Tampilkan postingan dengan label desa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label desa. Tampilkan semua postingan

8 Mei 2026

Pemdes Mertapadawetan berbenah sambut Haul Ki Buyut Serfin

INDOMEDIANEWS -Menjelang pelaksanaan Haul Kibuyut Serfin yang akan dilaksanakan pada 17 Juni 2026, Pemerintahan Desa Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon terus berbenah.
Salah satu kegiatan yang tengah dilaksanakan adalah perbaikan dan pengecatan kantor desa setempat.
Kegiatan tersebut diharapkan agar disaat pelaksanaan Haul Ki Buyut Serfin akan terlihat indah dan asri.
Ditemui diruang kerjanya, Kuwu Mertapadawetan, Moh Munif.AR menuturkan harapannya, agar peringatan Haul nanti semuanya berjalan dengan baik.

"Peringatan Haul Ki Buyut Serfin untuk tahun ini merupakan peringatan yang terbilang Akbar, selain mengundang berbagai pejabat, InsyaAllah akan dihadiri oleh mantan ketua PBNU, Prof.Dr KH Said Aqil Siradj M,A." Tuturnya, Jum'at 08/05/2026.

Lebih lanjut Kuwu Munif menuturkan, pelaksanaan Haul ini melibatkan berbagai pihak.

"Kami libatkan semua pihak dalam pelaksanaan Haul ini, dari mulai Masyarakat, para pengusaha, tokoh Agama,tokoh Pemuda dan berbagai unsur lainnya, hal ini diperlukan agar dalam pelaksanaan yang melibatkan banyak pihak akan menghasilkan sesuatu hal yang positif dan dapat dikenang bahkan menjadi kebanggaan seluruh warga Masyarakat Mertapadawetan pada hususnya" jelasnya.

Demi terlaksananya momen istimewa tersebut, Pemdes dan Berbagai unsur secara bersama-sama menggalang dana yang dilakukan secara sukarela.

"Anggaran untuk acara tersebut kami peroleh dari partisipasi Masyarakat, para donatur atau seponsor dan para pihak yang peduli akan terselenggaranya acara Haul Ki Buyut Serfin, harapan kami sebagai pemerintah desa tentunya mengajak semua pihak untuk secara bersama-sama menjaga dan melestarikan aset atau Budaya daerah jangan sampai sirna dan tergerus oleh perubahan dan perkembangan zaman" pungkas Munif. (1c)

Pemdes Cipeujeuh kulon terima bantuan traktor dan gelar sembako murah

INDOMEDIANEWS - Masyarakat Desa Cipeujeuh Kulon, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, menyerbu sembako murah yang digelar Pemerintah Desa setempat atas prakarsa Anggota DPRD Propinsi Jawa Barat dari Partai Demokrat, H.Ratnawati.M.KKK bersamaan penyerahan dua unit Traktor besar dari Anggota DPRD RI, H.E. Herman Khaeron.

Acara yang dilaksanakan secara bersamaan tersebut mendapat sambutan yang luar biasa dari warga setempat ditengah melinjaknya harga pangan akibat krisis global.

H.E.Herman Khaeron yang akrab disapa Hero menuturkan, bantuan traktor yang diberikan kepada Pemerintah Desa Cipeujeuh Kulon sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan hasil pertanian.

"Jaman dahulu kita memanfaatkan tenaga kerbau atau sapi untuk membajak sawah, tentu hasilnya tidak terlalu maksimal, diharapkan dengan bantuan traktor yang kami berikan agar berdampak positif pada hasil pertanian tanpa mengenal kondisi, baik musim hujan atau musim panas, selain itu tentunya dengan adanya traktor yang dikelola desa, bisa dimanfaatkan atau di sewakan kepada pihak yang membutuhkan, tentunya dengan biaya yang lebih murah, kami percaya Kuwu Cipeujeuh Kulon, pak Haji Lili mampu menjaga dan memanfaatkan traktor yang ada dengan sebaik mungkin" tuturnya, Kamis, 07/05/2026.

Sementara itu, Anggota DPRD Propinsi Jawa Barat, Hj. Ratnawati yang didampingi Analis ketahanan pangan Ahli Muda Dinas ketahanan pangan dan peternakan Propinsi Jawa Barat, Ema Arnianadia, menuturkan adanya acara yang digelar di Desa Cipeujeuh kulon.

"Acara semarak gerakan pangan murah merupakan inisiasi kami sebagai salah satu upaya untuk memberikan keringanan kepada Masyarakat untuk memperoleh sembako dengan harga murah, ditambah pengurangan harga bagi warga yang memiliki tiket yang sudah disediakan panitia. Untuk acara di Ceupeujeh kulon ini ada sebanyak 3500 paket sembako murah diantaranya adalah beras, minyak goreng, daging dan aneka sayuran dan masih banyak lagi, kami berharap apa yang dilakukan saya sebagai wakil Rakyat dan Pemerintah bisa sedikitnya meringankan beban Masyarakat untuk membalikkan sembako murah ditengah mahalnya beberapa produk akibat adanya krisis global" jelasnya.

Usai acara gerakan pasar murah dan penyerahan bantuan dua unit traktor besar, Kuwu Cipeujeuh kulon sangat berterimakasih atas kepedulian wakil Rakyat demi meningkatkan kesejahteraan dan meringankan beban Masyarakat ditengah sulitnya perekonomian.

"Kang Hero merupakan sosok yang sangat peduli dengan kesejahteraan Masyarakat, banyak program yang telah digulirkan beliau, termasuk salah satunya adalah bantuan dua unit traktor dan terealisasinya acara gerakan pangan murah, kami sangat berterimakasih dan penghargaan yang tidak terhingga, semoga segala jerih payah dan sumbangsih beliau mendapat balasan yang berlipat dari Allah SWT" jelasnya.

Lebih lanjut H.Lili yang akrab disapa jiwu menjelaskan, untuk program sembako murah sebanyak 3500 ini di utamakan bagi Masyarakat setempat.

"Semuanya diperuntukan bagi Warga Cipeujeuh kulon, saya tegaskan untuk perangkat desa atau lembaga desa tidak boleh untuk ikut dalam program tersebut, terkecuali jika ada sisa atau kelebihan yang belum dibeli oleh warga, baru perangkat desa diperbolehkan untuk turut membeli paket sembako murah tersebut" pungkasnya. (1c)

4 Mei 2026

Apresiasi Pemerintah Desa Mertapadawetan " mampu benahi dan tingkatkan aset Desa'

INDOMEDIANEWS - Pemerintahan Desa Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, menyelamatkan berbagai aset desa yang selama ini seakan tidak tersentuh, bahkan persoalan tanah yang selama puluhan tahun tidak ada titik temu, saat ini sudah dapat terselesaikan.
Perkembangan Desa Mertapadawetan yang patut diapresiasi adalah tertib administrasi dalam hal penyelamatan aset desa maupun peningkatan lunas pajak bumi bangunan.
Hal tersebut disampaikan Kuwu Mertapadawetan, Moh.Munif.AR saat ditemui diruang kerjanya.

"Saya sebagai Kuwu menyadari, bahwa belum mampu secara maksimal dalam memberikan pelayanan terhadap Masyarakat, termasuk memenuhi apa yang diinginkan Masyarakat, namun demikian, dengan keterbatasan yang ada kami pun tetap berupaya untuk memberikan yang terbaik, diantara keberhasilan yang telah kami lakukan selama ini adalah adanya beberapa aset desa, hususnya tanah kas desa yang bisa berimbas pada pendapatan asli Desa, betapa tidak, dengan kerjasama dan koordinasi dengan berbagai pihak, saat ini Tanah desa yang semula 34 Hektar,  bertambah menjadi 60 Hektar " tuturnya, Rabu, 29/04/2026.

Lebih lanjut Munif menuturkan, adanya temuan tanah sebanyak kurang lebih 26 Hektar belum bisa dimanfaatkan sepenuhnya.

"Untuk keberadaan tanah yang telah ditemukan, untuk sementara belum dapat dipergunakan secara maksimal, dikarenakan ada beberapa pihak yang tidak bertanggungjawab memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi, namun demikian kami terus berkoordinasi dengan beberapa pihak, diantaranya BPN agar keberadaan tanah tersebut dapat diselesaikan secara administrasi" jelasnya.

Keberhasilan lainnya yang mungkin luput dari perhatian adalah peran kolektor BPD dan terselesaikannya tanah warga yang selama puluhan tahun tidak dapat diproses untuk dijadikan sertifikat.

"Kami bangga atas kinerja Kolektor PBB ( pajak bumi bangunan ) karena dalam pemerintahan yang terdahulu belum pernah mencapai angka siginifikan, namun saat ini sudah mencapai target hingga 100 % , bahkan yang membuat kami bangga adalah terselesaikannya persoalan tanah yang ada di sekitaran LPI, kurang lebih 83 bidang, selama puluhan tahun tanah tersebut keabsahannya menggantung, Alkhamdulillah saat ini sudah selesai dan pemilik tanahnya dapat memperosesnya untuk dijadikan sertifikat Hak milik, semua ini tentunya atas kerjasama berbagai pihak dan keseriusan dalam menyelesaikan persoalan, intinya dibalik kekurangan, kami akan terus berupaya untuk berbuat yang terbaik, walaupun akan menghadapi berbagai rintangan, karena apa yang kami lakukan berdampak pada beberapa oknum yang akan merasa dirugikan" pungkasnya.(1c)

17 Apr 2026

Warga Mertapadawetan tuntut pembubaran kepengurusan BUMdes " Kuwu Munif siap penuhi tuntutan warga "

INDOMEDIANEWS -Bertempat di Aula Kantor Desa Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Pihak Pemdes, Pengelola BUMdes, Unsur Masyarakat dan Tokoh Agama hadir dalam dua agenda yang dilaksanakan secara bersamaan dihari yang sama, yaitu Musyawah tentang evaluasi keberadaan BUMdes dan Musyawarah persiapan Haul Kibuyut Serfin.
Acara yang dipimpin langsung Kuwu Mertapadawetan, Moh Munif .AR dan Direktur BUMdes Griya Makmur, Anisul Fuad termasuk pengurus Ranting NU , Ustadz Mansyur.

Dalam acara tersebut, beberapa tokoh dan perwakilan Masyarakat menyampaikan beberapa hal dan harapannya, terkait bagaimana BUMdes bisa berjalan dengan baik sesuai harapan.

Menyikapi keinginan tersebut, Direktur BUMdes Griya Makmur, Anisul Fuad, memaparkan bagaimana persoalan yang terjadi selama keberadaan BUMdes dan memaparkan tentang keuangan termasuk pengelolaannya.

"Atas nama pribadi, saya sebagai pimpinan BUMdes memohon maaf, karena mungkin pengelolaan atau progres yang kami laksanakan tidak sesuai harapan, hal tersebut terjadi karena banyaknya kendala dan mungkin kekurang siapan kami untuk menjadikan BUMdes sebagai salah satu usaha desa yang mampu menjadikan sebagai badan usaha yang kurang sesuai dengan apa yang diharapkan, oleh karenanya, dalam hal ini kami menggelar musyawarah dengan satu tujuan, yaitu menjadikan BUMdes lebih baik, dalam artian, apakah kepengurusannya tetap seperti semula atau dilakukan perubahan" tuturnya, Jum'at 17/04/2026.

Penuturan Direktur BUMdes tersebut dikarenakan adanya desakan warga untuk melakukan pembubaran kepengurusan BUmdes, salah satunya disampaikan Heri, warga Desa setempat.

"Kami Masyarakat menegaskan, jika memang kepengurusan BUMdes yang selama ini dirasa tidak maksimal, bubarkan saja" tegasnya diamini warga lainnya.

"Menyikapi persoalan tersebut, Kuwu Mertapadawetan, Moh Munif.AR, dalam keterangannya menjelaskan, bahwa pihaknya akan mengedepankan kepentingan umum dengan mengutamakan Musyawarah mufakat.

"Dengan adanya tuntutan Masyarakat tentang BUMdes, maka saya sebagai Kuwu tentunya harus mengambil langkah yang tepat, yaitu melakukan evaluasi termasuk perubahan struktur kepengurusan BUMdes, yang perlu menjadi catatan adalah, langkah yang kami ambil tersebut berdasarkan dari hasil Musyawarah, jadi tidak ada kepentingan lainnya, selain itu, disaat yang sama, kami pun menggelar acara Musyawarah Khaul Ki Buyut Serfin, intinya kami sebagai warga Mertapadawetan mengajak semua lapisan untuk bersama-sama mendukung dan mensukseskan acara Haul Ki Buyut Serfin yang merupakan salah satu ulama besar yang ada di Mertapadawetan, insyaAllah dalam pelaksanaan Haul kali ini akan dikemas sedemikian rupa agar berjalan hidmad dan meriah, mengenai anggarannya tentunya akan kami usahakan dari berbagai sumber, baik itu dari udunan warga, CSR maupun sumber dana lainnya" tutur Kuwu Munif.(1c)

9 Apr 2026

BPN dan DPMD apresiasi Desa Mertapadawetan tertib Administrasi Pertanahan

INDOMEDIANEWS -Upaya penertiban administrasi Desa terus digalakan demi terciptanya iklim pemerintahan yang mengutamakan data sesuai dengan keberadaannya.
Salah satunya adalah terkait penertiban dan penyelesaian persoalan kepemilikan tanah yang berlokasi di area blok manis yang lebih dikenal denga nama LPI.
83 Bidang tanah yang selama ini menjadi sengketa akhirnya bisa terselesaikan dengan baik.
Hal tersebut disampaikan Kuwu Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Moh.Munif AR.

