7 Feb 2026

Pemdes Panongan Lor Gelar Ngaji Budaya dihadiri Anggota DPRD Jawa Barat

INDOMEDIANEWS -Budaya dan tradisi merupakan cerminan dari sebuah peradaban suatu Daerah yang penuh dengan beragam kearifan dan keistimewaan.
Salah satunya adalah Desa Panongan Lor, Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon.
Sebagai salah satu Desa yang memiliki history atau kisah yang masuk dalam babad tanah Cirebon, Menarik perhatian seorang Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Bambang Mujiarto.ST untuk menggelar acara Road Show Dialog Budaya atau ngaji Budaya yang bertempat di Aula Kantor Desa setempat, pada Jum'at, 06/02/2026.
Dalam pemaparannya, Anggota DPRD Jabar Dapil XII yang meliputi Kab/Kota Cirebon dan Kabupaten Indramayu tersebut menekankan perlunya pelestarian dan kecintaan dalam menjaga Budaya maupun seni tradisi Daerah.

"Budaya atau tradisi harus menjadi sebuah kearifan yang wajib dijaga dan dilestarikan, terlebih lagi di Cirebon ini, sebagaimana kita ketahui, bahwa Cirebon merupakan sebuah wilayah yang penuh dengan cerita Budaya Adi luhung, salah satunya seperti Budaya atau tatar Desa Panongan lor,  yang mana salah satu yang memiliki nilai sejarah yang sarat makna, dalam sejarah yang dipaparkan para budayawan Cirebon, kisah Panongan lor identik dengan cerita atau Babad Cirebon keberadaan Golok Cabang, ini menunjukan bahwa di Desa ini memiliki sejarah yang sangat istimewa" tuturnya.

Sementara itu, Kuwu Panongan lor, Agus Syamsah sangat berterimakasih atas kunjungan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat yang hadir di desanya dalam acara Dialog Budaya.

"Atas nama Pemerintahan Desa Panongan Lor menghaturkan terimakasih atas kehadiran Bpk Bambang Mujiarto Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat yang telah menggelar acara Dialog Budaya dan mendukung penuh wisata Desa, diharapkan dengan adanya perhatian Husus dari para pemangku kebijakan tentang wisata atau Budaya yang ada di Kabupaten Cirebon, keberadaan desa untuk meningkatkan wisata dan mempertahankan tradisi Daerah semakin bisa dimaksimalkan, terlebih lagi desa Panongan lor memiliki histori atau sejarah yang melekat dengan babad Cirebon, yaitu keberadaan tentang cerita awal adanya Golok Cabang, semoga sejarah yang ada di Desa kami bisa dijadikan sebuah acuan untuk bisa dijadikan sebagai salah satu Desa Wisata" tuturnya.

Acara tersebut selain dihadiri para Tokoh Budaya, Masyarakat dan unsur terkait lainnya, hadir pula Wakil Bupati Cirebon, yang akrab disapa Jigus.(1c)

AMKI dan FJO Tebar Keberkahan Di HPN 2026

INDOMEDIANEWS - Dalam rangkaian menyambut peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026, Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Cirebon Raya bersama Forum Jurnalis Online (FJO) melakukan kegiatan sosial Jumat Berkah dengan mengunjungi GRAY anak yatim dan dhuafa di Kesambi Kota Cirebon. Jumat (6/2/2026).

Agenda rutin Jumat Berkah tersebut dipimpin oleh Ketua Forum Jurnalis Online (FJO) Toto M. Sa’id, didampingi Ketua AMKI Cirebon Raya Rudi, Sukri yang disambut langsung Mba Rika bersama suami mewakili Gray Yatim dan dhuafa. 

Toto M. Sa’id menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen organisasi wartawan untuk tidak hanya hadir sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki tanggung jawab sosial dan moral.

“Ini menunjukkan komitmen AMKI bersama Forum Jurnalis Online sebagai wadah wartawan yang peduli terhadap anak yatim dan dhuafa sebagai generasi penerus dalam memperkuat pondasi kepedulian sosial dan lingkungan juga peran jurnalis yang peduli anak yatim dan dhuafa.” jelas Toto.

