16 Jun 2026

Tikus Negeri telah ditangkap " Bagaimana nasib MBG "?

Penulis : R.Agus Syaefuddin

Kado Tahun Baru Islam diharapkan menjadi pembuka jalan bagi persoalan yang selama ini menjadi seakan hanya ramai untuk dibicarakan tanpa berujung dengan adanya kepastian.
Dari sekian banyak persoalan yang ramai diperbincangkan , mulai dari pemangku kebijakan yang tidak berlaku bijak, hingga perbincangan Rakyat kecil yang asyik berbincang walau hanya didalam sebuah warung kopi.
Keresahan dan kekesalan Rakyat yang akhirnya sedikit membuka pintu kebahagiaan adalah persoalan keberadaan MBG ( Makan Bergizi Geratis ) yang akhirnya menguak siapa yang diuntungkan dan siapa sebenarnya yang menikmati gizi dari program tersebut.
Masih hangat dalam ingatan kita, bahwa beberapa waktu yang lalu, penggeden atau bos BGN ( Badan Gizi Nasional) ditangkap dan langsung menggunakan rompi berwarna orene karena ditetapkan sebagai tersangka akibat melakukan tindak pidana korupsi memperkaya dan mengeruk keuntungan dari hadirnya program MBG.
Disaat Masyarakat disuguhkan makanan yang konon bergizi, yang pada kenyataannya hanya simbul dan judul, makan bergizi yang betul-betul gizinya dirasakan malah dinikmati oleh para koruptor, saking nikmatnya sampai mereka lupa untuk tidak memakannya secara berlebihan, hingga akhirnya karena terlalu berlebihan, maka bukan saja perut mereka semakin membengkak, tetapi keuangan mereka semakin jauh membengkak.
Setelah para tikus Negeri ini ditangkap, ada secercah harapan, bahwa Negeri ini benar-benar akan menikmati gizi sebagai mana mestinya .
Kini kita semua berharap dan menunggu kebijakan yang akan dilakukan oleh sang pemimpin Bangsa, apakah MBG akan dihapus, atau tetap dipertahankan walaupun sudah terbukti menjadi ajang memperkaya diri segelintir orang atau golongan .
Pemerintah saat ini telah menghembuskan angin segar dengan salah satunya adalah akan mengurangi anggaran konpensasi bagi pemilik atau pengelola SPPG yang semula per hari mendapat anggaran dari Pemerintah sebesar Rp. 6.000.000 rencananya akan dikurangi.
Pertanyaannya seberapa besar pengurangan itu akan dilakukan dan seberapa besar perubahan yang akan terjadi dalam pelaksanaan pengelolaan makan bergizi gratis.?
Beruntung, Anak Negeri ini tidak semuanya hanya bisa diam dan hanya mampu menggerutu, keresahan Rakyat akhirnya disuarakan oleh para Mahasiswa sebagai salah satu sosok calon pemimpin Bangsa.
Mereka turun ke jalan dan memberikan suara keresahan Rakyat tentang salah satunya adalah keberadaan MBG.
Ini awal dari perjuangan yang membutuhkan dukungan dari seluruh Rakyat Indonesia, kecuali mereka para penjilat yang hanya mampu menganggukkan kepala demi kepuasan pimpinan tanpa memperdulikan kerasagan dan kesengsaraan Rakyat kecil.
Semoga dengan hadirnya gerakan Mahasiswa dan bertepatan dengan Tahun Baru Islam, kebenaran bisa benar-benar dapat ditegakkan, dan kemunafikan hancur dari Negeri Pertiwi.
Mari kita bermunajat dan mengangkat kedua tangan kita, memohon kepada Sang khalik, penguasa alam semesta agar kebaikan tetap menjadi pemenang walaupun para pelaku kejahatan pandai bersembunyi dengan memakai topeng kemunafikan.Amiien

15 Jun 2026

Pemdes Japura Bakti salurkan program Pangan Nasional

INDOMEDIANEWS - Masyarakat desa Japura bakti, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, antri dihalaman kantor desa setempat untuk memperoleh bantuan beras dan minyak goreng dari program ketahanan pangan Nasional.
Lebih dari seribu warga tersebut memperoleh bantuan berupa 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng.
Menurut keterangan yang disampaikan kordinator Puskesos desa Japura bakti, Fadillah, menjelaskan, program tersebut dibagikan kepada beberapa warga yang telah terdata sebagai penerima bantuan 

"Dalam program ketahanan pangan Nasional ini ada sebanyak 1824 Keluarga penerima manfaat (KPM) dimana setiap warga penerima mendapatkan bantuan sosial berupa beras sebanyak 20 kg dan minyak goreng sebanyak 4 liter " tuturnya, Senin , 15/06/2026.

