28 Mar 2026

Alumnus MAN Bunpes angkatan 82 gelar halal bihalal di Ponpes Al-Ishlah 2

INDOMEDIANEWS -Halal bihalal sekaligus silaturahmi dilaksanakan Alumnus MAN Buntet Pesantren, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon angkatan 82 bertempat di pendopo Ponpes Al-Ishlah 2 Buntet Pesantren, pada Sabtu, 28/03/2026.

Dalam keterangan yang disampaikan Pimpinan Ponpes Al-Ishlah 2, KH.Soleh Zuhdi yang akrab disapa Gus Sohzu, menuturkan, bahwa acara Halal Bihalal sekaligus silaturahmi Alumnus MAN Buntet Pesantren angkatan 82 merupakan ajang terbaik sebagai upaya untuk mempererat tali persaudaraan antar alumnus.

"Alkhamdulillah, hari ini Alumnus MAN Buntet Pesantren angkatan 82 dapat berkumpul bersama di Ponpes Al-Ishlah 2 dalam rangka halal bihalal dan silaturahmi sekaligus bertepatan dengan Syawalan atau Hari Raya Ketupat" tuturnya.

Lebih lanjut Gus Sohzu menuturkan, selain bersilaturahmi, acarapun diisi dengan berbagai kegiatan 

"Selain halal bihalal dan Silaturahmi, acarapun diisi dengan berbagai kegiatan, dari mulai dengan tahlil dan Do'a arwah untuk para Guru dan para Alumnus yang telah berpulang keharibaan Allah SWT, acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan saling bertukar pengalaman" jelasnya.

Acara yang dilaksanakan dengan penuh kesederhanaan namun bermakna tersebut menjadi salah satu agenda tahunan yang rutin dilaksanakan di Ponpes Al-Ishlah 2 Buntet.

"Acara tersebut rutin kami laksanakan dalam setiap tahunnya, bukan hanya sebatas bersilaturahmi atau bertukar cerita, namun intinya adalah mendoakan para Guru, para Alumnus dan para Ulama, juga Orang tua  yang telah berpulang ke Rahmatullah, yang terpenting lagi adalah kita sebagai generasi penerus harus senantiasa mentauladani prilaku dan sepak terjang para tokoh ulama terdahulu, hadirnya kita saat ini karena adanya peran dan jasa para sesepuh kita, jadi sudah sepatutnya kita jangan sampai melupakan sejarah, semoga melalui ajang silaturahmi dan halal bihalal ini, persaudaraan akan semakin terjalin kokoh dan semakin memperkuat ukuwah Islamiyah, InsyaAllah lewat acara yang digelar di Ponpes Al-Ishlah ini akan membawa berkah dan kebaikan bagi semua lapisan, hususnya para Alumni MAN Bunpes angkatan 82 juga seluruh keluarga dan kerabat " pungkasnya.(1c)

26 Mar 2026

Wakil Rakyat Dinilai Mandul dan Abai, ASPECS Soroti Jalan Rusak Halimpu – Wangkelang

INDOMEDIANEWS - Aliansi Peduli Cirebon Selatan (ASPECS) melontarkan kritik keras terhadap kondisi jalan ruas Halimpu–Wangkelang, tepatnya di Desa Durajaya atau perbatasan wilayah Kecamatan Beber dan Kecamatan Greged. Hingga saat ini, jalan tersebut dibiarkan rusak parah tanpa penanganan serius, meskipun sudah lama dikeluhkan masyarakat.

Korlap ASPECS, Yogi menegaskan, kondisi jalan yang penuh lubang, bergelombang, dan rawan kecelakaan menjadi bukti nyata lemahnya perhatian pemerintah daerah terhadap infrastruktur dasar. ASPECS menilai, pembiaran ini bukan sekadar kelalaian, tetapi bentuk kegagalan nyata dalam menjalankan tanggung jawab kepada rakyat.

“Ini bukan lagi soal jalan rusak biasa, ini soal keselamatan warga yang dipertaruhkan setiap hari. Negara seolah absen, dan wakil rakyat justru diam tanpa tindakan,” tuturnya

ASPECS juga secara terbuka menyoroti sejumlah nama wakil rakyat seperti  yang merupakan Anggota DPRD Kabupaten Cirebon Dapil 7 dinilai tidak menunjukkan kontribusi sama sekali dalam memperjuangkan perbaikan jalan tersebut.

Menurutnya, para wakil rakyat tersebut gagal menjalankan fungsi pengawasan dan penyerapan aspirasi masyarakat. Mereka dianggap hanya hadir saat momentum politik, namun menghilang ketika masyarakat membutuhkan kehadiran dan perjuangan nyata.