Menurutnya, melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, AMKI dan FJO ingin menanamkan nilai kebersamaan, empati, dan kepedulian sosial di kalangan insan pers, sekaligus menghadirkan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

“Kami sangat peduli kepada anak yatim dan dhuafa, sesuai amanat Sunan Gunung Jati Cirebon, ‘Ingsun Titip Tajug lan Fakir Miskin’. Nilai inilah yang terus kami jaga dan aktualisasikan,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para donatur serta rekan-rekan wartawan yang telah menyisihkan rezekinya dalam kegiatan Jumat Berkah tersebut.

“Semoga apa yang diberikan menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan bagi semua pihak,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Rudi, Ketua AMKI Cirebon Raya, yang didampingi Nawawi, bahwa kegiatan Jumat Berkah ini juga menjadi sarana silaturahmi antar pemilik media dan jurnalis, sekaligus memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian sosial di lingkungan pers.

“Alhamdulillah, hari ini AMKI dan FJO usai sholat Jumat dapat berbagi rezeki berupa sembako kepada anak yatim, dhuafa, dan santri tahfidz Qur’an. Kegiatan ini penuh keberkahan dan mempererat kebersamaan antar insan media,” tuturnya.

Ditambahkan dewan penasehat Moh. Noly Alamsyah, agenda rutin Jumat Berkah yang digelar AMKI dan FJO ini menegaskan bahwa jurnalis tidak hanya berperan sebagai pilar demokrasi dan kontrol sosial, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dalam membangun solidaritas dan kepedulian kemanusiaan. 

Lebih dari itu, di tengah tantangan dunia jurnalistik yang semakin kompleks, kehadiran insan pers di ruang-ruang sosial seperti ini menjadi pengingat bahwa nilai empati dan kemanusiaan harus tetap menjadi ruh profesi wartawan.

Jadi, dari rangkaian HPN 2026 melalui kegiatan sosial semacam ini juga menjadi pesan kuat bahwa peringatan Hari Pers Nasional tidak melulu diisi dengan seremoni, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat. 

"Pers yang dekat dengan rakyat adalah pers yang mampu menjaga kepercayaan publik dan martabat profesinya. Tandanya. 

Sementara itu, mewakili Gray Mba Rika mengaku sangat mengapresiasi kegiatan Jumat Berkah yang dilaksanakan oleh AMKI dan FJO. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan menjadi agenda rutin.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada AMKI dan Forum Jurnalis Online yang telah menunjukkan kepedulian nyata kepada anak yatim, dhuafa. Semoga Allah membalas dengan keberkahan dan kebaikan yang berlipat,” ujarnya. (1c)

6 Feb 2026

Aneka Batu hias dan lukisan kembali diburu para kolektor

INDOMEDIANEWS -Ditengah perkembangan jaman dan kemajuan berbasis teknologi, pengrajin dan penjual batu mulia hingga batu akik kembali menggeliat dengan menyajikan berbagai tipe dan bentuk yang disesuaikan dengan minat atau pesanan dari konsumen dari berbagai lapisan Masyarakat.
Salah seorang pengrajin dan pecinta sekaligus penjual batu hias, Bang Iduy, menuturkan berbagai jenis batu kembali akan menggema seperti beberapa tahun kebelakang.

"Saat ini para pecinta batu hias atau sejenisnya akan kembali menggeliat seperti beberapa tahun yang lalu, sebagai pecinta dan pengrajin, kami menyediakan berbagai jenis batu yang kerap diburu oleh para kolektor batu, ada beberapa jenis yang kami sajikan, seperti 1.parabia turmalin dari munjabek ,Birma, dan Madagaskar
2.Rubi yg warna merah cabe berasal dri Birma juga munjabek
3.emerald(jambrut) dri Columbia ,Zambia,Afganistan (panjir) yg masih di di buru warna yg hijau kebiruan..
4.saforet garnet dari kenya dan tanzania.
5.red pinel dari Birma,Vietnam,dan Asia lainnya
Dan untuk batu lokal atau Nusantara masih di dominasi oleh Bacan..dengan warna nya yg mewah..pancawarna yg artistik banget visual seniman alam..ijo Garut ..kalimaya yg di kenal dengan jarong nya dengan berbagai warna yg muncul di dalam batu.y..sangat memukau..idocrase ..solar dan batu gambar, batu-batu tersebut kami sediakan dengan harga yang disesuaikan, karena pada hakekatnya harga batu itu tergantung kecintaan, jadi secara umum, untuk menghargai sebuah batu sangatlah tidak mudah,semisal, bagi pecinta batu pirus bisa bernilai tinggi jika pembelinya sangat fanatik dengan pirus" tuturnya, Jum'at, 06/02/2026.

Bang Iduy yang saat ini membuka gerai atau galeri batu di Ruko No 4 Alun-alun Lemahabang, samping Happy Salon/jalan ke arah Bidan Mesa, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, lebih lanjut menjelaskan.

"Saya sangat yakin, beberapa waktu kedepan, keberadaan pengrajin atau pecinta batu akan kembali menghiasi dunia seni ,hususnya para kolektor yang sangat sejak lama menjadi penggemar setia, oleh karenanya, kami sebagai salah seorang pengrajin dan penjual batu akik atau hias memberikan pelayanan maksimal bagi para pecinta batu, sesuai dengan apa yang disukai, tentunya dengan kualitas maksimal dan harga minimal, bahkan di grai atau kios kami, tidak semata menjual atau menyediakan berbagai jenis batu, namun dijual pula berbagai kreasi seni lainnya, seperti lukisan atau kerajinan dari berbagai bahan baku atau disesuaikan dengan pesanan"pungkasnya.

5 Feb 2026

Hanya karena Alat Tulis "Siswa Sekolah Dasar Akhiri hidup" Pemerintah harus bijak

Penulis : R.Agus Syaefuddin


Tragis, kemiskinan telah meruntuhkan moral dan kepercayaan kehidupan seseorang hingga memutuskan jalan pintas demi mengakhiri penderitaan sebagai jalan terbaik.
Betapa miris, bukan hanya kemiskinan bersifat materi, namun kemiskinan batiniah dan lainnya menjadi faktor penunjang seseorang untuk mengambil langkah pintas sebagai salah satu solusinya.
Dampak kemiskinan tidak hanya terjadi kepada seseorang untuk berbuat kejahatan, namun yang lebih tragis lagi adalah mengakhirinya dengan cara mengakhiri hidupnya.
Baru saja terjadi, Gadis cilik berusia 10 tahun yang baru duduk dibangku kelas 4 Sekolah Dasar di suatu daerah, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri hanya karena tidak bisa memiliki alat kelengkapan sekolah.
Ini tidak perlu dijadikan ajang perdebatan yang berkepanjangan, namun yang perlu dipahami adalah, kemiskinan yang menerpanya sebagai salah satu faktor utama terjadinya hal tersebut.
Jika saja kita atau Pemerintah bisa berfikir bijak dan menghapus ego atau ambisi, hal tersebut bisa dihindari dengan cara yang lebih bijak dan penuh nalar sebagai Manusia.
Bisa kita bayangkan, Anak yang masih usia sangat kecil, mengambil jalan pintas karena kekecewaan yang nilainya sangat kecil, dengan mudahnya mengakhiri hidupnya dan meninggalkan luka mendalam bagi semua pihak yang memiliki naluri sebagai Manusia.
Ini hanya sebagian contoh yang mungkin akan terus terulang jika tidak segera diambil langkah yang kongkrit.
Menilik hal tersebut, penyebab dari terjadinya peristiwa yang memilukan ini hanya karena tidak adanya biaya untuk memenuhi kebutuhannya sebagai Siswa atau pelajar karena aspek kemiskinan.
Jika saja kita sebagai Anak Bangsa bisa memberikan masukan atau evaluasi terhadap berbagai kebijakan yang diterapkan Pemerintah, mungkin akan lebih baik program yang selama ini menjadi perbincangan, seperti salah satunya adalah Program MBG ( Makan Bergizi Gratis) dialihkan menjadi Program Pendidikan Gratis tanpa kecuali dengan aturan Hukum yang tegas.
Selama ini Memeng sering didengungkan adanya sekolah gratis atau lainnya, namun pada kenyataannya masih banyak terjadi pungutan atau apapun namanya dengan dalih yang seakan membenarkan.
Coba kita berfikiran Arif, berapa banyak anggaran yang digelontorkan dalam program MBG, jika dihitung secara kasar, setiap Siswa penerima MBG dianggarkan pada kisaran Rp.10.000 per porsi, diambil rata-rata setiap Bulannya adalah 25 porsi, maka per Siswa dianggarkan sebesar Rp.250.000.
Andai saja anggaran sebesar itu dialihkan untuk biaya pendidikan, akan lebih berdampak positif.
Dengan kekuasaan yang dimiliki Pemerintah, tentunya hal tersebut tidaklah sulit, dengan catatan, Sekolah dimanapun tidak diperbolehkan memungut sepeserpun kepada para Siswa, termasuk Sekolah diwajibkan untuk memenuhi kebutuhan para Siswa, seperti perlengkapan Sekolah, dari mulai alat tulis hingga seragam Sekolah.
Jika ditemukan adanya Sekolah yang melakukan pungutan dengan dalih apapun, terapkan Hukum Pidana.
Coba kita berfikiran positif, andai setiap sekolah memiliki minimalnya seratus Siswa, maka dalam setiap Bulan Sekolah akan menerima anggaran sebesar Rp.25.000.000 jika dikali 12 Bulan, maka Sekolah akan menerima Anggaran sebesar Rp.300.000.000.
Dengan jumlah sebesar itu, tentunya bisa menunjang kualitas pendidikan lebih baik, termasuk mampu mensejahterakan para Guru Honor dan menambah fasilitas pendidikan lainnya.
Uraian diatas, merupakan pemikiran yang sangat simpel dan bisa dikalkulasi dengan tidak memerlukan pemikiran para pemikir ulung.
Hanya saja, apapun yang ada dipikiran Rakyat terkadang dikalahkan oleh kebijakan dan kepentingan segelintir orang atau golongan.
Semoga dengan terjadinya peristiwa gantung diri yang dilakukan oleh Siswa Sekolah yang baru berusia 10 Tahun, mampu membuka mata hati dan menghilangkan keegoan dan keserakahan demi kepentingan yang selalu mengatasnamakan RAKYAT.

