10 Apr 2026

Perang Amerika-Israel vs Iran " tak lepas dari Agama ?"

Penulis : R. Agus Syaefuddin

Jika dianalisis lebih jauh, aktor utama perang AS-Israel dengan Iran; pertama, Donald John Trump (lahir 14 Juni 1946) adalah pebisnis, presenter acara realitas, dan politikus Amerika Serikat yang menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat ke-45 (2017) hingga (2021) dan ke-47 sejak 2025. Ia adalah satu-satunya yang menjadi Presiden Amerika Serikat yang sebenarnya belum pernah berpengalaman memegang jabatan politik sama sekali; 

kedua, Benjamin Netanyahu (lahir 21 Oktober 1949) adalah seorang Perdana Menteri Israel sejak Desember 2022, yang menjabat dari (1996-1999) dan (2009-2021) hingga kini, yang terkenal sangat kontroversial.

Kedua tokoh ini adalah penyebab utama terjadinya perang yang hingga kini masih berlanjut. Akibatnya, semakin meluas dan mungkin memicu Eropa dan dunia Barat secara umum terlibat dalam konflik tersebut, mengingat mereka menjadi bagian dari sekutu Amerika Serikat. Tentu banyak negara tidak menginginkan hal ini terjadi terhadap dunia Barat.

Jika perang tidak segera berhenti, maka ketegangan akan semakin meningkat dengan lonjakan harga minyak dan energi. Jelas, konflik di Timur Tengah semakin mengganggu pasokan energi. Sebab kemungkinan negara-negara di kawasan Teluk akan bersatu dengan Iran menutup jalur perdagangan sebagai pasokan minyak utama melalui Selat Hormuz, yang mana jalur tersebut menjadi lalu lintas perdagangan minyak dunia.

Dari peristiwa tersebut, kita sebagai Manusia saat ini lebih mementingkan politik dan keuntungan dengan mengesampingkan arti kemanusiaan.

Betapa tidak, rasa kemanusiaan kita dikalahkan dengan sesuatu yang berujung pada untung rugi yang dikemas dengan berbagai dalih, bahkan ada yang mengatasnamakan Hak membela ataupun sesuai Agama tertentu .

Sebagai Manusia telah dianugerahi Tuhan untuk memiliki Iman dan akal, itu sebuah keniscayaan yang membedakan antar Manusia dengan Hewan 

Andai kita mau mengesampingkan ego dan kepentingan pribadi atau golongan, mungkin peperangan tersebut tidak akan pernah terjadi, sayangnya rasa kemanusiaan kita kerap dikalahkan dengan sesuatu yang bersifat kepentingan pribadi maupun golongan.

Ironisnya, disadari atau tidak, perang yang terjadi saat ini kerap dijadikan sebuah landasan yang bahkan mengatasnamakan ajaran Agama dan kepercayaan suatu kaum.

Fakta yang tidak bisa dipungkiri, kekejaman zionis yang didukung Amerika selalu menyasar umat atau Negara Muslim.

Andai saja Negara Muslim bersatu, tidak munggkin Kaum Zionis atau Amerika berani melakukan penyerangan yang membabi buta bahkan melanggar Resolusi PBB, hanya saja hingga saat ini baru Negara Iran yang berani melakukan perlawanan secara nyata, hingga akhirnya para zionis dan Amerika seolah menjadi Negara yang sangat super , yang tidak akan ada satu Negara pun yang berani menentangnya.

Terlepas dari peperangan yang terjadi saat ini, muncul berbagai penilaian yang disampaikan beberapa pakar bahkan pengamat, yang menjelaskan tentang mengapa Israel berani melakukan serangan atau lebih tepatnya adalah pembantaian, karena apa yang mereka lakukan telah tertulis dalam Bimbel atau kita yang mereka percaya, bahwa semakin cepat Dunia ini menuju kehancuran, hususnya kehancuran Umat Islam, maka semakin cepat pula Yesus sebagai juru penyelamat akan turun ke muka bumi.

Sementara dalam kalangan Islam pun ada yang menjelaskan, bahwa semakin cepat kehancuran ini terjadi, maka Imam Mahdi akan segera turun kemuka bumi 

Inilah yang menjadi perdebatan dan kekhawatiran jika peperangan disangkut pautkan dengan Agama.

Semoga kita semua sebagai Manusia yang berakal, mampu menggunakan akal kita dengan baik dan tidak mengesampingkan arti kemanusiaan.

9 Apr 2026

BPN dan DPMD apresiasi Desa Mertapadawetan tertib Administrasi Pertanahan

INDOMEDIANEWS -Upaya penertiban administrasi Desa terus digalakan demi terciptanya iklim pemerintahan yang mengutamakan data sesuai dengan keberadaannya.
Salah satunya adalah terkait penertiban dan penyelesaian persoalan kepemilikan tanah yang berlokasi di area blok manis yang lebih dikenal denga nama LPI.
83 Bidang tanah yang selama ini menjadi sengketa akhirnya bisa terselesaikan dengan baik.
Hal tersebut disampaikan Kuwu Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Moh.Munif AR.

"Dalam kurun waktu beberapa puluh tahun, warga sekitar LPI terombang-ambing tentang kepemilikan tanah, hususnya tentang kepemilikan sertifikat yang awalnya tidak bisa diproses, saat ini sudah bisa diproses dengan dasar hukum telah dimilikinya tanah pengganti yang bersertifikat, dan keputusan tersebut bahkan mendapat apresiasi dari pihak BPN dan DPMD, bahkan menjadi salah satu Desa yang berhasil melakukan tertib administrasi dalam bidang penertiban pertanahan atau tanah kas Desa" tuturnya, Rabu,08/04/2026.

Lebih lanjut Munif menjelaskan, bahwa pihaknya selama ini terus berupaya untuk melakukan penertiban tentang administrasi desa hingga tingkat peran serta RT/RW.

"Alkhamdulillah, saat ini kami telah berhasil menyelesaikan berbagai persoalan pertanahan yang selama ini lepas dari perhatian, bahkan bukan hanya sebatas pertanahan, dibawah kepemimpinan dan pemerintahan yang baru, saya menegaskan untuk persoalan pengurusan KTP saja data awalnya harus diketahui dan ditandatangani RT, tanpa ada tanda tangan RT kami tidak akan memperosesnya, mengapa hal ini kami lakukan, semata agar keberadaan RT benar-benar dapat berfungsi sebagai mana mestinya, selain itu sebagai bentuk penghargaan kami terhadap keberaan RT, InsyaAllah, apa yang kami lakukan semata demi melakukan sesuatu yang berlandaskan pada ketentuan dan tata kelola desa sesuai mekanisme demi terealisasinya harapan adanya perubahan yang berujung pada kesejahteraan dan kemajuan desa sesuai harapan bersama" pungkasnya.(1c)

8 Apr 2026

persoalan Grai Merah putih " dari mulai material hingga upah pekerja"

INDOMEDIANEWS - Pembangunan Grai Koperasi Merah Putih yang diharapkan menjadi penopang peningkatan perekonomian Masyarakat, ternyata tidak berjalan mulus sesuai harapan.
Betapa tidak, diantara Grai yang sudah selesai dibangun, nyatanya masih banyak Grai yang pembangunannya belum terselesaikan bahkan ada kesan dikerjakan apa adanya.
Ironisnya, salah satu kendalanya adalah terhambatnya penyediaan material hingga belum dibayarkannya upah pekerja.
Hal tersebut disampaikan salah seorang pekerja yang tengah menangani pembangunan Grai Koperasi Merah Putih di Desa Leuwidinding, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon.
Pekerja yang bernama Iis tersebut menjelaskan beberapa kendala yang mengakibatkan lambatnya penyelesaiaan Grai tersebut.

"Selain seringnya keterlambatan penyediaan barang atau material, salah satu yang kami sayangkan adalah ada beberapa pekerja yang selama 18 Hari kerja belum menerima upah dari pihak pendor atau yang bertanggung jawab dalam hal hal pembangunan Grai, kami kadang merasa heran, mengapa hal demikian bisa terjadi, sementara pembangunan Grai merah putih ini merupakan salah satu program unggulan pemerintah" tuturnya.

Dari pantauan media, memang ditemukan beberapa pembangunan Grai Merah Putih yang seolah terhenti tanpa adanya aktifitas pekerja maupun lainnya, bahkan ada salah satu Desa yang hingga saat ini belum melaksanakan pembangunan Grai Merah Putih karena tidak adanya lahan yang tersedia.
Belum adanya pembangunan Grai tersebut terjadi di Desa Japura bakti, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon.
Menurut keterangan yang disampaikan salah seorang perangkat desa setempat, Fadilah, menjelaskan keterlambatan tersebut disebabkan tidak adanya lahan yang cocok untuk membangun Grai merah putih.

"Ada beberapa titik yang sudah kami ajukan kepada pihak yang terkait untuk membangun Grai merah putih, sayangnya dari semuanya tidak ada satupun yang memenuhi syarat atau ketentuan yang telah ditetapkan, akibatnya hingga saat ini di Desa Japura Bakti belum memiliki lahan untuk membangun Grai koperasi merah putih, yang kami hawatirkan adalah dengan belum terealisasinya program Kopdes secara menyeluruh akan berdampak terhadap proses pengajuan anggaran" tuturnya.(1c)

6 Apr 2026

Kuwu Sampih ingatkan bahaya Campak " lebih gawat dari Covid"

INDOMEDIANEWS - Upaya meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda terus digalakan Pemerintah Desa Sampih, Kecamatan Susukan Lebak, Kabupaten Cirebon.
Salah satu cara yang tengah dilaksanakan adalah selain menyediakan menu MBG bagi Balita, Ibu hamil dan menyusui, juga mewajibkan warganya untuk menjaga kesehatan melalui Imunisasi Campak bagi yang memiliki Anak yang belum pernah dilakukan Imunisasi.
Hal tersebut disampaikan diruang kerjanya saat pembagian menu MBG ( Makan Bergizi Gratis )

"Makan bergizi dan menjaga kualitas kesehatan harus dilakukan oleh semua warga, hususnya bagi warga yang memiliki balita atau Ibu hamil termasuk yang sedang menyusui, tidak terbatas hanya menyantap makanan bergizi, namun harus aktif melaksanakan imunisasi Campak, mengapa demikian, karena dari hasil kami melakukan jumiting dengan pihak kesehatan, bahwa bahaya campak lebih berbahaya dari Covid, oleh karenanya, kami mewajibkan kepada semua warga yang memiliki balita untuk melakukan imunisasi campak" tutur Kuwu Suherman, Senin,06/04/2026.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, bahwa apa yang dilakukannya semata bukti sayang dan peduli terhadap warga Masyarakat.

"Saya turun langsung kemasyarakat untuk memberikan pemahaman perlunya imunisasi campak, ini kami lakukan semata karena saya sangat menyayangi dan peduli akan kesehatan Masyarakat, yang perlu dicatat adalah campak ini lebih bahaya dari pada covid, oleh karenanya kami memohon kepada seluruh warga sampih untuk memeriksakan anaknya dan segera melaksanakan imunisasi campak" pungkasnya.

Sementara itu, Bidan desa Sampih, Uti, mengharapkan adanya peranserta dari semua warga Masyarakat Sampih untuk mendukung program Pemerintah, hususnya dibidang kesehatan.

"Jangan anggap remeh penyakit campak, selain sangat berbahaya, penularannyapun sangat mudah, Masyarakat harus memahami awal gejala campak, yaitu demam, batuk dan sakit tenggorokan, oleh karena sangat berbahayanya penyakit campak, maka akan lebih baik kita mencegah daripada mengobati, salah satu caranya dengan melakukan Imunisasi campak" jelasnya.(1c)

2 Apr 2026

Tidak dilayani dengan baik, keluarga Pasien minta Oknum Dokter RSUMC diberhentikan

INDOMEDIANEWS - Merasa kurang mendapat pelayanan secara baik, Yuyun Sri Wahyuni , warga desa Cipeujeuh kulon, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, menuntut oknum Dokter inisial I,  RS UMC dikeluarkan dari Rumah Sakit tersebut.
Hal tersebut disampaikan kepada beberapa awak Media, pada Kamis , 02/04/2026.

"Kemarin malam, tepatnya hari Rabu malam kamis, saya membawa ayah saya  (H.Wasra- red )untuk berobat ke RS UMC yang berada di Desa Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon. Sayangnya kami tidak mendapat pelayanan yang baik dari pihak Rumah Sakit, mereka beralasan karena tidak tersedianya ruangan kosong, bahkan kami harus menunggu selama satu jam tanpa adanya penanganan awal, sementara Ayah saya sudah sangat kesakitan karena harus menahan penyakit yang dideritanya, karena tidak adanya pelayanan yang prima, akhirnya emosi saya pun terpancing, pada saat itu saya marah kepada salah seorang Dokter yang bertugas, yang saya tahu Dokter tersebut berinisial I. Karena kami tidak dilayani bahkan terkesan ditelantarkan, maka kami putuskan untuk keluar dari RS UMC dan melanjutkan untuk merawat ayah saya di RS Gunung Jati, Alkhamdulillah, Di RS Gunung Jati ayah saya langsung mendapat pelayanan dengan sangat baik" tuturnya.

Lebih lanjut dirinya menegaskan, dengan adanya pelayanan yang tidak baik tersebut, meminta agar Oknum Dokter tersebut diberhentikan atau dikeluarkan dari RS UMC.

"Kami tidak menyalahkan Rumah Sakitnya, kami hanya meminta Oknum Dokter yang bekerja tidak baik tersebut dikeluarkan dari RS UMC, karena bisa mencoreng nama baik RS UMC itu sendiri " jelas Yuyun.

