25 Jun 2026

Hari Bhayangkara ke 80 " Polsek Lemahabang gelar Baksos Sembako "

INDOMEDIANEWS - Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke 80 Polisi Republik Indonesia,  Polsek Lemahabang, Kabupaten Cirebon menggelar acara Baksos sembako kepada perwakilan warga dari beberapa desa se Kecamatan Lemahabang.
Acara yang digelar di Mako setempat dihadiri beberapa perwakilan warga, Kasatgas desa setempat dan anggota Polsek Lemahabang.
Dalam penuturannya, Kapolsek Lemahabang,Kompol Yuliani menuturkan bahwa acara tersebut dilaksanakan di seluruh Polsek bertepatan dengan memperingati Hari Bhayangkara ke 80.

"Acara ini dilaksanakan diseluruh Polsek secara serempak, ini sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan antara jajaran kepolisian dengan Masyarakat, diharapkan dengan apa yang kami lakukan akan semakin mendekatkan dan mengeratkan hubungan baik antara Polri dan Masyarakat"tuturnya, Kamis,25/06/2026.

Lebih lanjut dirinya menuturkan, dalam kegiatan tersebut tidak hanya penyaluran sembako namun ada beberapa kegiatan lainnya.

"Selain membagikan sembako kepada beberapa perwakilan warga desa, kami pun menggelar acara doa bersama dan anjangsana, dimana dalam acara anjangsana ini kami dari jajaran kepolisian yang masih aktif atau bertugas mengunjungi kediaman beberapa anggota polri yang sudah purna tugas ( purnawirawan polri) ini kami lakukan sebagai upaya untuk tetap mempererat persaudaraan antar anggota maupun Masyarakat, diharapkan dengan apa yang polri lakukan hari ini bermanfaat dan mematri rasa kecintaan Masyarakat akan tugas dan fungsi kepolisian itu sendiri" jelasnya.

Kompol Yuliani pun mengharapkan, peran Polri Kedepannya akan semakin baik dari yang sudah baik.

"Kami berharap kedepannya, Polri semakin dicintai oleh Masyarakat dari berbagai kalangan, tugas kami adalah sebagai pengayom dan pelayan, maka saya sebagai pimpinan di Polsek Lemahabang ini mengarahkan kepada seluruh anggota kami untuk senantiasa humanis dan layani Masyarakat dengan sebaik mungkin, selamat hari Bhayangkara ke 80 tetap semangat demi NKRI " pungkasnya.

24 Jun 2026

SDN 1 Sigong gelar acara Pelepasan dan kenaikan kelas " Tampilkan pentas seni dan kreasi "

INDOMEDIANEWS - Kemeriahan dan suka cita dirasakan oleh seluruh Orang tua siswa SDN 1 Sigong,Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, yang menyaksikan berbagai kreasi oleh para Siswa-siswi yang diawali dengan pertunjukan lengser dan sendratari oleh siswa didik Sekolah setempat.
Sejak pagi halaman SDN 1 Sigong telah dipadati oleh orang tua dan para siswa yang turut memeriahkan acara Akhirussanah pelepasan siswa kelas 6 dan kenaikan siswa kelas 1 sampai 5 tahun ajaran 2025/2026.

Berbagai kreasi diperlihatkan para siswa dan siswi, dari mulai pembacaan Qalam illahi, seni tari, lengser, pentas seni hingga sungkeman yang dilakukan para siswa yang telah lulus kepada orang tuanya.
Begitu haru dan menggugah perasaan, disaat para siswa melaksanakan acara sungkeman sebagai tanda ucapan terimakasih dan penghargaan atas jasa dan perjuangan yang telah diberikan orang tua terhadap para siswa hingga berhasil meraih berbagai prestasi dan menghantarkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Dalam pemaparannya, Kepala SDN 1 Sigong, Dedi Junaedi. S.Pd.SD , menuturkan pentingnya peran serta Orang tua dalam mewujudkan cita dan harapan para siswa demi masa depan yang lebih baik.

