8 Sep 2026

Program bantuan beras " Dijual atau Dimakan ?"

Penulis : R.Agus Syaefuddin

Pemerintah pusat menggulirkan berbagai program bantuan sosial bagi Masyarakat kategori miskin.dari mulai BLT ( Bantuan Langsung Tunai ) Hingga ketahanan pangan berupa bantuan beras melalui program Bulog yang didistribusikan oleh pihak Pemerintahan desa kepada Masyarakat atau KPM (keluarga penerima manfaat)
Sayangnya bantuan tersebut tidak sepenuhnya dirasakan manfaatnya oleh Masyarakat yang masuk dalam kategori miskin.
Salah satunya adalah program ketahanan pangan berupa bantuan beras.
Tujuan penyaluran bantuan beras ini adalah agar Masyarakat kelas bawah tidak kesulitan untuk membeli atau memiliki beras.sayangnya, tidak semua beras bantuan tersebut dinikmati oleh para penerima, beberapa alasan mengapa beras tersebut tidak dinikmati secara langsung.
1. Alasan warga tidak mau menikmati atau menjadikannya sebagai salah satu makanan pokok, karena kualitas berasnya rendah, walaupun tertera beras premium, tetapi konon rasanya tidak enak dan baunya sedikit apek.
2. Karena terbentur kebutuhan lainnya, hingga beras bantuan tersebut terpaksa dijual kepada beberapa pengepul.

Hal ini tentunya bertolak belakang dengan fenomena yang terjadi selama bantuan tersebut diberikan, betapa tidak, disaat penyaluran beras dilaksanakan, Masyarakat rela antri sejak pagi di Kantor Desa atau tempat dimana beras tersebut disalurkan, bahkan tidak sedikit warga yang tidak menerima bantuan, melakukan protes kepada pihak penyalur.

Sangat disayangkan, disaat beras bantuan tersebut diterima, banyak diantara warga malah menjualnya kepada beberapa pengepul yang siap menampung beras warga dengan harga yang bervariasi, dari mulai Rp.90.000 per satu karung ( 10 kg ) sampai Rp.100.000 per satu karung ( 10 Kg)

Realita ini terjadi karena adanya dua alasan klasik, yaitu kualitas berasnya yang buruk dan warga lebih membutuhkan uang.

Dalam penyaluran bantuan beras kali ini, setiap KPM akan menerima bantuan sebanyak 3 karung beras ( 30 Kg ) karena banyaknya jumlah bantuan yang diterima, maka Masyarakat berkesimpulan untuk menjual 1 atau 2 karung beras kepada para pengepul.

Dari kesimpulan diatas, saling memanfaatkan terjadi dalam program bantuan beras tersebut.

1. Warga merasa akan lebih baik menjual beras karena kualitasnya kurang bagus, dan hasil penjualannya bisa untuk membeli lauk pauk atau hal lainnya.

2.pengepul bisa membantu warga dengan membeli beras dengan harga murah dan bisa menjualnya lagi jika ada yang membutuhkan, tentunya dengan harga sesuai kebutuhan.

3. Penyaluran beras melalui Puskesos di desa masing-masing, kerap kali memanfaatkan dengan dalih tanpa pungutan namun atas kesadaran warga sendiri memberikan dengan nilai sukarela ( relatif ) antara kisaran Rp.5000 sampai Rp .10.000 per KPM, walaupun ada juga warga atau Masyarakat yang tidak memberi.

Karena banyak pihak yang diuntungkan, maka program bantuan beras tetap berjalan, walaupun banyak dalih kualitasnya buruk.

Masyarakat diuntungkan karena menerima bantuan beras cuma-cuma, kalaupun harus merogoh kocek untuk sekedar ucapan terimakasih, tidak lebih dari Rp.10.000, setelah itu bisa dijual kepada para pengepul dengan harga relatif tinggi , selain itu, penyalur, dalam hal ini Puskesos bisa menerima uang tanda kasih dari warga penerima, dengan nilai tidak seberapa tetapi jika dikalikan bisa mencapai angka lumayan ( jika satu desa ada 1.000 kpm, kalikan Rp.5000 atau Rp.10.000 maka hasilnya sangat menggiurkan).

