30 Sep 2026

Warga Wangkelang gelar peringatan Maulid Nabi SAW dengan Albarjanji

Marhaban atau pembacaan Barjanji, adalah tradisi melantunkan syair berisi riwayat hidup, silsilah keturunan, pujian, serta doa kepada Nabi Muhammad SAW. 
makna dan dimensi penting dari pembacaan Kitab Barzanji:
Ungkapan Cinta (Mahabbah): Menumbuhkan dan meningkatkan rasa cinta yang mendalam kepada Nabi Muhammad SAW melalui bait-bait sastra yang indah Teladan Sejarah (Sirah Nabawiyah): Memahami perjalanan hidup Rasulullah SAW mulai dari silsilah keluarga, masa kecil, pernikahan dengan Khadijah, hingga masa dakwah dan wafatnya.
Hal ini pula yang dilakukan Masyarakat bersama pemerintahan Desa Wangkelang, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon.
Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Ratusan Masyarakat dari berbagai kalangan memadati Masjid As-Syuhada hingga kepekarangan yang berhadapan langsung dengan kantor Pemerintahan Desa setempat.
Seluruh Warga yang hadir bergemuruh melantunkan pembacaan kitab Barjanji dengan penuh rasa suka cita.
Dalam keterangannya, Sekretaris Desa Wangkelang, Encu Suharta, menuturkan perlunya menanamkan dan meningkatkan rasa kecintaan terhadap Kanjeng Rosulallah kepada semua lapisan, hususnya generasi muda.
"Melalui Barjanji, yang berisi kandungan tentang kecintaan kita terhadap sosok Kanjeng Rosulallah Muhammad SAW, didalamnya terkandung berbagai kisah tentang Kanjeng Nabi, kisah yang harus dan patut untuk kita Tauladani, oleh karenanya, melalui peringatan Maulid ini diharapkan rasa cinta kita terhadap Kanjeng Rosulallah akan terus tertanam ditengah perkembangan zaman yang semakin pesat dengan tekhnologi dan pengetahuan umum" tuturnya, Rabu, 30/09/2026.
Senda hal tersebut disampaikan Kuwu Wangkelang, Sakid, menuturkan kegiatan tersebut sekaligus syukuran atas selesainya pembangunan momolo masjid As-Syuhada.
"Peringatan Maulid Nabi tahun ini selain diisi dengan lantunan dan pembacaan Kitab Barjanji, sekaligus Syukuran atas selesainya pembangunan momolo masjid yang sudah lama dinanti, Alkhamdulillah, saat ini momolo masjid sudah berdiri kokoh dengan ornamen yang sangat mengagumkan, InsyaAllah, melalui peringatan Nabi dan kondisi tempat ibadah yang semakin baik, akan lebih meningkatkan kualitas ketakwaan dan keimanan warga Wangkelang pada hususnya, dan ummat Islam secara keseluruhan" jelasnya. (1c)


