14 Feb 2026

AMKI dan FJO Berbagi Kasih Kepada 50 Tahfidz Qur'an Anak Yatim dan Dhuafa"

INDOMEDIANEWS - Dalam  menyambut bulan Suci Ramadhan bulan Februari 2026, Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Cirebon Raya bersama Forum Jurnalis Online (FJO), melakukan kegiatan Munggahan Ramadhan di jumat berkah dengan berbagi kasih ke rumah tahfidz Alquran di Argasunya Kota Cirebon. Jumat (13/2/2026).

Agenda rutin Jumat Berkah dengan tema munggahan bulan Suci Ramadhan tersebut dipimpin Ketua Forum Jurnalis Online (FJO) Toto M. Sa’id, didampingi Ketua AMKI Cirebon Raya Rudi, Suripto, Rondon dan Mahmud yang disambut langsung pengurus Yayasan Rumah Tahfidz Qur'an. 

Pada kesempatan itu, Toto M. Sa’id mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai bentuk kasih sayang jelang munggahan bulan Suci Ramadan dan sebagai bentuk komitmen organisasi wartawan yang hadir ditengah masyarakat. Artinya Wartawan tidak hanya hadir sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki tanggung jawab sosial dan keagamaan. 

“AMKI bersama Forum Jurnalis Online sebagai wadah wartawan sambut Munggahan bulan Suci Ramadhan dengan berbagi sembako kepada tahfidz Qur'an dalam menyambut serta melaksanakan ibadah shaum.” jelas Toto

Menurutnya, melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, AMKI dan FJO ingin menanamkan nilai kebersamaan, empati, dan kepedulian sosial di kalangan insan pers, sekaligus menghadirkan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

“Kami sangat peduli kepada rumah tahfidz qur'an anak yatim dan dhuafa, sesuai amanat Sunan Gunung Jati Cirebon, ‘Ingsun Titip Tajug lan Fakir Miskin’. Nilai inilah yang akan kami jaga dan realisasikan,” tandasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para donatur serta rekan-rekan wartawan yang telah menyisihkan rezekinya dalam kegiatan Jumat Berkah tersebut.

“Semoga apa yang diberikan menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan bagi kita semua,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Rudi, Ketua AMKI Cirebon Raya, bahwa kegiatan Jumat Berkah munggahan bulan Ramadhan ini menjadi sarana silaturahmi antar pemilik media dan jurnalis, sekaligus memperkuat rasa ukhuwah islamiyyah, kebersamaan dan kepedulian sosial di lingkungan pers.

“Alhamdulillah, hari ini AMKI dan FJO usai sholat Jumat dapat berbagi ke rumah tahfidz Qur'an berupa sembako kepada anak yatim juga dhuafa,” tuturnya.

Ditambahkan dewan penasehat Moh. Noly Alamsyah, agenda rutin Jumat Berkah yang digelar AMKI dan FJO ini menegaskan bahwa jurnalis tidak hanya berperan sebagai pilar demokrasi dan kontrol sosial, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dalam membangun religi serta ukhuwah islamiyyah.

Lebih dari itu, di tengah tantangan dunia jurnalistik yang semakin kompleks, kehadiran insan pers di ruang-ruang sosial seperti ini menjadi pengingat bahwa nilai empati keagamaan dan kemanusiaan harus tetap menjadi ruh profesi wartawan.

Jadi, munggahan Ramadhan melalui kegiatan jumat berkah menjadi pesan kuat bahwa AMKI dan FJO tidak hanya seremonibelaka, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat. 

"Pers yang dekat dengan rakyat adalah pers yang mampu menjaga kepercayaan publik, martabat profesinya serta nilai keagamaan dengan iman dan taqwa kepada Allah SWT. Pungkasnya. 

Sementara itu, mewakili rumah tahfidz Qur'an Mba sangat mengapresiasi kegiatan Jumat Berkah munggahan di bulan Suci Ramadhan yang dilaksanakan oleh AMKI dan FJO. Dan kegiatan ini rutin di laksanakan. 

“Kami mengucapkan terima kasih kepada AMKI dan Forum Jurnalis Online yang telah menunjukkan kepedulian nyata kepada para tahfidz Qur'an anak yatim serta dhuafa. Semoga Allah membalas dengan keberkahan dan kebaikan yang berlipat,” ungkapnya. (1c)

13 Feb 2026

Pemdes Mertapadawetan canangkan agenda rutin jelang Ramdhan "Komplek pemakaman Syech Sarifin"

INDOMEDIANEWS - Menjelang datangnya bulan Ramadhan, banyak warga dari berbagai golongan melaksanakan kegiatan bersih-bersih makam.
Hal tersebut seperti yang terlihat di kompex pemakaman Ki Buyut Serfin atau Syech Saripin yang berlokasi di Desa Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon.
Terlihat beberapa warga sedang melakukan kegiatan bersih-bersih makam yang terlihat banyak ditumbuhi tanaman liar.
Dari keterangan yang disampaikan salah seorang perangkat Desa Mertapada Wetan, Amir, dilaksanakannya kegiatan tersebut atas kerjasama seluruh warga Desa setempat 

"Kami melakukan kropakan pencarian sumbangsih kepada warga mertapadawetan, dari hasil sumbangsih tersebut dipergunakan untuk melakukan bersih-bersih seluruh area komplex pemakaman Syech Sarifin, Alkhamdulillah atas kepedulian antar warga, kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan baik" tuturnya, Kamis, 12/02/2026.

Lebih lanjut Amir menuturkan rasa bangganya atas peran serta semua pihak.

"Kami sangat Bersyukur, peranserta dan kebersamaan warga Mertapadawetan sangat tinggi, semoga ini merupakan langkah awal untuk meniti desa kearah yang lebih baik" tuturnya.

Sementara itu, Kuwu Mertapadawetan, Moh.Munif.AR sangat berterimakasih kepada seluruh pihak yang telah peduli dan bersama-sama bergotong royong untuk pelaksanaan program bersih-bersih area pemakaman.

"Tradisi bersih-bersih komplek Pemakaman ini merupakan agenda rutin tiap kali menjelang datangnya Bulan Ramadhan, Alkhamdulillah, melalui swadaya dan kepedulian seluruh pihak, agenda tersebut dapat dilaksanakan dengan baik, tentunya penghargaan dan ucapan terimakasih kami haturkan kepada seluruh warga Desa Mertapadawetan, diharapkan dengan kegiatan ini, area pemakaman Syech Sarifin akan lebih tertata apik dan terlihat resik" jelas Munif. (1c)

Banjir Landa Astanajapura dan Pangenan

INDOMEDIANEWS – Hujan deras yang mengguyur wilayah timur Cirebon pada Kamis (12/02/2026) sore mengakibatkan banjir di beberapa desa di Kecamatan Astanajapura dan Kecamatan Pangenan.
 
Desa Japura Bakti dan Japura Kidul Kecamatan Astanajapura, menjadi wilayah yang terdampak paling parah. 

Sedikitnya tiga blok di Desa Japura Kidul terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 40 cm.

Salah seorang perangkat Desa Japura Kidul, Haikal, banjir ini disebabkan oleh meluapnya Sungai Singaraja yang tidak mampu menampung debit air akibat intensitas hujan yang sangat tinggi. 

Ia juga menambahkan bahwa banjir ini merupakan kejadian rutin yang terjadi setiap tahun di desanya.
 
"Banjir tidak hanya melanda Desa Japura Kidul, tetapi juga Desa Japura Bakti dan Japura Lor di Kecamatan Pangenan, " ungkapnya. 

Dijelaskannya, dari 3 Blok tersebut sedikitnya puluhan rumah warga terendam dengan ketinggian bervariasi. 
Namun demikian jika hujan terus terjadi kemungkinan ketinggian banjir dan  wilayah terdampak semakin meluas. 

" Berharap adanya penanganan serius dari Pemerintah Daerah maupun instansi terkait dalam penanganan banjir yang menjadi rutinas tahunan di wilayahnya, " harapnya. 
 
Informasi yang diperolehnya, menyebutkan bahwa kondisi serupa juga terjadi di ruas jalan Kanci - Sindanglaut. Banjir di ruas jalan ini menyebabkan para pengguna kendaraan tidak dapat melintas dan terpaksa harus memutar arah melalui akses jalan Pengarengan - Lemahabang. ( 1c)

11 Feb 2026

Kuwu Cipeujeuh kulon gelar Musdes " Desil tepat sasaran "

INDOMEDIANEWS - Hampir terjadi di seluruh Desa, Persoalan  pendataan bagi penerima bantuan terus menjadi perbincangan dan rasa ketidak Adilan bagi Masyarakat yang merasa terampas Haknya dalam mendapat perhatian dari Pemerintah.
Untuk menyelesaikan permasalah tersebut salah satunya melalui Musyawarah Desa ( Musdes).
Hal ini pulan yang dilakukan Pemerintah Desa Cipeujeuh Kulon, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon.
Ditemui di ruang kerjanya sesaat sebelum dilaksanakannya acara Musdes, Kuwu Cipeujeuh Kulon, H.Lili Mashuri menuturkan perlunya dilaksanakan Musdes.

"Hari ini kami menggelar Musdes (Musyawarah Desa ) terkait verifikasi dan validasi data terpadu sosial ekonomi Nasional ( DTSEN)  dimana salah satu pembahasannya adalah terkait data Desil, yang mungkin selama ini menjadi persoalan dihampir seluruh desa, dengan digelarnya acara ini, salah satu tujuannya adalah membahas dan menjelaskan kepada Masyarakat tentang siapa saja yang patut menerima bantuan atau tidak, oleh karenanya kami memprioritaskan 4 skala Desil, diantaranya seperti siapa saja yang masuk Desil 1 (sangat miskin ) Desil 2 ( Miskin ) Desil 3 (hampir miskin ) dan Desil 4 (rentan miskin ) " tuturnya, Rabu, 11/02/2026.

Lebih lanjut Pria yang akrab disapa Jiwu ini menjelaskan perlu adanya pemahaman dan pengertian kepada Masyarakat tentang mana dan siapa saja yang masuk dalam kriteria penerima bantuan.

"Adanya Desil merupakan salah satu upaya Pemerintah untuk mengetahui siapa saja yang berhak dan siapa yang tidak berhak menerima bantuan atau Bansos, namun memang mungkin ada kendala tentang pendataan yang dirasa tidak sesuai, oleh karenanya kami dari Pemerintah Desa tentunya akan melibatkan banyak pihak, yang salah satunya adalah Puskesos untuk melakukan pendataan dengan benar, setelah dirasa datanya sudah sesuai dengan fakta, maka kami mengajukan ke pemerintah untuk mengirimkan nama-nama nama calon penerima bantuan, namun demikian Masyarakatpun harus paham, kami hanya bersifat mengajukan , namun siapa saja yang masuk dan ditentukan sebagai penerima, mutlak ada di Dinas Sosial, dengan adanya hal tersebut, sangat diharapkan, melalui Musyawarah Desa akan menghasilkan sesuatu yang terbaik dan benar-benar manfaatnya dapat dirasakan oleh Masyarakat yang memang berhak untuk menerima bantuan" pungkasnya.(1c)

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon usulkan peran Mahasiswa dilibatkan dalam persoalan Desil

INDOMEDIANEWS - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Dapil 6 , Nana Kencanawati menyoroti terkait persoalan Desil yang dirasa tidak sesuai fakta.
Menurutnya, banyak kesalahan dalam pendataan yang terjadi hingga menimbulkan persoalan dan berdampak pada ketidak Adilan.

Dalam keterangan yang disampaikan usai pelaksanaan Musrembang di Aula Kantor Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, Rabu,11/02/2026.

"Selama ini pendataan penduduk dirasa banyak terjadi kesalahan, termasuk banyaknya persoalan terkait Desil, betapa tidak, yang seharusnya warga itu masuk dalam Desil 1, malah dalam datanya ada di Desil 7, begitupun sebaliknya, hal ini tentunya sangat merugikan bagi Kalangan Masyarakat yang memang semestinya mendapat bantuan ataupun hal lainnya, sementara semuanya ditentukan dengan kriteria Desil, kalau datanya sesuai fakta sih tidak jadi masalah, sayangnya selama ini data yang ada tidak sesuai fakta dan bahkan telah terjadi kesalahan yang berulang" tuturnya.

Sebagai salah satu solusi untuk menyelesaikan persoalan Desil, Nana Kencanawati menyarankan langkah terbaik dengan melibatkan peran Mahasiswa.

"Desil ini datanya berasal dari Badan Pusat Statistik ( BPS)  dan selama ini banyak sekali kesalahan dalam pendataan, oleh karenanya saya mengusulkan untuk melibatkan para Mahasiswa yang sedang melaksanakan KKN di setiap desa, kita bisa menggunakan kemampuan para Mahasiswa untuk melakukan pendataan kepada setiap warga di setiap desa yang sedang melaksanakan KKN, dengan melibatkan Mahasiswa banyak keuntungan yang akan didapat, diantaranya adalah tidak adanya kepentingan atau politik, jadi kami beranggapan karena tidak adanya kepentingan, maka pendataannya akan berjalan baik sesuai fakta, hal lainnya adalah menghilangkan anggaran untuk pendataan, karena dulu saja kita menganggarkan anggaran untuk Dinsos dalam hal pendataan  mencapai angka Rp.4.5 Milyar, sementara hasilnya tidak sesuai atau banyak terjadi kesalahan.dengan adanya hal tersebut, maka alangkah baiknya jika persoalan pendataan dengan melibatkan peran Mahasiswa yang tengah melaksanakan kegiatan KKN, InsyaAllah selain akan menghasilkan pendataan yang valid juga bisa mengurangi pengeluaran anggaran" jelasnya .

Sementara itu, ditempat terpisah, H.Lili Mashuri, Kuwu Cupeujeuhkulon, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, menuturkan persoalan Desil yang selama ini ada perlu mendapat perhatian husus, oleh karenanya pihaknya dalam menentukan Desil melaksanakan acara Musdes Verikasi dan Validasi data terpadu sosial ekonomi Nasional (DTSEN).

"Desil memang kian hari kian menjadi perbincangan, ada yang merasa diuntungkan, namun banyak pula yang merasa dirugikan, ini terjadi karena adanya pendataan yang dirasa tidak sesuai, oleh karenanya, salah satu cara yang harus ditempuh adalah melalui acara Musdes ( Musyawarah Desa ) terkait data penduduk atau DTSEN" tuturnya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, melalui Musdes tersebut akan dijabarkan beberapa kriteria tentang Desil.

"Ada 4 skala prioritas yang akan kami laksanakan terkait keberadaan Desil, dari mulai Desil 1 hingga Desil 4, dimana kriterianya adalah sangat miskin, miskin, hampir miskin dan rentan miskin, dengan adanya Musdes ini diharapkan persoalan Desil bisa terselesaikan, yang perlu diperhatikan adalah kami dari pihak desa hanya bisa mengusulkan, sementara yang menentukan adalah dari Pemerintah atau Dinas Sosial, InsyaAllah, kedepannya pendataan penduduk ini bisa diselesaikan dengan baik dan dengan data sesuai fakta" pungkasnya.(1c)

10 Feb 2026

Kuwu Buntet Minta BBWS segera melakukan perbaikan

INDOMEDIANEWS - Longsor yang terjadi di tanggul Sungai Cikanci  yang berada di desa buntet kecamatan astanajapura Kabupaten Cirebon, merupakan masalah yang sudah ada sejak  lama.
Hal tersebut disampaikan Kuwu Desa Buntet, Edi Suhaedi SH , sejak dirinya menjabat pada periode pertama, yaitu tahun 2018 .cirebon Senin.

Dalam penuturannya, Kuwu dua periode ini menjelaskan

"Saya telah mengajukan perbaikan kepada BBWS, dan pihak dinas terkait juga sudah melakukan survei, tetapi hingga kini belum ada realisasi. Saya bahkan pernah melakukan cerucuk bambu dengan biaya sendiri sebanyak dua kali, namun sayangnya, setiap kali terjadi banjir, semua usaha tersebut hancur kembali" tuturnya, Selasa,11/02/2026.

permohonan tersebut sudah diterima oleh pihak BBWS , berharap kepada dinas terkait dan pemerintah Kabupaten Cirebon untuk memberikan perhatian serius terhadap masalah ini. 

Lebih lanjut Edi menjelaskan, 
"akses ini sangat penting, karena menghubungkan dua hingga tiga desa, yaitu Kanci Wetan dan Kanci kulon, serta menjadi jalur bagi para petani. Saat ini, tanaman tebu dan padi di sekitar lokasi terancam, dan petani pun enggan untuk menanam di sini karena jalannya sudah tidak bisa dilalui. Kami, masyarakat Buntet dan pemerintah desa, merasa kewalahan karena banyak petani yang tidak mau menanam akibat akses yang rusak"tuturnya 

Panjang longsoran diperkirakan sekitar 50 meter, dengan ketinggian lebih dari 2 hingga 3 meter. Upaya perbaikan dengan menggunakan bambu telah dilakukan dua kali, namun tetap saja longsor terjadi setiap musim hujan. 

"Harapan saya, agar dinas terkait dan pemerintah daerah Kabupaten Cirebon segera merealisasikan pembangunan tanggul ini. Dengan demikian, akses bagi masyarakat dapat kembali normal dan aktivitas sehari-hari dapat dilanjutkan seperti biasa"pungkasnya 


Sementara itu, salah seorang warga H Buang (57)  menuturkan.

