16 Jul 2026

KKN Mahasiswa UIN Syekh Nurjati di Desa Mertapadawetan " Budayakan tradisi membaca"

INDOMEDIANEWS -Pembukaan acara KKN Mahasiswa UIN ( Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati ) Cirebon mengadakan KKN di Desa Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon.
Sebanyak 15 Mahasiswa dari berbagai disiplin keilmuan atau jurusan melaksanakan kegiatan KKN dari mulai tanggal 13 Juli sampai tanggal 21 Agustus 2026.
Acara penerimaan Mahasiswa yang akan melaksanakan KKN di Desa Mertapadawetan tersebut dilaksanakan di Aula Desa setempat yang dihadiri langsung oleh Kuwu Mertapadawetan, H.Moh.Munif.AR.
Dengan adanya KKN Mahasiswa UIN Syekh Nurjati tersebut diharapkan mampu memberikan pelajaran atau pengetahuan bagi Masyarakat sekitar, hususnya dalam hal penguatan literasi.
Dalam keterangannya, Kuwu Munif menuturkan, bahwa keberadaan Mahasiswa yang melaksanakan KKN sangat bermanfaat bagi pengembangan dan pengetahuan Masyarakat.

"Peran Mahasiswa sangatlah berpengaruh pada perkembangan Bangsa, baik itu dalam segi pengetahuan secara umum maupun hal lainnya, oleh karenanya, kami menyambut baik kehadiran para Mahasiswa yang melaksanakan KKN di Desa Mertapada, semoga dengan kegiatan para adik-adik Mahasiswa ini akan membawa hal positif terhadap pemikiran maupun prilaku masyarakat sekitar " tuturnya, Kamis, 16/07/2026.

Lebih lanjut Munif menjelaskan, generasi muda saat ini memerlukan adanya pemahaman yang lebih, terutama dalam membudayakan atau membiasakan membaca, karena dengan membaca maka jendela ilmu dan wawasan akan terbuka lebar.

"Dalam Islam pun ada salah satu surat yang berisi Bacalah, maka dengan membaca tentunya akan berdampak baik bagi pengetahuan dan masa depan kehidupan, intinya, kami dari pemerintahan desa menyambut baik kehadiran adik-adik Mahasiswa yang melaksanakan KKN di mertapadawetan, semoga ilmu yang diperoleh selama melaksanakan KKN akan bermanfaat dikemudian hari, yang terpenting lagi, Ilmu yang telah didapat bisa dipergunakan sebaik mungkin untuk kehidupan pribadi, keluarga, Masyarakat dan Bangsa Indonesia" pungkasnya.(1c)

Camat Lemahabang dukung penuh pelatihan kaum difabel

INDOMEDIANEWS - Sebanyak 16 disabilitas wilayah Kecamatan Lemahabang Kabupaten Cirebon, mendapatkan pelatihan dari Disnakertrans kabupaten.

Pelatihan bagi para disabilitas tersebut, berupa cara memasak makanan maupun penyajian minuman bagi konsumen. Kegiatan yang berlangsung di halaman kantor camat setempat, dalam kegiatan tersebut,  para disabilitas sangat antusias mengikuti kegiatan hingga selesainya acara.

Dalam penuturannya, Camat Lemahabang, Yuyun Kusumawati mengtakan, pelatihan bagi para disabilitas ini sebagai upaya memberikan pembekalan untuk pengelolaan tempat usaha bagi kaum disabilitas. 

"Sebanyak 16 orang yang mengikuti pelatihan, tentunya diharapkan dengan telah mengikuti pelatihan akan menjadi bekal dan penambah pengetahuan untuk meniti kehidupan kedepannya" tuturnya, Kamis, 16/07/2026.

Lebih lanjut Yuyun menjelaskan, disabilitas yang memiliki potensi dalam membuka usaha seperti kedai atau warung, membutuhkan bimbingan dan pelatihan, agar lebih maksimal untuk memajukan usaha yang digelutinya. 

"Setelah koordinasi dan komunikasi dengan Disnakertrans, Alhamdulillah mendapat sambutan dan dukungan yang sangat baik, hingga acara tersebut bisa terealisasi" jelasnya 

Masih dikatakan Yuyun, difabel dari beberapa desa di kecamatan ini diberi kesempatan untuk berkreasi,  salah satunya membangun tempat usaha. Karena dengan pengetahuan yang dimiliki, besar kemungkinan menjadi wirausaha yang handal. 

"Direncanakan, kami akan bekerjasama dengan beberapa pihak lain untuk pemasaran. Salah satunya, pelatihan yang nantinya penyediaan makanan ketika ada kegiatan di wilayah ini, tentunya akan menambah pemasukan bagi saudara difabel kita " jelasnya.

