23 Mei 2026

Greged Bersalawat " Bentuk kecintaan kepada Kanjeng Rosulallah SAW "

INDOMEDIANEWS - Ribuan Masyarakat dari Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon, memadati halaman kantor Desa Nanggela, Kecamatan Greged, dalam rangka turut memeriahkan acara Greged Bersalawat Denga mengusung tema " Gema Salawat untuk Kecamatan Greged yang aman, religius dan harmonis.
Acara yang dihadiri Bupati Cirebon, Drs.H.Imron.M.Ag dan para tamu undangan dari berbagai unsur, termasuk Anggota DPRD Kabupaten Cirebon Fraksi PKB, Hasan Basori dan Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Cirebon, KH.Azis Hakim dan beberapa tokoh Agama, Kemasyarakatan, Kepemudaan dan unsur terkait lainnya, termasuk didalamnya adalah Pemerintahan Desa Nanggela sebagai tuan rumah pelaksanaan Greged Bersalawat.
Acara keAgamaan tersebut diharapkan mampu menjaga Ukuwah Islamiayah dan ikatan silaturahmi yang erat tanpa adanya batasan.
Diiringi Irama Hadroh persembahan dari MWC NU Greged, acarapun diisi dengan dengan berbagai sambutan dan ceramah keAgamaan oleh Ust Ahmad Rojali dan ditutup Do'a oleh KH.Wawan Arwani Amin.

Dalam pemaparannya, Ketua Panitia Greged Bersalawat, Ust Asep Sohidin, menuturkan , bahwa acara tersebut merupakan salah satu upaya untuk mempererat silaturahmi sekaligus berdoa bersama agar Bangsa Indonesia tetap menjalin persatuan dan kesatuan ditengah kondisi politik global yang tidak menentu 

"Kita berdoa bersama, bermunajat kepada Allah, agar Bangsa Indonesia tetap aman, tentram dan sejahtera, melalui Salawat ini kita mengharap ridlo Allah agar apa yang menjadi harapan kita bisa ijabah, salah satunya adalah segera terselesaikannya kondisi politik global yang tengah terjadi saat ini, semoga dengan kita Bersalawat, Dunia yang kita duduki saat ini tetap terjaga dari berbagai persoalan yang akan merugikan kehidupan secara keseluruhan" tuturnya, Sabtu,23/05/2026.

Senada disampaikan Kuwu Nanggela, Mamat, yang sangat bersyukur dengan terealisasinya acara Greged Bersalawat.

"Kami atas nama pemerintahan desa sangat berterimakasih kepada seluruh pihak yang telah turut mensukseskan terselenggaranya acara Greged Bersalawat, semoga dengan acara ini, kehidupan kita akan semakin baik dari yang selama ini sudah baik, dengan kebersamaan yang terjalin antara pejabat pemerintah, Masyarakat dan para tokoh kemasyarakatan maupun tokoh keAgamaan, akan menjadikan tatanan kehidupan kita senantiasa mendapat ridlo dan petunjuk dari Allah SWT, terlepas dari itu, kami pun memohon maaf, jika dalam penyelenggaraan ini terdapat banyak kekurangan dan kesalahan yang disengaja maupun tidak, intinya mari kita budayakan dan kecintaan untuk terus bersalawat agar hidup semakin terarah, aman, religius dan harmonis sesuai tema yang diusung" jelasnya.

Sementara itu, Bupati Cirebon, H.Imron, sangat menyambut baik diadakannya acara Greged Bersalawat.

"Salah satu bukti kecintaan kita kepada Nabi Besar Muhammad SAW adalah dengan membiasakan bersalawat, semoga dengan kita Bersalawat, kita benar-benar menjadi ummatnya kanjeng Rosul dan menjadi pengikutnya hingga akhir jaman, selain itu, saya secara pribadi sangat bangga melihat antusias warga yang begitu semangat mengikuti acara Greged Bersalawat, semoga kita tetap menjadi bangsa yang menjunjung tinggi nilai persatuan dan kesatuan dengan tetap mematri diri kita dengan memperkokoh ukuwah Islamiyah termasuk membina generasi muda dengan landasan keislaman dan ahlakkulkarimah" tuturnya. (1c)

Pelantikan AMKI Sumsel Jadi Momentum Penguatan Media Lintas Platform

INDOMEDIANEWS -Pelantikan Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Sumatera Selatan periode 2025–2030 berlangsung meriah di Aula Lantai 3 Kantor DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Jumat (22/5/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Ketua Umum AMKI, Ir. Tundra Meliala, M.M., GRCE., CPCC dan dihadiri para pengurus kabupaten/kota se-Sumsel, pimpinan perusahaan media, pengelola media daring, media cetak, elektronik, hingga pegiat media sosial. Turut hadir Anggota DPR RI Komisi I Yuda Novanza Utama yang juga menjabat Ketua Dewan Pengawas AMKI Sumsel serta Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setda Sumsel, Kurniawan Abadi.

Dalam struktur kepengurusan yang dilantik, Dede Umar dipercaya menakhodai AMKI Sumsel sebagai ketua, didampingi Novas Riady sebagai sekretaris dan Rian Gumay sebagai bendahara.

Ketua Umum AMKI Pusat, Tundra Meliala, menyampaikan bahwa kehadiran AMKI menjadi momentum penting untuk memperkuat eksistensi media konvergensi di Indonesia, khususnya di Sumatera Selatan. Menurutnya, perkembangan teknologi informasi menuntut perusahaan media untuk terus beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa meninggalkan prinsip-prinsip jurnalistik yang profesional dan berintegritas.

“AMKI hadir untuk menjadi wadah bersama bagi insan media agar dapat tumbuh, berkembang, dan tetap profesional di tengah derasnya arus digitalisasi informasi,” ujar Tundra Meliala Wartonagoro saat memberikan sambutan.

Ia menegaskan media memiliki peran strategis dalam menjaga demokrasi, membangun edukasi publik, serta menjadi jembatan informasi antara masyarakat dan pemerintah. Karena itu, sinergi antarmedia dinilai penting untuk menjaga kualitas pemberitaan yang sehat dan berimbang.

“Pers harus tetap independen, kritis, namun juga mampu menjadi mitra strategis dalam pembangunan daerah dan nasional,” tegasnya.

Selain itu, Tundra berharap kepengurusan DPD AMKI Sumsel yang baru dilantik dapat menjaga soliditas organisasi, memperkuat kolaborasi antarpengelola media, serta menghadirkan inovasi dalam menghadapi tantangan industri media modern.

Sementara itu, Ketua AMKI Sumsel, Dede Umar, menegaskan AMKI hadir sebagai rumah besar bagi pemilik dan pengelola media lintas platform di tengah derasnya perkembangan teknologi informasi dan perubahan pola konsumsi media masyarakat.

“Asosiasi Media Konvergensi Indonesia ini menjadi wadah berkumpulnya pemilik dan pengelola media lintas platform, mulai dari media cetak, elektronik, online hingga media sosial yang kini berkembang sangat pesat,” ujar Dede Umar dalam sambutannya.

Menurutnya, tantangan dunia media saat ini semakin kompleks. Selain dituntut cepat dalam menyajikan informasi, media juga harus mampu menjaga profesionalisme, integritas, dan independensi di tengah arus informasi digital yang begitu deras.

“Perubahan teknologi sangat cepat, arus informasi semakin deras, sementara tuntutan profesionalisme terus meningkat. Semua itu harus dijawab dengan inovasi dan integritas,” katanya.

Dede Umar mengakui memimpin organisasi media bukan pekerjaan ringan. Namun, soliditas yang mulai terbangun di internal organisasi menjadi modal kuat untuk membawa AMKI berkembang dan memberi kontribusi nyata bagi dunia pers di Sumatera Selatan.

“Kami melihat semangat kebersamaan yang luar biasa dari rekan-rekan media. Kolaborasi mulai terbangun dan ini menjadi kekuatan penting agar organisasi dapat berjalan maksimal,” ungkapnya.

Ia juga menyebut antusiasme terhadap pelantikan AMKI Sumsel di luar perkiraan panitia. Bahkan banyak tokoh dan kolega media yang ingin hadir, namun terkendala keterbatasan kapasitas ruangan.

Selain memperkuat sinergi antarperusahaan media, AMKI Sumsel juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat kelembagaan media, serta menjaga fungsi kontrol sosial pers terhadap kebijakan publik.

“Kita perlu membangun kolaborasi yang sehat antara media dan pemerintah tanpa menghilangkan independensi pers. Media tetap harus menjadi pilar kontrol sosial yang profesional dan berpihak pada kepentingan publik,” tambah Dede Umar.

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Andie Dinialdie, menyampaikan ucapan selamat melalui sambungan telepon karena berhalangan hadir secara langsung.

“Atas nama pribadi dan lembaga DPRD Provinsi Sumatera Selatan, saya mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Jalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab, semangat, keberanian, dan komitmen untuk terus berkarya,” ujar Andie Dinialdie.

Ia berharap AMKI Sumsel mampu menjadi organisasi media yang solid, amanah, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat serta menjaga nilai-nilai persatuan dan kebersamaan di tengah kehidupan bermasyarakat.

Selain pelantikan pengurus, AMKI Sumsel juga melaunching program diskusi publik bertajuk “Kopi Senja” sebagai ruang dialog terbuka dalam menyikapi berbagai isu sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

Forum tersebut dirancang menjadi wadah kolaboratif yang mempertemukan para pemangku kebijakan, insan media, akademisi, hingga pegiat media sosial untuk menyumbangkan ide, gagasan, serta solusi konstruktif terhadap berbagai persoalan daerah.

Melalui “Kopi Senja”, AMKI Sumsel ingin menghadirkan budaya diskusi yang lebih terbuka, kritis, dan solutif, sehingga hasil pemikiran bersama dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah dan para pengambil kebijakan dalam merumuskan langkah strategis terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.

Program ini juga diharapkan mampu memperkuat sinergi antara media, pemerintah, dan masyarakat dalam menciptakan ruang informasi yang sehat, edukatif, serta mendorong lahirnya kebijakan yang berpihak pada kepentingan publik.(1c)

17 Mei 2026

Dua Remaja Pengendara Genio Korban Serempet Colt Bak di Jalan Setu Sedong, "diduga pelaku melarikan diri "

INDOMEDIANEWS  – Dua remaja perempuan pengendara motor Honda Genio mengalami luka-luka setelah diserempet mobil Colt Bak yang kemudian kabur di Jalan Setu Sedong, Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon, pada Minggu (17/5/2026) sore sekitar pukul 15.00 WIB.

Kecelakaan terjadi saat motor yang dikendarai korban melaju dari arah Sedong menuju Windujaya. Dari arah berlawanan, sebuah mobil Colt Bak yang melaju dari arah Windujaya menuju Sedong diduga menyenggol motor hingga kedua korban terjatuh ke badan jalan. Usai kejadian, pengemudi mobil langsung melarikan diri meninggalkan lokasi.

Kedua korban diketahui berinisial PBK (15), warga Desa Ciawiasih, Kecamatan Susukanlebak, yang mengendarai motor, dan NK (15), warga Desa Cipeujeuh Wetan, Kecamatan Lemahabang, yang dibonceng.

Beruntung, sejumlah ibu-ibu yang melintas langsung menghentikan kendaraan dan menolong korban. Keduanya segera dilarikan ke Puskesmas Sedong untuk mendapat penanganan medis.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan PBK dan NK mengalami luka lecet di bagian tangan dan kaki. Kondisinya tidak membahayakan nyawa, namun keduanya masih mendapat perawatan lanjutan.

Orangtua korban, Haris, mengutuk keras tindakan pengemudi dan para penumpang mobil yang dinilai tidak memiliki empati. 

“Anak-anak dibiarkan terjatuh setelah insiden serempetan, mereka langsung kabur lari dari tanggungjawab. Saya kira supir termasuk mereka yang ada di mobil sudah tidak memiliki hati nurani melihat kondisi anak-anak yang terjatuh dari motor dan dibiarkan begitu saja di jalan sepi,” kecamnya.

Haris menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian. Ia berharap pelaku segera ditemukan dan ditindak agar ada efek jera.

“Saya percayakan kejadian ini ditangani oleh pihak kepolisian untuk mengejar dan mengungkap pelaku. Jangan biarkan pelaku ini bebas berkeliaran di jalanan tanpa pertanggungjawaban,” tegasnya.

Kasus ini saat ini sedang dalam penanganan Polsek Sedong Polresta Cirebon. Polisi masih mengumpulkan keterangan saksi dan menelusuri identitas pengemudi serta kendaraan Colt Bak yang kabur dari lokasi (1c)

16 Mei 2026

Tokoh Pemuda Susukanlebak Soroti Judul "Pesta Babi" Tolak Pemutarannya di Saung Tani Ciawijapura

INDOMEDIANEWS – Rencana pemutaran film dokumenter "Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita" di Saung Tani Desa Ciawijapura, Kecamatan Susukanlebak mendapat penolakan dari tokoh pemuda Kecamatan Susukanlebak. Pemutaran film yang awalnya dijadwalkan berlangsung Sabtu, 16 Mei 2026 pukul 19.00 WIB tersebut berpotensi memicu beragam tafsir dan menimbulkan kegaduhan ditengah masyarakat.

