29 Apr 2026

Paguyuban Onthelis Amarta " Jaga kesehatan dan silaturahmi"

INDOMEDIANEWS - Didirikan sejak Tahun 2022, Paguyuban Onthelis Amarta yang berkedudukan di Desa Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, kerap melaksanakan berbagai kegiatan, baik yang bersifat Sosial maupun aksi kegiatan rutin yang terus dilaksanakan 3 hari dalam setiap minggunya.
Keterangan yang disampaikan ketua paguyuban Onthelis Amarta, Drs Iman Setiawan saat transit di Desa Picung pugur, Kecamatan Lemahabang, menuturkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan selama ini selain untuk menjaga kebugaran dan kesehatan, juga sebagai ajang silaturahmi antar anggota.

"Kegiatan rutin yang kami lakukan dalam setiap minggunya adalah para Onthelis mengayuh sepeda yang dimiliki dengan berbagai ornamen, berkeliling kebeberapa desa yang ada di beberapa kecamatan, selain tentunya untuk membudayakan bersepeda, tentunya hal yang tidak kalah pentingnya adalah untuk menjaga stamina dan kesehatan, karena rata-rata anggota paguyuban ini usianya sudah diatas 50 tahun " tuturnya, Rabu,29/04/2026.

Lebih lanjut Iman menjelaskan, bahwa rata-rata para Onthelis yang memiliki sepeda tua, menghiasi dengan berbagai ornamen.

"Sepeda tua atau yang akrab disebut dengan nama sepeda jengki, dihiasi dengan berbagai benda yang unik, ada yang dipasang sirene jadul, kelotokan atau yang biasa dipasang dileher kerbau dan berbagai barang antik lainnya, ini tentunya membuat kesan unik dan sangat membanggakan, bahkan kerap kali disaat kami berhenti disuatu tempat, banyak warga atau Masyarakat yang tertarik melihat bentuk sepeda yang sangat beragam, InsyaAllah, melalui kegiatan ini mampu menjalin silaturahmi dan persaudaraan yang tak hilang ditelan perkembangan jaman" jelasnya.(1c)

24 Apr 2026

Kecamatan Lemahabang perlu ruang baru "Hak Masyarakat harus diutamakan "

INDOMEDIANEWS - Kecamatan Lemahabang Kabupaten Cirebon, sebagai gerbang pelayanan Administrasi Kependudukan (Adminduk) memerlukan sarana dan prasarana yang memadai, salah satunya adalah ruangan pelayanan Adminduk yang memadai dan nyaman.

Sebagai salah satu kecamatan yang masuk dalam cagar budaya, pelayanan prima pada masyarakat menjadi prioritas utama, sehingga ruang pelayanan Adminduk yang representatif sangat diperlukan guna meningkatkan pelayanan di tempat tersebut.

Camat Lemahabang, Yuyun Kusumawati melalui Sekretaris Camat (Sekcam) Martin Bhuto mengatakan, pelayanan Adminduk seperti perekaman dan pengambilan KTP Elektronik yang sudah sangat baik, maka memerlukan ruangan yang representatif, agar lebih maksimal.

"Kecamatan Lemahabang merupakan salah satu Kecamatan yang kerap memberikan pelayanan kependudukan kepada Masyarakat di luar Kecamatan Lemahabang, dikarenakan sering terjadinya permasalah di Kecamatan lainnya, baik dikarenakan fasilitas yang eror maupun hal lainnya, oleh karenanya, sangatlah layak jika di Kecamatan Lemahabang menyediakan ruang husus bagi Masyarakat yang mengurus Administrasi kependudukan, selama ini kerap kali Masyarakat yang datang dari berbagai wilayah harus antri bahkan duduk di lantai karena memang kondisinya terbatas" jelasnya, Jum'at 24/04/2026.

Saat disinggung mengapa tidak mengajukan anggaran ke Dinas terkait, Martin menjelaskan dengan penuh harap.

"Kami sudah lama mengajukan untuk pembangunan ruang baru husus bagi pelayanan kependudukan, namun sampai saat ini belum terealisasi, harapan kami apa yang diharapkan secepatnya bisa terealisasi" tuturnya.

Sementara itu, salah seorang warga Cipeujeuh, Yanto, mengeluhkan kekurang nyamanan saat melakukan pengurusan administrasi kependudukan.

"Pelayanannya sih memang baik, tapi fasilitas atau tempat disaat kami menunggu karena harus antri, sangat tidak nyaman, bahkan banyak warga yang harus duduk diatas lantai, kami sebagai Masyarakat berharap agar fasilitasnya disediakan dengan lebih baik, keinginan kami ini wajar, karena kami sebagai Masyarakat diwajibkan membayar pajak, masa buat membangun ruangan yang memang diperlukan saja tidak bisa" jelasnya.(1c)

23 Apr 2026

RAT Koperasi Desa Merah Putih Sampih " Persiapkan Program Kerja "

INDOMEDIANEWS - Pemerintah d Desa Sampih, Kecamatan Susukanlebak, Kabupaten Cirebon, menggelar acara Rapat Anggota Tahunan ( RAT ) Koperasi Desa Merah Putih Tahun buku 2025 bertempat di Aula Kantor Desa setempat, Kamis,23/04/2026.
Acara yang dihadiri seluruh pengurus koperasi, perangkat Desa , Lembaga Desa dan Anggota Koperasi berjalan dengan baik.