"Kenangan terindah dan kenangan yang tidak mungkin dapat terlupakan adalah disaat kita dapat menyaksikan keberhasilan anak -anak kita dalam menuntut Ilmu dan mampu memperlihatkan karyanya dengan berbagai kemampuan yang dimiliki, hari ini merupakan hari dimana kita mematri kenangan terindah, bahwa disinilah kita mengawali , meniti dan menyambut harapan terindah, jangan lupakan almamater, jangan lupakan perjuangan Orang tua, jangan sia-siakan jerih payah dan tekad para pendidik, terus patri Ilmu yang telah didapat dan tetap iringi langkah  dengan akhlak yang mulia" tuturnya, Rabu,24/06/2026.

SDN 1 Sigong saat ini memiliki jumlah siswa sebanyak 314 dengan jumlah siswa yang dilepas atau lulus sebanyak 44 siswa.
Dengan jumlah siswa yang tidak sedikit tersebut, diharapkan para pendidik mampu memberikan yang terbaik bagi perkembangan dan kemajuan dunia pendidikan.

"Alkhamdulillah, kami saat ini memiliki jumlah siswa didik sebanyak 314 anak dengan jumlah pendidik sebanyak 16 Guru, yang 5 antaranya adalah ASN, 5 P3K dan sisanya adalah honorer namun sudah sertifikasi" jelasnya.

Lebih lanjut Dedi Junaedi menuturkan, dengan dilaksanakannya acara pelepasan tersebut diharapkan mampu menjadi motifasi bagi kita untuk lebih mampu meningkatkan prestasi.

"Kami sangat bersyukur dan berterimakasih kepada semua pihak, baik itu Orang tua siswa, panitia, komite sekolah dan para Guru yang telah begitu semangat untuk menyelenggarakan acara pelepasan sekaligus kenaikan kelas, karena kebersamaan lah acara hari ini dapat berjalan dengan sangat meriah, rasa bangga kami pun karena mampu menyaksikan berbagai kreasi dan kreatifitas para siswa yang sangat menawan, secara pribadi, saya hanya bisa berucap terimakasih dan mohon maaf, jika dalam pelaksanaan acara pelepasan dan kenaikan kelas ini terdapat banyak kekurangan, dan kami berpesan kepada seluruh siswa yang telah lulus, tetap jaga nama baik sekolah dimana kalian menimba ilmu, hormati para Guru dan jangan lupakan jasa mereka, kami tidak ingin disebut berjasa apalagi pahlawan, namun kami adalah sosok yang dianugerahi suatu kemampuan untuk turut mengembangkan dunia pendidikan, dimanapun kalian berada, jangan lupakan kami para Guru, dan yang terpenting lagi, hormati dan sayangi kedua orang tua, karena merekalah kalian ada, dan karena merekalah kalian bisa meraih cita juga harapan" pungkasnya. (1c)

22 Jun 2026

Pentas Seni TK Melati " Tumbuhkan kreasi Siswa didik "

INDOMEDIANEWS - TK Melati, Desa Wangkelang, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon menggelar acara pentas seni dan pelepasan tahun kelululusan 2026.
Dibawah panji Yayasan Mutiara, TK Melati yang berdiri sejak Tahun 2005 telah menelurkan beberapa alumnus yang memiliki keterampilan dan kreatifitas yang sangat membanggakan.
Dalam acara pentas seni dan pelepasan siswa yang dihadiri oleh seluruh wali Murid berjalan dengan penuh kesederhanaan namun tetap meriah dan mendapat respon yang sangat luar biasa dari seluruh tamu undangan yang hadir.
Ketua Yayasan Mutiara, Lili Casmali, mengharapkan Dunia pendidikan terus berkembang sesuai dengan perkembangan zaman.

"Kami sangat mengharap dunia pendidikan di Negeri kita akan semakin maju dan berkembang, terlebih lagi generasi muda untuk saat ini secara materi  dan faktor lainnya sangat menunjang, dan kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk terus berupa yang terbaik guna perkembangan dunia pendidikan, agar apa yang dicita-citakan mampu diwujudkan dengan kenyataan " tuturnya, Senin 22/06/2026. 
 
