22 Jun 2026

Pentas Seni TK Melati " Tumbuhkan kreasi Siswa didik "

INDOMEDIANEWS - TK Melati, Desa Wangkelang, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon menggelar acara pentas seni dan pelepasan tahun kelululusan 2026.
Dibawah panji Yayasan Mutiara, TK Melati yang berdiri sejak Tahun 2005 telah menelurkan beberapa alumnus yang memiliki keterampilan dan kreatifitas yang sangat membanggakan.
Dalam acara pentas seni dan pelepasan siswa yang dihadiri oleh seluruh wali Murid berjalan dengan penuh kesederhanaan namun tetap meriah dan mendapat respon yang sangat luar biasa dari seluruh tamu undangan yang hadir.
Ketua Yayasan Mutiara, Lili Casmali, mengharapkan Dunia pendidikan terus berkembang sesuai dengan perkembangan zaman.

"Kami sangat mengharap dunia pendidikan di Negeri kita akan semakin maju dan berkembang, terlebih lagi generasi muda untuk saat ini secara materi  dan faktor lainnya sangat menunjang, dan kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk terus berupa yang terbaik guna perkembangan dunia pendidikan, agar apa yang dicita-citakan mampu diwujudkan dengan kenyataan " tuturnya, Senin 22/06/2026. 
 
Senada hal tersebut disampaikan kepala Sekolah TK Melati, Mamah Fatimah, yang merasa bangga dengan berbagai kreasi yang dilaksanakan dalam rangka pelrpasa dan pentas seni Siswa TK Melati.

"Kami sangat bersyukur atas support dan peranserta dari seluruh Orang tua siswa, hingga acara pentas seni sekaligus pelepasan siswa didik dapat dilaksanakan dengan penuh rasa suka cita, yang membuat kami terharu adalah semangat para orang tua yang sangat luar biasa dalam mensukseskan acara tersebut, Bakan dari awal acara hingga akhir, kebahagiaan seakan tidak terhenti, apalagi disaat para siswa mempertunjukan berbagai kemampuannya, baik seni tari tradisional maupun moderen, ini adalah modal bagi kami untuk lebih semangat lagi dalam mendidik para generasi muda, dikesempatan ini, kami mengajak para orang tua yang memiliki anak usia dini, untuk mendaftarkan putra putrinya di TK Melati wangkelang" jelasnya.

Sementara itu, salah seorang wali murid, Melawati, sangat mendukung dan berbahagia dengan berbagai program yang digalakan oleh pihak pendidik.

"Kami bangga dan bahagia mempercayakan putra putri kami untuk menimba ilmu di TK Melati ini, betapa tidak, karena anak anak kami tidak hanya dikenalkan dengan berbagai permainan edukasi, namun pendidikan kedisiplinan, rohani hingga berkesenian semuanya diperoleh disini,  untuk acara pelepasan siswa sekaligus pentas seni yang menampilkan berbagai kreasi para siswa, sangat membanggakan, karena buka semata mendidik siswa untuk mampu berkreasi dan disiplin, tetapi yang lebih penting lagi adalah mendidik para siswa untuk berani tampil dimuka umum, semoga kedepannya acara seperti pentas seni dan lainnya akan semakin meriah" jelasnya (1c)

20 Jun 2026

Kritik MBG bukan anti Pemerintah !

