1 Sep 2026

Gegara Pinjol "80 Warga Panongan dicoret sebagai penerima Bansos"

INDOMEDIANEWS- Pemerintah pusat menggulirkan berbagai program bantuan sosial yang bertujuan untuk meringankan beban Masyarakat.
Salah satunya yang saat ini tengah dilaksanakan, yaitu penyaluran program ketahanan pangan berupa beras sebanyak 30 Kg per KPM ( Keluarga Penerima Manfaat ).
Program tersebut tentunya disambut baik oleh kalangan Masyarakat kelas bawah, walaupun terkadang ada beberapa Masyarakat kelas menengah yang tetap menerimanya.
Hal ini dikarenakan adanya persoalan yang hingga saat ini belum dapat diselesaikan sepenuhnya, yaitu terkait kesalahan data hingga terjadi istilah bantuan tidak tepat sasaran.
Yang mirisnya lagi setelah adanya sistem Desil, dimana pada kenyataannya masih banyak kesalahan data yang membuat warga yang seharusnya berhak menerima bantuan malah hanya bisa menghela nafas karena masuk dalam Desil besar.

Hal ini pula yang dikeluhkan Kuwu Panongan, Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon, Haerudin.
Dirinya menjelaskan dengan adanya Desil ternyata datanya tidak sesuai fakta.

"Kami tidak mengerti dengan adanya pendataan yang timbul karena Desil, toh pada kenyataannya banyak warga kami yang seharusnya menerima bansos malah tidak menerima karena terkendala Desil, seperti halnya program ketahanan pangan berupa bantuan beras, salah seorang warga kami yang kondisinya sangat memperihatinkan malah tidak mendapat bantuan sosial karena Desilnya tinggi, jadi saya sendiri bingung data ini sebenarnya diperoleh berdasarkan apa" tuturnya, Selasa,01/09/2026.

Untuk saat ini, warga penerima bantuan program ketahanan pangan berupa beras di desa Panongan sebanyak 995 KPM.

"995 KPM didesa kami menerima penyaluran program ketahanan pangan, sayangnya ada beberapa kami yang namanya harus di coret sebagai penerima Bansos gegara tersangkut pinjol, karena salah satu prasyarat menerima bantuan adalah tidak tersangkut Pinjol, yang membuat hati kami miris, ternyata jumlah warga kami yang tersangkut pinjol mencapai angka 80 Orang, ini tentu sangat menyedihkan, banyak warga yang mempersoalkan, namun kami tidak dapat berbuat banyak, karena ketentuannya memang demikian adanya, namun demikian kami terus memberi pemahaman bagi warga Masyarakat yang namanya tercoret gegara pinjol untuk melakukan pengajuan ulang dengan syarat tidak akan mengulangi perbuatan lagi, selain itu, sebagai catatan, kami menginginkan pendataan apapun bentuknya harus sesuai dengan fakta, jangan sampai istilah tidak tepat sasaran ini tetap ada yang dampaknya Hak warga menjadi tidak jelas" pungkasnya (1c)

Rusak parah jalan diperlintasan KA " Pengguna jalan menuntut HAK"

INDOMEDIANEWS - masyarakat pengguna kendaraan yang melintasi jalan Cipeujeuh, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, hususnya yang melintasi rel perlintasan kereta api, mengeluh karena jalan disekitar pintu penutup rel yang kondisinya sangat membahayakan bagi para pengguna kendaraan, terlebih roda dua.
Kerusakan jalan di area perlintasan tersebut sudah lama rusak dan berlubang , terkesan adanya pembiaran, walaupun di area tersebut terlihat jelas tumpukan batu koral yang hanya menumpuk seolah sebagai hiasan semata.
Dengan kondisi tersebut, membuat beberapa warga pengguna jalan dan tokoh Masyarakat meminta agar segera dilakukan perbaikan.

Salah seorang warga pengguna kendaraan yang setiap harinya melintas di area tersebut, yanto, menuturkan keluhannya.

"Di sekitar perlintasan atau penutupan pintu kereta api ini kondisi jalanannya sangat membahayakan para pengguna jalan, terlebih dipagi hari, di jam -jam sekolah dan perkantoran, sudah dipastikan jalanan ini padat oleh kendaraan roda dua maupun roda empat, pada jam -jam itulah sudah dipastikan menimbulkan kemacetan dan antrian panjang kendaraan, karena para pengendara harus ekstra hati-hati agar tidak terjatuh akibat menghindari jalan berlobang dan bergelombang, dan hal ini sudah terjadi sejak lama" tuturnya, Selasa, 01/09/2026.

Dirinya mengharapkan adanya perhatian dari Dinas yang terkait agar kondisi jalan yang rusak ini segera dilakukan perbaikan.

"Kami sih sangat mengharap, jangan menunggu jatuhnya korban dulu baru diperbaiki, masa sih untuk membuat kenyamanan dalam berkendara saja Masyarakat tidak mendapatkan haknya, kami hanya meminta kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan atau pengguna kendaraan diperhatikan" tuturnya.

Senada hal tersebut disampaikan warga sekitar yang enggan dipublikasikan identitasnya.

"Sudah banyak pengguna kendaraan roda dua yang terjatuh kang, karena memang jalan disekitar perlintasan ini kondisinya sangat membahayakan, akang lihat sendiri, jalan berlobang ini kedalamannya mungkin lebih dari 15 bahkan 20 cm, makanya setiap kendaraan yang melintas harus ekstra hati-hati, apalagi kalau pas kereta mau melintas, sudah dipastikan pintu kereta ditutup dengan waktu yang cukup, dan pasti menimbulkan antrian panjang kendaraan, setelah pintu dibuka, banyak kendaraan yang saling ingin mendahului, disaat itulah konsentrasi harus ekstra, karena kalau tidak bisa terjerembab disebabkan jalan dengan lobang yang lumayan dalam" jelasnya.(1c)