Senada hal tersebut disampaikan kepala Sekolah TK Melati, Mamah Fatimah, yang merasa bangga dengan berbagai kreasi yang dilaksanakan dalam rangka pelrpasa dan pentas seni Siswa TK Melati.

"Kami sangat bersyukur atas support dan peranserta dari seluruh Orang tua siswa, hingga acara pentas seni sekaligus pelepasan siswa didik dapat dilaksanakan dengan penuh rasa suka cita, yang membuat kami terharu adalah semangat para orang tua yang sangat luar biasa dalam mensukseskan acara tersebut, Bakan dari awal acara hingga akhir, kebahagiaan seakan tidak terhenti, apalagi disaat para siswa mempertunjukan berbagai kemampuannya, baik seni tari tradisional maupun moderen, ini adalah modal bagi kami untuk lebih semangat lagi dalam mendidik para generasi muda, dikesempatan ini, kami mengajak para orang tua yang memiliki anak usia dini, untuk mendaftarkan putra putrinya di TK Melati wangkelang" jelasnya.

Sementara itu, salah seorang wali murid, Melawati, sangat mendukung dan berbahagia dengan berbagai program yang digalakan oleh pihak pendidik.

"Kami bangga dan bahagia mempercayakan putra putri kami untuk menimba ilmu di TK Melati ini, betapa tidak, karena anak anak kami tidak hanya dikenalkan dengan berbagai permainan edukasi, namun pendidikan kedisiplinan, rohani hingga berkesenian semuanya diperoleh disini,  untuk acara pelepasan siswa sekaligus pentas seni yang menampilkan berbagai kreasi para siswa, sangat membanggakan, karena buka semata mendidik siswa untuk mampu berkreasi dan disiplin, tetapi yang lebih penting lagi adalah mendidik para siswa untuk berani tampil dimuka umum, semoga kedepannya acara seperti pentas seni dan lainnya akan semakin meriah" jelasnya (1c)

20 Jun 2026

Kritik MBG bukan anti Pemerintah !

