Puluhan kios pasar Desa Lemahabang sebagian ludes dimakan si jago merah ditengah guyuran hujan deras dan kilatan petir dibarengi gelegar suara halilintar yang tiada henti.
Terbakarnya pasar desa tersebut menimbulkan berbagai spekulasi dan informasi yang ramai dibicarakan, ada yang mengatakan akibat konsleting ristik, ada pula yang mengatakan akibat tersambar petir.
Salah seorang warga Lemahabang yang ditemui tidak jauh dari lokasi terbakarnya pasar Desa tersebut, Didi, menuturkan awal mula terjadinya kebakaran pasar desa yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu.
"Yang saya tahu, saat itu baru selesai kumandang Azhan Magrib, kebetulan hujan turun sangat deras disertai kilatan petir dan suara gledek yang lumayan besar, tidak berselang lama, banyak warga yang teriak bahwa pasar terbakar, akhirnya saya bersama warga lainnya bergegas kelokasi pasar, dan memang benar pasar desa Lemahabang sudah terbakar dan mengeluarkan kepulan asap yang sangat tebal, beruntungnya beberapa kendaraan dan anggota Damkar langsung terjun kelokasi sekaligus berusaha memadamkan api yang sudah menjalar dan membakar sebagian besar kios yang ada di dalam pasar" tuturnya.
Lebih lanjut Didi menjelaskan, dengan adanya peristiwa kebakaran tersebut, banyak para pedagang yang hanya bisa melihat tanpa mampu untuk berbuat banyak.
"Puluhan pedagang yang kiosnya terbakar hanya bisa melihat tanpa dapat berbuat banyak, karena Api sudah menghanguskan beberapa kios yang menjual berbagai produk, dari mulai pakaian, kelontong, peralatan rumah tangga hingga kios daging dan lainnya, sepengetahuan saya , mungkin ada ratusan kios yang lokasinya didalam semuanya terbakar, hanya ada beberapa kios yang berhasil diselamatkan dari kobaran si jago merah" pungkas Didi.
Sementara salah seorang pemilik kios yang terbakar, Agus, menuturkan kejadian tersebut sangat menyedihkan dan mengharapkan adanya bantuan dari Pemerintah.
"Kami sangat sedih kang, karena hanya dipasar inilah lahan pencaharian kami, disaat menjelang pergantian tahun yang biasanya saat itu merupakan saat mamarema dimana akan banyak pembeli yang datang kepasar ini, sayangnya disaat kami tengah berharap banyak, tiba-tiba tempat kami berjualan ludes dilalap si jago merah" tuturnya.
Saat ditanya apa penyebab terjadinya kebakaran tersebut, Agus menjelaskan.
"Secara pasti kami tidak paham, ada yang bilang karena konsleting listrik, ada juga yang bilang karena adanya Sambaran petir, bagi kami itu tidak terlalu penting, intinya apapun penyebabnya toh pasar ini terbakar, kami hanya berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah kepada seluruh pedagang pasar Lemahabang yang lapak usahanya habis terbakar api, hanya itu harapan satu-satunya yang kami miliki" pungkas Agus, pedagang asap Desa Tuk Karangsuwung penuh harap.
Dari pantauan media, saat kejadian, jalan raya Lemahabang dipadati oleh beberapa Masyarakat yang ingin melihat secara langsung pasar yang terbakar, bahkan terlihat beberapa unit Damkar keluar masuk dari lokasi kebakaran, beruntung pasar yang terbakar tersebut lokasinya tidak terlalu jauh dari Pos Damkar hingga puluhan unit Damkar pun tidak terlalu kesulitan untuk melaksanakan mobilitas terlebih sigapnya para anggota TNI/Polri termasuk beberapa pihak lainnya yang turut membantu agar proses pemadaman api dapat berjalan lancar dan tidak menghadapi kendala berarti.
Sementara itu, Dansek Damkar Lemahabang, M.Imron menjelaskan, bahwa dugaan sementara terjadinya kebakaran diakibatkan adanya Sambaran petir yang mengenai pusat instalasi listrik yang di tengah kios pasar Lemahabang.
"Dugaan sementara, terjadinya kebakaran tersebut diakibatkan adanya Sambaran petir yang mengenai pusat instalasi listrik yang lokasinya berada di tengah pasar tersebut, kami dari Damkar Lemahabang menerima laporan terjadinya kebakaran pasar pada pukul 18.20 Wib.saat itu juga anggota Damkar langsung turun kelokasi dan berupaya untuk segera memadamkan api yang telah membakar beberapa kios, karena dirasa apinya sangat besar dan hawatir mengenai kios lainnya, kamipun menghubungi Damkar lain yang ada di beberapa pos Damkar Cirebon, Alkhamdulillah, selama kurang lebih 8 jam tepatnya dari mulai kami bergerak sekitar jam 18.30 hingga jam 03 pagi dengan menerjunkan 8 unit Damkar api akhirnya bisa dipadamkan" jelasnya.
Dari pantauan media, saat ini lokasi kebakaran sudah dilakukan pemasangan polis line, bahkan aktifitas pedagang yang tempat berniaganya tidak terbakar tetap melakukan aktifitas seperti biasanya( jual beli-red). (1c)
0 $type={blogger}:
Posting Komentar