20 Jan 2026

Pra Musrembang Kecamatan Astanajapura " Desil dan sampah jadi persoalan"

INDOMEDIANEWS - Pra Musrembang Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon dilaksanakan dengan dihadiri para Kuwu, Lembaga desa dan berbagai unsur lainnya termasuk Anggota DPRD Kabupaten Cirebon, Selasa,20/01/2026.
Dalam acara tersebut berbagai persoalan dikemukakan oleh berbagai tamu Undangan yang hadir dalam acara tersebut.
Salah satu persoalan yang terjadi dilapangan disampaikan salah seorang perangkat desa Mertapadawetan, Sobur, yang mempersoalkan terkait adanya data Desil.

"Banyak persoalan terkait adanya penetapan Desil, karena penetapan Desil tersebut dirasa tidak sesuai data yang valid, imbasnya banyak masyarakat yang sebenarnya berhak mendapatkan bantuan malah terabaikan, ini yang menjadi persoalan pihak pemdes, karena yang menjadi tumpuan bagi masyarakat adalah pemdes, dan mau tidak mau kami harus memberi pengertian ke masyarakat sementara kami sendiri tidak paham secara pasti bagaimana tentang penerapan Desil, ini yang menjadi persoalan bagi kami, oleh karena diharapkan persoalan terkait Desil segera dapat dilakukan perbaikan yang sesuai dengan fakta dilapangan" tuturnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Cirebon yang hadir dalam acara tersebut, Raden Cakra Suseno menyikapi persoalan yang ada di Kecamatan Astanajapura termasuk didalamnya adalah Desil.

"Kami berharap, Desil itu tidak berpatok pada data statistik, namun benar-benar harus dilakukan secara benar, dalam artian libatkan seluruh unsur pemerintah desa dari mulai tingkat RT, ini perlu dilakukan agar menghindari data yang kurang akurat, karena penetapan Desil itu sudah ada acuannya, diharapkan dengan melibatkan berbagai pihak bisa meminimalisir terjadi kesalahan dalam melakukan pendataan, karena tetap imbasnya terhadap Masyarakat itu sendiri, selain itu kami sangat berharap pemerintah desa senantialas berkordinasi dengan berbagai pihak, termasuk kecamatan" tuturnya.

Sementara itu, Pj Camat Astanajapura, Deny Syafrudin dalam acara Pramusrembang menyikapi persoalan sampah yang hingga saat ini masih menjadi kendala.

"Untuk penanganan sampah perlu adanya penegasan penegakan perdes sampah, selain itu juga perlu adanya ketegasan pemerintah desa dalam menerapkan aturan, salah satu contoh yang patut diterapkan semisal memberikan sangsi tegas bagi Masyarakat yang membuang sampah sembarangan dan memberikan penghargaan bagi masyarakat yang melaporkan jika ada warga yang membuang sampah sembarangan, jika hal ini dapat dilaksanakan maka persoalan sampah dapat segera terselesaikan, bahkan untuk penanganan sampah, selama ini saya secara pribadi dan menggunakan anggaran pribadi untuk mengangkut sampah yang berserakan di beberapa titik, tetapi apa harus selalu menggunakan dana pribadi, ini tentunya tidak baik untuk pembelajaran bagi Masyarakat, intinya harus ada ketegasan dari pemerintah desa dan adanya kesadaran dari Masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, kami berharap dengan adanya perdes sampah dapat dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang ada, selama pemdes nya tidak tegas, jangan harap persoalan sampah dapat terselesaikan" jelasnya.(1c)

0 $type={blogger}: