20 Agu 2026

Kuwu Mertapadawetan gelar acara penutupan KKN Mahasiswa UIN Syekh Nurjati Cirebon

INDOMEDIANEWS - Pemerintahan Desa Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, melepas 15 Mahasiswa Universitas Islam Negeri Syekh Nurjati Cirebon, setelah 40 hari lamanya melaksanakan kegiatan KKN di desanya.
Dalam pelepasan ke 15 Mahasiswa tersebut, Kuwu Mertapadawetan, Moh Munif.AR menuturkan rasa terimakasihnya kepada seluruh Mahasiswa yang telah memberikan berbagai hal positif kepada warga dan Masyarakat Mertapadawetan secara menyeluruh.

"Kami atas nama pemerintah desa dan Masyarakat Mertapadawetan mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh Mahasiswa UIN Syekh Nurjati Cirebon yang telah melaksanakan KKN di desa kami, banyak hal positif yang dapat kami pelajari dan bisa dikembangkan dimasa depan, peran Mahasiswa sangat penting dalam meniti kehidupan, terlebih lagi kehadiran mereka ( Mahasiswa-mahasiswa red ) disaat persiapan memeriahkan HUT RI ke 81, Acara yang mungkin baru tahun ini dirasa sangat meriah, salah satu kesuksesannya karena adanya peran serta para Mahasiswa" tuturnya.Kamis, 20/08/2026.

Dalam acara tersebut, Pemdes Mertapadawetan menerima cinderamata dan penghargaan dari seluruh Mahasiswa yang telah selesai melaksanakan Kegiatan Kuliah Kerja Nyata selama kurun waktu 40 Hari.

"Penghargaan dan cinderamata yang diberikan oleh Mahasiswa tentunya akan memacu kinerja kami semakin tinggi, hususnya dalam memberikan edukasi kepada warga Masyarakat, salah satunya untuk meningkatkan rasa kecintaan terhadap kegiatan membaca, karena dengan membiasakan membaca, akan menambah wawasan dan keilmuan, semoga seluruh MAhasiswa yang telah menjalankan salah satu kewajibannya melalui KKN, akan mampu diejawantahkan dikemudian hari, satu pesan kami, walaupun telah selesai dan berpisah, silaturahmi tetap terjaga" pungkasnya.(1c)

Geliat Karang Taruna Jabang Tutuka Desa Mertapadawetan

INDOMEDIANEWS -Dengan tema semarak Kemerdekaan, Karang Taruna Jabang Tutuka bekerja sama dengan Pemerintahan Desa Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, menggelar kegiatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 81 Tahun 2026.
Dengan semangat kemerdekaan, Karang taruna Jabang Tutuka Desa Mertapadawetan bergandengan tangan dengan para Mahasiswa Universitas Islam Negeri Syekh Nurjati Cirebon, yang tengah melaksanakan KKN, berbaur bersama pemdes dan Masyarakat menjadikan moment Kemerdekaan menjadi sesuatu yang sangat luar biasa.
Setelah sekian lama pakem, Karang Taruna Jabang Tutuka dibawah kepemimpinan Sutarno, kembali menggeliat dan menunjukan keberadaannya dengan mewujudkan kerja nyata, salah satunya memeriahkan HUT RI ke 81 dengan semarak.

"Kami dari Karang taruna dan Mahasiswa yang tengah melaksanakan KKN di Desa Mertapadawetan melakukan berbagai pembahasan dan pemograman, bagaimana caranya agar Peringatan HUT RI tahun ini bisa dilaksanakan dengan meriah tanpa membebani Masyarakat, dalam artian acara bisa meriah tapi anggarannya tidak melibatkan atau memberatkan Masyarakat " tuturnya.

Lebih lanjut Sutarno menuturkan, dengan niat dan keinginan yang kokoh, apapun bisa dilaksanakan tanpa harus memberatkan Masyarakat secara finansial.

"Seluruh anggaran kami peroleh dari sponsor dan kerjasama team, termasuk sumbangsih dari para Mahasiswa dan Pemerintahan Desa, intinya kami mengharapkan peran Karangtaruna itu bisa berjalan maksimal dengan menggali potensi yang ada, tanpa harus membenankan warga Masyarakat, kami yakin, dengan niat untuk berkarya dan membangun Desa, semuanya bisa terealisasi jika diawali dengan niat yang baik" tuturnya.

Untuk kembali mengembalikan ciri Agustusan, beberapa perlombaan tempo dulu kembali diadakan, seperti tarik tambang, balap karung, panjat pinang dan perlombaan lainnya yang tidak meninggalkan ciri khas Agustusan.