"Saya adalah seorang petani, merasa prihatin,  karena dari tahun 2018 jalan yg tergerus longsor ini tak kunjung di benahi,karena jalan tersebut mengalami longsor jadi saya tidak bisa menanam di area ini. Mohon untuk diperbaiki agar kami, para petani, dapat bercocok tanam kembali. tidak itu saja Ini adalah akses utama dari Buntet menuju Kanci Kulon dan Kanci Wetan, jadi jika jalan ini tidak diperbaiki, kami tidak akan bisa beraktivitas dengan baik. Mohon segera untuk di perbaiki, sehingga kami para petani dan para pengguna jalan ini bisa berfungsi seperti biasanya"jelasnya. (1c)

9 Feb 2026

AMKI Cirebon Raya Resmi Dilantik "Ujian Nyata Profesionalisme Media di Era Digital"

INDOMEDIANEWS– Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Cirebon Raya resmi melantik pengurus baru periode 2026–2029 di Aula Pendopo Bupati Cirebon. Rudi terpilih sebagai Ketua AMKI Cirebon Raya dan dipercaya memimpin organisasi tersebut dengan komitmen memperkuat peran media konvergensi dalam menghadapi tantangan era digital.

Acara pelantikan dihadiri lebih dari 100 undangan, mulai dari tokoh media, pejabat pemerintahan, hingga berbagai elemen masyarakat. Momentum ini dinilai penting sebagai langkah awal membangun ekosistem media yang sehat, profesional, dan berkelanjutan di tengah derasnya arus informasi digital.

Dalam Pemaparannya, Rudi menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, AMKI harus mampu menjadi jembatan antara media konvensional dan media digital, sekaligus membangun sinergi yang konstruktif dengan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

“AMKI harus menjadi wadah yang menghubungkan media konvensional dan digital, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah dan masyarakat. Dengan kolaborasi yang solid, kita bisa memberikan kontribusi positif bagi pembangunan bangsa,” ujarnya.

Dalam agenda 100 hari kerja, Rudi menegaskan komitmennya untuk membangun kerja sama strategis dengan instansi pemerintah maupun sektor swasta. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi media anggota AMKI, baik dari sisi profesionalisme, kapasitas, maupun keberlanjutan usaha media.

Ketua AMKI Jawa Barat, Catur Azi, mengapresiasi terpilihnya Rudi sebagai ketua. Ia menekankan bahwa media konvergensi memiliki peran penting dalam mengintegrasikan berbagai platform komunikasi, sekaligus menyajikan informasi yang cepat, akurat, dan bermanfaat bagi publik.
“Peran AMKI sangat penting dalam mendorong media tetap relevan di tengah perubahan teknologi,” tegasnya.

Harapan besar pun disematkan pada kepengurusan baru AMKI Cirebon Raya untuk terus mengedukasi publik tentang pentingnya media berkualitas, menjaga independensi, serta menegakkan etika jurnalistik. Kepengurusan baru juga diharapkan mampu memperjuangkan kepentingan anggota, meningkatkan kualitas media, dan memperluas jaringan kerja sama.
( 1c)

7 Feb 2026

Pemdes Panongan Lor Gelar Ngaji Budaya dihadiri Anggota DPRD Jawa Barat

INDOMEDIANEWS -Budaya dan tradisi merupakan cerminan dari sebuah peradaban suatu Daerah yang penuh dengan beragam kearifan dan keistimewaan.
Salah satunya adalah Desa Panongan Lor, Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon.
Sebagai salah satu Desa yang memiliki history atau kisah yang masuk dalam babad tanah Cirebon, Menarik perhatian seorang Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Bambang Mujiarto.ST untuk menggelar acara Road Show Dialog Budaya atau ngaji Budaya yang bertempat di Aula Kantor Desa setempat, pada Jum'at, 06/02/2026.
Dalam pemaparannya, Anggota DPRD Jabar Dapil XII yang meliputi Kab/Kota Cirebon dan Kabupaten Indramayu tersebut menekankan perlunya pelestarian dan kecintaan dalam menjaga Budaya maupun seni tradisi Daerah.

"Budaya atau tradisi harus menjadi sebuah kearifan yang wajib dijaga dan dilestarikan, terlebih lagi di Cirebon ini, sebagaimana kita ketahui, bahwa Cirebon merupakan sebuah wilayah yang penuh dengan cerita Budaya Adi luhung, salah satunya seperti Budaya atau tatar Desa Panongan lor,  yang mana salah satu yang memiliki nilai sejarah yang sarat makna, dalam sejarah yang dipaparkan para budayawan Cirebon, kisah Panongan lor identik dengan cerita atau Babad Cirebon keberadaan Golok Cabang, ini menunjukan bahwa di Desa ini memiliki sejarah yang sangat istimewa" tuturnya.

Sementara itu, Kuwu Panongan lor, Agus Syamsah sangat berterimakasih atas kunjungan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat yang hadir di desanya dalam acara Dialog Budaya.

"Atas nama Pemerintahan Desa Panongan Lor menghaturkan terimakasih atas kehadiran Bpk Bambang Mujiarto Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat yang telah menggelar acara Dialog Budaya dan mendukung penuh wisata Desa, diharapkan dengan adanya perhatian Husus dari para pemangku kebijakan tentang wisata atau Budaya yang ada di Kabupaten Cirebon, keberadaan desa untuk meningkatkan wisata dan mempertahankan tradisi Daerah semakin bisa dimaksimalkan, terlebih lagi desa Panongan lor memiliki histori atau sejarah yang melekat dengan babad Cirebon, yaitu keberadaan tentang cerita awal adanya Golok Cabang, semoga sejarah yang ada di Desa kami bisa dijadikan sebuah acuan untuk bisa dijadikan sebagai salah satu Desa Wisata" tuturnya.

Acara tersebut selain dihadiri para Tokoh Budaya, Masyarakat dan unsur terkait lainnya, hadir pula Wakil Bupati Cirebon, yang akrab disapa Jigus.(1c)

AMKI dan FJO Tebar Keberkahan Di HPN 2026

INDOMEDIANEWS - Dalam rangkaian menyambut peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026, Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Cirebon Raya bersama Forum Jurnalis Online (FJO) melakukan kegiatan sosial Jumat Berkah dengan mengunjungi GRAY anak yatim dan dhuafa di Kesambi Kota Cirebon. Jumat (6/2/2026).

Agenda rutin Jumat Berkah tersebut dipimpin oleh Ketua Forum Jurnalis Online (FJO) Toto M. Sa’id, didampingi Ketua AMKI Cirebon Raya Rudi, Sukri yang disambut langsung Mba Rika bersama suami mewakili Gray Yatim dan dhuafa. 

Toto M. Sa’id menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen organisasi wartawan untuk tidak hanya hadir sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki tanggung jawab sosial dan moral.

“Ini menunjukkan komitmen AMKI bersama Forum Jurnalis Online sebagai wadah wartawan yang peduli terhadap anak yatim dan dhuafa sebagai generasi penerus dalam memperkuat pondasi kepedulian sosial dan lingkungan juga peran jurnalis yang peduli anak yatim dan dhuafa.” jelas Toto.

Menurutnya, melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, AMKI dan FJO ingin menanamkan nilai kebersamaan, empati, dan kepedulian sosial di kalangan insan pers, sekaligus menghadirkan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

“Kami sangat peduli kepada anak yatim dan dhuafa, sesuai amanat Sunan Gunung Jati Cirebon, ‘Ingsun Titip Tajug lan Fakir Miskin’. Nilai inilah yang terus kami jaga dan aktualisasikan,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para donatur serta rekan-rekan wartawan yang telah menyisihkan rezekinya dalam kegiatan Jumat Berkah tersebut.

“Semoga apa yang diberikan menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan bagi semua pihak,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Rudi, Ketua AMKI Cirebon Raya, yang didampingi Nawawi, bahwa kegiatan Jumat Berkah ini juga menjadi sarana silaturahmi antar pemilik media dan jurnalis, sekaligus memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian sosial di lingkungan pers.

“Alhamdulillah, hari ini AMKI dan FJO usai sholat Jumat dapat berbagi rezeki berupa sembako kepada anak yatim, dhuafa, dan santri tahfidz Qur’an. Kegiatan ini penuh keberkahan dan mempererat kebersamaan antar insan media,” tuturnya.

Ditambahkan dewan penasehat Moh. Noly Alamsyah, agenda rutin Jumat Berkah yang digelar AMKI dan FJO ini menegaskan bahwa jurnalis tidak hanya berperan sebagai pilar demokrasi dan kontrol sosial, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dalam membangun solidaritas dan kepedulian kemanusiaan. 

Lebih dari itu, di tengah tantangan dunia jurnalistik yang semakin kompleks, kehadiran insan pers di ruang-ruang sosial seperti ini menjadi pengingat bahwa nilai empati dan kemanusiaan harus tetap menjadi ruh profesi wartawan.

Jadi, dari rangkaian HPN 2026 melalui kegiatan sosial semacam ini juga menjadi pesan kuat bahwa peringatan Hari Pers Nasional tidak melulu diisi dengan seremoni, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat. 

"Pers yang dekat dengan rakyat adalah pers yang mampu menjaga kepercayaan publik dan martabat profesinya. Tandanya. 

