yang digulirkan oleh Pemerintah Pusat atau Daerah, bagaimana kita bisa membangun desa secara maksimal, intinya, sebesar apapun anggaran yang diterima, kalau tidak memiliki konsep yang jelas untuk membangun desa, ya tidak akan bisa terealisasi dengan baik, begitupula sebaliknya, walaupun anggaran yang diterima saat ini sudah jauh berbeda jika dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya, asalkan kita mempunyai keinginan dan niat kuat untuk tetap membangun desa, InsyaAllah semuanya bisa tercapai dengan baik, haya saja mungkin waktunya saja yang sedikit lama, dan hal inilah yang terus kami lakukan, walaupun anggarannya sudah menurun drastis, toh kami masih mampu membangun dan meningkatkan sarana prasarana, seperti yang terlihat saat ini, kantor desa Cipeujeuh kulon sudah jauh berubah jika dibandingkan beberapa tahun yang lalu, dan InsyaAllah dampaknya juga akan berpengaruh pada peningkatan kinerja perangkat desa dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi warga Masyarakat " pungkasnya. (1c)

5 Jul 2026

Beberapa Warga menghantarkan Muhsin " Maju dalam Pilwu PAW Desa Kendal "

INDOMEDIANEWS -Pemilihan Calon Kuwu Pergantian Antar Waktu ( PAW ) Desa Kendal, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon telah memasuki hari ke 7 sejak dibukanya pendaftaran pada 29 Juni 2026.
Pada hari ke 7 pelaksanaan pendaftaran Pilwu PAW, salah seorang perangkat desa setempat, Muhsin, menyerahkan berkas pendaftaran untuk mengikuti kontestasi pemilihan Kuwu PAW yang akan dilaksanakan pada tanggal 19 Juli 2026.

Usai menyerahkan berkas persyaratan untuk maju sebagai Bakal Calon Kuwu PAW Desa Kendal, Muhsin ( 47 Tahun ) yang merupakan salah seorang perangkat Desa setempat ( Kadus dusun 3 ) menuturkan harapannya agar pelaksanaan Pilwu PAW tersebut berjalan lancar, aman dan tetap mengedepankan tali persaudaraan.

"InsyaAllah, semoga langkah saya untuk maju sebagai bakal Calon Kuwu PAW mendapat Ridlo Allah SWT, sehingga apa yang diharapkan akan menghasilkan sesuatu yang terbaik " tuturnya, Minggu, 05/07/2026.

Dalam pelaksanaan pendaftaran tersebut, beberapa warga Masyarakat setempat, turut menghantar dan memberikan Do'a sebagai bentuk dukungan dan partisipasi dalam pesta Pilwu PAW tersebut.

"Alkhamdulillah, saat saya menyerahkan berkas pendaftaran Kuwu PAW, Banyak warga yang turut menghantar hingga menyaksikan pelaksanaan penyerahan berkas, ini semoga sebagai pertanda baik, karena niat dan tujuan saya maju sebagai Kuwu PAW semata ingin mengabdi dan memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh Masyarakat Kendal, minimalnya saya sedikit sudah memiliki pengalaman dalam hal pemerintahan desa, jadi itu bekal saya untuk maju sebagai Calon Kuwu PAW, dan mungkin karena itu pula yang membuat warga banyak yang mendukung dan mengharapkan agar saya bisa memimpin Desa Kendal , hingga mempersiapkan pelaksanaan Pilwu serentak yang InsyaAllah akan dilaksanakan di tahun 2027, oleh karenanya selama kurun waktu tersebut tentunya diperlukan adanya Kuwu PAW hingga menghantarkan ke agenda selanjutnya, yaitu pemilihan Kuwu Definitif, kami hanya memohon doa dan dukungan, semoga niat dan keinginan saya dikobul Allah SWT " pungkasnya 

Sementara itu, salah seorang warga desa Kendal, Mas Toyo, sangat mendukung adanya pencalonan Muhsin sebagai Bakal Calon Kuwu PAW Desa Kendal.

"Kami sebagai Masyarakat Desa Kendal sangat mendukung saudara Muhsin maju dalam pencalonan Kuwu PAW Desa Kendal, karena selain beliau sudah memiliki pengalaman dalam pemerintahan desa, juga diharapkan akan mampu membuat perubahan yang lebih baik, hususnya dalam memberikan pelayanan terhadap Masyarakat, InsyaAllah, kami satu pemikiran, yang terpenting dalam pelaksanaan Pilwu PAW ini tetap mengedepankan silaturahmi dan persaudaraan" jelasnya.

Ditempat terpisah, salah seorang tokoh Masyarakat yang tidak bersedia dicantukan identitasnya menuturkan, agar Kuwu PAW Kendal berjalan baik .

"Satu kelebihan yang dimiliki salah seorang calon tersebut ( Muhsin-red ) karena sudah memiliki pengalaman didalam pemerintah desa, itu mungkin salah satu nilai plusnya, namun demikian, semua calon mempunya hak untuk dipilih dan berkesempatan memimpin Desa Kendal, kami sebagai Masyarakat hanya mengharapkan agar pemilihan Kuwu PAW ini berjalan dengan baik dan aman, siapapun yang terpilih kelak, mampu menjalankan amanat dan tanggung jawabnya dengan baik " jelasnya.

3 Jul 2026

Taufiq Hidayat maju Pilwu PAW Desa Kendal " dipastikan satu putaran '

INDOMEDIANEWS - Hari ke 5 pendaftaran bakal calon Kuwu PAW Desa Kendal, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, kembali menghasilkan satu kontestan yang menyerahkan berkas pendaftaran untuk mengikuti pemilihan Pilwu Antar waktu.
Dihari kelima tersebut, salah seorang warga desa Kendal, Taufiq Hidayat menyerahkan berkas pendaftaran ke sekretariat Panitia Pilwu PAW yang diterima langsung oleh ketua Panitia Pilwu PAW, Sanadi, Jum'at , 03/07/2026.

Usai menyerahkan berkas pendaftaran Bakal Calon Kuwu PAW,  Taufiq Hidayat menuturkan niat mengikuti kontestasi Pilwu PAW tersebut didasari ingin membangun Desa ke arah yang lebih baik dalam berbagai bidang yang positif.

"Didasari niat untuk melakukan sesuatu yang terbaik, saya sebagai warga Masyarakat yang memiliki Hak dipilih atau memilih, tentunya berkeinginan untuk bisa berbuat sesuatu demi masa depan Desa, yang salah satunya adalah melalui Pilwu PAW" tuturnya.

Lebih lanjut Pria yang kesehariannya berprofesi  sebagai seorang wiraswastawan tersebut mengharapkan adanya sokongan dan dukungan dari semua pihak untuk mewujudkan apa yang menjadi harapannya.

"Saya hanya memohon doa dan dukungan dari seluruh warga Masyarakat, agar dalam pemilihan nanti apa yang diharapkan bisa terealisasi dengan baik, intinya, niat dan tujuan saya semata hanya ingin mengabdi untuk Masyarakat Desa Kendal, mungkin saya memiliki banyak kekurangan, namun berilah kesempatan kepada saya untuk merubah kekurangan tersebut sebagai awal melakukan perbaikan melalui pemilihan Kuwu PAW, InsyaAllah, dengan adanya doa dan dukungan, niat saya akan tercapai atas izin dan Ridlo dari Allah SWT"jelasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pilwu PAW Desa Kendal, Sanadi, menuturkan, bahwa dalam pelaksanaan penjaringan bakal Calon Kuwu PAW yang InsayaAllah akan dilaksanakan pemilihannya pada tanggal 19 Juli 2026.

"Saat ini sudah ada dua Bakal Calon yang menyerahkan berkas pendaftaran, dengan telah didapatnya dua bakal calon tersebut sudah dipastikan pendaftarannya hanya satu putaran, dalam artian tidak ada pendaftaran sesi kedua, dan pendaftarannya sendiri akan ditutup pada tanggal 10/07/2026 pukul 00.00 Wib.Secara keseluruhan berkas yang kami terima sudah terpenuhi, mungkin hanya ada beberapa yang harus dilakukan koreksi agar dalam pelaksanaan Pilwu nanti tidak terjadi hal-hal yang tidak diharapkan"jelasnya. (1c

2 Jul 2026

Camat Astanajapura Apresiasi kinerja Pemerintahan Desa Mertapadawetan

INDOMEDIANEWS - Ditengah keterbatasan anggaran karena adanya efesiansi yang ditetapkan Pemerintah Pusat, tidak menjadi kendala untuk tetap melaksanakan tugas dan tanggung jawab dalam membangun dan mengembangkan desa dengan segala keterbatasan.
Hal itu pula yang digalakan Pemerintah Desa Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon.
Dalam kurun waktu kepemimpinan Kuwu Moh.Munif. AR ,telah banyak capaian yang dihasilkan dari berbagai program yang selama ini dijalankan.
Hal tersebut disampaikan ditempat kerjanya didampingi Ketua BPD Mertapadawetan , Ano.

"Selama kepemimpinan saya sebagai Kuwu Mertapadawetan,  ada beberapa hal yang sebelumnya mungkin sedikit terabaikan, salah satunya terkait aset desa" tuturnya, Kamis, 02/07/2026.

Munif menjelaskan, selama pemerintahan yang terdahulu ada beberapa hal yang baru saat ini dapat terselesaikan.