Sementara itu, sekretaris desa Cipeujeh kulon, Yoyo.S membenarkan adanya pengaduan dari salah seorang warganya.

"Memang benar, kami mendapatkan aduan dari salah seorang warga kami terkait kurang baiknya pelayanan yang diberikan Oleh pihak RS UMC dalam hal ini salah seorang Oknum Dokter yang saat itu bertugas dan menelantarkan warga yang tidak segera mendapat perawatan dengan alasan tidak tersedianya kamar atau ruangan penuh, kami berharap pihak Rumah sakit segera melakukan perbaikan dalam hal pelayanan agar tidak ada lagi warga yang merasa tidak mendapat pelayanan secara maksimal" jelasnya.

Dengan adanya hal tersebut, beberapa media mendatangi Rumah Sakit yang bersangkutan untuk memperoleh keterangan mengenai adanya keluhan warga yang merasa tidak mendapatkan pelayanan secara baik.

Pada Hari Kamis, 02/04/2026 beberapa media mendatangi RS UMC dan ditemui oleh Humas RS UMC, Toha dengan didampingi beberapa petugas lainnya.

Dalam keterangannya, Toha menuturkan, bahwa SOP sudah dilaksanakan sesuai aturan.

"Sebenarnya tahapannya sudah dilaksanakan sesuai SOP, hanya mungkin terjadi sedikit mis komunikasi, hingga keluarga pasien merasa kecewa, kami rasa itu merupakan hal yang wajar" jelasnya.

Sementara saat disinggung adanya tuntutan keluarga pasien agar Oknum Dokter yang saat itu bertugas inisial I diberhentikan, Toha menegaskan.

"Kami akan melakukan evaluasi dan membahas berbagai hal guna meningkatkan pelayanan terhadap Masyarakat, sementara untuk tuntutan terkait salah seorang Oknum Dokter yang bertugas di RS UMC agar diberhentikan, kami akan berdiskusi dengan unsur terkait, intinya terimakasih atas atensinya, dan kami akan terus berupaya untuk melakukan hal yang terbaik, kami atas nama RS UMC memohon maaf kepada berbagai pihak, jika ada kesalahan atau pelayanan yang dirasa kurang baik, InsyaAllah kami akan berusaha memperbaiki segala kekurangan dan terus melakukan evaluasi" tuturnya. (1c)

1 Apr 2026

AMKI Cirebon gelar silaturahmi dan rapat koordinasi

INDOMEDIANEWS  -- Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Cirebon Raya menggelar rapat koordinasi sekaligus halalbihalal, pembentukan pengurus aksi bakti sosial (bansos) untuk kepedulian sesama di wilayah Cirebon Raya, serta penguatan organisasi pada Selasa (31/3/2026). Kegiatan berlangsung di halaman kantor AMKI, Desa Setupatok Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon.

Acara dimulai dengan doa bersama dan halalbihalal yang dipimpin Ketua AMKI Cirebon Raya, Rudi. Hadir puluhan anggota AMKI dari berbagai media.

Rudi mengatakan, "Alhamdulillah, rapat koordinasi ini masih dalam suasana Hari Raya Idul Fitri 1447 H (1 Syawal). Kita sekaligus halalbihalal, dilanjutkan membahas rencana kerja jangka pendek dan panjang serta penguatan organisasi."

Ia menambahkan, "Masih dalam suasana Idul Fitri, sebelum membahas langkah aksi bansos dan rencana kerja jangka panjang AMKI, kita saling bermaaf-maafan."

Pembentukan kepengurusan aksi bansos menjadi langkah strategis AMKI Cirebon Raya untuk memperkuat anggota dalam menunjukkan kepedulian sosial. Rudi berharap kegiatan ini mendorong anggota memiliki tanggung jawab sosial dan guyub rukun guna mensukseskan program AMKI.

Sementara itu, Dewan Pembina AMKI Cirebon Raya, Toto M Said, menyatakan program bansos ini diharapkan membawa nama baik AMKI sebagai organisasi media massa terkemuka di Cirebon Raya.

"AMKI sudah lahir dan memiliki keanggotaan di berbagai provinsi serta kabupaten/kota di Indonesia," ungkap Toto.

Ia menambahkan, "Banyak kegiatan ke depan untuk membawa nama AMKI Cirebon Raya dikenal baik, baik dari program pusat, provinsi, maupun lokal. Terpenting, kuatkan dulu kepedulian anggota terhadap organisasi."

Toto juga berpesan agar anggota selalu menjaga nama baik dan marwah AMKI. "Dengan begitu, langkah kerja kita lebih ringan dan penuh berkah," tutupnya. (1c)