Dirinya mengharapkan, dukungan seluruh pihak untuk memberi ruang pada para disabilitas. Mengingat, tidak sedikit yang memiliki kemampuan untuk berwirausaha. 

"Semoga dengan adanya pelatihan ini, para disabilitas mampu berkiprah di berbagai sektor, yang terpenting adalah adanya dukungan penuh dari seluruh pihak" pungkasnya. (1c)

Antisipasi Banjir "Pemerintah Desa Mertapadawetan dan PUPR Lakukan pengerukan sungai "

INDOMEDIANEWS -Dinas PUPR Kabupaten Cirebon dan Pemerintah Desa Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon melaksanakan kegiatan Normalisasi sungai saluran induk ciwado BWD 6 ke 9 sepanjang kurang lebih 800 meter.
Normalisasi tersebut sebagai salah satu upaya penanggulangan banjir sekaligus pengangkutan dan pembersihan sampah yang menumpuk di hampir sepanjang aliran sungai tersebut.
Ditemui dilokasi normalisasi yang melibatkan satu unit mesin pengeruk ( Beko ) Kuwu Mertapadawetan, H.Moh.Munif.AR menuturkan perlunya dilakukan pengerukan sebagai salah satu upaya untuk meminimalisir terjadinya banjir disaat musim penghujan.

"Pengerukan atau normalisasi sungai yang dipenuhi tanaman air dan sampah tersebut memang harus dilakukan agar disaat musim penghujan tiba, aliran air tidak terhambat , juga mengurangi aroma tidak sedap akibat banyaknya tumpukan sampah" tuturnya, Sabtu, 11/06/2026.

Lebih lanjut dirinya menuturkan, terealisasinya program normalisasi tersebut dikarenakan sebelumnya pihak desa mengajukan proposal kepada pihak PUPR Kabupaten Cirebon agar sungai yang selama ini dipenuhi tumbuhan air dan sampah bisa segera diangkut dan dibersihkan.

"Beberapa waktu lalu kami dari Pemerintahan desa mengajukan permohonan kepada pihak PUPR untuk melakukan pengerukan sungai sepanjang hampir 800 meter, Alkhamdulillah, permohonan kami dapat terealisasi hingga saat ini Normalisasi dapat dilaksanakan, selain dari itu, kami pun mengucapkan terimakasih kepada Anggota DPRD Fraksi Golkar, Ibu Diah, yang turut mendorong dan merespon keinginan kami agar sungai yang berada di Desa Mertapadawetan dapat terlihat bersih dan nyaman, selain tentunya membuat pemandangan semakin enak, tentunya yang tidak kalah pentingnya adalah terciptanya sungai yang bersih dan bebas dari aroma tidak sedap, hingga berdampak pada peningkatan kesehatan warga" jelasnya.

Munif pun berharap, setelah dilakukannya pembersihan dan pengerukan , tidak ada lagi Masyarakat yang membuang sampah disepanjang aliran sungai atau tempat yang bukan seharusnya untuk membuang sampah.

"Kami terus berupaya untuk menanggulangi persoalan sampah, namun sehebat apapun kami mengelola atau melakukan pembersihan sampah, tidak akan berdampak jika masyarakatnya masih membuang sampah sembarangan, oleh karenanya kami meminta kerjasamanya dari semua pihak, agar turut bersama-sama menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan, hususnya untuk brrsama-sama menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya" pungkas Munif.(1c)

14 Jul 2026

Musdes Penetapan Bakal Calon Kuwu PAW Desa Kendal " Utamakan Kondusifitas "

INDOMEDIANEWS - Masyarakat Desa Kendal, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, bersiap menyambut pelaksanaan Pemilihan Kuwu Antar waktu (PAW) yang akan digelar pada tanggal 19 Juli 2026.
Dari informasi yang diperoleh, sejak dibukanya pendaftaran hingga penutupan pendaftaran bakal calon Kuwu PAW tersebut , dihasilkan tiga nama yang telah menyerahkan berkas pendaftaran, yaitu Saudara, Abdul Karim, Taufik Hidayat dan Muhsin.
Dengan telah terpenuhinya prasyarat jumlah calon Kuwu PAW, maka Panitia Pilwu, BPD dan Pemerintahan desa setempat tinggal mempersiapkan dilaksanakan pemilihan Kuwu PAW dengan jumlah pemilih yang hanya diikuti oleh beberapa lembaga desa, termasuk RT dan RW.
Dari keterangan yang disampaikan Sekretaris Desa Kendal, Basit, menuturkan bahwa pihaknya saat ini tengah mempersiapkan secara maksimal agar pada saat Pilwu PAW semuanya dapat berjalan dengan lancar.

