1 Jan 2026

Sambut Tahun Baru 2026 " Pokdarwis Cikuya gelar pentas seni " sayangnya jalan utama masih rusak"

INDOMEDIANEWS- Libur Natal dan Tahun Baru 2026 menjadi momentum penting bagi Obyek wisata konservasi Kura-kura Belawa yang dikelola Ketua Pokdarwis Kuya Asih, Eman Suherman (60), diserbu wisatawan dari Cirebon hingga kota-kota lainnya. 
Namun di balik ramainya kunjungan,disayangkan kondisi jalan menuju lokasi masih rusak parah dan menjadi keluhan utama pengunjung.

Salah seorang pengunjung yang datang dari kota Cirebon, Hery, mengaku terkesan dengan potensi wisata Belawa, tetapi kecewa dengan akses jalan.

“Saya senang bisa melihat langsung kura-kura Belawa dan suasana desa wisata ini. Sayangnya jalan menuju lokasi rusak dan bikin perjalanan tidak nyaman. Kalau aksesnya diperbaiki, pasti lebih banyak orang yang datang,” tuturnya, Kamis 1 Januari 2026.

Dari keterangan yang disampaikan ketua Pokdarwis,  Eman Suherman, jumlah pengunjung ke obyek wisata Cikuya Belawa dalam setahun mencapai lebih dari 13 ribu wisatawan lokal,  Tak hanya itu, ada pula wisatawan mancanegara, khususnya warga negara asing yang sedang menjalani studi di Indonesia.

“Ini bukti bahwa Belawa semakin dikenal luas, bukan hanya di tingkat lokal tetapi juga internasional, dengan semakin meningkatnya jumlah pengunjung, tentunya sangat berpengaruh pada pengembangan Obyek Wisata Cikuya kedepannya"tuturnya.

Menyambut datangnya tahun baru 2026, Pokdarwis memberikan suguhan kepada para pengunjung, Selain konservasi kura-kura, wisata Cikuya menampilkan potensi seni, budaya, dan UMKM. Rumah Dilan sebagai pusat pendidikan dan keterampilan menawarkan kursus menjahit, sablon, hingga kerajinan tangan dari limbah batok kelapa. Produk UMKM seperti kaos berlabel 

"Sebagai bentuk apresiasi kepada para pengunjung Cikuya, momen tahun baru ini kami isi dengan berbagai kegiatan, dari mulai pentas seni tari, pertunjukan seni calung, jaipong, kecapi hingga karoke, ini semua kami lakukan sepesial untuk memberikan hiburan khusus tahun baru"jelasnya.

Lebih lanjut Eman menjelaskan, saat ini beberapa Fasilitas tambahan  sudah ada di Cikuya, seperti taman baca dan sanggar seni Giri Baswara memberi ruang bagi anak-anak dari lima kecamatan sekitar untuk mengembangkan bakat. Lebih dari 40 siswa aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dengan rencana ada uji kompetensi dan sertifikasi di tahun mendatang.

“Kami ingin anak-anak punya bekal keterampilan nyata, sehingga wisata Belawa bukan hanya hiburan tapi juga pendidikan,” pungkas Eman.

Prestasi Desa Belawa semakin lengkap setelah berhasil meraih juara pertama lomba Gelari Pelangi tingkat Jawa Barat, mengungguli Kabupaten Cianjur dan Sukabumi. 
Hal tersebut disampaikan Kuwu Belawa,Deni Kusuma saat ditemui dilokasi Cikuya.

“Kemenangan ini membuktikan bahwa Belawa punya potensi besar sebagai desa wisata unggulan. Tapi kemenangan saja tidak cukup, harus ada dukungan nyata dari pemerintah,” tegasnya.

Deni  berharap pemerintah daerah segera memperbaiki akses jalan agar wisatawan semakin nyaman berkunjung.

“Orang datang ke destinasi mencari aman dan damai. Kalau jalannya rusak, rasa nyaman itu hilang. Kami mohon perhatian serius dari pemerintah,bukan saja perlu dilakukannya perbaikan jalan, namun harus diperlebar agar minat wisatawan semakin tertarik untuk berkunjung ke wisata Cikuya, bahkan harus pula adanya peningkatan infrastruktur lainnya, InsyaAllah, jika sesuai dengan rencana, tahun ini Di sekitar wisata Cikuya akan dibangun kolam renang, mudah-mudahan semuanya sesuai dengan harapan, Kami berharap mulai dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM), Bupati Cirebon Imron, hingga dinas terkait bisa melakukan intervensi. Intinya predikat juara ini harus dibarengi dengan infrastruktur atau penunjang lainnya yang lebih memadai" pungkasnya (1c)


0 $type={blogger}: