29 Jun 2026

Warga Citemu geruduk kantor Desa " tolak pembangunan tanpa melibatkan warga"

INDOMEDIANEWS - Warga blok semboja citemu, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, tolak proyek pembangunan tempat pembekuan ikan yang lokasinya berdampingan dengan SDN 2 Citemu.
Beberapa perwakilan warga menggeruduk kantor desa setempat dan melakukan protes juga penolakan dilakukannya pembangunan tempat pembekuan ikan yang dihawatirkan akan mengganggu proses belajar mengajar karena adanya aroma kurang sedap akibat adanya tempat pembekuan ikan.

Penolakan tersebut disampaikan warga setempat yang turun langsung kelapangan ( lokasi pembangunan-red) Siti Maemunah )

"Kami dengan tegas menolak adanya pembangunan tempat pembekuan ikan yang lokasinya tepat berdampingan dengan sekolah setempat, alasan kami melakukan penolakan karena tidak adanya informasi atau sosialisasi dari pihak Pemerintah desa bahwa akan dilakukan pembangunan tempat pembekuan ikan, selain itu dengan adanya bangunan tempat pembekukan ikan tersebut pasti akan mengeluarkan aroma yang tidak sedap, secara otomatis akan mengganggu proses belajar mengajar para siswa" tuturnya, Senin,29/06/2026.

Lebih lanjut dirinya menuturkan, bahwa selama ini warga tidak pernah dilibatkan atau diajak berdialog manakala pemdes akan melaksanakan apapun.

"Warga ini tidak pernah diikutsertakan dan diajak berdialog, termasuk adanya pembangunan tempat pembekuan ikan, ironisnya, disaat warga dengan sekolah  nerencana dan menginginkan didirikannya Sekolah Anak Usia Dini ( PAUD) pak Kuwu malah tidak memberikan ijin, sementara untuk tempat pembekuan ikan yang jelas dampaknya akan mengganggu proses belajar mengajar kok malah seolah seenaknya saja tanpa mempertimbangkan hal lainnya, intinya kalau untuk peningkatan sarana pendidikan kami pasti mendukung sepenuhnya, itupun lakukan pembicaraan terlebih dahulu dan aja warga untuk berdialog" jelasnya.

Senada hal tersebut disampaikan salah seorang Guru SDN 2 Citemu, Jamilah, menyayangkan adanya pembangunan tempat pembekuan ikan tersebut.

"Pada dasarnya kami mendukung apapun program atau kegiatan apapun yang dilakukan oleh Kuwu atau pemdes Citemu, asalkan semuanya dilakukan dengan mengedepankan komunikasi dan kajian terlebih dahulu, termasuk pembangunan tempat pembekuan ikan yang saat ini tengah dikerjakan, mengapa perlu dilakukan kajian, karena harus dipertimbangkan dampaknya bagaimana, alangkah baiknya lakukan komunikasi dan libatkan berbagai pihak, jadi untuk pembangunan yang mendapat tolakan warga tersebut kami tidak bisa berbuat banyak, yang pasti kami tidak bisa untuk menolak namun juga hingga saat ini belum memberikan ijin" jelasnya.

Bahkan dirinya lebih lanjut menuturkan sedikit kekecewaannya.

"Kami lebih condong jika lahan yang ada dimanfaatkan untuk fasilitas umum lainnya, seperti taman terbuka anak atau sarana ibadah, yang sedikit kami kecewa adalah disaat kami  berencana untuk mendirikan gedung PAUD ( pendidikan anak usia dini ) tetapi tidak diijinkan oleh pak kuwu " jelasnya.

Sementara itu, saat ditemui di ruang kerjanya, Kuwu Citemu , yang akrab disapa Are, menjawab singkat, bahkan terkesan tidak mau diberitakan.

"Gak usah dibuat pemberitaan, karena masih diusahakan untuk bagaimana tindakan selanjutnya" tuturnya.

Saat ditanya masalah jumlah anggaran, dirinya hanya menjawab singkat.

"Berapa besaran anggarannya saya tidak tahu, karena pemdes hanya sebatas penerima manfaat" pungkasnya. (1c)

Pendaftaran PAW Kuwu Desa Kendal mulai dibuka " cerita unik tak ada Kuwu mantan"

INDOMEDIANEWS - pendaftaran calon Kuwu PAW Desa Kendal, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, mulai dibuka pada hari Senin, 29/06/2026.
Dimulainya pendaftaran calon Kuwu PAW ini dikarenakan Kuwu Definitif, telah meninggal dunia pada beberapa bulan yang lalu.
Karena kekosongan tersebut, maka pemerintahan Desa Kendal membentuk panitia Pergantian Antar Waktu ( PAW) Kuwu Kendal tahun 2026.