"Beberapa aset desa saat ini sebagian sudah dapat terselesaikan, baik itu tanah desa yang awalnya tidak diketahui dimana keberadaannya, saat ini sebagian sudah dapat ditemukan dan tengah dilakukan penertiban secara administrasi, bahkan persoalan yang sudah bertahun-tahun menggantung, hususnya persoalan kepemilikan tanah yang berada di LPI, saat ini sudah selesai dan bisa dilakukan pengurusan untuk legalitas kepemilikan, bahkan dalam jangka waktu kurang lebih dua Tahun, pemasukan pajak bumi bangunan sudah sangat baik hingga mencapai angka 100 persen lunas PBB, semua ini tentunya berkat adanya kerjasama antara Pemerintah Desa, Lembaga Desa dan Masyarakat itu sendiri" tuturnya 

Dalam usahanya melakukan penertiban aset Desa, tentunya akan berdampak pada perkembangan dan kemajuan Desa dimasa yang akan datang.

"Mungkin dalam melaksanakan penertiban aset Desa, akan ada beberapa pihak yang merasa terusik, namun demikian kami akan terus berupaya untuk menyelamatkan aset Desa walaupun ada resiko yang harus kami tanggung, semuanya kami lakukan demi adanya tertib administrasi Desa" pungkas Munif.

Sementara itu, Ketua BPD Mertapadawetan, Ano, menjelaskan, pihaknya akan terus berupaya yang terbaik sesuai dengan tupoksi yang diemban.

"Pada prinsipnya, kami akan mendukung apapun program yang digagas pemerintahan Desa Mertapadawetan, selama apa yang digulirkan sesuai dengan mekanisme dan aturan yang berlaku, dibawah kepemimpinan Kuwu Munif, harus diakui telah ada beberapa keberhasilan yang telah dicapai, baik itu penemuan dan penertiban aset desa, juga adanya kemajuan yang sangat pesat terkait peran serta Masyarakat dalam hal lunas PBB, ini tentunya harus diapresiasi, walau mungkin masih ada beberapa hal yang memerlukan pengawasan dan komunikasi yang aktif, agar tidak terjadi persoalan yang sifatnya urgent, kami sebagai Lembaga Desa, mengajak semua pihak, jika dirasa ada sesuatu yang kurang baik, utamakan komunikasi dan rembug bersama demi Mertapadawetan yang lebih baik dari yang sudah baik" jelasnya.

Keberhasilan pemdes mertapadawetan dalam penyelesaian masalah aset desa dan capaian PBB mendapat apresiasi dari Camat Astanajapura, Deni Syafrudin, S.STP.,M.SI.

"Kami sangat apresiasi tentang capaian atau keberhasilan pemerintah Desa Mertapadawetan dalam hal penertiban aset desa yang selama ini menjadi persoalan, salah satu contohnya adalah yang ada di LPI dan beberapa tempat lainnya, selain itu, keberhasilan pemdes Mertapadawetan lainnya diantaranya peningkatan capaian PBB. ini tentunya merupakan sesuatu yang baik dan patut diapresiasi" tuturnya (1c)

1 Jul 2026

Pengukuhan Karang Taruna Jabang Tutuka " Jangan hanya sekedar nama "

INDOMEDIANEWS - Untuk meningkatkan potensi Desa dan memaksimalkan peran serta kepemudaan, Pemerintah Desa Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, melaksanakan kegiatan Pengukuhan Karang Taruna ( Jabang Tutuka ) masa Bakti 2026-2028.

Acara yang dilaksanakan di Aula Kantor Desa setempat dihadiri berbagai Tokoh kemasyarakatan, Lembaga Desa dan jajaran perangkat Desa Mertapadawetan termasuk unsur lainnya.

Usai pengukuhan, Ketua Karang taruna Jabang Tutuka, Sutarno didampingi Sekretaris, Abdul Basit dan Bendahara Muhammad Faqih, menuturkan, ada beberapa konsep yang akan dilaksanakan demi memajukan perkembangan desa dan memaksimalkan peran kepemudaan .

"Kami berharap karang taruna ini bukan sekedar nama, selama ini dirasa keberadaan Karangtaruna kurang maksimal dalam melaksanakan perannya. Oleh karenanya, kami berharap, dengan telah dikukuhkannya kepengurusan yang baru, peran karang taruna dalam turut memajukan dan mengembangkan desa akan semakin dapat dimaksimalkan, terutama peran pemuda akan semakin dilibatkan dalam memajukan desa "tuturnya, Rabu, 01/07/2026.

Sementara itu, Kuwu Mertapadawetan, Moh.Munif.AR menyambut baik dengan dikukuhkannya kepengurusan baru Karang Taruna.

"Kami sangat berharap banyak akan peran serta Karang Taruna dalam turut bersama-sama mengembangkan dan memajukan desa, dengan adanya Karang Taruna dibawah kepengurusan yang baru akan semakin terlihat kiprahnya, hususnya dalam meningkatkan potensi yang ada" jelasnya.

Lebih lanjut Moh.Munif menuturkan, bahwa pihaknya selama ini terus berusaha untuk lebih meningkatkan dan memaksimalkan program kerja kearah yang lebih baik.

"Alkhamdulillah, selama ini telah banyak hasil yang telah dicapai selama saya memimpin di Desa Mertapadawetan, beberapa hal yang telah dicapai adalah ditemukannya dan ditertibkannya beberapa aset desa yang selama ini seakan terabaikan, termasuk perkembangan capaian PBB ( Pajak Bumi Bangunan ) yang perkembangannya semakin meningkat jika dibandingkan dengan pemerintahan sebelumnya" jelasnya.

Munif pun mengharap adanya dukungan dari semua pihak untuk mensukseskan berbagai program kerja yang terus dijalaninya saat ini.

"Dalam kami melakukan upaya penertiban aset desa tentunya akan ada beberapa pihak yang tidak senang, namun demikian kami tetap bertekad, agar aset desa dan hal lainnya dapat terus dilakukan upaya perbaikan, walaupun sangat beresiko, oleh karenanya dukungan dan sokongan dari semua pihak sangat kami perlukan, supaya harapan kami untuk melakukan penertiban dan penyelamatan aset desa bisa terealisasi dengan baik" pungkasnya. (1c)

30 Jun 2026

Abdul Karim Resmi daftarkan diri sebagai Bakal Calon Kuwu PAW Desa Kendal

INDOMEDIANEWS - Harap-harap cemas Panitia Pilwu PAW Desa Kendal, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, akhirnya melegakan.kecemasan panitia tersebut dikarenakan adanya kekhawatiran tidak akan adanya calon Kuwu PAW yang mendaftar.
Rasa hawatir tersebut akhirnya sirna, setelah dihari kedua dibukanya pendaftaran Calon Kuwu, salah seorang warga setempat pada pukul 09 WIB, Selasa, 30/06/2026 menyerahkan berkas pendaftaran calon Kuwu kepada panitia pilwu PAW.

Berkas pendaftaran Calon Kuwu PAW diserahkan Abdul Karim (50 tahun ) Suami dari Khayatun yang memiliki dua putri dan kesehariannya bekerja sebagai buruh harian lepas.
Usai menyerahkan berkas pendaftaran dirinya menuturkan, bahwa pencalonannya atas dasar dorongan dari para RT.

"Sebetulnya saya sedikitpun tidak berminat untuk mencalonkan diri sebagai kandidat Pilwu PAW desa Kendal, namun karena adanya dorongan dari para RT untuk maju sebagai Calon, maka saya beranikan untuk memenuhi harapan para RT, walaupun secara materi kami tidak memiliki modal yang memadai, karena memang keadaan kami bukan dari kalangan yang berkecukupan " tuturnya, Selasa, 30/06/2026.

Dirinya menuturkan, jika mana terpilih menjadi Kuwu PAW, akan melakukan berbagai program yang bertujuan untuk memajukan dan mensejahterakan Masyarakat secara keseluruhan.

"Yang memotivasi saya untuk maju sebagai Calon Kuwu adalah salah satunya ingin melakukan berbagai perubahan, diantaranya tertib administrasi desa lebih ditingkatkan, mewajibkan seluruh jajaran untuk melaksanakan kinerjanya sesuai dengan tupoksinya masing-masing dan yang terpenting melibatkan secara maksimal peran dan keberadaan RT, agar tidak terjadi ketimpangan" jelasnya.

Abdul Karim pun mengharapkan adanya peran serta dari seluruh lapisan Masyarakat untuk mensukseskan Pemilihan Kuwu Antar Waktu tersebut.

'harapan kami, pilwu PAW ini dapat dilaksanakan dan berjalan dengan baik, perbedaan dalam memilih dan menentukan calon, itu hal biasa, yang terpenting adalah tetap menjaga persatuan dan kesatuan, persaudaraan tetap harus diutamakan" pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Pilwu PAW Desa Kendal, Sanadi, menyambut gembira dengan adanya warga atau Calon Kuwu yang mendaftar di hari kedua.

"Kami sangat bersyukur, pada hari kedua telah ada warga yang mendaftarkan diri untuk mengikuti pelaksanaan Pilwu PAW, semoga setelah Bpk Abdul Karim, akan ada lagi pendaftar lainnya, karena jika sampai batas waktu yang ditetapkan, yaitu tanggal 10 Juli 2026 pendaftarnya hanya satu, maka akan dibuka kembali untuk pendaftaran tahap dua, InsyaAllah, akan ada lagi pendaftar lainnya, hingga tidak perlu lagi dilakukan pendaftaran tahap dua, kami sangat mengharap peran serta dari seluruh lapisan Masyarakat agar pesta Pilwu PAW ini berjalan sesuai rencana dan menghasilkan sesuatu yang terbaik" jelasnya.(1c)

29 Jun 2026

Warga Citemu geruduk kantor Desa " tolak pembangunan tanpa melibatkan warga"

INDOMEDIANEWS - Warga blok semboja citemu, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, tolak proyek pembangunan tempat pembekuan ikan yang lokasinya berdampingan dengan SDN 2 Citemu.
Beberapa perwakilan warga menggeruduk kantor desa setempat dan melakukan protes juga penolakan dilakukannya pembangunan tempat pembekuan ikan yang dihawatirkan akan mengganggu proses belajar mengajar karena adanya aroma kurang sedap akibat adanya tempat pembekuan ikan.

Penolakan tersebut disampaikan warga setempat yang turun langsung kelapangan ( lokasi pembangunan-red) Siti Maemunah )

"Kami dengan tegas menolak adanya pembangunan tempat pembekuan ikan yang lokasinya tepat berdampingan dengan sekolah setempat, alasan kami melakukan penolakan karena tidak adanya informasi atau sosialisasi dari pihak Pemerintah desa bahwa akan dilakukan pembangunan tempat pembekuan ikan, selain itu dengan adanya bangunan tempat pembekukan ikan tersebut pasti akan mengeluarkan aroma yang tidak sedap, secara otomatis akan mengganggu proses belajar mengajar para siswa" tuturnya, Senin,29/06/2026.

Lebih lanjut dirinya menuturkan, bahwa selama ini warga tidak pernah dilibatkan atau diajak berdialog manakala pemdes akan melaksanakan apapun.

"Warga ini tidak pernah diikutsertakan dan diajak berdialog, termasuk adanya pembangunan tempat pembekuan ikan, ironisnya, disaat warga dengan sekolah  nerencana dan menginginkan didirikannya Sekolah Anak Usia Dini ( PAUD) pak Kuwu malah tidak memberikan ijin, sementara untuk tempat pembekuan ikan yang jelas dampaknya akan mengganggu proses belajar mengajar kok malah seolah seenaknya saja tanpa mempertimbangkan hal lainnya, intinya kalau untuk peningkatan sarana pendidikan kami pasti mendukung sepenuhnya, itupun lakukan pembicaraan terlebih dahulu dan aja warga untuk berdialog" jelasnya.

Senada hal tersebut disampaikan salah seorang Guru SDN 2 Citemu, Jamilah, menyayangkan adanya pembangunan tempat pembekuan ikan tersebut.

"Pada dasarnya kami mendukung apapun program atau kegiatan apapun yang dilakukan oleh Kuwu atau pemdes Citemu, asalkan semuanya dilakukan dengan mengedepankan komunikasi dan kajian terlebih dahulu, termasuk pembangunan tempat pembekuan ikan yang saat ini tengah dikerjakan, mengapa perlu dilakukan kajian, karena harus dipertimbangkan dampaknya bagaimana, alangkah baiknya lakukan komunikasi dan libatkan berbagai pihak, jadi untuk pembangunan yang mendapat tolakan warga tersebut kami tidak bisa berbuat banyak, yang pasti kami tidak bisa untuk menolak namun juga hingga saat ini belum memberikan ijin" jelasnya.

Bahkan dirinya lebih lanjut menuturkan sedikit kekecewaannya.

"Kami lebih condong jika lahan yang ada dimanfaatkan untuk fasilitas umum lainnya, seperti taman terbuka anak atau sarana ibadah, yang sedikit kami kecewa adalah disaat kami  berencana untuk mendirikan gedung PAUD ( pendidikan anak usia dini ) tetapi tidak diijinkan oleh pak kuwu " jelasnya.

Sementara itu, saat ditemui di ruang kerjanya, Kuwu Citemu , yang akrab disapa Are, menjawab singkat, bahkan terkesan tidak mau diberitakan.

"Gak usah dibuat pemberitaan, karena masih diusahakan untuk bagaimana tindakan selanjutnya" tuturnya.

Saat ditanya masalah jumlah anggaran, dirinya hanya menjawab singkat.

"Berapa besaran anggarannya saya tidak tahu, karena pemdes hanya sebatas penerima manfaat" pungkasnya. (1c)

Pendaftaran PAW Kuwu Desa Kendal mulai dibuka " cerita unik tak ada Kuwu mantan"

INDOMEDIANEWS - pendaftaran calon Kuwu PAW Desa Kendal, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, mulai dibuka pada hari Senin, 29/06/2026.
Dimulainya pendaftaran calon Kuwu PAW ini dikarenakan Kuwu Definitif, telah meninggal dunia pada beberapa bulan yang lalu.
Karena kekosongan tersebut, maka pemerintahan Desa Kendal membentuk panitia Pergantian Antar Waktu ( PAW) Kuwu Kendal tahun 2026.

Dari keterangan yang disampaikan panitia Pilwu PAW Desa Kendal, Mukhlisin, menuturkan pendaftaran Kuwu PAW ini untuk menghantarkan Pilwu serentak yang akan dilaksanakan pada tahun 2027.


"Karena Kuwu Definitif, H.Basit meninggal pada Bulan Desember 2025, maka pemerintahan desa dipimpin sementara oleh Penjabat Kuwu dari Kecamatan, dimana tugas Pj Kuwu adalah mempersiapkan dan membentuk panitia Kuwu PAW hingga dilaksanakannya pemilihan kuwu serentak yang akan dilaksanakan pada tahun 2027" tuturnya, Senin, 29/06/2026.

Lebih lanjut dirinya menuturkan, dengan dilaksanakannya Pilwu PAW ini diharapkan roda pemerintahan desa tetap dapat berjalan dengan baik.

"Harapan kami dengan telah dihasilkannya Kuwu PAW, roda pemerintahan desa tetap dapat berjalan sebagaimana mestinya, untuk pemilihan Kuwu PAW ini beda dengan pemilihan kuwu definitif, karena hak pilihnya tidak diikuti oleh seluruh warga Masyarakat, jadi yang memiliki hak pilih hanya RT /RW , BPD, ketua Karangtaruna, Ketua LPM 1, Pos yandu 5, PKK 1, jadi untuk desa Kendal hak pemilihnya berjumlah 31 Suara" jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa setempat, Abdul Basit menuturkan harapannya selama pilwu PAW dilaksanakan.

"Ada beberapa mekanisme yang harus dilaksanakan dalam proses pemilihan Kuwu PAW ini, salah satunya adalah Calon Kuwu harus lebih dari satu, jika mana dalam batas waktu hari pendaftaran putaran pertama hanya ada satu calon, maka pendaftaran tahap kedua kembali dibuka hingga didapat calon kuwu PAW lebih dari satu Calon, dan calon Kuwu PAW ini diperbolehkan dari desa atau daerah lain selagi mesih sebagai warga Negara Republik Indonesia" tuturnya.

Saat disinggung terkait adanya kabar, bahwa salah seorang perangkat desa setempat akan mengikuti bursa pemilihan Kuwu PAW, dirinya membenarkan.

"Informasi yang beredar sih demikian, namun benar atau tidaknya kami sendiri tidak bisa memastikan, karena hingga saat ini belum ada satupun calon Kuwu PAW yang telah mendaftarkan diri ke panitia, kami berharap, momen ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan berjalan dengan baik hingga akhirnya memperoleh sesuatu yang terbaik" jelasnya.

Ada yang unik terkait desa Kendal, konon menurut beberapa cerita, bahwa di desa Kendal tidak mengenal istilah mantan kuwu, karena dalam beberita peristiwa, setiap kali kuwu menjabat dua priode, maka kuwu tersebut tidak bisa menyelesaikan tugasnya hingga selesai masa bakti ( meninggal dunia ) oleh karenanya istilah tidak ada mantan Kuwu di Desa Kendal dipercaya hingga saat ini. Hal tersebut dibenarkan oleh salah seorang perangkat desa Kendal yang tidak bersedia namanya dipublikasikan.

"Memang benar, selama ini yang terjadi jika kuwu menduduki jabatan hingga dua priode, tidak pernah selesai hingga berakhirnya masa tugas ( meninggal dunia ) kecuali hanya menjabat Kuwu satu priode, maka yang bersangkutan selesai hingga purna tugas " tuturnya ( 1

28 Jun 2026

Akibat jalan rusak " Pengunjung wisata Cikuya " turun drastis "

INDOMEDIANEWS - Hampir sepanjang jalan dibeberapa titik menuju wisata Cikuya, Belawa, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, kondisinya sangat membahayakan bagi para pengguna jalan hususnya pengendara roda dua.
Hal ini dikarenakan kerusakan jalan yang cukup parah, tidak hanya bergelombang namun jalanan tersebut penuh lubang dengan kedalaman rata-rata diatas 15 cm.
Akibat dari kerusakan jalan tersebut, tidak sedikit para pengendara roda dua yang terjatuh karena berusaha untuk menghindari jalan berlobang tersebut.
Dampak dari rusaknya jalan yang menghubungkan antara desa Belawa, Wangkelang dan Cipeujeh wetan, wisatawan yang akan menikmati wisata Cikuya berkurang drastis.
Dengan berkurangnya pengunjung wisata Cikuya tersebut, dikeluhkan salah seorang pengelola wisata observasi vikuya, Awod.
Dirinya menyayangkan lambatnya pemerintah dalam melakukan perbaikan infrastruktur jalan yang sudah lama rusak bahkan kerap menimbulkan kecelakaan lalulintas.

"Saat ini jumlah wisatawan yang berkunjung ke wisata Cikuya sangat turun drastis, salah satu penyebabnya adalah kondisi jalan dibeberapa titik yang menghubungkan antara Belawa, wangkelang hingga Cipeujeuh, kondisinya sangat membahayakan, tidak hanya bergelombang, namun berlobang dengan kedalaman yang sangat menghawatirkan, dengan kondisi yang ada saat ini, kami sangat mengharapkan agar pemerintah daerah atau instansi terkait segera melakukan perbaikan, jangan sampai menimbulkan korban kecelakaan semakin bertambah banyak dan tentunya akan sangat berdampak pada pengembangan dan perkembangan wisata Cikuya itu sendiri" tuturnya, Minggu, 28/06/2026.

