25 Mei 2026

Kuwu Mertapadawetan berharap Masyarakat bersama menjaga kebersihan "PR Sampah belum maksimal"

INDOMEDIANEWS - Lagi dan lagi, persoalan Pemdes Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, yang hingga ini belum menghasilkan solusi yang terbaik adalah perihal permasalahan sampah.
Betapa tidak, setiap hampir dua bulan sekali Pemdes Mertapadawetan harus mengeluarkan anggaran untuk menyelesaikan persoalan sampah, hususnya untuk pembersihan dan pengangkutan sampah yang terpusat di Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) desa setempat 
Dalam keterangan yang disampaikan Kuwu Mertapadawetan, pihaknya harus menganggarkan biaya sampah yang tidak sedikit.

"Tiap dua bulan atau paling lambat tiga bulan sekali, kami harus menyiapkan anggaran untuk pengangkutan dan pembersihan sampah di TPS kisaran kurang lebih Rp.8.000.000, sebagai langkah yang kami siasati adalah anggaran tersebut kami gunakan dari PADesa" tutur Kuwu Munif, Senin,25/05/2026.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, Sampah ini menjadi persoalan yang memang sangat sulit dicari solusinya, dibutuhkan kesadaran dari semua pihak .

"Program kerja yang belum bisa kami laksanakan secara maksimal adalah terkait persoalan sampah, banyak kendala yang harus kami tangani husus masalah sampah, disamping belum ditemukannya lahan yang benar-benar cocok untuk dijadikan pengganti lahan TPS, juga terkendala adanya pemangkasan anggaran yang dilakukan Pemerintah Pusat dan diberlakukan kepada seluruh Desa yang ada di Indonesia, jelas ini menjadi tantangan bagi kami untuk tetap menjalankan roda pemerintahan desa dengan keterbatasan anggaran, harapan kami kedepannya pemerintah baik pusat maupun daerah  mampu mengambil kebijakan yang benar-benar pro Desa, karena secara tidak langsung, desa adalah cerminan maju mundurnya sebuah pengembangan, baik itu perekonomian, pembangunan, kesejahteraan maupun hal lainnya" jelasnya.

Terkait persoalan sampah, Kuwu Munif mengharapkan adanya kesadaran bersama, untuk menjaga kebersihan lingkungan dan saling peduli demi terciptanya kondisi aman dan nyaman.

"Buanglah sampah pada tempatnya, dan jangan saling menyalahkan, karena kami terus berupaya agar masalah sampah bisa ditangani dengan baik, harapan kami pun bagi warga Masyarakat dari luar desa mertapadawetan agar tidak membuang sampah di TPS yang ada di desa kami, bahkan kerap kali kami dibuat pusing, TPS yang berada tidak jauh dari terowongan kereta api tersebut sebetulnya sudah dibuatkan pagar, namun ada saja oknum yang masih nekat membuang sampah di TPS tersebut dengan cara membakar pagar pembatas yang terbuat dari bambu, ini menandakan adanya ketidakpedulian dengan kondisi lingkungan dan hanya mementingkan kepentingan pribadi" pungkasnya. (1c)

0 $type={blogger}: