31 Des 2025

Diduga akibat Sambaran petir "Kios pasar Lemahabang ludes dilalap si jago merah"

INDOMEDIANEWS- Suara tangis dan jeritan terdengar dari beberapa pedagang pasar Lemahabang, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, yang terbakar pada Selasa malam,30/12/2025.
Puluhan kios pasar Desa Lemahabang sebagian ludes dimakan si jago merah ditengah guyuran hujan deras dan kilatan petir dibarengi gelegar suara halilintar yang tiada henti.
Terbakarnya pasar desa tersebut menimbulkan berbagai spekulasi dan informasi yang ramai dibicarakan, ada yang mengatakan akibat konsleting ristik, ada pula yang mengatakan akibat tersambar petir.
Salah seorang warga Lemahabang yang ditemui tidak jauh dari lokasi terbakarnya pasar Desa tersebut, Didi, menuturkan awal mula terjadinya kebakaran pasar desa yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu.

"Yang saya tahu, saat itu baru selesai kumandang Azhan Magrib, kebetulan hujan turun sangat deras disertai kilatan petir dan suara gledek yang lumayan besar, tidak berselang lama, banyak warga yang teriak bahwa pasar terbakar, akhirnya saya bersama warga lainnya bergegas kelokasi pasar, dan memang benar pasar desa Lemahabang sudah terbakar dan mengeluarkan kepulan asap yang sangat tebal, beruntungnya beberapa kendaraan dan anggota Damkar langsung terjun kelokasi sekaligus berusaha memadamkan api yang sudah menjalar dan membakar sebagian besar kios yang ada di dalam pasar" tuturnya.

Lebih lanjut Didi menjelaskan, dengan adanya peristiwa kebakaran tersebut, banyak para pedagang yang hanya bisa melihat tanpa mampu untuk berbuat banyak.

"Puluhan pedagang yang kiosnya terbakar hanya bisa melihat tanpa dapat berbuat banyak, karena Api sudah menghanguskan beberapa kios yang menjual berbagai produk, dari mulai pakaian, kelontong, peralatan rumah tangga hingga kios daging dan lainnya, sepengetahuan saya , mungkin ada ratusan kios yang lokasinya didalam semuanya terbakar, hanya ada beberapa kios yang berhasil diselamatkan dari kobaran si jago merah" pungkas Didi.

Sementara salah seorang pemilik kios yang terbakar, Agus, menuturkan kejadian tersebut sangat menyedihkan dan mengharapkan adanya bantuan dari Pemerintah.

"Kami sangat sedih kang, karena hanya dipasar inilah  lahan pencaharian kami, disaat menjelang pergantian tahun yang biasanya saat itu merupakan saat mamarema dimana akan banyak pembeli yang datang kepasar ini, sayangnya disaat kami tengah berharap banyak, tiba-tiba tempat kami berjualan ludes dilalap si jago merah" tuturnya.

Saat ditanya apa penyebab terjadinya kebakaran tersebut, Agus menjelaskan.

"Secara pasti kami tidak paham, ada yang bilang karena konsleting listrik, ada juga yang bilang karena adanya Sambaran petir, bagi kami itu tidak terlalu penting, intinya apapun penyebabnya toh pasar ini terbakar, kami hanya berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah kepada seluruh pedagang pasar Lemahabang yang lapak usahanya habis terbakar api, hanya itu harapan satu-satunya yang kami miliki" pungkas Agus, pedagang asap Desa Tuk Karangsuwung penuh harap.

Dari pantauan media, saat kejadian, jalan raya Lemahabang dipadati oleh beberapa Masyarakat yang ingin melihat secara langsung pasar yang terbakar, bahkan terlihat beberapa unit Damkar keluar masuk dari lokasi kebakaran, beruntung pasar yang terbakar tersebut lokasinya tidak terlalu jauh dari Pos Damkar hingga puluhan unit Damkar pun tidak terlalu kesulitan untuk melaksanakan mobilitas terlebih sigapnya para anggota TNI/Polri termasuk beberapa pihak lainnya yang turut membantu agar proses pemadaman api dapat berjalan lancar dan tidak menghadapi kendala berarti.

Sementara itu, Dansek Damkar Lemahabang, M.Imron menjelaskan, bahwa dugaan sementara terjadinya kebakaran diakibatkan adanya Sambaran petir yang mengenai pusat instalasi listrik yang di tengah kios pasar Lemahabang.

"Dugaan sementara, terjadinya kebakaran tersebut diakibatkan adanya Sambaran petir yang mengenai pusat instalasi listrik yang lokasinya berada di tengah pasar tersebut, kami dari Damkar Lemahabang menerima laporan terjadinya kebakaran pasar pada pukul 18.20 Wib.saat itu juga anggota Damkar langsung turun kelokasi dan berupaya untuk segera memadamkan api yang telah membakar beberapa kios, karena dirasa apinya sangat besar dan hawatir mengenai kios lainnya, kamipun menghubungi Damkar lain yang ada di beberapa pos Damkar Cirebon, Alkhamdulillah, selama kurang lebih 8  jam tepatnya dari mulai kami bergerak sekitar jam 18.30 hingga jam 03 pagi dengan menerjunkan 8 unit Damkar api akhirnya bisa dipadamkan" jelasnya.

Dari pantauan media, saat ini lokasi kebakaran sudah dilakukan pemasangan polis line, bahkan aktifitas pedagang yang tempat berniaganya tidak terbakar tetap melakukan aktifitas seperti biasanya( jual beli-red). (1c)

30 Des 2025

Pemdes Mertapadawetan gelar Musrembangdes 2025/2026

INDOMEDIANEWS - Pemerintah desa mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon menggelar Musrembangdes sebagai salah satu keterbukaan informasi publik.
Acara yang digelar diaula kantor desa setempat dihadiri berbagai unsur, dari mulai Muspika, Lembaga desa dan beberapa tokoh termasuk Masyarakat desa setempat.
Dalam pemaparannya, Kuwu Mertapadawetan, Moh.Munif.AR menuturkan, bahwa pihaknya berupaya untuk merealisasikan program pembangunan ditahun 2026 dan menjabarkan berbagai berbagai progres yang telah dilaksanakan ditahun 2025.

"Kami dalam kesempatan ini memberikan informasi kepada seluruh unsur terkait program pembangunan yang telah dilaksanakan ditahun 2025 dan menjelaskan rencana pembangunan ditahun 2026 dengan anggaran yang mungkin berkurang jika dibandingkan dengan anggaran tahun 2025, ini semua dikarenakan adanya berbagai kebijakan yang dilakukan pemerintah pusat" tuturnya, Selasa, 30/12/2025.

Lebih lanjut dirinya menuturkan, bahwa selama kepemimpinannya, diharapkan adanya dukungan dari seluruh unsur termasuk masyarakat maupun kelembagaan Desa.

"Kami mengharapkan adanya dukungan dan sokongan dari semua pihak agar program dan keinginan kami untuk menjadikan mertapadawetan bisa terealisasi, InsyaAllah, tahun 2026 desa mertapada akan menjadi salah satu desa wisata termasuk akan menjadikan pemakaman kibuyut sebagai salah satu tempat religi yang masuk kategori wisata ziaroh dengan SK dari kementrian, harapan kami semuanya dapat berjalan sesuai harapan dan menghasilkan sesuatu yang terbaik bagi perkembangan desa mertapadawetan" pungkasnya.(1c)

Polresta Cirebon di Rest Area KM 229B Hibur Pengguna Jalan "gairah Nataru"

INDOMEDIANEWS- Di tengah lelahnya perjalanan menikmati liburan panjang bersama keluarga dalam rangkaian Natal dan tahun baru (Nataru). Suasana di rest area km 229B Tol Kanci Pejagan Cirebon, Jawa Barat. 

Pengguna jalan yang melintasi tol Kanci-Pejagan dimanjakan pelayanan saat mampir di rest area KM 229B. Sebab, pengguna jalan tol dihibur oleh aksi tak biasa dari Polresta Cirebon dengan penyanyi dari Polwan tampak enerjik menyanyi dan joged diiringan musik Bageur Band, mengajak para pengguna jalan yang lelah untuk ikut serta bergoyang bersama.

Aksi ini menjadi cara kreatif polisi di Cirebon untuk menghibur masyarakat yang melintas dijalan tol yang lelah setelah menempuh perjalanan panjang. Tak hanya joget bareng, polisi juga membagikan makanan ringan secara gratis bersama pengurus rest area KM 229B H. Teguh, menambah semarak suasana. 

“lelah langsung hilang, jadi semangat lagi buat lanjut perjalanan,” ujar salah satu pengguna jalan tol asal Jakarta. Senin (29/12/2025).

Sementara itu Kapolsek Waled AKP Muhamad Fadholi Lantas Polresta Cirebon mengatakan, hiburan ini merupakan bagian dari pelayanan kepada masyarakat dan pendekatan humanis kepolisian dalam pengamanan Nataru. 

“Kami ingin memberikan pelayanan dan pengalaman berbeda kepada masyarakat pengguna jalan tol, bukan hanya keamanan tetapi juga hiburan dan kenyamanan,” jelasnya.

Lanjut Kapolsek Waled, aksi joget bareng polisi Cirebon ini pun disambut antusias oleh para pengguna jalan. Tak hanya membuat suasana rest area km 229 Tol Kanci Pejagan lebih hidup, tetapi juga menjadi momen berkesan bagi para pengguna jalan tol di jalur utama Jawa Barat.

Dengan inisiatif kreatif ini, Polresta Cirebon berhasil memberikan sentuhan berbeda dalam pelayanan dan pengamanan Nataru. 

"Selain menjaga keamanan, polisi juga menunjukkan sisi humanisnya dengan menghibur para pengguna jalan tol, memberikan mereka semangat untuk melanjutkan perjalanan." Ujarnya. 

Sedangkan Teguh Pribadi S, pengelola Rest Area KM 229B menambahkan momen Nataru 2025 -2026 tol Kanci Pejagan yang dimanfaatkan untuk pelayanan dan kenyamanan pengguna jalan saat melakukan perjalanan jauh supaya beristirahat, rileks dan refresh di rest area sambil menikmati hiburan bersama begeur band Polresta Cirebon

Masih kata H. Teguh, pihak Polisi tak hanya melayani lalu lintas saja bagi pengguna jalan, tetapi juga memberikan sejumlah area peristirahatan dengan memfasilitasi pelayanan, rasa nyaman dan hiburan guna me-refresh dari penat di perjalanan.

"Ini sebagai support dan penggembira bagi para pemudik agar refresh dalam perjalanannya," kata pengelola Rest Area KM 229B.

Dia pun meminta kepada pengguna jalan tol  yang melintas di tol KM 229B Ciledug, agar menyiapkan diri dan memilih beristirahat bila sudah dalam keadaan lelah saat mengendarai kendaraan.

"Dan, Rest area KM 229B, tol Kanci Pejagan membuat para pengguna jalan tol untuk pengunjung rest area KM 229B terasa nyaman dan menyenangkan." Pungkasnya. (1c)

Ki Gede Cirebon Timur tuai kritik tajam "Refleksi Akhir Tahun FCTM"

INDOMEDIANEWS - Pelaksanaan Refleksi Akhir Tahun 2025 yang digelar oleh Forum Cirebon Timur Mandiri (FCTM) di Kabupaten Kuningan menuai kritik keras dari sejumlah aktivis Cirebon Timur. Kegiatan tersebut dinilai tidak tepat lokasi, minim keterlibatan publik, serta tidak mencerminkan ruh perjuangan pemekaran Cirebon Timur yang selama ini diperjuangkan secara kolektif oleh masyarakat dan aktivis akar rumput.

Sejumlah kalangan menilai, pelaksanaan kegiatan refleksi yang dilakukan di luar wilayah Cirebon Timur justru menimbulkan tanda tanya besar terkait arah dan orientasi gerakan FCTM ke depan. Refleksi akhir tahun yang seharusnya menjadi ruang evaluasi terbuka dan konsolidasi perjuangan, dinilai berubah menjadi agenda yang tertutup dan jauh dari basis rakyat.

kritik tajam disampaikan oleh Sudarto, S.H., aktivis Kabupaten Cirebon yang dikenal luas sebagai Ki Gede Cirebon Timur. Ia menilai pelaksanaan refleksi akhir tahun di luar wilayah Cirebon Timur sebagai langkah yang tidak sensitif terhadap sejarah perjuangan, basis gerakan, serta aspirasi masyarakat yang selama ini menjadi tulang punggung perjuangan pemekaran.

