Tampilkan postingan dengan label desa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label desa. Tampilkan semua postingan

13 Feb 2026

Pemdes Mertapadawetan canangkan agenda rutin jelang Ramdhan "Komplek pemakaman Syech Sarifin"

INDOMEDIANEWS - Menjelang datangnya bulan Ramadhan, banyak warga dari berbagai golongan melaksanakan kegiatan bersih-bersih makam.
Hal tersebut seperti yang terlihat di kompex pemakaman Ki Buyut Serfin atau Syech Saripin yang berlokasi di Desa Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon.
Terlihat beberapa warga sedang melakukan kegiatan bersih-bersih makam yang terlihat banyak ditumbuhi tanaman liar.
Dari keterangan yang disampaikan salah seorang perangkat Desa Mertapada Wetan, Amir, dilaksanakannya kegiatan tersebut atas kerjasama seluruh warga Desa setempat 

"Kami melakukan kropakan pencarian sumbangsih kepada warga mertapadawetan, dari hasil sumbangsih tersebut dipergunakan untuk melakukan bersih-bersih seluruh area komplex pemakaman Syech Sarifin, Alkhamdulillah atas kepedulian antar warga, kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan baik" tuturnya, Kamis, 12/02/2026.

Lebih lanjut Amir menuturkan rasa bangganya atas peran serta semua pihak.

"Kami sangat Bersyukur, peranserta dan kebersamaan warga Mertapadawetan sangat tinggi, semoga ini merupakan langkah awal untuk meniti desa kearah yang lebih baik" tuturnya.

Sementara itu, Kuwu Mertapadawetan, Moh.Munif.AR sangat berterimakasih kepada seluruh pihak yang telah peduli dan bersama-sama bergotong royong untuk pelaksanaan program bersih-bersih area pemakaman.

"Tradisi bersih-bersih komplek Pemakaman ini merupakan agenda rutin tiap kali menjelang datangnya Bulan Ramadhan, Alkhamdulillah, melalui swadaya dan kepedulian seluruh pihak, agenda tersebut dapat dilaksanakan dengan baik, tentunya penghargaan dan ucapan terimakasih kami haturkan kepada seluruh warga Desa Mertapadawetan, diharapkan dengan kegiatan ini, area pemakaman Syech Sarifin akan lebih tertata apik dan terlihat resik" jelas Munif. (1c)

Banjir Landa Astanajapura dan Pangenan

INDOMEDIANEWS – Hujan deras yang mengguyur wilayah timur Cirebon pada Kamis (12/02/2026) sore mengakibatkan banjir di beberapa desa di Kecamatan Astanajapura dan Kecamatan Pangenan.
 
Desa Japura Bakti dan Japura Kidul Kecamatan Astanajapura, menjadi wilayah yang terdampak paling parah. 

Sedikitnya tiga blok di Desa Japura Kidul terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 40 cm.

Salah seorang perangkat Desa Japura Kidul, Haikal, banjir ini disebabkan oleh meluapnya Sungai Singaraja yang tidak mampu menampung debit air akibat intensitas hujan yang sangat tinggi. 

Ia juga menambahkan bahwa banjir ini merupakan kejadian rutin yang terjadi setiap tahun di desanya.
 
"Banjir tidak hanya melanda Desa Japura Kidul, tetapi juga Desa Japura Bakti dan Japura Lor di Kecamatan Pangenan, " ungkapnya. 

Dijelaskannya, dari 3 Blok tersebut sedikitnya puluhan rumah warga terendam dengan ketinggian bervariasi. 
Namun demikian jika hujan terus terjadi kemungkinan ketinggian banjir dan  wilayah terdampak semakin meluas. 

" Berharap adanya penanganan serius dari Pemerintah Daerah maupun instansi terkait dalam penanganan banjir yang menjadi rutinas tahunan di wilayahnya, " harapnya. 
 
Informasi yang diperolehnya, menyebutkan bahwa kondisi serupa juga terjadi di ruas jalan Kanci - Sindanglaut. Banjir di ruas jalan ini menyebabkan para pengguna kendaraan tidak dapat melintas dan terpaksa harus memutar arah melalui akses jalan Pengarengan - Lemahabang. ( 1c)

3 Feb 2026

Budayawan Cirebon soroti keberadaan Wisata

INDOMEDIANEWS - Seakan berjalan ditempat dan bahkan lambat dalam pengembangan wisata yang ada di Kabupaten Cirebon terjadi karena adanya banyak faktor, diantaranya adalah kekurang pahaman para pemangku kebijakan yang bergerak dibidang perpariwisataan.
Hal tersebut dipaparkan salah seorang penggiat seni budaya dan wisata, sekaligus ketua FPK ( Forum pembauran kebangsaan)  H.Taufik,  yang menyikapi terjadinya kelambatan dalam pengembangan wisata.

"Kabupaten Cirebon sebetulnya memiliki potensi wisata yang sangat luar biasa, hanya saja memang selama ini terkesan wisata di Kabupaten Cirebon jalan ditempat, pertanyaannya mengapa bisa demikian, tentunya ada beberapa faktor penyebabnya, diantanya adalah kekurang pahaman para pemangku kebijakan yang bergerak dibidang perpariwisataan, semisal kurangnya memahami apa itu konsep wisata dan bagaimana cara mengelola wisata agar bisa berkembang dan tidak bersifat gebragan" tuturnya, Selasa,03/02/2026.

Lebih lanjut Taufik menuturkan, bahwa keberadaan wisata seharusnya disesuaikan dengan tempat atau keadatan yang ada di desa itu sendiri, semisal kita ambil contoh di Kecamatan Lemahabang, menurut hemat kami, di kecamatan Lemahabang ada beberapa desa yang memiki potensi wisata yang sangat menjanjikan, seperti Desa Belawa yang dikenal dengan wisata Kura-Kura, Cipeujeh wetan yang dikenal dengan hintip tahunya, Desa Asem dengan konsep bakri, Tuk Karang Suwung dan Sindang Laut dengan wisata religinya dan Desa Sigong yang merupakan desa Budaya dengan Wayang golek cepak, semuanya merupakan tempat yang sangat potensial untuk dijadikan wisata, hanya saja persoalannya tempat yang potensi tersebut kurang bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh beberapa pihak, termasuk pemerintahan desa itu sendiri, intinya mereka yang bergerak dibidang pariwisata harus memiliki kemampuan tentang bagaimana caranya mengembangkan wisata secara langsung, dalam artian bukan berdasarkan katanya atau hanya belajar dari gogel, jadi kalau ingin memajukan wisata harus disesuaikan denga kondisi desa itu sendiri dan kearifan yang ada di desa tersebut, jangan sampai hanya sebatas membangun tanpa ada konsep kelanjutan yang jelas" pungkasnya.(1c)

21 Jan 2026

Plt Camat Astanajapura Lantik Penjabat Kuwu Kendal " persiapan Kuwu PAW "

INDOMEDIANEWS - Irwanto, SE kasi program Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, dilantik dan diambil sumpah sebagai Penjabat Kuwu Kendal, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Rabu,21/01/2026.
Pelantikan dan pengambilan sumpah dilaksanakan dihadapan  para tamu undangan di Aula Kantor Kecamatan setempat yang dihadiri pula oleh seluruh pegawai kecamatan, Unsur TNI/Polri dan kelembagaan Desa Kendal.

Pengambilan sumpah dan pelantikan penjabat Kuwu Kendal dilakukan Plt Camat Astanajapura, Deni Syafrudin, S.STP, M.SI dengan disaksikan puluhan tamu undangan berjalan dengan penuh hikmad.

Dalam sambutannya, Plt Camat Astanajapura mengharapkan kepada Penjabat Kuwu yang baru dilantik dan diambil sumpah untuk dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik.

"Kami mengharapkan kinerja dan tanggung jawab Penjabat Kuwu Kendal dapat dilaksanakan dengan sebaik mungkin, laksanakan tugas dan tanggung jawab sesuai aturan dan penuh dedikasi, ini perlu dilaksanakan sesuai sumpah yang telah terucap, bahwa akan melaksanakan tugas sesuai kedudukan dan tanggung jawab sebagai penjabat Kuwu, selain itu kami mengharapkan adanya komunikasi dan kerjasama baik antara Kuwu dan kelembagaan Desa, selain dari itu, kami mengharapkan penjabat Kuwu untuk bisa mempersiapkan segala sesuatunya untuk melaksanakan pemilihan kuwu PAW, untuk itu teruslah berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk Kecamatan agar Pilwu antar waktu dapat dilaksanakan dengan baik dan menghasilkan sesuatu yang baik" tuturnya.

Sementara itu, Penjabat Kuwu Kendal, Irwanto.SE usia pelantikan dan pengambilan sumpah menuturkan, bahwa dirinya akan berupaya semaksimal mungkin dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai penjabat Kuwu.

"Alkhamdulillah, atas ijin Allah, hari ini saya diambil sumpah dan dilantik untuk menduduki jabatan baru sebagai Penjabat Kuwu Kendal, ini tentunya tugas dan tanggung jawab yang harus saya laksanakan dengan sebaik mungkin, InsyaAllah, amanat yang telah dipercayakan kepada saya akan dilaksanakan dengan baik dan sesuai mekanisme maupun hukum yang berlaku di Republik Indonesia, selain melaksanakan tugas sebagai Kuwu, tentunya satu hal yang harus saya laksanakan adalah mempersiapkan segala sesuatunya untuk melaksanakan pemilihan Kuwu PAW, oleh karenanya, kami sangat mengharapkan adanya dukungan dan kerjasama dari semua pihak, termasuk kelembagaan Desa agar segala program yang tersusun dapat dilaksanakan dengan sebaik mungkin" jelasnya. (1c)

13 Jan 2026

Kuwu Mertapadawetan Fasilitasi tuntutan warga tentang pergantian petugas Puskesos

INDOMEDIANEWS - Masyarakat desa Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, menuntut adanya pergantian petugas Puskesos mendapat perhatian husus dari Pemerintah desa setempat.
Hal ini disampaikan Kuwu Mertapadawetan, Moh.Munif.AR saat ditemui diruang kerjanya, Senin, 05/01/2026.

"Memang benar ada beberapa perwakilan Masyarakat yang menuntut agar dilakukan pergantian petugas Puskesos dikarenakan banyaknya aduan tentang kinerja Puskesos dalam melaksanakan tugasnya, diantaranya adalah tidak terjalinnya komunikasi yang baik dengan RT maupun hal lainnya, ini yang menjadi alasan warga agar dilakukan pembenahan atau pergantian petugas Puskesos" tuturnya.

Lebih lanjut Munif menuturkan, terkait keinginan warga Masyarakat tersebut, pihaknya tengah berkomunikasi dengan pihak kecamatan dan instansi lainnya.

"Saat ini kami tengah berkomunikasi dengan pihak kecamatan tentang apa dan bagaimana langkah yang harus diambil, sekiranya memang harus dilakukan pergantian, kami akan melakukannya dengan catatan harus disesuaikan dengan mekanisme dan aturan yang berlaku, bahkan Plt Camat  Astanajapura menginginkan agar seluruh pengurus Puskesos dikumpulkan untuk dimintai keterangan atau informasi sesuai apa yang diinginkan Masyarakat, intinya kami mengharapkan adanya sinergitas dan kinerja yang lebih baik, jangan sampai persoalan yang kecil bisa menjadi besar, pada dasarnya apapun keputusannya nanti, diharapkan semua pihak dapat menerimanya dengan baik dan tidak menimbulkan persoalan yang semakin berdampak kurang baik terhadap kepentingan masyarakat secara umum" pungkas Munif.(1c)

29 Des 2025

Warga Mertapadawetan pertanyakan Legalitas Puskesos " evaluasi harus dilakukan" bila perlu ganti

INDOMEDIANEWS- Dirasa kinerja Puskesos banyak menimbulkan persoalan, warga Desa Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon melurug Kantor Desa Mertapadawetan, Senin, 29/12/2025.
Dalam pertemuan Warga yang difasilitasi Kuwu Mertapadawetan, Moh.Munif.AR, mempertemukan antara Petugas Puskesos dengan beberapa warga.
Dalam pertemuan antara warga dan Petugas Puskesos diketahui, bahwa ada beberapa petugas Puskesos yang berjumlah 4 orang, dua diantaranya tidak memiliki SK ( Surat Keputusan) karena SK tersebut masih atas nama petugas yang lama dimasa pemerintahan Kuwu Sumarno.

