13 Mei 2026

Hidup dibawah garis kemiskinan " Masuk Desil 6 " dimana keadilan ?

INDOMEDIANEWS -Seorang warga lanjut usia di Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, ditemukan tinggal di rumah tanpa Water Closet,( WC ) dan listrik.

Yang jadi sorotan, data kemiskinan menempatkannya di desil 6, padahal ia mengaku tidak memiliki penghasilan tetap.

Susilo, 65 tahun, diketahui bekerja sebagai pemulung rongsok. Ia tinggal sendirian di rumah berukuran sekitar 5 m² di wilayah RW 05 Penyuken. Kondisi tempat tinggalnya tidak memiliki sanitasi dasar dan akses listrik.

Berdasarkan informasi yang beredar, Susilo tercatat masuk ke dalam desil 6 pada data terpadu kesejahteraan sosial. 

Desil 6 biasanya masuk kategori kelompok menengah bawah, jauh dari kriteria miskin ekstrem yang biasanya tidak memiliki pendapatan dan fasilitas dasar.

“Saya sendiri bingung. Dia nggak punya anak, istri juga nggak ada, penghasilan cuma dari ngumpulin rongsok. Tapi kok bisa masuk desil 6,” ujar seorang warga yang mengetahui kondisinya, Selasa, 12/05/2026.

Ketidaksesuaian data ini memunculkan pertanyaan soal akurasi pendataan di lapangan. Jika tidak diperbaiki, warga yang seharusnya mendapat bantuan sosial bisa saja terlewat karena dianggap mampu.

Hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi resmi dari pihak kelurahan maupun Dinas Sosial Kota Cirebon terkait status data Susilo. 

Kasus seperti ini bukan pertama kali terjadi. Pakar data sosial menyebut, kesalahan klasifikasi sering muncul akibat pendataan yang mengandalkan aset fisik rumah tanpa memverifikasi sumber pendapatan dan kondisi aktual penghuni.

Pemerintah Kota Cirebon biasanya melakukan pemutakhiran data DTSEN secara berkala. Warga atau pendamping sosial bisa mengajukan sanggahan data melalui kelurahan setempat jika ditemukan ketidaksesuaian seperti kasus Susilo.

Kopdes Merah Putih Mertapadawetan terima satu unit kendaraan roda empat

INDOMEDIANEWS - Koperasi Desa Merah Putih Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, telah siap beroperasi dengan telah diterimanya satu unit kendaraan roda empat ( truk engkel-red ) yang diterima melalui PT. Agrinas Pangan Nusantara,  pada Rabu, 13/05/2026.
Penerimaan kendaraan tersebut disaksikan langsung Manager Kopdes Merah Putih,Abdullah,  Kuwu Mertapadawetan Moh.Munif AR  dan anggota Koramil Astanajapura, Sertu Suandi.

Dalam pemaparannya, Manager Kopdes Merah Putih, Abdullah menuturkan, untuk program awal yang menjadi skala prioritas mencakup beberapa hal.

"Untuk program awal, kami prioritaskan bergerak di bidang sembako, penyediaan pupuk pertanian dan Apotik Desa, Alkhamdulillah saat ini kami sudah memiliki anggota tetap sebanyak 50 Orang, dan kami terus berupaya untuk memberikan edukasi terhadap warga Masyarakat agar menjadi anggota Kopdes Merah Putih, karena banyak keuntungan yang akan berdampak positif jika jumlah anggotanya semakin banyak.prinsipnya, Kopdes itu bisa besar tergantung pada anggota itu sendiri, harapannya setelah semuanya dapat berjalan sesuai agenda yang telah tersusun, tarap perekonomian dan kesejahteraan Masyarakat akan semakin membaik" tuturnya.

Senada hal tersebut disampaikan Kuwu Mertapadawetan, Moh Munif AR yang mengharap Warga Masyarakat Mertapadawetan banyak yang menjadi Anggota Kopdes Merah Putih.

"Saat ini Kopdes merah Putih Mertapadawetan secara kesiapan dirasa sudah sangat siap untuk merealisasikan program yang telah tersusun, terlebih lagi sudah diterimanya satu unit kendaraan roda empat, yang InsyaAllah dalam waktu dekat unit kendaraan penunjang lainnya akan segera diterima, sebagai Kuwu tentunya saya sangat berharap kepada seluruh warga Mertapadawetan untuk bergabung menjadi Anggota Koperasi, karena semakin banyak anggota, semakin mudah untuk berkembang, dan yang tidak kalah pentingnya adalah keuntungan yang diperoleh Masyarakat akan semakin besar, semuanya sudah tercantum dalam aturan dan mekanisme yang berlaku dalam hal keberadaan koperasi itu sendiri" jelasnya.(1c)

12 Mei 2026

Jalan seribu lobang akhirnya diperbaiki "setelah beredar kabar akan ada aksi"

INDOMEDIANEWS - Beredar kabar akan adanya aksi warga Masyarakat Desa Munjul dan Desa Mertapada, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon terkait jalan rusak yang terkesan dibiarkan di gelar di Kantor Kecamatan Astanajapura.

Aksi Masyarakat tersebut karena merasa kesal dan mempertanyakan keberadaan pihak pemerintah Kabupaten Cirebon, apakah jalan sepanjang perbatasan desa mertapada hingga desa Munjul bahkan hingga desa Gumulung tonggoh yang kondisinya rusak parah dan kerap menimbulkan kecelakaan lalulintas hanya dibiarkan rusak dan tanpa adanya respon dari Dinas terkait.

Kerusakan jalan yang sudah berjalan sangat lama tanpa adanya perbaikan, menimbulkan kekecewaan banyak pihak, bahkan terpasang beberapa spanduk yang mempertanyakan keberadaan pemerintah Kabupaten, bukan hanya itu, di samping jalan kereta api yang merupakan jalan utama penghubung mertapada hingga Gumulung tonggoh, tertulis sangat jelas di sebuah sepanduk yang terbentang dengan tulisan selamat datang di jalan seribu lobang.
Dari informasi yang disampaikan salah seorang warga Mertapadawetan, Sobur,bahwa jalan tersebut memang sudah lama rusak dan tidak kunjung diperbaiki, hingga berujung pada rencana digelarnya aksi warga.

"Memang benar, infonya akan ada aksi warga yang menuntut agar jalan yang rusak segera diperbaiki. 
Setelah adanya rencana demo, jalan rusak tersebut saat ini tengah dilaksanakan perbaikan, walaupun sifatnya hanya penambalan " tuturnya, Selasa, 12/05/2026.

Senada hal tersebut disampaikan Sekretaris Desa Munjul, Alif, yang membenarkan adanya rencana aksi.

"Infonya sih memang akan ada rencana aksi, mungkin karena sudah terlalu lama melihat kondisi jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki, akhirnya beberapa warga menggelar aksi demo sebagai puncak dari kekesalan yang selama ini terpendam" jelasnya.

Sementara itu, salah seorang warga desa Munjul yang engga disebutkan identitasnya menjelaskan kekecewaan yang selama ini dipendam Masyarakat.

"Warga memang sudah lama sangat kesal melihat kondisi jalan yang rusak parah, terlebih jalan ini merupakan jalan utama yang menghubungkan antara desa Mertapada, Munjul hingga Gumulung tonggoh, Kecamatan Greged, ironisnya, setelah beredarnya informasi akan ada aksi,baru pihak pemerintah Kabupaten Cirebon melakukan perbaikan, aneh memang, pemerintah ini baru bergerak setelah akan ada gerakan Masyarakat, atau memang harus selalu demikian, kami berharap perbaikan jalan ini tidak hanya sementara atau sebatas tambal sulam, alangkah baiknya jika dilakukan perbaikan permanen, bila perlu lakukan betonisasi" harapnya. (1c)

11 Mei 2026

Kopdes Merah Putih Mertapadawetan siap beroperasi " perlu dukungan semua pihak "