Dari keterangan yang disampaikan panitia Pilwu PAW Desa Kendal, Mukhlisin, menuturkan pendaftaran Kuwu PAW ini untuk menghantarkan Pilwu serentak yang akan dilaksanakan pada tahun 2027.


"Karena Kuwu Definitif, H.Basit meninggal pada Bulan Desember 2025, maka pemerintahan desa dipimpin sementara oleh Penjabat Kuwu dari Kecamatan, dimana tugas Pj Kuwu adalah mempersiapkan dan membentuk panitia Kuwu PAW hingga dilaksanakannya pemilihan kuwu serentak yang akan dilaksanakan pada tahun 2027" tuturnya, Senin, 29/06/2026.

Lebih lanjut dirinya menuturkan, dengan dilaksanakannya Pilwu PAW ini diharapkan roda pemerintahan desa tetap dapat berjalan dengan baik.

"Harapan kami dengan telah dihasilkannya Kuwu PAW, roda pemerintahan desa tetap dapat berjalan sebagaimana mestinya, untuk pemilihan Kuwu PAW ini beda dengan pemilihan kuwu definitif, karena hak pilihnya tidak diikuti oleh seluruh warga Masyarakat, jadi yang memiliki hak pilih hanya RT /RW , BPD, ketua Karangtaruna, Ketua LPM 1, Pos yandu 5, PKK 1, jadi untuk desa Kendal hak pemilihnya berjumlah 31 Suara" jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa setempat, Abdul Basit menuturkan harapannya selama pilwu PAW dilaksanakan.

"Ada beberapa mekanisme yang harus dilaksanakan dalam proses pemilihan Kuwu PAW ini, salah satunya adalah Calon Kuwu harus lebih dari satu, jika mana dalam batas waktu hari pendaftaran putaran pertama hanya ada satu calon, maka pendaftaran tahap kedua kembali dibuka hingga didapat calon kuwu PAW lebih dari satu Calon, dan calon Kuwu PAW ini diperbolehkan dari desa atau daerah lain selagi mesih sebagai warga Negara Republik Indonesia" tuturnya.

Saat disinggung terkait adanya kabar, bahwa salah seorang perangkat desa setempat akan mengikuti bursa pemilihan Kuwu PAW, dirinya membenarkan.

"Informasi yang beredar sih demikian, namun benar atau tidaknya kami sendiri tidak bisa memastikan, karena hingga saat ini belum ada satupun calon Kuwu PAW yang telah mendaftarkan diri ke panitia, kami berharap, momen ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan berjalan dengan baik hingga akhirnya memperoleh sesuatu yang terbaik" jelasnya.

Ada yang unik terkait desa Kendal, konon menurut beberapa cerita, bahwa di desa Kendal tidak mengenal istilah mantan kuwu, karena dalam beberita peristiwa, setiap kali kuwu menjabat dua priode, maka kuwu tersebut tidak bisa menyelesaikan tugasnya hingga selesai masa bakti ( meninggal dunia ) oleh karenanya istilah tidak ada mantan Kuwu di Desa Kendal dipercaya hingga saat ini. Hal tersebut dibenarkan oleh salah seorang perangkat desa Kendal yang tidak bersedia namanya dipublikasikan.

"Memang benar, selama ini yang terjadi jika kuwu menduduki jabatan hingga dua priode, tidak pernah selesai hingga berakhirnya masa tugas ( meninggal dunia ) kecuali hanya menjabat Kuwu satu priode, maka yang bersangkutan selesai hingga purna tugas " tuturnya ( 1

28 Jun 2026

Akibat jalan rusak " Pengunjung wisata Cikuya " turun drastis "

INDOMEDIANEWS - Hampir sepanjang jalan dibeberapa titik menuju wisata Cikuya, Belawa, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, kondisinya sangat membahayakan bagi para pengguna jalan hususnya pengendara roda dua.
Hal ini dikarenakan kerusakan jalan yang cukup parah, tidak hanya bergelombang namun jalanan tersebut penuh lubang dengan kedalaman rata-rata diatas 15 cm.
Akibat dari kerusakan jalan tersebut, tidak sedikit para pengendara roda dua yang terjatuh karena berusaha untuk menghindari jalan berlobang tersebut.
Dampak dari rusaknya jalan yang menghubungkan antara desa Belawa, Wangkelang dan Cipeujeh wetan, wisatawan yang akan menikmati wisata Cikuya berkurang drastis.
Dengan berkurangnya pengunjung wisata Cikuya tersebut, dikeluhkan salah seorang pengelola wisata observasi vikuya, Awod.
Dirinya menyayangkan lambatnya pemerintah dalam melakukan perbaikan infrastruktur jalan yang sudah lama rusak bahkan kerap menimbulkan kecelakaan lalulintas.

