Keuntungan mengelola program MBG menjadi ajang perbincangan yang hanya mampu untuk sekedar dijadikan bahan perbincangan.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah masih terus menuai pro dan kontra di masyarakat. Program yang di awal memerlukan pendanaan 71 triliun rupiah dinilai berpotensi memangkas anggaran dari sektor-sektor lain. Kondisi ini mengkhawatir banyak pihak karena disinyalir secara pembiayaan akan terus membengkak, dan beberapa sektor penting akan terdampak akibat pemangkasan anggaran, seperti sektor pendidikan dan kesehatan.
program MBG menghadapi tantangan besar terutama dalam aspek distribusi dan pengadaan bahan makanan. program berskala nasional ini beresiko mengalami pemborosan karena sifatnya yang universal, di mana anak-anak dari keluarga mampu juga menerima manfaatnya meskipun sebenarnya tidak membutuhkan.
untuk mendukung keberhasilan program ini perlu kiranya pemerintah belajar dari negara lain yang telah menjalan program yang sama. Seperti program pemberian makan gratis bagi anak sekolah yang dilaksanakan oleh Amerika Serikat. Di AS, disebutnya, program pemberian makan gratis sebagai bagian dari kebijakan nasional dengan skema Farm to Table, dan program ini didanai oleh Sustainable Agriculture Research and Education (SARE) dan melibatkan petani, peternak, pendidik, serta komunitas-komunitas di Amerika Serikat. Program ini bertujuan untuk mengembangkan sistem distribusi yang lebih inovatif, memberikan akses terhadap makanan lokal yang bergizi kepada anak sekolah, serta membantu meningkatkan kesejahteraan ekonomi daerah sehingga ongkos logistik lebih murah dan kesejahteraan masyarakat menjadi lebih terjamin,
untuk menjamin keberhasilan program semacam ini tentu menuntut pengelolaan yang baik agar tidak merugikan petani kecil dan pebisnis lokal. Jika program ini terlalu sentralistik, hanya vendor besar yang akan mendapatkan keuntungan, sementara petani kecil dan UMKM lokal akan tersingkir. Agar lebih efektif, pemerintah harus memprioritaskan daerah dan sekolah dengan tingkat food insecurity tertinggi. Dengan anggaran yang terbatas, program ini sebaiknya difokuskan pada anak-anak dari keluarga kurang mampu terlebih dahulu. program MBG dapat saja memberikan manfaat signifikan asal dilaksanakan sesuai tepat sasaran seperti fokus pada kelompok rentan.
Untuk memastikan efektivitas anggaran adalah dengan melibatkan audit independen, dan masyarakat dalam pengawasan. Oleh karena itu pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran yang terkait program ini.
Sebagai bentuk efisiensi pemerintah sesungguhnya dapat menggunakan skala prioritas anggaran yang lebih baik. Alternatif pendanaan mencakup peningkatan efisiensi belanja pemerintah dengan pemangkasan anggaran sebaiknya dilakukan secara hati-hati agar tidak merugikan sektor penting. Apabila harus melakukan efisiensi, pemangkasan dapat diberlakukan pada belanja birokrasi, perjalanan dinas, pajak progresif untuk kelompok kaya, dan proyek infrastruktur yang tidak mendesak.
Kendati demikian, program MBG berpotensi meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui perbaikan gizi dan kesehatan anak. Data Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics 2023 melaporkan bahwa anak-anak yang menerima makanan gratis berpeluang lebih tinggi memiliki ketahanan pangan dan kesehatan yang lebih baik.
Sayangnya, dari sekian lama perjalanan hadirnya MBG, tidak sedikit persoalan bermunculan, dari mulai banyaknya siswa yang keracunan sampai ditemukannya banyak menu MBG yang dirasa sangat tidak sesuai.
Yang lebih miris lagi, banyak dugaan timbul, hadirnya MBG menjadi ladang bisnis yang sangat menguntungkan bagi pengusaha kelas atas, betapa tidak, dari informasi yang didapat, untuk hanya sekedar konfensasi saja , pemilik atau pengelola MBG akan mendapat kucuran dana per harinya sebesar Rp.6.000.000 itu belum termasuk biaya operasional ditambah keuntungan lainnya yang didapat dari potongan menu yang tidak semestinya.
Bahkan yang tidak kalah mencrnangkan, Pemerintah menjelaskan, bahwa berhentinya program MBG selama beberapa hari menjelang hingga sesudah lebaran idul Fitri, bisa menghemat anggaran sebesar 5 Triliun.
Lantas pertanyaannya, patutkah MBG ini tetap dipertahankan dengan jumlah anggaran yang super besar dan menguntungkan sekelompok orang saja, atau lebih bijak untuk dihentikan.
0 $type={blogger}:
Posting Komentar