Sementara itu, mewakili Gray Mba Rika mengaku sangat mengapresiasi kegiatan Jumat Berkah yang dilaksanakan oleh AMKI dan FJO. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan menjadi agenda rutin.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada AMKI dan Forum Jurnalis Online yang telah menunjukkan kepedulian nyata kepada anak yatim, dhuafa. Semoga Allah membalas dengan keberkahan dan kebaikan yang berlipat,” ujarnya. (1c)

6 Feb 2026

Aneka Batu hias dan lukisan kembali diburu para kolektor

INDOMEDIANEWS -Ditengah perkembangan jaman dan kemajuan berbasis teknologi, pengrajin dan penjual batu mulia hingga batu akik kembali menggeliat dengan menyajikan berbagai tipe dan bentuk yang disesuaikan dengan minat atau pesanan dari konsumen dari berbagai lapisan Masyarakat.
Salah seorang pengrajin dan pecinta sekaligus penjual batu hias, Bang Iduy, menuturkan berbagai jenis batu kembali akan menggema seperti beberapa tahun kebelakang.

"Saat ini para pecinta batu hias atau sejenisnya akan kembali menggeliat seperti beberapa tahun yang lalu, sebagai pecinta dan pengrajin, kami menyediakan berbagai jenis batu yang kerap diburu oleh para kolektor batu, ada beberapa jenis yang kami sajikan, seperti 1.parabia turmalin dari munjabek ,Birma, dan Madagaskar
2.Rubi yg warna merah cabe berasal dri Birma juga munjabek
3.emerald(jambrut) dri Columbia ,Zambia,Afganistan (panjir) yg masih di di buru warna yg hijau kebiruan..
4.saforet garnet dari kenya dan tanzania.
5.red pinel dari Birma,Vietnam,dan Asia lainnya
Dan untuk batu lokal atau Nusantara masih di dominasi oleh Bacan..dengan warna nya yg mewah..pancawarna yg artistik banget visual seniman alam..ijo Garut ..kalimaya yg di kenal dengan jarong nya dengan berbagai warna yg muncul di dalam batu.y..sangat memukau..idocrase ..solar dan batu gambar, batu-batu tersebut kami sediakan dengan harga yang disesuaikan, karena pada hakekatnya harga batu itu tergantung kecintaan, jadi secara umum, untuk menghargai sebuah batu sangatlah tidak mudah,semisal, bagi pecinta batu pirus bisa bernilai tinggi jika pembelinya sangat fanatik dengan pirus" tuturnya, Jum'at, 06/02/2026.

Bang Iduy yang saat ini membuka gerai atau galeri batu di Ruko No 4 Alun-alun Lemahabang, samping Happy Salon/jalan ke arah Bidan Mesa, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, lebih lanjut menjelaskan.

"Saya sangat yakin, beberapa waktu kedepan, keberadaan pengrajin atau pecinta batu akan kembali menghiasi dunia seni ,hususnya para kolektor yang sangat sejak lama menjadi penggemar setia, oleh karenanya, kami sebagai salah seorang pengrajin dan penjual batu akik atau hias memberikan pelayanan maksimal bagi para pecinta batu, sesuai dengan apa yang disukai, tentunya dengan kualitas maksimal dan harga minimal, bahkan di grai atau kios kami, tidak semata menjual atau menyediakan berbagai jenis batu, namun dijual pula berbagai kreasi seni lainnya, seperti lukisan atau kerajinan dari berbagai bahan baku atau disesuaikan dengan pesanan"pungkasnya.

5 Feb 2026

Hanya karena Alat Tulis "Siswa Sekolah Dasar Akhiri hidup" Pemerintah harus bijak

Penulis : R.Agus Syaefuddin


Tragis, kemiskinan telah meruntuhkan moral dan kepercayaan kehidupan seseorang hingga memutuskan jalan pintas demi mengakhiri penderitaan sebagai jalan terbaik.
Betapa miris, bukan hanya kemiskinan bersifat materi, namun kemiskinan batiniah dan lainnya menjadi faktor penunjang seseorang untuk mengambil langkah pintas sebagai salah satu solusinya.
Dampak kemiskinan tidak hanya terjadi kepada seseorang untuk berbuat kejahatan, namun yang lebih tragis lagi adalah mengakhirinya dengan cara mengakhiri hidupnya.
Baru saja terjadi, Gadis cilik berusia 10 tahun yang baru duduk dibangku kelas 4 Sekolah Dasar di suatu daerah, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri hanya karena tidak bisa memiliki alat kelengkapan sekolah.
Ini tidak perlu dijadikan ajang perdebatan yang berkepanjangan, namun yang perlu dipahami adalah, kemiskinan yang menerpanya sebagai salah satu faktor utama terjadinya hal tersebut.
Jika saja kita atau Pemerintah bisa berfikir bijak dan menghapus ego atau ambisi, hal tersebut bisa dihindari dengan cara yang lebih bijak dan penuh nalar sebagai Manusia.
Bisa kita bayangkan, Anak yang masih usia sangat kecil, mengambil jalan pintas karena kekecewaan yang nilainya sangat kecil, dengan mudahnya mengakhiri hidupnya dan meninggalkan luka mendalam bagi semua pihak yang memiliki naluri sebagai Manusia.
Ini hanya sebagian contoh yang mungkin akan terus terulang jika tidak segera diambil langkah yang kongkrit.
Menilik hal tersebut, penyebab dari terjadinya peristiwa yang memilukan ini hanya karena tidak adanya biaya untuk memenuhi kebutuhannya sebagai Siswa atau pelajar karena aspek kemiskinan.
Jika saja kita sebagai Anak Bangsa bisa memberikan masukan atau evaluasi terhadap berbagai kebijakan yang diterapkan Pemerintah, mungkin akan lebih baik program yang selama ini menjadi perbincangan, seperti salah satunya adalah Program MBG ( Makan Bergizi Gratis) dialihkan menjadi Program Pendidikan Gratis tanpa kecuali dengan aturan Hukum yang tegas.
Selama ini Memeng sering didengungkan adanya sekolah gratis atau lainnya, namun pada kenyataannya masih banyak terjadi pungutan atau apapun namanya dengan dalih yang seakan membenarkan.
Coba kita berfikiran Arif, berapa banyak anggaran yang digelontorkan dalam program MBG, jika dihitung secara kasar, setiap Siswa penerima MBG dianggarkan pada kisaran Rp.10.000 per porsi, diambil rata-rata setiap Bulannya adalah 25 porsi, maka per Siswa dianggarkan sebesar Rp.250.000.
Andai saja anggaran sebesar itu dialihkan untuk biaya pendidikan, akan lebih berdampak positif.
Dengan kekuasaan yang dimiliki Pemerintah, tentunya hal tersebut tidaklah sulit, dengan catatan, Sekolah dimanapun tidak diperbolehkan memungut sepeserpun kepada para Siswa, termasuk Sekolah diwajibkan untuk memenuhi kebutuhan para Siswa, seperti perlengkapan Sekolah, dari mulai alat tulis hingga seragam Sekolah.
Jika ditemukan adanya Sekolah yang melakukan pungutan dengan dalih apapun, terapkan Hukum Pidana.
Coba kita berfikiran positif, andai setiap sekolah memiliki minimalnya seratus Siswa, maka dalam setiap Bulan Sekolah akan menerima anggaran sebesar Rp.25.000.000 jika dikali 12 Bulan, maka Sekolah akan menerima Anggaran sebesar Rp.300.000.000.
Dengan jumlah sebesar itu, tentunya bisa menunjang kualitas pendidikan lebih baik, termasuk mampu mensejahterakan para Guru Honor dan menambah fasilitas pendidikan lainnya.
Uraian diatas, merupakan pemikiran yang sangat simpel dan bisa dikalkulasi dengan tidak memerlukan pemikiran para pemikir ulung.
Hanya saja, apapun yang ada dipikiran Rakyat terkadang dikalahkan oleh kebijakan dan kepentingan segelintir orang atau golongan.
Semoga dengan terjadinya peristiwa gantung diri yang dilakukan oleh Siswa Sekolah yang baru berusia 10 Tahun, mampu membuka mata hati dan menghilangkan keegoan dan keserakahan demi kepentingan yang selalu mengatasnamakan RAKYAT.

4 Feb 2026

Deklarasi Korbasis Karangsembung "LSM Kompak tegaskan katakan tidak untuk Korupsi"

INDOMEDIANEWS - Ratusan Pengurus dan Anggota LSM dari berbagai Wilayah hadir dalam acara Deklarasi Pengukuhan Kepengurusan LSM Kompak Korbasis Kecamatan Karangsembung Raya Kabupaten Cirebon, Rabu, 04/02/2026.
Acara yang dilaksanakan dan bertempat di salah satu Rumah Makan yang ada di Kabupaten Cirebon timur tersebut berjalan dengan penuh semangat dan kebersamaan.

Dalam pemaparannya, Ketua DPP LSM Kompak, Sudarto .SH, mengharapkan adanya semangat dan keinginan dari seluruh Anggota Kompak untuk berjuang demi kepentingan Rakyat diatas segalanya.

