8 Apr 2026

BPN dan DPMD apresiasi Desa Mertapadawetan tertib Administrasi Pertanahan

INDOMEDIANEWS -Upaya penertiban administrasi Desa terus digalakan demi terciptanya iklim pemerintahan yang mengutamakan data sesuai dengan keberadaannya.
Salah satunya adalah terkait penertiban dan penyelesaian persoalan kepemilikan tanah yang berlokasi di area blok manis yang lebih dikenal denga nama LPI.
83 Bidang tanah yang selama ini menjadi sengketa akhirnya bisa terselesaikan dengan baik.
Hal tersebut disampaikan Kuwu Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Moh.Munif AR.

"Dalam kurun waktu beberapa puluh tahun, warga sekitar LPI terombang-ambing tentang kepemilikan tanah, hususnya tentang kepemilikan sertifikat yang awalnya tidak bisa diproses, saat ini sudah bisa diproses dengan dasar hukum telah dimilikinya tanah pengganti yang bersertifikat, dan keputusan tersebut bahkan mendapat apresiasi dari pihak BPN dan DPMD, bahkan menjadi salah satu Desa yang berhasil melakukan tertib administrasi dalam bidang penertiban pertanahan atau tanah kas Desa" tuturnya, Rabu,08/04/2026.

Lebih lanjut Munif menjelaskan, bahwa pihaknya selama ini terus berupaya untuk melakukan penertiban tentang administrasi desa hingga tingkat peran serta RT/RW.

"Alkhamdulillah, saat ini kami telah berhasil menyelesaikan berbagai persoalan pertanahan yang selama ini lepas dari perhatian, bahkan bukan hanya sebatas pertanahan, dibawah kepemimpinan dan pemerintahan yang baru, saya menegaskan untuk persoalan pengurusan KTP saja data awalnya harus diketahui dan ditandatangani RT, tanpa ada tanda tangan RT kami tidak akan memperosesnya, mengapa hal ini kami lakukan, semata agar keberadaan RT benar-benar dapat berfungsi sebagai mana mestinya, selain itu sebagai bentuk penghargaan kami terhadap keberaan RT, InsyaAllah, apa yang kami lakukan semata demi melakukan sesuatu yang berlandaskan pada ketentuan dan tata kelola desa sesuai mekanisme demi terealisasinya harapan adanya perubahan yang berujung pada kesejahteraan dan kemajuan desa sesuai harapan bersama" pungkasnya.(1c)

persoalan Grai Merah putih " dari mulai material hingga upah pekerja"

INDOMEDIANEWS - Pembangunan Grai Koperasi Merah Putih yang diharapkan menjadi penopang peningkatan perekonomian Masyarakat, ternyata tidak berjalan mulus sesuai harapan.
Betapa tidak, diantara Grai yang sudah selesai dibangun, nyatanya masih banyak Grai yang pembangunannya belum terselesaikan bahkan ada kesan dikerjakan apa adanya.
Ironisnya, salah satu kendalanya adalah terhambatnya penyediaan material hingga belum dibayarkannya upah pekerja.
Hal tersebut disampaikan salah seorang pekerja yang tengah menangani pembangunan Grai Koperasi Merah Putih di Desa Leuwidinding, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon.
Pekerja yang bernama Iis tersebut menjelaskan beberapa kendala yang mengakibatkan lambatnya penyelesaiaan Grai tersebut.

"Selain seringnya keterlambatan penyediaan barang atau material, salah satu yang kami sayangkan adalah ada beberapa pekerja yang selama 18 Hari kerja belum menerima upah dari pihak pendor atau yang bertanggung jawab dalam hal hal pembangunan Grai, kami kadang merasa heran, mengapa hal demikian bisa terjadi, sementara pembangunan Grai merah putih ini merupakan salah satu program unggulan pemerintah" tuturnya.

Dari pantauan media, memang ditemukan beberapa pembangunan Grai Merah Putih yang seolah terhenti tanpa adanya aktifitas pekerja maupun lainnya, bahkan ada salah satu Desa yang hingga saat ini belum melaksanakan pembangunan Grai Merah Putih karena tidak adanya lahan yang tersedia.
Belum adanya pembangunan Grai tersebut terjadi di Desa Japura bakti, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon.
Menurut keterangan yang disampaikan salah seorang perangkat desa setempat, Fadilah, menjelaskan keterlambatan tersebut disebabkan tidak adanya lahan yang cocok untuk membangun Grai merah putih.