Salah seorang perwakilan Masyarakat Mertapadawetan , Aji menegaskan, bahwa pihaknya meminta agar persoalan tersebut segera diselesaikan .

"Selama ini banyak informasi negatif tentang kinerja Puskesos, oleh karenanya, kami atas nama Masyarakat Mertapadawetan meminta dengan tegas kepada Kuwu termasuk BPD agar dilaksanakan evaluasi tentang kinerja Puskesos, bila perlu dilakukan pergantian sesuai mekanisme agar ketimpangan tidak dibiarkan berlarut, apalagi kami mendengar langsung dari anggota Puskesos, bahwa saat ini petugas yang memiliki SK hanya dua orang dan dua lainnya tidak memiliki SK, ini menegaskan bahwa kontrol dan kinerja pemerintahan desa termasuk BPD tidak peka, oleh karenanya, dalam waktu dekat, kami akan berkirim surat kepada Kuwu dan BPD untuk menggelar dan memanggil seluruh pengurus Puskesos guna memperbaiki persoalan dan segera dilakukan musdes agar kesalahan tidak berlanjut dan terkesan dibiarkan" tuturnya .

Senada hal tersebut disampaikan Daud, warga yang turut hadir dalam pertemuan tersebut .

"Kesalahan ini sudah berjalan lama, agar tidak terjadi konflik dan salah informasi, maka kami meminta kepada beberapa pihak yang terkait untuk menjabarkan apa dan sebatas mana kewenangan maupun kinerja Puskesos, ini perlu dilakukan agar Masyarakat tidak selalu menjadi korban dengan berbagai dalih, intinya kami mengharap agar evaluasi dan tindakan tegas dilakukan Kuwu Munif" tuturnya. (1c)

23 Des 2025

Pemdes Astanajapura wajibkan lagu Indonesia Raya



INDOMEDIANEWS-Menanamkan rasa cinta tanah air melalui kumandang lagu Indonesia Raya diwajibkan bagi seluruh jajaran perangkat desa Astana japura, Kecamatan Astana japura, Kabupaten Cirebon. 

Hal tersebut disampaikan Kuwu Astana japura, Moh Jaelani Sidik saat ditemui diruang kerjanya, Selasa, 23/12/2025.

"Selama kepemimpinan saya sebagai Kuwu di Desa Astana japura, mewajibkan kepada seluruh jajaran pemerintahan desa untuk selalu mengumandangkan lagu Indonesia Raya setiap hari kerja yang jamnya telah ditentukan, yaitu jam 10 pagi" Tuturnya. 

Lebih lanjut Jaelani menuturkan, dengan menanamkan rasa cinta tanah air, diharapkan kinerja dan kedisiplinan perangkat semakin maksimal. 

"Upaya harus terus dilakukan selama bersifat positif, mungkin terdengarnya sepele, namun bagi kami ini merupakan sesuatu yang sangat baik, bahkan sebagai wujud keseriusan, kami memberikan sangsi bagi Perangkat desa yang tidak hadir dalam jam dimana telah disepakati untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya, berupa potongan uang sebesar Rp. 10.000, dimana pada akhirnya setiap akhir bulan uang yang terkumpul dari sangsi tersebut tetap dinikmati secara bersama-sama, intinya kami ingin menanamkan rasa cinta tanah air melalui lagu Indonesia Raya, Alkhamdulillah, dampaknya sangat baik bagi kinerja seluruh jajaran perangkat desa" Pungkasnya. (1c)

10 Des 2025

Dandim 0620 Kabupaten Cirebon tengok Pembangunan Gedung Kopdes Leuwidinding

INDOMEDIANEWS- Dandim 0620/Kabupatrn Cirebon, Letkol Muhamad Yusron bersama pasiter Kodim 0620 Kapten Arh Jumadi mengunjungi Pembangunan gedung Koperasi Merah Putih Desa Leuwi dinding, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon. 
Hadir pula dalam acara tersebut Danramil Lemahabang, Kapten Karomaeni didampingi Babinsa Leuwi dinding, Sertu Amin Kartubi dan Kuwu Leuwi dinding Imas Rasdianto. 
Dengan hadirnya Dandim beserta rombongan merupakan satu kebanggan bagi Pemerintah Desa yang mendukung penuh program Koperasi Merah Putih. 

"Kami sangat bangga atas kehadiran Dandim bersama jajaran, ini merupakan sebuah perhatian yang berdampak positif bagi terealisasinya program Koperasi Merah Putih atau Koperasi Desa, diharapkan agenda yang telah tertata mampu terealisasi dengan baik" Tuturnya. 

Lebih lanjut Imas menuturkan, bahwa Program Koperasi Merah Putih merupakan satu trobosan untuk meningkatkan kesejahteraan Masyarakat dalam hal perekonomian. 

"Dengan perekonomian yang meningkat, tentunya berdampak baik pada tatanan kehidupan Masyarakat, InsyaAllah progres kedepannya akan dapat dirasakan oleh Masyarakat secara luas, intinya kami dari pemerintahan desa akan mendukung berbagai program yang digulirkan oleh Pemerintah selama memang berpihak pada Masyarakat dan perkembangan desa itu sendiri" Pungkasnya, Rabu, 10/12/2025.

Sementara itu, Babinsa Desa Leuwi dinding, Sertu Amin Kartubi menuturkan keberadaan Kopdes merupakan sesuatu hal yang bertujuan deni kesejahteraan Masyarakat. 