"Saat ini jumlah wisatawan yang berkunjung ke wisata Cikuya sangat turun drastis, salah satu penyebabnya adalah kondisi jalan dibeberapa titik yang menghubungkan antara Belawa, wangkelang hingga Cipeujeuh, kondisinya sangat membahayakan, tidak hanya bergelombang, namun berlobang dengan kedalaman yang sangat menghawatirkan, dengan kondisi yang ada saat ini, kami sangat mengharapkan agar pemerintah daerah atau instansi terkait segera melakukan perbaikan, jangan sampai menimbulkan korban kecelakaan semakin bertambah banyak dan tentunya akan sangat berdampak pada pengembangan dan perkembangan wisata Cikuya itu sendiri" tuturnya, Minggu, 28/06/2026.

Senada hal tersebut disampaikan ketua Pokdarwis Cikuya, Eman Suherman.

'kami kerap menerima keluhan dari pengunjung yang datang dari luar daerah, baik yang berasal dari Kuningan, gebang, Losari dan wilayah lainnya, mereka mengeluhkan kondisi jalan yang sangat membahayakan bagi pengguna jalan, terlebih pengguna kendaraan roda dua, bahkan dampak kerusakan tersebut, yang semula ada beberapa kendaraan odong-odong yang kerap melintas jalanan tujuan obyek  Cikuya, saat ini sudah tidak ada lagi, karena mereka ( pengemudi odong-odong- red ) merasa hawatir untuk membawa penumpang melintas di jalan Belawa, karena resikonya terlalu besar " tuturnya.

Eman lebih lanjut menjelaskan, kondisi jalan rusak tersebut sudah sering menelan korban, walaupun tidak sampai merenggut jiwa.

"sudah sering pengendara roda dua yang terjatuh saat melintas jalan tersebut, hususnya yang melintas di wilayah gunung Beas, jangan sampai ada korban jiwa dulu, baru dilakukan perbaikan, harapan kami, kondisi ini segera mendapat atensi dan perhatian serius dari Dinas terkait, jangan sampai wisata yang menjadi unggulan di Cirebon timur ini, semakin mengurangi minat pengunjung untuk berwisata di Cikuya, apalagi sampai hanya meninggalkan cerita manis tanpa bekas" jelasnya.

Sementara itu, salah seorang pengunjung wisata Cikuya, Dedy  yang datang bersama rombongan menceritakan harapannya untuk kemajuan wisata Cikuya.

"Kami baru baru pertama kali datang ke wisata Cikuya ini, kebetulan libur sekolah dan mendengar kabar tentang Cikuya, itupun melalui media sosial, karena penasaran, maka kami beserta rombongan berwisata ke Cikuya, menurut kami selain pemandangannya sangat nyaman dan rindang, kamipun bisa memperoleh pengetahuan tentang keberadaan kura-kura langka berjenis labi-labi, hanya saja yang sangat disayangkan adalah kurang ditunjangnya fasilitas infrastruktur, hususnya jalan yang kondisinya sangat menghawatirkan dan membahayakan, andai saja fasilitas jalannya baik, mungkin akan banyak lagi wisatawan yang datang, sebagai penikmat wisata, kami sih hanya mengharap fasilitas jalannya diperbaiki, karena ini berdampak akan minat pengunjung untuk berwisata di sini ( Cikuya- Red ) tutur Dedy, warga Kabupaten Kuningan. (1c)

25 Jun 2026

Hari Bhayangkara ke 80 " Polsek Lemahabang gelar Baksos Sembako "

INDOMEDIANEWS - Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke 80 Polisi Republik Indonesia,  Polsek Lemahabang, Kabupaten Cirebon menggelar acara Baksos sembako kepada perwakilan warga dari beberapa desa se Kecamatan Lemahabang.
Acara yang digelar di Mako setempat dihadiri beberapa perwakilan warga, Kasatgas desa setempat dan anggota Polsek Lemahabang.
Dalam penuturannya, Kapolsek Lemahabang,Kompol Yuliani menuturkan bahwa acara tersebut dilaksanakan di seluruh Polsek bertepatan dengan memperingati Hari Bhayangkara ke 80.