Dengan telah digulirkan ya program bantuan tersebut, diharapkan bisa bermanfaat bagi warga masyarakat kelas menengah kebawah.

"Puskesos sifatnya hanya menyalurkan bantuan sesuai dengan data yang ada, diharapkan bantuan yang telah diterima benar-benar dapat bermanfaat dan dimanfaatkan sebaik mungkin, apalagi saat ini banyak kebutuhan bahan pokok yang harganya sudah melambung, jadi dengan adanya bantuan beras dan minyak ini, minimalnya bisa sedikit mengurangi beban masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya" jelasnya.

Sementara itu, Kuwu Japura Bakti , Haerudin, yang memantau langsung pelaksanaan penyaluran program pangan Nasional sangat berterimakasih atas perhatian pemerintah terhadap masyarakat kelas menengah kebawah.

"Program pangan Nasional ini memang bertujuan untuk meringankan beban Masyarakat dalam hal kebutuhan bahan pokok, terutama beras atau minyak goreng, saat ini hampir seluruh kehidupan terdampak oleh adanya perekonomian secara global yang tidak menentu, oleh karenanya, dengan adanya bantuan yang diprakarsai pemerintah pusat ini benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kalangan bawah, harapan kami sebagai pemerintah desa, program untuk masyarakat ini terus ada, dengan catatan dilakukan evaluasi guna memperbaiki  pendataan yang selama ini mungkin menjadi salah satu persoalan yang belum dapat terselesaikan dengan baik, ini perlu dilakukan agar tidak ada lagi istilah program yang tidak tepat sasaran" jelasnya. (1c)

Warga Mertapadawetan terima program bantuan non tunai " Masyarakat sambut baik"

INDOMEDIANEWS - Pemerintah pusat kembali menyalurkan program bantuan pangan Nasional  (PBPN ) berupa 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng.
Dengan bergulirnya program bantuan tersebut, diharapkan mampu meringankan beban Masyarakat menengah kebawah ditengah ekonomi global yang tidak menentu.
Masyarakat menyambut baik dengan adanya PBPN tersebut, seperti yang terlihat di Desa Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon.
Sejak pagi dan kantor desa setempat belum dibuka, Masyarakat sudah berdatangan untuk mendapat bantuan beras dan minyak goreng.
Dari keterangan yang disampaikan kordinator Puskesos Mertapadawetan, Mahmud, menuturkan, untuk tahun ini perogram PBPN diberikan kepada 1268 KPM ( keluarga penerima manfaat )

"Alkhamdulillah, kami bekerjasama dengan pihak pemerintahan desa melaksanakan penyaluran Beras dan minyak goreng kepada 1268 KPM, tentunya harapan kami dengan adanya program tersebut, minimalnya bisa sedikit meringankan beban Masyarakat, terlebih saat ini perekonomian secara global sedang tidak baik-baik saja, kami sebagai penyalur dan pelaksana program, berharap bantuan yang diterima dapat dimanfaatkan dan dipergunakan sebaik mungkin " tuturnya, Senin, 15/06/2026.

Lebih lanjut dirinya menuturkan, bahwa dalam pelaksanaan penyaluran program pemerintah, dirinya mengharap adanya dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak.

"Kami meminta adanya bantuan peran dan peranserta dari semua pihak, hususnya dalam pendataan, apa yang kami lakukan sesuai data dan mekanisme, oleh karenanya, jika memang ada yang perlu dilakukan perubahan atau perbaikan data, silahkan komunikasikan dengan pihak Puskesos, ini perlu dilakukan sebagai upaya perbaikan kinerja dan pelayanan kami terhadap Masyarakat" jelasnya.

Ditempat terpisah, Kuwu Meryapadawetan, Moh Munif AR, mengharapkan kesejahteraan Masyarakat semakin membaik dengan adanya program pemerintah yang selama ini direalisasikan dengan tujuan memberikan yang terbaik kepada seluruh Rakyat Indonesia.

