29 Des 2025

Warga Mertapadawetan pertanyakan Legalitas Puskesos " evaluasi harus dilakukan" bila perlu ganti

INDOMEDIANEWS- Dirasa kinerja Puskesos banyak menimbulkan persoalan, warga Desa Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon melurug Kantor Desa Mertapadawetan, Senin, 29/12/2025.
Dalam pertemuan Warga yang difasilitasi Kuwu Mertapadawetan, Moh.Munif.AR, mempertemukan antara Petugas Puskesos dengan beberapa warga.
Dalam pertemuan antara warga dan Petugas Puskesos diketahui, bahwa ada beberapa petugas Puskesos yang berjumlah 4 orang, dua diantaranya tidak memiliki SK ( Surat Keputusan) karena SK tersebut masih atas nama petugas yang lama dimasa pemerintahan Kuwu Sumarno.

Salah seorang perwakilan Masyarakat Mertapadawetan , Aji menegaskan, bahwa pihaknya meminta agar persoalan tersebut segera diselesaikan .

"Selama ini banyak informasi negatif tentang kinerja Puskesos, oleh karenanya, kami atas nama Masyarakat Mertapadawetan meminta dengan tegas kepada Kuwu termasuk BPD agar dilaksanakan evaluasi tentang kinerja Puskesos, bila perlu dilakukan pergantian sesuai mekanisme agar ketimpangan tidak dibiarkan berlarut, apalagi kami mendengar langsung dari anggota Puskesos, bahwa saat ini petugas yang memiliki SK hanya dua orang dan dua lainnya tidak memiliki SK, ini menegaskan bahwa kontrol dan kinerja pemerintahan desa termasuk BPD tidak peka, oleh karenanya, dalam waktu dekat, kami akan berkirim surat kepada Kuwu dan BPD untuk menggelar dan memanggil seluruh pengurus Puskesos guna memperbaiki persoalan dan segera dilakukan musdes agar kesalahan tidak berlanjut dan terkesan dibiarkan" tuturnya .

Senada hal tersebut disampaikan Daud, warga yang turut hadir dalam pertemuan tersebut .

"Kesalahan ini sudah berjalan lama, agar tidak terjadi konflik dan salah informasi, maka kami meminta kepada beberapa pihak yang terkait untuk menjabarkan apa dan sebatas mana kewenangan maupun kinerja Puskesos, ini perlu dilakukan agar Masyarakat tidak selalu menjadi korban dengan berbagai dalih, intinya kami mengharap agar evaluasi dan tindakan tegas dilakukan Kuwu Munif" tuturnya. (1c)

Dojo Baraya Srikandi Karangsuwung Sabet 3 Medali Perunggu di Kejuaraan Karate Open Koni Cup Kabupaten Cirebon

INDOMEDIANEWS — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh atlet-atlet muda Dojo Baraya Srikandi Karangsuwung, Kecamatan Karangsembung, Kabupaten Cirebon. Dalam ajang Kejuaraan Karate Open Koni Cup Kabupaten Cirebon tahun 2025 yang dilaksanakan di GOR gedung PGRI Kabupaten Cirebon, ( Sabtu, 27/25) .

Dojo Baraya Srikandi sukses menyabet tiga medali perunggu dari sejumlah kelas yang dipertandingkan.
Di bawah naungan dan pembinaan Senpai Malini, para karateka cilik tampil penuh semangat, disiplin, dan percaya diri. Salah satu medali perunggu diraih oleh Ananda Nindi yang turun di kelas open usia dini, sementara dua medali perunggu lainnya diperoleh dari kelas open beregu usia dini serta kelas pra pemula.

Menurutnya, hasil yang diraih merupakan buah dari latihan rutin, kedisiplinan, serta semangat juang para atlet meski masih berusia sangat muda.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas capaian ini. Tiga medali perunggu ini bukan hanya soal kemenangan, tetapi menjadi bukti bahwa anak-anak mampu tampil berani, sportif, dan percaya diri di arena kejuaraan. Ini adalah langkah awal yang sangat baik untuk masa depan mereka,” ujar Senpai Malini.

Ia menambahkan, kejuaraan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi atlet usia dini dalam mengasah mental bertanding sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap olahraga karate sejak dini.
“Kami tidak hanya menargetkan medali, tetapi lebih menekankan pada pembentukan karakter, kedisiplinan, dan mental juara. Anak-anak diajarkan untuk menghargai proses, menghormati lawan, serta menjunjung tinggi sportivitas. Medali hanyalah bonus dari kerja keras mereka,” tambahnya.