INDOMEDIANEWS - Persiapan untuk beroperasinya Koperasi Desa Merah Putih Sesa Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon sudah memasuki tahap penyempurnaan untuk siap beroperasi sesuai program yang digalakan Pemerintah pusat.
Saat ini Kopdes Merah Putih Mertapadawetan tengah melakukan pemasangan Rak Display Doubel/Island sebanyak 41 unit.
Ditemui dilokasi Kopdes, Kuwu Meryapadawetan, Moh.Munif.AR menuturkan pihaknya sangat mendukung program Pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan taraf perekonomian Masyarakat 

"Saat ini Kopdes Merah putih secara keseluruhan sudah siap untuk beroperasi, hal yang tengah dilaksanakan adalah pemasangan rak display sebanyak 41 unit, dimana barang yang diterima melalui PT. Agrinas Pangan Nusantara" tuturnya, Senin,11/05/2026.

Lebih lanjut Munif menuturkan, bahwa keberadaan Kopdes merah putih sangat berpengerahuh pada perkembangan desa asalkan pelaksaannya sesuai dengan mekanisme dan mendapat dukungan penuh dari seluruh elemen Masyarakat.

"Dasar berdirinya koperasi adalah berasal dari Anggota, untuk Anggota dan oleh Anggota, itu merupakan azaz berdirinya sebuah koperasi, karena dasarnya sudah jelas, maka maju dan mundurnya sebuah koperasi ditentukan oleh dukungan dan keseriusan seluruh anggotanya, oleh karenanya, kami berharap seluruh Anggota Koperasi harus benar-benar memberikan dukungannya secara berkesinambungan, dalam artian jangan hanya sesaat, sebagai langkah awal sesuai rapat kepengurusan, bahwa anggota koperasi merah mutih berkewajiban untuk memenuhi berbagai syarat, diantaranya adalah melaksanakan simpanan wajib sebesar Rp.50.000 simpanan pokok Rp.20.000 simpanan sukarela tidak terbatas, dari semuanya itu dalam setiap tahunnya akan dilaksanakan RAT ( rapat anggota tahunan ) dimana nanti hasil dari perjalanan koperasi atau jika diperoleh keuntungan maka semua anggota akan mendapat keuntungan dari hasil koperasi sesuai mekanisme atau aturan yang berlaku" jelasnya. (1c)

8 Mei 2026

AMKI Cirebon Raya gelar bakti sosial peduli yatim dan duafa

INDOMEDIANEWS – Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Cirebon Raya menunjukkan kepedulian sosialnya dengan menggelar aksi bakti sosial (baksos), Jumat (8/5/2026). 

Dalam kegiatan ini, AMKI menyalurkan bantuan sembako kepada anak yatim dan duafa di dua titik, yakni Yayasan Harapan Robbani di Kota Cirebon dan Yayasan Beringin Bakti di Kabupaten Cirebon.

Kegiatan yang berlangsung khidmat usai Sholat Jumat ini diawali dengan doa bersama di Sekretariat AMKI, Desa Setupatok, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon. 

Aksi sosial dipimpin langsung oleh Ketua AMKI Cirebon Raya, Rudi, didampingi Dewan Pembina Noli Alamsyah, Ketua Panitia Suripto, serta jajaran anggota lainnya.

Ketua AMKI Cirebon Raya, Rudi, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran acara tersebut. Ia mengaku momen ini sangat menyentuh hati seluruh anggota.“Alhamdulillah kegiatan ini bisa berjalan lancar. 

Saya ucapkan banyak terima kasih kepada para donatur dan rekan-rekan media yang telah berjuang menyukseskan kegiatan ini,” ungkap Rudi. 

Ia juga menegaskan bahwa aksi serupa akan menjadi agenda rutin bulanan AMKI Cirebon Raya ke depannya.Senada dengan Rudi, Dewan Pembina AMKI Cirebon Raya, Noli Alamsyah, mengapresiasi sinergi antara donatur dan wartawan. 

Ia berharap program berbagi ini terus diberi kelancaran dan membawa manfaat bagi masyarakat luas.