"Kami mengharapkan kepada pengurus yang baru dikukuhkan dan seluruh Anggota Kompak untuk mengutamakan kepentingan Masyarakat diatas segalanya, berani berjuang untuk kepentingan Rakyat, sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat yang berpedoman pada kepentingan Rakyat, tugas kita tidaklah mudah, namun bukan berarti kita tidak bisa jika apa yang kita lakukan berdasarkan rasa keadilan, Sosial, Kemasyarakatan dan kepentingan Masyarakat secara umum, intinya mari kita berjuang dan berkarya demi Republik tercinta, selama apa yang kita lakukan demi Rakyat, tidak ada istilah takut apalagi mundur" tuturnya.

Lebih lanjut Sudarto Menegaskan, bahwa di Republik ini sangat banyak persoalan yang hingga saat ini belum dapat diselesaikan secara maksimal, khususnya Tindakan Korupsi dan kesewenangan demi kepentingan segelintir Orang maupun golongan, termasuk diantaranya adalah keberadaan MBG ( Makan Bergizi Gratis)

"pada prinsipnya kami sangat mendukung adanya program MBG, hanya saja yang perlu kami tegaskan adalah adanya pengawasan yang ketat, hususnya dari pihak Kesehatan, jangan sampai terjadi persoalan seperti yang terjadi dibeberapa daerah selama ini, jangan sampai program yang tujuannya baik malah menghasilkan sesuatu yang kurang baik, satu hal lagi yang perlu kita sikapi adalah masih banyaknya prilaku korupsi di berbagai bidang, dan saya sebagai Ketua DPP LSM Kompak menegaskan tidak ada tempat untuk korupsi di Republik Ini, selain itu, kami mengucapkan selamat kepada pengurus Korbasis Kecamatan Karangsembung, selamat bertugas, jaga nama baik Lembaga dan junjung tinggi nilai-nilai Pancasila" pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Korbasis  LSM Kompak Kecamatan Karangsembung, Ade Falah usai acara pengukuhan menegaskan sikapnya akan berjuang demi Rakyat.

"Kita jangan bangga dengan atribut maupun sejenisnya, selagi kita belum bisa mengabdi demi Rakyat, oleh karenanya, kami mengajak seluruh unsur untuk berani katakan tidak bagi ketidak Adilan, LSM Kompak hadir demi Rakyat dan berjuang demi Rakyat, dalam kesempatan yang sangat luhur ini, saya sebagai ketua Kecamatan Karangsembung menegaskan dan mengajak seluruh lapisan untuk mengabdi dan bekerja sesuai fungsi keberadaan LSM, jangan takut bertindak dan katakan tidak untuk ketidak Adilan, selama kita berjalan di jalur yang benar, tidak ada istilah takut, semangat kita satu " Kompak" jelasnya.(1c)

3 Feb 2026

Budayawan Cirebon soroti keberadaan Wisata

INDOMEDIANEWS - Seakan berjalan ditempat dan bahkan lambat dalam pengembangan wisata yang ada di Kabupaten Cirebon terjadi karena adanya banyak faktor, diantaranya adalah kekurang pahaman para pemangku kebijakan yang bergerak dibidang perpariwisataan.
Hal tersebut dipaparkan salah seorang penggiat seni budaya dan wisata, sekaligus ketua FPK ( Forum pembauran kebangsaan)  H.Taufik,  yang menyikapi terjadinya kelambatan dalam pengembangan wisata.

"Kabupaten Cirebon sebetulnya memiliki potensi wisata yang sangat luar biasa, hanya saja memang selama ini terkesan wisata di Kabupaten Cirebon jalan ditempat, pertanyaannya mengapa bisa demikian, tentunya ada beberapa faktor penyebabnya, diantanya adalah kekurang pahaman para pemangku kebijakan yang bergerak dibidang perpariwisataan, semisal kurangnya memahami apa itu konsep wisata dan bagaimana cara mengelola wisata agar bisa berkembang dan tidak bersifat gebragan" tuturnya, Selasa,03/02/2026.

Lebih lanjut Taufik menuturkan, bahwa keberadaan wisata seharusnya disesuaikan dengan tempat atau keadatan yang ada di desa itu sendiri, semisal kita ambil contoh di Kecamatan Lemahabang, menurut hemat kami, di kecamatan Lemahabang ada beberapa desa yang memiki potensi wisata yang sangat menjanjikan, seperti Desa Belawa yang dikenal dengan wisata Kura-Kura, Cipeujeh wetan yang dikenal dengan hintip tahunya, Desa Asem dengan konsep bakri, Tuk Karang Suwung dan Sindang Laut dengan wisata religinya dan Desa Sigong yang merupakan desa Budaya dengan Wayang golek cepak, semuanya merupakan tempat yang sangat potensial untuk dijadikan wisata, hanya saja persoalannya tempat yang potensi tersebut kurang bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh beberapa pihak, termasuk pemerintahan desa itu sendiri, intinya mereka yang bergerak dibidang pariwisata harus memiliki kemampuan tentang bagaimana caranya mengembangkan wisata secara langsung, dalam artian bukan berdasarkan katanya atau hanya belajar dari gogel, jadi kalau ingin memajukan wisata harus disesuaikan denga kondisi desa itu sendiri dan kearifan yang ada di desa tersebut, jangan sampai hanya sebatas membangun tanpa ada konsep kelanjutan yang jelas" pungkasnya.(1c)

Perlukah Program MBG dipertahankan ?

Penulis R.Agus Syaefuddin

Harus diyakini, apapun program yang dicanangkan oleh Pemerintah dipastikan bertujuan baik demi Masyarakat.
Namun tentunya baik saja tidak cukup, harus diimbangi dengan berbagai pertimbangan dan kearifan yang benar-benar bermanfaat bagi Masyarakat tanpa merugikan sebagian Masyarakat lainnya.
Hal ini pula yang terjadi dalam pelaksanaan Program MBG ( Makan Bergizi Gratis)
Disatu sisi, program tersebut memberikan keuntungan bagi banyak pihak, seperti mengurangi dampak pengangguran, memberikan kesempatan pekerjaan, memberikan Hak Anak Bangsa untuk menikmati makanan yang bergizi tanpa harus membayar, meningkatkan kualitas mutu kesehatan dan lain-lain.
Namun pada kenyataannya, program yang sangat baik tersebut tidak dibarengi dengan kebaikan lainnya.
Diantara dari dampak adanya program MBH tersebut adalah banyak terjadi keracunan akibat makanan yang disalurkan, berkurangnya pendapatan pedagang kecil yang diakibatkan karena barang yang diperlukan sudah di drop oleh pengelola dapur MBG, hususnya para pedagang buah eceran dan sejenisnya, tidak sesuainya nutrisi atau kebutuhan yang sesuai dengan usia para penerima makan bergizi gratis, karena setiap usia tidak sama nilai pemenuhan gizinya.
Dari beberapa hal yang terjadi selama ini, tentunya perlu mendapat perhatian dan kajian lebih mendalam, apakah Program tersebut layak dipertahankan atau lebih baik dialihkan untuk program lainnya.
Betapa tidak, anggaran untuk makan bergizi tersebut nilainya sangat luar biasa, sementara manfaatnya kerap kali menimbulkan persoalan.
Dari berbagai data yang diperoleh, Anggaran untuk program MBG dalam setiap tahunnya menepan anggaran  sebesar Rp. 71 Triliun, jika dirata-rata setiap bulannya mencapai angka Rp.5, 92 Triliun, inipun bisa berubah dan disesuaikan dengan kebutuhan.
Andai saja anggaran tersebut dialihkan untuk pendidikan atau kesehatan, mungkin akan lebih baik dan bermanfaat bagi semua lapisan Masyarakat tanpa ada yang merasa dirugikan.
Ironisnya, walaupun banyak menimbulkan persoalan, bahkan banyak sekolah yang menolak program MBG, nyatanya program tersebut terus berjalan.
Ada secerah harapan dengan stetmen yang dikeluarkan oleh Menteri Keuangan (Purbaya Yudhi Sadewa ) yang mengatakan akan menghentikan program MBG tersebut, namun apakah mampu hal tersebut dijadikan kenyataan, sementara yang memegang kekuasaan penuh adalah Presiden Republik Indonesia, dan Program MBG merupakan salah satu program unggulan Presiden Republik Indonesia ( Prabowo)
Andai saja keegoisan bisa dipinggirkan, tentunya tidak ada kata malu atau gengsi untuk merubah sebuah program ke program lainnya yang lebih bermanfaat dari sekedar bermanfaat.
Kini kita hanya bisa berharap, agar Pemerintah lebih Arif dan bijak dalam menentukan berbagai kebijakan, sekali lagi, penulis hanya menegaskan, baik saja tidak cukup tanpa dibarengi dengan kata "BENAR" dan istilah benar ini jangan dijadikan sebuah kebenaran jika ujungnya untuk pembenaran sendiri.