4 Feb 2026

Deklarasi Korbasis Karangsembung "LSM Kompak tegaskan katakan tidak untuk Korupsi"

INDOMEDIANEWS - Ratusan Pengurus dan Anggota LSM dari berbagai Wilayah hadir dalam acara Deklarasi Pengukuhan Kepengurusan LSM Kompak Korbasis Kecamatan Karangsembung Raya Kabupaten Cirebon, Rabu, 04/02/2026.
Acara yang dilaksanakan dan bertempat di salah satu Rumah Makan yang ada di Kabupaten Cirebon timur tersebut berjalan dengan penuh semangat dan kebersamaan.

Dalam pemaparannya, Ketua DPP LSM Kompak, Sudarto .SH, mengharapkan adanya semangat dan keinginan dari seluruh Anggota Kompak untuk berjuang demi kepentingan Rakyat diatas segalanya.

"Kami mengharapkan kepada pengurus yang baru dikukuhkan dan seluruh Anggota Kompak untuk mengutamakan kepentingan Masyarakat diatas segalanya, berani berjuang untuk kepentingan Rakyat, sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat yang berpedoman pada kepentingan Rakyat, tugas kita tidaklah mudah, namun bukan berarti kita tidak bisa jika apa yang kita lakukan berdasarkan rasa keadilan, Sosial, Kemasyarakatan dan kepentingan Masyarakat secara umum, intinya mari kita berjuang dan berkarya demi Republik tercinta, selama apa yang kita lakukan demi Rakyat, tidak ada istilah takut apalagi mundur" tuturnya.

Lebih lanjut Sudarto Menegaskan, bahwa di Republik ini sangat banyak persoalan yang hingga saat ini belum dapat diselesaikan secara maksimal, khususnya Tindakan Korupsi dan kesewenangan demi kepentingan segelintir Orang maupun golongan, termasuk diantaranya adalah keberadaan MBG ( Makan Bergizi Gratis)

"pada prinsipnya kami sangat mendukung adanya program MBG, hanya saja yang perlu kami tegaskan adalah adanya pengawasan yang ketat, hususnya dari pihak Kesehatan, jangan sampai terjadi persoalan seperti yang terjadi dibeberapa daerah selama ini, jangan sampai program yang tujuannya baik malah menghasilkan sesuatu yang kurang baik, satu hal lagi yang perlu kita sikapi adalah masih banyaknya prilaku korupsi di berbagai bidang, dan saya sebagai Ketua DPP LSM Kompak menegaskan tidak ada tempat untuk korupsi di Republik Ini, selain itu, kami mengucapkan selamat kepada pengurus Korbasis Kecamatan Karangsembung, selamat bertugas, jaga nama baik Lembaga dan junjung tinggi nilai-nilai Pancasila" pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Korbasis  LSM Kompak Kecamatan Karangsembung, Ade Falah usai acara pengukuhan menegaskan sikapnya akan berjuang demi Rakyat.

"Kita jangan bangga dengan atribut maupun sejenisnya, selagi kita belum bisa mengabdi demi Rakyat, oleh karenanya, kami mengajak seluruh unsur untuk berani katakan tidak bagi ketidak Adilan, LSM Kompak hadir demi Rakyat dan berjuang demi Rakyat, dalam kesempatan yang sangat luhur ini, saya sebagai ketua Kecamatan Karangsembung menegaskan dan mengajak seluruh lapisan untuk mengabdi dan bekerja sesuai fungsi keberadaan LSM, jangan takut bertindak dan katakan tidak untuk ketidak Adilan, selama kita berjalan di jalur yang benar, tidak ada istilah takut, semangat kita satu " Kompak" jelasnya.(1c)

3 Feb 2026

Budayawan Cirebon soroti keberadaan Wisata

INDOMEDIANEWS - Seakan berjalan ditempat dan bahkan lambat dalam pengembangan wisata yang ada di Kabupaten Cirebon terjadi karena adanya banyak faktor, diantaranya adalah kekurang pahaman para pemangku kebijakan yang bergerak dibidang perpariwisataan.
Hal tersebut dipaparkan salah seorang penggiat seni budaya dan wisata, sekaligus ketua FPK ( Forum pembauran kebangsaan)  H.Taufik,  yang menyikapi terjadinya kelambatan dalam pengembangan wisata.

"Kabupaten Cirebon sebetulnya memiliki potensi wisata yang sangat luar biasa, hanya saja memang selama ini terkesan wisata di Kabupaten Cirebon jalan ditempat, pertanyaannya mengapa bisa demikian, tentunya ada beberapa faktor penyebabnya, diantanya adalah kekurang pahaman para pemangku kebijakan yang bergerak dibidang perpariwisataan, semisal kurangnya memahami apa itu konsep wisata dan bagaimana cara mengelola wisata agar bisa berkembang dan tidak bersifat gebragan" tuturnya, Selasa,03/02/2026.

Lebih lanjut Taufik menuturkan, bahwa keberadaan wisata seharusnya disesuaikan dengan tempat atau keadatan yang ada di desa itu sendiri, semisal kita ambil contoh di Kecamatan Lemahabang, menurut hemat kami, di kecamatan Lemahabang ada beberapa desa yang memiki potensi wisata yang sangat menjanjikan, seperti Desa Belawa yang dikenal dengan wisata Kura-Kura, Cipeujeh wetan yang dikenal dengan hintip tahunya, Desa Asem dengan konsep bakri, Tuk Karang Suwung dan Sindang Laut dengan wisata religinya dan Desa Sigong yang merupakan desa Budaya dengan Wayang golek cepak, semuanya merupakan tempat yang sangat potensial untuk dijadikan wisata, hanya saja persoalannya tempat yang potensi tersebut kurang bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh beberapa pihak, termasuk pemerintahan desa itu sendiri, intinya mereka yang bergerak dibidang pariwisata harus memiliki kemampuan tentang bagaimana caranya mengembangkan wisata secara langsung, dalam artian bukan berdasarkan katanya atau hanya belajar dari gogel, jadi kalau ingin memajukan wisata harus disesuaikan denga kondisi desa itu sendiri dan kearifan yang ada di desa tersebut, jangan sampai hanya sebatas membangun tanpa ada konsep kelanjutan yang jelas" pungkasnya.(1c)