"Kami berupaya semaksimal mungkin agar program pembangunan sarana atau gedung Koperasi Merah Putih dapat terealisasi dengan baik, InsyaAllah, dalam waktu tidak terlalu lama, Gedung Koperasi Merah Putih di Desa Leuwi dinding bisa selesai dan segera dapat beroperasi sebagai mana mestinya" Jelasnya. (1c)

26 Nov 2025

Pemdes Lemahabang Manfaatkan Banprov untuk peningkatan Infrastruktur

INDOMEDIANEWS - Sesuai aturan dan mekanisme terkait pengguna dan pemanfaatan Anggaran Bantuan Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Desa Lemahabang, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon merealisasikan Banprov tersebut untuk peningkatan infrastruktur berupa pengaspalan ( Hotmik) yang berlokasi di Jalan Kartini Dusun 3 desa setempat. 
Pemanfaatan anggaran tersebut dituturkan Kuwu Lemahabang, Toto Sugianto, direalisasikan sesuai mekanisme. 

"Untuk Banprov Tahun anggaran 2025 diperuntukan bagi pengembangan atau peningkatan infrastruktur, oleh karenanya kami dari pihak desa memanfaatkan anggaran yang tersedia untuk pembangunan jalan atau hotmik yang berlokasi di jalan Kartini Dusun 3 dengan volume 870 meter, diharapkan dengan adanya peningkatan jalan yang lebih baik akan berdampak baik pula bagi pengembangan dan kenyamanan Masyarakat setempat dalam beraktifitas sehari-hari" Tuturnya, Rabu, 26/11/2025.

Lebih lanjut Toto menuturkan, dengan adanya anggaran yang diterima desa bisa dimanfaatkan sebaik mungkin untuk berbagai hal yang positif. 

"Anggaran yang diterima pemerintah desa tentunya diharapkan mampu meningkatkan perekonomian dan hal lainnya yang sifatnya membangun, kami terus berupaya untuk memanfaatkan anggaran yang tersedia dengan sebaik mungkin dan disesuaikan mekanismenya atau pemanfaatannya sesuai hasil Musyawarah, intinya apapun bentuk anggaran yang ada bisa dimanfaatkan demi kemakmuran dan kesejahteraan Masyarakat, oleh karenanya kami berharap peran serta dan dukungan dari semua pihak agar cita-cita dan harapan untuk membangun Lemahabang semakin baik dan terus membaik bisa tercapai dengan hasil yang baik pula" Pungkasnya. (1c) 

13 Nov 2025

Ki Buyut Serfin akan menjadi Cagar Budaya " tinggal menunggu SK"

INDOMEDIANEWS - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Cirebon berkunjung ke kantor Desa Mertapadawetan, Kecamatan Astana japura, Kabupaten Cirebon. 
Kehadiran team dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Cirebon untuk meninjau lokasi Pemakaman Ki Buyut Serfin yang tengah digodok untuk dijadikan sebagai salah satu Cagar Budaya yang ada di Kabupaten Cirebon timur. 
Dari keterangan yang disampaikan Kuwu Mertapadawetan, Moh Munif AR, bahwa proses registrasi sudah ditempuh secara keseluruhan. 

"Registrasi sudah selesai semua, kini tinggal menunggu SK dari Kementrian Pariwisata dan Kebudayaan, menuntut informasi yang kami terima,  InsyaAllah SK ( Surat Keputusan) dari Kementrian sudah turun, diharapkan dengan telah ditetapkannya Kompleks Ki Buyut Serfin sebagai salah satu Cagar Budaya, akan berdampak pada perubahan tata kelola maupun pemeliharaan komplek pemakaman Ki Buyut Serfin" Tuturnya. Kamis, 13/11/2025

Lebih lanjut Munif menuturkan, selain berkunjung ke kantor desa, team dari Kabupaten pun langsung meninjau lokasi pemakaman Ki Buyut Serfin. 

"Kami bersama pihak Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Cirebon langsung turun ke lokasi kompleks pemakaman Ki Buyut Serfin, Alkhamdulillah hasilnya sangat memuaskan, kini kami hanya menunggu turunnya SK dari Kementrian, dan mungkin langkah awalnya setelah surat ketetapan diterima akan dilakukan pemugaran area Kimpleks Pemakaman Ki Buyut Serfin, mari berdoa bersama agar semuanya dapat berjalan dan terealisasi dengan baik" Pungkasnya. (1c) 

Rumah Kuwu Karangtengah disatroni maling "Motor Dinas Raib"

INDOMEDIANEWS – Aksi kejahatan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Cirebon. Giliran kali ini, rumah Kuwu (Kepala Desa) Karangtengah, Kecamatan Karangsembung, Kabupaten Cirebon, menjadi sasaran kawanan pencuri. 
Aksi pencurian tersebut mengakibatkan Dua unit sepeda motor — satu kendaraan dinas dan satu kendaraan pribadi — dilaporkan raib digondol maling pada Minggu (9/11/2025) dini hari sekitar pukul 03.30 WIB.

Peristiwa tersebut menimpa Kuwu Desa Karangtengah, Juli Suhaedi, yang baru mengetahui kejadian itu pada pagi harinya. Menurut penuturan Sekretaris Desa Karangtengah, Yanto Herianto, pencurian terjadi di kediaman pribadi sang Kuwu. 

"Benar, telah terjadi pencurian di rumah Pak Kuwu pada Minggu dini hari sekitar pukul 03.30 WIB. Setelah mengetahui kejadian tersebut, Pak Kuwu segera melaporkannya ke Polsek Susukanlebak,” jelas Yanto.

Aksi maling tersebut berhasil menggondol satu unit sepeda motor dinas Yamaha N-Max dengan nomor polisi E 2198 O, dan satu unit sepeda motor pribadi Honda Beat bernomor polisi E 5321 OT. Laporan resmi pun telah dibuat dengan nomor LP/B/15/XI/2025/JBR RESTA-CRB/Sektor Susukanlebak.

Pihak Pemerintah Desa Karangtengah juga berupaya mencari petunjuk tambahan dengan meminta bantuan pihak Indomaret yang berlokasi tak jauh dari rumah Kuwu. Diharapkan, rekaman CCTV di sekitar lokasi dapat membantu proses penyelidikan pihak kepolisian. 