Penolakan juga muncul karena kegiatan tersebut diketahui belum menempuh proses perizinan. Tokoh pemuda menilai penyelenggara mengabaikan prosedur administratif yang wajib dipenuhi untuk kegiatan yang mengumpulkan massa di ruang publik.

Berdasarkan pemberitahuan yang beredar, acara nonton bareng ini diselenggarakan dengan sistem tiket donasi sukarela. Panitia mencantumkan bahwa seluruh donasi yang terkumpul akan disalurkan langsung untuk membantu masyarakat di Papua. Peserta juga diminta hadir lebih awal, menjaga ketertiban, menjaga kebersihan, dan mengisi formulir pendaftaran melalui Gform http://bit.ly/NobarPestaB2.

Film dokumenter yang diproduksi oleh kolaborasi WatchDoc, http://Jubi.id, Pusaka, dan Ekspresi Indonesia Baru ini berisi kritik terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua Selatan yang dianggap mengganggu kelestarian alam, hak ulayat masyarakat Papua, dan lingkungan hidup.

Tokoh pemuda Kecamatan Susukanlebak, Haris, mengatakan bahwa kritik terhadap kebijakan pemerintah memang wajar. Namun ia menilai ada narasi dan diksi judul yang sangat sensitif berpotensi menimbulkan kegaduhan.

“Saya menganggap kritik semacam itu wajar saja, namun perlu digaris bawahi terdapat narasi provokatif yang tidak baik buat daerah kami yang kondusif. Judul film dokumenter juga terkesan kontroversial. 'Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita' tampak bersifat provokatif,“ ujar Haris, Sabtu sore.

Haris juga menyoroti penggunaan istilah 'Pesta Babi' yang dinilai dapat menimbulkan beragam tafsir di tengah masyarakat. Ia mendorong pembuat film berkewajiban memberi penjelasan terbuka terkait makna judul tersebut.

“Istilah 'Pesta Babi' memang potensial memunculkan aneka tafsir. Karena itu, akan lebih baik jika penulis skenario, sutradara, dan produser juga menjelaskan makna dari kata-kata tersebut,“ katanya.

Menurutnya, keterbukaan tidak hanya dituntut dari pemerintah, tetapi juga dari kalangan seniman dan pembuat karya seni. Judul film dinilai berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan memancing reaksi negatif masyarakat karena menyentuh isu SARA.

“Kalau Pemerintah sering dituntut untuk terbuka, maka saatnya juga seniman, penulis skenario film, dan produser bersikap terbuka pula serta bersedia memberikan penjelasan. Pemerintah tidak bisa diam dengan berlindung di balik otoritas dan kekuasaan, dan pada saat yang sama seniman juga tidak bisa diam dan berlindung di balik kebebasan berekspresi,“ tegas Haris.

Ia menambahkan, wilayah Susukanlebak lebih baik memilih kegiatan yang memperkuat persatuan dan ekonomi warga, ketimbang nobar film yang berpotensi menimbulkan gesekan dan kegaduhan bahkan dapat menimbulkan kesalahpahaman di akar rumput.

“Kami terbuka kalau ada forum diskusi yang seimbang, menghadirkan narasumber dari pemerintah dan kalau bisa hadirkan juga perwakilan masyarakat Papua. Bukan nonton bareng satu arah yang narasinya sudah ditentukan,“ lanjutnya.

Pelantikan AMKI Indramayu Jadi Momentum Perkuat Ekosistem Informasi di Era Digital

INDOMEDIANEWS -Kepengurusan Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Kabupaten Indramayu periode 2026–2029 resmi dilantik di Aula Pendopo Kabupaten Indramayu, Jalan Mayjen Sutoyo, Jumat (15/05/2026).

Pelantikan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara insan pers dan Pemerintah Kabupaten Indramayu di tengah perkembangan era digital dan arus informasi yang semakin cepat.

Acara berlangsung khidmat dan dihadiri langsung oleh Bupati Lucky Hakim, unsur Forkopimda, para kepala perangkat daerah, tokoh masyarakat, serta insan pers dari berbagai media di Indramayu.

Prosesi pelantikan dipimpin oleh Ketua Umum DPP Asosiasi Media Konvergensi Indonesia Pusat, Tundra Meliala, didampingi Ketua AMKI Jawa Barat, Catur Azi.

Dalam sambutannya, Bupati Lucky Hakim menyampaikan apresiasi atas hadirnya AMKI sebagai organisasi media yang diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat secara cepat, akurat, dan berimbang.