"Acara ini dilaksanakan diseluruh Polsek secara serempak, ini sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan antara jajaran kepolisian dengan Masyarakat, diharapkan dengan apa yang kami lakukan akan semakin mendekatkan dan mengeratkan hubungan baik antara Polri dan Masyarakat"tuturnya, Kamis,25/06/2026.

Lebih lanjut dirinya menuturkan, dalam kegiatan tersebut tidak hanya penyaluran sembako namun ada beberapa kegiatan lainnya.

"Selain membagikan sembako kepada beberapa perwakilan warga desa, kami pun menggelar acara doa bersama dan anjangsana, dimana dalam acara anjangsana ini kami dari jajaran kepolisian yang masih aktif atau bertugas mengunjungi kediaman beberapa anggota polri yang sudah purna tugas ( purnawirawan polri) ini kami lakukan sebagai upaya untuk tetap mempererat persaudaraan antar anggota maupun Masyarakat, diharapkan dengan apa yang polri lakukan hari ini bermanfaat dan mematri rasa kecintaan Masyarakat akan tugas dan fungsi kepolisian itu sendiri" jelasnya.

Kompol Yuliani pun mengharapkan, peran Polri Kedepannya akan semakin baik dari yang sudah baik.

"Kami berharap kedepannya, Polri semakin dicintai oleh Masyarakat dari berbagai kalangan, tugas kami adalah sebagai pengayom dan pelayan, maka saya sebagai pimpinan di Polsek Lemahabang ini mengarahkan kepada seluruh anggota kami untuk senantiasa humanis dan layani Masyarakat dengan sebaik mungkin, selamat hari Bhayangkara ke 80 tetap semangat demi NKRI " pungkasnya.

24 Jun 2026

SDN 1 Sigong gelar acara Pelepasan dan kenaikan kelas " Tampilkan pentas seni dan kreasi "

INDOMEDIANEWS - Kemeriahan dan suka cita dirasakan oleh seluruh Orang tua siswa SDN 1 Sigong,Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, yang menyaksikan berbagai kreasi oleh para Siswa-siswi yang diawali dengan pertunjukan lengser dan sendratari oleh siswa didik Sekolah setempat.
Sejak pagi halaman SDN 1 Sigong telah dipadati oleh orang tua dan para siswa yang turut memeriahkan acara Akhirussanah pelepasan siswa kelas 6 dan kenaikan siswa kelas 1 sampai 5 tahun ajaran 2025/2026.

Berbagai kreasi diperlihatkan para siswa dan siswi, dari mulai pembacaan Qalam illahi, seni tari, lengser, pentas seni hingga sungkeman yang dilakukan para siswa yang telah lulus kepada orang tuanya.
Begitu haru dan menggugah perasaan, disaat para siswa melaksanakan acara sungkeman sebagai tanda ucapan terimakasih dan penghargaan atas jasa dan perjuangan yang telah diberikan orang tua terhadap para siswa hingga berhasil meraih berbagai prestasi dan menghantarkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Dalam pemaparannya, Kepala SDN 1 Sigong, Dedi Junaedi. S.Pd.SD , menuturkan pentingnya peran serta Orang tua dalam mewujudkan cita dan harapan para siswa demi masa depan yang lebih baik.

"Kenangan terindah dan kenangan yang tidak mungkin dapat terlupakan adalah disaat kita dapat menyaksikan keberhasilan anak -anak kita dalam menuntut Ilmu dan mampu memperlihatkan karyanya dengan berbagai kemampuan yang dimiliki, hari ini merupakan hari dimana kita mematri kenangan terindah, bahwa disinilah kita mengawali , meniti dan menyambut harapan terindah, jangan lupakan almamater, jangan lupakan perjuangan Orang tua, jangan sia-siakan jerih payah dan tekad para pendidik, terus patri Ilmu yang telah didapat dan tetap iringi langkah  dengan akhlak yang mulia" tuturnya, Rabu,24/06/2026.

SDN 1 Sigong saat ini memiliki jumlah siswa sebanyak 314 dengan jumlah siswa yang dilepas atau lulus sebanyak 44 siswa.
Dengan jumlah siswa yang tidak sedikit tersebut, diharapkan para pendidik mampu memberikan yang terbaik bagi perkembangan dan kemajuan dunia pendidikan.

"Alkhamdulillah, kami saat ini memiliki jumlah siswa didik sebanyak 314 anak dengan jumlah pendidik sebanyak 16 Guru, yang 5 antaranya adalah ASN, 5 P3K dan sisanya adalah honorer namun sudah sertifikasi" jelasnya.

Lebih lanjut Dedi Junaedi menuturkan, dengan dilaksanakannya acara pelepasan tersebut diharapkan mampu menjadi motifasi bagi kita untuk lebih mampu meningkatkan prestasi.