“Refleksi akhir tahun itu seharusnya menjadi ruang evaluasi terbuka bagi masyarakat dan aktivis Cirebon Timur. Tapi justru dilaksanakan di Kabupaten Kuningan. Ini bukan hanya tidak tepat, tapi juga mencederai rasa kebersamaan dan solidaritas perjuangan,” ujar Sudarto, Senin (29/12/2025).

Menurut Sudarto, kritik yang disampaikannya bukan semata-mata soal lokasi kegiatan, melainkan menyentuh persoalan substansi, etika gerakan, dan komitmen moral terhadap sejarah panjang perjuangan pemekaran Cirebon Timur.

Ia menyayangkan karena kegiatan tersebut terkesan tertutup, tidak melibatkan masyarakat serta para aktivis yang sejak awal berada di garis depan perjuangan, bahkan jauh sebelum FCTM terbentuk.

“Kami sudah bergerak jauh sebelum FCTM dibentuk. Banyak aktivis yang sejak awal mengorbankan tenaga, waktu, bahkan materi. Tapi justru tidak diundang, tidak dilibatkan, seolah-olah perjuangan ini dimulai dari nol oleh kelompok tertentu,” tegasnya.

Sudarto menilai, pola gerakan seperti ini berpotensi menggerus kepercayaan publik dan memunculkan kecurigaan bahwa perjuangan pemekaran Cirebon Timur mulai bergeser dari gerakan rakyat menjadi agenda eksklusif segelintir elit.
“Ini jelas menyederai aktivis dan masyarakat Cirebon Timur.

Pemekaran bukan milik forum, bukan milik tokoh tertentu, melainkan milik rakyat Cirebon Timur secara keseluruhan,” lanjutnya.
Ia menegaskan bahwa refleksi akhir tahun seharusnya menjadi momentum introspeksi jujur, evaluasi terbuka, dan konsolidasi bersama, bukan justru menciptakan jarak antara pengurus forum dengan basis perjuangan di lapangan.

Gerakan Pemekaran Jangan Dibelokkan
Lebih jauh, Sudarto menyampaikan sikap politik dan moral yang tegas. Ia menyebut bahwa dalam waktu dekat, dirinya bersama sejumlah aktivis senior dan akar rumput akan meluruskan kembali arah perjuangan pemekaran Cirebon Timur agar tidak menyimpang dari nilai-nilai awal.

“Jika forum yang ada tidak lagi merepresentasikan semangat kolektif dan perjuangan rakyat, maka kami akan mengambil langkah tegas. FCTM akan kami ambil alih kembali dan dikembalikan ke wadah perjuangan yang sah dan historis, yaitu Komite Pemekaran Cirebon Timur (KPCT),” ungkapnya.

Menurut Sudarto, KPCT merupakan wadah perjuangan yang lahir dari bawah, dibangun melalui proses panjang, melibatkan masyarakat luas lintas desa dan kecamatan, serta menjadi simbol persatuan gerakan pemekaran Cirebon Timur sejak awal.

“KPCT adalah rumah perjuangan. Di sanalah dulu kita semua duduk sejajar, berdiskusi keras, berbeda pendapat, bahkan berdebat panjang, tapi tetap satu tujuan. Jangan sampai perjuangan ini dibelokkan menjadi panggung elit atau alat legitimasi kelompok tertentu,” katanya.

Ia menegaskan bahwa perjuangan pemekaran Cirebon Timur bukan sekadar agenda politik atau administratif, melainkan perjuangan martabat, keadilan pembangunan, dan hak masyarakat Cirebon Timur untuk menentukan masa depannya sendiri.

Sudarto pun mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh daerah, dan aktivis pergerakan Cirebon Timur untuk kembali merapatkan barisan, menjaga marwah perjuangan, serta memastikan bahwa agenda pemekaran tetap berpijak pada kepentingan rakyat, bukan kepentingan segelintir elit.

“Perjuangan ini belum selesai. Kita harus luruskan bersama. Pemekaran Cirebon Timur adalah amanah rakyat, bukan milik forum, apalagi panggung elit,” pungkasnya. (1c)


29 Des 2025

Kuwu Mertapadawetan janji persoalan bengkok segera terselesaikan

INDOMEDIANEWS - Diduga adanya penyalahgunaan wewenang terkait penggunaan dan pemanfaatan anggaran, BPD Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, memanggil Kuwu dan Perangkat Desa Mertapadawetan untuk dimintai keterangan terkait beberapa poin perihal penggunaan anggaran yang diduga dipergunakan tidak semestinya.
Pertemuan tertutup antara BPD, Kuwu dan perangkat desa dilaksanakan pada Sabtu,22/11/2025.