"Dalam kurun waktu beberapa puluh tahun, warga sekitar LPI terombang-ambing tentang kepemilikan tanah, hususnya tentang kepemilikan sertifikat yang awalnya tidak bisa diproses, saat ini sudah bisa diproses dengan dasar hukum telah dimilikinya tanah pengganti yang bersertifikat, dan keputusan tersebut bahkan mendapat apresiasi dari pihak BPN dan DPMD, bahkan menjadi salah satu Desa yang berhasil melakukan tertib administrasi dalam bidang penertiban pertanahan atau tanah kas Desa" tuturnya, Rabu,08/04/2026.

Lebih lanjut Munif menjelaskan, bahwa pihaknya selama ini terus berupaya untuk melakukan penertiban tentang administrasi desa hingga tingkat peran serta RT/RW.

"Alkhamdulillah, saat ini kami telah berhasil menyelesaikan berbagai persoalan pertanahan yang selama ini lepas dari perhatian, bahkan bukan hanya sebatas pertanahan, dibawah kepemimpinan dan pemerintahan yang baru, saya menegaskan untuk persoalan pengurusan KTP saja data awalnya harus diketahui dan ditandatangani RT, tanpa ada tanda tangan RT kami tidak akan memperosesnya, mengapa hal ini kami lakukan, semata agar keberadaan RT benar-benar dapat berfungsi sebagai mana mestinya, selain itu sebagai bentuk penghargaan kami terhadap keberaan RT, InsyaAllah, apa yang kami lakukan semata demi melakukan sesuatu yang berlandaskan pada ketentuan dan tata kelola desa sesuai mekanisme demi terealisasinya harapan adanya perubahan yang berujung pada kesejahteraan dan kemajuan desa sesuai harapan bersama" pungkasnya.(1c)

6 Apr 2026

Kuwu Sampih ingatkan bahaya Campak " lebih gawat dari Covid"

INDOMEDIANEWS - Upaya meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda terus digalakan Pemerintah Desa Sampih, Kecamatan Susukan Lebak, Kabupaten Cirebon.
Salah satu cara yang tengah dilaksanakan adalah selain menyediakan menu MBG bagi Balita, Ibu hamil dan menyusui, juga mewajibkan warganya untuk menjaga kesehatan melalui Imunisasi Campak bagi yang memiliki Anak yang belum pernah dilakukan Imunisasi.
Hal tersebut disampaikan diruang kerjanya saat pembagian menu MBG ( Makan Bergizi Gratis )

"Makan bergizi dan menjaga kualitas kesehatan harus dilakukan oleh semua warga, hususnya bagi warga yang memiliki balita atau Ibu hamil termasuk yang sedang menyusui, tidak terbatas hanya menyantap makanan bergizi, namun harus aktif melaksanakan imunisasi Campak, mengapa demikian, karena dari hasil kami melakukan jumiting dengan pihak kesehatan, bahwa bahaya campak lebih berbahaya dari Covid, oleh karenanya, kami mewajibkan kepada semua warga yang memiliki balita untuk melakukan imunisasi campak" tutur Kuwu Suherman, Senin,06/04/2026.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, bahwa apa yang dilakukannya semata bukti sayang dan peduli terhadap warga Masyarakat.

"Saya turun langsung kemasyarakat untuk memberikan pemahaman perlunya imunisasi campak, ini kami lakukan semata karena saya sangat menyayangi dan peduli akan kesehatan Masyarakat, yang perlu dicatat adalah campak ini lebih bahaya dari pada covid, oleh karenanya kami memohon kepada seluruh warga sampih untuk memeriksakan anaknya dan segera melaksanakan imunisasi campak" pungkasnya.

Sementara itu, Bidan desa Sampih, Uti, mengharapkan adanya peranserta dari semua warga Masyarakat Sampih untuk mendukung program Pemerintah, hususnya dibidang kesehatan.

"Jangan anggap remeh penyakit campak, selain sangat berbahaya, penularannyapun sangat mudah, Masyarakat harus memahami awal gejala campak, yaitu demam, batuk dan sakit tenggorokan, oleh karena sangat berbahayanya penyakit campak, maka akan lebih baik kita mencegah daripada mengobati, salah satu caranya dengan melakukan Imunisasi campak" jelasnya.(1c)

2 Apr 2026

Tidak dilayani dengan baik, keluarga Pasien minta Oknum Dokter RSUMC diberhentikan

INDOMEDIANEWS - Merasa kurang mendapat pelayanan secara baik, Yuyun Sri Wahyuni , warga desa Cipeujeuh kulon, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, menuntut oknum Dokter inisial I,  RS UMC dikeluarkan dari Rumah Sakit tersebut.
Hal tersebut disampaikan kepada beberapa awak Media, pada Kamis , 02/04/2026.

"Kemarin malam, tepatnya hari Rabu malam kamis, saya membawa ayah saya  (H.Wasra- red )untuk berobat ke RS UMC yang berada di Desa Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon. Sayangnya kami tidak mendapat pelayanan yang baik dari pihak Rumah Sakit, mereka beralasan karena tidak tersedianya ruangan kosong, bahkan kami harus menunggu selama satu jam tanpa adanya penanganan awal, sementara Ayah saya sudah sangat kesakitan karena harus menahan penyakit yang dideritanya, karena tidak adanya pelayanan yang prima, akhirnya emosi saya pun terpancing, pada saat itu saya marah kepada salah seorang Dokter yang bertugas, yang saya tahu Dokter tersebut berinisial I. Karena kami tidak dilayani bahkan terkesan ditelantarkan, maka kami putuskan untuk keluar dari RS UMC dan melanjutkan untuk merawat ayah saya di RS Gunung Jati, Alkhamdulillah, Di RS Gunung Jati ayah saya langsung mendapat pelayanan dengan sangat baik" tuturnya.

Lebih lanjut dirinya menegaskan, dengan adanya pelayanan yang tidak baik tersebut, meminta agar Oknum Dokter tersebut diberhentikan atau dikeluarkan dari RS UMC.

"Kami tidak menyalahkan Rumah Sakitnya, kami hanya meminta Oknum Dokter yang bekerja tidak baik tersebut dikeluarkan dari RS UMC, karena bisa mencoreng nama baik RS UMC itu sendiri " jelas Yuyun.

Sementara itu, sekretaris desa Cipeujeh kulon, Yoyo.S membenarkan adanya pengaduan dari salah seorang warganya.

"Memang benar, kami mendapatkan aduan dari salah seorang warga kami terkait kurang baiknya pelayanan yang diberikan Oleh pihak RS UMC dalam hal ini salah seorang Oknum Dokter yang saat itu bertugas dan menelantarkan warga yang tidak segera mendapat perawatan dengan alasan tidak tersedianya kamar atau ruangan penuh, kami berharap pihak Rumah sakit segera melakukan perbaikan dalam hal pelayanan agar tidak ada lagi warga yang merasa tidak mendapat pelayanan secara maksimal" jelasnya.

Dengan adanya hal tersebut, beberapa media mendatangi Rumah Sakit yang bersangkutan untuk memperoleh keterangan mengenai adanya keluhan warga yang merasa tidak mendapatkan pelayanan secara baik.

Pada Hari Kamis, 02/04/2026 beberapa media mendatangi RS UMC dan ditemui oleh Humas RS UMC, Toha dengan didampingi beberapa petugas lainnya.

Dalam keterangannya, Toha menuturkan, bahwa SOP sudah dilaksanakan sesuai aturan.

"Sebenarnya tahapannya sudah dilaksanakan sesuai SOP, hanya mungkin terjadi sedikit mis komunikasi, hingga keluarga pasien merasa kecewa, kami rasa itu merupakan hal yang wajar" jelasnya.

Sementara saat disinggung adanya tuntutan keluarga pasien agar Oknum Dokter yang saat itu bertugas inisial I diberhentikan, Toha menegaskan.

"Kami akan melakukan evaluasi dan membahas berbagai hal guna meningkatkan pelayanan terhadap Masyarakat, sementara untuk tuntutan terkait salah seorang Oknum Dokter yang bertugas di RS UMC agar diberhentikan, kami akan berdiskusi dengan unsur terkait, intinya terimakasih atas atensinya, dan kami akan terus berupaya untuk melakukan hal yang terbaik, kami atas nama RS UMC memohon maaf kepada berbagai pihak, jika ada kesalahan atau pelayanan yang dirasa kurang baik, InsyaAllah kami akan berusaha memperbaiki segala kekurangan dan terus melakukan evaluasi" tuturnya. (1c)

17 Mar 2026

Pemdes Mertapadawetan lakukan pembersihan sampah " DLH kurang respon"

INDOMEDIANEWS - Setelah sekian lama sampah menumpuk di Tempat Pembuangan Sampah sementara, desa mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, akhirnya pengangkutan dan pembersihan sampah dilakukan pemerintah desa setempat.
Ditemui dilokasi Pembuangan Sampah Sementara, Kuwu Mertapadawetan, Moh, Munif.AR menuturkan persoalan sampah yang hingga saat ini selalu menjadi persoalan dihampir disemua wilayah.

"Sampah adalah persoalan yang hampir terjadi diseluuh wilayah, dari mulai minimnya atau tidak adanya pembuangan sampah yang memadai, ditambah keterbatasan anggaran dan kurangnya kesadaran Masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya" tuturnya, Senin, 16/03/2026.

Lebih lanjut Munif, menjelaskan, bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon agar bisa memberikan bantuan kepada pihak Pemdes, sayangnya keinginannya tidak mendapat respon.

"Pembersihan dan pengangkutan sampah biayanya ditanggung sepenuhnya oleh pihak Pemerintah Desa, tidak sedikitpun pihak Lingkungan Hidup memberikan bantuan, bahkan saat kami meminta bantuan untuk penyediaam alat berat (beko-red ) pihak LH menjawabnya tidak ada, namun demikian, kami tetap berusaha semampu dan sekuat mungkin untuk bagaimana caranya sampah ini bisa diangkut dan dibersihkan"jelasnya.

Bahkan dalam perbincangan tersebut, Kuwu Mertapadawetan menegaskan, pembersihan dan pengangkutan sampah dilokasi yang berdekatan dengan terowongan kereta api tersebut akan dilaksanakan tanpa batas waktu yang ditetapkan, dalam artian dilakukan pembersihan hingga selesai secara keseluruhan, terlebih tidak lama lagi akan tiba Hari Raya Idul Fitri, diharapkan sebelum lebaran, sampah diarea tersebut benar-benar sudah bersih.(1c)

13 Mar 2026

Pemkab Cirebon harus peka " Sampah kian menggunung" jangan sampai ada korban

INDOMEDIANEWS -Jangan membiasakan bencana dulu baru penanganan.
Hal ini patut dipertegas karena lemahnya penanganan terhadap persoalan sampah yang berlokasi di samping terowongan kereta api, Desa Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon.
Kondisi sampah yang kian menumpuk dan menggunung seakan dibiarkan tanpa adanya penanganan, baik dari Pemerintah Desa setempat, terlebih lagi Pemerintah Daerah  Kabupaten Cirebon.
Ironisnya, gunungan sampah tersebut berada tepat dipinggir jalan utama yang menghubungkan antara Kecamatan Astanajapura dan Kecamatan Lemahabang, bahkan kerap kali dilintasi oleh para Pejabat maupun para wakil Rakyat yang konon katanya bertugas menjadi pelayan Masyarakat.
Adanya tumpukan Sampah yang kian menggunung tersebut membuat geram beberapa warga maupun pengguna jalan yang harus melihat pemandangan yang sangat tidak sedap untuk dipandang mata tersebut.
Seperti yang disampaikan Didin, Pengguna jalan yang merupakan warga Desa Sindanglaut, Kecamatan Lemahabang.

"Saya setiap hari pasti melintasi jalan ini karena pekerjaan saya kebetulan di Kota Cirebon, dari penglihatan saya selama ini, kondisi sampah setiap hari semakin bertambah meninggi, dan seolah dibiarkan tanpa adanya penanganan dari pihak terkait, mungkin Pemdes setempat tidak mempunyai Anggaran untuk penanganan sampah atau mungkin juga dianggap hal yang sepele" tuturnya, Selasa,10/03/2026.

Senada hal tersebut disampaikan warga lainnya yang sangat menyayangkan tidak adanya tindakan dari Dinas terkait untuk segera mencari solusi agar sampah yang semakin menggunung segera dibersihkan .

