5 Mar 2026

Panen perdana Ketapang Desa Cipeujeuh Kulon " Hasilnya membanggakan"

INDOMEDIANEWS - Panen perdana jagung pipil dilahan seluas 8 hektar milik Desa Cipeujeuh kulon, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon membuahkan sesuatu hal yang sangat membanggakan.
Dengan dilaksanakannya panen perdana ini, diharapkan progres kedepannya akan semakin baik sesuai program Pemerintah Pusat dalam peningkatan program ketahanan pangan.
Hal tersebut disampaikan Kuwu Cipeujeuh kulon, H.Lili Mashuri diruang kerjanya, Kamis,05/03/2026.

"Alkhamdulillah, saat pelaksanaan panen perdana program ketahanan pangan berupa penanaman jagung pipil, menghasilkan sesuatu yang sangat membanggakan, selain kualitasnya sangat baik, tentunya hasil dari panen tersebut dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga Masyarakat Cipeujeuh Kulon, InsyaAllah, program ini akan terus berjalan sesuai dengan arahan atau ketentuan yang sudah diatur, pada prinsipnya selama program tersebut berdampak positif bagi kesejahteraan Masyarakat, kami pasti akan mendukungnya secara penuh" tuturnya.

Lebih lanjut dirinya menyampaikan rasa Syukur atas segala limpahan rijki dari Allah SWT, dan terimakasih atas kehadiran dan turut sertanya Kapolsek Lemahabang dalam pelaksanaan panen perdana tersebut.

"Kapolsek Lemahabang beserta jajarannya turun langsung kelapangan dan turut memetik jagung yang telah siap panen, bahkan seluruh jajaran perangkat juga lembaga desa bersama-sama ikut andil dalam acara panen kali ini, semoga ini merupakan langkah awal menuju sesuatu yang lebih baik dan bermanfaat bagi warga kami pada hususnya, dan seluruh Masyarakat Lemahabang bahkan Cirebon secara umum, yang terpenting adalah kita bekerja dengan hati dan tetap semangat dalam berkarya" pungkasnya.(1c)

3 Mar 2026

Pemdes Japura Bakti tidak memiliki Kopdes " terkendala lahan "

INDOMEDIANEWS - Pemerintah Pusat mewajibkan kepada seluruh Desa se Indonesia untuk memiliki dan mendirikan Koperasi Merah Putih atau yang akrab dengan sebutan Kopdes ( Koperasi Desa )
Salah satu tujuan didirikannya Koperasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan taraf perekonomian Masyarakat dan menghilangkan kebiasaan Masyarakat dalam melakukan kegiatan Pinjaman Online yang berujung pada persoalan yang semakin besar bahkan tidak sedikit menimbulkan perceraian, permusuhan hingga kematian akibat keputusan asaan.
Sayangnya Program Kopdes tidak selalu mudah untuk diwujudkan karena adanya beberapa faktor.
Salah satunya yang terjadi di Desa Japura Bakti, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemdes setempat belum mendirikan grai Kopdes karena terkendala lahan.
Seperti disampaikan Kaur Perencanaan Desa Japura Bakti, Faturohman.

"Sampai saat ini di Desa Japura Bakti belum dibangun Grai Kopdes ( Koperasi  Desa ) keterlembatan tersebut dikarenakan tidak tersedianya lahan untuk membangun Koperasi Desa atau Koperasi Merah putih.
Ada beberapa titik yang sudah diajukan, namun semuanya tidak memenuhi standar atau tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku, oleh karenanya hingga saat ini Program Koperasi Merah Putih hususnya dalam pembangunan Grai belum bisa terealisasi" tuturnya, Selasa, 03/03/2026.

Dengan belum berdirinya Kopdes tersebut dihawatirkan bisa menghambat pengajuan anggaran, ini juga yang dirasakan oleh pihak Pemdes Japura Bakti.

"Kami hawatir, dengan keterlambatan pembangunan Kopdes dapat berpengaruh pada pengajuan anggaran, karena yang kami dengar, salah satu prasyarat dalam mengajukan anggaran adalah telah berdirinya Grai Kopdes, andai hal ini menjadi kewajiban mutlak, kami meminta adanya kebijakan agar anggaran yang kami ajukan tidak terhambat karena belum berdirinya Kopdes, toh kami dari Desa telah mengajukan beberapa titik atau tempat untuk dijadikan Grai Kopdes, namun semuanya tidak masuk dalam ketentuan, salah satu penyebabnya adalah luas lahan yang kurang maupun tempat yang kurang strategis" pungkas pria yang akrab disapa Oman menegaskan.