Penulis : R.Agus Syaefuddin

Persoalan yang selama bergulirnya program MBG ( makan bergizi gratis ) seakan selalu hangat bahkan panas untuk menjadi bahan perbincangan.
Panasnya perbincangan semakin terasa, disaat pembesar BGN ( badan gizi nasional ) ditangkap dan langsung menggunakan rompi oranye karena terbukti telah melakukan tindak pidana korupsi dengan nilai yang sangat membuat panas seluruh Rakyat Indonesia ( kecuali para koloni atau yang turut merasakan nikmat hasil korupsi )
Beruntung, panasnya suhu terkait para pelaku korupsi yang memanfaatkan program MBG sedikit berkurang karena adanya kabar yang disampaikan Pemerintah Pusat, bahwa selama libur sekolah, program makan bergizi gratis dihentikan sementara.
Lantas apakah benar-benar penghentian program tersebut dapat menurunkan suhu panas Rakyat Indonesia ? Itulah yang saat ini tengah kembali menjadi perbincangan berbagai kalangan.
Banyak yang mengharap, agar program MBG diberhentikan secara permanen, karena menyedot anggaran yang sangat tidak sedikit, bahkan harus memangkas biaya pendidikan dan kesehatan.
Namun ada pula segelintir orang yang menginginkan MBG tetap dipertahankan, karena mampu menyerap tenaga kerja yang konon bernama relawan tetapi pendapatannya berlipat ganda jika di dibandingkan dengan tenaga honorer atau bahkan penjual makanan ringan.
Ironisnya, jika berdalih dapat mengurangi beban pengangguran, pertanyaannya berapa jumlah tenaga kerja yang berada di program MBG dengan jumlah para Anak Bangsa yang baru lulus dari sekolah dan sibuk mencari lahan pekerjaan.
Dari dua persoalan tersebut, tentunya mempunya keuntungan dan kerugian sendiri, sesuai dengan apakah kita benar-benar dapat menikmati manfaat dari adanya MBG atau mungkin malah kita membuat peluang orang kaya semakin meningkatkan kekayaannya, karena keuntungan dari program MBG sangatlah menggiurkan dan pasti menguntungkan.
Karena adanya persoalan tersebut, maka alangkah baiknya jika kita mengedepankan hati nurani dan mengedepankan kepentingan umum, ketimbang mengutamakan kepentingan pribadi, walau harus kehilangan pundi-pundi Rupiah.
Semua Pihak sudah saatnya berfikir jernih dan membuang ego, baik secara pribadi maupun golongan.
Andai semua Orang berani berkata jujur dan mengesampingkan ego personal, mungkin akan lebih baik jika program makan bergizi gratis dihentikan secara permanen dan mengalokasikan anggaran tersebut untuk pendidikan atau kesehatan.
Banyak warga atau golongan kecil yang hoby ngobrol sambil minum kopi di kedai pinggir jalan saling bercerita dan mengeluh, karena mereka menghitung menu yang disajikan dengan dalih peningkatan gizi, diduga tidak sesuai dengan nominal yang sudah ditentukan.
Katanya per porsi anggarannya Rp.10.000, tetapi pada saat menu itu diturunkan dan mulai dibagikan, nilainya dirasa tidak mencapai angka Rp.10.000.
Belum lagi ada dugaan adanya permainan harga antara pengelola SPPG dengan para rekanan ( produsen yang memiliki produk kebutuhan MBG )
Ada beberapa contoh yang patut menjadi pertimbangan, semisal MBG itu harus menyertakan salah satu menunya adalah roti, berapa harga roti yang sudah ada dalam anggaran Pengelola SPPG, dan berapa harga yang diturunkan untuk si pemilik atau produsen roti, apakah sesuai harga yang telah ditetapkan, atau harganya jauh lebih murah, namun dalam laporannya tetap sesuai dengan harga yang telah tercantum dan ditentukan oleh pihak SPPG itu sendiri.
Itu baru satu contoh roti, tidak menutup kemungkinan terjadi pula permainan harga terhadap produk lainnya .
Dengan banyaknya dugaan permainan demi meraup keuntungan dengan dalih MBG, sudah saatnya rasa ego dan gengsi berubah menjadi rasa kemanusiaan yang adil dan beradab.
Disaat pemerintahan awal dipimpin Presiden Prabowo, Rakyat kecil pada umumnya menyambut baik dan menyimpan harapan yang sangat tinggi, betapa tidak, saat itu Presiden Prabowo dengan tegas akan melakukan efesiensi dan pemangkasan anggaran yang dirasa banyak terjadi kesalahan dalam memanfaatkan anggaran .
Namun harapan itu hanya berjalan sesaat, karena imbas dari efesiensi anggaran ternyata malah menciptakan tanda tanya besar, mengapa ada pemangkasan anggaran namun justru malah membuat kisruh keadaan, terlebih saat mulainya beberapa program yang dicetuskan Prabowo terkesan dipaksakan.
Yang sangat terlihat nyata saat ini selain MBG adalah keberadaan Koperasi Desa Merah Putih.
Kita banyak mendengar, Program MBG anggaran yang dipangkas berasal dari pendidikan dan kesehatan, sementara untuk Koperasi merah putih, anggaran yang dipangkas adalah dari anggaran Desa.
Dampak dari pemangkasan anggaran Desa yang sangat dirasa adalah melambatnya pembangunan desa, hususnya dalam peningkatan infrastruktur.
Sayangnya, kita sebagai Rakyat kecil hanya bisa mengeluh tanpa mampu berbuat banyak, apalagi untuk memperotes dan melakukan tindakan.
Beruntung, ditengah kegalauan, saat ini masih ada gerakan Rakyat melalui aksi Mahasiswa yang begitu berani menyuarakan tentang ketidak Adilan dan menuntut adanya perbaikan, walau resikonya sangat tinggi.
Kini kita hanya mampu menanti hasil dari gerakan para Mahasiswa, apakah mampu membendung ketidak Adilan, atau mungkin akan terhenti karena adanya kekuatan yang lebih tinggi dengan dalih kondusifitas dan keamanan.
Akhirnya penulis hanya berharap, keluhan dan kritikan yang disampaikan, semata demi keadilan dan bukan diartikan sebagai pembangkangannya, apalagi profokasi... Wassalam.

MI Al-Hikmah gelar Imtihan " Perlu perhatian pemerintah " karena keterbatasan ruang belajar

INDOMEDIANEWS -Menjadi salah satu kebanggaan bagi para siswa yang telah menyelesaikan pendidikan awal menuju pendidikan yang lebih tinggi.
Hal ini terlihat jelas diwajah para siswa MI Al-Hikmah, Desa mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, saat menggelar acara kenaikan kelas  dan kelulusan yang dikenal dengan istilah Imtihan.
Acara yang dipusatkan di halaman Sekolah tersebut diawali dengan kegiatan karnaval dengan menghadirkan berbagai pertunjukan marcing band, Kreasi busana dan arak-arakan yang dimulai dari kantor desa setempat dan berakhir di Sekolah MI Al-Hikmah.
Madrasah yang sudah berdiri sejak tahun 1950 tersebut terus berkembang dengan menghasilkan ribuan alumnus yang berkualitas.
Dalam keterangan yang disampaikan kepala MI Al-Hikmah, Ust Nurlani, menuturkan perkembanganannya saat ini terus membaik.

"Alkhamdulillah, saat ini kami memiliki jumlah siswa sebanyak 210 dengan jumlah kelulusan siswa tahun ini sebanyak 34, ini menandakan perkembangan dunia pendidikan yang kami emban terus berkembang dari tahun ketahunnya, bahkan calon siswa baru yang sudah mendaftar pun jumlahnya lumayan banyak, karena terbatasnya ruangan yang kami miliki, maka dengan terpaksa pendaftarannya kami batasi " tuturnya.

Lebih lanjut dirinya menuturkan, dengan semakin berkembangnya dan banyaknya minat siswa untuk menimba ilmu di MI Al-Hikmah, diperlukan fasilitas pendukung yang memadai.

"Dengan jumlah siswa sebanyak 220 dan tenaga pendidik sebanyak 13 yang 5 diantaranya sudah sertifikasi, tentunya diperlukan ruangan belajar mengajar yang memadai, jujur, kendala yang ada saat ini adalah kurangnya ruangan kelas dan fasilitas pendukung lainnya, termasuk salah satunya adalah keberadaan kamar kecil atau toilet, jadi selama ini jika kami ingin ke kamar kecil, kami masih menumpang kamar kecil milik masjid yang keberadaannya memang bersebelahan dengan sekolah kami, oleh karenanya, kami dari keluarga besar Al-Hikmah memohon bantuan dan perhatian dari pemerintah untuk bagaimana caranya kami memiliki tambahan ruang baru, guna meningkatkan proses belajar mengajar yang lebih memadai " jelasnya penuh harap.

Saat ini, telah banyak prestasi yang diraih siswa MI Al-Hikmah, dari mulai Pramuka hingga program unggulan yang terus dipertahankan dan menjadi ciri has Al-Hikmah , yaitu adanya Pocil ( Polisi Cilik ) yang keberadaannya banyak diminati hingga menjadi kebanggaan tersendiri.(1c)

RS UMC dan Pemdes Mertapadawetan dan PRNU Gelar kegiatan Hitanan masal dan pemeriksaan gratis

INDOMEDIANEWS - Masih dalam rangkaian peringatan Haul Ki Buyut Serpin, Pemerintah Desa Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, bekerjasama RS UMC ( Universitas Muhammadiyah Cirebon)  dan PRNU ( Pengurus ranting Nahdatul Ulama )menggelar acara Hitanan masal dan pemeriksaan pengobatan gratis di Aula Kantor desa setempat, Sabtu, 20/06/2026.

Pelaksanaan acara Hitanan masal dan pemeriksaan pengobatan gratis sepenuhnya ditanggung oleh pihak RS UMC.
Hal tersebut dituturkan Humas RSUMC, Toha saat ditemui di tempat acara.

"Kami dari RSUMC bekerjasama dengan pihak pemerintahan Desa Mertapadawetan, melaksanaka acara Hitanan dan pengobatan atau pemeriksaan geratis bagi seluruh warga Mertapadawetan, dimana mencakup Cek kadar gula, asam urat , tensi tanpa ada batasan ' tuturnya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, untuk program kemitraan dengan desa binaan sudah terjalin sejak lama, namun untuk kegiatan seperti Hitanan masal baru dilaksanakan kali pertama.