"Kami sangat bersyukur dan berterimakasih kepada semua pihak, baik itu Orang tua siswa, panitia, komite sekolah dan para Guru yang telah begitu semangat untuk menyelenggarakan acara pelepasan sekaligus kenaikan kelas, karena kebersamaan lah acara hari ini dapat berjalan dengan sangat meriah, rasa bangga kami pun karena mampu menyaksikan berbagai kreasi dan kreatifitas para siswa yang sangat menawan, secara pribadi, saya hanya bisa berucap terimakasih dan mohon maaf, jika dalam pelaksanaan acara pelepasan dan kenaikan kelas ini terdapat banyak kekurangan, dan kami berpesan kepada seluruh siswa yang telah lulus, tetap jaga nama baik sekolah dimana kalian menimba ilmu, hormati para Guru dan jangan lupakan jasa mereka, kami tidak ingin disebut berjasa apalagi pahlawan, namun kami adalah sosok yang dianugerahi suatu kemampuan untuk turut mengembangkan dunia pendidikan, dimanapun kalian berada, jangan lupakan kami para Guru, dan yang terpenting lagi, hormati dan sayangi kedua orang tua, karena merekalah kalian ada, dan karena merekalah kalian bisa meraih cita juga harapan" pungkasnya. (1c)

22 Jun 2026

Pentas Seni TK Melati " Tumbuhkan kreasi Siswa didik "

INDOMEDIANEWS - TK Melati, Desa Wangkelang, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon menggelar acara pentas seni dan pelepasan tahun kelululusan 2026.
Dibawah panji Yayasan Mutiara, TK Melati yang berdiri sejak Tahun 2005 telah menelurkan beberapa alumnus yang memiliki keterampilan dan kreatifitas yang sangat membanggakan.
Dalam acara pentas seni dan pelepasan siswa yang dihadiri oleh seluruh wali Murid berjalan dengan penuh kesederhanaan namun tetap meriah dan mendapat respon yang sangat luar biasa dari seluruh tamu undangan yang hadir.
Ketua Yayasan Mutiara, Lili Casmali, mengharapkan Dunia pendidikan terus berkembang sesuai dengan perkembangan zaman.

"Kami sangat mengharap dunia pendidikan di Negeri kita akan semakin maju dan berkembang, terlebih lagi generasi muda untuk saat ini secara materi  dan faktor lainnya sangat menunjang, dan kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk terus berupa yang terbaik guna perkembangan dunia pendidikan, agar apa yang dicita-citakan mampu diwujudkan dengan kenyataan " tuturnya, Senin 22/06/2026. 
 
Senada hal tersebut disampaikan kepala Sekolah TK Melati, Mamah Fatimah, yang merasa bangga dengan berbagai kreasi yang dilaksanakan dalam rangka pelrpasa dan pentas seni Siswa TK Melati.

"Kami sangat bersyukur atas support dan peranserta dari seluruh Orang tua siswa, hingga acara pentas seni sekaligus pelepasan siswa didik dapat dilaksanakan dengan penuh rasa suka cita, yang membuat kami terharu adalah semangat para orang tua yang sangat luar biasa dalam mensukseskan acara tersebut, Bakan dari awal acara hingga akhir, kebahagiaan seakan tidak terhenti, apalagi disaat para siswa mempertunjukan berbagai kemampuannya, baik seni tari tradisional maupun moderen, ini adalah modal bagi kami untuk lebih semangat lagi dalam mendidik para generasi muda, dikesempatan ini, kami mengajak para orang tua yang memiliki anak usia dini, untuk mendaftarkan putra putrinya di TK Melati wangkelang" jelasnya.

Sementara itu, salah seorang wali murid, Melawati, sangat mendukung dan berbahagia dengan berbagai program yang digalakan oleh pihak pendidik.

"Kami bangga dan bahagia mempercayakan putra putri kami untuk menimba ilmu di TK Melati ini, betapa tidak, karena anak anak kami tidak hanya dikenalkan dengan berbagai permainan edukasi, namun pendidikan kedisiplinan, rohani hingga berkesenian semuanya diperoleh disini,  untuk acara pelepasan siswa sekaligus pentas seni yang menampilkan berbagai kreasi para siswa, sangat membanggakan, karena buka semata mendidik siswa untuk mampu berkreasi dan disiplin, tetapi yang lebih penting lagi adalah mendidik para siswa untuk berani tampil dimuka umum, semoga kedepannya acara seperti pentas seni dan lainnya akan semakin meriah" jelasnya (1c)