4 Nov 2026

Terindikasi Judol "145 warga Cipeujeuh wetan" dihapus sebagai penerima Bansos

INDOMEDIANEWS - Musyawarah Desa hasil verifikasi dan validasi data terpadu sosial ekonomi nasional ( DTSEN ) wajib dilakukan oleh seluruh desa.
Salah satunya dilaksanakan oleh Pemerintah Desa Cipeujeuh wetan, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon.
Kegiatan Musdes terkait DTSEN merupakan salah satu upaya untuk melakukan pembenahan data kependudukan dan menyelesaikan persoalan pendataan yang selama ini kerap terjadi persoalan dengan istilah tidak tepat sasaran.  
Dalam kegiatan yang dilaksanakan di salah satu ruangan pemerintahan Desa setempat. 

Kasi Ekbang Kecamatan Lemahabang, Elang Samirasa, dalam acara Musdes tersebut menuturkan, kegiatan ini merupakan sebuah kewajiban yang harus dilakukan setiap bulannya.

"Musdes DTSEN sangat penting dan harus dilakukan setiap satu bulan sekali,mengapa demikian, karena dalam Musdes tersebut kita mengetahui ada persoalan apa dan bagaiman menyelesikannya, terlebih menyangkut data kependudukan, karena begitu pentingnya, maka harapan kami kepada seluruh Pemerintahan Desa untuk melaksanakan kegiatan ini sebaik mungkin, jangan sampai ada persoalan yang terjadi pada Masyarakat, kita tidak memahami bagaimana cara menyelesaikannya" jelasnya,Rabu,04/11/2026.

Sementara itu, kordiator Puskesos Cipeujeuh wetan, Ria, menuturkan adanya beberapa persoalan yang menyangkut Bansos.

"Menurut kami acara Musdes ini sangat penting, karena selain untuk memberikan pemahaman kepada Masyarakat penerima bantuan sosial yang menghadapi persoalan , semisal adanya penghapusan sebagai penerima manfaat atau terjadinya Desil yang dirasa tidak sesuai, oleh karenanya Musdes ini sangat penting untuk dilaksanakan secara rutin" tuturnya.

Lebih lanjut Ria menuturkan, dengan adanya Desil dan pendataan yang ada saat ini, beberapa KPM terhapus.

"Ada beberapa KPM ( Keluarga Penerima manfaat ) yang terhapus sebagai penerima karena adanya beberapa hal, terlepas dari peningkatan Desil, juga ada yang dihapus karena terindikasi Judol, untuk desa kami saja, ada sekitar 145 warga yang terhapus sebagai penerima Bansos karena terindikasi judol, oleh karenanya, melalui Musdes ini sebagai salah satu upaya untuk memberikan pemahaman dan bagaimana caranya agar masyarakat bisa memperoleh Bansos dan hal lainnya" tuturnya.(1c)

Disnaker Kabupaten Cirebon apresiasi Kec Lemahabang "Peduli Difabel"

INDOMEDIANEWS -Forum Komunikasi Difabel Cirebon ( FKDC) bersama Dinas ketenaga kerjaan ( Disnaker ) menggelar pelatihan bertajuk pemberdayaan lanjutan Disabilitas pembuatan Souvenir dengan menggunakan mesin laser.

Kegiatan tersebut adalah memberikan pelatihan dan pendidikan bagi kaum difabel untuk dapat menggunakan mesin laser sebagai salah satu alat penunjang pembuatan ragan kerajinan ( Souvenir ) .pelatihan sendiri akan dilaksanakan selama 10 hari dan diikuti oleh beberapa difabel dari dua kecamatan, yaitu kecamatan Greged dan kecamatan Lemahabang.

Acara yang diselenggarakan di Aula Kecamatan Lemahabang tersebut dihadiri Sekretaris Disnaker Kabupaten Cirebon,Kabid Dinas Ketenaga kerjaan Kabupaten Cirebon, Kadis Ketenaga kerjaan Kabupaten Cirebon, Camat Lemahabang dan beberapa pengurus FKDC juga  Sahabat difabel dari dua kecamatan.

