Tampilkan postingan dengan label Wisata-desa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata-desa. Tampilkan semua postingan

28 Jun 2026

Akibat jalan rusak " Pengunjung wisata Cikuya " turun drastis "

INDOMEDIANEWS - Hampir sepanjang jalan dibeberapa titik menuju wisata Cikuya, Belawa, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, kondisinya sangat membahayakan bagi para pengguna jalan hususnya pengendara roda dua.
Hal ini dikarenakan kerusakan jalan yang cukup parah, tidak hanya bergelombang namun jalanan tersebut penuh lubang dengan kedalaman rata-rata diatas 15 cm.
Akibat dari kerusakan jalan tersebut, tidak sedikit para pengendara roda dua yang terjatuh karena berusaha untuk menghindari jalan berlobang tersebut.
Dampak dari rusaknya jalan yang menghubungkan antara desa Belawa, Wangkelang dan Cipeujeh wetan, wisatawan yang akan menikmati wisata Cikuya berkurang drastis.
Dengan berkurangnya pengunjung wisata Cikuya tersebut, dikeluhkan salah seorang pengelola wisata observasi vikuya, Awod.
Dirinya menyayangkan lambatnya pemerintah dalam melakukan perbaikan infrastruktur jalan yang sudah lama rusak bahkan kerap menimbulkan kecelakaan lalulintas.

"Saat ini jumlah wisatawan yang berkunjung ke wisata Cikuya sangat turun drastis, salah satu penyebabnya adalah kondisi jalan dibeberapa titik yang menghubungkan antara Belawa, wangkelang hingga Cipeujeuh, kondisinya sangat membahayakan, tidak hanya bergelombang, namun berlobang dengan kedalaman yang sangat menghawatirkan, dengan kondisi yang ada saat ini, kami sangat mengharapkan agar pemerintah daerah atau instansi terkait segera melakukan perbaikan, jangan sampai menimbulkan korban kecelakaan semakin bertambah banyak dan tentunya akan sangat berdampak pada pengembangan dan perkembangan wisata Cikuya itu sendiri" tuturnya, Minggu, 28/06/2026.

Senada hal tersebut disampaikan ketua Pokdarwis Cikuya, Eman Suherman.

'kami kerap menerima keluhan dari pengunjung yang datang dari luar daerah, baik yang berasal dari Kuningan, gebang, Losari dan wilayah lainnya, mereka mengeluhkan kondisi jalan yang sangat membahayakan bagi pengguna jalan, terlebih pengguna kendaraan roda dua, bahkan dampak kerusakan tersebut, yang semula ada beberapa kendaraan odong-odong yang kerap melintas jalanan tujuan obyek  Cikuya, saat ini sudah tidak ada lagi, karena mereka ( pengemudi odong-odong- red ) merasa hawatir untuk membawa penumpang melintas di jalan Belawa, karena resikonya terlalu besar " tuturnya.

Eman lebih lanjut menjelaskan, kondisi jalan rusak tersebut sudah sering menelan korban, walaupun tidak sampai merenggut jiwa.

"sudah sering pengendara roda dua yang terjatuh saat melintas jalan tersebut, hususnya yang melintas di wilayah gunung Beas, jangan sampai ada korban jiwa dulu, baru dilakukan perbaikan, harapan kami, kondisi ini segera mendapat atensi dan perhatian serius dari Dinas terkait, jangan sampai wisata yang menjadi unggulan di Cirebon timur ini, semakin mengurangi minat pengunjung untuk berwisata di Cikuya, apalagi sampai hanya meninggalkan cerita manis tanpa bekas" jelasnya.

Sementara itu, salah seorang pengunjung wisata Cikuya, Dedy  yang datang bersama rombongan menceritakan harapannya untuk kemajuan wisata Cikuya.

"Kami baru baru pertama kali datang ke wisata Cikuya ini, kebetulan libur sekolah dan mendengar kabar tentang Cikuya, itupun melalui media sosial, karena penasaran, maka kami beserta rombongan berwisata ke Cikuya, menurut kami selain pemandangannya sangat nyaman dan rindang, kamipun bisa memperoleh pengetahuan tentang keberadaan kura-kura langka berjenis labi-labi, hanya saja yang sangat disayangkan adalah kurang ditunjangnya fasilitas infrastruktur, hususnya jalan yang kondisinya sangat menghawatirkan dan membahayakan, andai saja fasilitas jalannya baik, mungkin akan banyak lagi wisatawan yang datang, sebagai penikmat wisata, kami sih hanya mengharap fasilitas jalannya diperbaiki, karena ini berdampak akan minat pengunjung untuk berwisata di sini ( Cikuya- Red ) tutur Dedy, warga Kabupaten Kuningan. (1c)

29 Jun 2025

wisata Cikuya perlu sentuhan berbagai pihak "Andalan Cirebon timur'

INDOMEDIANEWS - Wisata konservasi dan edukasi Cikuya Belawa, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon terus berbenah dengan menampilkan berbagai wisata permainan anak, kreasi seni dan berbagai fasilitas lainnya. 
Perkembangan Cikuya kian terlihat dan menarik minat pengunjung untuk menikmati keindahan obyek wisata yang memiliki keistimewaan kura-kura langka sejenis labi-labi. 
Ditengah keramaian para pengunjung yang datang dari berbagai daerah, Ketua Pokdarwis ( kelompok sadar wisata)  Cikuya, Eman Suherman menuturkan harapannya. 