Menyikapi hal tersebut, seharusnya Pemdes atau Kuwu sesegera mungkin melakukan Komunikasi dan Koordinasi dengan berbagai pihak untuk mencari solusi agar persoalan keberadaan Koperasi Merah putih dapat terselesaikan dengan baik dan tidak berimbas pada terjadinya hambatan dalam setiap pengajuan anggaran.(1c)

27 Feb 2026

AMKI Jakarta Dorong Sinergi Penguatan Daya Saing UMKM Produk Halal

INDOMEDIANEWS-Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) bersama Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) DKI Jakarta atau AMKI Jaya dan Bank Syariah Nasional (BSN) menggelar acara Buka Bersama (Bukber) yang dirangkai Talk Show dan Santunan di kawasan Cawang Jakarta Timur, Kamis (26/2/2026).
Dalam sesi Talkshow dengan tema Lebih Berkah Pembiayaan bagi Pelaku UMKM Produk Halal hadir Sekretaris Utama (Sestama) BPJPH Dr Muhammad Aqil Irham M.Si, Commercial & SME Financing Division Head BSN Ferry Despriza, dan Moderator DR Agung Sudjatmoko yang dosen Universitas Binus dan Wakil Ketua umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin).
BPJPH terus mendorong penguatan sinergi lintas sektor dalam memperkuat daya saing UMKM produk halal. UMK adalah salah satu tulang punggung perekonomian nasional. Penguatan produk halal UMK adalah bagian dari tanggung jawab moral dan komitmen bersama dalam membangun ekosistem usaha yang berintegritas, produktif dan berkelanjutan.
Sertifikasi halal selain sebagai perlindungan bagi masyarakat juga berperan sebagai nilai tambah dalam meningkatkan daya saing, produk UMK baik di pasar domestik maupun global sehingga dapat memperluas akses pasar.
Dalam paparannya, Sestama BPJPH Aqil menegaskan penguatan UMKM produk halal tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi lintas sektor. Penguatan tersebut dilakukan dengan terus memperkuat sosialisasi, edukasi, literasi, hingga fasilitasi dan pendampingan sertifikasi halal bagi pelaku UMK.
“Jumlah UMK kita sangat besar dan tersebar di seluruh Indonesia. Sehingga dibutuhkan sinergi dan kolaborasi semua pihak untuk membantu para pelaku UMK agar bersertifikat halal. Saat ini tren pasar menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap produk halal semakin meningkat,” imbuh Aqil.
Sehingga, sambung Aqil bahwa pelaku UMKM perlu merespons ini dengan serius. UMKM kita harus mengikuti perkembangan pasar. Konsumen hari ini semakin selektif dalam memilih produk. 
“Bahkan anak-anak Gen-Z saja sekarang kalau di mal atau di tempat-tempat umum kalau mau makan nanya dulu, ini sudah bersertifikat halal belum? Ini menjadi peluang besar untuk meningkatkan daya saing,” imbuh Aqil yang mantan Direktur Jenderal (Dirjen) BPJPH Kementerian Agama (Kemenag). 
Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat tersebut, lanjutnya, maka label halal kini bukan sekadar sebagai pemenuhan kepatuhan regulasi semata, tetapi telah menjadi variabel penting ekonomi. Karena itu, BPJPH hadir untuk memberikan kemudahan bagi para pelaku UMK melalui berbagai kebijakan.
Termasuk program fasilitasi sertifikasi halal gratis atau SEHATI.  Setiap tahunnya, kami mengalokasikan anggaran untuk memfasilitasi pembiayaan sertifikasi halal UMK yang jumlahnya terus naik. Tahun ini meningkat sebanyak 1,35 juta sertifikat halal gratis dari tahun 2025 sebanyak 1,1 juta sertifikat.
Ditambahkan Aqil, namun jumlah ini tentu kecil jika dibandingkan dengan jumlah UMK yang begitu besar. Sehingga perlu kolaborasi melibatkan semua pemangku kepentingan terkait. Pendekatan kolaboratif ini dinilai menjadi kunci dalam memperkuat ekosistem halal nasional.
Untuk itu, BPJPH terus memperluas kolaborasi dengan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, BUMN, sektor swasta, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya guna mempercepat akses sertifikasi halal bagi UMKM.
Kesempatan sama, Staf Ahli Menteri UMKM Bidang Komunikasi dan Hubungan Antar Lembaga Sudaryano R Lamangkona menekankan hal senada tentang pentingnya sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung penguatan UMKM, termasuk melalui pembiayaan syariah. 
Menurutnya, dukungan pembiayaan yang inklusif dan sesuai prinsip syariah menjadi instrumen penting untuk memperkuat UMKM produk halal. “Kita harus bersama-sama membangun UMKM untuk mendorong peningkatan perekonomian nasional,” ujar Sudaryano dalam sambutan.