Sementara itu, Kuwu Mertapadawetan, Moh Munif. AR mengapresiasi kinerja karang taruna yang dirasa sudah banyak perubahan.

"Selama ini mungkin keberadaan Karang Taruna tidak terlalu terlihat kinerjanya, namun Alkhamdulillah dengan adanya kepengurusan baru dibawah kepemimpinan saudara Sutarno, geliat karang taruna kembali terlihat, salah satu contoh nyatanya adalah disaat memeriahkan HUT RI ke 81, selain acaranya sangat meriah dengan berbagai lomba dan hal lainnya, juga penganggarannya tidak sampai meminta sumbangan kepada warga, inilah yang membuat kami merasa bangga, insyaAllah, peran karangtaruna terus baik dan bahkan lebih baik dari yang saat ini dirasa sangat baik" jelasnya.

5 Kemungkinan lesunya kibaran Sang Merah Putih...

Penulis : R .Agus Syaefuddin

Sudah 81 Tahun Indonesia Merdeka dan terlepas dari belenggu penjajahan yang dilakukan oleh Bangsa lain. Itu sebuah keniscayaan yang tidak bisa untuk dipungkiri. Dengan telah merdekanya kita dari prilaku para penjajah, maka pintu gerbang menuju kebahagiaan telah ada di depan mata.
81 Tahun yang lalu, seluruh Bangsa Indonesia mengangkat senjata melawan kebiadaban para penjajah, berkorban jiwa raga demi berkibarnya sang merah putih menuju kebebasan lahir batin.
Apakah kemerdekaan sudah benar menjadi kemerdekaan sesuai tujuan dan cita-cita para pejuang ?
Pertanyaan tersebut patut untuk dipertanyakan dan mendapat jawaban yang bukan bersifat fotomorgana semata.
Puluhan tahun kebelakang, kita sangat bangga untuk mengibarkan sang merah putih, disetiap sudut dan rumah penduduk, kaya, miskin, pejabat atau Rakyat jelata, semuanya bersatu penuh semangat mengibarkan sang merah putih.
Namun itu cerita dulu, saat ini semuanya telah berubah dan bahkan jauh berubah.
Betapa tidak, saat ini kita menyaksikan kibaran merah putih tersebut tidak semeriah puluhan tahun yang lalu.
Lantas timbul pertanyaan, mengapa semuanya bisa terjadi ?
Ada beberapa kemungkinan yang bisa kita simpulkan sesuai dengan nalar dan pemikiran kita masing-masing.
1. Mungkin Rakyat Indonesia sudah sedikit memudar rasa Nasionalisnya.
2. Mungkin Rakyat Indonesia sudah merasa banyak dikecewakan oleh prilaku para elit politik dan penguasa yang kerap membuat sakit hati Rakyat.
3. Mungkin Rakyat Indonesia sudah banyak merasa dikecewakan oleh kebijakan Para pemimpin yang duduk di pemerintahan.
4. Mungkin Rakyat Indonesia sudah muak karena kerap dijanjikan sesuatu yang pada kenyatannya tidak sesuai dengan yang dijanjikan.
5. Mungkin Rakyat Indonesia sudah terlalu lama memendam penderitaan dan merasa dijajah oleh Bangsa Sendiri.

Masih banyak kemungkinan dan kemungkinan lainnya yang mungkin terlalu banyak untuk dikatakan sebuah kemungkinan.
Tahun ini, Bangsa Indonesia , merayakan Hari Kemerdekaan yang ke 81, usia yang sudah bukan muda lagi, bahkan bisa dikatakan sudah bangkotan, sayangnya dengan usianya yang semakin tua, Rakyat bawah tetap menjadi Rakyat bawah, tidak ubahnya saat masih dijajah oleh Bangsa lain.
Ironisnya, dalam peringatan HUT RI yang ke 81 ini, Rakyat melalui gerakan Mahasiswa memberikan kado manis berupa demo atau unjuk rasa, yang isinya menyampaikan keluhan dan keinginan untuk adanya sebuah perubahan demi kesejahteraan, Keadilan dan kemakmuran bagi seluruh Anak Bangsa, dan keadilan, kesejahteraan hingga kemakmuran bukan hanya menjadi milik golongan atas, atau pemangku kebijakan dan pemilik kekuasaan.
Tulisan diatas hanya sepersekian yang mewakili kenyataan yang ada di Negeri ini.