Senada hal tersebut disampaikan ketua Pokdarwis Cikuya, Eman Suherman.

'kami kerap menerima keluhan dari pengunjung yang datang dari luar daerah, baik yang berasal dari Kuningan, gebang, Losari dan wilayah lainnya, mereka mengeluhkan kondisi jalan yang sangat membahayakan bagi pengguna jalan, terlebih pengguna kendaraan roda dua, bahkan dampak kerusakan tersebut, yang semula ada beberapa kendaraan odong-odong yang kerap melintas jalanan tujuan obyek  Cikuya, saat ini sudah tidak ada lagi, karena mereka ( pengemudi odong-odong- red ) merasa hawatir untuk membawa penumpang melintas di jalan Belawa, karena resikonya terlalu besar " tuturnya.

Eman lebih lanjut menjelaskan, kondisi jalan rusak tersebut sudah sering menelan korban, walaupun tidak sampai merenggut jiwa.

"sudah sering pengendara roda dua yang terjatuh saat melintas jalan tersebut, hususnya yang melintas di wilayah gunung Beas, jangan sampai ada korban jiwa dulu, baru dilakukan perbaikan, harapan kami, kondisi ini segera mendapat atensi dan perhatian serius dari Dinas terkait, jangan sampai wisata yang menjadi unggulan di Cirebon timur ini, semakin mengurangi minat pengunjung untuk berwisata di Cikuya, apalagi sampai hanya meninggalkan cerita manis tanpa bekas" jelasnya.

Sementara itu, salah seorang pengunjung wisata Cikuya, Dedy  yang datang bersama rombongan menceritakan harapannya untuk kemajuan wisata Cikuya.

"Kami baru baru pertama kali datang ke wisata Cikuya ini, kebetulan libur sekolah dan mendengar kabar tentang Cikuya, itupun melalui media sosial, karena penasaran, maka kami beserta rombongan berwisata ke Cikuya, menurut kami selain pemandangannya sangat nyaman dan rindang, kamipun bisa memperoleh pengetahuan tentang keberadaan kura-kura langka berjenis labi-labi, hanya saja yang sangat disayangkan adalah kurang ditunjangnya fasilitas infrastruktur, hususnya jalan yang kondisinya sangat menghawatirkan dan membahayakan, andai saja fasilitas jalannya baik, mungkin akan banyak lagi wisatawan yang datang, sebagai penikmat wisata, kami sih hanya mengharap fasilitas jalannya diperbaiki, karena ini berdampak akan minat pengunjung untuk berwisata di sini ( Cikuya- Red ) tutur Dedy, warga Kabupaten Kuningan. (1c)

25 Jun 2026

Hari Bhayangkara ke 80 " Polsek Lemahabang gelar Baksos Sembako "

INDOMEDIANEWS - Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke 80 Polisi Republik Indonesia,  Polsek Lemahabang, Kabupaten Cirebon menggelar acara Baksos sembako kepada perwakilan warga dari beberapa desa se Kecamatan Lemahabang.
Acara yang digelar di Mako setempat dihadiri beberapa perwakilan warga, Kasatgas desa setempat dan anggota Polsek Lemahabang.
Dalam penuturannya, Kapolsek Lemahabang,Kompol Yuliani menuturkan bahwa acara tersebut dilaksanakan di seluruh Polsek bertepatan dengan memperingati Hari Bhayangkara ke 80.

"Acara ini dilaksanakan diseluruh Polsek secara serempak, ini sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan antara jajaran kepolisian dengan Masyarakat, diharapkan dengan apa yang kami lakukan akan semakin mendekatkan dan mengeratkan hubungan baik antara Polri dan Masyarakat"tuturnya, Kamis,25/06/2026.

Lebih lanjut dirinya menuturkan, dalam kegiatan tersebut tidak hanya penyaluran sembako namun ada beberapa kegiatan lainnya.

"Selain membagikan sembako kepada beberapa perwakilan warga desa, kami pun menggelar acara doa bersama dan anjangsana, dimana dalam acara anjangsana ini kami dari jajaran kepolisian yang masih aktif atau bertugas mengunjungi kediaman beberapa anggota polri yang sudah purna tugas ( purnawirawan polri) ini kami lakukan sebagai upaya untuk tetap mempererat persaudaraan antar anggota maupun Masyarakat, diharapkan dengan apa yang polri lakukan hari ini bermanfaat dan mematri rasa kecintaan Masyarakat akan tugas dan fungsi kepolisian itu sendiri" jelasnya.

Kompol Yuliani pun mengharapkan, peran Polri Kedepannya akan semakin baik dari yang sudah baik.

"Kami berharap kedepannya, Polri semakin dicintai oleh Masyarakat dari berbagai kalangan, tugas kami adalah sebagai pengayom dan pelayan, maka saya sebagai pimpinan di Polsek Lemahabang ini mengarahkan kepada seluruh anggota kami untuk senantiasa humanis dan layani Masyarakat dengan sebaik mungkin, selamat hari Bhayangkara ke 80 tetap semangat demi NKRI " pungkasnya.

24 Jun 2026

SDN 1 Sigong gelar acara Pelepasan dan kenaikan kelas " Tampilkan pentas seni dan kreasi "

INDOMEDIANEWS - Kemeriahan dan suka cita dirasakan oleh seluruh Orang tua siswa SDN 1 Sigong,Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, yang menyaksikan berbagai kreasi oleh para Siswa-siswi yang diawali dengan pertunjukan lengser dan sendratari oleh siswa didik Sekolah setempat.
Sejak pagi halaman SDN 1 Sigong telah dipadati oleh orang tua dan para siswa yang turut memeriahkan acara Akhirussanah pelepasan siswa kelas 6 dan kenaikan siswa kelas 1 sampai 5 tahun ajaran 2025/2026.

Berbagai kreasi diperlihatkan para siswa dan siswi, dari mulai pembacaan Qalam illahi, seni tari, lengser, pentas seni hingga sungkeman yang dilakukan para siswa yang telah lulus kepada orang tuanya.
Begitu haru dan menggugah perasaan, disaat para siswa melaksanakan acara sungkeman sebagai tanda ucapan terimakasih dan penghargaan atas jasa dan perjuangan yang telah diberikan orang tua terhadap para siswa hingga berhasil meraih berbagai prestasi dan menghantarkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Dalam pemaparannya, Kepala SDN 1 Sigong, Dedi Junaedi. S.Pd.SD , menuturkan pentingnya peran serta Orang tua dalam mewujudkan cita dan harapan para siswa demi masa depan yang lebih baik.

"Kenangan terindah dan kenangan yang tidak mungkin dapat terlupakan adalah disaat kita dapat menyaksikan keberhasilan anak -anak kita dalam menuntut Ilmu dan mampu memperlihatkan karyanya dengan berbagai kemampuan yang dimiliki, hari ini merupakan hari dimana kita mematri kenangan terindah, bahwa disinilah kita mengawali , meniti dan menyambut harapan terindah, jangan lupakan almamater, jangan lupakan perjuangan Orang tua, jangan sia-siakan jerih payah dan tekad para pendidik, terus patri Ilmu yang telah didapat dan tetap iringi langkah  dengan akhlak yang mulia" tuturnya, Rabu,24/06/2026.

SDN 1 Sigong saat ini memiliki jumlah siswa sebanyak 314 dengan jumlah siswa yang dilepas atau lulus sebanyak 44 siswa.
Dengan jumlah siswa yang tidak sedikit tersebut, diharapkan para pendidik mampu memberikan yang terbaik bagi perkembangan dan kemajuan dunia pendidikan.

"Alkhamdulillah, kami saat ini memiliki jumlah siswa didik sebanyak 314 anak dengan jumlah pendidik sebanyak 16 Guru, yang 5 antaranya adalah ASN, 5 P3K dan sisanya adalah honorer namun sudah sertifikasi" jelasnya.

Lebih lanjut Dedi Junaedi menuturkan, dengan dilaksanakannya acara pelepasan tersebut diharapkan mampu menjadi motifasi bagi kita untuk lebih mampu meningkatkan prestasi.

"Kami sangat bersyukur dan berterimakasih kepada semua pihak, baik itu Orang tua siswa, panitia, komite sekolah dan para Guru yang telah begitu semangat untuk menyelenggarakan acara pelepasan sekaligus kenaikan kelas, karena kebersamaan lah acara hari ini dapat berjalan dengan sangat meriah, rasa bangga kami pun karena mampu menyaksikan berbagai kreasi dan kreatifitas para siswa yang sangat menawan, secara pribadi, saya hanya bisa berucap terimakasih dan mohon maaf, jika dalam pelaksanaan acara pelepasan dan kenaikan kelas ini terdapat banyak kekurangan, dan kami berpesan kepada seluruh siswa yang telah lulus, tetap jaga nama baik sekolah dimana kalian menimba ilmu, hormati para Guru dan jangan lupakan jasa mereka, kami tidak ingin disebut berjasa apalagi pahlawan, namun kami adalah sosok yang dianugerahi suatu kemampuan untuk turut mengembangkan dunia pendidikan, dimanapun kalian berada, jangan lupakan kami para Guru, dan yang terpenting lagi, hormati dan sayangi kedua orang tua, karena merekalah kalian ada, dan karena merekalah kalian bisa meraih cita juga harapan" pungkasnya. (1c)

22 Jun 2026

Pentas Seni TK Melati " Tumbuhkan kreasi Siswa didik "

INDOMEDIANEWS - TK Melati, Desa Wangkelang, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon menggelar acara pentas seni dan pelepasan tahun kelululusan 2026.
Dibawah panji Yayasan Mutiara, TK Melati yang berdiri sejak Tahun 2005 telah menelurkan beberapa alumnus yang memiliki keterampilan dan kreatifitas yang sangat membanggakan.
Dalam acara pentas seni dan pelepasan siswa yang dihadiri oleh seluruh wali Murid berjalan dengan penuh kesederhanaan namun tetap meriah dan mendapat respon yang sangat luar biasa dari seluruh tamu undangan yang hadir.
Ketua Yayasan Mutiara, Lili Casmali, mengharapkan Dunia pendidikan terus berkembang sesuai dengan perkembangan zaman.