“Saya berharap AMKI juga terus berperan aktif dalam mengedukasi dan menyosialisasikan pentingnya pembiayaan syariah serta penguatan UMKM halal kepada masyarakat luas,” demikian Sudaryano yang hadir untuk memberi sambutan pada acara Bukber AMKI Jaya.
Direktur Consumer Bank Syariah Nasional (BSN) Mochamad Yut Penta yang diwakili Commercial & SME Financing Division Head BSN Ferry Despriza mengatakan, bank syariah sangat strategis dalam penguatan UMKM produk halal, terutama melalui penyediaan pembiayaan yang sesuai prinsip syariah dan berkeadilan. 
Skema pembiayaan syariah memberikan alternatif permodalan yang lebih inklusif bagi pelaku UMKM, sekaligus mendorong tata kelola usaha yang lebih baik. Selain itu, bank syariah dapat mengintegrasikan pembiayaan dengan program pendampingan usaha.
Sehingga pelaku UMKM tidak hanya memperoleh akses modal, tetapi juga penguatan kapasitas manajerial dan keberlanjutan bisnisnya. Di sisi lain, bank syariah juga berperan dalam memperkuat ekosistem halal melalui sinergi dengan regulator, lembaga sertifikasi.
Dan pemangku kepentingan lainnya. Dukungan pembiayaan untuk proses sertifikasi halal, pengembangan produk, hingga ekspansi pasar menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya saing UMKM halal.
Ketua AMKI Jaya Heryanto mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan edukasi kepada para pelaku UMKM mengenai pentingnya pembiayaan syariah dalam mendukung pertumbuhan usaha produk halal yang berkelanjutan sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah melalui kegiatan santunan dan buka puasa bersama.
“Terus terang ide acara ini merupakan usaha saya mengawinkan program kampanye atau BPJPH sebagai badan baru yang khusus menangani sertifikasi produk halal dengan program promosi BSN yang merupakan bank nasional spin off dari Bank BTN. Alhamdulillah berjodoh,” tutur Heryanto dalam sambutannya.
Ketua AMKI Jakarta Heryanto menegaskan, penyelenggaraan bukber dan santunan ini merupakan bentuk nyata kepedulian sosial organisasi terhadap masyarakat. “Kegiatan ini adalah bagian dari komitmen AMKI untuk terus hadir di tengah masyarakat,” ujar Heryanto.
Sekaligus menjalankan peran strategis sebagai jembatan informasi antara pemerintah dan publik. Insan media memikul peran penting dalam meningkatkan pemahaman publik terhadap berbagai isu strategis nasional.
“Media memiliki tanggung jawab besar dalam membangun kesadaran masyarakat, termasuk mengenai pentingnya pengembangan UMKM halal dan akses pembiayaan berbasis syariah," tambah Heryanto yang juga penanggungjawab semarak.co.
Lebih lanjut, Heryanto berharap kolaborasi antara media, pemerintah, dan pelaku usaha dapat terus diperluas. Penguatan UMKM membutuhkan kerja bersama yang berkesinambungan. “AMKI siap berperan aktif dalam menyosialisasikan penguatan UMKM halal agar manfaatnya makin luas dirasakan masyarakat," jelasnya.
Kembali Staf Ahli Menteri UMKM Bidang Komunikasi dan Hubungan Antar Lembaga Sudaryano menyampaikan apresiasinya atas inisiatif AMKI yang menggabungkan kegiatan sosial dengan ruang diskusi ekonomi produktif.
“Saya mengapresiasi langkah AMKI yang tidak hanya berbagi melalui santunan, tetapi juga menghadirkan forum dialog yang mendorong penguatan UMKM dan pembiayaan syariah. Dukungan terhadap UMKM harus dilakukan secara menyeluruh dan konsisten,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar sebagai wadah komunikasi antara pemangku kepentingan. “Penguatan UMKM tidak bisa dilakukan setengah-setengah, tetapi harus menyeluruh dan konsisten melalui kolaborasi semua pihak. Kegiatan seperti ini penting sebagai wadah dialog antara pemangku kepentingan agar kebijakan dan kebutuhan pelaku UMKM bisa selaras," pungkasnya.
Acara ditutup penyerahan santunan kepada puluhan anak yatim dan berbuka bersama penuh keakraban. Momentum ini jadi simbol penguatan ekonomi dan kepedulian sosial dapat berjalan beriringan dalam satu semangat kebersamaan. 
“Kegiatan seperti ini penting sebagai wadah dialog antara pemangku kepentingan agar kebijakan dan kebutuhan pelaku UMKM bisa selaras," pungkasnya.
Acara ditutup dengan penyerahan santunan kepada puluhan anak yatim dan berbuka bersama penuh keakraban. Momentum tersebut menjadi simbol bahwa penguatan ekonomi dan kepedulian sosial dapat berjalan beriringan dalam satu semangat kebersamaan. (1c)