Dari kejadian tersebut, maka program bantuan beras tetap menguntungkan banyak pihak, terlepas dari mutu atau kualitas yang banyak dikeluhkan. Kita hanya bertanya, apakah program tersebut memang layak atau hanya dijadikan ajang bisnis, karena kualitas beras yang demikian hanya diberikan kepada Masyarakat miskin, sementara konon katanya kualitas beras di Indonesia sangat bagus, bahkan diminati banyak Negara, sementara beras bagi warga miskin kualitasnya sangat jauh dari harapan, apakah beras untuk si miskin ini benar-benar beras produk dalam Negeri, atau beras hasil barter dengan Negara lain, hingga program bantuan ini merupakan permainan bisnis yang sangat menggiurkan, dengan tetap mengedepankan dalih untuk membantu Masyarakat miskin.

Penulis hanya berharap, jika program tersebut hanya menguntungkan sebagian pihak, dan Masyarakat merasa beras yang diterimanya kualitasnya tidak sesuai harapan, maka alangkah baiknya program bantuan beras tersebut dihentikan dan dialihkan ke program pendidikan atau kesehatan.
Jangan sampai, dengan mengatasnamakan Masyarakat miskin, prilaku pungli atau korupsi terus abdi di Nusantara tercinta.mulailah belajar berantas pungli dan korupsi berawal dari diri sendiri.

7 Sep 2026

Sekdes Cipeujeuh kulon Purna Tugas " Kuwu Lantik Sekdes baru"

INDOMEDIANEWS -Pemerintahan Desa, Cipeujeuh Kulon , Kecamatan Lemahabang,  Kabupaten Cirebon, mengadakan pelantikan dan pengambilan sumpah serta alih tugas jabatan perangkat desa setempat.

Ada yang unik sebelum perangkat desa menduduki jabatan yang diemban. Salah satunya, proses magang di balai desa. Hal ini bertujuan, untuk adaptasi terhadap kinerja. Setelah menjalani tahapan tersebut, kemudian  ditempatkan pada kesesuaian kemampuan guna menduduki jabatan yang ada di desa dan secara suprise atau kejutan, perangkat desa tersebut diumumkan saat acara berlangsung. 

Kegiatan yang dihadiri berbagai unsur seperti, petani, lembaga dan perangkat desa, kader PKK, MUI desa, unsur Muspika setempat, berlangsung khidmat dan lancar. Bagi pihak desa yang diutamakan bagi perangkat desa yang baru, kinerja yang baik dan taat aturan.

Kuwu Desa Cipeujeuh Kulon, H Lili Mashuri mengatakan, kegiatan ini sebagai upaya meningkatkan pelayanan masyarakat. 

"Satu orang yang dilantik karena menggantikan perangkat lama (memasuki purna bakti) sedangkan lainnya alih tugas jabatan," tuturnya, Senin, 07/09/2026.

Wakil ketua FKKC Kabupaten Cirebon ini menjelaskan, dalam melaksanakan roda pemerintahan, khususnya pelayanan, tak lepas dari sinergitas perangkat juga lembaga desa, sehingga terlaksana dengan baik. Selain itu, dalam pembangunan peran serta masyarakat sangat diperlukan, agar sesuai rencana. 

"Pelayanan administrasi kependudukan menjadi tugas utama desa. Maka dengan adanya perangkat desa yang baru ini, diharapkan mampu memberikan pelayanan prima terhadap Masyarakat" jelasnya.

Dirinya  menambahkan,  perangkat desa yang baru agar lebih semangat dalam melaksanakan tugas dan terus belajar, agar tugas yang diembannya lebih maksimal. Selain itu, bersinergi dalam melaksanakan visi dan misi. 

"Jangan malu untuk bertanya, bila ada yang belum mengerti. Agar dalam melaksanakan tugas yang diemban, dapat terlaksana dengan baik, yang terpenting adalah mau belajar dan mau menjadi pelayan warga yang baik" tuturnya 

Dirinya mengucapkan terima kasih pada seluruh pihak, yang telah berpartisipasi dalam pembangunan. 

"Dengan adanya peran serta masyarakat dalam membangun dan menjaga kondusivitas, roda pemerintahan juga pembangunan desa dapat terlaksana sesuai rencana, kepada perangkat desa yang baru, selamat bertugas dan laksanakan tanggung jawab dengan sebaik mungkin, dan untuk perangkat yang sudah purna, terimakasih atas dedikasi yang diberikan selama berkarya di pemerintah desa Cipeujeuh kulon" pungkasnya.