"Ada beberapa titik yang sudah kami ajukan kepada pihak yang terkait untuk membangun Grai merah putih, sayangnya dari semuanya tidak ada satupun yang memenuhi syarat atau ketentuan yang telah ditetapkan, akibatnya hingga saat ini di Desa Japura Bakti belum memiliki lahan untuk membangun Grai koperasi merah putih, yang kami hawatirkan adalah dengan belum terealisasinya program Kopdes secara menyeluruh akan berdampak terhadap proses pengajuan anggaran" tuturnya.(1c)

6 Apr 2026

Kuwu Sampih ingatkan bahaya Campak " lebih gawat dari Covid"

INDOMEDIANEWS - Upaya meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda terus digalakan Pemerintah Desa Sampih, Kecamatan Susukan Lebak, Kabupaten Cirebon.
Salah satu cara yang tengah dilaksanakan adalah selain menyediakan menu MBG bagi Balita, Ibu hamil dan menyusui, juga mewajibkan warganya untuk menjaga kesehatan melalui Imunisasi Campak bagi yang memiliki Anak yang belum pernah dilakukan Imunisasi.
Hal tersebut disampaikan diruang kerjanya saat pembagian menu MBG ( Makan Bergizi Gratis )

"Makan bergizi dan menjaga kualitas kesehatan harus dilakukan oleh semua warga, hususnya bagi warga yang memiliki balita atau Ibu hamil termasuk yang sedang menyusui, tidak terbatas hanya menyantap makanan bergizi, namun harus aktif melaksanakan imunisasi Campak, mengapa demikian, karena dari hasil kami melakukan jumiting dengan pihak kesehatan, bahwa bahaya campak lebih berbahaya dari Covid, oleh karenanya, kami mewajibkan kepada semua warga yang memiliki balita untuk melakukan imunisasi campak" tutur Kuwu Suherman, Senin,06/04/2026.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, bahwa apa yang dilakukannya semata bukti sayang dan peduli terhadap warga Masyarakat.

"Saya turun langsung kemasyarakat untuk memberikan pemahaman perlunya imunisasi campak, ini kami lakukan semata karena saya sangat menyayangi dan peduli akan kesehatan Masyarakat, yang perlu dicatat adalah campak ini lebih bahaya dari pada covid, oleh karenanya kami memohon kepada seluruh warga sampih untuk memeriksakan anaknya dan segera melaksanakan imunisasi campak" pungkasnya.

Sementara itu, Bidan desa Sampih, Uti, mengharapkan adanya peranserta dari semua warga Masyarakat Sampih untuk mendukung program Pemerintah, hususnya dibidang kesehatan.

"Jangan anggap remeh penyakit campak, selain sangat berbahaya, penularannyapun sangat mudah, Masyarakat harus memahami awal gejala campak, yaitu demam, batuk dan sakit tenggorokan, oleh karena sangat berbahayanya penyakit campak, maka akan lebih baik kita mencegah daripada mengobati, salah satu caranya dengan melakukan Imunisasi campak" jelasnya.(1c)

2 Apr 2026

Tidak dilayani dengan baik, keluarga Pasien minta Oknum Dokter RSUMC diberhentikan

INDOMEDIANEWS - Merasa kurang mendapat pelayanan secara baik, Yuyun Sri Wahyuni , warga desa Cipeujeuh kulon, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, menuntut oknum Dokter inisial I,  RS UMC dikeluarkan dari Rumah Sakit tersebut.
Hal tersebut disampaikan kepada beberapa awak Media, pada Kamis , 02/04/2026.

"Kemarin malam, tepatnya hari Rabu malam kamis, saya membawa ayah saya  (H.Wasra- red )untuk berobat ke RS UMC yang berada di Desa Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon. Sayangnya kami tidak mendapat pelayanan yang baik dari pihak Rumah Sakit, mereka beralasan karena tidak tersedianya ruangan kosong, bahkan kami harus menunggu selama satu jam tanpa adanya penanganan awal, sementara Ayah saya sudah sangat kesakitan karena harus menahan penyakit yang dideritanya, karena tidak adanya pelayanan yang prima, akhirnya emosi saya pun terpancing, pada saat itu saya marah kepada salah seorang Dokter yang bertugas, yang saya tahu Dokter tersebut berinisial I. Karena kami tidak dilayani bahkan terkesan ditelantarkan, maka kami putuskan untuk keluar dari RS UMC dan melanjutkan untuk merawat ayah saya di RS Gunung Jati, Alkhamdulillah, Di RS Gunung Jati ayah saya langsung mendapat pelayanan dengan sangat baik" tuturnya.

Lebih lanjut dirinya menegaskan, dengan adanya pelayanan yang tidak baik tersebut, meminta agar Oknum Dokter tersebut diberhentikan atau dikeluarkan dari RS UMC.

"Kami tidak menyalahkan Rumah Sakitnya, kami hanya meminta Oknum Dokter yang bekerja tidak baik tersebut dikeluarkan dari RS UMC, karena bisa mencoreng nama baik RS UMC itu sendiri " jelas Yuyun.

