INDOMEDIANEWS - Mahasiswa Universitas Bunga Bangsa Cirebon melaksanakan kegiatan KPM ( Kelompok pengabdian Masyarakat ) di Desa Sarajaya, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, Sabtu,29/08/2026.
Kegiatan yang diisi dengan seminar parenting tersebut diikuti oleh 15 Mahasiswa Universitas Bunga Bangsa yang tengah mengikuti pelaksanaan KPM, Kader Pos Yandu, PKK dan unsur Masyarakat lainnya.
Seminar tersebut menghadirkan salah seorang nara sumber Dosen Bina Cendikia, Wiraningsih.
Dalam kegiatan tersebut, ada beberapa pemaparan yang harus dipahami oleh Masyarakat secara luas, yang bertujuan memberikan pembelajaran dan pembekalan tentang bagaimana menata kehidupan dalam bermasyarakat dan meniti masa depan yang lebih cerah.
Beberapa aspek yang dibahas dalam seminar parenting tersebut diantaranya adalah mencegah stunting, jaga mental, dampingi digital.
Wiraningsih, menuturkan perlunya masyarakat untuk memahami beberapa aspek dalam menjaga lingkungan, hususnya lingkungan keluarga.
"Kita harus terus mencari tahu dan berkomunikasi dengan beberapa pihak yang berkompeten sesuai bidang yang dimiliki, agar kita paham bagaimana cara mengatasi atau mencegah stunting, bagaimana kita harus menjaga mental, baik itu mental orang tua dalam mendidik anaknya dan mental anaknya itu tersendiri, yang tidak kalah pentingnya lagi adalah melakukan pengawasan terhadap anak dalam menggunakan dawai atau Hp, itulah yang kita sebut dengan dampingi digital" tuturnya.
Era informasi yang semakin mudah untuk didapat, tentunya akan berdampak pada pola fikir dan prilaku seseorang, oleh karenanya dengan dilaksanakannya seminar tersebut, diharapkan Masyarakat lebih paham tentang batasan dan bagaimana cara yang bijak dalam memanfaatkan sarana digital.
"Saat ini informasi itu semakin mudah untuk kita dapatkan melalui alat yang kecil tetapi sangat super hebat, yaitu Hp atau dawai, karena kemudahan itulah dibutuhkan kebijakan dan pengetahuan yang mampu untuk menyaring mana yang baik dan mana yang kurang baik, oleh karenanya peran orang tua atau keluarga sangatlah penting, agar generasi muda kita mampu memperoleh informasi yang baik dan positif, jagan sampai kita terlalu mudah untuk mengambil kesimpulan terkait informasi yang kita dapat, tanpa kita paham apakah informasi itu benar atau tidak"jelasnya.
Sayangnya dalam acara seminar yang dilaksanakan disalah satu ruangan kantor pemerintahan desa tersebut tidak dihadiri oleh Kuwu setempat, bahkan hanya diwakili oleh salah seorang mantan perangkat desa yang telah lama berakhir masa tugasnya,yang akrab disapa Gogo.
"Pak Kuwu tidak bisa hadir dan memberikan tugas kepada saya untuk mewakilinya, padahal saya ini sudah bukan perangkat desa lagi, tapi demi terlaksananya acara tersebut, maka saya tetap bersedia untuk mewakilinya" jelasnya.(1c)
0 $type={blogger}:
Posting Komentar