Sepertinya tiada henti kasus keracunan akibat program MBG ( makan bergizi keracunan ) ada pertanyaan yang tentunya terus dipertanyakan tanpa kepastian, mengapa program yang bertujuan untuk meningkatkan mutu kesehatan Anak Bangsa, justru kerap terjadi keracunan.
Sudah saatnya hati nurani kita dikedepankan, tidak semata mempertahankan sesuatu yang jelas banyak menimbulkan persoalan.
Tidak mudah memang untuk menghentikan sesuatu yang sifatnya menguntungkan segelintir orang atau golongan, karena keuntungan bagi pemilik SPPG sangat menggiurkan. Jika dibandingkan dengan membuka usaha lainnya, usaha pendirian SPPG sudah dipastikan menghasilkan keuntungan yang tidak sedikit dan tidak akan mengenal kata rugi apalagi bangkrut.
Dalih yang selalu menjadi andalan adalah dengan hadirnya program MBG berapa tenaga kerja yang bisa dilibatkan, berapa hasil bumi yang bisa dikembangkan dan berapa banyak petani atau pemilik usaha mikro yang bisa menikmati keuntungan dari hadirnya program MBG.
Dalih itu lah yang selalu menjadi andalan dan alasan mengapa MBG harus tetap dipertahankan, sementara beberapa kasus dari mulai keracunan hingga korupsi terus ada dalam program tersebut.
Jika saja kita mau mengedepankan kebenaran tanpa harus malu untuk mengakui adanya kesalahan, mungkin tidak ada salahnya jika program yang tujuan awalnya baik, namun pada kenyataannya banyak menimbulkan persoalan, dihentikan dan tidak lagi dijadikan ajang perdebatan.
Rakyat sudah tahu dan mengerti, bahwa kesalahan program MBG ini bukan kesalahan Presiden, namun kesalahan terjadi karena banyak pelaku yang hanya mengedepankan keuntungan tanpa mempedulikan nasib Anak Bangsa.
Presiden sudah sangat baik dan memberikan perhatian lebih kepada Generasi Muda agar bisa makan dengan nilai gizi yang sesuai, namun nyatanya program tersebut malah dijadikan ajang untuk memperkaya seseorang atau segolongan orang, hingga membuat si kaya semakin kaya dan si miskin selalu yang dijadikan alasan atau dalih.
Beberapa waktu lalu, kita seluruh Bangsa Indonesia meneriakan semboyan kemerdekaan dengan cara memperingati HUT RI ke 81, kado manis sudah di pertontonkan dengan berbagai kemajuan yang ada di Negeri ini.
Namun dari sekian banyak keberhasilan, ada sesuatu yang dianggap gagal namun terus dipertahankan, yaitu MBG.
Ironisnya, jika ada pelaku atau pemilik SPPG yang gagal menjalankan SOP hingga terjadi keracunan dan hal lainnya, Pemerintah dengan mudahnya mengeluarkan tindakan berupa penghentian atau pemecatan.
Hal tersebut dirasa tidak akan menyelesaikan persoalan, jika solusinya hanya berupa pemecatan atau penghentian pengoperasian SPPG.
Solusi yang terbaik, agar Anak Bangsa ini tidak selalu dijadikan alasan demi pemenuhan gizi, yang pada kenyataannya tidak seperti yang diharapkan, maka penghentian program Makan Bergizi Gratis , merupakan solusi tepat dan keputusan terbaik.jangan lagi ada istilah demi meningkatkan mutu kesehatan, sementara yang terjadi hanya meningkatkan keuntungan bagi seseorang atau golongan.
Bukan sesuatu kesalahan dan dosa besar jika MBG ini dihentikan,justru akan menjadi dosa besar, jika kesalahan selalu dianggap sebuah kebenaran.
0 $type={blogger}:
Posting Komentar