"Kami dari pemerintahan desa berharap agar pada saatnya nanti, semua Bakal Calon atau calon Kuwu PAW yang terpilih mampu membuat perubahan ke arah yang lebih positif, agar program pemerintahan desa bisa berjalan dengan lebih baik dari yang selama ini sudah baik" tuturnya, 14/07/2026.

Senada hal tersebut disampaikan Penjabat Kuwu Kendal, Irwanto, menuturkan agar pelaksanaan Pilwu PAW berjalan lancar 

"Kami berharap, dalam pelaksanaan pemilihan Calon Kuwu PAW nanti berjalan aman dan damai, karena pada perinsipnya pemilihan tersebut hanya bersifat untuk mengisi kekosongan kuwu definif dan mempersiapkan pelaksanaan Pemilihan Kuwu Serentak yang InsyaAllah akan dilaksanakan di Tahun 2027, oleh karena, siapapun yang terpilih menjadi Kuwu antar waktu, diharapkan lebih mengutamakan persatuan dan persaudaraan dan mampu melaksanakan roda pemerintahan desa dengan baik.

Sementara itu, salah seorang perangkat Desa Kendal yang maju sebagai salah satu Calon Kuwu PAW, Muhsin, menyampaikan harapannya kepada seluruh lapisan Masyarakat Kendal, agar Pilwu PAW dapat berjalan dengan baik.

"Saya maju dalam Pilwu PAW ini semata karena menginginkan agar roda pemerintahan desa tetap berjalan baik, hususnya dalam memberikan pelayanan terhadap warga Masyarakat, karena posisi saya sebagai perangkat desa, maka sesuai aturan saya harus mengajukan cuti untuk mengikuti ajang kompetisi pemilihan Kuwu PAW Kendal, InsyaAllah, warga Kendal sudah memiliki kedewasaan dan kebijakan dalam menentukan pilihan, yang terpenting silaturahmi dan kebersamaan tetap diutamakan " tutur Muhsin. 

Sebagai salah satu syarat pelaksanaan Pilwu PAW, Panitia Pilwu, Pemdes dan Lembaga Desa melaksanakan Musyawarah Desa terkait pengesahan DPS, Penetapan DPT dan penetapan Bakal Calon menjadi Calon.
Hadir pula dalam acara tersebut Camat Astanajapura, Deni Syafrudin dan Unsur terkait lainnya (TNI/Polri)

Dalam penuturannya, Camat Astanajapura, Deni Syafrudin, menyampaikan beberapa ketentuan tentang  tata cara atau aturan pemilihan Kuwu PAW.

"Secara keseluruhan Panitia Pilwu PAW Desa Kendal,  sudah melaksanakan sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku, setelah diadakannya Musyawarah dan ditetapkannya para Hak pilih dan bakal calon yang telah Syah menjadi calon kuwu, maka selanjutnya tugas panitia Pilwu PAW mempersiapkan untuk dilaksanakannya pemilihan secara langsung hingga didapat hasil siapa yang terpilih dan menjadi Kuwu PAW Desa Kendal, kami hanya berharap kepada semua pihak untuk bersama -sama menjaga kondusifitas dan tetap mengedepankan komunikasi jika dirasa ada yang harus dibicarakan, selain itu, kami pun mengucapkan selamat atas kinerja para pihak, baik itu panitia Pilwu, Lembaga Desa dan pihak - pihak lainnya, mari jadikan Pilwu PAW ini sebagai langkah awal yang baik untuk menata pemerintahan desa kedepannya" jelasnya. (1c

Efesiensi anggaran "Pemdes Astanajapura maksimalkan Anggaran PADesa"

INDOMEDIANEWS - Disaat banyak pemerintahan desa yang mengeluh karena adanya pemangkasan anggaran oleh Pemerintah Pusat, ternyata hal tersebut tidak berpengaruh di pemerintahan Desa Astanajapura, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon.
Dengan memanfaatkan anggaran yang bersumber dari PADesa tahun 2025, Pemerintah desa setempat saat ini tengah melaksanakan pembangunan Ruang sekretariat kelembagaan desa dengan total anggaran sebesar Rp.194.600.000.

Ditemui saat usai pelaksanaan Monev oleh pihak Kecamatan Astanajapura, Kuwu Jaelani, menuturkan, pihaknya akan terus berupaya melaksanakan program pembangunan desa ditengah keterbatasan anggaran akibat adanya efesiensi dari pemerintah pusat .