Dalam pemaparannya, Ketua Koperasi Desa Merah Putih ( KDMP ) Sampih, Sumirat, menuturkan, untuk RAT tahun buku 2025 sifatnya hanya menyampaikan progres yang telah tersusun dan akan dilaksanakan setelah semuanya siap.

"Untuk RAT Tahun buku 2025 sifatnya hanya menjelaskan tentang kesiapan seluruh pengurus koperasi untuk merealisasikan program kerja yang telah tertata,InsyaAllah, hari ini Grai KDMP Sampih selesai 100%, setelah itu kita menanti untuk segera diresmikan dan menentukan program kerja yang telah disepakati bersama" jelasnya.

Lebih lanjut Sumirat yang didampingi Sekretari KDMP Sampih, Arif dan bendahara, Suheli menyampaikan beberapa program perdana yang akan digulirkan.

"Setelah nanti semuanya siap, program yang kami lakukan di awal adalah menyediakan bahan-bahan pertanian dan menampung hasil pertanian, selain itu adalah menyediakan sembako termasuk pendistribusian atau penjualan gas bersubsidi, jika dalam prosesnya berjalan sesuai rencana dan berdampak positif, maka tidak menutup kemungkinan untuk menyusun program lainnya guna lebih bermanfaat bagi warga Masyarakat Sampih, hususnya para anggota Kopdes itu sendiri, untuk saat ini kami baru memiliki anggota tetap sebanyak 20 Orang dengan ketentuan harus melakukan simpanan wajib sebesar Rp.20.000 dan simpanan pokoknya sebesar Rp.30.000" jelasnya.

Sementara itu, Kuwu Sampih , Suherman dalam pemaparannya mengajak semua pihak untuk mensukseskan dan memajukan keberadaan KDMP.

"Sesuai dari hasil pertemuan ini, InsyaAllah, Grai Koperasi Desa Sampih bisa rampung secara keseluruhan, tinggal setelahnya kita mempersiapkan apa saja yang akan dilaksanakan sesuai program kerja yang telah ditetapkan, intinya kami mengajak kepada seluruh Masyarakat Sampih untuk mendukung dan bersama-sama membesarkan koperasi Desa ini, karena tujuan hadirnya KDMP ini untuk meningkatkan kesejahteraan Masyarakat, oleh karenanya, tanpa adanya dukungan dari Masyarakat, maka apapun program yang digalakan tidak akan mencapai kesuksesan, kita berharap bersama hadirnya Koperasi Desa ini mampu meningkatkan kesejahteraan Masyarakat secara keseluruhan" tuturnya.(1c)

22 Apr 2026

Monev Desa Mertapadakulon berjalan sesuai mekanisme

INDOMEDIANEWS - Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kecamatan Astanajapura Kabupaten Cirebon, lakukan peninjauan lokasi pembangunan sekaligus dokumen anggaran di Desa Mertapada Kulon kecamatan Astanajapura, Rabu, 22/04/2026.

Camat Astanajapura, Deni Syafruddin melalui Sekretaris Camat (Sekcam) Rusiana mengatakan, Monev ini rutin dilaksanakan pada setiap desa, sebagai upaya pembinaan. 

"Secara umum hasil monev di desa Mertapadakulon, sudah melaksanakan program yang telah disusun berikut alokasi anggaran yang ditentukan,"jelasnya.

Lebih lanjut Rusiana menuturkan, monev yang dilaksanakan ini antara lain meliputi anggaran desa dan PBB. 

"Kegiatan ini sebagai bentuk pembinaan bagi desa dan diharapkan pihak desa dapat melaksanakan tugas pemerintahan dengan baik sesuai aturan yang berlaku"  jelasnya didampingi Kepala Seksi Pemerintahan (Kasi Pem) setempat, Irwanto.

Sementara itu, Kuwu Desa Mertapada Kulon, Suherman mengungkapkan, anggaran yang bersumber dari pusat, provinsi dan daerah sangat berpengaruh pada pembangunan desa, maka perlu secepatnya dibagikan setelah pihak desa mengajukan. 

"Alhamdulillah anggaran desa 2025 telah direalisasikan sesuai peruntukan, diharapkan apa yang telah kami laksanakan akan bermanfaat bagi warga Mertapadakulon secara keseluruhan" tuturnya.

Masih dikatakan Suherman, dalam melaksanakan roda pemerintahan dan pembangunan desa sangat diperlukan sinergitas yang baik dari seluruh pihak, antara lain perangkat dan lembaga desa. 

"Sebagai kuwu, tentu membutuhkan saran yang membangun demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat desa,oleh karenanya kami mengajak semua pihak untuk secara bersama-sama membangun desa agar semakin baik dari yang sudah baik" jelas Suherman.

Dirinya menghimbau seluruh masyarakat  agar merawat dan memperbaiki, bilamana ada kerusakan kecil. 

"Kami ucapkan terima kasih pada seluruh pihak yang berperan aktif dalam membangun desa dan terima kasih pula pada tim Monev kecamatan, kami pun berharap kepada seluruh lapisan untuk menjaga dan merawat segala bentuk pembangunan yang telah dilaksanakan, jika ada kerusakan yang sifatnya kecil, mari kita budayakan tradisi gotong royong agar semuanya berjalan dengan baik" pungkasnya.(1c)

21 Apr 2026

RAT KDMP dan Musdes BUMdes Pasawahan disorot " Rapat penting jangan asal "

INDOMEDIANEWS - KDMP ( Koperasi Desa Merah Putih ) Desa Pasawahan, Kecamatan Susukan Lebak, Kabupaten Cirebon, menggelar RAT ( Rapat Anggota Tahunan ) Tahun buku 2025, bertempat di Aula Kantor desa setempat, Selasa, 21/04/2026.
Acara yang dihadiri pengurus dan Anggota KDMP, Kuwu, Perangkat desa termasuk perwakilan pihak Kecamatan Susukan Lebak memaparkan terkait perjalanan dan konsep program yang akan dilaksanakan.