“Kami berharap rekaman CCTV dari Indomaret bisa membantu mengungkap pelaku pencurian ini. Selain itu, kami juga mengimbau masyarakat Karangtengah agar lebih berhati-hati dan waspada. Pemerintah desa juga akan memperkuat kembali sistem keamanan dengan mengaktifkan poskamling di setiap dusun,” tambah Yanto.

Sementara itu, Kapolsek Susukanlebak, AKP H. Kuswadi, SH ketika dikonfirmasi melalui telepon WhatsApp nya membenarkan adanya laporan pencurian di rumah Kuwu Desa Karangtengah. Begitu menerima laporan, pihaknya langsung bergerak cepat ke lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan. 

“Kami langsung mengamankan TKP, melakukan olah TKP, mencari dan mengumpulkan barang bukti, serta meminta keterangan saksi-saksi. Saat ini penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap identitas dan keberadaan para pelaku,” ungkap Kapolsek.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap aksi kejahatan, terutama menjelang akhir tahun, ketika biasanya angka kriminalitas mengalami peningkatan.

Kasus pencurian yang menimpa rumah Kuwu Karangtengah ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat dan aparat desa di Kabupaten Cirebon. Kejadian ini menunjukkan bahwa tindak kejahatan bisa terjadi di mana saja, bahkan menimpa pejabat publik yang dianggap memiliki tingkat kewaspadaan lebih tinggi.

Peristiwa ini juga menjadi refleksi penting tentang perlunya sistem keamanan terpadu di tingkat pedesaan. Pemasangan kamera pengawas (CCTV), ronda malam yang aktif, dan sinergi antara masyarakat serta aparat desa menjadi langkah strategis untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Selain itu, hilangnya kendaraan dinas pemerintah desa menjadi isu krusial karena menyangkut aset negara yang digunakan untuk pelayanan publik. Pemerintah daerah diharapkan melakukan evaluasi terkait pengamanan kendaraan dinas serta meningkatkan sistem pengawasan di tingkat desa.

Dengan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan aparat kepolisian, diharapkan kasus ini dapat segera terungkap dan menjadi pembelajaran bersama untuk memperkuat keamanan lingkungan di wilayah Kabupaten Cirebon.(1c) 

8 Nov 2025

Wisata Cikuya berinovasi manfaatkan Limbah Rumahtangga

INDOMEDIANEWS- Keberadaan obyek wisata Cikuya yang berlokasi di Desa Belawa, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, terus berinovasi dan meningkatkan sumber daya Manusia yang berhasil guna.
Salah satu upaya yang tengah dilaksanakan oleh pengelola wisata konservasi Cikuya, adalah memanfaatkan limbah rumah tangga untuk dijadikan Cendramata dan oleh-oleh hasil karya warga setempat.
Disampaikan oleh Pengelola Obyek Wisata Cikuya, Eman Suherman, menuturkan bahwa sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan penghasilan guna menunjang keberlangsungan wisata Cukuya dengan cara memaksimalkan Sumber Daya Manusia agar mampu berkarya dengan memanfaatkan bahan alami.

"Saat ini kami tengah melakukan pelatihan dan bimbingan kepada para pengurus dalam hal kerajinan tangan dalam bentuk pengrajin, dimana bahan bakunya memanfaatkan limbah, salah satunya limbah batok kelapa, dimana batok tersebut dibuat berbagai kerajinan, seperti gantungan kunci dengan berbagai kreasi, termasuk membuat kerajinan gelang tangan" tuturnya, Sabtu,08/11/2025.

Lebih lanjut Eman menjelaskan, keberadaan Cikuya membutuhkan tidak sedikit anggaran, oleh karenanya diperlukan pola fikir dan keinginan agar keberadaan Cikuya terus berkembang dengan berbagai kondisi yang ada.

"Dengan melibatkan berbagai pihak, hususnya warga sekitar, progres pelatihan kerajinan tangan maupun buah tangan terus dimaksimalkan dengan berbagai karya dan kreasi yang terus berkembang, dengan hasil karya yang mereka buat, tidak saja mampu menambah penghasilan bagi para pengrajin itu sendiri, namun bisa menjadi tambahan pemasukan bagi kelangsungan wisata Cikuya itu sendiri, InsyaAllah, dengan niat yang tulus, Cikuya akan semakin berkembang seiring dengan SDM yang memadai, termasuk peran Pokdarwis yang begitu semangat dalam menata dan mengembangkan wisata Cikuya, kami yakin Wisata Cikuya yang identik dengan Kura-kura langka dan hanya ada satu di Kabupaten Cirebon timur, bahkan di Jawa Barat  akan jadi wisata yang semakin diperhatikan oleh banyak pihak, bukan hanya Edukasinya, namun hasil karyanya dapat dinikmati oleh banyak kalangan"pungkasnya (1c)

28 Okt 2025

Tumpukan sampah di Desa Mertapadawetan " Tanggung jawab siapa ? "

INDOMEDIANEWS - Aroma tak sedap dikeluhkan banyak warga dan pengendara roda dua yang melintasi Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) yang berlokasi di samping terowongan kereta api, Desa Mertapadawetan, Kecamatan Astana japura, Kabupaten Cirebon.
Bau tak sedap tersebut dikarenakan adanya tumpukan Sampah yang tertimpa guyuran air hujan hingga mengeluarkan aroma yang sangat menyengat. 
Sayangnya keberadaan Sampah yang kian menumpuk terkesan dibiarkan dan tidak ada pihak yang bertanggung jawab untuk menyelesaikan persoalan tersebut. 
Kondisi Sampah yang terkesan tak bertuan disayangkan salah seorang aktivis Cirebon Timur, Pepeng. 

"Seharusnya hal tersebut tidak dibiarkan berlanjut dan segera dilakukan penanganan dengan baik, karena setiap kali melintas jalan yang menghubungkan antara Kecamatan Astana japura dan Lemahabang mengeluarkan aroma yang sangat tidak sedap bahkan merusak pemandangan dikarenakan tempatnya tepat berada di pinggir jalan utama" Tuturnya, Kamis, 28/10/2025.

