Tampilkan postingan dengan label Kab Cirebon. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kab Cirebon. Tampilkan semua postingan

2 Jan 2026

Ribuan warga memadati jalanan "sambut sang juara DA 7"

INDOMEDIANEWS -sepanjang Jalan Raya Lemahabang, Kabupaten Cirebon mendadak macet oleh ribuan Masyarakat yang ingin melihat secara langsung iring-iringan artis dangdut asal desa kalibuntu, Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon sebagai juara 3 DA 7 (dangdut akademi) yang digelar salah satu stasiun TV swasta terbesar di Indonesia (Indosiar -red)
Beredarnya informasi sang juara akan melintasi jalur jalan Raya Lemahabang disambut oleh ribuan warga yang sejak pagi berdiri dihampir sepanjang jalan.
Tepat pukul 10.30 wib, sang artis dangdut yang berdiri diatas sebuah kendaraan roda empat berwarna hitam melintas dan melambaikan tangan kepada seluruh masyarakat yang terus berteriak memanggil namanya, Jum'at 02/01/2026.
Salah seorang warga desa Cipeujeuh kulon yang turut menyaksikan iring-iringan tersebut, Ayo, menuturkan dirinya sangat bangga karena salah satu artis dangdut asli Cirebon mampu berkarya dan bersaing dengan artis lainnya walaupun hanya meraih juara tiga.

'kami sangat bangga, wong Cirebon mampu meraih prestasi di dunia musik, hususnya dangdut walaupun hanya meraih predikat sebagai juara 3, ini menunjukan bahwa wong Cirebon memiliki kemampuan yang patut diperhitungkan" tuturnya.

Senada hal tersebut disampaikan Yaya, warga Lemahabang yang tidak hentinya meneriakan nama April.

"Senang kang, kami bisa melihat sosok sang juara Dangdut secara langsung, semoga ini pertanda baik untuk kemajuan industri musik dan seniman Cirebon agar kedepannya bisa lebih meningkatkan karya dan kreasinya, pokoknya, kami wong Cirebon merasa sangat bangga atas prestasi yang di raih pendangdut April" ujarnya.

Dari pantauan media, bukan saja jalanan dipadati oleh ribuan Masyarakat, namun kemacetan panjang terjadi akibat banyaknya kendaraan roda dua atau empat yang terhambat karena iring-iringan sang artis Dangdut yang tetap setia menyapa para warga dengan senyum dan lambaian tangan yang tiada henti.kemenangan April merupakan kemenangan Kabeh wong Cirebon.(1c)

31 Des 2025

Diduga akibat Sambaran petir "Kios pasar Lemahabang ludes dilalap si jago merah"

INDOMEDIANEWS- Suara tangis dan jeritan terdengar dari beberapa pedagang pasar Lemahabang, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, yang terbakar pada Selasa malam,30/12/2025.
Puluhan kios pasar Desa Lemahabang sebagian ludes dimakan si jago merah ditengah guyuran hujan deras dan kilatan petir dibarengi gelegar suara halilintar yang tiada henti.
Terbakarnya pasar desa tersebut menimbulkan berbagai spekulasi dan informasi yang ramai dibicarakan, ada yang mengatakan akibat konsleting ristik, ada pula yang mengatakan akibat tersambar petir.
Salah seorang warga Lemahabang yang ditemui tidak jauh dari lokasi terbakarnya pasar Desa tersebut, Didi, menuturkan awal mula terjadinya kebakaran pasar desa yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu.

"Yang saya tahu, saat itu baru selesai kumandang Azhan Magrib, kebetulan hujan turun sangat deras disertai kilatan petir dan suara gledek yang lumayan besar, tidak berselang lama, banyak warga yang teriak bahwa pasar terbakar, akhirnya saya bersama warga lainnya bergegas kelokasi pasar, dan memang benar pasar desa Lemahabang sudah terbakar dan mengeluarkan kepulan asap yang sangat tebal, beruntungnya beberapa kendaraan dan anggota Damkar langsung terjun kelokasi sekaligus berusaha memadamkan api yang sudah menjalar dan membakar sebagian besar kios yang ada di dalam pasar" tuturnya.

Lebih lanjut Didi menjelaskan, dengan adanya peristiwa kebakaran tersebut, banyak para pedagang yang hanya bisa melihat tanpa mampu untuk berbuat banyak.

"Puluhan pedagang yang kiosnya terbakar hanya bisa melihat tanpa dapat berbuat banyak, karena Api sudah menghanguskan beberapa kios yang menjual berbagai produk, dari mulai pakaian, kelontong, peralatan rumah tangga hingga kios daging dan lainnya, sepengetahuan saya , mungkin ada ratusan kios yang lokasinya didalam semuanya terbakar, hanya ada beberapa kios yang berhasil diselamatkan dari kobaran si jago merah" pungkas Didi.

Sementara salah seorang pemilik kios yang terbakar, Agus, menuturkan kejadian tersebut sangat menyedihkan dan mengharapkan adanya bantuan dari Pemerintah.

"Kami sangat sedih kang, karena hanya dipasar inilah  lahan pencaharian kami, disaat menjelang pergantian tahun yang biasanya saat itu merupakan saat mamarema dimana akan banyak pembeli yang datang kepasar ini, sayangnya disaat kami tengah berharap banyak, tiba-tiba tempat kami berjualan ludes dilalap si jago merah" tuturnya.

Saat ditanya apa penyebab terjadinya kebakaran tersebut, Agus menjelaskan.

"Secara pasti kami tidak paham, ada yang bilang karena konsleting listrik, ada juga yang bilang karena adanya Sambaran petir, bagi kami itu tidak terlalu penting, intinya apapun penyebabnya toh pasar ini terbakar, kami hanya berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah kepada seluruh pedagang pasar Lemahabang yang lapak usahanya habis terbakar api, hanya itu harapan satu-satunya yang kami miliki" pungkas Agus, pedagang asap Desa Tuk Karangsuwung penuh harap.

Dari pantauan media, saat kejadian, jalan raya Lemahabang dipadati oleh beberapa Masyarakat yang ingin melihat secara langsung pasar yang terbakar, bahkan terlihat beberapa unit Damkar keluar masuk dari lokasi kebakaran, beruntung pasar yang terbakar tersebut lokasinya tidak terlalu jauh dari Pos Damkar hingga puluhan unit Damkar pun tidak terlalu kesulitan untuk melaksanakan mobilitas terlebih sigapnya para anggota TNI/Polri termasuk beberapa pihak lainnya yang turut membantu agar proses pemadaman api dapat berjalan lancar dan tidak menghadapi kendala berarti.

Sementara itu, Dansek Damkar Lemahabang, M.Imron menjelaskan, bahwa dugaan sementara terjadinya kebakaran diakibatkan adanya Sambaran petir yang mengenai pusat instalasi listrik yang di tengah kios pasar Lemahabang.

"Dugaan sementara, terjadinya kebakaran tersebut diakibatkan adanya Sambaran petir yang mengenai pusat instalasi listrik yang lokasinya berada di tengah pasar tersebut, kami dari Damkar Lemahabang menerima laporan terjadinya kebakaran pasar pada pukul 18.20 Wib.saat itu juga anggota Damkar langsung turun kelokasi dan berupaya untuk segera memadamkan api yang telah membakar beberapa kios, karena dirasa apinya sangat besar dan hawatir mengenai kios lainnya, kamipun menghubungi Damkar lain yang ada di beberapa pos Damkar Cirebon, Alkhamdulillah, selama kurang lebih 8  jam tepatnya dari mulai kami bergerak sekitar jam 18.30 hingga jam 03 pagi dengan menerjunkan 8 unit Damkar api akhirnya bisa dipadamkan" jelasnya.

Dari pantauan media, saat ini lokasi kebakaran sudah dilakukan pemasangan polis line, bahkan aktifitas pedagang yang tempat berniaganya tidak terbakar tetap melakukan aktifitas seperti biasanya( jual beli-red). (1c)