14 Jul 2026

Musdes Penetapan Bakal Calon Kuwu PAW Desa Kendal " Utamakan Kondusifitas "

INDOMEDIANEWS - Masyarakat Desa Kendal, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, bersiap menyambut pelaksanaan Pemilihan Kuwu Antar waktu (PAW) yang akan digelar pada tanggal 19 Juli 2026.
Dari informasi yang diperoleh, sejak dibukanya pendaftaran hingga penutupan pendaftaran bakal calon Kuwu PAW tersebut , dihasilkan tiga nama yang telah menyerahkan berkas pendaftaran, yaitu Saudara, Abdul Karim, Taufik Hidayat dan Muhsin.
Dengan telah terpenuhinya prasyarat jumlah calon Kuwu PAW, maka Panitia Pilwu, BPD dan Pemerintahan desa setempat tinggal mempersiapkan dilaksanakan pemilihan Kuwu PAW dengan jumlah pemilih yang hanya diikuti oleh beberapa lembaga desa, termasuk RT dan RW.
Dari keterangan yang disampaikan Sekretaris Desa Kendal, Basit, menuturkan bahwa pihaknya saat ini tengah mempersiapkan secara maksimal agar pada saat Pilwu PAW semuanya dapat berjalan dengan lancar.

"Kami dari pemerintahan desa berharap agar pada saatnya nanti, semua Bakal Calon atau calon Kuwu PAW yang terpilih mampu membuat perubahan ke arah yang lebih positif, agar program pemerintahan desa bisa berjalan dengan lebih baik dari yang selama ini sudah baik" tuturnya, 14/07/2026.

Senada hal tersebut disampaikan Penjabat Kuwu Kendal, Irwanto, menuturkan agar pelaksanaan Pilwu PAW berjalan lancar 

"Kami berharap, dalam pelaksanaan pemilihan Calon Kuwu PAW nanti berjalan aman dan damai, karena pada perinsipnya pemilihan tersebut hanya bersifat untuk mengisi kekosongan kuwu definif dan mempersiapkan pelaksanaan Pemilihan Kuwu Serentak yang InsyaAllah akan dilaksanakan di Tahun 2027, oleh karena, siapapun yang terpilih menjadi Kuwu antar waktu, diharapkan lebih mengutamakan persatuan dan persaudaraan dan mampu melaksanakan roda pemerintahan desa dengan baik.

Sementara itu, salah seorang perangkat Desa Kendal yang maju sebagai salah satu Calon Kuwu PAW, Muhsin, menyampaikan harapannya kepada seluruh lapisan Masyarakat Kendal, agar Pilwu PAW dapat berjalan dengan baik.

"Saya maju dalam Pilwu PAW ini semata karena menginginkan agar roda pemerintahan desa tetap berjalan baik, hususnya dalam memberikan pelayanan terhadap warga Masyarakat, karena posisi saya sebagai perangkat desa, maka sesuai aturan saya harus mengajukan cuti untuk mengikuti ajang kompetisi pemilihan Kuwu PAW Kendal, InsyaAllah, warga Kendal sudah memiliki kedewasaan dan kebijakan dalam menentukan pilihan, yang terpenting silaturahmi dan kebersamaan tetap diutamakan " tutur Muhsin. 

Sebagai salah satu syarat pelaksanaan Pilwu PAW, Panitia Pilwu, Pemdes dan Lembaga Desa melaksanakan Musyawarah Desa terkait pengesahan DPS, Penetapan DPT dan penetapan Bakal Calon menjadi Calon.
Hadir pula dalam acara tersebut Camat Astanajapura, Deni Syafrudin dan Unsur terkait lainnya (TNI/Polri)

Dalam penuturannya, Camat Astanajapura, Deni Syafrudin, menyampaikan beberapa ketentuan tentang  tata cara atau aturan pemilihan Kuwu PAW.