Lebih lanjut Pepeng menuturkan, harus ada yang bertanggung jawab untuk menyelesaikan persoalan Sampah secepatnya. 

"Kondisi Sampah yang menumpuk dan mengeluarkan aroma tidak sedap tersebut sudah berjalan lama, jika dibiarkan dan tidak ada yang bertanggung jawab, tidak menutup kemungkinan tumpukan semakin menggunung dan mengundang banyak penyakit" Jelasnya. 

Dari pantauan media, keberadaan sampah yang menumpuk tersebut hampir meluber dan keluar dari batas pagar yang ada, bahkan setiap hari keberadaannya kian menyedihkan karena sampah tersebut dibiarkan menumpuk tanpa adanya perhatian dari pihak yang terkait. 

Saat dikonfirmasi terkait keberadaan sampah tersebut, Kuwu Mertapadawetan, Moh Munif AR menuturkan, bahwa pihaknya tengah mempersiapkan untuk pembukaan lahan baru. 

"InsyaAllah dalam waktu tidak lama lagi kami akan membuka lahan baru untuk pembuangan sampah, dan lahan yang sekarang ada akan ditutup secara permanen, bahkan sebelumnya ada pihak swasta yang awalnya akan mengelola sampah, namun hingga saat ini tidak ada atau belum ada kepastian" Tuturnya. 

Sementara saat disinggung apakah ada kerjasama dengan pihak LH ( lingkungan hidup) Munif menjelaskan. 

"Yang pasti Pemerintah Desa dengan LH ada kerjasama untuk penanganan sampah" Jelasnya. 

Sangat disayangkan, jika memang ada kerjasama antara Pemdes dan LH, seharusnya tidak terjadi penumpukan sampah, minimalnya ada pengangkutan agar sampah tersebut tidak semakin menumpuk dan mengeluarkan aroma tidak sedap. (1c)

25 Okt 2025

Bangunan dapur MBG disayangkan Pemdes Mertapadawetan

INDOMEDIANEWS - Hadirnya program Makan Bergizi Gratis menjadi sorotan banyak pihak, banyak yang mendukung namun tidak sedikit yang mempersoalkan karena banyaknya terjadi peristiwa keracunan usai menyantap makan bergizi gratis yang diadakan di beberapa sekolah. 
Dibalik persoalan peristiwa keracunan, banyak warga yang menantikan agar program MBG hadir di desanya atau ditempat anak-anaknya menimba Ilmu ( Sekolah-red) 
Tidak terkecuali bagi warga Masyarakat Desa Mertapadawetan, Kecamatan Astana japura, Kabupaten Cirebon. 
Saat ini warga setempat bisa sedikit lega, karena tidak lama lagi Program MBG akan hadir di Desanya dan bahkan saat ini tengah dibangun beberapa dapur MBG di beberapa lokasi yang ada di Desa Mertapadawetan. 
Sayangnya pelaksanaan pembangunan dapur MBG tersebut tidak berkoordinasi dengan pihak pemerintahan desa setempat, hingga menimbulkan tanya dan kekecewaan. 
Hal ini disampaikan Kuwu Mertapadawetan, Moh. Munif. AR saat ditanya soal keberadaan Dapur MBG. 

"Terus terang saya tidak tahu kalau di Desa kami akan atau sedang dibangun dapur MBG, karena sampai saat ini tidak ada satu pihak pun yang berkoordinasi atau memberi pemberitahuan bahwa di Desa Mertapadawetan akan dibangun dapur MBG, justru saya tahunya dari Masyarakat, jadi kalau ditanya apakah di Mertapadawetan sedang dipersiapkan dapur MBG, saya tegaskan tidak ada, karena memang tidak ada konfirmasi kepada pihak pemerintah Desa " Tuturnya. 

Ironisnya, dari kabar yang didapat, ada 4 lokasi dimana dapur MBG telah dipersiapkan. 

"Kami pada prinsipnya sangat mendukung adanya program Pemerintah, terlebih pagi MBG, namun bok ya hargai kami sebagai pemerintah Desa, seharusnya pengelola atau pemilik dapur MBG datang ke desa dan memberitahukan bahwa akan dibangun dapur MBG, sementara saya sebagai Kuwu hanya menerima laporan dari Masyarakat bahwa ada dapur MBG, ada yang bilang tiga, ada yang bilang empat, jadi wajar kalau kami pihak Pemdes merasa tidak dihargai, terlebih lagi pernah ada yang datang dan bilang pengurus MBG meminta data penduduk dan jumlah anak sekolah, ini kan sangat tidak elok, saat saya tanya lihat berkas yang mereka bawa tertulis nama yayasannya bukan dari cirebon, tapi dari Tasik Malaya, wajar kalau kami bertanya apakah betul atau tidak, masa sih di Cirebon tidak ada satupun yayasan yang siap untuk program MBG" Pungkas Munif. (1c) 

23 Okt 2025

Kuwu Mertapada wetan sayangkan pembangunan dapur MBG tanpa konfirmasi

INDOMEDIANEWS -Beredarnya informasi terkait rencana penyediaan dapur MBG ( makan bergizi gratis) di Desa Mertapadawetan , Kecamatan Astana japura, Kabupaten Cirebon, disayangkan pihak pemerintahan desa setempat. 
Informasi yang disampaikan salah seorang warga Desa Mertapadawetan, Aan, menjelaskan bahwa saat ini tengah dibangun dapur MBG dibeberapa titik. 

"Dari informasi yang kami dapat, bahwa saat ini tengah dibangun dapur MBG di Desa Mertapadawetan sebanyak 3 titik yang tersebar di beberapa tempat,yang pertama ada di Blok Manis dan yang duanya ada di blok pahing" Tuturnya. 

Sementara itu , Kuwu Mertapadaetan, Moh. Munif. AR, saat dikonfirmasi terkait keberadaan dapur MBG, dirinya menjelaskan tidak tahu menahu. 