RAT ini merupakan sebuah kewajiban bagi keberadaan Koperasi selama didirikan untuk diketahui oleh seluruh Anggota Koperasi itu sendiri.

Dalam pemaparannya, Ketua KDMP Pasawahan, Dipa Anwarudin, menjelaskan terkait keberadaan koperasi , dari mulai Laporan Pertanggungjawaban hingga program yang akan digalakan.

"Dalam RAT tahun buku 2025 ini, dapat kami jelaskan, bahwa secara keseluruhan telah sesuai dengan mekanisme, termasuk sudah terbentuknya anggota tetap sebanyak 20 Orang, untuk saat ini memang Koperasi belum dapat menjalankan berbagai program yang telah tersusun, karena masih dalam tahap penyelesaian pembangunan Grai koperasi, namun demikian ada beberapa program prioritas yang akan digalakan, diantaranya penyediaan sembako, pupuk hingga simpan pinjam, insyaAllah dengan hadirnya Kopdes secara tidak langsung dapat meningkatkan taraf kehidupan dan perekonomian warga Masyarakat Pasawahan pada hususnya dan seluruh Rakyat Indonesia secara umum" tuturnya.

Selain menggelar acara RAT KDMP, dihari yang sama dilaksanakan agenda lainnya, yaitu Musdes Pertanggungjawaban BUMdes ( Badan Usaha Desa )
Sayangnya pelaksanaan RAT KDMP maupun Musdes BUMdes terkesan dilaksanakan tidak serius, hal tersebut disampaikan Kasi Ekbang Kecamatan Susukanlebak, Rudi Aris Setiawan, menyayangkan acara yang resmi terkesan main-main.

"Rapat atau Musyawarah yang sifatnya resmi itu harus dipasang spanduk, tujuannya agar diketahui oleh Masyarakat umum bahwa sedang dilaksanakan acara atau rapat maupun musyawarah yang sifatnya penting, apalagi Rapat yang dilaksanakan di Desa Pasawahan ini menyangkut RAT KDMP, ini kan sifatnya sangat penting, ini harus menjadi catatan dan pembelajaran untuk tertib dalam melaksanakan sesuatu yang bersifat kepemerintahan, bahkan kami sangat menyayangkan adanya acara Musdes BUMdes, dimana seharusnya ada komunikasi yang baik antara pemdes, BPD dan pengurus BUMdes itu sendiri, masa Musyawarah pertanggungjawaban atau SPJ BUMdes hanya dihadiri oleh segelintir orang, harusnya semua elemen atau kelembagaan maupun perwakilan Masyarakat diundang untuk menghadiri acara tersebut, oleh karenanya, kami menyarankan agar pelaksanaan Musdes pertanggungjawaban BUMdes di Desa Pasawahan di undur agar dapat dilaksanakan dengan lebih baik dan dapat dihadiri oleh seluruh unsur terkait" jelasnya.

Dirasa tidak memenuhi kuorum , akhirnya Musdes BUMdes Pesawahan ditunda untuk dijadwalkan ulang.(1c)

17 Apr 2026

Warga Mertapadawetan tuntut pembubaran kepengurusan BUMdes " Kuwu Munif siap penuhi tuntutan warga "

INDOMEDIANEWS -Bertempat di Aula Kantor Desa Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Pihak Pemdes, Pengelola BUMdes, Unsur Masyarakat dan Tokoh Agama hadir dalam dua agenda yang dilaksanakan secara bersamaan dihari yang sama, yaitu Musyawah tentang evaluasi keberadaan BUMdes dan Musyawarah persiapan Haul Kibuyut Serfin.
Acara yang dipimpin langsung Kuwu Mertapadawetan, Moh Munif .AR dan Direktur BUMdes Griya Makmur, Anisul Fuad termasuk pengurus Ranting NU , Ustadz Mansyur.

Dalam acara tersebut, beberapa tokoh dan perwakilan Masyarakat menyampaikan beberapa hal dan harapannya, terkait bagaimana BUMdes bisa berjalan dengan baik sesuai harapan.

Menyikapi keinginan tersebut, Direktur BUMdes Griya Makmur, Anisul Fuad, memaparkan bagaimana persoalan yang terjadi selama keberadaan BUMdes dan memaparkan tentang keuangan termasuk pengelolaannya.

"Atas nama pribadi, saya sebagai pimpinan BUMdes memohon maaf, karena mungkin pengelolaan atau progres yang kami laksanakan tidak sesuai harapan, hal tersebut terjadi karena banyaknya kendala dan mungkin kekurang siapan kami untuk menjadikan BUMdes sebagai salah satu usaha desa yang mampu menjadikan sebagai badan usaha yang kurang sesuai dengan apa yang diharapkan, oleh karenanya, dalam hal ini kami menggelar musyawarah dengan satu tujuan, yaitu menjadikan BUMdes lebih baik, dalam artian, apakah kepengurusannya tetap seperti semula atau dilakukan perubahan" tuturnya, Jum'at 17/04/2026.

Penuturan Direktur BUMdes tersebut dikarenakan adanya desakan warga untuk melakukan pembubaran kepengurusan BUmdes, salah satunya disampaikan Heri, warga Desa setempat.