"Secara keseluruhan Panitia Pilwu PAW Desa Kendal,  sudah melaksanakan sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku, setelah diadakannya Musyawarah dan ditetapkannya para Hak pilih dan bakal calon yang telah Syah menjadi calon kuwu, maka selanjutnya tugas panitia Pilwu PAW mempersiapkan untuk dilaksanakannya pemilihan secara langsung hingga didapat hasil siapa yang terpilih dan menjadi Kuwu PAW Desa Kendal, kami hanya berharap kepada semua pihak untuk bersama -sama menjaga kondusifitas dan tetap mengedepankan komunikasi jika dirasa ada yang harus dibicarakan, selain itu, kami pun mengucapkan selamat atas kinerja para pihak, baik itu panitia Pilwu, Lembaga Desa dan pihak - pihak lainnya, mari jadikan Pilwu PAW ini sebagai langkah awal yang baik untuk menata pemerintahan desa kedepannya" jelasnya. (1c

Efesiensi anggaran "Pemdes Astanajapura maksimalkan Anggaran PADesa"

INDOMEDIANEWS - Disaat banyak pemerintahan desa yang mengeluh karena adanya pemangkasan anggaran oleh Pemerintah Pusat, ternyata hal tersebut tidak berpengaruh di pemerintahan Desa Astanajapura, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon.
Dengan memanfaatkan anggaran yang bersumber dari PADesa tahun 2025, Pemerintah desa setempat saat ini tengah melaksanakan pembangunan Ruang sekretariat kelembagaan desa dengan total anggaran sebesar Rp.194.600.000.

Ditemui saat usai pelaksanaan Monev oleh pihak Kecamatan Astanajapura, Kuwu Jaelani, menuturkan, pihaknya akan terus berupaya melaksanakan program pembangunan desa ditengah keterbatasan anggaran akibat adanya efesiensi dari pemerintah pusat .

"Jika kita hanya memacu pada Anggaran Dana Desa atau sejenisnya, mungkin pihak Desa akan sedikit terhambat dalam melaksanakan program pembangunan desa, namun demikian tentunya ada beberapa pos anggaran yang dapat kita manfaatkan agar program pembangunan tidak terhambat, salah satunya melalui anggaran PADesa, Alkhamdulillah, dengan anggaran tersebut saat ini kami tengah melaksanakan pembangunan ruang sekretariat kelembagaan, InsyaAllah dengan adanya ruang sekretariat yang memadai, akan berdampak positif pada peningkatan pelayanan terhadap Masyarakat" tuturnya, Selasa, 14/07/2026.

Lebih lanjut dirinya menuturkan, maju mundurnya pembangunan atau program desa, dikembalikan pada pribadi pemimpin maupun jajarannya.

"Sebesar apapun anggaran, jika kita tidak memiliki niat kuat untuk membangun, maka hal tersebut tidak akan tercapai, oleh karenanya , kami terus berupaya bagaimana caranya pembangunan desa tetap dapat berjalan ditengah adanya efesiensi anggaran, termasuk salah satunya adalah memanfaatkan anggaran yang berasal dari PADesa, intinya, pemerintah Desa Astanajapura akan terus berupaya bagaimana caranya agar progres tetap berjalan dengan baik, toh banyak cara yang bisa dilakukan, seperti halnya berkomunikasi atau mencari informasi dari berbagai unsur, baik itu kedinasan ataupun para wakil Rakyat atau anggota DPRD hingga DPR RI, asalkan ada niat dan keinginan, InsyaAllah semuanya bisa terealisasi " pungkas Jaelani. (1c)

11 Jul 2026

Antisipasi Banjir "Pemerintah Desa Mertapadawetan dan PUPR Lakukan pengerukan sungai "

INDOMEDIANEWS -Dinas PUPR Kabupaten Cirebon dan Pemerintah Desa Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon melaksanakan kegiatan Normalisasi sungai saluran induk ciwado BWD 6 ke 9 sepanjang kurang lebih 800 meter.
Normalisasi tersebut sebagai salah satu upaya penanggulangan banjir sekaligus pengangkutan dan pembersihan sampah yang menumpuk di hampir sepanjang aliran sungai tersebut.
Ditemui dilokasi normalisasi yang melibatkan satu unit mesin pengeruk ( Beko ) Kuwu Mertapadawetan, H.Moh.Munif.AR menuturkan perlunya dilakukan pengerukan sebagai salah satu upaya untuk meminimalisir terjadinya banjir disaat musim penghujan.