Dalam keterangannya, Ketua FKDC,Mujib menjelaskan, bawa acara tersebut merupakan pelatihan dan pembekalan bagi kaum difabel untuk lebih meningkatkan kemapuan dalam berkarya.

"Ada 10 rekan disabilitas yang mengikuti pelatihan tersebut, 7 diantaranya dari Kecamatan Lemahabang dan 3 dari kecamatan Greged, mereka akan melaksanakan pelatihan selama 10 hari, dimana pelatihannya adalah untuk pembuatan souvenir dengan menggunakan laser" tuturnya, Rabu, 04/11/2026.

Lebih lanjut Mujib menjelaskan, beberapa bahan yang dapat dimanfaatkan untuk penunjang pembuatan souvenir .

"Untuk sementara, bahan yang dipergunakan untuk pelatihan menggunakan akrilik dan triplek, kedepannya bisa menggunakan kulit sapi atau kulit kambing,dimana bahan yang ada bisa dipergunakan untuk pembuatan ID card atau ragam kerajinan lainnya, harapan kami setelah mengikuti pelatihan, saudara difabel semakin memiliki kemampuan lebih untuk berkarya dan berkreasi, terealisaisinya acara tersebut berkat adanya dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Cirebon, FKDC Mitra Sigab Indonesia dengan dkungan penuh Pemerintah Asutralia Indonesia melalui program inklusi" jelasnya.

Sementara itu, Camat Lemahabang, Yuyun Kusumawti, menyambut dan merespon baik kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Cirebon dan FKDC.

"Pelatihan yang digagas dan kerjasama Dinas Ketenaga kerjaan Kabupaten Cirebon beserta FKDC dan kaum disabilitas sangat positif, bukan semata memberikan pelatihan dan pendidikan keterampilan, nanun lebih dari itu, agar para saudara disabilitas mampu berkreasi dengan sarana atau alat yang memadai, seperti dengan penggunaan laser, ini tentunya merupakan sebuah kemajuan yang sangat pesat" tuturnya.

Senada hal tersebut disampaikan Kadis Ketenaga Kerjaan Kabupaten Cirebon, 
Novi Hendrianto, S.STP., M.Si, dirinya sangat merespon dan mendukung kegiatan yang dimotori oleh FKDC .

"Pada prinsipnya kami sangat merespon dan mendukung kegiatan yang dilakukan oleh FKDC, termasuk salah satunya pelatihan yang saat ini tengah dilaksanakan, semua ini bisa terealisasi dengan baik karena adanya peran serta pihak Kecamatan, hususnya Bu Camat Yuyun, yang begitu penuh semangat mendukung keberadaan para saudara disabilitas, yang lebih membanggakan, di kecamatan lemahabang merupakan yang pertama dan menjadi pelopor terkait keberadaan difabel, kami sangat berharap, dengan adanya pelatihan tersebut semakin mampu mengembangkan kreasi atau hasil karya dari saudara difabel kita" jelasnya.

Saat ditanya terkait persoalan pemasaran, Novi menegaskan.

"Kedepan ada kegiatan berupa pelatihan marketing digital, semoga dengan adanya hal tersebut, pemasaran dari produk saudara disabilitas ini akan semakin baik, dan pemasarannya pun akan semakin berkembang" pungkasnya .(1c)

2 Nov 2026

Perangkat hingga Lembaga Desa Sigong seluruhnya sudah memiliki Jamsostek "Gratis"

INDOMEDIANEWS - Jaminan sosial ketenaga kerjaan, merupakan salah satu program pemerintahan Provinsi Jawa Barat , yang disambut baik Pemdes Sigong, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon.
Merealisasikan program Gubernur Jawa Barat terkait Jamsostek, Pemdes Sigong mengoptimalkannya dengan mendaftarkan seluruh jajarannya untuk memiliki Jaminan Sosial ketenagakerjaan, hal tersebut disampaikan Kuwu Sigong, Sumarsono, saat ditemui diruang kerjanya, Senin,02/11/2026.