19 Agu 2026

Rangkaian HUT RI ke 81 Astanajapura ditutup mini soccer

INDOMEDIANEWS - Dalam rangka memperingati HUT RI ke 81, Kecamatan Astanajapura menggelar acara  lomba mini soccer tingkat kecamatan.
Perlombaan tersebut diikuti oleh 20 team dari berbagai unsur, termasuk pemerintahan desa dan elemen lainnya.
Pertandingan yang digelar di lapangan mini soccer Desa Sidamulya, bergemuruh saat team dari PGRI Kecamatan Astanajapura berhadapan dengan team Koramil Astanajapura, dimana dalam pertandingan tersebut dimenangkan oleh team dari PGRI dengan skor 3-0.
Walaupun pertandingan tersebut sifatnya persahabatan dan hanya memeriahkan HUT RI, ternyata sportifitas tetap menjadi yang utama, bahkan sempat terjadi protes yang dilakukan pemerintahan Desa Japura Kidul, yang merasa teamnya dirugikan saat berhadapan dengan pemerintahan Desa Mertapadakulon.namun pertandingan dilanjutkan dan keduabelah pihak dapat menerima hasil karena sifatnya hanya memeriahkan HUT RI.

Usai acara, Camat Astanajapura, Deni Syafrudin, mengucapkan terimakasih atas peranserta dari seluruh elemen yang telah mensukseskan berbagai acara dari mulai persiapan menjelang perhelatan HUT RI ke 81 hingga akhir acara yaitu pertandingan mini soccer .

"Kami bangga dan apresiasi seluruh elemen Masyarakat yang telah mensukseskan berbagai acara dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 81" tuturnya 19/08/2026.

Lebih lanjut dirinya menuturkan, selama pelaksanaan ajang lomba yang digelar kecamatan, berjalan dengan baik karena adanya rasa kebersamaan dari seluruh pihak.

"Peringatan HUT RI ini bisa berjalan baik karena adanya kebersamaan yang terjalin dengan baik,dan di penghujung acara yang diisi dengan pertandingan mini soccer, semua yang hadir maupun peserta terlihat bersuka cita, bukan hadiah atau juara yang menjadi tujuan utama, namun kebersamaan, persatuan dan kesatuan adalah hal yang utama, Dirgahayu Republik Indonesia, patri rasa cinta Tanah Air dan isi kemerdekaan dengan membangun, berkarya dan berprestasi"jelasnya ( 1c)

18 Agu 2026

MI Al-Hikmah Gelar Karnaval " Prestasi ditengah keterbatasan "

INDOMEDIANEWS - Segudang prestasi telah diraih MI Al-Hikmah , Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon.
Perkembangan dunia pendidikan KeAgamaan melaju pesat dengan berbagai inovasi dan kreasi yang ditunjukan para Siswanya dalam meraih berbagai penghargaan dari beberapa momen atau acara yang digelar, hususnya dalam acara peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dalam peringatan HUT RI ke 81, para siswa MI - Al-Hikmah berhasil mendapatkan beberapa prestasi atau juara hususnya dalam lomba gerak jalan tingkat SD/MI SE kecamatan Astanajapura.
Hal tersebut disampaikan Kepala MI Al-Hikmah, Muhammad Nurlani, saat ditemui disela acara karnaval yang dilaksanakan dalam setiap tahunnya.

"Alkhamdulillah, dalam setiap tahunnya para siswa kami selalu mendapat prestasi yang sangat membanggakan, dalam perayaan HUT RI Ke 81, Siswa-siswi kami mendapat beberapa juara dalam perlombaan gerak jalan tingkat kecamatan Astanajapura, yaitu, juara 1 dan juara 2 untuk putra, dan juara 2 untuk putri, bahkan untuk pelaksanaan Jambore, siswa kami pun memperoleh tiga penghargaan, ada dua penghargaan untuk juara satu, dan satu penghargaan untuk juara 3, ini semua berkat kerja keras dan semangat para siswa dan pendidik dalam meningkatkan pola belajar dan mengajar" tuturnya.Selasa, 18/08/2026.

Lebih lanjut dirinya menuturkan, pihaknya senantiasa menanamkan rasa cinta tanah air melalui berbagai hal yang positif.

"Kami senantiasa menanamkan rasa cinta tanah air kepada seluruh Siswa yang mengemban pendidikan di MI Al-Hikmah, salah satunya melalui peringatan HUT Republik Indonesia yang ke 81 dan bertepatan dengan Ulang Tahun MI Al-Hikmah yang ke 76. oleh karenanya, kami beserta seluruh pendidik dan wali murid, menggelar acara karnaval dan berbagai perlombaan yang dipusatkan dihalaman depan sekolah, Alkhamdulillah kegiatan kami ini mendapat dukungan penuh dari seluruh wali murid, bahkan banyak pula para Orang tua siswa yang mengenakan berbagai busana daerah atau moderen, semuanya demi memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke 81 dan HUT MI Al-Hikmah ke 76" jelasnya.