Sementara itu,vKetua BPD setempat, Hasanudin mengungkapkan, berbagai proses telah dilakukan pihak desa dan selalu koordinasi juga komunikasi dengan BPD. 

"Alhamdulillah, secara aktif komunikasi terus dilaksanakan, agar menghasilkan perangkat desa yang handal dalam melayani masyarakat," ungkapnya.

Usai Acara, Camat Lemahabang , Yuyun Kusumawati mengucapkan selamat pada perangkat desa yang baru dilantik dan laksanakan tugas, dengan sebaik mungkin. 

"Jangan enggan untuk komunikasi dan koordinasi dengan pihak desa juga kecamatan, dalam melaksanakan tugas, seperti yang dituturkan pak Kuwu, jangan malu untuk bertanya dan terus belajar dengan berkomunikasi dengan beberapa senior atau perangkat yang sudah lama bertugas, intinya bekerjalah sesuai tupoksi yang diemban, dan laksanakan tugas juga tanggung jawab sebaik mungkin" jelasnya. (1c)

5 Sep 2026

Sedong Festival " unggulan wisata Cirebon timur"

INDOMEDIANEWS - Ribuan warga Masyarakat Sedong, Kabupaten Cirebon memadati sepanjang jalan Raya Sedong, pada Sabtu,05/09/2026.
Hampir sepanjang jalan, Masyarakat dari berbagai kalangan berduyun duyun menyaksikan kiran budaya Sedong tourism Festival Sedong 2026.
Dalam acara tersebut, dimeriahkan dengan berbagai acara yang menarik perhatian banyak kalangan, dari mulai Karnaval, pentas seni dan kreasi hingga pembagian cinderamata bagi lansia dan yatim piyatu.
Acara yang dipusatkan dihalaman kantor kecamatan Sedong tersebut dipenuhi oleh Masyarakat yang ingin menyaksikan kemeriahan acara Sedong Tourism 2026.
Hadir dalam acara tersebut Bupati Cirebon, Unsur forkopimcam, Pemerintahan Desa, unsur pendidikan dari tingkat paud hingga perguruan tinggi.

Dalam pemaparannya,Bupati Cirebon, Imron, sangat mengapresiasi acara yang dilaksanakan seluruh Masyarakat Kecamatan Sedong.

"Ini merupakan sesuatu yang sangat istimewa, karena di Sedong ini bukan saja mampu menampilkan berbagai seni dan kreasi, tetapi antusias seluruh Masyarakat Sedong sangat terlihat jelas hampir sepanjang jalan selama pelaksanaan karnaval , bahkan mampu membuat jalanan macet hingga beberapa kilo meter, yang lebih membanggakan lagi, di Sedong ini banyak sekali para pelaku seni, termasuk adanya beberapa tempat wisata yang patut untuk dikunjungi dan menjadi sesuatu yang membanggakan bagi seluruh Masyarakat Kabupaten Cirebon" tuturnya.

Senada hal tersebut disampaikan Camat Sedong, Akhmad Sifaa.

"Kami atas nama jajaran forkopimcam dan seluruh pemerintahan desa juga Masyarakat Sedong, menghaturkan terimakasih atas kehadiran Bupati dan beberapa anggota DPRD Kabupaten Cirebon dalam acara Sedong Tourism 2026, ini menunjukan adanya dukungan dan perhatian Pemkab Cirebon terhadap perkembangan daerah atau Masyarakat Cirebon timur, semoga dengan adanya perhatian dari pihak Pemkab, Keberadaan Sedong semakin dikenal oleh berbagai kalangan, karena selain di Sedong ini banyak terdapat pelaku seni, juga ada 10 tempat wisata yang memang sangat layak untuk dikunjungi, selain itu dengan adanya acara tersebut, diharapkan Sedong akan lebih maju dan berkembang" jelasnya.

Sementara itu, Ketua FKKC kecamatan Sedong, Agus Syamsah, mengharapkan kedepannya akan banyak acara yang mempu menjadikan Sedong lebih bersinar.