"Hebatnya di Negeri kita adalah harus terjadi dulu bencana, baru dibereskan, seperti yang terjadi beberapa waktu lalu di TPA Bantar gebang, setelah terjadi longsor dan merenggut banyak nyawa, baru para pihak turun tangan dan seolah peduli, ini juga yang mungkin harus terjadi di TPS Mertapadawetan, ada korban dulu atau ada aksi dulu dari Masyarakat, baru ada penanganan, hanya yang sangat disayangkan adalah tempat sampah tersebut tepat berada dipinggir jalan Raya dan merupakan jalan utama, Masa sih Para pejabat tidak melihatnya, atau mungkin pura-pura tidak melihat. Kami sebagai Masyarakat juga sadar, tidak sedikit oknum warga yang masih membuang sampah sembarangan, namun bukan berarti para pemangku kebijakan hanya berdiam diri disaat melihat pemandangan yang sangat nyata dan jelas membahayakan bagi kesehatan dan keselamatan Warga Masyarakat. (1c)

13 Feb 2026

Pemdes Mertapadawetan canangkan agenda rutin jelang Ramdhan "Komplek pemakaman Syech Sarifin"

INDOMEDIANEWS - Menjelang datangnya bulan Ramadhan, banyak warga dari berbagai golongan melaksanakan kegiatan bersih-bersih makam.
Hal tersebut seperti yang terlihat di kompex pemakaman Ki Buyut Serfin atau Syech Saripin yang berlokasi di Desa Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon.
Terlihat beberapa warga sedang melakukan kegiatan bersih-bersih makam yang terlihat banyak ditumbuhi tanaman liar.
Dari keterangan yang disampaikan salah seorang perangkat Desa Mertapada Wetan, Amir, dilaksanakannya kegiatan tersebut atas kerjasama seluruh warga Desa setempat 

"Kami melakukan kropakan pencarian sumbangsih kepada warga mertapadawetan, dari hasil sumbangsih tersebut dipergunakan untuk melakukan bersih-bersih seluruh area komplex pemakaman Syech Sarifin, Alkhamdulillah atas kepedulian antar warga, kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan baik" tuturnya, Kamis, 12/02/2026.

Lebih lanjut Amir menuturkan rasa bangganya atas peran serta semua pihak.

"Kami sangat Bersyukur, peranserta dan kebersamaan warga Mertapadawetan sangat tinggi, semoga ini merupakan langkah awal untuk meniti desa kearah yang lebih baik" tuturnya.

Sementara itu, Kuwu Mertapadawetan, Moh.Munif.AR sangat berterimakasih kepada seluruh pihak yang telah peduli dan bersama-sama bergotong royong untuk pelaksanaan program bersih-bersih area pemakaman.

"Tradisi bersih-bersih komplek Pemakaman ini merupakan agenda rutin tiap kali menjelang datangnya Bulan Ramadhan, Alkhamdulillah, melalui swadaya dan kepedulian seluruh pihak, agenda tersebut dapat dilaksanakan dengan baik, tentunya penghargaan dan ucapan terimakasih kami haturkan kepada seluruh warga Desa Mertapadawetan, diharapkan dengan kegiatan ini, area pemakaman Syech Sarifin akan lebih tertata apik dan terlihat resik" jelas Munif. (1c)

Banjir Landa Astanajapura dan Pangenan

INDOMEDIANEWS – Hujan deras yang mengguyur wilayah timur Cirebon pada Kamis (12/02/2026) sore mengakibatkan banjir di beberapa desa di Kecamatan Astanajapura dan Kecamatan Pangenan.
 
Desa Japura Bakti dan Japura Kidul Kecamatan Astanajapura, menjadi wilayah yang terdampak paling parah. 

Sedikitnya tiga blok di Desa Japura Kidul terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 40 cm.

Salah seorang perangkat Desa Japura Kidul, Haikal, banjir ini disebabkan oleh meluapnya Sungai Singaraja yang tidak mampu menampung debit air akibat intensitas hujan yang sangat tinggi. 

Ia juga menambahkan bahwa banjir ini merupakan kejadian rutin yang terjadi setiap tahun di desanya.
 
"Banjir tidak hanya melanda Desa Japura Kidul, tetapi juga Desa Japura Bakti dan Japura Lor di Kecamatan Pangenan, " ungkapnya. 

Dijelaskannya, dari 3 Blok tersebut sedikitnya puluhan rumah warga terendam dengan ketinggian bervariasi. 
Namun demikian jika hujan terus terjadi kemungkinan ketinggian banjir dan  wilayah terdampak semakin meluas. 

" Berharap adanya penanganan serius dari Pemerintah Daerah maupun instansi terkait dalam penanganan banjir yang menjadi rutinas tahunan di wilayahnya, " harapnya. 
 
Informasi yang diperolehnya, menyebutkan bahwa kondisi serupa juga terjadi di ruas jalan Kanci - Sindanglaut. Banjir di ruas jalan ini menyebabkan para pengguna kendaraan tidak dapat melintas dan terpaksa harus memutar arah melalui akses jalan Pengarengan - Lemahabang. ( 1c)

3 Feb 2026

Budayawan Cirebon soroti keberadaan Wisata

INDOMEDIANEWS - Seakan berjalan ditempat dan bahkan lambat dalam pengembangan wisata yang ada di Kabupaten Cirebon terjadi karena adanya banyak faktor, diantaranya adalah kekurang pahaman para pemangku kebijakan yang bergerak dibidang perpariwisataan.
Hal tersebut dipaparkan salah seorang penggiat seni budaya dan wisata, sekaligus ketua FPK ( Forum pembauran kebangsaan)  H.Taufik,  yang menyikapi terjadinya kelambatan dalam pengembangan wisata.

"Kabupaten Cirebon sebetulnya memiliki potensi wisata yang sangat luar biasa, hanya saja memang selama ini terkesan wisata di Kabupaten Cirebon jalan ditempat, pertanyaannya mengapa bisa demikian, tentunya ada beberapa faktor penyebabnya, diantanya adalah kekurang pahaman para pemangku kebijakan yang bergerak dibidang perpariwisataan, semisal kurangnya memahami apa itu konsep wisata dan bagaimana cara mengelola wisata agar bisa berkembang dan tidak bersifat gebragan" tuturnya, Selasa,03/02/2026.