"Asuransi ketenaga kerjaan, atau Jamsostek merupakan program dari Gubernur Jawa Barat yang tentunya harus dimanfaatkan dengan sebaik mungkin, oleh karenanya, kami dari pemerintahan desa merealisasikannya dengan cara mendaftarkan dan mengikut sertakan seluruh jajaran pemerintahan desa, dari mulai perangkat setingkat Kadus hingga RT, bahkan seluruh kelembagaan desa semuanya saat ini sudah masuk dan memiliki kartu Jaminan asosial ketenagakerjaan" tuturnya.

Lebih lanjut dirinya menuturkan, untuk kedepannya pihaknya akan mengusahakan agar warga pun memiliki Kartu Jamsostek .

"Dengan masuk menjadi peserta Jamsostek, tentunya banyak manfaat , semisal jika saat melaksanakan tugas atau sedang bekerja terjadi suatu musibah atau kecelakaan kerja, akan mendapat asuransi dari Jamsostek, bahkan untuk perangkat desa yang sudah masuk purna bakti, asuransi tersebut bisa dicairkan dengan nominal yang telah ditentukan sesuai aturan, dengan adanya manfaat yang sangat besar ini, maka kami targetkan, untuk tahun depan, sekitar 1.500 warga Masyarakat akan diikutsertakan dan dimasukan dalam program Jamsostek, termasuk para pegawai P3K, harapan kami program yang baik ini dimanfaatkan dengan sebaik mungkin, dan yang pasti bagi Masyarakat yang ingin menjadi anggota atau peserta Jamsostek, semuanya gratis, tanpa dipungut biaya apapun" pungkasnya.(1c)

1 Nov 2026

Anggaran dipangkas " Pemdes Mertapadawetan tetap berkarya"

INDOMEDIANEWS - Ditengah keterbatasan anggaran dan efesiensi yang diterapkan pemerintah pusat, tidak serta merta membuat pemerintahan desa berhenti untuk melaksanakan program kerja yang telah tersusun sesuai tata kelola Desa.
Salah satunya adalah yang tengah dilaksanakan pemerintah Desa Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon.

Program kerja yang sedang dikerjakan adalah menyelesaikan persoalan sampah yang selama ini menjadi pekerjaan rutin dan terus menjadi perhatian husus.

Setelah sebelumnya dilakukan pembersihan sampah yang berlokasi di pinggir jalan raya yang menghubungkan antara Kecamatan Astanajapura dan kecamatan Lemahabang, tepatnya yang berlokasi di samping terowongan kereta api Desa setempat, saat ini Pemerintah Desa Mertapadawetan tengah melakukan pembersihan dan penanganan sampah yang berada di Blok Karangpanas.

Kuwu Mertapadawetan yang turun langsung kelokasi sampah tersebut, Moh Munif AR, menuturkan bahwa pihaknya akan berupaya maksimal dalam menangani persoalan sampah walaupun terbebabni karena adanya pemangkasan Anggaran.

"Mungkin persoalan pemangkasan atau efesiensi anggaran ini menjadi beban bagi beberapa pemerintah desa, hususnya untuk melaksanakan program kerja yang telah tersusun sebelumnya melalui Musyawarah Desa, ini pula yang menjadi kendala bagi kami untuk merealisasikan seluruh program desa, salah satunya adalah terkait penanganan sampah, nanun demikian kami terus berupaya agar sampah yang ada di Desa kami bisa tertangani dengan baik, walaupun mungkin tidak maksimal" tuturnya, Minggu,01/11/2026.

Lebih lanjut Munif menuturkan, untuk penanganan sampah, pihaknya menganggarkan dari PADesa.