"Kebanggaan bagi kami Masyarakat Sedong, karena mampu menggelar acara yang sangat membanggakan, ini suatu bukti,bahwa sedong penuh dengan potensi, dari mulai kreasi seni hingga wisata alam, semuanya ada di Sedong, semoga kedepannya, Sedong akan lebih berkembang dan dikenal banyak kalangan, hingga wisata yang ada di Sedong mampu menarik minat wisatawan untuk berkunjung dan menikmati wisata yang ada di Sedong"'tuturnya (1c)

Malam Puncak Peringatan HUT RI ke 81 "Bersatu itu indah"

INDOMEDIANEWS -Dengan tema bersatu itu indah, Warga Kibuyut, Desa Lemahabang kulon, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, menggelar malam puncak peringatan HUT RI ke 81 Tahun 2026.
Acara yang dimeriahkan dengan menampilkan Grup Band dan tampilan seni kreasi, mendapat sambutan yang luar biasa dari seluruh warga yang hadir dalam perhelatan tersebut.
Hadir pula dalam acara malam puncak peringatan HUT RI, Kuwu Lemahabang Kulon Rudiana. Dalam sambutannya, Rudiana sangat mengapresiasi kegiatan yang digelar oleh warga Gang Ki Buyut dengan berbagai tampilan seni dan kreasi Anak Bangsa.

"Kami sangat bangga dan apresiasi kepada seluruh warga Ki Buyut, hususnya panitia pelaksana yang telah berusaha maksimal untuk menampilkan berbagai kreasi dengan melibatkan berbagai usia, dari mulai anak-anak hingga kaum ibu, semuanya berani tampil ke atas pentas dengan berbagai kreasi yang begitu memukau, ini menandakan bahwa warga Ki buyut sangat guyub dan semangat dalam memeriahkan Peringatan HUT RI ke 81, semoga kegiatan positif ini terus lestari dengan mengedepankan persatuan dan kesatuan, sesuai tema yaitu Bersatu itu indah"tuturnya.

Senada hal tersebut disampaikan salah seorang warga Ki Buyut, Toni.

"Kami bangga menjadi bagian dari warga Kibuyut, selama ini kekompakan dan kebersamaan tetap terpelihara dengan baik, terutama anak-anak mudanya, mereka penuh semangat untuk mewujudkan acara malam puncak peringatan HUT RI Tahun ini, semoga kebersamaan tetap terjaga selamanya, dan generasi mudanya tetap berkiprah dalam berbagai hal yang positif" jelasnya.(1c)

3 Sep 2026

Dua Tahun Berdiri, Museum Topeng Cirebon Kembangkan Jejaring Budaya Internasional

INDOMEDIANEWS  – Museum Topeng Cirebon memasuki usia dua tahun. Momentum tersebut diperingati melalui syukuran yang dihadiri Wali Kota Cirebon Effendi Edo, Rabu (2/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota menyampaikan apresiasi atas perjalanan Museum Topeng Cirebon yang hingga kini terus berkembang. Menurutnya, usia dua tahun mungkin terbilang singkat, namun menjadi bagian penting dalam perjalanan sebuah ruang kebudayaan untuk terus tumbuh sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi kepada masyarakat.

"Dua tahun mungkin terlihat singkat, tetapi bagi sebuah ruang kebudayaan, dua tahun merupakan bagian penting dari perjalanan untuk terus tumbuh dan memperkenalkan kekayaan tradisi kita," ujar Wali Kota.

Ia mengatakan, Cirebon tidak hanya memiliki sejarah yang panjang, tetapi juga kekayaan seni dan budaya yang beragam. Salah satunya adalah seni topeng Cirebon yang telah menjadi bagian dari identitas budaya daerah.

Bagi Wali Kota, topeng tidak sebatas benda seni yang memiliki nilai estetika. Di balik setiap bentuk dan karakter topeng terdapat cerita, filosofi, karakter, serta nilai kehidupan yang menggambarkan perjalanan panjang budaya Cirebon yang diwariskan secara turun-temurun.

"Topeng bukan sekadar benda seni. Di dalamnya ada cerita, karakter, filosofi, nilai-nilai kehidupan, dan perjalanan panjang budaya Cirebon yang diwariskan dari generasi ke generasi," katanya.