"Kami Masyarakat menegaskan, jika memang kepengurusan BUMdes yang selama ini dirasa tidak maksimal, bubarkan saja" tegasnya diamini warga lainnya.

"Menyikapi persoalan tersebut, Kuwu Mertapadawetan, Moh Munif.AR, dalam keterangannya menjelaskan, bahwa pihaknya akan mengedepankan kepentingan umum dengan mengutamakan Musyawarah mufakat.

"Dengan adanya tuntutan Masyarakat tentang BUMdes, maka saya sebagai Kuwu tentunya harus mengambil langkah yang tepat, yaitu melakukan evaluasi termasuk perubahan struktur kepengurusan BUMdes, yang perlu menjadi catatan adalah, langkah yang kami ambil tersebut berdasarkan dari hasil Musyawarah, jadi tidak ada kepentingan lainnya, selain itu, disaat yang sama, kami pun menggelar acara Musyawarah Khaul Ki Buyut Serfin, intinya kami sebagai warga Mertapadawetan mengajak semua lapisan untuk bersama-sama mendukung dan mensukseskan acara Haul Ki Buyut Serfin yang merupakan salah satu ulama besar yang ada di Mertapadawetan, insyaAllah dalam pelaksanaan Haul kali ini akan dikemas sedemikian rupa agar berjalan hidmad dan meriah, mengenai anggarannya tentunya akan kami usahakan dari berbagai sumber, baik itu dari udunan warga, CSR maupun sumber dana lainnya" tutur Kuwu Munif.(1c)

14 Apr 2026

BUPATI DAN WAKIL BUPATI CIREBON RENCANA HADIRI HALAL BIHALAL DPC PSIB KAB CIREBON

INDOMEDIANEWS- Dewan Pimpinan Cabang Pejuang Siliwangi Indonesia Bersatu Kabupaten Cirebon (DPC-PSIB) selenggarakan Halal Bihalal yang ke-7 pada Hari Minggu tanggal 19 April 2026 bertempat di Sekretariat DPC PSIB Kabupaten Cirebon Jl. Villa Intan I- Perumahan Trusmiland Desa Battembat Kecamatan Tengah tani Kabupaten Cirebon.


Dalam pelaksanaan  tersebut, dijelaskan oleh Ketua Panita Penyelenggara H. Selamat, S.Sos di dampingi Sekteraris Panitia Upendi, S.H.

"penyelenggaraan tersebut sudah mengirimkan Surat Pemberitahuan dan Undangan kepada Instansi pemerintahan Kabupaten Cirebon dari mulai Bupati, sampai Muspika Kecamatan Tengah tani dan Kuwu Battembat, semoga pelaksanaan ini berjalan lancar dan minta dukungan semua pihak, lebih jelasnya terkait Surat Pemberitahuan dan undangan dapat ditanyakan kepada Bapak Mustamd. A.M, S.Pd., S.H., M.H., C.L.A. selaku Ketua Bidang Hukum DPD PSIB Provinsi Jawa Barat dan beliaulah yang berkordinasi langsung dengan pak Bupati dan Muspika Kecamatan Tengah tani" tuturnya.


Sementara disela kesibukannya,  Ketua DPC PSIB Kabupaten Cirebon  Marwah, S.ST., M.M. yang   juga sebagai Kasi yanmas  merangkap Plt Kasi Kesos Kecamatan Krangkeng Kabupaten Indramyu. mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan demi terselenggaranya acara Halal Bihalal yang ke-7 ini, semoga amal baiknya dibalas oleh Allah SWT.


Ditempat terpisah, Ketua Bidang Hukum DPD PSIB Provinsi Jawa Barat Adv. Mustamid. A.M, S.Pd., S.H., M.H., C.L.A. membenarkan dirinya yang melakukan kordinasi dengan Bupati Cirebon Drs.. H. Imron, M.Ag. bertemu secara langsung dirumah dinasnya Jl. R.A. Kartini Kelurahan Kejaksan Kota Cirebon beliau menyatakan siap akan hadir pada Hari Minggu tanggal 19 April 2026 pada acara Halal Bihalal DPC PSIB Kabupaten Cirebon.

pihaknya juga telah melakukan kordinasi terkait pengamanan dengan Kapala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Cirebon Imam Ustadi, S.Si., M.Si., Kapolsek Kedawung Kompol H. Ahmad Nasori dan Pak Danramil Tengahtani juga Kuwu Battembat.


Lanjut dikatan Mustamid, pihaknya menyebutkan terkait nama-nama yang diundang adalah Bupati Cirebon dan Wakil Bupati Cirebon, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Cirebon, Diskominfo Kabupaten Cirebon, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Cirebon, Kadis BPBD, Camat Tengah tani, Kapolsek Kedawung, Danramil, Kuwu Battembat dst.


Sementara itu, Kordinator lingkungan Dodi Wairatama dan Sutana, menyambut baik dan merasa bangga dilingkunganya akan dihadiri Bupati dan Wakil Bupati serta pejabat lainnya,


"kami berharap beliau semuanya akan hadir" tuturnya.