"Berbagai program yang digulirkan Pemerintah jelas tujuannya untuk mensejahterakan seluruh Rakyat Indonesia, oleh karenanya, kami dari pihak pemerintah desa sangat mendukung dan berharap program bantuan bagi masyarakat akan terus ada, terlebih lagi saat ini tatanan kehidupan kita berada dalam kondisi yang tidak menentu, oleh karenanya, mari kita bersatu padu untuk menata kehidupan kearah yang lebih baik dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi terwujudnya kehidupan yang berkeadilan dan berdaulat" jelasnya. (1c)

12 Jun 2026

AMKI Cirebon Raya , Salurkan Sembako untuk Anak Yatim dan Duafa di Ashabul Kahfi

INDOMEDIANEWS – Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Cirebon Raya menunjukkan kepedulian sosial yang nyata dengan menggelar aksi bakti sosial (baksos) pada Jumat (12/06/2026). 

Dalam aksi tersebut, AMKI menyalurkan bantuan sembako kepada puluhan anak yatim dan duafa di Yayasan Ashabul Kahfi, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon.

Kegiatan yang berlangsung usai ibadah sholat Jumat ini diawali dengan doa bersama di Sekretariat AMKI yang berlokasi di Desa Setupatok, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon. 

Aksi sosial ini dipimpin langsung oleh Ketua AMKI Cirebon Raya, Rudi, dengan didampingi oleh Ketua Panitia, Suripto, serta jajaran anggota organisasi lainnya.Ketua AMKI Cirebon Raya, Rudi, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kelancaran agenda berbagi ini.

“Alhamdulillah kegiatan ini bisa berjalan lancar. Saya ucapkan banyak terima kasih kepada para donatur dan rekan-rekan media yang telah berjuang menyukseskan kegiatan ini,” ungkap Rudi di sela-sela acara.Rudi menegaskan bahwa aksi kepedulian serupa akan dijadikan sebagai agenda rutin bulanan AMKI Cirebon Raya ke depannya.

 Ia berharap program berbagi ini terus diberi kelancaran dan konsisten membawa manfaat luas, khususnya bagi anak yatim dan duafa di Ashabul Kahfi serta masyarakat Cirebon pada umumnya.

Di tempat yang sama, Ketua Panitia Baksos, Suripto, menambahkan bahwa esensi dari kegiatan ini tidak sekadar menyerahkan bantuan fisik.“Baksos ini bukan sekadar memberi, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi antar-anggota dan menumbuhkan rasa empati terhadap sesama,” kata Suripto.

Adapun paket bantuan yang didistribusikan pada hari tersebut meliputi kebutuhan pokok sehari-hari, mulai dari beras, mi instan, telur, minyak goreng, hingga air mineral.

Merespons aksi baik tersebut, Ketua Yayasan Ashabul Kahfi, Wili Sumantri, menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para donatur yang telah menyalurkan bantuannya melalui AMKI Cirebon Raya."Ashabul Kahfi mengucapkan terima kasih banyak. 

Sembako ini sangat bermanfaat untuk anak yatim dan duafa yang ada di sini," tutur Wili.Pada kesempatan itu, Wili juga membeberkan kondisi terkini yayasan yang mengasuh 50 anak yatim tersebut.

 Ia mengungkapkan adanya kebutuhan mendesak bagi salah satu anak asuhnya yang hingga saat ini belum bisa dipenuhi oleh pihak yayasan.

"Di Ashabul Kahfi ada 50 anak yatim. Di antaranya ada salah satu anak yang sangat membutuhkan alat bantu dengar, dan Yayasan Ashabul Kahfi di sini masih belum bisa memenuhinya," pungkas Wili kepada Ketua AMKI Cirebon Raya, Rudi, berharap ada uluran tangan berikutnya yang dapat membantu.( 1c)

warga Desa Sigong rela antri demi mendapat bantuan beras dan minyak goreng

INDOMEDIANEWS -Warga Masyarakat Desa Sigong, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, bersuka cita walau harus antri demi mendapatkan 20 Kg beras dan 4 Liter minyak goreng gratis yang disalurkan pemerintah pusat melalui program ketahanan pangan.
Sebanyak 1417 KPM pada Jumat pagi dihalaman kantor Desa setempat program ketahanan pangan tersebut dilaksanakan.

Dari keterangan yang disampaikan Kuwu Sigong, Sumarsono, program ketahanan pangan tersebut digulirkan sebagai salah satu upaya untuk meringankan beban Masyarakat.

"Kami sangat bersyukur dengan dilaksanakannya program ketahanan pangan berupa penyaluran beras dan minyak goreng kepada 1417 keluarga penerima manfaat, kami dari pihak pemerintahan desa sifatnya hanya menyalurkan paket tersebut kepada warga Masyarakat yang sudah masuk dalam data penerima manfaat, diharapkan dengan adanya bantuan beras dan minyak goreng tersebut minimalnya sedikit dapat meringankan beban masyarakat ditengah perekonomian yang saat ini sangat tidak menentu" tuturnya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, bahwa program yang digulirkan pemerintah pusat merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan taraf kehidupan Masyarakat dari berbagai golongan.