Sementara itu, Ketua Panitia Suripto menambahkan bahwa baksos ini bukan sekadar memberi, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antar anggota dan menumbuhkan empati terhadap sesama.“Kita melihat langsung perjuangan pengurus panti dan anak-anak yang mungkin tidak seberuntung kita.Ini pelajaran berharga bagi kami,” ujar Suripto.

Penyaluran Bantuan di Dua Lokasi di lokasi pertama, Yayasan Harapan Robbani menyambut baik bantuan yang diberikan. Pihak yayasan mendoakan agar AMKI Cirebon Raya senantiasa sukses dalam menjalankan program-programnya.

Adapun paket bantuan yang disalurkan pada Mei 2026 ini terdiri dari 75 kilogram beras, 10 dus mi instan, 10 liter minyak goreng, 10 dus air mineral, dan 10 kilogram telur.Suasana hangat dan kekeluargaan juga terasa saat rombongan AMKI tiba di lokasi kedua, Yayasan Beringin Bakti, Kabupaten Cirebon. 

Kedatangan mereka disambut langsung oleh Ketua Yayasan, Dra. Hj. Sri Bendera Murni, beserta jajaran pengurus. 

Menariknya, anak-anak binaan penyandang disabilitas (tuna netra) turut menyambut tamu dengan menampilkan bakat dan kemampuan mereka.

Dra. Hj. Sri Bendera Murni mengungkapkan kekagumannya terhadap langkah AMKI Cirebon Raya. Menurutnya, aksi ini sejalan dengan misi yayasannya yang kini telah menginjak usia ke-60 tahun.

AMKI Cirebon Raya ini organisasi yang masih baru, namun terasa berbeda dan sangat peduli. Mudah-mudahan AMKI terus kompak, maju, dan berkembang,” pungkasnya. (1c)

Pemdes Mertapadawetan berbenah sambut Haul Ki Buyut Serfin

INDOMEDIANEWS -Menjelang pelaksanaan Haul Kibuyut Serfin yang akan dilaksanakan pada 17 Juni 2026, Pemerintahan Desa Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon terus berbenah.
Salah satu kegiatan yang tengah dilaksanakan adalah perbaikan dan pengecatan kantor desa setempat.
Kegiatan tersebut diharapkan agar disaat pelaksanaan Haul Ki Buyut Serfin akan terlihat indah dan asri.
Ditemui diruang kerjanya, Kuwu Mertapadawetan, Moh Munif.AR menuturkan harapannya, agar peringatan Haul nanti semuanya berjalan dengan baik.

"Peringatan Haul Ki Buyut Serfin untuk tahun ini merupakan peringatan yang terbilang Akbar, selain mengundang berbagai pejabat, InsyaAllah akan dihadiri oleh mantan ketua PBNU, Prof.Dr KH Said Aqil Siradj M,A." Tuturnya, Jum'at 08/05/2026.

Lebih lanjut Kuwu Munif menuturkan, pelaksanaan Haul ini melibatkan berbagai pihak.

"Kami libatkan semua pihak dalam pelaksanaan Haul ini, dari mulai Masyarakat, para pengusaha, tokoh Agama,tokoh Pemuda dan berbagai unsur lainnya, hal ini diperlukan agar dalam pelaksanaan yang melibatkan banyak pihak akan menghasilkan sesuatu hal yang positif dan dapat dikenang bahkan menjadi kebanggaan seluruh warga Masyarakat Mertapadawetan pada hususnya" jelasnya.

Demi terlaksananya momen istimewa tersebut, Pemdes dan Berbagai unsur secara bersama-sama menggalang dana yang dilakukan secara sukarela.

"Anggaran untuk acara tersebut kami peroleh dari partisipasi Masyarakat, para donatur atau seponsor dan para pihak yang peduli akan terselenggaranya acara Haul Ki Buyut Serfin, harapan kami sebagai pemerintah desa tentunya mengajak semua pihak untuk secara bersama-sama menjaga dan melestarikan aset atau Budaya daerah jangan sampai sirna dan tergerus oleh perubahan dan perkembangan zaman" pungkas Munif. (1c)