Senpai Malini berharap Dojo Baraya Srikandi Karangsuwung ke depan dapat terus berkembang dan melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah, baik di tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional. Ia juga mengajak peran aktif orang tua dan seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung kegiatan positif anak-anak melalui olahraga.

Keberhasilan tersebut turut mendapat apresiasi dari para orang tua atlet yang hadir langsung menyaksikan pertandingan. Mereka menilai dojo tidak hanya menjadi tempat latihan fisik, tetapi juga sebagai wadah pembinaan mental, disiplin, dan karakter bagi generasi muda di Kecamatan Karangsembung.

Sementara itu, Kuwu Karangsuwung, Arief Nurdiansyah, SE, menyampaikan apresiasi tinggi atas prestasi yang diraih anak-anak Karangsuwung. Menurutnya, capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi desa.
“Kami sangat mengapresiasi anak-anak Karangsuwung yang telah mengharumkan nama desa di bidang olahraga. Alhamdulillah, Pemerintah Desa Karangsuwung terus berupaya memfasilitasi kegiatan positif anak-anak, salah satunya melalui olahraga karate yang dilaksanakan di GOR desa,” ungkap Arief Nurdiansyah.

Dengan raihan tiga medali perunggu ini, Dojo Baraya Srikandi Karangsuwung semakin menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu dojo pembinaan karate usia dini yang patut diperhitungkan di Kabupaten Cirebon.
( 1c)

23 Des 2025

Pemdes Astanajapura wajibkan lagu Indonesia Raya



INDOMEDIANEWS-Menanamkan rasa cinta tanah air melalui kumandang lagu Indonesia Raya diwajibkan bagi seluruh jajaran perangkat desa Astana japura, Kecamatan Astana japura, Kabupaten Cirebon. 

Hal tersebut disampaikan Kuwu Astana japura, Moh Jaelani Sidik saat ditemui diruang kerjanya, Selasa, 23/12/2025.

"Selama kepemimpinan saya sebagai Kuwu di Desa Astana japura, mewajibkan kepada seluruh jajaran pemerintahan desa untuk selalu mengumandangkan lagu Indonesia Raya setiap hari kerja yang jamnya telah ditentukan, yaitu jam 10 pagi" Tuturnya. 

Lebih lanjut Jaelani menuturkan, dengan menanamkan rasa cinta tanah air, diharapkan kinerja dan kedisiplinan perangkat semakin maksimal. 

"Upaya harus terus dilakukan selama bersifat positif, mungkin terdengarnya sepele, namun bagi kami ini merupakan sesuatu yang sangat baik, bahkan sebagai wujud keseriusan, kami memberikan sangsi bagi Perangkat desa yang tidak hadir dalam jam dimana telah disepakati untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya, berupa potongan uang sebesar Rp. 10.000, dimana pada akhirnya setiap akhir bulan uang yang terkumpul dari sangsi tersebut tetap dinikmati secara bersama-sama, intinya kami ingin menanamkan rasa cinta tanah air melalui lagu Indonesia Raya, Alkhamdulillah, dampaknya sangat baik bagi kinerja seluruh jajaran perangkat desa" Pungkasnya. (1c)

22 Des 2025

PT SMR Tol Kanci Pejagan Maksimalkan pelayanan Nataru 2025

Foto : Fadli Firmandani (Kanan)


 INDOMEDIANEWS -PT Semesta Marga Raya (SMR) jalan tol Kanci Pejagan yang menghubungkan jalur Cirebon Jawa Barat hingga Brebes Jawa Tengah. Telah mempersiapkan pengaturan lalu lintas untuk antisipasi kepadatan lalin selama Natal dan tahun baru (Nataru) tahun 2025 – 2026.

Dalam penuturannya, Kepala Manager Operasional PT Semesta Marga Raya (SMR) Fadli Firmandani, menjelaskan, pengaturan lalu lintas jalan tol Kanci Pejagan akan dilakukan monitoring di dua titik yaitu di pintu masuk dan keluar tol Ciledug kabupaten Cirebon – Pejagan Jawa Tengah dengan membuka hingga lima gardu transaksi pada saat puncak arus.

Adapun keramaian arus lalu lintas di prediksi dari tanggal 22 sampai 24 Desember, dan arus balik 29 Desember sampai dengan tanggal 1 Januari 2025.

“persiapan menghadapi libur panjang natal dan tahun baru tahun ini PT SMR telah melakukan kesiapan Operasional semaksimal mungkin,” jelas Fadli kepada media. Senin 22/12/2024.