Lebih lanjut Taufik menuturkan, bahwa keberadaan wisata seharusnya disesuaikan dengan tempat atau keadatan yang ada di desa itu sendiri, semisal kita ambil contoh di Kecamatan Lemahabang, menurut hemat kami, di kecamatan Lemahabang ada beberapa desa yang memiki potensi wisata yang sangat menjanjikan, seperti Desa Belawa yang dikenal dengan wisata Kura-Kura, Cipeujeh wetan yang dikenal dengan hintip tahunya, Desa Asem dengan konsep bakri, Tuk Karang Suwung dan Sindang Laut dengan wisata religinya dan Desa Sigong yang merupakan desa Budaya dengan Wayang golek cepak, semuanya merupakan tempat yang sangat potensial untuk dijadikan wisata, hanya saja persoalannya tempat yang potensi tersebut kurang bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh beberapa pihak, termasuk pemerintahan desa itu sendiri, intinya mereka yang bergerak dibidang pariwisata harus memiliki kemampuan tentang bagaimana caranya mengembangkan wisata secara langsung, dalam artian bukan berdasarkan katanya atau hanya belajar dari gogel, jadi kalau ingin memajukan wisata harus disesuaikan denga kondisi desa itu sendiri dan kearifan yang ada di desa tersebut, jangan sampai hanya sebatas membangun tanpa ada konsep kelanjutan yang jelas" pungkasnya.(1c)

21 Jan 2026

Plt Camat Astanajapura Lantik Penjabat Kuwu Kendal " persiapan Kuwu PAW "

INDOMEDIANEWS - Irwanto, SE kasi program Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, dilantik dan diambil sumpah sebagai Penjabat Kuwu Kendal, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Rabu,21/01/2026.
Pelantikan dan pengambilan sumpah dilaksanakan dihadapan  para tamu undangan di Aula Kantor Kecamatan setempat yang dihadiri pula oleh seluruh pegawai kecamatan, Unsur TNI/Polri dan kelembagaan Desa Kendal.

Pengambilan sumpah dan pelantikan penjabat Kuwu Kendal dilakukan Plt Camat Astanajapura, Deni Syafrudin, S.STP, M.SI dengan disaksikan puluhan tamu undangan berjalan dengan penuh hikmad.

Dalam sambutannya, Plt Camat Astanajapura mengharapkan kepada Penjabat Kuwu yang baru dilantik dan diambil sumpah untuk dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik.

"Kami mengharapkan kinerja dan tanggung jawab Penjabat Kuwu Kendal dapat dilaksanakan dengan sebaik mungkin, laksanakan tugas dan tanggung jawab sesuai aturan dan penuh dedikasi, ini perlu dilaksanakan sesuai sumpah yang telah terucap, bahwa akan melaksanakan tugas sesuai kedudukan dan tanggung jawab sebagai penjabat Kuwu, selain itu kami mengharapkan adanya komunikasi dan kerjasama baik antara Kuwu dan kelembagaan Desa, selain dari itu, kami mengharapkan penjabat Kuwu untuk bisa mempersiapkan segala sesuatunya untuk melaksanakan pemilihan kuwu PAW, untuk itu teruslah berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk Kecamatan agar Pilwu antar waktu dapat dilaksanakan dengan baik dan menghasilkan sesuatu yang baik" tuturnya.

Sementara itu, Penjabat Kuwu Kendal, Irwanto.SE usia pelantikan dan pengambilan sumpah menuturkan, bahwa dirinya akan berupaya semaksimal mungkin dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai penjabat Kuwu.

"Alkhamdulillah, atas ijin Allah, hari ini saya diambil sumpah dan dilantik untuk menduduki jabatan baru sebagai Penjabat Kuwu Kendal, ini tentunya tugas dan tanggung jawab yang harus saya laksanakan dengan sebaik mungkin, InsyaAllah, amanat yang telah dipercayakan kepada saya akan dilaksanakan dengan baik dan sesuai mekanisme maupun hukum yang berlaku di Republik Indonesia, selain melaksanakan tugas sebagai Kuwu, tentunya satu hal yang harus saya laksanakan adalah mempersiapkan segala sesuatunya untuk melaksanakan pemilihan Kuwu PAW, oleh karenanya, kami sangat mengharapkan adanya dukungan dan kerjasama dari semua pihak, termasuk kelembagaan Desa agar segala program yang tersusun dapat dilaksanakan dengan sebaik mungkin" jelasnya. (1c)

13 Jan 2026

Kuwu Mertapadawetan Fasilitasi tuntutan warga tentang pergantian petugas Puskesos

INDOMEDIANEWS - Masyarakat desa Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, menuntut adanya pergantian petugas Puskesos mendapat perhatian husus dari Pemerintah desa setempat.
Hal ini disampaikan Kuwu Mertapadawetan, Moh.Munif.AR saat ditemui diruang kerjanya, Senin, 05/01/2026.

"Memang benar ada beberapa perwakilan Masyarakat yang menuntut agar dilakukan pergantian petugas Puskesos dikarenakan banyaknya aduan tentang kinerja Puskesos dalam melaksanakan tugasnya, diantaranya adalah tidak terjalinnya komunikasi yang baik dengan RT maupun hal lainnya, ini yang menjadi alasan warga agar dilakukan pembenahan atau pergantian petugas Puskesos" tuturnya.

Lebih lanjut Munif menuturkan, terkait keinginan warga Masyarakat tersebut, pihaknya tengah berkomunikasi dengan pihak kecamatan dan instansi lainnya.

"Saat ini kami tengah berkomunikasi dengan pihak kecamatan tentang apa dan bagaimana langkah yang harus diambil, sekiranya memang harus dilakukan pergantian, kami akan melakukannya dengan catatan harus disesuaikan dengan mekanisme dan aturan yang berlaku, bahkan Plt Camat  Astanajapura menginginkan agar seluruh pengurus Puskesos dikumpulkan untuk dimintai keterangan atau informasi sesuai apa yang diinginkan Masyarakat, intinya kami mengharapkan adanya sinergitas dan kinerja yang lebih baik, jangan sampai persoalan yang kecil bisa menjadi besar, pada dasarnya apapun keputusannya nanti, diharapkan semua pihak dapat menerimanya dengan baik dan tidak menimbulkan persoalan yang semakin berdampak kurang baik terhadap kepentingan masyarakat secara umum" pungkas Munif.(1c)

29 Des 2025

Warga Mertapadawetan pertanyakan Legalitas Puskesos " evaluasi harus dilakukan" bila perlu ganti

INDOMEDIANEWS- Dirasa kinerja Puskesos banyak menimbulkan persoalan, warga Desa Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon melurug Kantor Desa Mertapadawetan, Senin, 29/12/2025.
Dalam pertemuan Warga yang difasilitasi Kuwu Mertapadawetan, Moh.Munif.AR, mempertemukan antara Petugas Puskesos dengan beberapa warga.
Dalam pertemuan antara warga dan Petugas Puskesos diketahui, bahwa ada beberapa petugas Puskesos yang berjumlah 4 orang, dua diantaranya tidak memiliki SK ( Surat Keputusan) karena SK tersebut masih atas nama petugas yang lama dimasa pemerintahan Kuwu Sumarno.

Salah seorang perwakilan Masyarakat Mertapadawetan , Aji menegaskan, bahwa pihaknya meminta agar persoalan tersebut segera diselesaikan .