Hal tersebut disampaikan salah seorang perangkat desa yang enggan disebutkan identitasnya.

"Memang benar, saat itu ada pertemuan antara perangkat desa, Kuwu dan BPD, salah satunya menanyakan tentang persoalan bengkok atau tunjangan perangkat desa yang hingga saat ini belum diberikan,  kami sendiri kurang paham mengapa hak kami belum juga diberikan" tuturnya sembari meminta namanya tidak dipublikasikan.

Ironisnya, dari informasi lainnya yang diperoleh melalui perbincangan dengan perangkat desa setempat, menjelaskan jumlah Rupiah sewa bengkok dalam setiap tahunnya.

"Sepengetahuan kami total sewa Bengkok atau PADesa sebesar Rp.250.000.000 dalam setiap tahunnya, dan dari data yang ada, sebagian Kuwu telah menyewakan bengkok kebeberapa cukong hingga Tahun sewa 2027" jelasnya dengan meminta namanya jangan dipublikasikan.

Menyikapi hal tersebut, saat dikonfirmasi usia pelaksanaan Monev Kecamatan, Kuwu Munif menjelaskan.

"InsyaAllah, hari ini persoalan bengkok segera terselesaikan, kami tinggal menunggu atau menarik uang di BJB, seharusnya sih tadi pagi diurus, namun terkendala karena adanya Monev maka sedikit terhambat" jelas Kuwu Munif, Senin, 29/12/2025.(1c)

Warga Mertapadawetan pertanyakan Legalitas Puskesos " evaluasi harus dilakukan" bila perlu ganti

INDOMEDIANEWS- Dirasa kinerja Puskesos banyak menimbulkan persoalan, warga Desa Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon melurug Kantor Desa Mertapadawetan, Senin, 29/12/2025.
Dalam pertemuan Warga yang difasilitasi Kuwu Mertapadawetan, Moh.Munif.AR, mempertemukan antara Petugas Puskesos dengan beberapa warga.
Dalam pertemuan antara warga dan Petugas Puskesos diketahui, bahwa ada beberapa petugas Puskesos yang berjumlah 4 orang, dua diantaranya tidak memiliki SK ( Surat Keputusan) karena SK tersebut masih atas nama petugas yang lama dimasa pemerintahan Kuwu Sumarno.

Salah seorang perwakilan Masyarakat Mertapadawetan , Aji menegaskan, bahwa pihaknya meminta agar persoalan tersebut segera diselesaikan .

"Selama ini banyak informasi negatif tentang kinerja Puskesos, oleh karenanya, kami atas nama Masyarakat Mertapadawetan meminta dengan tegas kepada Kuwu termasuk BPD agar dilaksanakan evaluasi tentang kinerja Puskesos, bila perlu dilakukan pergantian sesuai mekanisme agar ketimpangan tidak dibiarkan berlarut, apalagi kami mendengar langsung dari anggota Puskesos, bahwa saat ini petugas yang memiliki SK hanya dua orang dan dua lainnya tidak memiliki SK, ini menegaskan bahwa kontrol dan kinerja pemerintahan desa termasuk BPD tidak peka, oleh karenanya, dalam waktu dekat, kami akan berkirim surat kepada Kuwu dan BPD untuk menggelar dan memanggil seluruh pengurus Puskesos guna memperbaiki persoalan dan segera dilakukan musdes agar kesalahan tidak berlanjut dan terkesan dibiarkan" tuturnya .

Senada hal tersebut disampaikan Daud, warga yang turut hadir dalam pertemuan tersebut .

"Kesalahan ini sudah berjalan lama, agar tidak terjadi konflik dan salah informasi, maka kami meminta kepada beberapa pihak yang terkait untuk menjabarkan apa dan sebatas mana kewenangan maupun kinerja Puskesos, ini perlu dilakukan agar Masyarakat tidak selalu menjadi korban dengan berbagai dalih, intinya kami mengharap agar evaluasi dan tindakan tegas dilakukan Kuwu Munif" tuturnya. (1c)