2 Feb 2026

Kura-Kura langka Cikuya "kekurangan lahan penangkaran'"

INDOMEDIANEWS -Aktifis Cirebon Timur yang akrab disapa Bunda Lili, menyoroti Keberadaan Obyek Wisata Edukasi Cikuya, yang berlokasi di Desa Belawa, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon.
Wanita yang aktif di bidang Kemasyarakatan ini mengharapkan adanya perhatian dari Pihak Pemerintah untuk keberlangsungan Wisata Cikuya yang identik dengan keberadaan Kura-kura langka.

"Kami saat ini hadir bersama Ibu-ibu senam untuk melihat secara langsung keberadaan Obyek wisata Cikuya, menurut saya wisata Cikuya ini merupakan salah satu Obyek Wisata yang harus didukung dan diperhatikan secara penuh oleh Pemerintah, baik Kabupaten, Provinsi maupun pusat, mengapa demikian, karena di Kabupaten Cirebon, Wisata Cikuya ini merupakan wisata edukasi dan konservasi bagi berkembangbiaknya Kura-kura yang masuk dalam kategori langka, secara keseluruhan memang terlihat wisata ini sudah sangat asri dan cocok untuk dijadikan salah satu tempat kunjungan wisata, hanya saja mungkin akan lebih baik lagi jika diperluas dan ditambah fasilitas lainnya, oleh karenanya, kami sangat berharap, agar instansi atau Dinas terkait lebih memperhatikan keberadaan wisata ini, jangan sampai Kura-kura langka ini punah hanya karena kurangnya fasilitas pendukung" tuturnya, Minggu, 01/02/2026.

Senada hal tersebut disampaikan salah seorang anggota atau pengurus Pokdarwis, yang akrab disapa Kang Awod, dirinya menjelaskan, bahwa kekurangan Cikuya adalah terbatasnya lahan.

"Kami selain mengurus dan membudidayakan keberlangsungan Kura-kura  berjenis labi-labi ini, hal lainnya adalah bagaimana agar wisata Cikuya ini tetap bisa ada dan berupa untuk terus meningkatkannya, ini semua kami lakukan semata agar Kura-kura langka ini tidak punah" tuturnya.

Lebih lanjut Awod menuturkan, bahwa kendala yang terus ada dan belum bisa terselesaikan adalah keterbatasan lahan untuk membudidayakan Kura-kura.

"Idealnya kami memiliki tempat penangkaran yang memadai, saat ini Balong penangkaran yang ada hanya berjumlah tiga ditambah satu Balong utama, seharusnya minimalnya ada lima Balong penangkaran dengan ukuran yang memadai, sementara Balong yang ada saat ini selain ukurannya terlalu kecil, juga jumlahnya kurang, jika hal ini terus demikian, maka kami akan kesulitan untuk memelihara agar Kura-kura ini tetap ada, oleh karenanya kami sangat berharap kepada Dinas terkait untuk memberikan perhatian akan kelangsungan wisata Cikuya, terutama adanya penambahan dan perluasan lahan, agar selain bisa memaksimalkan dalam mengurus Kura-kura yang kian hari kian bertambah, juga bisa menambah fasilitas wisata, agar para pengunjung lebih tertarik untuk datang dan menikmati wisata edukasi Cikuya, yang merupakan satu- satunya wisata yang menyuguhkan Kura-kura langka berjenis labi-labi" harapnya.(1c)

30 Jan 2026

Kuwu Mertapadawetan berharap Puskesos yang baru segera terbentuk

INDOMEDIANEWS - Pemerintah desa Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, terus berupaya untuk menyelesaikan persoalan terkait pembekuan kepengurusan Puskesos yang lama.
Sebelumnya ada beberapa yang mengatasnamakan Masyarakat menuntut adanya pergantian kepengurusan Puskesos dengan segala persoalannya.
Menyikapi hal tersebut, dengan sigap Kuwu Mertapadawetan, Moh.Munif.AR melakukan pembekuan dan mengeluarkan pengumuman rekrutmen kepengurusan Puskesos yang baru.
Hal tersebut disampaikan Kuwu Munif di ruang kerjanya, Jum'at 30/01/2026.

"Kami sudah memenuhi tuntutan Masyarakat untuk melakukan evaluasi dan pembekuan terhadap pengurus Puskesos karena adanya beberapa aduan, dan langkah yang telah kami lakukan selain pembekuan adalah membuka lowongan atau kesempatan bagi warga Masyarakat yang minat menjadi pengurus Puskesos" tuturnya.

Lebih lanjut Munif menjelaskan, bahwa langkah yang telah ditempuh adalah dengan melakukan koordinasi dengan pihak Dinsos Kabupaten Cirebon, termasuk memberikan daftar atau nama calon pengurus Puskesos yang baru.

"Ada 7 nama Calon pengurus Puskesos yang telah kami kirimkan kepada Dinas Sosial, dimana nantinya yang menentukan siapa yang masuk atau tidak sepenuhnya ada ditangan Dinsos, kami hanya sebatas menyerahkan nama -namanya saja, bahkan dari informasi yang saya terima, bahwa Dinsos akan melakukan sesi wawancara kepada para calon pengurus Puskesos yang InsyaAllah akan dilaksanakan pada Hari Selasa Tanggal 3 Februari 2026, karena sesi wawancara ini akan dilaksanakan kepada seluruh calon Pengurus Puskesos dari beberapa desa lainnya, harapan saya sebagai Kuwu agar pembentukan pengurus Puskesos yang baru bisa secepatnya terealisasi, ini perlu dilakukan agar pelayanan terhadap Masyarakat tidak terhambat, oleh karenanya,  selama beberapa hari ini saya terus berkomunikasi dengan pihak Dinsos agar mempercepat kepengurusan Puskesos, jadi kami berharap jangan sampai ada stigmen bahwa pihak Pemdes tidak berupaya maksimal dalam menyelesaikan persoalan Puskesos" pungkasnya. (1c)

Tinah Terpilih menjadi Ketua PAC PDIP Kec Lemahabang

INDOMEDIANEWS - Tinah, Anggota DPRD Kabupaten Cirebon,  dipilih menjadi ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Lemahabang Kabupaten Cirebon. Acara yang berlangsung di GOR Desa Asem, berlangsung kondusif.

Dalam keterangannya, Ketua DPC PDI Perjuangan, Rudiana mengatakan, pemilihan ketua ini sebagai bentuk kepatuhan pada partai dalam melaksanakan roda organisasi. "Alhamdulillah, kegiatan berlangsung kondusif, hingga memutuskan saudari Tinah menjadi Ketua PAC Kec Lemahabang" tuturnya, Kamis (29/1/2026).

Rudiana menjelaskan, dalam melaksanakan roda partai diperlukan sinergitas yang baik dari seluruh elemen partai, termasuk PAC Lemahabang yang perlu maksimalkan mesin partai dengan menambah kursi di Dapil VI. "Kedepannya, Dari dua kursi, ditargetkan tiga kursi di Dapil VI pada Pileg mendatang," jelasnya.

Sementara itu, Ketua PAC Lemahabang terpilih, Tinah mengungkapkan, akan semaksimal mungkin dalam menggerakkan mesin partai di kecamatan ini. "Dengan kebersamaan, target kursi pada Pileg mendatang akan tercapai," ungkapnya.

Anggota DPRD Kabupaten Cirebon Dapil VI ini mengucapkan terima kasih pada seluruh pengurus dan pimpinan yang mempercayakan dirinya menjadi ketua. "Mari kita bersama-sama bekerja dan memberikan yang terbaik bagi Masyarakat Cirebon, kita satukan visi misi agar Kabupaten Cirebon semakin maju dan berkembang dalam segala aspek positif" jelasnya.(1c)

29 Jan 2026

warung depan ex pasar Desa siap ditertibkan "Kuwu Mertapadawetan akan gelar Musdes"

INDOMEDIANEWS -Pemerintah desa Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, terus melakukan pembenahan dan penertiban bangunan , hususnya terkait keberadaan pedagang yang membangun lapak atau tempat berjualan yang dirasa tidak elok atau menciptakan kesan kumuh.langkah yang telah dilakukan Pemdes Mertapadawetan adalah dengan melakukan penertiban para pedagang yang berada di samping depan halaman Kantor desa setempat dan membangun beberapa kios bagi para pedagang agar terlihat rapih dan tertata.
Pembenahan bagi para pedagang pun diharapkan tidak berhenti sampai disitu, hususnya bagi para pedagang yang berada didepan ex pasar mertapadawetan.
Terlihat beberapa kios dibangun di depan pasar tersebut yang telah lama terbengkalai.hal ini tentunya harus menjadi perhatian pihak pemerintah desa mertapadawetan, agar penertiban para pedagang harus dilakukan agar penataan semakin terlihat apik.
Dari informasi yang diperoleh, bahwa pembangunan beberapa warung yang berada didepan ex pasar tersebut adalah milik perairan atau PU.
Keberadaan tanah tersebut dibenarkan oleh salah seorang pegawai PUPR, Maman. 