Penulis : R.Agus Syaefuddin

Persoalan yang selama bergulirnya program MBG ( makan bergizi gratis ) seakan selalu hangat bahkan panas untuk menjadi bahan perbincangan.
Panasnya perbincangan semakin terasa, disaat pembesar BGN ( badan gizi nasional ) ditangkap dan langsung menggunakan rompi oranye karena terbukti telah melakukan tindak pidana korupsi dengan nilai yang sangat membuat panas seluruh Rakyat Indonesia ( kecuali para koloni atau yang turut merasakan nikmat hasil korupsi )
Beruntung, panasnya suhu terkait para pelaku korupsi yang memanfaatkan program MBG sedikit berkurang karena adanya kabar yang disampaikan Pemerintah Pusat, bahwa selama libur sekolah, program makan bergizi gratis dihentikan sementara.
Lantas apakah benar-benar penghentian program tersebut dapat menurunkan suhu panas Rakyat Indonesia ? Itulah yang saat ini tengah kembali menjadi perbincangan berbagai kalangan.
Banyak yang mengharap, agar program MBG diberhentikan secara permanen, karena menyedot anggaran yang sangat tidak sedikit, bahkan harus memangkas biaya pendidikan dan kesehatan.
Namun ada pula segelintir orang yang menginginkan MBG tetap dipertahankan, karena mampu menyerap tenaga kerja yang konon bernama relawan tetapi pendapatannya berlipat ganda jika di dibandingkan dengan tenaga honorer atau bahkan penjual makanan ringan.
Ironisnya, jika berdalih dapat mengurangi beban pengangguran, pertanyaannya berapa jumlah tenaga kerja yang berada di program MBG dengan jumlah para Anak Bangsa yang baru lulus dari sekolah dan sibuk mencari lahan pekerjaan.
Dari dua persoalan tersebut, tentunya mempunya keuntungan dan kerugian sendiri, sesuai dengan apakah kita benar-benar dapat menikmati manfaat dari adanya MBG atau mungkin malah kita membuat peluang orang kaya semakin meningkatkan kekayaannya, karena keuntungan dari program MBG sangatlah menggiurkan dan pasti menguntungkan.
Karena adanya persoalan tersebut, maka alangkah baiknya jika kita mengedepankan hati nurani dan mengedepankan kepentingan umum, ketimbang mengutamakan kepentingan pribadi, walau harus kehilangan pundi-pundi Rupiah.
Semua Pihak sudah saatnya berfikir jernih dan membuang ego, baik secara pribadi maupun golongan.
Andai semua Orang berani berkata jujur dan mengesampingkan ego personal, mungkin akan lebih baik jika program makan bergizi gratis dihentikan secara permanen dan mengalokasikan anggaran tersebut untuk pendidikan atau kesehatan.
Banyak warga atau golongan kecil yang hoby ngobrol sambil minum kopi di kedai pinggir jalan saling bercerita dan mengeluh, karena mereka menghitung menu yang disajikan dengan dalih peningkatan gizi, diduga tidak sesuai dengan nominal yang sudah ditentukan.
Katanya per porsi anggarannya Rp.10.000, tetapi pada saat menu itu diturunkan dan mulai dibagikan, nilainya dirasa tidak mencapai angka Rp.10.000.
Belum lagi ada dugaan adanya permainan harga antara pengelola SPPG dengan para rekanan ( produsen yang memiliki produk kebutuhan MBG )
Ada beberapa contoh yang patut menjadi pertimbangan, semisal MBG itu harus menyertakan salah satu menunya adalah roti, berapa harga roti yang sudah ada dalam anggaran Pengelola SPPG, dan berapa harga yang diturunkan untuk si pemilik atau produsen roti, apakah sesuai harga yang telah ditetapkan, atau harganya jauh lebih murah, namun dalam laporannya tetap sesuai dengan harga yang telah tercantum dan ditentukan oleh pihak SPPG itu sendiri.
Itu baru satu contoh roti, tidak menutup kemungkinan terjadi pula permainan harga terhadap produk lainnya .
Dengan banyaknya dugaan permainan demi meraup keuntungan dengan dalih MBG, sudah saatnya rasa ego dan gengsi berubah menjadi rasa kemanusiaan yang adil dan beradab.
Disaat pemerintahan awal dipimpin Presiden Prabowo, Rakyat kecil pada umumnya menyambut baik dan menyimpan harapan yang sangat tinggi, betapa tidak, saat itu Presiden Prabowo dengan tegas akan melakukan efesiensi dan pemangkasan anggaran yang dirasa banyak terjadi kesalahan dalam memanfaatkan anggaran .
Namun harapan itu hanya berjalan sesaat, karena imbas dari efesiensi anggaran ternyata malah menciptakan tanda tanya besar, mengapa ada pemangkasan anggaran namun justru malah membuat kisruh keadaan, terlebih saat mulainya beberapa program yang dicetuskan Prabowo terkesan dipaksakan.
Yang sangat terlihat nyata saat ini selain MBG adalah keberadaan Koperasi Desa Merah Putih.
Kita banyak mendengar, Program MBG anggaran yang dipangkas berasal dari pendidikan dan kesehatan, sementara untuk Koperasi merah putih, anggaran yang dipangkas adalah dari anggaran Desa.
Dampak dari pemangkasan anggaran Desa yang sangat dirasa adalah melambatnya pembangunan desa, hususnya dalam peningkatan infrastruktur.
Sayangnya, kita sebagai Rakyat kecil hanya bisa mengeluh tanpa mampu berbuat banyak, apalagi untuk memperotes dan melakukan tindakan.
Beruntung, ditengah kegalauan, saat ini masih ada gerakan Rakyat melalui aksi Mahasiswa yang begitu berani menyuarakan tentang ketidak Adilan dan menuntut adanya perbaikan, walau resikonya sangat tinggi.
Kini kita hanya mampu menanti hasil dari gerakan para Mahasiswa, apakah mampu membendung ketidak Adilan, atau mungkin akan terhenti karena adanya kekuatan yang lebih tinggi dengan dalih kondusifitas dan keamanan.
Akhirnya penulis hanya berharap, keluhan dan kritikan yang disampaikan, semata demi keadilan dan bukan diartikan sebagai pembangkangannya, apalagi profokasi... Wassalam.

MI Al-Hikmah gelar Imtihan " Perlu perhatian pemerintah " karena keterbatasan ruang belajar

INDOMEDIANEWS -Menjadi salah satu kebanggaan bagi para siswa yang telah menyelesaikan pendidikan awal menuju pendidikan yang lebih tinggi.
Hal ini terlihat jelas diwajah para siswa MI Al-Hikmah, Desa mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, saat menggelar acara kenaikan kelas  dan kelulusan yang dikenal dengan istilah Imtihan.
Acara yang dipusatkan di halaman Sekolah tersebut diawali dengan kegiatan karnaval dengan menghadirkan berbagai pertunjukan marcing band, Kreasi busana dan arak-arakan yang dimulai dari kantor desa setempat dan berakhir di Sekolah MI Al-Hikmah.
Madrasah yang sudah berdiri sejak tahun 1950 tersebut terus berkembang dengan menghasilkan ribuan alumnus yang berkualitas.
Dalam keterangan yang disampaikan kepala MI Al-Hikmah, Ust Nurlani, menuturkan perkembanganannya saat ini terus membaik.

"Alkhamdulillah, saat ini kami memiliki jumlah siswa sebanyak 210 dengan jumlah kelulusan siswa tahun ini sebanyak 34, ini menandakan perkembangan dunia pendidikan yang kami emban terus berkembang dari tahun ketahunnya, bahkan calon siswa baru yang sudah mendaftar pun jumlahnya lumayan banyak, karena terbatasnya ruangan yang kami miliki, maka dengan terpaksa pendaftarannya kami batasi " tuturnya.

Lebih lanjut dirinya menuturkan, dengan semakin berkembangnya dan banyaknya minat siswa untuk menimba ilmu di MI Al-Hikmah, diperlukan fasilitas pendukung yang memadai.

"Dengan jumlah siswa sebanyak 220 dan tenaga pendidik sebanyak 13 yang 5 diantaranya sudah sertifikasi, tentunya diperlukan ruangan belajar mengajar yang memadai, jujur, kendala yang ada saat ini adalah kurangnya ruangan kelas dan fasilitas pendukung lainnya, termasuk salah satunya adalah keberadaan kamar kecil atau toilet, jadi selama ini jika kami ingin ke kamar kecil, kami masih menumpang kamar kecil milik masjid yang keberadaannya memang bersebelahan dengan sekolah kami, oleh karenanya, kami dari keluarga besar Al-Hikmah memohon bantuan dan perhatian dari pemerintah untuk bagaimana caranya kami memiliki tambahan ruang baru, guna meningkatkan proses belajar mengajar yang lebih memadai " jelasnya penuh harap.

Saat ini, telah banyak prestasi yang diraih siswa MI Al-Hikmah, dari mulai Pramuka hingga program unggulan yang terus dipertahankan dan menjadi ciri has Al-Hikmah , yaitu adanya Pocil ( Polisi Cilik ) yang keberadaannya banyak diminati hingga menjadi kebanggaan tersendiri.(1c)

RS UMC dan Pemdes Mertapadawetan dan PRNU Gelar kegiatan Hitanan masal dan pemeriksaan gratis

INDOMEDIANEWS - Masih dalam rangkaian peringatan Haul Ki Buyut Serpin, Pemerintah Desa Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, bekerjasama RS UMC ( Universitas Muhammadiyah Cirebon)  dan PRNU ( Pengurus ranting Nahdatul Ulama )menggelar acara Hitanan masal dan pemeriksaan pengobatan gratis di Aula Kantor desa setempat, Sabtu, 20/06/2026.

Pelaksanaan acara Hitanan masal dan pemeriksaan pengobatan gratis sepenuhnya ditanggung oleh pihak RS UMC.
Hal tersebut dituturkan Humas RSUMC, Toha saat ditemui di tempat acara.

