Kado Tahun Baru Islam diharapkan menjadi pembuka jalan bagi persoalan yang selama ini menjadi seakan hanya ramai untuk dibicarakan tanpa berujung dengan adanya kepastian.
Dari sekian banyak persoalan yang ramai diperbincangkan , mulai dari pemangku kebijakan yang tidak berlaku bijak, hingga perbincangan Rakyat kecil yang asyik berbincang walau hanya didalam sebuah warung kopi.
Keresahan dan kekesalan Rakyat yang akhirnya sedikit membuka pintu kebahagiaan adalah persoalan keberadaan MBG ( Makan Bergizi Geratis ) yang akhirnya menguak siapa yang diuntungkan dan siapa sebenarnya yang menikmati gizi dari program tersebut.
Masih hangat dalam ingatan kita, bahwa beberapa waktu yang lalu, penggeden atau bos BGN ( Badan Gizi Nasional) ditangkap dan langsung menggunakan rompi berwarna orene karena ditetapkan sebagai tersangka akibat melakukan tindak pidana korupsi memperkaya dan mengeruk keuntungan dari hadirnya program MBG.
Disaat Masyarakat disuguhkan makanan yang konon bergizi, yang pada kenyataannya hanya simbul dan judul, makan bergizi yang betul-betul gizinya dirasakan malah dinikmati oleh para koruptor, saking nikmatnya sampai mereka lupa untuk tidak memakannya secara berlebihan, hingga akhirnya karena terlalu berlebihan, maka bukan saja perut mereka semakin membengkak, tetapi keuangan mereka semakin jauh membengkak.
Setelah para tikus Negeri ini ditangkap, ada secercah harapan, bahwa Negeri ini benar-benar akan menikmati gizi sebagai mana mestinya .
Kini kita semua berharap dan menunggu kebijakan yang akan dilakukan oleh sang pemimpin Bangsa, apakah MBG akan dihapus, atau tetap dipertahankan walaupun sudah terbukti menjadi ajang memperkaya diri segelintir orang atau golongan .
Pemerintah saat ini telah menghembuskan angin segar dengan salah satunya adalah akan mengurangi anggaran konpensasi bagi pemilik atau pengelola SPPG yang semula per hari mendapat anggaran dari Pemerintah sebesar Rp. 6.000.000 rencananya akan dikurangi.
Pertanyaannya seberapa besar pengurangan itu akan dilakukan dan seberapa besar perubahan yang akan terjadi dalam pelaksanaan pengelolaan makan bergizi gratis.?
Beruntung, Anak Negeri ini tidak semuanya hanya bisa diam dan hanya mampu menggerutu, keresahan Rakyat akhirnya disuarakan oleh para Mahasiswa sebagai salah satu sosok calon pemimpin Bangsa.
Mereka turun ke jalan dan memberikan suara keresahan Rakyat tentang salah satunya adalah keberadaan MBG.
Ini awal dari perjuangan yang membutuhkan dukungan dari seluruh Rakyat Indonesia, kecuali mereka para penjilat yang hanya mampu menganggukkan kepala demi kepuasan pimpinan tanpa memperdulikan kerasagan dan kesengsaraan Rakyat kecil.
Semoga dengan hadirnya gerakan Mahasiswa dan bertepatan dengan Tahun Baru Islam, kebenaran bisa benar-benar dapat ditegakkan, dan kemunafikan hancur dari Negeri Pertiwi.
Mari kita bermunajat dan mengangkat kedua tangan kita, memohon kepada Sang khalik, penguasa alam semesta agar kebaikan tetap menjadi pemenang walaupun para pelaku kejahatan pandai bersembunyi dengan memakai topeng kemunafikan.Amiien
0 $type={blogger}:
Posting Komentar