Tumpukan sampah dipenuhi belatung " tanggung jawab siapa ?"

INDOMEDIANEWS - Tumpukan sampah yang dipenuhi lalat dan belatung terlihat jelas di lokasi Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS) Desa Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon.
Lokasi yang berada tepat dipinggir jalan Raya dan berdekatan dengan terowongan kereta api tersebut sangat miris karena terkesan dibiarkan tanpa adanya penanganan yang maksimal.
Kondisi sampah yang kian menumpuk tersebut disampaikan salah seorang aktivis Cirebon Timur, Pepeng.

"Kami sangat miris dan kecewa melihat tumpukan sampah yang bukan saja merusak pemandangan, tapi mengeluarkan aroma yang sangat mengganggu pernafasan, bahkan bukan hanya itu, di lokasi sampah yang menggunung tersebut sudah dipenuhi oleh lalat dan belatung yang sangat menjijikan, dengan adanya hal tersebut, patut kami bertanya, siapa yang bertanggungjawab untuk menyelesaikan persoalan sampah yang ada di Desa Mertapadawetan tersebut, apakah Mutlak menjadi tanggung Jawab pihak Pemdes setempat atau Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon ? Atau mungkin keduanya tidak bertanggungjawab hingga sampah tersebut kian hari kian menggunung yang tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan persoalan yang semakin kompleks" tuturnya, Jum'at,27/02/2026.

Dari pantauan Media, dilokasi TPSS tersebut memang terlihat sangat jelas keberadaan sampah yang sudah memenuhi hampir keseluruhan lokasi TPSS, bahkan pintu masuk ke lokasi ex pengolahan sampah pun sudah tertutup oleh tumpukan sampah yang meluas hingga hampir ke bahu jalan, bahkan di tumpukan sampah pelastik yang berada dipinggiran jalan tersebut sudah dipenuhi oleh belatung dan lalat hijau yang sangat menjijikan.

Terkait persoalan sampah tersebut, Kuwu Mertapadawetan, Moh Munif .AR dalam penjelasannya yang kerap kali disampaikan, bahwa pihaknya akan melakukan pengalihan tempat pembuang sampah yang selama ini kerap menimbulkan persoalan.

"Kami rencananya akan memindahkan TPSS yang saat ini ada ke tempat lainnya yang mungkin akan lebih baik, dan TPSS yang saat ini ada akan dilakukan penutupan total" tuturnya.

Sayangnya stetmen Kuwu Mertapadawetan yang sudah dilontarkan beberapa waktu yang lalu hingga saat ini belum juga terealisasi hingga kian hari sampah dilokasi TPSS semakin menumpak dan mengeluarkan aroma tidak sedap. (1c)

25 Feb 2026

Bulog Cirebon Sidak di beberapa pasar " Harga masih relatif stabil"

INDOMEDIANEWS- Bulog Cirebon melakukan  Sidak dengan menitik beratkan pada beberapa harga bahan pokok seperti Beras,Daging,Bumbu, Minyak,dan lainnya agar tidak terlalu mahal sehingga terjangkau oleh masyarakat Selasa 24/2/2026.