“Pemerintah Kabupaten Indramayu menyambut baik kehadiran AMKI. Di era digital ini, kami membutuhkan mitra media yang mampu menyajikan informasi cepat namun tetap akurat. Saya berharap AMKI menjadi jembatan komunikasi positif antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus menjadi kontrol sosial yang konstruktif demi kemajuan daerah,” ujar Lucky Hakim.

Ia juga menekankan pentingnya peran media dalam menangkal penyebaran informasi hoaks yang dapat memecah persatuan masyarakat.

“AMKI harus hadir sebagai pemberi pencerahan. Mari kita bangun Indramayu dengan narasi yang edukatif, optimis, dan terbebas dari hoaks,” tambahnya.

Sementara itu, Dewan Penasihat AMKI Indramayu, Adun Sastra, mengingatkan seluruh insan pers agar senantiasa menjunjung tinggi etika jurnalistik dan kepatuhan terhadap hukum dalam menjalankan profesi.

“Pelantikan ini adalah awal dari tanggung jawab besar. Jangan hanya mengejar kecepatan, tetapi utamakan kebenaran fakta agar produk pers menjadi rujukan informasi yang sehat bagi masyarakat,” tegasnya.

Ketua Umum AMKI Pusat, Tundra Meliala, turut mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Indramayu terhadap perkembangan organisasi media di daerah. Ia berharap pengurus yang baru dilantik mampu menjaga soliditas organisasi dan meningkatkan profesionalisme insan pers.

Hal senada disampaikan Ketua AMKI Jawa Barat, Catur Azi, yang berharap AMKI dapat menjadi wadah pemersatu media sekaligus menjaga iklim demokrasi dan kebebasan pers yang sehat.

Di sisi lain, Ketua AMKI Kabupaten Indramayu terlantik, Andry Prayitna, menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia jurnalis serta memperkuat adaptasi teknologi media.

“Kami fokus pada penguatan internal organisasi dan peningkatan kualitas SDM jurnalis. Sinergi dengan pemerintah daerah serta seluruh elemen masyarakat akan terus kami bangun demi menghadirkan informasi yang berkualitas dan bermanfaat,” ungkapnya.

Pelantikan tersebut diakhiri dengan doa bersama dan sesi foto seluruh pengurus serta tamu undangan, dengan harapan AMKI Indramayu mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga integritas pers dan mengawal pembangunan daerah secara kritis, profesional, dan bertanggung jawab (1c)

13 Mei 2026

Hidup dibawah garis kemiskinan " Masuk Desil 6 " dimana keadilan ?

INDOMEDIANEWS -Seorang warga lanjut usia di Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, ditemukan tinggal di rumah tanpa Water Closet,( WC ) dan listrik.

Yang jadi sorotan, data kemiskinan menempatkannya di desil 6, padahal ia mengaku tidak memiliki penghasilan tetap.

Susilo, 65 tahun, diketahui bekerja sebagai pemulung rongsok. Ia tinggal sendirian di rumah berukuran sekitar 5 m² di wilayah RW 05 Penyuken. Kondisi tempat tinggalnya tidak memiliki sanitasi dasar dan akses listrik.

Berdasarkan informasi yang beredar, Susilo tercatat masuk ke dalam desil 6 pada data terpadu kesejahteraan sosial. 

Desil 6 biasanya masuk kategori kelompok menengah bawah, jauh dari kriteria miskin ekstrem yang biasanya tidak memiliki pendapatan dan fasilitas dasar.

“Saya sendiri bingung. Dia nggak punya anak, istri juga nggak ada, penghasilan cuma dari ngumpulin rongsok. Tapi kok bisa masuk desil 6,” ujar seorang warga yang mengetahui kondisinya, Selasa, 12/05/2026.

Ketidaksesuaian data ini memunculkan pertanyaan soal akurasi pendataan di lapangan. Jika tidak diperbaiki, warga yang seharusnya mendapat bantuan sosial bisa saja terlewat karena dianggap mampu.

Hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi resmi dari pihak kelurahan maupun Dinas Sosial Kota Cirebon terkait status data Susilo. 

Kasus seperti ini bukan pertama kali terjadi. Pakar data sosial menyebut, kesalahan klasifikasi sering muncul akibat pendataan yang mengandalkan aset fisik rumah tanpa memverifikasi sumber pendapatan dan kondisi aktual penghuni.

Pemerintah Kota Cirebon biasanya melakukan pemutakhiran data DTSEN secara berkala. Warga atau pendamping sosial bisa mengajukan sanggahan data melalui kelurahan setempat jika ditemukan ketidaksesuaian seperti kasus Susilo.