"Memang benar, tanah tersebut bukan milik desa, tapi milik PU, rencana memang akan dilakukan penertiban atau pembongkaran beberapa warung yang berdiri diatas lahan milik PU, namun demikian tentunya keputusan akhirnya kami serahkan kepada kesiapan pemerintah Desa, dalam artian jangan sampai menimbulkan persoalan yang berdampak pada pemerintah desa itu sendiri" tuturnya.Selasa,27/01/2026.

Sementara itu, Kuwu Mertapadawetan, Moh.Munif AR membenarkan adanya wacana penertiban beberapa warung yang berada di dipen ex pasar tersebut.

"Rencananya memang akan dilaksanakan penertiban, hal ini tentunya sebagai langkah kami agar warung-warung tersebut tidak mengurangi keasrian, apalagi saat ini tengah dilaksanakan pembangunan grai koperasi merah putih, namun demikian tentunya sebelum melakukan penertiban, terlebih dahulu kami akan melakukan Musdes dan memanggil semua pemilik warung untuk mencari solusi yang terbaik, InsyaAllah awal Bulan Februari kami akan memanggil semua pemilik warung untuk mencari solusi terbaik, rencananya sih kami berencana menyediakan lahan di samping ex pasar, tetapi keputusan finalnya kita tunggu dari hasil pertemuan dengan para pemilik warung" tuturnya. (1c)

AMKI Cirebon Raya Gelar Rapat Koordinasi "Agenda Pelantikan"

INDOMEDIANEWS – Menyongsong Hari Pers Nasional yang jatuh pada tanggal 9 Februari 2026 dan pelantikan pengurus baru, Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Cabang Cirebon Raya  melakukan serangkaian rapat koordinasi guna memastikan semua kegiatan berjalan dengan lancar dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. 

Rapat tersebut bertujuan untuk menyusun roadmap kerja serta menyelaraskan langkah-langkah dalam menyelenggarakan kedua agenda penting tersebut.
 
Ketua AMKI Cirebon Raya, Rudi, menjelaskan bahwa rapat koordinasi ini merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya mempersiapkan kedua acara yang menjadi fokus perhatian komunitas media lokal. 

Menurutnya, pelantikan pengurus dan peringatan Hari Pers Nasional tahun ini memiliki makna yang sangat penting dalam menguatkan peran media komunitas sebagai bagian dari ekosistem pers Indonesia.
 
"Rapat koordinasi ini dilaksanakan sebagai bagian dari persiapan pelantikan pengurus AMKI Cirebon Raya dan memperingati Hari Pers Nasional 2026. Kedua agenda ini tidak bisa kita pisahkan, karena pelantikan pengurus baru akan menjadi momentum awal untuk membawa visi dan misi AMKI lebih jauh dalam mendukung perkembangan pers lokal serta memperjuangkan hak dan tanggung jawab wartawan dan pengelola media komunitas," ujar Rudi, Minggu (25/01/2026). 
 
Dalam rapat tersebut, dibahas secara mendalam mengenai rangkaian kegiatan yang akan diselenggarakan dalam rangka Hari Pers Nasional 2026. Beberapa program utama yang telah disepakati. 
 
Dalam bahasan terkait pelantikan pengurus AMKI Cirebon Raya periode 2026-2029, Rudi menyampaikan bahwa proses seleksi dan penetapan pengurus telah melalui tahapan yang transparan dan demokratis, dengan melibatkan partisipasi aktif dari seluruh anggota AMKI di wilayah Cirebon Raya. 

Rudi menyebut Pelantikan yang akan digelar bersamaan dengan peringatan Hari Pers Nasional diharapkan dapat menjadi momentum untuk menyatukan langkah dan memperkuat sinergi antar anggota serta pihak terkait.
 
"Pengurus baru yang akan dilantik telah memiliki komitmen yang kuat untuk mengembangkan AMKI Cirebon Raya menjadi organisasi yang lebih profesional, inklusif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pers Indonesia. Kami akan fokus pada beberapa program utama, antara lain penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang media, peningkatan kualitas konten yang dihasilkan oleh media komunitas, serta memperkuat advokasi untuk kepentingan pers lokal," jelas Rudi.
 
Rudi juga menekankan bahwa dalam menyambut Hari Pers Nasional 2026, AMKI Cirebon Raya akan mengangkat tema yang relevan dengan tantangan dan peluang yang dihadapi oleh pers Indonesia saat ini. Tema yang akan digunakan adalah "Media Komunitas: Jembatan Antar Masyarakat dalam Membangun Komunikasi yang Konstruktif", yang diharapkan dapat menjadi dasar untuk berbagai diskusi dan kegiatan yang akan diselenggarakan.
 
"Kita menyadari bahwa di era di mana informasi berkembang dengan sangat cepat, peran media komunitas sebagai ujung tombak penyampaian informasi dari dan untuk masyarakat menjadi semakin penting. Melalui tema ini, kami ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung perkembangan media komunitas yang sehat, mandiri, dan bertanggung jawab," ucapnya.

Pembina AMKI Cirebon Raya Toto. M. Said, menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan berbagi pihak untuk memastikan kelancaran pelaksanaan kegiatan.
 
"Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri dalam menyelenggarakan acara sebesar ini. Kerjasama yang erat dengan semua pihak menjadi kunci keberhasilan. Dan kami akan terus melakukan koordinasi hingga hari H agar semua persiapan dapat berjalan dengan sempurna," kata Toto. 
 
Ia mengajak seluruh anggota AMKI Cirebon Raya, wartawan, pengelola media komunitas, untuk aktif berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan peringatan Hari Pers Nasional 2026. 
 
"Kami berharap bahwa melalui rangkaian kegiatan ini, kita dapat semakin memperkuat peran media komunitas sebagai bagian dari institusi pers yang memiliki peran strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Mari kita bersama-sama menjaga keutuhan dan kemajuan pers Indonesia untuk masa depan yang lebih baik," pungkasnya.(1c)

24 Jan 2026

Sampah sepanjang jalan Syech Lemahabang mulai dilakukan pembersihan "Diharapkan Masyarakat semakin sadar"

INDOMEDIANEWS -Gerah dan geram melihat tumpukan sampah yang berserakan di hampir sepanjang jalan perbatasan antara Kecamatan Lemahabang dan Kecamatan Astanajapura, tepatnya di sepanjang jalan Syech Lemahabang yang membatasi antara desa Lemahabang dan desa Japura Bakti.
Camat Lemahabang, Yuyun Kusuma wati, beserta jajaran pemerintahan kecamatan dibantu beberapa perangkat desa dari Lemahabang kulon dan Lemahabang melakukan pembersihan tumpukan sampah yang mengeluarkan aroma tidak sedap dengan menggunakan anggaran pribadi.

"Hari ini, kami dari pihak Kecamatan dan beberapa perangkat dan unsur terkait lainnya secara bersama-sama melakukan kegiatan berupa pembersihan dan pengangkutan sampah yang berada di hampir sepanjang jalan yang menghubungkan antara Kecamatan Lemahabang dan Kecamatan Astanajapura, kondisi ini sudah lama terjadi dan harus segera ada tindakan, oleh karenanya, dengan keterbatasan anggaran, kami dari kecamatan dan saya pribadi harus melakukan pembenahan walaupun dengan menggunakan anggaran pribadi" tuturnya, Sabtu,24/01/2026.

Lebih lanjut Yuyun menjelaskan, kondisi sampah yang selama ini menjadi persoalan, tidak hanya ada di Kecamatan Lemahabang, tapi di Kecamatan atau desa lainnya pun hampir sama.

"Sampah memang menjadi persoalan yang sampai saat ini seakan tidak mendapatkan solusi yang terbaik, namun ini terjadi karena adanya beberapa aspek, dari mulai kurangnya sarana pembuangan sampah diperparah lagi dengan rendahnya kesadaran Masyarakat untuk tidak membuang sampah pada tempatnya, oleh karenanya diharapkan adanya kesadaran dari semua pihak untuk secara bersama-sama peduli menjaga lingkungan terlebih lagi kebersihan dan kesehatan, selama kesadaran itu tidak ada, maka sampah akan terus menjadi persoalan yang tak kunjung bisa diselesaikan secara maksimal" pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang perangkat desa Lemahabang kulon, Hendra menjelaskan, bahwa sampah itu terus menumpuk karena adanya warga diluar desa Lemahabang yang membuang sampah di pinggiran jalan.

"Tumpukan sampah itu bukan dari warga desa kami, karena untuk warga kami sudah secara rutin ada petugas kebersihan yang husus menangani sampah, jadi selama ini yang membuang sampah dipinggiran jalan tersebut dilakukan oleh warga diluar Lemahabang, yang membuat kami kesulitan untuk memantau, karena mereka membuang sampahnya ditengah malam atau pagi menjelang subuh, ini fakta yang terjadi selama ini, jadi Kemi sendiri kebingungan untuk menangani persoalan sampah yang selama ini terus berulang, walaupun ada tulisan dilarang membuang sampah, tetap saja masih banyak warga dari luar daerah yang membuang sampah di hampir sepanjang pinggiran jalan ini, harapan kami, warga Masyarakat siapapun itu semakin sadar untuk tidak membuang sampah di sembarang tempat" tuturnya.(1c)

Rangkaian HPN 2026: AMKI dan FJO Adakan Jumat Berkah

INDOMEDIANEWS– Organisasi Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Forum Jurnalis Online (FJO) dalam rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) melakukan kegiatan Jumat Berkah di Rumah Tahfidz Qur'an di Argapura Kota Cirebon bersama media, setelah melakukan peliputan dan sholat jumat. 