"Pengerukan atau normalisasi sungai yang dipenuhi tanaman air dan sampah tersebut memang harus dilakukan agar disaat musim penghujan tiba, aliran air tidak terhambat , juga mengurangi aroma tidak sedap akibat banyaknya tumpukan sampah" tuturnya, Sabtu, 11/06/2026.

Lebih lanjut dirinya menuturkan, terealisasinya program normalisasi tersebut dikarenakan sebelumnya pihak desa mengajukan proposal kepada pihak PUPR Kabupaten Cirebon agar sungai yang selama ini dipenuhi tumbuhan air dan sampah bisa segera diangkut dan dibersihkan.

"Beberapa waktu lalu kami dari Pemerintahan desa mengajukan permohonan kepada pihak PUPR untuk melakukan pengerukan sungai sepanjang hampir 800 meter, Alkhamdulillah, permohonan kami dapat terealisasi hingga saat ini Normalisasi dapat dilaksanakan, selain dari itu, kami pun mengucapkan terimakasih kepada Anggota DPRD Fraksi Golkar, Ibu Diah, yang turut mendorong dan merespon keinginan kami agar sungai yang berada di Desa Mertapadawetan dapat terlihat bersih dan nyaman, selain tentunya membuat pemandangan semakin enak, tentunya yang tidak kalah pentingnya adalah terciptanya sungai yang bersih dan bebas dari aroma tidak sedap, hingga berdampak pada peningkatan kesehatan warga" jelasnya.

Munif pun berharap, setelah dilakukannya pembersihan dan pengerukan , tidak ada lagi Masyarakat yang membuang sampah disepanjang aliran sungai atau tempat yang bukan seharusnya untuk membuang sampah.

"Kami terus berupaya untuk menanggulangi persoalan sampah, namun sehebat apapun kami mengelola atau melakukan pembersihan sampah, tidak akan berdampak jika masyarakatnya masih membuang sampah sembarangan, oleh karenanya kami meminta kerjasamanya dari semua pihak, agar turut bersama-sama menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan, hususnya untuk brrsama-sama menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya" pungkas Munif.(1c)

9 Jul 2026

Kopdes Merah Putih " antara ada dan tiada "

INDOMEDIANEWS -;Beberapa saat yang lalu sempat viral diberbagai media, tentang keberadaan Grai Koperasi Desa Merah putih yang berada di pertengahan sawah dan jauh dari pemukiman warga.
Hal tersebut tentunya menimbulkan banyak tanya, mengapa hal tersebut bisa terjadi.
Ironisnya, ditengah pemerintah menggalakan program yang bertujuan untuk mempermudah Masyarakat untuk mendapatkan kemudahan dalam hal berbelanja kebutuhan bahan pokok dan hal lainnya, lokasi tempat berdirinya Koperasi tersebut malah jauh dari pemukiman warga.
Bahkan hingga saat ini masih banyak Grai Kopdes Merah putih yang belum selesai pembangunannya, bahkan ada kesan semi terbengkalai 
Dari pantauan media, bahkan ada salah satu Desa di Cirebon bagian timur, yang sama sekali tidak ada aktifitas pembangunan Grai Kopdes Merah putih, hal tersebut terjadi di Desa Japura Bakti, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon.
Untuk memperjelas hal tersebut, media mencoba menanyakan kepada salah seorang perangkat desa setempat, Fadilah, dan membenarkan bahwa hingga saat ini pihak desa belum ada kegiatan untuk pendirian Grai Kopdes Merah putih.

"Sepengetahuan kami, hingga saat ini di desa Japura Bakti belum ada pembangunan Grai Kopdes merah putih " tuturnya, Kamis, 09/07/2026.

Beberapa saat sebelumnya, Kuwu Japura Bakti, Haerudin, memberikan penjelasan tentang belum dilaksanakannya pembangunan Grai Koperasi Merah Putih.

"Hingga saat ini memang pembangunan Grai Kopdes di Desa kami belum dilaksanakan, ini dikarenakan terkendala oleh tidak tersedianya tempat untuk membangun Grai tersebut, karena harus memenuhi aturan, jadi tidak asal dibangun, luasnya harus jelas, sementara tanah yang tersedia di desa kami tidak memenuhi ketentuan, dampaknya hingga saat ini belum dilaksanakan pembangunan " tuturnya.