"Jika kita hanya memacu pada Anggaran Dana Desa atau sejenisnya, mungkin pihak Desa akan sedikit terhambat dalam melaksanakan program pembangunan desa, namun demikian tentunya ada beberapa pos anggaran yang dapat kita manfaatkan agar program pembangunan tidak terhambat, salah satunya melalui anggaran PADesa, Alkhamdulillah, dengan anggaran tersebut saat ini kami tengah melaksanakan pembangunan ruang sekretariat kelembagaan, InsyaAllah dengan adanya ruang sekretariat yang memadai, akan berdampak positif pada peningkatan pelayanan terhadap Masyarakat" tuturnya, Selasa, 14/07/2026.

Lebih lanjut dirinya menuturkan, maju mundurnya pembangunan atau program desa, dikembalikan pada pribadi pemimpin maupun jajarannya.

"Sebesar apapun anggaran, jika kita tidak memiliki niat kuat untuk membangun, maka hal tersebut tidak akan tercapai, oleh karenanya , kami terus berupaya bagaimana caranya pembangunan desa tetap dapat berjalan ditengah adanya efesiensi anggaran, termasuk salah satunya adalah memanfaatkan anggaran yang berasal dari PADesa, intinya, pemerintah Desa Astanajapura akan terus berupaya bagaimana caranya agar progres tetap berjalan dengan baik, toh banyak cara yang bisa dilakukan, seperti halnya berkomunikasi atau mencari informasi dari berbagai unsur, baik itu kedinasan ataupun para wakil Rakyat atau anggota DPRD hingga DPR RI, asalkan ada niat dan keinginan, InsyaAllah semuanya bisa terealisasi " pungkas Jaelani. (1c)

9 Jul 2026

Kopdes Merah Putih " antara ada dan tiada "

INDOMEDIANEWS -;Beberapa saat yang lalu sempat viral diberbagai media, tentang keberadaan Grai Koperasi Desa Merah putih yang berada di pertengahan sawah dan jauh dari pemukiman warga.
Hal tersebut tentunya menimbulkan banyak tanya, mengapa hal tersebut bisa terjadi.
Ironisnya, ditengah pemerintah menggalakan program yang bertujuan untuk mempermudah Masyarakat untuk mendapatkan kemudahan dalam hal berbelanja kebutuhan bahan pokok dan hal lainnya, lokasi tempat berdirinya Koperasi tersebut malah jauh dari pemukiman warga.
Bahkan hingga saat ini masih banyak Grai Kopdes Merah putih yang belum selesai pembangunannya, bahkan ada kesan semi terbengkalai 
Dari pantauan media, bahkan ada salah satu Desa di Cirebon bagian timur, yang sama sekali tidak ada aktifitas pembangunan Grai Kopdes Merah putih, hal tersebut terjadi di Desa Japura Bakti, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon.
Untuk memperjelas hal tersebut, media mencoba menanyakan kepada salah seorang perangkat desa setempat, Fadilah, dan membenarkan bahwa hingga saat ini pihak desa belum ada kegiatan untuk pendirian Grai Kopdes Merah putih.

"Sepengetahuan kami, hingga saat ini di desa Japura Bakti belum ada pembangunan Grai Kopdes merah putih " tuturnya, Kamis, 09/07/2026.

Beberapa saat sebelumnya, Kuwu Japura Bakti, Haerudin, memberikan penjelasan tentang belum dilaksanakannya pembangunan Grai Koperasi Merah Putih.

"Hingga saat ini memang pembangunan Grai Kopdes di Desa kami belum dilaksanakan, ini dikarenakan terkendala oleh tidak tersedianya tempat untuk membangun Grai tersebut, karena harus memenuhi aturan, jadi tidak asal dibangun, luasnya harus jelas, sementara tanah yang tersedia di desa kami tidak memenuhi ketentuan, dampaknya hingga saat ini belum dilaksanakan pembangunan " tuturnya.

Kendala dan keberadaan Grai Kopdes seharusnya mendapat perhatian husus dari pihak terkait dan dilakukan investigasi secara menyeluruh, mengapa terjadi kendala pembangunan yang belum dapat dilaksanakan, dan bagaimana solusinya agar dengan keterbatasan lahan bisa dicari titik temu agar pembangunan Grai tetap bisa dilaksanakan, selain itu harus ada tinjauan serius dari berbagai pihak, apakah pembangunan Grai Kopdes itu sudah sesuai dengan peruntukannya, dalam artian tidak jauh dari pemukiman warga dan program kerjanya jelas, jangan sampai berdirinya Grai Kopdes hanya bersifat menggugurkan kewajiban, terlebih saat ini sudah banyak Grai Kopdes merah putih yang sudah seratus persen selesai, bahkan sudah diturunkan beberapa penunjang lainnya, seperti kendaraan roda empat dan lainnya, sayangnya, dengan telah selesainya Grai dan tersedianya kendaraan tersebut, tidak serta Merta Kopdes itu dapat diaktifkan secara maksimal.(1c)