Dodi bersama warga rencana akan menyempaikan keluhan warga terkait banjir dan Fasilitas umum kepada Bupati  Cirebon dan jajarannya. (1c)

11 Apr 2026

Halal bihalal pelaku seni Kota/Kab Cirebon "Perbedaan itu indah"

INDOMEDIANEWS - Halal bihalal keluarga besar sanggar seni gita pakuan pimpinan Eman Suherman. 
Dikemas dengan penuh kesederhanaan, acara Halalbihalal sekaligus silaturahmi para pemangku seni tradisional yang bertempat di kediaman Bapak Eman Suherman tersebut diharapkan mampu menjalin tali persaudaraan dibawah panji kebersamaan yang dibalut dalam nuansa daerah, dengan harapan seni tradisional tidak terkikis oleh perkembangan jaman yang begitu pesat perubahannya.
Sanggar seni  Gita Pakuan dibawah pimpinan Bapak Eman Suherman berupaya untuk tetap mempertahankan dan melestarikan keberadaan seni tradisional atau seni daerah warisan para leluhur.
Dalam pemaparannya, Pimpinan Sanggar Seni Gita Pakuan, Eman Suherman, dalam berkesenian jangan sampai menghilangkan adanya perbedaan, karena perbedaan itu harus ada dalam berkesenian agar tercipta simfoni yang yang menyatu.

"Perbedaan itu harus tetap ada, hususnya dalam hal berkesenian, mengapa demikian, karena jika dalam satu pentas seni hanya ada satu alat seni, semisal hanya ada gendang saja atau hanya ada suling saja, tentunya hanya dengan ada satu alat tidak akan menghasilkan simfoni yang asyik untuk dinikmati, maka seni itu akan terdengar syahdu atau asyik untuk didengarkan jika terdapat beberapa alat musik, itulah maksud dari jangan sampai perbedaan itu ditiadakan, karena Allah sendiri telah menciptakan beberapa perbedaan, contoh yang sangat dekat adalah lima jari yang kita miliki posisi dan bentuknya sudah jelas berbeda" jelasnya, Sabtu, 11/04/2026.

Dengan prakata awal tersebut, Eman menjelaskan, Bahwa pelaku Seni jangan sampai terpecah hanya karena adanya perbedaan, baik dalam pemahaman seni maupun hal lainnya.

"Ajang silaturahmi dan Halal bihalal ini merupakan salah satu upaya kita sebagai pelaku seni untuk terus berupaya agar seni tradisional tidak musnah dari peradaban, Alkhamdulillah, dihari yang baik ini, hadir beberapa pelaku seni dan Budayawan dari Kota dan Kabupaten Cirebon, hanya sebagai pengingat, Napak tilas terus dilestarikannya berawal dengan tidak melupakan awal mula keinginan untuk melestarikan seni daerah, dan mengenal sosok seniman jaman dahulu, yaitu keberadaan sosok Abah Tasmin yang telah berkesenian dalam bentuk Reog atau angklung sejak tahun 1955, dan kebetulan saya merupakan penerus kelima dari sosok Abah Tasmin" tuturnya.

Lebih lanjut Eman Menghapkan, dengan diadakannya halal bihalal dan silaturahmi tersebut, selain bertemunya para pelaku seni, juga saling bercerita tentang pengalaman termasuk pemahaman tentang sejarah seni itu sendiri.

"Seni itu perlu dipahami secara menyeluruh, baik awal atau legenda tentang perjalanan terkait sejarah seni itu sendiri, yang tidak kalah pentingnya adalah apa dan bagaimana kita memahami filosofi seni itu sendiri, Alkhamdulillah, melalui ajang Silaturahmi ini kita lebih memahami arti seni daerah yang selama ini terus dilestarikan oleh para pelaku seni, semoga dengan semangat kebersamaan, seni atau tradisi Daerah tidak akan terkikis dan tetap lestari di Negeri tercinta,hususnya untuk seni dan Budaya Cirebon" pungkasnya.(1c)

10 Apr 2026

Perang Amerika-Israel vs Iran " tak lepas dari Agama ?"

Penulis : R. Agus Syaefuddin

Jika dianalisis lebih jauh, aktor utama perang AS-Israel dengan Iran; pertama, Donald John Trump (lahir 14 Juni 1946) adalah pebisnis, presenter acara realitas, dan politikus Amerika Serikat yang menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat ke-45 (2017) hingga (2021) dan ke-47 sejak 2025. Ia adalah satu-satunya yang menjadi Presiden Amerika Serikat yang sebenarnya belum pernah berpengalaman memegang jabatan politik sama sekali; 

kedua, Benjamin Netanyahu (lahir 21 Oktober 1949) adalah seorang Perdana Menteri Israel sejak Desember 2022, yang menjabat dari (1996-1999) dan (2009-2021) hingga kini, yang terkenal sangat kontroversial.

Kedua tokoh ini adalah penyebab utama terjadinya perang yang hingga kini masih berlanjut. Akibatnya, semakin meluas dan mungkin memicu Eropa dan dunia Barat secara umum terlibat dalam konflik tersebut, mengingat mereka menjadi bagian dari sekutu Amerika Serikat. Tentu banyak negara tidak menginginkan hal ini terjadi terhadap dunia Barat.

Jika perang tidak segera berhenti, maka ketegangan akan semakin meningkat dengan lonjakan harga minyak dan energi. Jelas, konflik di Timur Tengah semakin mengganggu pasokan energi. Sebab kemungkinan negara-negara di kawasan Teluk akan bersatu dengan Iran menutup jalur perdagangan sebagai pasokan minyak utama melalui Selat Hormuz, yang mana jalur tersebut menjadi lalu lintas perdagangan minyak dunia.

Dari peristiwa tersebut, kita sebagai Manusia saat ini lebih mementingkan politik dan keuntungan dengan mengesampingkan arti kemanusiaan.