"Karena tidak adanya anggaran yang memadai, baik itu DD maupun ADD, maka solusinya adalah kami mengalokasikannya dengan menggunakan anggaran yang diperoleh melalui PADesa, yang dampaknya adalah melakukan beberapa perubahan, yang awalnya telah dialokasikan untuk program lainnya, terpaksa kami rubah untuk penanganan sampah, ini perlu dilakukan karena memang keberadaan sampah ini harus segera dilakukan pembersihan, yang tujuannya adalah selain menjaga kebersihan juga mengutamakan kesehatan Masyarakat" jelasnya.

Munif mengharapkan kepada Pemerintah Kabupaten maupun Provinsi untuk memberikan perhatian husus untuk persoalan sampah.

"Dalam setiap Tahunnya anggaran yang dipergunakan untuk penanganan sampah ini nilainya tidak sedikit, karena pengangkutan atau pembersihan bisa 3 sampai 4 kali , selain harus menggunakan alat berat, juga tentunya harus diangkut beberapa kali, oleh karenanya, sampah ini tidak semata menjadi tanggung jawab pemerintahan Desa, namun harus didukung pula oleh pihak-pihak lainnya, selain itu kepada Masyarakat atau siapapun, kami himbau untuk tidak membuang sampah sembarangan dan selalu mengutamakan kesehatan dan kebersihan lingkungan" pungkasnya.(1c)

31 Okt 2026

Pemdes Mertapadawetan Louncing Sekolah Lansia Ki Buyut Serfin

INDOMEDIANEWS - Pemerintahan Desa Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, bekerjasama dengan Fatayat dan Muslimat NU melaksanakan program kerjasama pendidikan berupa Sekolah khusus Lansia.
Bertempat di Aula Kantor Desa setempat, Louncing Pembukaan Sekolah Lansia dihadiri oleh Unsur Pemerintahan dan Lembaga Desa Mertapadawetan pada Sabtu, 31/10/2026.

Louncing tersebut dibuka secara langsung oleh Kuwu Mertapadawetan, H.Moh.Munif AR didampingi Ketua TP PKK , Hj. Ida Faridah, Ketua Muslimat NU Yuhan, Ketua Fatayat NU Sulfat, Ketua Sekolah Lansia Ki Buyut Serfin, Atik  dan beberapa tokoh Agama, unsur terkait lainnya.

Dalam pemaparannya, Kuwu Mertapadawetan, Moh Munif AR, menyampaikan rasa syukurnya atas dibukanya atau diselenggarakannya sekolah Lansia di Desanya.

"Alkhamdulillah, hari ini, Louncing sekolah Lansia dapat dilaksanakan dengan baik, ini membuktikan, bahwa pendidikan tidak saja diminati oleh kaum muda, namun kaum lansia pun sangat antusias untuk ikut berperan serta dalam mengenyam dunia pendidikan, karena pada dasarnya pendidikan atau menuntut ilmu itu tidak dibatasi dengan usia,selama kita masih hidup, selama itu pula kita dituntut untuk belajar dan menuntut Ilmu" tuturnya.

Dalam mengembangkan desa, pemdes Mertapadawetan pun menggandeng beberapa pihak untuk turut membangun dan meningkatkan kualitas dalam berbagai hal.

"Tidak semata pembangunan ataupun pendidikan maupun sosial kemasyarakatan yang kami galakan, nanun termasuk juga kesehatan, dalam hal ini kami telah menjalin kerja sama dengan pihak RS Muhammadiyah ,dimana setiap bulannya kami melaksanakan acara pemeriksaan dan pengobatan secara gratis, ini berupa bentuk kepedulian kami terhadap perkembangan desa" jelasnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Mertapadawetan, Hj.Ida Faridah sangat menyambut baik hadirnya Sekolah Lansia di Desa Mertapadawetan.

