Ponsel tersebut diperuntukan bagi Warga yang tidak atau belum memiliki HP.
Akankah pembagian HP tersebut berdampak positif dan tepat sasaran sesuai fakta yang ada.
Paparan diatas merupakan pertanyaan yang selalu hadir disaat ada wacana yang bertujuan untuk kepentingan Rakyat, walaupun terkadang tujuan mulia tersebut tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.
Ada pertanyaan yang penuh tanya, seperti apakah mereka yang menerima ponsel tersebut benar-benar tidak memiliki HP, dan bagaimana kita mengetahuinya jika memang warga atau Rakyat tersebut tidak memiliki HP.
Pertanyaan tersebut sangat simpel, namun apakah jawabannya pun akan sesumpel pertanyaan tersebut.
Penulis hanya berfikir, apakah program tersebut benar-benar bermanfaat dan berguna bagi Rakyat yang menerima program tersebut, atau bahkan akan menimbulkan persoalan yang berujung pada tumbuhnya pelaku korup karena adanya program tersebut.
Semisal, HP merek apa yang akan diterima Rakyat, bagaimana cara mendapatkannya dan berapa sebenarnya harga HP yang diterima Rakyat.
Alangkah lebih baik dan bermanfaat secara nyata, jika program HP gratis tersebut ditunda atau ditiadakan, dan dialihkan secara penuh untuk peningkatan pendidikan dan kesehatan gratis bagi seluruh Rakyat Indonesia.
Bagi sebagian kalangan mungkin biaya pendidikan saat ini sudah termasuk murah, termasuk biaya pengobatan atau kesehatan.
Namun perlu kita sadari, nasih banyak kalangan bawah yang menjerit karena mahalnya biaya pendidikan dan kesulitan berobat disebabkan terbelokirnya BPJS atau bahkan tidak memiliki BPJS.
Alangkah bijaksana jika seluruh Anak Bangsa mengamalkan butir-butir Pancasila, dari mulai sila pertama sampai sila ke lima.
1.Ketuhanan yang Maha Esa.
2.Kemanusiaan yang adil dan beradab.
3.Persatuan Indonesia
4.Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksaan dalam permusyawaratan perwakilan.
5.Keadilan Sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia.
Jika kelima sila tersebut kita ejawantahkan dan dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari, maka seluruh Rakyat Indonesia akan hidup dengan penuh kesejahteraan, tidak ada lagi saling berlomba untuk meraup keuntungan yang mengatasnamakan Rakyat, dan tidak ada lagi istilah demi kepentingan Rakyat.
Semoga Rakyat akan tetap menjadi Rakyat dan tidak cukup hanya sebagai Rakyat yang nasibnya ditentukan oleh para wakilnya.
Catatan pendek ini berisi untaian kata yang apa adanya, datar dan mudah dimengerti.
Kepandaian dalam merangkai kata dan barisan hurup-hurup yang indah tidak akan ada artinya, jika Rakyat tidak mengerti dan bahkan dibuat tidak untuk dimengerti oleh Rakyat .