"Berbagai program yang digulirkan pemerintah tujuannya tentu sangat mulia, oleh karenanya kami berharap agar seluruh lapisan Masyarakat benar-benar dapat merasakan berbagai program yang telah digulirkan, semuanya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan yang berkeadilan, terlepas dari itu, kami mengharap kepada seluruh warga Masyarakat Sigong untuk memanfaatkan program yang telah diteterima dengan sebaik mungkin, jika berbicara adil, mungkin rasa keadilan tersebut belum sepenuhnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan, namun demikian kami akan tetap berusaha memberikan pelayanan yang terbaik bagi Masyarakat, intinya tetap bersyukur dan menjunjung tinggi nilai persatuan dan kesatuan" pungkas Sumarsono (1c)

10 Jun 2026

Panitia Pilwu PAW desa Kendal terbentuk " Siap laksanakan Pilwu Antar Waktu"

INDOMEDIANEWS -Pemerintahan desa Kendal, kecamatan Astanajapura, kabupaten Cirebon, menyelenggarakan acara pelantikan dan pembekalan panitia pergantian antar waktu ( PAW) desa Kendal tahun 2026.

PAW Desa Kendal dikarenakan Kuwu difinitif setempat meninggal dunia beberapa bulan yang lalu 

Dalam pelaksanaan tersebut, BPD Kendal, Jaelani , mengharapkan agar proses PAW Kuwu Kendal bisa dilaksanakan dengan baik.

"Hari ini kami melaksanakan kegiatan pelantikan dan pembekalan panitia PAW Kuwu Kendal tahun 2026, dengan telah dilantiknya susunan Panitia, diharapkan penjaringan Kuwu Antar waktu ini dapat berjalan dengan baik sesuai harapan Masyarakat" tuturnya, Rabu, 10/06/2026.

Sementara itu, Ketua panitia  PAW Kuwu Kendal, Sunadi, menjelaskan dengan telah dilaksanakannya pelantikan, proses penjaringan atau Pemilihan Kuwu antar waktu dapat segera dilaksanakan.

"Setelah dilaksanakannya pelantikan panitia PAW Kuwu Kendal, tugas kami selanjutnya adalah menyusun dan mempersiapkan mekanisme atau tatacara terkait pencalonan Kuwu antar waktu, insyaAllah, secepatnya dapat dilaksanakan sesuai dengan tatacara atau aturan yang telah ditentukan, oleh karenanya, saat ini persiapan kami adalah membahas dengan anggota dan beberapa pihak terkait tentang apasaja langkah yang harus kami tempuh, hingga pelaksanaan atau pembukaan pembukaan pendaftaran para calon kuwu PAW secepatnya bisa terealisasi sampai didapat siapa yang saja yang mendaftar dan siapa yang terpilih sebagai Kuwu PAW desa Kendal" tuturnya.

Usai acara pelantikan dan pembekalan panitia Kuwu antar waktu, penjabat Kuwu Kendal, Irwanto sekaligus Kasi pemerintahan Kecamatan Astanajapura, merasa bersyukur dengan telah dilaksanakannya acara pelantikan dan pembekalan panitia Kuwu PAW.

"Salah satu tugas saya sebagai Penjabat Kuwu Kendal untuk menghantarkan pemilihan Kuwu Antar Waktu ( PAW) sudah memasuki tahapan pelaksanaan, ini dikarenakan telah terbentuknya kepengurusan panitia Pilwu antar waktu, tinggal kami mempersiapkan tahapan berikutnya, yaitu melaksanakan pemilihan kuwu antar waktu, InsyaAllah, segala tahapan dapat berjalan dengan baik sampai terlaksananya pemilihan Kuwu antar waktu, kami mohon doa dan dukungannya, agar proses pilwu PAW ini dapat terealisasi dengan baik dan menghasilkan kuwu sesuai  harapan Masyarakat, Alkhamdulillah, pelantikan yang dilaksanakan hari ini berjalan dengan baik, kami sebagai penjabat, mengucapkan selamat bertugas kepada panitia pilwu PAW yang telah dilantik dan diambil sumpah, laksanakan tugas dan tanggung jawab dengan baik sesuai tatacara dan aturan yang berlaku" jelasnya.(1c)