Fadli  menambahkan, dalam persiapan Nataru, PT SMR sudah melakukan komunikasi, koordinasi dan sosialisasikan dengan semua pihak atau instansi terkait.

Saat konferensi pers didampingi Heru dan Tri Baharuddin Humas PT SMR memaparkan, bahwa persiapan Nataru telah dilakukan sebelumnya seperti perbaikan kapasitas arus jalan tol, PJU, rest area dan lainnya.

“Ini semua agar pengendara merasa aman dan nyaman, saat melaksanakan perjalanan liburan bersama keluarga,” ungkapnya.

Sementara itu, kendaraan yang diprediksi masuk atau kembali ke Tol Kanci Pejagan pada periode Nataru diperkirakan akan mulai meningkat pada tanggal 24 Desember 2025.

Lebih dari itu, Manager operasional SMR juga menghimbau kepada semua pengendara untuk mempersiapkan diri, baik kelayakan mobil dan lainnya.

Ada beberapa tips untuk pengendara dalam menyambut Mataru yaitu : Cek kendaraan, disiplin berlalulintas, apabila mengantuk berhenti dan beristirahat di rest area terdekat termasuk untuk tetap mematuhi rambu lalulintas. 

"Pada prinsipnya, kesiapan dalam Nataru tahun ini sudah dilaksanakan secara maksimal, termasuk patroli rutin untuk mengecek kondisi jalan agar tetap nyaman dan aman, tidak terkecuali persiapan BBM bagi kendaraan umum maupun kendaraan elektrik, semuanya sudah tersedia di beberapa rest area yang telah ditentukan, termasuk jika ada pengguna jalan yang menghadapi kendala atau ingin melaporkan sesuatu bisa menghubungi no HP atau WA ke nomor 081111111535" Pungkas Fadli (1c)

18 Des 2025

Warga Geruduk Kantor Desa Ciledug Tengah "terkait Banprov dan Bengkok perangkat"

INDOMEDIANEWS – Puluhan warga Masyarakat Desa Ciledug Tengah, Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon, geruduk Kantor Desa Ciledug Tengah pada Kamis 18/12/2025.
Aksi tersebut merupakan bentuk protes sekaligus tuntutan klarifikasi terhadap kinerja Pemerintah Desa (Pemdes), khususnya Kuwu Desa Ciledug Tengah yang dinilai jarang berada di kantor serta lemahnya transparansi dalam pengelolaan anggaran desa.

Dalam aksi tersebut, warga secara tegas mempertanyakan realisasi sejumlah anggaran desa, salah satunya Bantuan Provinsi (Banprov) Jawa Barat yang disebut-sebut telah cair, namun hingga menjelang akhir tahun anggaran belum juga direalisasikan di lapangan.  
Warga pun menyoroti adanya dugaan ketidaktransparanan dalam pengelolaan dan lelang tanah bengkok, serta minimnya kompensasi tambahan yang diterima perangkat desa dari hasil pengelolaan tanah bengkok yang disebut hanya baru sebesar Rp.3 juta selama satu tahun Yang dibayarkan.

Aksi warga berlangsung tertib dan dilanjutkan dengan audiensi terbuka di kantor desa. Dalam forum tersebut, masyarakat diterima oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) bersama jajaran Pemerintah Desa Ciledug Tengah. Turut hadir unsur Forkopimcam, di antaranya Camat Ciledug, Kapolsek Pabuaran, dan Danramil Pabuaran, sebagai bentuk pengawalan sekaligus pengawasan agar audiensi berjalan aman dan kondusif.

Salah satu perwakilan warga, Endang, secara tegas menyampaikan kekecewaan masyarakat terhadap pengelolaan anggaran desa. Ia mempertanyakan kejelasan penggunaan dana Banprov yang hingga kini belum direalisasikan, meskipun dana tersebut dikabarkan telah masuk ke kas desa. Endang juga menyoroti pengelolaan tanah bengkok yang diduga telah dijual hingga masa tanam 2007–2008 tanpa melalui mekanisme dan lelang terbuka sebagaimana ketentuan yang berlaku.

“Kami masyarakat Desa Ciledug Tengah sudah merasa jenuh dan kecewa. Gaya kepemimpinan Kuwu kami nilai cenderung otoriter dan tidak transparan. Kami menduga adanya permainan dalam pengelolaan anggaran desa. Jika tidak ada kejelasan, kami akan melaporkan dugaan penyelewengan ini kepada aparat penegak hukum, dalam hal ini Tipidkor Polresta Cirebon,” tegas Endang dalam forum audiensi.