"Saya tidak tahu kalau di Desa Mertapadawetan akan dibangun dapur MBG, karena selama ini tidak ada satupun pihak dari MBG yang konfirmasi atau memberitahu kepada pihak Pemdes bahwa akan dilakukan penyediaan dapur MBG, bahkan saya sendiri merasa kesal, saat itu ada yang datang mengatasnamakan pihak MBG yang minta data penduduk dan siswa sekolah kepada saya, jelas saya tolak, karena pemberitahuan saja tidak ada tib-tiba minta data penduduk, yang membuat kami sangsi, dalam lembaran surat tertanda Yayasan yang bertanggung jawab berasal dari Kota /Kabupaten Tasik, apakah tidak ada di Kabupaten Cirebon Yayasan yang siap untuk menunjang program MBG" Tuturnya, Kamis, 23/10/2025.

Lebih lanjut dirinya menuturkan kekesalannya yang tidak dianggap oleh pihak MBG. 

"Di Desa itu ada Pemerintahan Desa dan Kuwu, seharusnya sebelum melaksanakan bentuk pembangunan atau hal sejenisnya, pihak MBG datang dan berkomunikasi dengan pihak Pemdes, bahwa akan dibangun dapur MBG, sedangkan yang terjadi saat ini, pihak MBG atau siapapun yang bertanggung jawab tidak pernah berkomunikasi dengan pihak Pemdes, jadi saya tegaskan, di Mertapadawetan tidak ada dapur MBG, karena memang saya tidak tahu kalau di Mertapadawetan sedang dipersiapkan dapur MBG" Tegas Munif.
Yang sangat disayangkan, posisi salah satu Dapur MBG letaknya sangat berdekatan dengan Kantor Pemerintahan Desa Mertapadawetan. (1c) 

22 Okt 2025

Warga Picung Pugur terapkan program Kenclengan "peduli sesama"

INDOMEDIANEWS - Kepedulian akan sesama merupakan sebuah tradisi Bangsa Indonesia yang telah ada sejak dahulu denga berbagai cara yang dilakukan.
Kepedulian tersebut lebih dikenal dengan tradisi gotong royong.
Hanya saja tradisi gotong royong saat ini sudah hampir pudar tergerus perkembangan zaman.
Beruntung masih ada beberapa Daerah yang masih mempertahankan budaya gotong royong, salah satunya adalah desa picung Pugur, kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon.
Dengan jumlah rumah sebanyak 450 tradisi gotong royong bisa berjalan baik melalui program kenclengan.
Kenclengan adalah program simpanan warga yang dilakukan di setiap rumah warga dengan nilai siikhlasnya atau tidak ada ketentuan berapa warga yang harus menyisihkan rejekinya melalui celengan yang ada disetiap rumahnya.
Hal tersebut dituturkan Sekretaris Desa Picung Pugur , Kosim, didampingi kasatgas setempat, Sukardi.

"Sejak Bulan Januari 2025 program kenclengan sudah berjalan dan terkumpul uang sebesar Rp.25.324.800 , dimana uang hasil kenclengan tersebut diperuntukan atau diberikan kepada warga yang terkena musibah kematian, dimana keluarga yang kepaten menerima bantuan sebesar Rp.2000.000 dan kelengkapan lainnya, dari mulai tarub, persiapan penguburan dan lainnya, semuanya dilaksanakan oleh panitia yang menangani kenclengan" tutur Kosim.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, dengan adanya program kenclengan , masyarakat bisa sedikit terbentu jika terkena musibah kematian.

"Alkhamdulillah, dengan adanya kenclengan, masyarakat sedikit terbantu jika terkena musibah kematian, InsyaAllah kedepannya kami akan melaksanakan musdesus sesuai instruksi Gubernur Jabar terkait program gerakan sehari seribu, kami yakin program tersebut akan dapat berjalan dengan baik, karena Masyarakat Picung sudah terbiasa dengan program kenclengan, semoga dengan program Gubernur tersebut Masyarakat picung Pugur semakin terbantu jika menghadapi persoalan yang ada sangkut pautnya dengan keuangan, kami atas nama pemerintahan desa berterimakasih kepada seluruh warga Masyarakat Picung Pugur yang senantiasa mendukung berbagai program yang sifatnya saling meningkatkan kepedulian dan kebersamaan " pungkas Kosim. (1c)

20 Okt 2025

Menjadi Sopir Siaga merupakan Pengabdian " Jadi ladang pahala"

INDOMEDIANEWS - Ada sedikit yang terlupakan tentang pengandian dan pekerjaan sosial seorang petugas mobil siaga yang bekerja 24 jam demi memberikan pelayanan terhadap warga Masyarakat yang membutuhkan bantuan desa dalam hal kesehatan.
Kerap kita melupakan tentang kinerja seorang sopir siaga yang harus selalu siap disaat warga membutuhkan, baik untuk memeriksakan diri maupun menghantarkan pasien kerumah sakit tertentu yang ada di kabupaten Cirebon dan sekitarnya.
Salah satunya adalah sopir siaga Desa Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Aan Subhan Setiawan.
Ditemui didesa setempat, Aan menuturkan bahwa dirinya bekerja menjadi sopir siaga merupakan bentuk pengabdian kepada Masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan tanpa pamrih.

"Alkhamdulillah, diawali niat untuk melayani Masyarakat dan mengabdi ke Masyarakat, dengan segala kemampuan kami mencoba untuk memberikan pelayanan selama 24 jam siap tanpa alasan, dimana Masyarakat membutuhkan maka tidak ada istilah tidak bisa, selama saya mampu dan tidak ada halangan, semisal sakit atau hal urgent lainnya, pasti siap untuk melayani Masyarakat" tuturnya, Senin, 20/10/2025.

Lebih lanjut dirinya menuturkan, bahwa selama dirinya menjadi sopir siaga, tidak pernah meminta imbalan apapun, terkecuali dikasih itupun kerap dirinya menolak.