“Jangan hanya pandai berjanji saat kampanye. Ketika rakyat menghadapi jalan rusak yang membahayakan nyawa, ke mana mereka? Ini bentuk pengkhianatan terhadap amanah rakyat,” imbuhnya.

Selain mengkritik wakil rakyat, ASPECS juga mendesak Pemerintah Kabupaten Cirebon untuk segera mengambil langkah konkret dan tidak lagi menunda perbaikan. Jika dibiarkan berlarut-larut, kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan korban jiwa yang lebih banyak.

Yogi menegaskan ASPECS akan terus mengawal persoalan ini hingga ada tindakan nyata. Bahkan, tidak menutup kemungkinan akan melakukan aksi turun ke jalan dan pelaporan resmi jika tidak ada respon dari pihak terkait.

“Jika tidak ada langkah cepat, kami siap turun aksi. Ini bukan kepentingan kelompok, ini menyangkut hak dasar masyarakat,” pungkasnya. (1c)

24 Mar 2026

Program MBG " siapa yang meraup keuntungan ? "


Penulis :R.Agus Syaefuddin

Keuntungan mengelola program MBG menjadi ajang perbincangan yang hanya mampu untuk sekedar dijadikan bahan perbincangan.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah masih terus menuai pro dan kontra di masyarakat. Program yang di awal memerlukan pendanaan 71 triliun rupiah dinilai berpotensi memangkas anggaran dari sektor-sektor lain. Kondisi ini mengkhawatir banyak pihak karena disinyalir secara pembiayaan akan terus membengkak, dan beberapa sektor penting akan terdampak akibat pemangkasan anggaran, seperti sektor pendidikan dan kesehatan.

program MBG menghadapi tantangan besar terutama dalam aspek distribusi dan pengadaan bahan makanan. program berskala nasional ini beresiko mengalami pemborosan karena sifatnya yang universal, di mana anak-anak dari keluarga mampu juga menerima manfaatnya meskipun sebenarnya tidak membutuhkan. 

untuk mendukung keberhasilan program ini perlu kiranya pemerintah belajar dari negara lain yang telah menjalan program yang sama. Seperti program pemberian makan gratis bagi anak sekolah yang dilaksanakan oleh Amerika Serikat. Di AS, disebutnya, program pemberian makan gratis sebagai bagian dari kebijakan nasional dengan skema Farm to Table, dan program ini didanai oleh Sustainable Agriculture Research and Education (SARE) dan melibatkan petani, peternak, pendidik, serta komunitas-komunitas di Amerika Serikat. Program ini bertujuan untuk mengembangkan sistem distribusi yang lebih inovatif, memberikan akses terhadap makanan lokal yang bergizi kepada anak sekolah, serta membantu meningkatkan kesejahteraan ekonomi daerah sehingga ongkos logistik lebih murah dan kesejahteraan masyarakat menjadi lebih terjamin,

untuk menjamin keberhasilan program semacam ini tentu menuntut pengelolaan yang baik agar tidak merugikan petani kecil dan pebisnis lokal. Jika program ini terlalu sentralistik, hanya vendor besar yang akan mendapatkan keuntungan, sementara petani kecil dan UMKM lokal akan tersingkir. Agar lebih efektif, pemerintah harus memprioritaskan daerah dan sekolah dengan tingkat food insecurity tertinggi. Dengan anggaran yang terbatas, program ini sebaiknya difokuskan pada anak-anak dari keluarga kurang mampu terlebih dahulu. program MBG dapat saja memberikan manfaat signifikan asal dilaksanakan sesuai tepat sasaran seperti fokus pada kelompok rentan.

Untuk memastikan efektivitas anggaran adalah dengan melibatkan audit independen, dan masyarakat dalam pengawasan. Oleh karena itu pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran yang terkait program ini. 

Sebagai bentuk efisiensi pemerintah sesungguhnya dapat menggunakan skala prioritas anggaran yang lebih baik. Alternatif pendanaan mencakup peningkatan efisiensi belanja pemerintah dengan pemangkasan anggaran sebaiknya dilakukan secara hati-hati agar tidak merugikan sektor penting. Apabila harus melakukan efisiensi, pemangkasan dapat diberlakukan pada belanja birokrasi, perjalanan dinas, pajak progresif untuk kelompok kaya, dan proyek infrastruktur yang tidak mendesak.

Kendati demikian,  program MBG berpotensi meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui perbaikan gizi dan kesehatan anak. Data Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics 2023 melaporkan bahwa anak-anak yang menerima makanan gratis berpeluang lebih tinggi memiliki ketahanan pangan dan kesehatan yang lebih baik. 

