Kado Ulang Tahun Republik Indonesia ke 80 disambut aksi demo yang dilakukan oleh berbagai elemen Anak Bangsa.
Kado istimewa tersebut diberikan kepada wakil Rakyat yang telah mewakili Rakyat Indonesia hususnya dari kalangan menengah kebawah.
Bagaimana tidak, diakui atau tidak, masih banyak Rakyat Indonesia yang hidup dibawah garis kemiskinan, ketidak adilan, kesenjangan dan kesehatan hingga pendidikan yang masih menjadi persoalan.
Disaat suasana hati Rakyat Indonesia dilanda kegalauan dan kegelisahan, para wakilnya yang duduk diparlemen berwacana untuk menaikan penghasilan bulanan diatas nalar dan bahkan merusak kata adil itu sendiri.
Dengan adanya wacana wakil Rakyat untuk mendapatkan penghasilan yang berlipat, seharusnya disambut dengan baik, karena mereka ( Anggota Dewan ) adalah seorang wakil yang telah mewakili ketidak mampuan yang dimiliki Masyarakat, dan mereka memilikinya, jadi seharusnya Masyarakat atau Rakyat Indonesia bersyukur karena telah memiliki wakil yang hidup serba berkecukupan.
Rakyat mungkin ada yang makan hanya sekali dalam satu hari, sementara wakilnya mungkin tidak sempat makan karena bingung mau makan apa dengan tumpukan harta yang dimilikinya.
Dengan adanya aksi dan kekecewaan Rakyat Indonesia atas prilaku para wakilnya, timbul satu pertanyaan, salah siapa dan siapa yang harus disalahkan. ?
Mereka duduk di parlemen karena terpilih atas dasar kepercayaan yang diberikan oleh Rakyat, maka jika terjadi kesalahan atau kesewenangan, tentunya bukan mutlak salah mereka ( Anggota Dewan ) tetapi karena kesalahan Rakyat yang telah memberikan kepercayaan kepada orang yang tidak mampu untuk mengemban kepercayaan dengan baik.
Ironis memang, ditengah keterpurukan kehidupan Rakyat Indonesia, ada saja gebrakan yang dilakukan para wakil Rakyat hingga menimbulkan gejolak di seluruh penjuru Negeri.
Hebatnya lagi, disaat Rakyat bertindak, wakil Rakyat cukup mengeluarkan kata Maaf tanpa ada aksi yang mengedepankan kepentingan Rakyat secara mutlak.
Lagi-lagi semuanya bukan kesalahan para wakil Rakyat, mereka ingin memiliki penghasilan lebih, itu sangatlah wajar, mungkin seluruh Rakyat Indonesia menginginkan penghasilan yang lebih sama halnya keinginan para wakilnya.
Hanya saja ada yang dilupakan oleh wakil Rakyat.
Mereka lupa kalau penghisilannya adalah dari Uang Rakyat.
Rakyat yang memberi mereka penghasilan, Rakyat yang memberi mereka makan, Rakyat pula yang memberi mereka kedudukan, jadi seharusnya mereka sadar dan mawas diri, bahwa hidup mereka dari Rakyat, maka jangan pernah makan selagi masih ada Rakyat yang tidak makan, itulah hakekatnya yang sejati.
0 $type={blogger}:
Posting Komentar