Menanggapi hal tersebut, Camat Ciledug Dr. H. Agustiana, S.H., M.H. menegaskan bahwa Pemerintah Desa Ciledug Tengah wajib segera merealisasikan anggaran Banprov sesuai dengan peruntukan dan ketentuan yang berlaku. Terkait persoalan tanah bengkok yang diduga dikelola tidak transparan hingga masa tanam 2027–2028, Camat menyatakan akan mendorong Inspektorat Kabupaten Cirebon untuk melakukan pemeriksaan khusus (riksus) guna memastikan tidak adanya penyimpangan dalam pengelolaan keuangan dan aset desa.

“Jika memang anggaran Banprov sudah cair, maka tidak ada alasan untuk menunda realisasinya. Kami akan mendorong Inspektorat Kabupaten Cirebon melakukan pemeriksaan khusus agar semuanya terang-benderang dan tidak menimbulkan polemik di masyarakat,” tegas Camat Ciledug di hadapan warga.

Sementara itu, Ketua BPD Ciledug Tengah, Nurwahid, menyatakan bahwa pihaknya menampung seluruh aspirasi, kritik, dan masukan masyarakat. Ia menegaskan bahwa BPD akan menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal dan mendesak Pemerintah Desa agar segera merealisasikan anggaran Banprov sesuai aturan yang berlaku.

“BPD berdiri untuk kepentingan masyarakat. Tidak boleh ada jarak antara Pemdes dan warga. Transparansi pengelolaan anggaran desa adalah kewajiban, dan BPD akan terus mengawasi serta mengawal setiap prosesnya,” ujar Nurwahid.

Ia juga menambahkan bahwa keterbukaan informasi publik merupakan keharusan bagi pemerintah desa agar tidak memunculkan kecurigaan, kegaduhan, maupun keresahan di tengah masyarakat.

Audiensi antara warga dan Pemerintah Desa Ciledug Tengah ini menjadi cerminan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap hak-haknya, khususnya dalam pengawasan penggunaan anggaran publik. Warga berharap agar hasil pertemuan tersebut tidak berhenti pada janji semata, melainkan diikuti dengan langkah nyata berupa realisasi program serta keterbukaan informasi dari Pemerintah Desa Ciledug Tengah. (1c) 


16 Des 2025

Manfaat Ketapang Ayam Petelor dirasakan warga Tuk Karangsuwung

INDOMEDIANEWS - Pemerintah Desa Tuk Karangsuwung, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon terus menggalakan program ketahanan pangan yang bergerak dibidang ayam petelor. 
Ditemui di lokasi Pengembangan ayam petelor,  Kuwu Tuk Karangsuwung, Aziz Maulana menuturkan, pihaknya akan terus berupaya untuk mengembangkan keberlangsungan ayam petelor yang manfaatnya sudah dirasakan Masyarakat setempat. 

"Kami saat ini terus berupaya agar program ketahanan pangan yang bergerak dibidang ayam petelor terus berkembang dan bermanfaat bagi Masyarakat setempat, Alkhamdulillah, saat ini kami baru memiliki jumlah ayam petelor sebanyak 600 ekor dan telah menghasilkan telor perharinya rata-rata 20 Kg, dan ini sudah berjalan kurang lebih dua bulan, dimana harga jual perkilonya lebih murah dari harga pasaran (Rp.26.000 perkilo-red) mengapa harga lebih murah, karena memang tujuan kami adalah meningkatkan taraf perekonomian warga dan bagaimana caranya agar warga bisa menikmati telor dengan harga yang lebih murah dari harga diluaran" Tuturnya, Selasa, 16/12/205.

Lebih lanjut Aziz menuturkan, saat ini pihaknya tengah mempersiapkan untuk pengembangan yang lebih lanjut. 

"Dengan jumlah ayam saat ini sebanyak 600 ekor, dirasa masih kurang untuk memenuhi kebutuhan warga dalam hal telor, karena jumlah yang dihasilkan saat ini baru berkisar 20 Kg perhari, oleh karenanya, dalam waktu dekat kami akan mempersiapkan untuk menambah jumlah ayam sebanyak 600 ekor lagi sementara kalau untuk kandang sudah dipersiapkan, semoga dengan bertambahnya jumlah ayam akan menghasilkan telor lebih banyak dan akan semakin banyak warga kami yang bisa menikmati telor dengan harga dibawah pasaran, pada prinsipnya kami tidak semata hanya berfokus pada program ketahanan pangan, banyak progres pembangunan lainnya yang telah kami laksanakan dengan tujuan demi pengembangan dan kesejahteraan warga Masyarakat Tuk Karangsuwung" Pungkasnya. (1c)