23 Sep 2026

Belajar Korup dari Program Bantuan Pemerintah

Penulis : R.Agus .S

Bantuan pangan berupa penyaluran beras sebanyak 30 Kg per KPM ( keluarga penerima manfaat ) kerapkali menimbulkan berbagai persoalan yang terus berulang, dari mulai pembagian yang tidak merata sampai adanya pungutan berdalih sukarela.
Pemerintah telah menerapkan aturan,  bahwa bantuan pangan berupa beras tersebut diberikan kepada  Masyarakat yang telah terdata dan menerima undangan sebagai penerima bantuan pangan.
Dalam aturan tersebut diantaranya adalah, setiap KPM menerima beras sebanyak 3 Karung atau 30 Kg dan tanpa ada pungutan atau gratis.
Sayangnya, dalam beberapa hasil temuan,  banyak Pemerintah Desa atau Puskesos yang melakukan pembagian tidak semestinya, dimana seharusnya beras yang diberikan sebanyak 3 Karung per penerima yang memiliki surat undangan, ternyata hanya menerima 2 karung, dengan dalih berdasarkan hasil musyawarah, bahwa yang 1 karung diberikan kepada warga yang tidak memiliki undangan.
Selain dari itu, ada juga oknum yang menerima pemberian dari warga penerima dengan nominal yang berpariasi, lagi-lagi berdalih pemberian itu diberikan secara sukarela oleh penerima bantuan.
Tidak berhenti sampai disitu, ternyata tidak sedikit warga yang menerima bantuan beras tersebut malah menjualnya kepada beberapa pihak, dengan berbagai dalih, ada yang mengatakan kualitas berasnya buruk, ada juga yang berdalih karena butuh untuk membeli lauk pauk.
Yang membuat miris adalah, disaat program ketahanan pangan berupa bantuan beras, kerap dimanfaatkan oleh beberapa oknum untuk meraup rupiah, betapa tidak, disaat pembagian beras, masyarakat yang menerima beras harus meggelontorkan rupiah yang nilainya tidak besar, namun memberi pendidikan prilaku korup kelas teri. 
Para penyalur berdalih, warga memberi secara sukarela, dan uang yang diperoleh untuk menunjang operasional.
Sementara dalam setiap penyaluran beras, pemerintah telah memberikan honor sebanyak Rp.3000 per KPM ( keluarga penerima manfaat) jika dalam satu desa ada 1000 KPM, maka honor yang diterima sebesar Rp.3000.000, lantas mengapa masih tetap menerima imbalan dari Masyarakat,seharusnya hal tersebut tidak terjadi, jika kita sama-sama belajar untuk tidak berbuat korup dan membiasakan kesalahan seolah menjadi hal yang biasa .
Dengan adanya hal tersebut, tentunya harus dilakukan evaluasi dan pengawasan yang ketat dengan melibatkan penegak Hukum, diama salah satunya adalah jika ditemukan warga yang memberikan sesuatu kepada pihak penyalur, maka namanya harus dicoret dari data penerima, begitupun jika ada penyalur yang meminta sesuatu kepada penerima dengan dalih apapun, harus dilakukan penindakan Hukum.
Itulah mungkin salah satu solusi yang harus dilaksanakan, jika dari kedua ketentuan tersebut tidak bisa dilaksanakan, maka akan lebih baik Bansos atau program apapun yang ujungnya menyalahi aturan, akan lebih baik jika ditiadakan.

Siswa RA Al-Usama Japura Bakti kunjungi Polsek Lemahabang

INDOMEDIANEWS - Pengenalan sejak dini terhadap rambu lalulintas perlu ditanamkan kepada siswa didik agar memiliki bekal untuk masa depan guna memahami tentang tata tertib berlalulintas.
Hal ini pula yang dilakukan siswa didik RA Al-Usama Desa Japura bakti, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon.
Bersama para pendidik, sebanyak 50 Siswa RA berkunjung ke Polsek Lemahabang yang ditemui langsung oleh Kanit Lantas Polsek Lemahabang, AKP Djoko.
Menurut keterangan yang disampaikan kepala RA Al-Usama, Siti Aliyah, kedatangan para siswanya merupakan kegiatan edukasi tentang pengenalan rambu lalulintas.

"Selain berwisata, kegiatan tersebut merupakan edukasi kepada para siswa tentang pemahaman rambu lalulintas, hal ini sangat penting untuk diketahui dan dipahami, agar selain mengetahui tentang rambu lalulintas, siswa pun diharapkan lebih mencintai dan menghormati sosok anggota polri yang senantiasa mengayomi dan melayani Masyarakat " tuturnya, Rabu, 23/09/2026.

Selain memberikan pemahaman tentang rambu lalulintas, para siswa pun diajak berkeliling untuk mengetahui dan mengenal beberapa ruangan yang ada di Polsek, dari mulai ruang lantas hingga ruang tahanan.

Usai acara tersebut, Kanit Lantas Polsek Lemahabang, AKP  Djoko menuturkan, kedatangan para siswa dan pendidik ke Polsek Lemahabang, merupakan satu kebanggaan tersendiri bagi jajaran kepolisian.

"Ini menandakan bahwa Masyarakat masih mencintai keberadaan polisi, diharapkan dengan adanya kedekatan antara Masyarakat dan polisi mampu meningkatkan nilai kebersamaan yang berdampak pada kesadaran untuk taat aturan, oleh karenanya, dalam kunjungan para siswa RA ini merupakan satu kebanggaan bagi kami, bahwa keberadaan kami masih dicintai, bahkan banyak Anak-anak saat ditanya apa cita-citanya, banyak yang menjawab ingin menjadi Polisi, ini tentunya sesuatu yang sangat membanggakan" tuturnya.(1c)

22 Sep 2026

Wabub Cirebon gagal hadir "warga Perum Terusmiland kecewa"

INDOMEDIANEWS - Peletakan batu pertama pembangunan Musholah Al-Barokah, Blok H.I.J  perumahan Terusmiland Desa Battembat Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon, gagal dihadiri wakil Bupati Cirebon, H.Agus Kurniawan Budiman.
Sedianya orang nomor 2 di Kabupaten Cirebon tersebut dijadwalkan akan hadir dalam acara tersebut, namun menjelang acara dimulai, ada informasi bahwa Wabub tidak bisa hadir, hal tersebut disampaikan salah seorang tokoh Masyarakat setempat, Mustamid.A.M, S.Pd, SH,M,H C.LA. C.MD.