Sayangnya capaian prestasi tersebut tidak dibarengi dengan kondisi sarana belajar dan mengajar yang memadai.
Dari pantauan Media, bukan saja gedung sekolahnya yang kurang memadai, sarana lainnyapun, termasuk bangku sekolah yang terlihat sudah banyak yang harus segera diperbaiki.

"Kami sudah mengajukan permohonan kepada Dinas terkait agar sekolah kami dilakukan perbaikan atau rehab, karena memang kondisinya sangat memperihatinkan, kami sangat berharap, pemerintah atau instansi terkait segera mengabulkan permohonan untuk segera melakukan rehab atau perbaikan sarana belajar mengajar MI Al-Hikmah agar lebih baik dan semakin meningkatkan para pendidik ataun pelajar dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar" harapnya .(1c)

17 Agu 2026

Sang Bewara berkibar sempurna " HUT RI ke 81 Kecamatan Lemahabang Berjalan Hikmat "

INDOMEDIANEWS - Pengibaran sang Merah Putih di Halaman Pendopo Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, berjalan dengan penuh suka cita.Anggota Paskibraka Kecamatan berhasil dengan sempurna mengibarkan sang Merah Putih dengan disaksikan ratusan pasang mata yang hampir memenuhi halaman pendopo setempat.
Rasa bangga dan bahagia manakala sang merah putih berkibar sempurna dibawah langit biru dengan diiringi alunan lagu Indonesia Raya oleh paduan suara TP PKK Desa Belawa yang diikuti oleh seluruh peserta upacara dan tamu undangan yang hadir dalam acara tersebut.
Dalam sambutannya, Camat Lemahabang, Yuyun Kusumawati, mengajak kepada seluruh Anak Bangsa untuk mengisi kemerdekaan dengan hal positif dan membangun.

"Momen kemerdekaan harus kita jadikan sebagai langkah awal menuju perubahan yang terus membaik dari yang sudah baik, kita sebagai generasi penerus harus melaksanakan pesan para pendiri Bangsa, untuk membangun dan berkarya demi kemajuan dan kesejahteraan seluruh Rakyat Indonesia" tuturnya, Senin,17-08-2026.

Lebih lanjut Yuyun menuturkan, peran serta semua pihak untuk membangun Negeri merupakan satu keniscayaan.

"Pantang menyerah dan tetap berkreasi juga berkarya harus  terus kita lakukan, menghargai jasa pahlawan bukan hanya lewat kata atau tulisan, namun harus diwujudkan lewat kerja nyata dan keikhlasan dalam membangun Negeri, tanamkan rasa cinta tanah air dan patri dalam sanubari, jangan lupakan sejarah dan tetap jaga NKRI melalui persatuan dan kesatuan" jelasnya.

Dalam pelaksanaan pengibaran Bendera Merah Putih, bertindak selaku Komandan upacara, Serka Sobani ( Anggota Koramil Lemahabang ) pembaca teks Pancasila, Akp Ade Tomas (Plt Kapolsek Lemahabang ) pembaca teks pembukaan UUD 45, Peltu Dedi Herawan ( Anggota Koramil Lemahabang ) dan dimeriahkan paduan suara TP PKK Desa Belawa .

Sementara itu, Wakil Ketua FKKC Kabupaten Cirebon, sekaligus Kuwu Cipeujeuh Kulon, H.Lili Mashuri, menuturkan pesannya kepada seluruh generasi Bangsa.

"Kita sebagai Anak Bangsa, wajib hukumnya untuk menghormati, menghargai dan mentauladani para pejuang kemerdekaan, kita ada saat ini karena adanya jasa para pahlawan, mereka rela mengorbankan jiwa raga demi kemerdekaan Republik Indonesia, sebagai bentuk penghargaan adalah melalui kerja nyata dan menanamkan cinta tanah air, jalin persatuan dan kesatuan, tetap berkarya dan berjuang sesuai kemampuan yang dimiliki" tuturnya.

Usai pelaksanaan pengibaran sang merah putih, acara dilanjutkan dengan berbagai kegiatan lainnya, seperti pembagian hadiah bagi para pemenang lomba paska pelaksanaan acara inti, dan penghargaan kepada penggiat seni, Eman Suherman, dan ketua FKDC,Mujib yang konsen dan peduli akan keberadaan difabel.
Acara pun diakhiri dengan acara tabur bunga di makam pahlawan Sirna Laya, yang berada di Desa Cipeujeuh Wetan, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon.(1c)