Karena itu, keberadaan Museum Topeng Cirebon dinilai memiliki arti penting. Museum diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan dan memamerkan koleksi, tetapi juga menjadi ruang belajar, berdiskusi, berkreasi, serta mengenal kembali akar budaya Cirebon.

Wali Kota juga memberikan apresiasi kepada para seniman, budayawan, pengelola museum, komunitas, serta seluruh pihak yang selama ini ikut menjaga keberlangsungan seni dan tradisi Cirebon.

"Pemerintah Kota Cirebon tentu berharap Museum Topeng Cirebon terus berkembang dan semakin dikenal, bukan hanya oleh masyarakat Cirebon, tetapi juga oleh masyarakat dari berbagai daerah, bahkan wisatawan mancanegara," tuturnya.

Ia menegaskan, museum perlu menjadi ruang budaya yang hidup. Artinya, masyarakat tidak hanya datang untuk melihat koleksi, tetapi juga mendapatkan pengalaman, pengetahuan, dan inspirasi.

Terlebih di tengah perubahan zaman yang berlangsung begitu cepat, pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan semua pihak. Generasi muda, kata Wali Kota, perlu diberikan ruang untuk mengenal dan mencintai budaya daerah, sekaligus diberi kesempatan untuk mengembangkannya dengan cara yang sesuai dengan perkembangan zaman.

"Saya percaya, budaya yang terus diperkenalkan dan diwariskan tidak akan pernah kehilangan tempat. Justru ketika dikelola dengan baik dan dikemas secara kreatif, budaya dapat menjadi kekuatan bagi daerah, termasuk dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cirebon Agus Sukmajaya mengungkapkan, Museum Topeng Cirebon merupakan museum pertama milik Pemerintah Daerah Kota Cirebon. Museum tersebut resmi berdiri pada 2 September 2024 dan kini telah memasuki tahun kedua.

Selama ini, lanjut Agus, seni topeng Cirebon kerap hanya dikenal melalui lima wanda utama, yakni Panji, Rumyang, Tumenggung, Kelana, dan Samba.

Padahal, kekayaan karakter topeng Cirebon jauh lebih luas. Salah satunya berkaitan dengan tradisi wayang wong Cirebon yang memiliki ciri khas berbeda dengan tradisi wayang wong di sejumlah daerah di Pulau Jawa.

"Kalau di daerah lain wayang wong menggunakan orang yang wajahnya dirias atau dilukis sesuai karakter. Di Cirebon, wayang wong menggunakan topeng sebagai representasi karakter. Setelah diinventarisasi, ternyata karakter topeng Cirebon jumlahnya lebih dari 750," ungkapnya.

Kekayaan tersebut, kata Agus, menunjukkan bahwa topeng Cirebon memiliki potensi yang sangat besar untuk terus dikaji, dikenalkan, dan dikembangkan. Cerita-cerita pewayangan yang selama ini dikenal melalui wayang kulit di sejumlah daerah, di Cirebon juga hadir dalam bentuk karakter topeng.

Saat pertama kali diresmikan, Museum Topeng Cirebon memiliki sekitar 130 koleksi, yang terdiri atas 100 replika wayang wong serta koleksi topeng lama dari keluarga Nani dan Subrata.

Jumlah tersebut kemudian bertambah signifikan pada tahun berikutnya. Museum mendapatkan hibah sekitar 500 koleksi topeng dari keluarga Nani Taufik yang turut memperkaya koleksi museum.

Selain bangunan utama yang menyimpan koleksi topeng Cirebon, saat ini terdapat pula bangunan Narada yang menjadi bagian dari pengembangan museum. Bangunan tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada almarhum Iman Taufik, dengan membawa koleksi workshop dan galeri miliknya dari Kuningan ke Cirebon.

"Dalam satu tahun kita mendapatkan tambahan sekitar 500 koleksi. Ini menunjukkan bahwa museum terus berkembang, bukan hanya dari sisi jumlah koleksi, tetapi juga dari sisi cerita dan pengetahuan yang bisa kita sampaikan kepada masyarakat," katanya.

