81 Tahun yang lalu, seluruh Bangsa Indonesia mengangkat senjata melawan kebiadaban para penjajah, berkorban jiwa raga demi berkibarnya sang merah putih menuju kebebasan lahir batin.
Apakah kemerdekaan sudah benar menjadi kemerdekaan sesuai tujuan dan cita-cita para pejuang ?
Pertanyaan tersebut patut untuk dipertanyakan dan mendapat jawaban yang bukan bersifat fotomorgana semata.
Puluhan tahun kebelakang, kita sangat bangga untuk mengibarkan sang merah putih, disetiap sudut dan rumah penduduk, kaya, miskin, pejabat atau Rakyat jelata, semuanya bersatu penuh semangat mengibarkan sang merah putih.
Namun itu cerita dulu, saat ini semuanya telah berubah dan bahkan jauh berubah.
Betapa tidak, saat ini kita menyaksikan kibaran merah putih tersebut tidak semeriah puluhan tahun yang lalu.
Lantas timbul pertanyaan, mengapa semuanya bisa terjadi ?
Ada beberapa kemungkinan yang bisa kita simpulkan sesuai dengan nalar dan pemikiran kita masing-masing.
1. Mungkin Rakyat Indonesia sudah sedikit memudar rasa Nasionalisnya.
2. Mungkin Rakyat Indonesia sudah merasa banyak dikecewakan oleh prilaku para elit politik dan penguasa yang kerap membuat sakit hati Rakyat.
3. Mungkin Rakyat Indonesia sudah banyak merasa dikecewakan oleh kebijakan Para pemimpin yang duduk di pemerintahan.
4. Mungkin Rakyat Indonesia sudah muak karena kerap dijanjikan sesuatu yang pada kenyatannya tidak sesuai dengan yang dijanjikan.
5. Mungkin Rakyat Indonesia sudah terlalu lama memendam penderitaan dan merasa dijajah oleh Bangsa Sendiri.
Masih banyak kemungkinan dan kemungkinan lainnya yang mungkin terlalu banyak untuk dikatakan sebuah kemungkinan.
Tahun ini, Bangsa Indonesia , merayakan Hari Kemerdekaan yang ke 81, usia yang sudah bukan muda lagi, bahkan bisa dikatakan sudah bangkotan, sayangnya dengan usianya yang semakin tua, Rakyat bawah tetap menjadi Rakyat bawah, tidak ubahnya saat masih dijajah oleh Bangsa lain.
Ironisnya, dalam peringatan HUT RI yang ke 81 ini, Rakyat melalui gerakan Mahasiswa memberikan kado manis berupa demo atau unjuk rasa, yang isinya menyampaikan keluhan dan keinginan untuk adanya sebuah perubahan demi kesejahteraan, Keadilan dan kemakmuran bagi seluruh Anak Bangsa, dan keadilan, kesejahteraan hingga kemakmuran bukan hanya menjadi milik golongan atas, atau pemangku kebijakan dan pemilik kekuasaan.
Tulisan diatas hanya sepersekian yang mewakili kenyataan yang ada di Negeri ini.
0 $type={blogger}:
Posting Komentar