Sayangnya, dari sekian lama perjalanan hadirnya MBG, tidak sedikit persoalan bermunculan, dari mulai banyaknya siswa yang keracunan sampai ditemukannya banyak menu MBG yang dirasa sangat tidak sesuai.

Yang lebih miris lagi, banyak dugaan timbul, hadirnya MBG menjadi ladang bisnis yang sangat menguntungkan bagi pengusaha kelas atas, betapa tidak, dari informasi yang didapat, untuk hanya sekedar konfensasi saja , pemilik atau pengelola MBG akan mendapat kucuran dana per harinya sebesar Rp.6.000.000 itu belum termasuk biaya operasional ditambah keuntungan lainnya yang didapat dari potongan menu yang tidak semestinya.

Bahkan yang tidak kalah mencrnangkan, Pemerintah menjelaskan, bahwa berhentinya program MBG selama beberapa hari menjelang hingga sesudah lebaran idul Fitri, bisa menghemat anggaran sebesar 5 Triliun.

Lantas pertanyaannya, patutkah MBG ini tetap dipertahankan dengan jumlah anggaran yang super besar dan menguntungkan sekelompok orang saja, atau lebih bijak untuk dihentikan.

23 Mar 2026

Wisata Cikuya terkendala infrastruktur yang kurang menunjang

INDOMEDIANEWS - Ribuan pengunjung mendatangi wisata edukasi Cikuya yang berada di Desa Belawa, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon.
Wisata Cikuya merupakan salah satu wisata kebanggaan yang ada di kabupaten Cirebon bagian Timur.
Selama hari pertama hingga hari ketiga Lebaran, ada sekitar kurang lebih 1300 pengunjung mendatangi obyek wisata Cikuya yang identik dengan keberadaan Kura-kura langka jenis labi-labi.
Menurut keterangan Pengelola Obyek wisata Observasi Cikuya, Eman Suherman, menuturkan, untuk lebaran tahun ini ada peningkatan jumlah pengunjung ketimbang lebaran tahun 2025.

"Alkhamdulillah, jumlah pengunjung yang datang ke wisata Cikuya lebih meningkat jika dibandingkan tahun 2025, salah satu penyebabnya adalah selain saat ini fasilitas wisata yang semakin bertambah, faktor penyebab lainnya adalah curah hujan yang tidak terlalu tinggi jika dibandingkan tahun 2025" tuturnya, Senin,23/03/2026.

Lebih lanjut Pria yang akrab disapa Eman ini menjelaskan, bahwa ada satu hal yang membuat dirinya bangga adalah sedikitnya mampu meningkatkan keberadaan UMKM.

"Saat ini, ada sekitar 50 UMKM yang membuka lapak jualannya di area wisata Cikuya, hal ini tentunya mampu meningkatkan taraf perekonomian para pedagang kecil dan menengah, harapan kami selain bisa meningkatkan taraf perekonomian, pengunjungpun akan semakin tertarik untuk menikmati suasana wisata Cikuya, yang tidak saja menghadirkan suasana yang sejuk, namun fasilitas yang ada pun bisa semakin memanjakan para pengunjung, dari mulai sarana bermain anak, taman bacaan hingga disediakannya Grai cendra mata hasil karya Masyarakat Belawa itu sendiri, hanya saja satu hal yang masih menjadi kendala hingga saat ini adalah masih minimnya sarana penunjang lainnya, salah satunya adalah akses jalan menuju Wisata Belawa masih sangat jauh dari kata layak, akan lebih ideal jika jalan menuju Belawa, dari arah pintu masuk Desa Cipeujeh yang merupakan aspek utama menuju wisata Belawa kondisinya layak, dengan kondisi jalan yang baik, tentunya akan menarik banyak pihak berwisata di Obyek Cikuya, karena selain menikmati sarana wisata, pengunjungpun harus merasa nyaman dalam berkendara, hal ini lah yang sangat kami harapkan, agar Pemerintah Daerah maupun pusat memperhatikan kondisi infrastruktur jalan yang ada di Desa Belawa, hususnya sebagai jalan penunjang menuju wisata observasi Cikuya" pungkasnya.(1c)

22 Mar 2026

Halal Bihalal Keluarga Besar Bani Mansyur " aja kepaten obor "

INDOMEDIANEWS -Keluarga besar Bani Mansyur menggelar Halal bihalal di Pondok Pesantren Zawiya Tijaniya Pondok Pesantren Buntet, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon.
Ponpes yang dipimpin KH. Ahmad Syauqi Mpd dihadiri cucu, buyut cangga wareng dan seluruh keluarga besar Bani Mansyur yang berada di Cirebon, Benda, Kuningan, Karawang, Bandung, Tegal, Brebes , Subang dan Jakarta.
Dalam keterangan yang disampaikan Ketua Forum silaturahmi Bani Mbah Mansyur, KH. Soleh Zuhdi yang lebih dikenal dengan panggilan Gus Sozu, menuturkan pentingnya acara yang digelar Keluarga Bani Mansyur tersebut.