"Ini merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi kami, dimana Pemerintah atau para pihak sangat memperhatikan akan pentingnya pendidikan, dengan louncing atau pembukaan Sekolah Lansia yang bernama Sekolah Lansia Kibuyut Serfin, diharapkan perkembangan dunia pendidikan, hususnya bagi para lansia akan semakin menarik minat untuk terus menuntut Ilmu dan mengenyam pendidikan tanpa terhalang oleh usia, InsyaAllah, program yang sangat baik ini akan menghasilkan sesuatu yang baik pula" tuturnya.

Kehadiran sekolah Lansia tersebut disambut baik oleh warga sekitar, salah satunya disampaikan peserta Sekolah Lansia yang tidak berkenan disebutkan namanya.

"Kami sangat bersyukur di Desa mertapadawetan diadakan Sekolah Lansia, ini menunjukan pemerintah sangat peduli dengan keberadaan kami sebagai Lansia, semoga dengan adanya Sekolah Lansia ini akan berdampak positif bagi kami, hususnya dalam memahami  pengetahuan atau ilmu yang diajarkan oleh para pendidik" jelasnya.(1c)

30 Okt 2026

Kebanggaan Orang tua saat menyaksikan wisuda sang putra

INDOMEDIANEWS - Kebanggaan dan kebahagiaan terlihat jelas pada raut wajah kedua orang tua saat melihat anaknya berhasil menyelesaikan pendidikan di bangku perkuliahan selama kurun waktu 4 tahun.
Hal tersebut pun seperti yang dirasakan pasangan Hendri Ghozali dan Siti Maemunah, saat menghadiri acara wisuda putra pertamanya, Akhmad Bahiz Arbinsyah, yang berhasil menyelesaikan pendidikannya di Fakultas Tehnik Sipil Universitas Muhadi Setia Budi, Brebes Jawa Tengah, Kamis, 29/10/2026.

Keberhasilan putra pertamanya tersebut menjadikan semangat untuk meniti masa depannya kearah yang lebih baik, hal tersebut disampaikan Bapak Hendri Ghozali didampingi istrinya, Siti Maemunah.

"Salah satu tugas orang tua adalah memberikan pendidikan yang terbaik bagi putra atau putrinya, dan hari ini kami sangat bangga dan berbahagia, karena jerih payah kami selaku orang tua selama ini berbuah manis, yaitu dengan telah berhasilnya putra kami menyelesaikan jenjang pendidikan di universitas Muhadi setiabudi Brebes Jawa tengah , ini tentunya suatu kebanggaan yang luar biasa" tuturnya.

Lebih lanjut dirinya menuturkan, dengan telah diwisuda anaknya yang menandakan telah lulus dalam mengemban ilmu pendidikan dibangku perkuliahan, berharap akan menghasilkan sesuatu yang berguna bagi keluarga, Nusa maupun Agama.

"Semoga Ilmu yang telah didapat dapat diejawantahkan dalam kehidupan dan masa depannya, sebagai orang tua hanya berpesan, gunakan ilmu yang telah diperoleh dan manfaatkan dalam hal yang positif, semoga apa yang menjadi harapan dapat terealisasi dengan baik, dan senantiasa dalam ridlo Allah SWT" pungkasnya.

Sementara itu, Akhmad Bahiz Arbinsyah. Yang akrab disapa Abin, mengucapkan rasa syukur dan terimakasihnya kepada kedua orang tua dan seluruh keluarga yang telah memberinya sesuatu yang sangat baik.

"Saya hanya bisa mengucapkan takjim dan terimakasih kepada kedua orang tua, yang telah begitu gigih memberikan yang terbaik kepada saya hingga dapat menyelesaikan pendidikan dibangku Kuliah, InsyaAllah, ilmu yang telah saya dapat selama pendidikan mampu dimanfaatkan untuk sesuatu yang positif dan berguna bagi Bangsa, Negara maupun Agama, sebagai seorang Anak hanya mampu berucap syukur dan terimakasih, semoga jerih payah Orang tua dan keluarga mendapat limpahan pahala yang berlipat dari Allah SWT" ucapnya lirih.(1c)