Kendala dan keberadaan Grai Kopdes seharusnya mendapat perhatian husus dari pihak terkait dan dilakukan investigasi secara menyeluruh, mengapa terjadi kendala pembangunan yang belum dapat dilaksanakan, dan bagaimana solusinya agar dengan keterbatasan lahan bisa dicari titik temu agar pembangunan Grai tetap bisa dilaksanakan, selain itu harus ada tinjauan serius dari berbagai pihak, apakah pembangunan Grai Kopdes itu sudah sesuai dengan peruntukannya, dalam artian tidak jauh dari pemukiman warga dan program kerjanya jelas, jangan sampai berdirinya Grai Kopdes hanya bersifat menggugurkan kewajiban, terlebih saat ini sudah banyak Grai Kopdes merah putih yang sudah seratus persen selesai, bahkan sudah diturunkan beberapa penunjang lainnya, seperti kendaraan roda empat dan lainnya, sayangnya, dengan telah selesainya Grai dan tersedianya kendaraan tersebut, tidak serta Merta Kopdes itu dapat diaktifkan secara maksimal.(1c)

7 Jul 2026

Efesiensi Anggaran tidak menyurutkan Pemdes Cipeujeuh Kulon untuk membangun

INDOMEDIANEWS -;Banyak pihak yang beranggapan, dengan adanya efesiensi anggaran berdampak pada terhambatnya pembangunan, hususnya bagi pemerintahan Desa.
Namun tidak demikian bagi Pemerintah Desa Cipeujeuh kulon, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon.
Ditengah keterbatasan anggaran karena adanya kebijakan Pemerintah Pusat dalam hal Efesiensi Anggaran, Pemerintah Desa Cipeujeuh kulon, terus berupaya melakukan berbagai kebijakan, salah satunya adalah membangun dan menambah fasilitas area kantor pemerintahan desa setempat.
Ditemui diruang kerjanya, Kuwu Cipeujeuh kulon, H.Lili Mashuri, menuturkan, kebijakan efesiensi anggaran memang berdampak pada pemerintah desa, namun jangan dijadikan alasan untuk tidak dapat membangun Desa.

"Pasti efesiensi anggaran tersebut akan berdampak pada pemerintahan desa, namun bukan berarti Desa tidak dapat membangun, semuanya dikembalikan pada kebijakan desa itu sendiri, jika kita ingin membangun, pasti bisa dilaksanakan, karena Kuwu atau Pemerintah desa memiliki berbagai terobosan atau konsep kerja yang bisa dilaksanakan sesuai harapan, asalkan mempunyai keinginan yang kuat untuk membangun desa" tuturnya, Selasa, 07/07/2026.

Lebih lanjut H.Lili menuturkan, bahwa Anggaran apapun dan sebesar atau sekecil apapun ujungnya dikembalikan pada keinginan pemerintah desa terlebih lagi kuwunya.

"Kalau hanya mengandalkan Dana Desa atau dana yang digulirkan oleh Pemerintah Pusat atau Daerah, bagaimana kita bisa membangun desa secara maksimal, intinya, sebesar apapun anggaran yang diterima, kalau tidak memiliki konsep yang jelas untuk membangun desa, ya tidak akan bisa terealisasi dengan baik, begitupula sebaliknya, walaupun anggaran yang diterima saat ini sudah jauh berbeda jika dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya, asalkan kita mempunyai keinginan dan niat kuat untuk tetap membangun desa, InsyaAllah semuanya bisa tercapai dengan baik, haya saja mungkin waktunya saja yang sedikit lama, dan hal inilah yang terus kami lakukan, walaupun anggarannya sudah menurun drastis, toh kami masih mampu membangun dan meningkatkan sarana prasarana, seperti yang terlihat saat ini, kantor desa Cipeujeuh kulon sudah jauh berubah jika dibandingkan beberapa tahun yang lalu, dan InsyaAllah dampaknya juga akan berpengaruh pada peningkatan kinerja perangkat desa dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi warga Masyarakat " pungkasnya. (1c)