"Alkhamdulillah, Saya mendapat honor dari desa sebagai sopir siaga, oleh karenanya sesuai arahan pak kuwu, saya tidak berani meminta upah kepada pasien, kecuali diberi oleh keluarga pasien sendiri, karena walaupun saya menolak keluarga pasien tetap memaksa dengan dalih sekedar untuk beli minum, semoga dengan pengabdian ini bisa menjadi lahan pahala dan bisa memberikan yang terbaik kepada Warga Masyarakat" pungkas Aan.(1c)

Jalanan Rusak "Warga Sampih tuntut perbaikan"

INDOMEDIANEWS- Warga Desa Sampih, Kecamatan Susukan Lebak, Kabupaten Cirebon, mengharapkan agar perbaikan jalan segera dilakukan sebelum datang musim penghujan. 
Kerusakan jalan Kabupaten yang ada di Desa Sampih tersebut sudah tahunan rusak tanpa adanya perhatian dari Instansi terkait. 
Salah seorang warga desa Sampih, Ade, menuturkan bahwa Masyarakat sangat mengharapkan agar kerusakan jalan tersebut segera dilakukan perbaikan. 

"Kami meminta perhatian dari Pemerintah Kabupaten Cirebon untuk segera memperbaiki jalan yang sudah lama rusak dan dikeluhkan banyak pihak, karena jalan ini merupakan jalan utama yang menghubungkan beberapa desa dan merupakan jalan penunjang laju perekonomian, bukan hanya itu, para pelajar atau pegawai yang akan ke Kabupaten atau sekolah banyak yang menggunakan jalan ini, oleh karenanya harapan kami segera dilakukan perbaikan, tidak hanya sebatas pemeliharaan karena kerap membahayakan para pengguna jalan, terlebih lagi jika di musim penghujan" Tuturnya, Senin,  20/10/2025.

Sementara itu, menurut salah seorang perangkat Desa Sampih yang enggan disebutkan identitasnya menjelaskan terkiat kerusakan jalan tersebut. 

"Dari informasi yang kami peroleh, katanya perbaikan jalan akan dilaksanakan pada Bulan 10 atau Bulan 11 Tahun ini ( 2025-red) Mudah-mudahan sih secepatnya segera dilakukan perbaikan" Jelasnya. (1c) 

19 Okt 2025

BUMdes Griya Makmur siap tanam jagung tahap dua

INDOMEDIANEWS - BUMdes Griya Makmur Desa Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon kembali akan melaksanakan penanaman  jagung yang kedua dalam program ketahanan pangan. 
Dalam panen pertama, Bumdes dan Pemerintahan desa setempat telah berhasil melaksanakan program penanaman jagung dilahan seluas 1.5 Hektar. 
Dalam keterangan yang disampaikan ketua BUMdes Griya Makmur, Anisul Fuad menuturkan, bahwa pihaknya tengah mempersiapkan penanaman yang kedua. 

"Saat ini kami tengah mempersiapkan lahan untuk kembali dilaksanakan program ketahanan pangan dalam hal penanaman jagung, karena sebelumnya telah dilaksanakan panen maka perlu dilakukan kembali pengelolaan lahan untuk persiapan penanaman yang kedua, InsyaAllah sepuluh hari kedepan progres penanaman kembali akan dilaksanakan"tuturnya, Minggu, 19/10/2025.

Lebih lanjut pria yang akrab disapa Anis menjelaskan, bahwa peran BUMdes dalam mengusung program Pemerintah sangat berpengaruh. 

"Secara perhitungan pertanian, panen tahap pertama bisa dikategorikan gagal, jika dipresentasikan keberhasilannya mencapai 60 %, namun jika dilihat dari awal progres bisa dikatakan berhasil karena konsepnya program perdana, InsyaAllah untuk kali penanaman kedua akan menghasilkan lebih baik karena belajar dari pengalaman yang pertama, untuk itu kami akan berdiskusi dengan petani yang berpengalaman agar hasil panennya lebih baik, untuk tahap awal, Alkhamdulillah, hasil panen perdana kami bagikan kepada sebagian Masyarakat, Lembaga dan Pemerinthan desa, dan selebihnya dijual kepada yang berminat seharga Rp. 3000 per Kilo nya" Pungkasnya. (1c) 

17 Okt 2025

Tingkatkan UMKM "Pemdes Mertapadawetan sediakan Pujasera"

INDOMEDIANEWS -Kuwu Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, beserta jajaran perangkat desa setempat meresmikan Selter Pujasera atau Kios untuk penggiat UMKM yang berlokasi di halaman depan kantor Desa Mertapadawetan, Jum'at 17/10/2025.
Usai peresmian kios, Kuwu Mertapadawetan, Moh.Munif AR menuturkan keinginannya untuk memberikan pahan dan tempat yang layak bagi para pelaku UMKM .

"Keberadaan UMKM perlu mendapat perhatian khusus dari kita, tidak hanya tempat yang memadai, namun kenyamanan pun menjadi perhatian husus, hal ini sebagai salah satu upaya agar keberadaan UMKM semakin meningkat dan mampu menarik minat para pembeli untuk datang dan menikmati berbagai sajian yang ada, selama ini para pedagang terkesan kurang tertata dengan baik, oleh karenanya dengan adanya kios atau Shelter Pujasera bisa menambah kenyamanan dan keindahan" tuturnya.

Lebih lanjut Munif menjelaskan, penataan area desa menjadi program perioritas agar tidak saja memberikan pelayanan yang semakin baik namun bisa menjadi sarana bersilaturahminya para warga.

"Fasilitas penunjang sangat diperlukan demi kenyamanan, dengan adanya perubahan dan skema desa bernuansa taman diharapkan mampu menarik minat warga untuk bisa bersilaturahmi dengan keluarga ataupun kerabat dengan memanfaatkan fasilitas yang tersedia, hal ini lah yang mendasari kami untuk membuat atau menyediakan sarana yang aman, nyaman dan ramah tentunya, semoga dengan adanya pujasera ini tidak semata menambah pemasukan bagi desa, namun meningkatkan pendapatan para pelaku UMKM" pungkasnya. (1c)