"Sebelumnya memang sudah ditetapkan jadwalnya, bahwa beliau ( Wabub-red ) akan hadir dalam acara peletakan batu pertama pembangunan Musholah Al-Barokah, namun disaat acara akan dimulai, sekitar pukul 12-45 Wib, tiba tiba kami dikabari lewat pesan singkat oleh ajudannya, bahwa Wakil Bupati mendadak ada acara dengan pengurus partai, padahal sebelumnya sudah dipastikan bahwa beliau akan hadir, bahkan sepanduk selamat datangpun sudah terpasang jauh hari di depan jalan menuju proyek pembangunan Musholah" tuturnya, Selasa, 15/09/2026.

Ketidak hadiran orang nomor 2 di Kabupaten tersebut tidak menjadi penghalang untuk terhentinya acara, pelaksanaan peletakan batu pertama terus berjalan sesuai agenda, ini ditandai dengan dilaksanakannya acara yang dihadiri Camat Tengah tani, Hj. Susi Setiawati didampingi Kapolsek Kedaung, Kompol H.Ahmad Nasori dan para tokoh serta Masyarakat setempat, termasuk anggota pejuang siliwangi indonesia bersatu, dibawah komando Ibu Marwah, S.ST.M.M.

Dalam penuturannya, Camat Tengah tani, Hj, Susi Setiawati, mengharap dengan adanya sarana ibadah ini dapat meningkatkan kualitas ibadah dan kegiatan Agama lainnya.

"Selain untuk tempat ibadah, kehadiran Musholah ini bisa dijadikan sebagai tempat untuk bersilaturahmi dan menjalin ukuwah Islamiyah, oleh karenanya kami sangat bangga bisa menjadi salah satu bagian dalam pelaksanaan peletakan batu pertama pembangunan Musholah Al-Barokah ini" tuturnya.

Senada hal tersebut disampaikan salah seorang Masyarakat setempat yang enggan dipublikasikan namanya.

"Sebetulnya kai sangat berharap Bapak Wakil Bupati dapat hadir dalam acara tersebut, sayangnya harapan kami ini tidak terwujud, padahal sejak pukul 10.WIB  bahkan ada yang sejak pagi sudah berkumpul karena ingin bersilaturahmi dengan pak Wabub, dibilang kecewa ya kecewa, tapi mau bilang apa, toh tanpa kehadirannya pun acara tetap bisa dilaksanakan" jelasnya (1c)

16 Sep 2026

Kebersihan lingkungan hanya harapan

Penulis : R.Agus Syaefuddin

Memahami tentang Kebersihan lingkungan merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan oleh setiap individu. Dengan Lingkungan yang bersih tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan kita, tetapi juga berdampak positif bagi kelestarian alam dan kehidupan makhluk lain di sekitar kita.

Salah satu alasan utama betapa penting menjaga kebersihan lingkungan sekitar adalah untuk menjaga kesehatan. Lingkungan yang kotor dan tidak terjaga dapat menjadi sarang penyakit dan bakteri berbahaya. Sampah-sampah yang berserakan di sekitar dapat menjadi tempat berkembang biaknya serangga dan hewan pengganggu lainnya yang dapat menyebabkan penyakit. Dengan menjaga kebersihan lingkungan, kita dapat mencegah penyebaran penyakit dan menjaga kesehatan diri sendiri serta orang-orang di sekitar kita.

Selain itu, menjaga kebersihan lingkungan juga berdampak positif bagi kelestarian alam. Sampah-sampah plastik dan limbah lainnya dapat mencemari tanah, air, dan udara, sehingga merusak ekosistem alam dan mengancam keberlangsungan hidup flora dan fauna di sekitar kita. Dengan menjaga kebersihan lingkungan, kita turut berperan dalam menjaga kelestarian alam dan menjaga keberlanjutan ekosistem yang ada.

Tidak hanya itu, menjaga kebersihan lingkungan juga mencerminkan kesadaran dan tanggung jawab kita sebagai warga negara. Dengan membiasakan diri untuk membuang sampah pada tempatnya, membersihkan lingkungan sekitar rumah, dan tidak melakukan tindakan vandalisme, kita telah berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang nyaman dan indah untuk semua orang.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa menjaga kebersihan lingkungan sekitar sangatlah penting. Hal ini tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan kita, tetapi juga berdampak positif bagi kelestarian alam dan memberikan contoh positif bagi generasi mendatang. Mari kita bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan untuk menciptakan lingkungan yang sehat, indah, dan berkelanjutan.

Semuanya akan mampu terwujud dengan adanya kepedulian bersama. Peranserta Masyarakat, Pemerintahan desa hingga pusat harus berjalan beriringan, agar harapan untuk mewujudkan lingkungan bersih dan sehat bisa tercapai.
Kegagalan dalam sebuah tujuan biasanya terjadi karena adanya saling menyalahkan, debat kusir dan saling membenarkan argumentasi tanpa adanya solusi pasti dan tindakan kongkrit.

14 Sep 2026

Tanpa Bantuan Pemerintah "Alumnus SDN 1 Sarajaya bangun Panggung seni"

INDOMEDIANEWS -Karena kepedulian tinggi akan perkembangan dunia pendidikan, Alumnus SDN 1 Sarajaya, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, secara gotong royong dan udunan membangun sarana panggung kreasi anak atau panggung bale Rancage..
Pembangunan panggung tersebut sepenuhnya pembiayannya ditanggung oleh seluruh Alumnus dari berbagai angkatan.
Hal tersebut  disampaikan oleh salah seorang Alumnus SDN 1 Sarajaya, Ade Maryono didampingi Tarno.

"Berawal dari rasa sedih kami saat para siswa tampil atau belajar seni, tempatnya tidak ada, oleh karenanya, kami para Alumnus rempugan atau Musyawarah bagaimana caranya di sekolah kami ini tersedia panggung yang memadai untuk para siswa disaat tampil di berbagai acara, hasil dari musyawarah tersebut, akhirnya kami memutuskan untuk melakukan udunan atau patungan, agar di sekolah ini memiliki panggung yang memadai, Alkhamdulillah semua Alumnus sepakat dan disepakati untuk membangun panggung yang bernama panggung Bale Rancage, semua biayanya ditanggung sepenuhnya oleh para Alumnus, tidak sedikitpun membebani pihak sekolah, saat ini pembangunannya tengah dilaksanakan dengan besaran anggaran yang digunakan sebesar kurang lebih Rp.63.000.000.Mudah-mudahan dalam waktu tidak lama panggung tersebut bisa diselesaikan " tuturnya.

Senada dituturkan Tarno, yang merasa bangga menjadi salah satu Alumnus SDN 1 Sarajaya.

"Kami semua merasa memiliki, oleh karenanya dengan rasa kebersamaan, demi Anak-anak kami rela udunan agar niat baik ini bisa terealisasi, Alkhamdulillah, saat ini pembangunannya tengah dimulai, yang membuat kami bangga adalah, mereka para alumnus memberikan donasi atau sumbangan yang berbeda, ada yang nyumbang bata, besi, dan material lainnya, inilah yang membuat kami bangga menjadi Alumnus SDN 1 Sarajaya" tuturnya.

Sementara itu, Kepala SDN 1 Sarajaya, Andi Aggasi menyampaikan rasa terimakasihnya atas peran serta seluruh Alumnus.

"Tentu kami merasa bangga atas peran serta dan kepedulian para Alumnus dalam turut memperhatikan dunia pendidikan, salah satunya dengan dibangunnya panggung Bale Rancage, selama ini memang disaat para siswa pentas atau belajar seni, kami tidak memiliki sarana yang memadai, karena peran Alumnus lah akhirnya saat ini tengah dilaksanakan pembangunan panggung bale Rancage " tuturnya.

Lebih lanjut Andi menjelaskan, pihaknya sudah mengajukan proposal bantuan kepada Dinas terkait untuk penambahan ruang fasilitas atau ruangan baru.

"Kami sudah mengajukan proposal untuk membangun Mushola, ruang kelas dan ruang kantor, namun hingga saat ini belum terealisasi, sementara saat ini kami memiliki siswa didik sebanyak 159 , diharapkan Dinas terkait memperhatikan permohonan kami" pungkasnya. (1c