5 Jul 2026

Beberapa Warga menghantarkan Muhsin " Maju dalam Pilwu PAW Desa Kendal "

INDOMEDIANEWS -Pemilihan Calon Kuwu Pergantian Antar Waktu ( PAW ) Desa Kendal, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon telah memasuki hari ke 7 sejak dibukanya pendaftaran pada 29 Juni 2026.
Pada hari ke 7 pelaksanaan pendaftaran Pilwu PAW, salah seorang perangkat desa setempat, Muhsin, menyerahkan berkas pendaftaran untuk mengikuti kontestasi pemilihan Kuwu PAW yang akan dilaksanakan pada tanggal 19 Juli 2026.

Usai menyerahkan berkas persyaratan untuk maju sebagai Bakal Calon Kuwu PAW Desa Kendal, Muhsin ( 47 Tahun ) yang merupakan salah seorang perangkat Desa setempat ( Kadus dusun 3 ) menuturkan harapannya agar pelaksanaan Pilwu PAW tersebut berjalan lancar, aman dan tetap mengedepankan tali persaudaraan.

"InsyaAllah, semoga langkah saya untuk maju sebagai bakal Calon Kuwu PAW mendapat Ridlo Allah SWT, sehingga apa yang diharapkan akan menghasilkan sesuatu yang terbaik " tuturnya, Minggu, 05/07/2026.

Dalam pelaksanaan pendaftaran tersebut, beberapa warga Masyarakat setempat, turut menghantar dan memberikan Do'a sebagai bentuk dukungan dan partisipasi dalam pesta Pilwu PAW tersebut.

"Alkhamdulillah, saat saya menyerahkan berkas pendaftaran Kuwu PAW, Banyak warga yang turut menghantar hingga menyaksikan pelaksanaan penyerahan berkas, ini semoga sebagai pertanda baik, karena niat dan tujuan saya maju sebagai Kuwu PAW semata ingin mengabdi dan memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh Masyarakat Kendal, minimalnya saya sedikit sudah memiliki pengalaman dalam hal pemerintahan desa, jadi itu bekal saya untuk maju sebagai Calon Kuwu PAW, dan mungkin karena itu pula yang membuat warga banyak yang mendukung dan mengharapkan agar saya bisa memimpin Desa Kendal , hingga mempersiapkan pelaksanaan Pilwu serentak yang InsyaAllah akan dilaksanakan di tahun 2027, oleh karenanya selama kurun waktu tersebut tentunya diperlukan adanya Kuwu PAW hingga menghantarkan ke agenda selanjutnya, yaitu pemilihan Kuwu Definitif, kami hanya memohon doa dan dukungan, semoga niat dan keinginan saya dikobul Allah SWT " pungkasnya 

Sementara itu, salah seorang warga desa Kendal, Mas Toyo, sangat mendukung adanya pencalonan Muhsin sebagai Bakal Calon Kuwu PAW Desa Kendal.

"Kami sebagai Masyarakat Desa Kendal sangat mendukung saudara Muhsin maju dalam pencalonan Kuwu PAW Desa Kendal, karena selain beliau sudah memiliki pengalaman dalam pemerintahan desa, juga diharapkan akan mampu membuat perubahan yang lebih baik, hususnya dalam memberikan pelayanan terhadap Masyarakat, InsyaAllah, kami satu pemikiran, yang terpenting dalam pelaksanaan Pilwu PAW ini tetap mengedepankan silaturahmi dan persaudaraan" jelasnya.

Ditempat terpisah, salah seorang tokoh Masyarakat yang tidak bersedia dicantukan identitasnya menuturkan, agar Kuwu PAW Kendal berjalan baik .

"Satu kelebihan yang dimiliki salah seorang calon tersebut ( Muhsin-red ) karena sudah memiliki pengalaman didalam pemerintah desa, itu mungkin salah satu nilai plusnya, namun demikian, semua calon mempunya hak untuk dipilih dan berkesempatan memimpin Desa Kendal, kami sebagai Masyarakat hanya mengharapkan agar pemilihan Kuwu PAW ini berjalan dengan baik dan aman, siapapun yang terpilih kelak, mampu menjalankan amanat dan tanggung jawabnya dengan baik " jelasnya.