"Halal bihalal sekaligus silaturahmi yang diadakan oleh keluarga besar Bani Mansyur merupakan salah satu upaya untuk mempererat dan memperkokoh persaudaraan juga kekeluargaan, sekaligus untuk mengingat sosok KH Mansyur yang senantiasa harus kita tauladani" tuturnya, Minggu, 22/03/2026.

Lebih lanjut Kiai Karismatik yang dekat dengan berbagai kalangan ini menuturkan betapa besarnya peran KH. Mansyur dalam menegakan ukuwah Islamiyah.

"Beliau merupakan sosok ulama yang sangat kuat dalam berdakwah dan ngeladeni umat, bahkan 90 persen dari keturunannya menjadi Kiai Ajengan, Ustadz, ustadzah,Nyai bahkan pengusaha yang tetap berhidmah dalam ilmu Agama yang tersebar di seluruh Nusantara, hususnya Jawa-barat, Jawa-tengah, Jawa-timur, Kalimantan, Lampung dan Sumatra, dengan dilaksanakannya acara Halal bihalal ini jangan sampai kita sebagai keluarga kehilangan sejarah ( kepaten obor - red ) yang terpenting lagi adalah kita sebagai penerus harus senantiasa menjaga panji-panji Islam dan terus berupaya memperkokoh ukiwah Islamiah dengan tetap mematri rasa kecintaan kita terhadap Islam melalui cara mematuhi segala aturan Allah dan menjauhi segala larangannya, InsayaAllah, melalui ajang halal bihalal dan silaturahmi ini, persaudaraan dan kekeluargaan Bani Mansyur tetap terjaga dan lestari ditengah perkembangan dan kemajuan jaman yang kian menuntut kita untuk lebih meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT " pungkas Gus Sohzu.(1c)

17 Mar 2026

UBHI Kampus Cirebon gelar MMD Belawa "pemaparan dan penyuluhan"

INDOMEDIANEWS- Pemerintah Desa Belawa, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, bersama.UBHI ( Unit Bakti Husada Indonesia) Kampus Cirebon,  melaksanakan kegiatan MMD ( Musyawarah Masyarakat Desa ) di Aula Kantor desa setempat, Selasa, 17/03/2026.

Acara tersebut diisi dengan penyuluhan dan pemaparan hasil obserpasi yang dilakukan para peserta dari UBHI Kampus Cirebon selama berada di Desa Belawa.

Sekretaris Desa Belawa, Sukarsa, menuturkan bahwa acara tersebut merupakan pemaparan dari hasil obserpasi UBHI.

"Hasil obserpasi UBHI Kampus Cirebon dipapaparkan dihadapan Masyarakat yang bertujuan agar diketahui, apa saja penyakit yang rawan dan bagaimana cara untuk penanganan awalnya" tuturnya.

Selain itu, dengan diadakannya MMD tersebut diharapkan kesadaran Masyarakat terhadap pola hidup sehat semakin meningkat.

"Disamping pemaparan dan penyuluhan, yang terpenting lagi adalah bagaimana caranya Masyarakat kita semakin memahami tentang hidup sehat dan menjaga lingkungan agar selalu bersih hingga berdampak pada kehidupan yang lebih sehat dan asri" pungkasnya.

Sementara itu, Kuwu Belawa, Deni Kusuma, mengharapkan dengan adanya berbagai kegiatan, baik berupa penyuluhan maupun pemaparan yang bertujuan untuk kesejahteraan Masyarakat , bisa meningkatkan tata kelola dan kesejahteraan Masyarakat Belawa secara menyeluruh.

"Pada prinsipnya, kami pihak Pemerintah Desa akan mendukung secara penuh apapun bentuk program atau gagasan maupun kerjasama dengan berbagai pihak, selagi tujuannya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuranasyarakat kami, termasuk salah satunya adalah acara hari ini yang melibatkan UBHI , dimana menurut hemat kami acara ini sangat penting agar Masyarakat semakin memahami apa saja dan bagaimana cara kita dalam menyelesaikan jika terjadi persoalan, hususnya dalam hal kesehatan"jelasnya.(1c)