Betapa tidak, rasa kemanusiaan kita dikalahkan dengan sesuatu yang berujung pada untung rugi yang dikemas dengan berbagai dalih, bahkan ada yang mengatasnamakan Hak membela ataupun sesuai Agama tertentu .

Sebagai Manusia telah dianugerahi Tuhan untuk memiliki Iman dan akal, itu sebuah keniscayaan yang membedakan antar Manusia dengan Hewan 

Andai kita mau mengesampingkan ego dan kepentingan pribadi atau golongan, mungkin peperangan tersebut tidak akan pernah terjadi, sayangnya rasa kemanusiaan kita kerap dikalahkan dengan sesuatu yang bersifat kepentingan pribadi maupun golongan.

Ironisnya, disadari atau tidak, perang yang terjadi saat ini kerap dijadikan sebuah landasan yang bahkan mengatasnamakan ajaran Agama dan kepercayaan suatu kaum.

Fakta yang tidak bisa dipungkiri, kekejaman zionis yang didukung Amerika selalu menyasar umat atau Negara Muslim.

Andai saja Negara Muslim bersatu, tidak munggkin Kaum Zionis atau Amerika berani melakukan penyerangan yang membabi buta bahkan melanggar Resolusi PBB, hanya saja hingga saat ini baru Negara Iran yang berani melakukan perlawanan secara nyata, hingga akhirnya para zionis dan Amerika seolah menjadi Negara yang sangat super , yang tidak akan ada satu Negara pun yang berani menentangnya.

Terlepas dari peperangan yang terjadi saat ini, muncul berbagai penilaian yang disampaikan beberapa pakar bahkan pengamat, yang menjelaskan tentang mengapa Israel berani melakukan serangan atau lebih tepatnya adalah pembantaian, karena apa yang mereka lakukan telah tertulis dalam Bimbel atau kita yang mereka percaya, bahwa semakin cepat Dunia ini menuju kehancuran, hususnya kehancuran Umat Islam, maka semakin cepat pula Yesus sebagai juru penyelamat akan turun ke muka bumi.

Sementara dalam kalangan Islam pun ada yang menjelaskan, bahwa semakin cepat kehancuran ini terjadi, maka Imam Mahdi akan segera turun kemuka bumi 

Inilah yang menjadi perdebatan dan kekhawatiran jika peperangan disangkut pautkan dengan Agama.

Semoga kita semua sebagai Manusia yang berakal, mampu menggunakan akal kita dengan baik dan tidak mengesampingkan arti kemanusiaan.

9 Apr 2026

BPN dan DPMD apresiasi Desa Mertapadawetan tertib Administrasi Pertanahan

INDOMEDIANEWS -Upaya penertiban administrasi Desa terus digalakan demi terciptanya iklim pemerintahan yang mengutamakan data sesuai dengan keberadaannya.
Salah satunya adalah terkait penertiban dan penyelesaian persoalan kepemilikan tanah yang berlokasi di area blok manis yang lebih dikenal denga nama LPI.
83 Bidang tanah yang selama ini menjadi sengketa akhirnya bisa terselesaikan dengan baik.
Hal tersebut disampaikan Kuwu Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Moh.Munif AR.

"Dalam kurun waktu beberapa puluh tahun, warga sekitar LPI terombang-ambing tentang kepemilikan tanah, hususnya tentang kepemilikan sertifikat yang awalnya tidak bisa diproses, saat ini sudah bisa diproses dengan dasar hukum telah dimilikinya tanah pengganti yang bersertifikat, dan keputusan tersebut bahkan mendapat apresiasi dari pihak BPN dan DPMD, bahkan menjadi salah satu Desa yang berhasil melakukan tertib administrasi dalam bidang penertiban pertanahan atau tanah kas Desa" tuturnya, Rabu,08/04/2026.

Lebih lanjut Munif menjelaskan, bahwa pihaknya selama ini terus berupaya untuk melakukan penertiban tentang administrasi desa hingga tingkat peran serta RT/RW.

"Alkhamdulillah, saat ini kami telah berhasil menyelesaikan berbagai persoalan pertanahan yang selama ini lepas dari perhatian, bahkan bukan hanya sebatas pertanahan, dibawah kepemimpinan dan pemerintahan yang baru, saya menegaskan untuk persoalan pengurusan KTP saja data awalnya harus diketahui dan ditandatangani RT, tanpa ada tanda tangan RT kami tidak akan memperosesnya, mengapa hal ini kami lakukan, semata agar keberadaan RT benar-benar dapat berfungsi sebagai mana mestinya, selain itu sebagai bentuk penghargaan kami terhadap keberaan RT, InsyaAllah, apa yang kami lakukan semata demi melakukan sesuatu yang berlandaskan pada ketentuan dan tata kelola desa sesuai mekanisme demi terealisasinya harapan adanya perubahan yang berujung pada kesejahteraan dan kemajuan desa sesuai harapan bersama" pungkasnya.(1c)

8 Apr 2026

persoalan Grai Merah putih " dari mulai material hingga upah pekerja"

INDOMEDIANEWS - Pembangunan Grai Koperasi Merah Putih yang diharapkan menjadi penopang peningkatan perekonomian Masyarakat, ternyata tidak berjalan mulus sesuai harapan.
Betapa tidak, diantara Grai yang sudah selesai dibangun, nyatanya masih banyak Grai yang pembangunannya belum terselesaikan bahkan ada kesan dikerjakan apa adanya.
Ironisnya, salah satu kendalanya adalah terhambatnya penyediaan material hingga belum dibayarkannya upah pekerja.
Hal tersebut disampaikan salah seorang pekerja yang tengah menangani pembangunan Grai Koperasi Merah Putih di Desa Leuwidinding, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon.
Pekerja yang bernama Iis tersebut menjelaskan beberapa kendala yang mengakibatkan lambatnya penyelesaiaan Grai tersebut.