Sidak yang digelar di Pasar Jagasatru Kota Cirebon maupun Pasar Pasalaran Kabupaten Cirebon, bertujuan menekan harga sehingga masyarakat mampu membeli dan mendapatkan kebutuhan pokok terlebih di bulan puasa ini.

Dalam keterangannya kepada media , Nurman Susilo selaku Pimpinan Wilayah Bulog Jawa Barat menjelaskan 

"Hari ini kita melakukan sidak kepasar- pasar untuk mengetahui harga harga komoditi strategis komoditi pangan secara keseluruhan , Alhamdulillah harga cenderung stabil,rata rata masih di bawah harga acuan pemerintah, kecuali di Pasar Jagasatru harga cabe rawit merah ditemukan ada yang jual Rp 75.000,-hingga Rp.100.000,-  ini yang nanti akan kita coba bantu carikan solusinya dengan Dinas terkait agar pedagang bisa mendapatkan harga cabe yang relatif murah , syukur syukur dibawah harga acuan pemerintah pada kisaran Rp 57.000,-."tuturnya, Selasa,24/02/2026.

Masih dituturkan Nurman untuk harga Minyakkita dan beberapa produk, pedagang sudah sesuai anjuran menjual dengan harga Rp 15.700,- ,

"Kita pun mengecek harga lainnya seperti beras juga masih di bawah Rp 13.500,- ada pula yang Rp 12.500,- yang premium Rp 14.500,- jadi masih sesuai dibawah harga acuan pemerintah, harga daging pun ada yang Rp 110.000,- ada yang Rp140.000,- masih sesuai, termasuk harga Bawang masih dibawah HAP ( Harga Acuan Pemerintah ) Rp 32.000,- sementara harga acuan Rp 41.500,-, Bawang Putih di bawah Rp 38.000,-. Jadi semua relatif dibawah Harga Acuan Pemerintah" tambahnya.

Di tempat yang sama Bubun salah satu pedagang Cabe di Pasar Jagasatru menjelaskan 

"Awalnya kemarin kemarin di harga Rp 100.000,- lebih bahkan sampe Rp 110.000,- sekarang turun dikisaran Rp 60.000,- hingga Rp 75.000,- beda beda..cabe kriting yang tadinya Rp 35.000 sekarang Rp 30.000,- bahkan yang TM Rp 25.000,- lagi turun " katanya.

Diharapkan harga harga di pasar tradisional akan tetap stabil dan terkendali hingga mendekati Lebaran nanti, sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan untuk berbelanja memenuhi kebutuhan makanan di hari Raya  (1c)

Desa Asem gelar panen perdana program ketahanan pangan

INDOMEDIANEWS - Pemerintah Desa Asem , Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon melaksanakan panen perdana penanaman jagung yang dikemas dalam program Ketahanan pangan 2025.
Berdiri di lahan desa seluas hampir satu hektar yang berlokasi di Blok Manis 001/002 Jajaran pemerintahan Desa beserta beberapa anggota Polri hadir dan turut menyaksikan jalannya pelaksanaan panen perdana pada Rabu, 25/02/2026.
Dalam keterangan yang disampaikan Sekretaris Desa Asem, Arif Rahman, program ketahanan pangan akan terus berlanjut sesuai arahan dari Pemerintah.

"Program ketahanan pangan yang kali ini bergerak dalam hal penanaman jagung pipil, diharapkan mampu mendongkrak perekonomian Masyarakat dan memberi peluang adanya kesempatan bekerja hingga berdampak pada berkurangnya pengangguran, selain itu harapan kami tentunya program yang digalakan Pemerintah mampu terealisasi dengan hasil guna secara maksimal" tuturnya.

Senda hal tersebut disampaikan Kuwu Desa Asem, Ade Faturochman yang turut hadir dalam acara panen perdana program ketahanan pangan.

"Secara keseluruhan, kami dari pemerintah desa akan terus mendukung berbagai program pemerintah, baik itu Kabupaten, Provinsi maupun Pusat, yang terpenting apapun programnya bertujuan demi memakmurkan Rakyat Indonesia, termasuk salah satunya adalah program ketahanan pangan berupa penanaman jagung pipil, InsyaAllah, hasil dari panen perdana ini akhirnya bermuara untuk kepentingan warga Masyarakat Desa Asem sendiri, InsyaAllah, kami dari jajaran Pemerintahan desa akan terus berupaya untuk bekerja dan memberikan pelayanan terbaik bagi warga Masyarakat" jelasnya.(1c)