"Kami sangat mengharap dunia pendidikan di Negeri kita akan semakin maju dan berkembang, terlebih lagi generasi muda untuk saat ini secara materi  dan faktor lainnya sangat menunjang, dan kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk terus berupa yang terbaik guna perkembangan dunia pendidikan, agar apa yang dicita-citakan mampu diwujudkan dengan kenyataan " tuturnya, Senin 22/06/2026. 
 
Senada hal tersebut disampaikan kepala Sekolah TK Melati, Mamah Fatimah, yang merasa bangga dengan berbagai kreasi yang dilaksanakan dalam rangka pelrpasa dan pentas seni Siswa TK Melati.

"Kami sangat bersyukur atas support dan peranserta dari seluruh Orang tua siswa, hingga acara pentas seni sekaligus pelepasan siswa didik dapat dilaksanakan dengan penuh rasa suka cita, yang membuat kami terharu adalah semangat para orang tua yang sangat luar biasa dalam mensukseskan acara tersebut, Bakan dari awal acara hingga akhir, kebahagiaan seakan tidak terhenti, apalagi disaat para siswa mempertunjukan berbagai kemampuannya, baik seni tari tradisional maupun moderen, ini adalah modal bagi kami untuk lebih semangat lagi dalam mendidik para generasi muda, dikesempatan ini, kami mengajak para orang tua yang memiliki anak usia dini, untuk mendaftarkan putra putrinya di TK Melati wangkelang" jelasnya.

Sementara itu, salah seorang wali murid, Melawati, sangat mendukung dan berbahagia dengan berbagai program yang digalakan oleh pihak pendidik.

"Kami bangga dan bahagia mempercayakan putra putri kami untuk menimba ilmu di TK Melati ini, betapa tidak, karena anak anak kami tidak hanya dikenalkan dengan berbagai permainan edukasi, namun pendidikan kedisiplinan, rohani hingga berkesenian semuanya diperoleh disini,  untuk acara pelepasan siswa sekaligus pentas seni yang menampilkan berbagai kreasi para siswa, sangat membanggakan, karena buka semata mendidik siswa untuk mampu berkreasi dan disiplin, tetapi yang lebih penting lagi adalah mendidik para siswa untuk berani tampil dimuka umum, semoga kedepannya acara seperti pentas seni dan lainnya akan semakin meriah" jelasnya (1c)

20 Jun 2026

Kritik MBG bukan anti Pemerintah !

Penulis : R.Agus Syaefuddin

Persoalan yang selama bergulirnya program MBG ( makan bergizi gratis ) seakan selalu hangat bahkan panas untuk menjadi bahan perbincangan.
Panasnya perbincangan semakin terasa, disaat pembesar BGN ( badan gizi nasional ) ditangkap dan langsung menggunakan rompi oranye karena terbukti telah melakukan tindak pidana korupsi dengan nilai yang sangat membuat panas seluruh Rakyat Indonesia ( kecuali para koloni atau yang turut merasakan nikmat hasil korupsi )
Beruntung, panasnya suhu terkait para pelaku korupsi yang memanfaatkan program MBG sedikit berkurang karena adanya kabar yang disampaikan Pemerintah Pusat, bahwa selama libur sekolah, program makan bergizi gratis dihentikan sementara.
Lantas apakah benar-benar penghentian program tersebut dapat menurunkan suhu panas Rakyat Indonesia ? Itulah yang saat ini tengah kembali menjadi perbincangan berbagai kalangan.
Banyak yang mengharap, agar program MBG diberhentikan secara permanen, karena menyedot anggaran yang sangat tidak sedikit, bahkan harus memangkas biaya pendidikan dan kesehatan.
Namun ada pula segelintir orang yang menginginkan MBG tetap dipertahankan, karena mampu menyerap tenaga kerja yang konon bernama relawan tetapi pendapatannya berlipat ganda jika di dibandingkan dengan tenaga honorer atau bahkan penjual makanan ringan.
Ironisnya, jika berdalih dapat mengurangi beban pengangguran, pertanyaannya berapa jumlah tenaga kerja yang berada di program MBG dengan jumlah para Anak Bangsa yang baru lulus dari sekolah dan sibuk mencari lahan pekerjaan.
Dari dua persoalan tersebut, tentunya mempunya keuntungan dan kerugian sendiri, sesuai dengan apakah kita benar-benar dapat menikmati manfaat dari adanya MBG atau mungkin malah kita membuat peluang orang kaya semakin meningkatkan kekayaannya, karena keuntungan dari program MBG sangatlah menggiurkan dan pasti menguntungkan.
Karena adanya persoalan tersebut, maka alangkah baiknya jika kita mengedepankan hati nurani dan mengedepankan kepentingan umum, ketimbang mengutamakan kepentingan pribadi, walau harus kehilangan pundi-pundi Rupiah.
Semua Pihak sudah saatnya berfikir jernih dan membuang ego, baik secara pribadi maupun golongan.
Andai semua Orang berani berkata jujur dan mengesampingkan ego personal, mungkin akan lebih baik jika program makan bergizi gratis dihentikan secara permanen dan mengalokasikan anggaran tersebut untuk pendidikan atau kesehatan.
Banyak warga atau golongan kecil yang hoby ngobrol sambil minum kopi di kedai pinggir jalan saling bercerita dan mengeluh, karena mereka menghitung menu yang disajikan dengan dalih peningkatan gizi, diduga tidak sesuai dengan nominal yang sudah ditentukan.
Katanya per porsi anggarannya Rp.10.000, tetapi pada saat menu itu diturunkan dan mulai dibagikan, nilainya dirasa tidak mencapai angka Rp.10.000.
Belum lagi ada dugaan adanya permainan harga antara pengelola SPPG dengan para rekanan ( produsen yang memiliki produk kebutuhan MBG )
Ada beberapa contoh yang patut menjadi pertimbangan, semisal MBG itu harus menyertakan salah satu menunya adalah roti, berapa harga roti yang sudah ada dalam anggaran Pengelola SPPG, dan berapa harga yang diturunkan untuk si pemilik atau produsen roti, apakah sesuai harga yang telah ditetapkan, atau harganya jauh lebih murah, namun dalam laporannya tetap sesuai dengan harga yang telah tercantum dan ditentukan oleh pihak SPPG itu sendiri.
Itu baru satu contoh roti, tidak menutup kemungkinan terjadi pula permainan harga terhadap produk lainnya .
Dengan banyaknya dugaan permainan demi meraup keuntungan dengan dalih MBG, sudah saatnya rasa ego dan gengsi berubah menjadi rasa kemanusiaan yang adil dan beradab.
Disaat pemerintahan awal dipimpin Presiden Prabowo, Rakyat kecil pada umumnya menyambut baik dan menyimpan harapan yang sangat tinggi, betapa tidak, saat itu Presiden Prabowo dengan tegas akan melakukan efesiensi dan pemangkasan anggaran yang dirasa banyak terjadi kesalahan dalam memanfaatkan anggaran .
Namun harapan itu hanya berjalan sesaat, karena imbas dari efesiensi anggaran ternyata malah menciptakan tanda tanya besar, mengapa ada pemangkasan anggaran namun justru malah membuat kisruh keadaan, terlebih saat mulainya beberapa program yang dicetuskan Prabowo terkesan dipaksakan.
Yang sangat terlihat nyata saat ini selain MBG adalah keberadaan Koperasi Desa Merah Putih.
Kita banyak mendengar, Program MBG anggaran yang dipangkas berasal dari pendidikan dan kesehatan, sementara untuk Koperasi merah putih, anggaran yang dipangkas adalah dari anggaran Desa.
Dampak dari pemangkasan anggaran Desa yang sangat dirasa adalah melambatnya pembangunan desa, hususnya dalam peningkatan infrastruktur.
Sayangnya, kita sebagai Rakyat kecil hanya bisa mengeluh tanpa mampu berbuat banyak, apalagi untuk memperotes dan melakukan tindakan.
Beruntung, ditengah kegalauan, saat ini masih ada gerakan Rakyat melalui aksi Mahasiswa yang begitu berani menyuarakan tentang ketidak Adilan dan menuntut adanya perbaikan, walau resikonya sangat tinggi.
Kini kita hanya mampu menanti hasil dari gerakan para Mahasiswa, apakah mampu membendung ketidak Adilan, atau mungkin akan terhenti karena adanya kekuatan yang lebih tinggi dengan dalih kondusifitas dan keamanan.
Akhirnya penulis hanya berharap, keluhan dan kritikan yang disampaikan, semata demi keadilan dan bukan diartikan sebagai pembangkangannya, apalagi profokasi... Wassalam.

MI Al-Hikmah gelar Imtihan " Perlu perhatian pemerintah " karena keterbatasan ruang belajar

INDOMEDIANEWS -Menjadi salah satu kebanggaan bagi para siswa yang telah menyelesaikan pendidikan awal menuju pendidikan yang lebih tinggi.
Hal ini terlihat jelas diwajah para siswa MI Al-Hikmah, Desa mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, saat menggelar acara kenaikan kelas  dan kelulusan yang dikenal dengan istilah Imtihan.
Acara yang dipusatkan di halaman Sekolah tersebut diawali dengan kegiatan karnaval dengan menghadirkan berbagai pertunjukan marcing band, Kreasi busana dan arak-arakan yang dimulai dari kantor desa setempat dan berakhir di Sekolah MI Al-Hikmah.
Madrasah yang sudah berdiri sejak tahun 1950 tersebut terus berkembang dengan menghasilkan ribuan alumnus yang berkualitas.
Dalam keterangan yang disampaikan kepala MI Al-Hikmah, Ust Nurlani, menuturkan perkembanganannya saat ini terus membaik.

"Alkhamdulillah, saat ini kami memiliki jumlah siswa sebanyak 210 dengan jumlah kelulusan siswa tahun ini sebanyak 34, ini menandakan perkembangan dunia pendidikan yang kami emban terus berkembang dari tahun ketahunnya, bahkan calon siswa baru yang sudah mendaftar pun jumlahnya lumayan banyak, karena terbatasnya ruangan yang kami miliki, maka dengan terpaksa pendaftarannya kami batasi " tuturnya.

Lebih lanjut dirinya menuturkan, dengan semakin berkembangnya dan banyaknya minat siswa untuk menimba ilmu di MI Al-Hikmah, diperlukan fasilitas pendukung yang memadai.

"Dengan jumlah siswa sebanyak 220 dan tenaga pendidik sebanyak 13 yang 5 diantaranya sudah sertifikasi, tentunya diperlukan ruangan belajar mengajar yang memadai, jujur, kendala yang ada saat ini adalah kurangnya ruangan kelas dan fasilitas pendukung lainnya, termasuk salah satunya adalah keberadaan kamar kecil atau toilet, jadi selama ini jika kami ingin ke kamar kecil, kami masih menumpang kamar kecil milik masjid yang keberadaannya memang bersebelahan dengan sekolah kami, oleh karenanya, kami dari keluarga besar Al-Hikmah memohon bantuan dan perhatian dari pemerintah untuk bagaimana caranya kami memiliki tambahan ruang baru, guna meningkatkan proses belajar mengajar yang lebih memadai " jelasnya penuh harap.

Saat ini, telah banyak prestasi yang diraih siswa MI Al-Hikmah, dari mulai Pramuka hingga program unggulan yang terus dipertahankan dan menjadi ciri has Al-Hikmah , yaitu adanya Pocil ( Polisi Cilik ) yang keberadaannya banyak diminati hingga menjadi kebanggaan tersendiri.(1c)

RS UMC dan Pemdes Mertapadawetan dan PRNU Gelar kegiatan Hitanan masal dan pemeriksaan gratis

INDOMEDIANEWS - Masih dalam rangkaian peringatan Haul Ki Buyut Serpin, Pemerintah Desa Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, bekerjasama RS UMC ( Universitas Muhammadiyah Cirebon)  dan PRNU ( Pengurus ranting Nahdatul Ulama )menggelar acara Hitanan masal dan pemeriksaan pengobatan gratis di Aula Kantor desa setempat, Sabtu, 20/06/2026.

Pelaksanaan acara Hitanan masal dan pemeriksaan pengobatan gratis sepenuhnya ditanggung oleh pihak RS UMC.
Hal tersebut dituturkan Humas RSUMC, Toha saat ditemui di tempat acara.

"Kami dari RSUMC bekerjasama dengan pihak pemerintahan Desa Mertapadawetan, melaksanaka acara Hitanan dan pengobatan atau pemeriksaan geratis bagi seluruh warga Mertapadawetan, dimana mencakup Cek kadar gula, asam urat , tensi tanpa ada batasan ' tuturnya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, untuk program kemitraan dengan desa binaan sudah terjalin sejak lama, namun untuk kegiatan seperti Hitanan masal baru dilaksanakan kali pertama.

"Ini merupakan kali pertama, kami dari RSUMC bekerjasama dengan pemerintahan desa melaksanakan kegiatan Hitanan masal, dimana seluruh anggarannya berasal dari CSR RSUMC, Alkhamdulillah, kegiatan yang kami laksanakan mendapat sambutan yang sangat baik dari Masyarakat, InsyaAllah, kedepannya acara seperti ini akan bisa lebih ditingkatkan, untuk tahun pertama ini, peserta Hitanan masal hanya diikuti oleh 15 Anak saja, namun kedepannya mungkin kuotanya jika dilaksanakan lagi mungkin bisa lebih banyak" jelasnya.

Sementara itu, Kuwu Mertapadawetan, H.Moh.Munif AR, sangat mengapresiasi adanya jalinan kerjasama dengan pihak RSUMC.

"Kami sangat mengapresiasi terjalinnya kerjasama antara pemerintah desa dengan RSUMC, ini menandakan adanya jalinan komunikasi yang terjalin sangat baik, kami atas nama pemerintahan Desa mengucapkan terimakasih kepada pihak RSUMC dan seluruh jajaran yang telah turut mensukseskan seluruh rangkaian pelaksanaan peringatan Haul Ki buyut Serpin, InsyaAllah kerjasama kami dengan RSUMC kedepannya akan lebih ditingkatkan, hususnya dalam hal kesehatan maupun sosial lainnya, terlepas dari itu, secara pribadi saya mohon maaf jika selama pelaksanaan kegiatan banyak terdapat hal yang kurang berkenan, semoga apa yang kita lakukan saat ini mendapat balasan pahala yang berlipat dari Allah SWT" tuturnya.(1c)

18 Jun 2026

Pemdes Japura kidul benarkan adanya pungli Bantuan pangan Nasional " Beri teguran tegas"

INDOMEDIANEWS - Beredar kabar adanya pungutan terkait program Bantuan Pangan Nasional berupa beras dan minyak goreng, yang terjadi di Desa Japura kidul, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, dibenarkan oleh Kasi Pelayanan Desa setempat.Haekal.

Dirinya membenarkan informasi tersebut, namun pihak Pemdes langsung mengambil tindakan.

"Memang benar, ada salah seorang oknum Ketua RT di Desa kami yang melakukan hal tersebut, namun sebelum berkepanjangan, kami langsung melakukan tindakan berupa teguran dan peringatan keras agar tidak ada pungutan apapun dengan dalih apapun" tuturnya, Kamis, 18/06/2026.

Lebih lanjut dirinya menuturkan, bahwa sebelum adanya program Bantuan beras dan minyak goreng digulirkan, pihak Desa dan Puskesos telah menegaskan kepada siapapun yang turut membantu menyalurkan bansos kepada warga ,untuk tidak melakukan pungutan atau apapun dengan dalih apapun.

"Kami sangat menyayangkan adanya salah seorang Oknum RT  yang melakukan pungutan terhadap warga penerima bantuan, apapun dalihnya itu tidak diperbolehkan, oleh karenanya kami langsung memanggil yang bersangkutan dan langsung melakukan teguran keras, beruntung informasi tersebut langsung masuk kepada kami, makanya kami langsung turun lapangan, hingga pungutan itu baru dilakukan kepada dua orang warga kami, jadi Alkhamdulillah, semuanya dapat berjalan kembali dengan lancar tanpa adanya pungutan" tuturnya 

Saat media melakukan klarifikasi, pemdes Japura kidul masih melakukan pembagian bantuan program pangan Nasional kepada beberapa warga yang belum mengambil beras dan minyak di kantor desa.

"Hingga hari ini, penyaluran bantuan beras dan minyak masih kami lakukan, karena memang desa kami merupakan salah satu penerima program pangan Nasional yang nilainya lumayan banyak, dari data yang ada, sebanyak 2543 KPM ( keluarga penerima manfaat  ) yang berhak mendapatkan bantuan berupa beras sebanyak 20 Kg dan minyak goreng sebanyak 4 liter, semoga bantuan ini bermanfaat dan dapat sedikit mengurangi beban warga dalam hal kebutuhan pokok, selain itu, kami berharap tidak akan ada lagi oknum yang bermain-main dengan program yang diperuntukan bagi Masyarakat, jika ada informasi atau ada pihak yang melakukan pungli atau hal lainnya, segera lapor ke pihak pemdes, agar semuanya berjalan sesuai aturan dan Hukum yang berlaku" pungkasnya. (1c)

MI / MTS Wathoniah Gelar Imtihan " Terbatas namun tetap semangat "

INDOMEDIANEWS - Dunia pendidikan membutuhkan perhatian dari berbagai kalangan, terlebih yang bergerak di bidang keAgamaan.
Maju mundurnya sebuah dunia pendidikan tergantung pada dukungan dan peranserta Masyarakat sekitar dan adanya sokongan penuh dari Instansi terkait.
Ditengah persaingan yang semakin ketat, tidak menyurutkan semangat para pengajar, hususnya guru honorer yang tetap berupaya keras untuk menciptakan generasi muda yang berprestasi dengan tetap berpegang pada akhlakulkarimah.
Hal tersebut yang dibuktikan oleh seluruh jajaran staf pengajar, MI/ MTS Wathoniah, desa Japura bakti, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon.
Sebagai salah satu penghargaan kepada para siswa didik, bertempat di halaman sekolah setempat, menggelar acara Haflah Imtihan dengan tema mengawal generasi muda.

Semangat para siswa terlihat sangat nyata, disaat mengikuti berbagai acara yang telah tersusun dari mulai mengikuti ajang lomba MTQ, Cerdas Cermat,karnaval, hapalan surat pendek, lomba busana muslim hingga pentas seni.