"Selain seringnya keterlambatan penyediaan barang atau material, salah satu yang kami sayangkan adalah ada beberapa pekerja yang selama 18 Hari kerja belum menerima upah dari pihak pendor atau yang bertanggung jawab dalam hal hal pembangunan Grai, kami kadang merasa heran, mengapa hal demikian bisa terjadi, sementara pembangunan Grai merah putih ini merupakan salah satu program unggulan pemerintah" tuturnya.

Dari pantauan media, memang ditemukan beberapa pembangunan Grai Merah Putih yang seolah terhenti tanpa adanya aktifitas pekerja maupun lainnya, bahkan ada salah satu Desa yang hingga saat ini belum melaksanakan pembangunan Grai Merah Putih karena tidak adanya lahan yang tersedia.
Belum adanya pembangunan Grai tersebut terjadi di Desa Japura bakti, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon.
Menurut keterangan yang disampaikan salah seorang perangkat desa setempat, Fadilah, menjelaskan keterlambatan tersebut disebabkan tidak adanya lahan yang cocok untuk membangun Grai merah putih.

"Ada beberapa titik yang sudah kami ajukan kepada pihak yang terkait untuk membangun Grai merah putih, sayangnya dari semuanya tidak ada satupun yang memenuhi syarat atau ketentuan yang telah ditetapkan, akibatnya hingga saat ini di Desa Japura Bakti belum memiliki lahan untuk membangun Grai koperasi merah putih, yang kami hawatirkan adalah dengan belum terealisasinya program Kopdes secara menyeluruh akan berdampak terhadap proses pengajuan anggaran" tuturnya.(1c)

6 Apr 2026

Kuwu Sampih ingatkan bahaya Campak " lebih gawat dari Covid"

INDOMEDIANEWS - Upaya meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda terus digalakan Pemerintah Desa Sampih, Kecamatan Susukan Lebak, Kabupaten Cirebon.
Salah satu cara yang tengah dilaksanakan adalah selain menyediakan menu MBG bagi Balita, Ibu hamil dan menyusui, juga mewajibkan warganya untuk menjaga kesehatan melalui Imunisasi Campak bagi yang memiliki Anak yang belum pernah dilakukan Imunisasi.
Hal tersebut disampaikan diruang kerjanya saat pembagian menu MBG ( Makan Bergizi Gratis )

"Makan bergizi dan menjaga kualitas kesehatan harus dilakukan oleh semua warga, hususnya bagi warga yang memiliki balita atau Ibu hamil termasuk yang sedang menyusui, tidak terbatas hanya menyantap makanan bergizi, namun harus aktif melaksanakan imunisasi Campak, mengapa demikian, karena dari hasil kami melakukan jumiting dengan pihak kesehatan, bahwa bahaya campak lebih berbahaya dari Covid, oleh karenanya, kami mewajibkan kepada semua warga yang memiliki balita untuk melakukan imunisasi campak" tutur Kuwu Suherman, Senin,06/04/2026.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, bahwa apa yang dilakukannya semata bukti sayang dan peduli terhadap warga Masyarakat.

"Saya turun langsung kemasyarakat untuk memberikan pemahaman perlunya imunisasi campak, ini kami lakukan semata karena saya sangat menyayangi dan peduli akan kesehatan Masyarakat, yang perlu dicatat adalah campak ini lebih bahaya dari pada covid, oleh karenanya kami memohon kepada seluruh warga sampih untuk memeriksakan anaknya dan segera melaksanakan imunisasi campak" pungkasnya.

Sementara itu, Bidan desa Sampih, Uti, mengharapkan adanya peranserta dari semua warga Masyarakat Sampih untuk mendukung program Pemerintah, hususnya dibidang kesehatan.

"Jangan anggap remeh penyakit campak, selain sangat berbahaya, penularannyapun sangat mudah, Masyarakat harus memahami awal gejala campak, yaitu demam, batuk dan sakit tenggorokan, oleh karena sangat berbahayanya penyakit campak, maka akan lebih baik kita mencegah daripada mengobati, salah satu caranya dengan melakukan Imunisasi campak" jelasnya.(1c)

2 Apr 2026

Tidak dilayani dengan baik, keluarga Pasien minta Oknum Dokter RSUMC diberhentikan

INDOMEDIANEWS - Merasa kurang mendapat pelayanan secara baik, Yuyun Sri Wahyuni , warga desa Cipeujeuh kulon, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, menuntut oknum Dokter inisial I,  RS UMC dikeluarkan dari Rumah Sakit tersebut.
Hal tersebut disampaikan kepada beberapa awak Media, pada Kamis , 02/04/2026.

"Kemarin malam, tepatnya hari Rabu malam kamis, saya membawa ayah saya  (H.Wasra- red )untuk berobat ke RS UMC yang berada di Desa Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon. Sayangnya kami tidak mendapat pelayanan yang baik dari pihak Rumah Sakit, mereka beralasan karena tidak tersedianya ruangan kosong, bahkan kami harus menunggu selama satu jam tanpa adanya penanganan awal, sementara Ayah saya sudah sangat kesakitan karena harus menahan penyakit yang dideritanya, karena tidak adanya pelayanan yang prima, akhirnya emosi saya pun terpancing, pada saat itu saya marah kepada salah seorang Dokter yang bertugas, yang saya tahu Dokter tersebut berinisial I. Karena kami tidak dilayani bahkan terkesan ditelantarkan, maka kami putuskan untuk keluar dari RS UMC dan melanjutkan untuk merawat ayah saya di RS Gunung Jati, Alkhamdulillah, Di RS Gunung Jati ayah saya langsung mendapat pelayanan dengan sangat baik" tuturnya.