"Selama ini banyak informasi negatif tentang kinerja Puskesos, oleh karenanya, kami atas nama Masyarakat Mertapadawetan meminta dengan tegas kepada Kuwu termasuk BPD agar dilaksanakan evaluasi tentang kinerja Puskesos, bila perlu dilakukan pergantian sesuai mekanisme agar ketimpangan tidak dibiarkan berlarut, apalagi kami mendengar langsung dari anggota Puskesos, bahwa saat ini petugas yang memiliki SK hanya dua orang dan dua lainnya tidak memiliki SK, ini menegaskan bahwa kontrol dan kinerja pemerintahan desa termasuk BPD tidak peka, oleh karenanya, dalam waktu dekat, kami akan berkirim surat kepada Kuwu dan BPD untuk menggelar dan memanggil seluruh pengurus Puskesos guna memperbaiki persoalan dan segera dilakukan musdes agar kesalahan tidak berlanjut dan terkesan dibiarkan" tuturnya .

Senada hal tersebut disampaikan Daud, warga yang turut hadir dalam pertemuan tersebut .

"Kesalahan ini sudah berjalan lama, agar tidak terjadi konflik dan salah informasi, maka kami meminta kepada beberapa pihak yang terkait untuk menjabarkan apa dan sebatas mana kewenangan maupun kinerja Puskesos, ini perlu dilakukan agar Masyarakat tidak selalu menjadi korban dengan berbagai dalih, intinya kami mengharap agar evaluasi dan tindakan tegas dilakukan Kuwu Munif" tuturnya. (1c)

23 Des 2025

Pemdes Astanajapura wajibkan lagu Indonesia Raya



INDOMEDIANEWS-Menanamkan rasa cinta tanah air melalui kumandang lagu Indonesia Raya diwajibkan bagi seluruh jajaran perangkat desa Astana japura, Kecamatan Astana japura, Kabupaten Cirebon. 

Hal tersebut disampaikan Kuwu Astana japura, Moh Jaelani Sidik saat ditemui diruang kerjanya, Selasa, 23/12/2025.

"Selama kepemimpinan saya sebagai Kuwu di Desa Astana japura, mewajibkan kepada seluruh jajaran pemerintahan desa untuk selalu mengumandangkan lagu Indonesia Raya setiap hari kerja yang jamnya telah ditentukan, yaitu jam 10 pagi" Tuturnya. 

Lebih lanjut Jaelani menuturkan, dengan menanamkan rasa cinta tanah air, diharapkan kinerja dan kedisiplinan perangkat semakin maksimal. 

"Upaya harus terus dilakukan selama bersifat positif, mungkin terdengarnya sepele, namun bagi kami ini merupakan sesuatu yang sangat baik, bahkan sebagai wujud keseriusan, kami memberikan sangsi bagi Perangkat desa yang tidak hadir dalam jam dimana telah disepakati untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya, berupa potongan uang sebesar Rp. 10.000, dimana pada akhirnya setiap akhir bulan uang yang terkumpul dari sangsi tersebut tetap dinikmati secara bersama-sama, intinya kami ingin menanamkan rasa cinta tanah air melalui lagu Indonesia Raya, Alkhamdulillah, dampaknya sangat baik bagi kinerja seluruh jajaran perangkat desa" Pungkasnya. (1c)

10 Des 2025

Dandim 0620 Kabupaten Cirebon tengok Pembangunan Gedung Kopdes Leuwidinding

INDOMEDIANEWS- Dandim 0620/Kabupatrn Cirebon, Letkol Muhamad Yusron bersama pasiter Kodim 0620 Kapten Arh Jumadi mengunjungi Pembangunan gedung Koperasi Merah Putih Desa Leuwi dinding, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon. 
Hadir pula dalam acara tersebut Danramil Lemahabang, Kapten Karomaeni didampingi Babinsa Leuwi dinding, Sertu Amin Kartubi dan Kuwu Leuwi dinding Imas Rasdianto. 
Dengan hadirnya Dandim beserta rombongan merupakan satu kebanggan bagi Pemerintah Desa yang mendukung penuh program Koperasi Merah Putih. 

"Kami sangat bangga atas kehadiran Dandim bersama jajaran, ini merupakan sebuah perhatian yang berdampak positif bagi terealisasinya program Koperasi Merah Putih atau Koperasi Desa, diharapkan agenda yang telah tertata mampu terealisasi dengan baik" Tuturnya. 

Lebih lanjut Imas menuturkan, bahwa Program Koperasi Merah Putih merupakan satu trobosan untuk meningkatkan kesejahteraan Masyarakat dalam hal perekonomian. 

"Dengan perekonomian yang meningkat, tentunya berdampak baik pada tatanan kehidupan Masyarakat, InsyaAllah progres kedepannya akan dapat dirasakan oleh Masyarakat secara luas, intinya kami dari pemerintahan desa akan mendukung berbagai program yang digulirkan oleh Pemerintah selama memang berpihak pada Masyarakat dan perkembangan desa itu sendiri" Pungkasnya, Rabu, 10/12/2025.

Sementara itu, Babinsa Desa Leuwi dinding, Sertu Amin Kartubi menuturkan keberadaan Kopdes merupakan sesuatu hal yang bertujuan deni kesejahteraan Masyarakat. 

"Kami berupaya semaksimal mungkin agar program pembangunan sarana atau gedung Koperasi Merah Putih dapat terealisasi dengan baik, InsyaAllah, dalam waktu tidak terlalu lama, Gedung Koperasi Merah Putih di Desa Leuwi dinding bisa selesai dan segera dapat beroperasi sebagai mana mestinya" Jelasnya. (1c)

26 Nov 2025

Pemdes Lemahabang Manfaatkan Banprov untuk peningkatan Infrastruktur

INDOMEDIANEWS - Sesuai aturan dan mekanisme terkait pengguna dan pemanfaatan Anggaran Bantuan Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Desa Lemahabang, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon merealisasikan Banprov tersebut untuk peningkatan infrastruktur berupa pengaspalan ( Hotmik) yang berlokasi di Jalan Kartini Dusun 3 desa setempat. 
Pemanfaatan anggaran tersebut dituturkan Kuwu Lemahabang, Toto Sugianto, direalisasikan sesuai mekanisme. 

"Untuk Banprov Tahun anggaran 2025 diperuntukan bagi pengembangan atau peningkatan infrastruktur, oleh karenanya kami dari pihak desa memanfaatkan anggaran yang tersedia untuk pembangunan jalan atau hotmik yang berlokasi di jalan Kartini Dusun 3 dengan volume 870 meter, diharapkan dengan adanya peningkatan jalan yang lebih baik akan berdampak baik pula bagi pengembangan dan kenyamanan Masyarakat setempat dalam beraktifitas sehari-hari" Tuturnya, Rabu, 26/11/2025.

Lebih lanjut Toto menuturkan, dengan adanya anggaran yang diterima desa bisa dimanfaatkan sebaik mungkin untuk berbagai hal yang positif. 