Ada sedikit cerita miris namun membanggakan, saat kepala MTS Wathoniah, Khasanudin. S.Ag bercerita tentang keberadaan sekolah yang dipimpinnya .

"Saat ini kami memiliki siswa sebanyak 31 0rang dengan jumlah pendidik sebanyak 17 pengajar yang mayoritas sebagai guru honor, dari  pendidik tersebut yang telah mengikuti sertifikasi hanya sebanyak 7 Orang, yang membuat kami bersedih adalah honor yang diterima para pengajar dalam setiap bulannya hanya berkisar Rp.200.000, namun demikian kami tetap bersyukur dan bersemangat untuk memberikan pendidikan yang terbaik bagi seluruh generasi muda" tuturnya, Kamis, 18/06/2026.

Lebih lanjut dirinya mengharapkan adanya perhatian lebih dan peranserta dari semua pihak untuk memajukan sekolah yang ada di Desanya.

"Kami berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah, hususnya untuk meningkatkan kesejahteraan para guru honor, selain itu, kami mengajak kepada seluruh Masyarakat sekitar untuk mendaftarkan para putra putrinya di yayasan yang kami bina, InsyaAllah kami seluruh jajaran pendidik akan berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik bagi seluruh generasi muda, hususnya dalam memahami dan mendalami Ilmu Agama" jelasnya.

Sementara itu, Kepala MI Wathoniah, Farhan Spd, menyampaikan rasa bangganya atas raihan dan prestasi seluruh siswa didik yang tetap semangat dalam menuntut ilmu dan menggapai cita.

"Alkhamdulillah, hari ini kami bersama seluruh Orang Tua siswa menggelar acara Imtihan dan Haul sesepuh dengan tema mengawal generasi emas, sebagai bentuk syukur kami, berbagai kegiatan kami laksanakan dalam memeriahkan acara tahunan tersebut, dari mulai Karnaval, lomba Cerdas cermat, MTQ, Busana Muslim, hafalan surat pendek dan pengajian umum yang Akan diisi oleh penceramah dari Indramayu, KH. M.Kaukabul Fadli" jelasnya .

Lebih lanjut dirinya menuturkan, untuk tahun ini berharap agar minat siswa untuk menimba Ilmu di MI Wathoniah semakin tinggi.

"Saat ini kami memiliki siswa didik sebanyak 191 dengan jumlah siswa yang lulus tahun ini sebanyak 31 Siswa, dengan jumlah siswa tersebut, kami bersama wali murid bermusyawarah untuk menggelar tradisi tahunan yang akrab disebut Imtihan, Alkhamdulillah, atas dukungan penuh acara tersebut dapat berjalan dengan sangat baik, InsyaAllah, kami seluruh staf pengajar akan memberikan pendidikan yang terbaik dengan semangat dan keikhlasan, oleh karenanya, kepada Orang tua yang memiliki Anak yang sudah layak masuk pendidikan dasar untuk mempercayakan dan mendaftarkan anak-anaknya di MI Wafhoniah ini" pungkasnya.(1c)

17 Jun 2026

Warga Desa Mertapadawetan sambut meriah peringatan Haul Ki Buyut Serpin

INDOMEDIANEWS - Masyarakat Desa Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, tumpah ruah memadati halaman kantor desa setempat dalam rangka turut memeriahkan Haul Ki Buyut Serpin " Syech Saripin"  sekaligus menyambut Tahun Baru Islam 1448 H.
Peringatan Haul ini merupakan kali pertama diselenggarakan oleh pihak Pemerintah Desa Mertapadawetan bekerja sama dengan berbagai elemen kemasyarakatan dan pengurus ranting Nahdatul Ulama Mertapadawetan.
Pelaksanaan Haul dan Napak tilas Ki Buyut Serpin tersebut diisi dengan berbagai kegiatan, dari mulai pengobatan gratis, Hitanan masal, lomba kreasi anak, karnaval, santunan anak yatim, ziaroh bersama dan ditutup dengan pengajian Akbar bersama Prof.Dr.KH. Said Aqil Sirodj ( Mustasyar Nahdatul Ulama ) 
Dalam keterangan yang disampaikan Ketua Ranting NU Mertapadawetan, ust Mansyur Abdullah, menuturkan kegiatan tersebut merupakan salah satu penghormatan kepada para leluhur dan tokoh Agama Mertapadawetan yang telah memberikan pengajaran dan pemahaman tentang arti kehidupan beragama.

"Haul adalah wujud penghormatan kita kepada para tokoh Agama dan pembawa wasilah, diharapkan dengan dilaksanakannya acara Haul Ki Buyut Serpin ini, kita sebagai generasi muda tidak melupakan akan sejarah, hususnya terhadap keberadaan Ulama maupun sesepuh yang telah berjasa besar atas Negeri dan tempat dimana saat ini kita berada, kini saatnya kita sebagai penerus untuk menjaga dan melestarikan sejarah yang pernah ada di Desa Mertapadawetan, InsyaAllah, untuk tahun-tahun yang akan datang acara peringatan atau Haul ini akan lebih semarak lagi" tuturnya, Rabu, 17/06/2026.

Senada hal tersebut disampaikan Kuwu Mertapadawetan, Moh.Munif AR, menuturkan bahwa Haul untuk Tahun ini merupakan acara yang dikemas sedemikian rupa agar semaraknya semakin terasa dan menjadi kenangan bagi seluruh warga Desa Mertapadawetan 

"Sebenarnya haul ini bukan yang pertama, namun saya sebagai Kuwu menginginkan agar acara Haul Tahun ini dilaksanakan dengan berbagai kegiatan yang tidak hanya yang bersifat keAgamamaan semata, namun ada hal positif lainnya, Alkhamdulillah, untuk Haul Ki Buyut Serpin kali ini kami melibatkan banyak pihak, selain masyarakat, para tokoh Agama, Kepemudaan dan pihak pendukung lainnya, termasuk para donatur dan sukarelawan yang turut mensukseskan acara kali ini" tuturnya.

Lebih lanjut Munif menjelaskan, bahwa sebelum dilaksanakannya acara inti, yaitu tahlil bersama dan pengajian umum, acara pun diisi dengan berbagai kegiatan lainnya.

"Alkhamdulillah, bertepatan dengan Tahun Baru Islam, Haul Ki Buyut Serpin diisi dengan acara lainnya, seperti pembagian santunan kepada Anak yatim, Hitanan masal, lomba mewarnai, karnaval, Hadroh dan kegiatan lainnya, dan acara intinya akan dilaksanakan tahlil bersama di kompleks pemakaman Ki Buyut Serpin atau Syech Syaripin bersama seluruh lapisan masyarakat dan para ulama, setelah itu pada malam harinya akan dilaksanakan pengajian umum bersama Prof.Dr.KH. Said Aqil Sirodj. Kami dari pemerintahan desa mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung hingga terlaksananya acara ini dengan baik dan meriah, InsyaAllah tahun depan acara Haul ini akan lebih meriah dan dijadikan agenda tahunan" pungkasnya.(1c)

16 Jun 2026

Tikus Negeri telah ditangkap " Bagaimana nasib MBG "?

Penulis : R.Agus Syaefuddin

Kado Tahun Baru Islam diharapkan menjadi pembuka jalan bagi persoalan yang selama ini menjadi seakan hanya ramai untuk dibicarakan tanpa berujung dengan adanya kepastian.
Dari sekian banyak persoalan yang ramai diperbincangkan , mulai dari pemangku kebijakan yang tidak berlaku bijak, hingga perbincangan Rakyat kecil yang asyik berbincang walau hanya didalam sebuah warung kopi.
Keresahan dan kekesalan Rakyat yang akhirnya sedikit membuka pintu kebahagiaan adalah persoalan keberadaan MBG ( Makan Bergizi Geratis ) yang akhirnya menguak siapa yang diuntungkan dan siapa sebenarnya yang menikmati gizi dari program tersebut.
Masih hangat dalam ingatan kita, bahwa beberapa waktu yang lalu, penggeden atau bos BGN ( Badan Gizi Nasional) ditangkap dan langsung menggunakan rompi berwarna orene karena ditetapkan sebagai tersangka akibat melakukan tindak pidana korupsi memperkaya dan mengeruk keuntungan dari hadirnya program MBG.
Disaat Masyarakat disuguhkan makanan yang konon bergizi, yang pada kenyataannya hanya simbul dan judul, makan bergizi yang betul-betul gizinya dirasakan malah dinikmati oleh para koruptor, saking nikmatnya sampai mereka lupa untuk tidak memakannya secara berlebihan, hingga akhirnya karena terlalu berlebihan, maka bukan saja perut mereka semakin membengkak, tetapi keuangan mereka semakin jauh membengkak.
Setelah para tikus Negeri ini ditangkap, ada secercah harapan, bahwa Negeri ini benar-benar akan menikmati gizi sebagai mana mestinya .
Kini kita semua berharap dan menunggu kebijakan yang akan dilakukan oleh sang pemimpin Bangsa, apakah MBG akan dihapus, atau tetap dipertahankan walaupun sudah terbukti menjadi ajang memperkaya diri segelintir orang atau golongan .
Pemerintah saat ini telah menghembuskan angin segar dengan salah satunya adalah akan mengurangi anggaran konpensasi bagi pemilik atau pengelola SPPG yang semula per hari mendapat anggaran dari Pemerintah sebesar Rp. 6.000.000 rencananya akan dikurangi.
Pertanyaannya seberapa besar pengurangan itu akan dilakukan dan seberapa besar perubahan yang akan terjadi dalam pelaksanaan pengelolaan makan bergizi gratis.?
Beruntung, Anak Negeri ini tidak semuanya hanya bisa diam dan hanya mampu menggerutu, keresahan Rakyat akhirnya disuarakan oleh para Mahasiswa sebagai salah satu sosok calon pemimpin Bangsa.
Mereka turun ke jalan dan memberikan suara keresahan Rakyat tentang salah satunya adalah keberadaan MBG.
Ini awal dari perjuangan yang membutuhkan dukungan dari seluruh Rakyat Indonesia, kecuali mereka para penjilat yang hanya mampu menganggukkan kepala demi kepuasan pimpinan tanpa memperdulikan kerasagan dan kesengsaraan Rakyat kecil.
Semoga dengan hadirnya gerakan Mahasiswa dan bertepatan dengan Tahun Baru Islam, kebenaran bisa benar-benar dapat ditegakkan, dan kemunafikan hancur dari Negeri Pertiwi.
Mari kita bermunajat dan mengangkat kedua tangan kita, memohon kepada Sang khalik, penguasa alam semesta agar kebaikan tetap menjadi pemenang walaupun para pelaku kejahatan pandai bersembunyi dengan memakai topeng kemunafikan.Amiien

15 Jun 2026

Pemdes Japura Bakti salurkan program Pangan Nasional

INDOMEDIANEWS - Masyarakat desa Japura bakti, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, antri dihalaman kantor desa setempat untuk memperoleh bantuan beras dan minyak goreng dari program ketahanan pangan Nasional.
Lebih dari seribu warga tersebut memperoleh bantuan berupa 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng.
Menurut keterangan yang disampaikan kordinator Puskesos desa Japura bakti, Fadillah, menjelaskan, program tersebut dibagikan kepada beberapa warga yang telah terdata sebagai penerima bantuan 

"Dalam program ketahanan pangan Nasional ini ada sebanyak 1824 Keluarga penerima manfaat (KPM) dimana setiap warga penerima mendapatkan bantuan sosial berupa beras sebanyak 20 kg dan minyak goreng sebanyak 4 liter " tuturnya, Senin , 15/06/2026.

Dengan telah digulirkan ya program bantuan tersebut, diharapkan bisa bermanfaat bagi warga masyarakat kelas menengah kebawah.

"Puskesos sifatnya hanya menyalurkan bantuan sesuai dengan data yang ada, diharapkan bantuan yang telah diterima benar-benar dapat bermanfaat dan dimanfaatkan sebaik mungkin, apalagi saat ini banyak kebutuhan bahan pokok yang harganya sudah melambung, jadi dengan adanya bantuan beras dan minyak ini, minimalnya bisa sedikit mengurangi beban masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya" jelasnya.

Sementara itu, Kuwu Japura Bakti , Haerudin, yang memantau langsung pelaksanaan penyaluran program pangan Nasional sangat berterimakasih atas perhatian pemerintah terhadap masyarakat kelas menengah kebawah.

"Program pangan Nasional ini memang bertujuan untuk meringankan beban Masyarakat dalam hal kebutuhan bahan pokok, terutama beras atau minyak goreng, saat ini hampir seluruh kehidupan terdampak oleh adanya perekonomian secara global yang tidak menentu, oleh karenanya, dengan adanya bantuan yang diprakarsai pemerintah pusat ini benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kalangan bawah, harapan kami sebagai pemerintah desa, program untuk masyarakat ini terus ada, dengan catatan dilakukan evaluasi guna memperbaiki  pendataan yang selama ini mungkin menjadi salah satu persoalan yang belum dapat terselesaikan dengan baik, ini perlu dilakukan agar tidak ada lagi istilah program yang tidak tepat sasaran" jelasnya. (1c)

Warga Mertapadawetan terima program bantuan non tunai " Masyarakat sambut baik"

INDOMEDIANEWS - Pemerintah pusat kembali menyalurkan program bantuan pangan Nasional  (PBPN ) berupa 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng.
Dengan bergulirnya program bantuan tersebut, diharapkan mampu meringankan beban Masyarakat menengah kebawah ditengah ekonomi global yang tidak menentu.
Masyarakat menyambut baik dengan adanya PBPN tersebut, seperti yang terlihat di Desa Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon.
Sejak pagi dan kantor desa setempat belum dibuka, Masyarakat sudah berdatangan untuk mendapat bantuan beras dan minyak goreng.
Dari keterangan yang disampaikan kordinator Puskesos Mertapadawetan, Mahmud, menuturkan, untuk tahun ini perogram PBPN diberikan kepada 1268 KPM ( keluarga penerima manfaat )

"Alkhamdulillah, kami bekerjasama dengan pihak pemerintahan desa melaksanakan penyaluran Beras dan minyak goreng kepada 1268 KPM, tentunya harapan kami dengan adanya program tersebut, minimalnya bisa sedikit meringankan beban Masyarakat, terlebih saat ini perekonomian secara global sedang tidak baik-baik saja, kami sebagai penyalur dan pelaksana program, berharap bantuan yang diterima dapat dimanfaatkan dan dipergunakan sebaik mungkin " tuturnya, Senin, 15/06/2026.

Lebih lanjut dirinya menuturkan, bahwa dalam pelaksanaan penyaluran program pemerintah, dirinya mengharap adanya dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak.

"Kami meminta adanya bantuan peran dan peranserta dari semua pihak, hususnya dalam pendataan, apa yang kami lakukan sesuai data dan mekanisme, oleh karenanya, jika memang ada yang perlu dilakukan perubahan atau perbaikan data, silahkan komunikasikan dengan pihak Puskesos, ini perlu dilakukan sebagai upaya perbaikan kinerja dan pelayanan kami terhadap Masyarakat" jelasnya.

Ditempat terpisah, Kuwu Meryapadawetan, Moh Munif AR, mengharapkan kesejahteraan Masyarakat semakin membaik dengan adanya program pemerintah yang selama ini direalisasikan dengan tujuan memberikan yang terbaik kepada seluruh Rakyat Indonesia.

"Berbagai program yang digulirkan Pemerintah jelas tujuannya untuk mensejahterakan seluruh Rakyat Indonesia, oleh karenanya, kami dari pihak pemerintah desa sangat mendukung dan berharap program bantuan bagi masyarakat akan terus ada, terlebih lagi saat ini tatanan kehidupan kita berada dalam kondisi yang tidak menentu, oleh karenanya, mari kita bersatu padu untuk menata kehidupan kearah yang lebih baik dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi terwujudnya kehidupan yang berkeadilan dan berdaulat" jelasnya. (1c)

12 Jun 2026

AMKI Cirebon Raya , Salurkan Sembako untuk Anak Yatim dan Duafa di Ashabul Kahfi

INDOMEDIANEWS – Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Cirebon Raya menunjukkan kepedulian sosial yang nyata dengan menggelar aksi bakti sosial (baksos) pada Jumat (12/06/2026). 

Dalam aksi tersebut, AMKI menyalurkan bantuan sembako kepada puluhan anak yatim dan duafa di Yayasan Ashabul Kahfi, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon.

Kegiatan yang berlangsung usai ibadah sholat Jumat ini diawali dengan doa bersama di Sekretariat AMKI yang berlokasi di Desa Setupatok, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon. 

Aksi sosial ini dipimpin langsung oleh Ketua AMKI Cirebon Raya, Rudi, dengan didampingi oleh Ketua Panitia, Suripto, serta jajaran anggota organisasi lainnya.Ketua AMKI Cirebon Raya, Rudi, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kelancaran agenda berbagi ini.

“Alhamdulillah kegiatan ini bisa berjalan lancar. Saya ucapkan banyak terima kasih kepada para donatur dan rekan-rekan media yang telah berjuang menyukseskan kegiatan ini,” ungkap Rudi di sela-sela acara.Rudi menegaskan bahwa aksi kepedulian serupa akan dijadikan sebagai agenda rutin bulanan AMKI Cirebon Raya ke depannya.

 Ia berharap program berbagi ini terus diberi kelancaran dan konsisten membawa manfaat luas, khususnya bagi anak yatim dan duafa di Ashabul Kahfi serta masyarakat Cirebon pada umumnya.

Di tempat yang sama, Ketua Panitia Baksos, Suripto, menambahkan bahwa esensi dari kegiatan ini tidak sekadar menyerahkan bantuan fisik.“Baksos ini bukan sekadar memberi, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi antar-anggota dan menumbuhkan rasa empati terhadap sesama,” kata Suripto.

Adapun paket bantuan yang didistribusikan pada hari tersebut meliputi kebutuhan pokok sehari-hari, mulai dari beras, mi instan, telur, minyak goreng, hingga air mineral.

Merespons aksi baik tersebut, Ketua Yayasan Ashabul Kahfi, Wili Sumantri, menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para donatur yang telah menyalurkan bantuannya melalui AMKI Cirebon Raya."Ashabul Kahfi mengucapkan terima kasih banyak. 

Sembako ini sangat bermanfaat untuk anak yatim dan duafa yang ada di sini," tutur Wili.Pada kesempatan itu, Wili juga membeberkan kondisi terkini yayasan yang mengasuh 50 anak yatim tersebut.

 Ia mengungkapkan adanya kebutuhan mendesak bagi salah satu anak asuhnya yang hingga saat ini belum bisa dipenuhi oleh pihak yayasan.

"Di Ashabul Kahfi ada 50 anak yatim. Di antaranya ada salah satu anak yang sangat membutuhkan alat bantu dengar, dan Yayasan Ashabul Kahfi di sini masih belum bisa memenuhinya," pungkas Wili kepada Ketua AMKI Cirebon Raya, Rudi, berharap ada uluran tangan berikutnya yang dapat membantu.( 1c)