Lebih lanjut dirinya menegaskan, dengan adanya pelayanan yang tidak baik tersebut, meminta agar Oknum Dokter tersebut diberhentikan atau dikeluarkan dari RS UMC.

"Kami tidak menyalahkan Rumah Sakitnya, kami hanya meminta Oknum Dokter yang bekerja tidak baik tersebut dikeluarkan dari RS UMC, karena bisa mencoreng nama baik RS UMC itu sendiri " jelas Yuyun.

Sementara itu, sekretaris desa Cipeujeh kulon, Yoyo.S membenarkan adanya pengaduan dari salah seorang warganya.

"Memang benar, kami mendapatkan aduan dari salah seorang warga kami terkait kurang baiknya pelayanan yang diberikan Oleh pihak RS UMC dalam hal ini salah seorang Oknum Dokter yang saat itu bertugas dan menelantarkan warga yang tidak segera mendapat perawatan dengan alasan tidak tersedianya kamar atau ruangan penuh, kami berharap pihak Rumah sakit segera melakukan perbaikan dalam hal pelayanan agar tidak ada lagi warga yang merasa tidak mendapat pelayanan secara maksimal" jelasnya.

Dengan adanya hal tersebut, beberapa media mendatangi Rumah Sakit yang bersangkutan untuk memperoleh keterangan mengenai adanya keluhan warga yang merasa tidak mendapatkan pelayanan secara baik.

Pada Hari Kamis, 02/04/2026 beberapa media mendatangi RS UMC dan ditemui oleh Humas RS UMC, Toha dengan didampingi beberapa petugas lainnya.

Dalam keterangannya, Toha menuturkan, bahwa SOP sudah dilaksanakan sesuai aturan.

"Sebenarnya tahapannya sudah dilaksanakan sesuai SOP, hanya mungkin terjadi sedikit mis komunikasi, hingga keluarga pasien merasa kecewa, kami rasa itu merupakan hal yang wajar" jelasnya.

Sementara saat disinggung adanya tuntutan keluarga pasien agar Oknum Dokter yang saat itu bertugas inisial I diberhentikan, Toha menegaskan.

"Kami akan melakukan evaluasi dan membahas berbagai hal guna meningkatkan pelayanan terhadap Masyarakat, sementara untuk tuntutan terkait salah seorang Oknum Dokter yang bertugas di RS UMC agar diberhentikan, kami akan berdiskusi dengan unsur terkait, intinya terimakasih atas atensinya, dan kami akan terus berupaya untuk melakukan hal yang terbaik, kami atas nama RS UMC memohon maaf kepada berbagai pihak, jika ada kesalahan atau pelayanan yang dirasa kurang baik, InsyaAllah kami akan berusaha memperbaiki segala kekurangan dan terus melakukan evaluasi" tuturnya. (1c)

1 Apr 2026

AMKI Cirebon gelar silaturahmi dan rapat koordinasi

INDOMEDIANEWS  -- Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Cirebon Raya menggelar rapat koordinasi sekaligus halalbihalal, pembentukan pengurus aksi bakti sosial (bansos) untuk kepedulian sesama di wilayah Cirebon Raya, serta penguatan organisasi pada Selasa (31/3/2026). Kegiatan berlangsung di halaman kantor AMKI, Desa Setupatok Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon.

Acara dimulai dengan doa bersama dan halalbihalal yang dipimpin Ketua AMKI Cirebon Raya, Rudi. Hadir puluhan anggota AMKI dari berbagai media.

Rudi mengatakan, "Alhamdulillah, rapat koordinasi ini masih dalam suasana Hari Raya Idul Fitri 1447 H (1 Syawal). Kita sekaligus halalbihalal, dilanjutkan membahas rencana kerja jangka pendek dan panjang serta penguatan organisasi."

Ia menambahkan, "Masih dalam suasana Idul Fitri, sebelum membahas langkah aksi bansos dan rencana kerja jangka panjang AMKI, kita saling bermaaf-maafan."

Pembentukan kepengurusan aksi bansos menjadi langkah strategis AMKI Cirebon Raya untuk memperkuat anggota dalam menunjukkan kepedulian sosial. Rudi berharap kegiatan ini mendorong anggota memiliki tanggung jawab sosial dan guyub rukun guna mensukseskan program AMKI.

Sementara itu, Dewan Pembina AMKI Cirebon Raya, Toto M Said, menyatakan program bansos ini diharapkan membawa nama baik AMKI sebagai organisasi media massa terkemuka di Cirebon Raya.

"AMKI sudah lahir dan memiliki keanggotaan di berbagai provinsi serta kabupaten/kota di Indonesia," ungkap Toto.

Ia menambahkan, "Banyak kegiatan ke depan untuk membawa nama AMKI Cirebon Raya dikenal baik, baik dari program pusat, provinsi, maupun lokal. Terpenting, kuatkan dulu kepedulian anggota terhadap organisasi."

Toto juga berpesan agar anggota selalu menjaga nama baik dan marwah AMKI. "Dengan begitu, langkah kerja kita lebih ringan dan penuh berkah," tutupnya. (1c)