"Anggaran yang diterima pemerintah desa tentunya diharapkan mampu meningkatkan perekonomian dan hal lainnya yang sifatnya membangun, kami terus berupaya untuk memanfaatkan anggaran yang tersedia dengan sebaik mungkin dan disesuaikan mekanismenya atau pemanfaatannya sesuai hasil Musyawarah, intinya apapun bentuk anggaran yang ada bisa dimanfaatkan demi kemakmuran dan kesejahteraan Masyarakat, oleh karenanya kami berharap peran serta dan dukungan dari semua pihak agar cita-cita dan harapan untuk membangun Lemahabang semakin baik dan terus membaik bisa tercapai dengan hasil yang baik pula" Pungkasnya. (1c) 

13 Nov 2025

Ki Buyut Serfin akan menjadi Cagar Budaya " tinggal menunggu SK"

INDOMEDIANEWS - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Cirebon berkunjung ke kantor Desa Mertapadawetan, Kecamatan Astana japura, Kabupaten Cirebon. 
Kehadiran team dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Cirebon untuk meninjau lokasi Pemakaman Ki Buyut Serfin yang tengah digodok untuk dijadikan sebagai salah satu Cagar Budaya yang ada di Kabupaten Cirebon timur. 
Dari keterangan yang disampaikan Kuwu Mertapadawetan, Moh Munif AR, bahwa proses registrasi sudah ditempuh secara keseluruhan. 

"Registrasi sudah selesai semua, kini tinggal menunggu SK dari Kementrian Pariwisata dan Kebudayaan, menuntut informasi yang kami terima,  InsyaAllah SK ( Surat Keputusan) dari Kementrian sudah turun, diharapkan dengan telah ditetapkannya Kompleks Ki Buyut Serfin sebagai salah satu Cagar Budaya, akan berdampak pada perubahan tata kelola maupun pemeliharaan komplek pemakaman Ki Buyut Serfin" Tuturnya. Kamis, 13/11/2025

Lebih lanjut Munif menuturkan, selain berkunjung ke kantor desa, team dari Kabupaten pun langsung meninjau lokasi pemakaman Ki Buyut Serfin. 

"Kami bersama pihak Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Cirebon langsung turun ke lokasi kompleks pemakaman Ki Buyut Serfin, Alkhamdulillah hasilnya sangat memuaskan, kini kami hanya menunggu turunnya SK dari Kementrian, dan mungkin langkah awalnya setelah surat ketetapan diterima akan dilakukan pemugaran area Kimpleks Pemakaman Ki Buyut Serfin, mari berdoa bersama agar semuanya dapat berjalan dan terealisasi dengan baik" Pungkasnya. (1c) 

Rumah Kuwu Karangtengah disatroni maling "Motor Dinas Raib"

INDOMEDIANEWS – Aksi kejahatan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Cirebon. Giliran kali ini, rumah Kuwu (Kepala Desa) Karangtengah, Kecamatan Karangsembung, Kabupaten Cirebon, menjadi sasaran kawanan pencuri. 
Aksi pencurian tersebut mengakibatkan Dua unit sepeda motor — satu kendaraan dinas dan satu kendaraan pribadi — dilaporkan raib digondol maling pada Minggu (9/11/2025) dini hari sekitar pukul 03.30 WIB.

Peristiwa tersebut menimpa Kuwu Desa Karangtengah, Juli Suhaedi, yang baru mengetahui kejadian itu pada pagi harinya. Menurut penuturan Sekretaris Desa Karangtengah, Yanto Herianto, pencurian terjadi di kediaman pribadi sang Kuwu. 

"Benar, telah terjadi pencurian di rumah Pak Kuwu pada Minggu dini hari sekitar pukul 03.30 WIB. Setelah mengetahui kejadian tersebut, Pak Kuwu segera melaporkannya ke Polsek Susukanlebak,” jelas Yanto.

Aksi maling tersebut berhasil menggondol satu unit sepeda motor dinas Yamaha N-Max dengan nomor polisi E 2198 O, dan satu unit sepeda motor pribadi Honda Beat bernomor polisi E 5321 OT. Laporan resmi pun telah dibuat dengan nomor LP/B/15/XI/2025/JBR RESTA-CRB/Sektor Susukanlebak.

Pihak Pemerintah Desa Karangtengah juga berupaya mencari petunjuk tambahan dengan meminta bantuan pihak Indomaret yang berlokasi tak jauh dari rumah Kuwu. Diharapkan, rekaman CCTV di sekitar lokasi dapat membantu proses penyelidikan pihak kepolisian. 

“Kami berharap rekaman CCTV dari Indomaret bisa membantu mengungkap pelaku pencurian ini. Selain itu, kami juga mengimbau masyarakat Karangtengah agar lebih berhati-hati dan waspada. Pemerintah desa juga akan memperkuat kembali sistem keamanan dengan mengaktifkan poskamling di setiap dusun,” tambah Yanto.

Sementara itu, Kapolsek Susukanlebak, AKP H. Kuswadi, SH ketika dikonfirmasi melalui telepon WhatsApp nya membenarkan adanya laporan pencurian di rumah Kuwu Desa Karangtengah. Begitu menerima laporan, pihaknya langsung bergerak cepat ke lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan. 

“Kami langsung mengamankan TKP, melakukan olah TKP, mencari dan mengumpulkan barang bukti, serta meminta keterangan saksi-saksi. Saat ini penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap identitas dan keberadaan para pelaku,” ungkap Kapolsek.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap aksi kejahatan, terutama menjelang akhir tahun, ketika biasanya angka kriminalitas mengalami peningkatan.

Kasus pencurian yang menimpa rumah Kuwu Karangtengah ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat dan aparat desa di Kabupaten Cirebon. Kejadian ini menunjukkan bahwa tindak kejahatan bisa terjadi di mana saja, bahkan menimpa pejabat publik yang dianggap memiliki tingkat kewaspadaan lebih tinggi.

Peristiwa ini juga menjadi refleksi penting tentang perlunya sistem keamanan terpadu di tingkat pedesaan. Pemasangan kamera pengawas (CCTV), ronda malam yang aktif, dan sinergi antara masyarakat serta aparat desa menjadi langkah strategis untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Selain itu, hilangnya kendaraan dinas pemerintah desa menjadi isu krusial karena menyangkut aset negara yang digunakan untuk pelayanan publik. Pemerintah daerah diharapkan melakukan evaluasi terkait pengamanan kendaraan dinas serta meningkatkan sistem pengawasan di tingkat desa.

Dengan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan aparat kepolisian, diharapkan kasus ini dapat segera terungkap dan menjadi pembelajaran bersama untuk memperkuat keamanan lingkungan di wilayah Kabupaten Cirebon.(1c)