Jika dianalisis lebih jauh, aktor utama perang AS-Israel dengan Iran; pertama, Donald John Trump (lahir 14 Juni 1946) adalah pebisnis, presenter acara realitas, dan politikus Amerika Serikat yang menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat ke-45 (2017) hingga (2021) dan ke-47 sejak 2025. Ia adalah satu-satunya yang menjadi Presiden Amerika Serikat yang sebenarnya belum pernah berpengalaman memegang jabatan politik sama sekali;
kedua, Benjamin Netanyahu (lahir 21 Oktober 1949) adalah seorang Perdana Menteri Israel sejak Desember 2022, yang menjabat dari (1996-1999) dan (2009-2021) hingga kini, yang terkenal sangat kontroversial.
Kedua tokoh ini adalah penyebab utama terjadinya perang yang hingga kini masih berlanjut. Akibatnya, semakin meluas dan mungkin memicu Eropa dan dunia Barat secara umum terlibat dalam konflik tersebut, mengingat mereka menjadi bagian dari sekutu Amerika Serikat. Tentu banyak negara tidak menginginkan hal ini terjadi terhadap dunia Barat.
Jika perang tidak segera berhenti, maka ketegangan akan semakin meningkat dengan lonjakan harga minyak dan energi. Jelas, konflik di Timur Tengah semakin mengganggu pasokan energi. Sebab kemungkinan negara-negara di kawasan Teluk akan bersatu dengan Iran menutup jalur perdagangan sebagai pasokan minyak utama melalui Selat Hormuz, yang mana jalur tersebut menjadi lalu lintas perdagangan minyak dunia.
Dari peristiwa tersebut, kita sebagai Manusia saat ini lebih mementingkan politik dan keuntungan dengan mengesampingkan arti kemanusiaan.
Betapa tidak, rasa kemanusiaan kita dikalahkan dengan sesuatu yang berujung pada untung rugi yang dikemas dengan berbagai dalih, bahkan ada yang mengatasnamakan Hak membela ataupun sesuai Agama tertentu .
Sebagai Manusia telah dianugerahi Tuhan untuk memiliki Iman dan akal, itu sebuah keniscayaan yang membedakan antar Manusia dengan Hewan
Andai kita mau mengesampingkan ego dan kepentingan pribadi atau golongan, mungkin peperangan tersebut tidak akan pernah terjadi, sayangnya rasa kemanusiaan kita kerap dikalahkan dengan sesuatu yang bersifat kepentingan pribadi maupun golongan.
Ironisnya, disadari atau tidak, perang yang terjadi saat ini kerap dijadikan sebuah landasan yang bahkan mengatasnamakan ajaran Agama dan kepercayaan suatu kaum.
Fakta yang tidak bisa dipungkiri, kekejaman zionis yang didukung Amerika selalu menyasar umat atau Negara Muslim.
Andai saja Negara Muslim bersatu, tidak munggkin Kaum Zionis atau Amerika berani melakukan penyerangan yang membabi buta bahkan melanggar Resolusi PBB, hanya saja hingga saat ini baru Negara Iran yang berani melakukan perlawanan secara nyata, hingga akhirnya para zionis dan Amerika seolah menjadi Negara yang sangat super , yang tidak akan ada satu Negara pun yang berani menentangnya.
Terlepas dari peperangan yang terjadi saat ini, muncul berbagai penilaian yang disampaikan beberapa pakar bahkan pengamat, yang menjelaskan tentang mengapa Israel berani melakukan serangan atau lebih tepatnya adalah pembantaian, karena apa yang mereka lakukan telah tertulis dalam Bimbel atau kita yang mereka percaya, bahwa semakin cepat Dunia ini menuju kehancuran, hususnya kehancuran Umat Islam, maka semakin cepat pula Yesus sebagai juru penyelamat akan turun ke muka bumi.
Sementara dalam kalangan Islam pun ada yang menjelaskan, bahwa semakin cepat kehancuran ini terjadi, maka Imam Mahdi akan segera turun kemuka bumi
Inilah yang menjadi perdebatan dan kekhawatiran jika peperangan disangkut pautkan dengan Agama.
Semoga kita semua sebagai Manusia yang berakal, mampu menggunakan akal kita dengan baik dan tidak mengesampingkan arti kemanusiaan.