Sementara itu, sekretaris desa Cipeujeh kulon, Yoyo.S membenarkan adanya pengaduan dari salah seorang warganya.

"Memang benar, kami mendapatkan aduan dari salah seorang warga kami terkait kurang baiknya pelayanan yang diberikan Oleh pihak RS UMC dalam hal ini salah seorang Oknum Dokter yang saat itu bertugas dan menelantarkan warga yang tidak segera mendapat perawatan dengan alasan tidak tersedianya kamar atau ruangan penuh, kami berharap pihak Rumah sakit segera melakukan perbaikan dalam hal pelayanan agar tidak ada lagi warga yang merasa tidak mendapat pelayanan secara maksimal" jelasnya.

Dengan adanya hal tersebut, beberapa media mendatangi Rumah Sakit yang bersangkutan untuk memperoleh keterangan mengenai adanya keluhan warga yang merasa tidak mendapatkan pelayanan secara baik.

Pada Hari Kamis, 02/04/2026 beberapa media mendatangi RS UMC dan ditemui oleh Humas RS UMC, Toha dengan didampingi beberapa petugas lainnya.

Dalam keterangannya, Toha menuturkan, bahwa SOP sudah dilaksanakan sesuai aturan.

"Sebenarnya tahapannya sudah dilaksanakan sesuai SOP, hanya mungkin terjadi sedikit mis komunikasi, hingga keluarga pasien merasa kecewa, kami rasa itu merupakan hal yang wajar" jelasnya.

Sementara saat disinggung adanya tuntutan keluarga pasien agar Oknum Dokter yang saat itu bertugas inisial I diberhentikan, Toha menegaskan.

"Kami akan melakukan evaluasi dan membahas berbagai hal guna meningkatkan pelayanan terhadap Masyarakat, sementara untuk tuntutan terkait salah seorang Oknum Dokter yang bertugas di RS UMC agar diberhentikan, kami akan berdiskusi dengan unsur terkait, intinya terimakasih atas atensinya, dan kami akan terus berupaya untuk melakukan hal yang terbaik, kami atas nama RS UMC memohon maaf kepada berbagai pihak, jika ada kesalahan atau pelayanan yang dirasa kurang baik, InsyaAllah kami akan berusaha memperbaiki segala kekurangan dan terus melakukan evaluasi" tuturnya. (1c)

1 Apr 2026

AMKI Cirebon gelar silaturahmi dan rapat koordinasi

INDOMEDIANEWS  -- Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Cirebon Raya menggelar rapat koordinasi sekaligus halalbihalal, pembentukan pengurus aksi bakti sosial (bansos) untuk kepedulian sesama di wilayah Cirebon Raya, serta penguatan organisasi pada Selasa (31/3/2026). Kegiatan berlangsung di halaman kantor AMKI, Desa Setupatok Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon.

Acara dimulai dengan doa bersama dan halalbihalal yang dipimpin Ketua AMKI Cirebon Raya, Rudi. Hadir puluhan anggota AMKI dari berbagai media.

Rudi mengatakan, "Alhamdulillah, rapat koordinasi ini masih dalam suasana Hari Raya Idul Fitri 1447 H (1 Syawal). Kita sekaligus halalbihalal, dilanjutkan membahas rencana kerja jangka pendek dan panjang serta penguatan organisasi."

Ia menambahkan, "Masih dalam suasana Idul Fitri, sebelum membahas langkah aksi bansos dan rencana kerja jangka panjang AMKI, kita saling bermaaf-maafan."

Pembentukan kepengurusan aksi bansos menjadi langkah strategis AMKI Cirebon Raya untuk memperkuat anggota dalam menunjukkan kepedulian sosial. Rudi berharap kegiatan ini mendorong anggota memiliki tanggung jawab sosial dan guyub rukun guna mensukseskan program AMKI.

Sementara itu, Dewan Pembina AMKI Cirebon Raya, Toto M Said, menyatakan program bansos ini diharapkan membawa nama baik AMKI sebagai organisasi media massa terkemuka di Cirebon Raya.

"AMKI sudah lahir dan memiliki keanggotaan di berbagai provinsi serta kabupaten/kota di Indonesia," ungkap Toto.

Ia menambahkan, "Banyak kegiatan ke depan untuk membawa nama AMKI Cirebon Raya dikenal baik, baik dari program pusat, provinsi, maupun lokal. Terpenting, kuatkan dulu kepedulian anggota terhadap organisasi."

Toto juga berpesan agar anggota selalu menjaga nama baik dan marwah AMKI. "Dengan begitu, langkah kerja kita lebih ringan dan penuh berkah," tutupnya. (1c)

31 Mar 2026

Perang Amerika, Israel dan Iran " Negara teluk kemungkinan berbalik arah "

INDOMEDIANEWS -Pengamat Geo Politik sekaligus Direktur Eksekutif Global Future Institute, Hendrajit, Berkunjung ke Ponpes Al-Ishlah 2 Buntet Pesantren, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon,  pada Selasa, 31/03/2026.
Kunjungan ke Ponpes Pimpinan KH.Soleh Zuhdi tersebut dalam rangka silaturahmi dan bertemu sahabat lama.
Ditengah perbincangan hangat tersebut, Hendrajit menuturkan kondisi Dunia yang tengah menghadapi persoalan yang berdampak pada aspek kehidupan antar Negara, yaitu akibat terjadinya peperangan antara Amerika, Israel VS Iran.

"Perang yang terjadi antar Amerika, Israel dan Iran ini tentunya akan sangat berdampak negatif terhadap Negara lain yang sebetulnya tidak terlibat dalam peperangan tersebut, hususnya dalam persoalan BBM ( bahan bakar minyak ) yang sangat disayangkan terjadinya peperangan ini tidak didasari alasan yang jelas, betapa tidak, dengan semena-mena Israel yang didukung Amerika melakukan penyerangan terhadap Negara Iran, yang berakibat wafatnya beberapa tokoh Iran dan hal tersebut membangkitkan rasa persatuan dan Nasionalisme seluruh Rakyat Iran yang semula diharapkan oleh Amerika atau Israel dengan bergugurannya para tokoh Iran akan mempermudah niat dalam menguasai Iran, nyatanya hal tersebut tidak sesuai dengan apa yang menjadi harapan Amerika maupun Israel" tuturnya.

Dengan terus terjadinya peperangan antara Negara tersebut, diharapkan akan muncul beberapa Negara yang mampu menjadi mediator agar perang tersebut bisa segera berakhir, termasuk Negara Indonesia.

"Indonesia merupakan salah satu Negara Non Blok yang memiliki kemampuan untuk melakukan dialog dengan beberapa pimpinan Negara agar bagaimana caranya perang segera diakhiri, ini kesempatan Indonesia untuk menunjukan kepada Dunia, bahwa Negara Non Blok bukan hanya sebatas nama, namun patut dipertimbangkan keberadaannya oleh Negara-negara lain, terlepas dari kepentingan atau apapun namanya, peperangan pasti akan merugikan banyak pihak termasuk Rakyat yang tidak berdosa" jelasnya.

Saat disinggung apakah ada kemungkinan Negara teluk akan bergabung dan mendukung Iran, Hendrajit menegaskan danya beberapa kemungkinan.

"Beberapa Negara Teluk bisa saja akan berbalik mendukung Iran, tentunya dengan berbagai konsep yang mereka miliki, mengapa demikian, karena pada awalnya, mereka berharap Negara besar seperti Amerika mampu melindungi Obyek vital yang dimiliki oleh beberapa Negara teluk, namun pada kenyataannya, disaat Iran menyerang beberapa titik yang dianggap digunakan oleh Amerika, Negara Adikuasa tersebut tidak dapat berbuat banyak, dan yang perlu untuk menjadi catatan, dengan adanya perlawanan Iran, kemungkinan menjadi salah satu jalan tercapainya Negara Palestin Merdeka, bahkan akan menjadi pemikiran Negara lain untuk tidak tergantung atau takut terhadap Amerika yang dirasa selama ini telah melakukan banyak pelanggaran bahkan dirasa menghalalkan segala cara, karena Amerika merasa tidak akan ada Negara yang berani menolak atau melawannya, sementara Iran menjadi pelopor dan menunjukan keberaniannya" pungkasnya.

Sementara itu, Pimpinan Ponpes Al-Ishlah 2 Buntet Pesantren, KH.Soleh Zuhdi yang akrab disapa Gus Sohzu, mengharapkan kepada seluruh Rakyat Indonesia, Khususnya Umat Islam untuk terus berdoa dan memohon kepada Allah SWT.

"Sebagai Umat Islam, diwajibkan untuk berdoa dan memohon kepada Allah agar peperangan yang saat ini menimpa Rakyat Iran segera dapat berakhir dan tidak akan ada lagi peperangan yang berujung merugikan banyak pihak, selain dari itu, tentunya kami berharap adanya peran aktif dari Indonesia untuk berdialog dengan para tokoh Negara maupun tokoh Agama, bagaimana langkah yang seharusnya ditempuh, intinya kami mengajak kepada semua pihak untuk bersama- sama memohon kepada Allah agar Negara ini tetap Aman, damai , nyaman dan sejahtera sesuai harapan para leluhur pendiri Bangsa Indonesia" jelasnya (1c)