Kegiatan Jumat Berkah kali ini mengunjungi yayasan Anak Yatim dan tahfid Qur'an RW Argapura 01 Kecamatan Harjamukti Kelurahan Argasunya Kota Cirebon salah satu batas Kota Cirebon dan kabupaten Cirebon di ikuti pimpin Toto M Said didampingi ketua AMKI Cirebon Raya Rudi, Suripto dengan disambut Ade Maulana ketua Yayasan. Jumat (23/1/2026). 

"Agenda ini menunjukkan komitmen AMKI bersama Forum Jurnalis Online sebagai wadah wartawan, yang membuktikan kepedulian kepada anak yatim, dhuafa dan tahfidz Qur'an sebagai regenerasi dalam memperkuat pondasi dan karakter aqidah islam. Dan organisasi wartawan pun ikut berperan aktif dalam kegiatan sosial serta kesejahteraan bagi masyarak di wilayah Cirebon." Kata Toto M Sa'id Ketua Forum Jurnalis Online. 

Menurutnya, melalui kegiatan sederhana ini, AMKI dan FJO akan terus berupaya menghadirkan dampak positif bagi wartawan juga masyarakat sekitar serta menanamkan nilai kebersamaan dan kepedulian sosial.

“Kami sangat peduli kepada anak yatim dan dhuafa sesuai amanat sunan Gunung Jati Cirebon “Ingsun Titip Tajug lan Fakir Miskin.” tegas Toto M Said. 

Lebih dari itu, diapun mengucapkan terimakasih kepada para Donatur dan wartawan yang telah memberikan donasi jumat berkah semoga barokah.

Hal senada dikatakan Rudi Ketua AMKI Cirebon Raya di dampingi Suripto, adanya kegiatan jumat berkah ini sebagai sarana silaturahmi antar pemilik media dan wartawan dalam mempererat hubungan dan menanamkan kepedulian terhadap anak yatim, dhuafa dan tahfidz Qur'an. 

“Alhamdulillah hari ini AMKI dan FJO selepas sholat Jumat, berbagi rezeki sembako di rumah tahfidz qur'an, yatim dan dhuafa penuh dengan keberkahan, kebersamaan antar pemilik media serta jurnalis.” Tuturnya.

Sementara itu, ketua Yayasan Kyai Ade Maulana menambahkan ia sangat mengapresiasi jumat berkah yang dilaksanakan organisasi wartawan AMKI dan FJO menjadi agenda rutin sebagai bentuk nyata kepedulian Wartawan kepada anak yatim, dhuafa dan tahfidz Qur'an. 

“ Kami mengucapkan terimakasih kepada organisasi wartawan yang rutin mengadakan kegiatan Jumat Berkah sebagai wujud kepedulian sosial kepada anak yatim dhuafa dan tahfidz Qur'an. Semoga barokallah." Tuturnya. (1c)

23 Jan 2026

Hukum Allah jangan dikalahkan dengan Hukum Manusia "Nikah sirih tak patut dipidana"

Penulis : R.Agus Syaefuddin

Pro kontra tentang pernikahan siri yang menurut KUHP baru dapat dipidanakan menimbulkan banyak persoalan dan tanya.
Kita patut bertanya, siapa yang menggagas adanya pemidanaan terhadap pelaku Nikah sirih.
Yang harus kita pahami adalah, Negara Indonesia ini mayoritas penduduknya beragama Islam, dan dalam Islam pun tidak dilarang adanya pernikahan sirih, karena pada hakekatnya pernikahan sirih itu Syah menurut sariat Islam.
Mirisnya, ditengah Masyarakat yang mayoritas Islam, persoalan nikah sirih seakan menjadi permasalah yang patut untuk dipidanakan.
Dalam pemahaman saya yang dangkal, Hukum Syahnya pernikahan itu adalah adanya kedua mempelai pria wanita, adanya saksi dan adanya penghulu yang menikahkan.
Jika semuanya sudah dipenuhi, maka secara syariat pernikahan itu Syah menurut ajaran Agama Islam.
Timbulnya aturan yang bahkan bisa mempidanakan pelaku Nikah sirih, seharusnya menjadi perhatian kita sebagai umat Islam, mengapa demikian, jangan sampai ajaran Islam dan Hukum Islam yang dibuat oleh Sang Maha Pencipta, Allah SWT dikalahkan dengan Hukum Manusia yang sifatnya hanya kepentingan segelintir orang dan tidak melihat dampak kedepannya.
Jika persoalan pernikahan sirih dianggap sesuatu yang bertentangan bahkan berujung pidana, sudah sewajibnya kita mempertahankan Hukum Islam dan jangan sampai dikalahkan dengan Hukum yang dibuat Orang dengan dalih apapun.
Perlu kita lihat dengan bijaksana, pernikahan yang dilakukan secara sirih atau yang kita kenal dengan istilah Nikah Kiai, tidak berbeda dengan pernikahan yang dilakukan di Kantor Urusan Agama, hanya secara administrasi saja yang membedakan. Namun hakekatnya, Nikah Kantor atau Nikah Kiai pun jika memenuhi unsur bisa dikatakan Syah.
Jika berpatok pada hilangnya hak Perempuan atau Istri bahkan anak, jangan disangkut pautkan dengan pernikahan sirih, walau pernikahannya dilakukan secara Kantor dan terdaftar dalam catatan Negara, jika moral Manusianya bejad dan tidak mematuhi norma Agama, maka Hak Istri atau Anak pun terabaikan.
Pernikahan secara Negara atau Agama, kembali akhirnya kepada individu itu sendiri.
Tidak salah jika kami merasa hawatir dan berburuk sangka, munculnya KUHP baru yang mencampur aduk antara Hukum Agama dan Negara memang sengaja diciptakan oleh sekelompok atau Orang yang benci dengan Islam.
KUHP baru tentang pernikahan siri sebenarnya tidak melarang pernikahan siri, tapi lebih fokus pada perlindungan hak-hak perempuan dan anak. Menurut Pasal 402 KUHP, pernikahan siri dapat dipidana jika dilakukan dengan menyembunyikan status perkawinan atau keterangan palsu.
Kutipan diatas adalah penggalan dari adanya KUHP baru.
Kita harus saling mengingatkan dan mempertahankan kaidah KeIslaman dengan tidak selalu membenarkan dalih yang dibuat oleh sosok yang bernama Manusia.
Percayalah, Allah telah membuat aturan karena Allah Maha segalanya.

22 Jan 2026

Proyek Banprov 2025 baru digelar 2026 "perlu pengawasan ketat"

INDOMEDIANEWS -Polemik terkait adanya pelaksanaan pembangunan jalan yang berlokasi dusun mersi desa mertapada kulon, kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon.
Polemik tersebut dikarenakan adanya pertanyaan dimana pembangunan jalan tersebut menggunakan anggaran Banprov tahun 2025 yang baru dilaksanakan di pertengahan bulan Januari 2026.
Dari informasi yang disampaikan beberapa perangkat desa mertapada kulon, bahwa pelaksanaan yang tengah dilaksanakan tidak diketahui oleh beberapa perangkat desa setempat, hal ini disampaikan perangkat desa yang enggan disebutkan identitasnya.

"Kami tidak tahu mengapa dan kenapa Banprov tersebut baru digelar saat ini, karena selama ini setiap kali ada pembangunan kami tidak pernah mengetahuinya, bahkan adanya info pembangunan jalan tersebut pun kami baru mengetahuinya setelah adanya pemberitaan dari salah satu media online" tuturnya, Kamis, 22/01/2026.

Bahkan beredar informasi, bahwa pada beberapa hari yang lalu Kuwu mertapadakulon mendapat panggilan dari pihak Polresta Cirebon, saat media mencoba melakukan konfirmasi kepada Sekretaris Desa setempat, M.Sukri Gozali , membenarkan hal tersebut.

"Memang benar pak Kuwu mendapat panggilan dari Polresta Cirebon, namun terkait apa, kami tidak mengetahuinya secara pasti" jelasnya.

Dengan adanya berbagai keluhan dan informasi yang disampaikan beberapa perangkat desa setempat, diduga terjadi penutupan informasi yang berdampak pada ketidak harmonisan dalam bekerja, diharapkan, dengan adanya peristiwa yang terjadi di Desa Mertapadakulon mendapat perhatian dari pihak atau Instansi terkait, agar keterbukaan informasi publik dan pemanfaatan penggunaan anggaran dapat dilaksanakan sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku.(1c)