"Kami dari RSUMC bekerjasama dengan pihak pemerintahan Desa Mertapadawetan, melaksanaka acara Hitanan dan pengobatan atau pemeriksaan geratis bagi seluruh warga Mertapadawetan, dimana mencakup Cek kadar gula, asam urat , tensi tanpa ada batasan ' tuturnya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, untuk program kemitraan dengan desa binaan sudah terjalin sejak lama, namun untuk kegiatan seperti Hitanan masal baru dilaksanakan kali pertama.

"Ini merupakan kali pertama, kami dari RSUMC bekerjasama dengan pemerintahan desa melaksanakan kegiatan Hitanan masal, dimana seluruh anggarannya berasal dari CSR RSUMC, Alkhamdulillah, kegiatan yang kami laksanakan mendapat sambutan yang sangat baik dari Masyarakat, InsyaAllah, kedepannya acara seperti ini akan bisa lebih ditingkatkan, untuk tahun pertama ini, peserta Hitanan masal hanya diikuti oleh 15 Anak saja, namun kedepannya mungkin kuotanya jika dilaksanakan lagi mungkin bisa lebih banyak" jelasnya.

Sementara itu, Kuwu Mertapadawetan, H.Moh.Munif AR, sangat mengapresiasi adanya jalinan kerjasama dengan pihak RSUMC.

"Kami sangat mengapresiasi terjalinnya kerjasama antara pemerintah desa dengan RSUMC, ini menandakan adanya jalinan komunikasi yang terjalin sangat baik, kami atas nama pemerintahan Desa mengucapkan terimakasih kepada pihak RSUMC dan seluruh jajaran yang telah turut mensukseskan seluruh rangkaian pelaksanaan peringatan Haul Ki buyut Serpin, InsyaAllah kerjasama kami dengan RSUMC kedepannya akan lebih ditingkatkan, hususnya dalam hal kesehatan maupun sosial lainnya, terlepas dari itu, secara pribadi saya mohon maaf jika selama pelaksanaan kegiatan banyak terdapat hal yang kurang berkenan, semoga apa yang kita lakukan saat ini mendapat balasan pahala yang berlipat dari Allah SWT" tuturnya.(1c)

18 Jun 2026

Pemdes Japura kidul benarkan adanya pungli Bantuan pangan Nasional " Beri teguran tegas"

INDOMEDIANEWS - Beredar kabar adanya pungutan terkait program Bantuan Pangan Nasional berupa beras dan minyak goreng, yang terjadi di Desa Japura kidul, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, dibenarkan oleh Kasi Pelayanan Desa setempat.Haekal.

Dirinya membenarkan informasi tersebut, namun pihak Pemdes langsung mengambil tindakan.

"Memang benar, ada salah seorang oknum Ketua RT di Desa kami yang melakukan hal tersebut, namun sebelum berkepanjangan, kami langsung melakukan tindakan berupa teguran dan peringatan keras agar tidak ada pungutan apapun dengan dalih apapun" tuturnya, Kamis, 18/06/2026.

Lebih lanjut dirinya menuturkan, bahwa sebelum adanya program Bantuan beras dan minyak goreng digulirkan, pihak Desa dan Puskesos telah menegaskan kepada siapapun yang turut membantu menyalurkan bansos kepada warga ,untuk tidak melakukan pungutan atau apapun dengan dalih apapun.

"Kami sangat menyayangkan adanya salah seorang Oknum RT  yang melakukan pungutan terhadap warga penerima bantuan, apapun dalihnya itu tidak diperbolehkan, oleh karenanya kami langsung memanggil yang bersangkutan dan langsung melakukan teguran keras, beruntung informasi tersebut langsung masuk kepada kami, makanya kami langsung turun lapangan, hingga pungutan itu baru dilakukan kepada dua orang warga kami, jadi Alkhamdulillah, semuanya dapat berjalan kembali dengan lancar tanpa adanya pungutan" tuturnya 

Saat media melakukan klarifikasi, pemdes Japura kidul masih melakukan pembagian bantuan program pangan Nasional kepada beberapa warga yang belum mengambil beras dan minyak di kantor desa.

"Hingga hari ini, penyaluran bantuan beras dan minyak masih kami lakukan, karena memang desa kami merupakan salah satu penerima program pangan Nasional yang nilainya lumayan banyak, dari data yang ada, sebanyak 2543 KPM ( keluarga penerima manfaat  ) yang berhak mendapatkan bantuan berupa beras sebanyak 20 Kg dan minyak goreng sebanyak 4 liter, semoga bantuan ini bermanfaat dan dapat sedikit mengurangi beban warga dalam hal kebutuhan pokok, selain itu, kami berharap tidak akan ada lagi oknum yang bermain-main dengan program yang diperuntukan bagi Masyarakat, jika ada informasi atau ada pihak yang melakukan pungli atau hal lainnya, segera lapor ke pihak pemdes, agar semuanya berjalan sesuai aturan dan Hukum yang berlaku" pungkasnya. (1c)

MI / MTS Wathoniah Gelar Imtihan " Terbatas namun tetap semangat "

INDOMEDIANEWS - Dunia pendidikan membutuhkan perhatian dari berbagai kalangan, terlebih yang bergerak di bidang keAgamaan.
Maju mundurnya sebuah dunia pendidikan tergantung pada dukungan dan peranserta Masyarakat sekitar dan adanya sokongan penuh dari Instansi terkait.
Ditengah persaingan yang semakin ketat, tidak menyurutkan semangat para pengajar, hususnya guru honorer yang tetap berupaya keras untuk menciptakan generasi muda yang berprestasi dengan tetap berpegang pada akhlakulkarimah.
Hal tersebut yang dibuktikan oleh seluruh jajaran staf pengajar, MI/ MTS Wathoniah, desa Japura bakti, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon.
Sebagai salah satu penghargaan kepada para siswa didik, bertempat di halaman sekolah setempat, menggelar acara Haflah Imtihan dengan tema mengawal generasi muda.

Semangat para siswa terlihat sangat nyata, disaat mengikuti berbagai acara yang telah tersusun dari mulai mengikuti ajang lomba MTQ, Cerdas Cermat,karnaval, hapalan surat pendek, lomba busana muslim hingga pentas seni.

Ada sedikit cerita miris namun membanggakan, saat kepala MTS Wathoniah, Khasanudin. S.Ag bercerita tentang keberadaan sekolah yang dipimpinnya .

"Saat ini kami memiliki siswa sebanyak 31 0rang dengan jumlah pendidik sebanyak 17 pengajar yang mayoritas sebagai guru honor, dari  pendidik tersebut yang telah mengikuti sertifikasi hanya sebanyak 7 Orang, yang membuat kami bersedih adalah honor yang diterima para pengajar dalam setiap bulannya hanya berkisar Rp.200.000, namun demikian kami tetap bersyukur dan bersemangat untuk memberikan pendidikan yang terbaik bagi seluruh generasi muda" tuturnya, Kamis, 18/06/2026.

Lebih lanjut dirinya mengharapkan adanya perhatian lebih dan peranserta dari semua pihak untuk memajukan sekolah yang ada di Desanya.

"Kami berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah, hususnya untuk meningkatkan kesejahteraan para guru honor, selain itu, kami mengajak kepada seluruh Masyarakat sekitar untuk mendaftarkan para putra putrinya di yayasan yang kami bina, InsyaAllah kami seluruh jajaran pendidik akan berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik bagi seluruh generasi muda, hususnya dalam memahami dan mendalami Ilmu Agama" jelasnya.

Sementara itu, Kepala MI Wathoniah, Farhan Spd, menyampaikan rasa bangganya atas raihan dan prestasi seluruh siswa didik yang tetap semangat dalam menuntut ilmu dan menggapai cita.

"Alkhamdulillah, hari ini kami bersama seluruh Orang Tua siswa menggelar acara Imtihan dan Haul sesepuh dengan tema mengawal generasi emas, sebagai bentuk syukur kami, berbagai kegiatan kami laksanakan dalam memeriahkan acara tahunan tersebut, dari mulai Karnaval, lomba Cerdas cermat, MTQ, Busana Muslim, hafalan surat pendek dan pengajian umum yang Akan diisi oleh penceramah dari Indramayu, KH. M.Kaukabul Fadli" jelasnya .

Lebih lanjut dirinya menuturkan, untuk tahun ini berharap agar minat siswa untuk menimba Ilmu di MI Wathoniah semakin tinggi.

"Saat ini kami memiliki siswa didik sebanyak 191 dengan jumlah siswa yang lulus tahun ini sebanyak 31 Siswa, dengan jumlah siswa tersebut, kami bersama wali murid bermusyawarah untuk menggelar tradisi tahunan yang akrab disebut Imtihan, Alkhamdulillah, atas dukungan penuh acara tersebut dapat berjalan dengan sangat baik, InsyaAllah, kami seluruh staf pengajar akan memberikan pendidikan yang terbaik dengan semangat dan keikhlasan, oleh karenanya, kepada Orang tua yang memiliki Anak yang sudah layak masuk pendidikan dasar untuk mempercayakan dan mendaftarkan anak-anaknya di MI Wafhoniah ini" pungkasnya.(1c)