"Kami selaku pengelola tentunya sangat berkeinginan untuk menjadikan wisata Cikuya ini sebagai salah satu wisata yang tidak hanya memberikan kenyamanan kepada para pengunjung, namun memberikan edukasi dan pengenalan tentang kura-kura yang merupakan kura-kura langka yang harus dilestarikan dan dikenal oleh generasi muda dan masyarakat secara umum" Tuturnya, minggu  29/06/2025.

Eman pun berharap, potensi wisata Cikuya terus berkembang dengan segala keterbatasannya. 

"Wisata ini sudah ada sejak lama dan mulai lebih dikenal banyak orang, hanya saja mungkin ada beberapa kendala yang selama ini menjadi bahan pemikiran kami , salah satunya adalah keterbatasan lahan, yang membuat kami tidak bisa berbuat banyak, selain memang terbatasnya anggaran, mungkin perlu adanya peran aktif dan perhatian dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah atau provinsi yang konsen dengan perkembangan wisata, jujur selama ini memang beberapa kendala yang kerap membuat kami sedikit kebingungan adalah ketersediaan pakan Kura-kura dan tempat pengembang biakan yang memang sangat memerlukan tempat yang memadai, minimalnya dengan adanya lahan yang memadai, perkembangan dan pembiakan Kura-kura bisa berjalan maksimal dan otomatis bisa meningkatkan PADesa"pungkasnya.(1c

1 Jun 2025

penangkaran Kura-kura Belawa terkendala lahan "Pemerintah harus sigap"

INDOMEDIANEWS - Upaya pengembangan wisata Cikuya terkendala dengan ketersediaan lahan yang kurang memadai. 
Dengan luas lahan 2000 meter persegi dirasa masih sangat jauh dari  kata ideal, khususnya dalam hal ketersediaan lahan untuk kolam penangkaran kura-kura. 

Obyek wisata Cikuya yang berada di Desa Belawa, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, merupakan salah satu wisata konservasi dan edukasi terkait keberadaan dan pelestarian kura-kura langka jenis Labi-labi atau dengan bahasa lokal Bulus spcies amyda cartaleginia yang memiliki ciri has berupa tengkorak berwarna hitam pekat, leher panjang dan memiliki bentuk punggung yang cekung menyerupai punggung manusia serta berat badan bisa mencapai 80 kg. 
Sayangnya usaha pokdarwis ( Kelompok Sadar Wisata) untuk terus berupaya mengembangkan wisata dan kelestarian kura-kura yang ada terkendala dengan keterbatasan tempat. 
Hal tersebut disampaikan ketua pokdarwis Cikuya, Eman Suherman saat ditemui di lokasi wisata Cikuya, minggu, 1/06/2025.

"Saat ini tukik atau kura-kura yang berhasil ditetaskan  melalui penangkaran sebanyak 1500 ekor dari jumlah keseluruhan telur sebanyak 2786 , dari bulan Juli  2024 sampai pebruari 2025,  sementara balong untuk pembesaran Kura-kura hanya ada dua, satu kolam pembesaran, satu kolam induk, ini jelas sangat tidak memadai, bahkan untuk kolam induk yang idealnya diisi oleh seratus ekor, saat ini diisi kurang lebih 200 sampai 300 ekor, yang dampaknya terjadi perkelahian antar kura-kura, bukan hanya karena pakan yang dirasa masih kurang, namun kematian kura-kura terjadi karena kolam yang sempit hingga menimbulkan perkelahian antar kura-kura" Tuturnya. 

Eman lebih lanjut menjelaskan, pihaknya sudah berusaha maksimal untuk mengembangkan dan merawat keberadaan kura-kura dengan segala keterbatasan yang ada. 

"Untuk pakan mungkin kami sedikit terbantu dengan kesiapan pihak pemdes Belawa yang menyediakan, hanya saja persoalan yang harus ditangani secepatnya adalah menyediakan atau membuat balong baru, sementara kami tidak memiliki anggaran untuk itu, oleh karenanya kami sangat berharap agar Dinas terkait baik itu pariwisata maupun perikanan bisa mealokasikan untuk menyediakan atau membangun balong agar keberadaan kura-kura tetap lestari, kalau hanya penangkaran kami rasa sudah sangat berjalan dengan baik, hanya saja tidak cukup melakukan penangkaran karena setelah telur menetas kami harus menaruhnya di kolam atau balong yang tersedia, bisa dibayangkan, setiap hari ada saja telur yang menetas, sementara balongnya hanya ada dua, ini jelas sangat tidak ideal, intinya kami berharap adanya perhatian serius dari semuan unsur, tidak cukup hanya mengelola Cikuya dengan wisatanya saja, namun harus memperhatikan kelangsungan atau keberadaan kura-kura, kalau hanya terfokus pada wisatanya saja mungkin mudah, namun konsep kami tidak sebatas itu, kami menginginkan wisata Cikuya tetap ada dan semakin berkembang dan keberadaan kura-kura pun dapat dilestarikan" Pungkasnya. (1c)