Memasuki tahun kedua, Disbudpar Kota Cirebon mulai menyiapkan langkah yang lebih besar. Tidak hanya memperkuat posisi Museum Topeng Cirebon sebagai pusat pelestarian budaya lokal, tetapi juga membuka peluang untuk menjadikannya sebagai museum topeng berjejaring internasional.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah pelaksanaan Cirebon Mask Festival pada November mendatang. Festival tersebut dirancang dengan menghadirkan delegasi dari sejumlah negara.

Agus menyebutkan, hingga saat ini sudah ada beberapa negara yang mengonfirmasi keikutsertaan, di antaranya Korea Selatan, Malaysia, Myanmar, dan Singapura. Para delegasi nantinya tidak hanya tampil dalam festival, tetapi juga direncanakan menyerahkan topeng dari negara masing-masing sebagai hibah kepada Pemerintah Kota Cirebon.

"Kami ingin Museum Topeng Cirebon ke depan tidak hanya berbicara tentang koleksi topeng Cirebon, tetapi bisa berkembang menjadi museum topeng internasional. Melalui Cirebon Mask Festival, kami berharap ada pertukaran budaya sekaligus penambahan koleksi dari berbagai negara,” kata Agus.

Menurutnya, konsep tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang. Jika ke depan semakin banyak negara yang terlibat dalam festival, koleksi internasional Museum Topeng Cirebon juga berpotensi terus bertambah.

Di sisi lain, keberadaan museum juga mulai menunjukkan minat masyarakat. Dalam dua tahun, tercatat lebih dari 18.000 kunjungan ke Museum Topeng Cirebon.

Agus menilai angka tersebut menunjukkan bahwa museum memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi salah satu daya tarik wisata budaya di Kota Cirebon.

Ke depan, Disbudpar juga menyiapkan pengembangan program pertunjukan rutin di kawasan museum. Rencana tersebut tengah dijajaki bersama sejumlah mitra, termasuk Yayasan Prima Ardhiantana dan Politeknik Pariwisata.

"Pertunjukan rutin diharapkan dapat memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung sekaligus memperkuat keterkaitan antara museum, seni pertunjukan, dan pariwisata," pungkasnya (1c)

Bantuan Traktor diharapkan mampu meningkatkan kinerja Kelompok Tani Si Watu

INDOMEDIANEWS -Kelompok tani Si watu, Desa Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, memperoleh bantuan satu unit Traktor dari Anggota DPRD RI , Rokhim Dahuri.
Dengan adanya bantuan tersebut, diharapkan geliat petani di Desa Mertapadawetan akan semakin meningkat.
Ketua Kelompok Tani Si Watu, Aan Subhan Setiawan, menyambut baik dan berterimakasih atas adanya bantuan traktor tersebut.

"Sudah lama memang kami mengharapkan adanya bantuan dari Pemerintah untuk memiliki sarana penunjang pertanian, Alkhamdulillah, saat ini keinginan kami itu tercapai dengan diperolehnya bantuan berupa satu unit Traktor dari Anggota DPR RI Bapak Rokhim Dahuri, dengan telah adanya bantuan tersebut, tentunya menambah semangat kami semakin tinggi untuk bagaimana caranya pertanian di Desa kami semakin berkembang"tuturnya, Kamis, 03/09/2026.

Lebih lanjut dirinya menuturkan, dengan adanya traktor tersebut tentunya dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh petani yang ada di Mertapadawetan.

"Petani yang ada di Mertapadawetan, yang tergabung dalam kelompok tani, bisa memanfaatkan fasilitas yang ada,semisal mau menggunakan atau memakai traktor, yang penting kita sama-sama merawat agar traktor tersebut bisa awet dan bertahan lama" jelasnya.

Sementara itu, Kuwu Mertapadawetan, Moh.Munif.AR sangat berterimakasih atas adanya perhatian dan bantuan terhadap keberlangsungan para petani.

"Traktor yang telah diterima oleh kelompok Tani Si Watu, tentunya sangat diharapkan bisa dipergunakan sebaik mungkin, dan kami yakin, keberadaan kelompok tani di Desa Mertapadawetan akan mampu mengembangkan sektor pertanian yang ada, terlebih ditunjuang oleh sarana yang tersedia saat ini dirasa sangat memadai, oleh karenanya, kami atas nama Pemerintah Desa mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah diberikan, semoga bantuan tersebut benar-benar bisa dimanfaatkan sebaik mungkin" jelasnya.(1c)