"Ini merupakan kali pertama, kami dari RSUMC bekerjasama dengan pemerintahan desa melaksanakan kegiatan Hitanan masal, dimana seluruh anggarannya berasal dari CSR RSUMC, Alkhamdulillah, kegiatan yang kami laksanakan mendapat sambutan yang sangat baik dari Masyarakat, InsyaAllah, kedepannya acara seperti ini akan bisa lebih ditingkatkan, untuk tahun pertama ini, peserta Hitanan masal hanya diikuti oleh 15 Anak saja, namun kedepannya mungkin kuotanya jika dilaksanakan lagi mungkin bisa lebih banyak" jelasnya.

Sementara itu, Kuwu Mertapadawetan, H.Moh.Munif AR, sangat mengapresiasi adanya jalinan kerjasama dengan pihak RSUMC.

"Kami sangat mengapresiasi terjalinnya kerjasama antara pemerintah desa dengan RSUMC, ini menandakan adanya jalinan komunikasi yang terjalin sangat baik, kami atas nama pemerintahan Desa mengucapkan terimakasih kepada pihak RSUMC dan seluruh jajaran yang telah turut mensukseskan seluruh rangkaian pelaksanaan peringatan Haul Ki buyut Serpin, InsyaAllah kerjasama kami dengan RSUMC kedepannya akan lebih ditingkatkan, hususnya dalam hal kesehatan maupun sosial lainnya, terlepas dari itu, secara pribadi saya mohon maaf jika selama pelaksanaan kegiatan banyak terdapat hal yang kurang berkenan, semoga apa yang kita lakukan saat ini mendapat balasan pahala yang berlipat dari Allah SWT" tuturnya.(1c)

18 Jun 2026

Pemdes Japura kidul benarkan adanya pungli Bantuan pangan Nasional " Beri teguran tegas"

INDOMEDIANEWS - Beredar kabar adanya pungutan terkait program Bantuan Pangan Nasional berupa beras dan minyak goreng, yang terjadi di Desa Japura kidul, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, dibenarkan oleh Kasi Pelayanan Desa setempat.Haekal.

Dirinya membenarkan informasi tersebut, namun pihak Pemdes langsung mengambil tindakan.

"Memang benar, ada salah seorang oknum Ketua RT di Desa kami yang melakukan hal tersebut, namun sebelum berkepanjangan, kami langsung melakukan tindakan berupa teguran dan peringatan keras agar tidak ada pungutan apapun dengan dalih apapun" tuturnya, Kamis, 18/06/2026.

Lebih lanjut dirinya menuturkan, bahwa sebelum adanya program Bantuan beras dan minyak goreng digulirkan, pihak Desa dan Puskesos telah menegaskan kepada siapapun yang turut membantu menyalurkan bansos kepada warga ,untuk tidak melakukan pungutan atau apapun dengan dalih apapun.

"Kami sangat menyayangkan adanya salah seorang Oknum RT  yang melakukan pungutan terhadap warga penerima bantuan, apapun dalihnya itu tidak diperbolehkan, oleh karenanya kami langsung memanggil yang bersangkutan dan langsung melakukan teguran keras, beruntung informasi tersebut langsung masuk kepada kami, makanya kami langsung turun lapangan, hingga pungutan itu baru dilakukan kepada dua orang warga kami, jadi Alkhamdulillah, semuanya dapat berjalan kembali dengan lancar tanpa adanya pungutan" tuturnya 

Saat media melakukan klarifikasi, pemdes Japura kidul masih melakukan pembagian bantuan program pangan Nasional kepada beberapa warga yang belum mengambil beras dan minyak di kantor desa.

"Hingga hari ini, penyaluran bantuan beras dan minyak masih kami lakukan, karena memang desa kami merupakan salah satu penerima program pangan Nasional yang nilainya lumayan banyak, dari data yang ada, sebanyak 2543 KPM ( keluarga penerima manfaat  ) yang berhak mendapatkan bantuan berupa beras sebanyak 20 Kg dan minyak goreng sebanyak 4 liter, semoga bantuan ini bermanfaat dan dapat sedikit mengurangi beban warga dalam hal kebutuhan pokok, selain itu, kami berharap tidak akan ada lagi oknum yang bermain-main dengan program yang diperuntukan bagi Masyarakat, jika ada informasi atau ada pihak yang melakukan pungli atau hal lainnya, segera lapor ke pihak pemdes, agar semuanya berjalan sesuai aturan dan Hukum yang berlaku" pungkasnya. (1c)

MI / MTS Wathoniah Gelar Imtihan " Terbatas namun tetap semangat "

INDOMEDIANEWS - Dunia pendidikan membutuhkan perhatian dari berbagai kalangan, terlebih yang bergerak di bidang keAgamaan.
Maju mundurnya sebuah dunia pendidikan tergantung pada dukungan dan peranserta Masyarakat sekitar dan adanya sokongan penuh dari Instansi terkait.
Ditengah persaingan yang semakin ketat, tidak menyurutkan semangat para pengajar, hususnya guru honorer yang tetap berupaya keras untuk menciptakan generasi muda yang berprestasi dengan tetap berpegang pada akhlakulkarimah.
Hal tersebut yang dibuktikan oleh seluruh jajaran staf pengajar, MI/ MTS Wathoniah, desa Japura bakti, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon.
Sebagai salah satu penghargaan kepada para siswa didik, bertempat di halaman sekolah setempat, menggelar acara Haflah Imtihan dengan tema mengawal generasi muda.

Semangat para siswa terlihat sangat nyata, disaat mengikuti berbagai acara yang telah tersusun dari mulai mengikuti ajang lomba MTQ, Cerdas Cermat,karnaval, hapalan surat pendek, lomba busana muslim hingga pentas seni.

Ada sedikit cerita miris namun membanggakan, saat kepala MTS Wathoniah, Khasanudin. S.Ag bercerita tentang keberadaan sekolah yang dipimpinnya .

"Saat ini kami memiliki siswa sebanyak 31 0rang dengan jumlah pendidik sebanyak 17 pengajar yang mayoritas sebagai guru honor, dari  pendidik tersebut yang telah mengikuti sertifikasi hanya sebanyak 7 Orang, yang membuat kami bersedih adalah honor yang diterima para pengajar dalam setiap bulannya hanya berkisar Rp.200.000, namun demikian kami tetap bersyukur dan bersemangat untuk memberikan pendidikan yang terbaik bagi seluruh generasi muda" tuturnya, Kamis, 18/06/2026.

Lebih lanjut dirinya mengharapkan adanya perhatian lebih dan peranserta dari semua pihak untuk memajukan sekolah yang ada di Desanya.

"Kami berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah, hususnya untuk meningkatkan kesejahteraan para guru honor, selain itu, kami mengajak kepada seluruh Masyarakat sekitar untuk mendaftarkan para putra putrinya di yayasan yang kami bina, InsyaAllah kami seluruh jajaran pendidik akan berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik bagi seluruh generasi muda, hususnya dalam memahami dan mendalami Ilmu Agama" jelasnya.

Sementara itu, Kepala MI Wathoniah, Farhan Spd, menyampaikan rasa bangganya atas raihan dan prestasi seluruh siswa didik yang tetap semangat dalam menuntut ilmu dan menggapai cita.

"Alkhamdulillah, hari ini kami bersama seluruh Orang Tua siswa menggelar acara Imtihan dan Haul sesepuh dengan tema mengawal generasi emas, sebagai bentuk syukur kami, berbagai kegiatan kami laksanakan dalam memeriahkan acara tahunan tersebut, dari mulai Karnaval, lomba Cerdas cermat, MTQ, Busana Muslim, hafalan surat pendek dan pengajian umum yang Akan diisi oleh penceramah dari Indramayu, KH. M.Kaukabul Fadli" jelasnya .

Lebih lanjut dirinya menuturkan, untuk tahun ini berharap agar minat siswa untuk menimba Ilmu di MI Wathoniah semakin tinggi.

"Saat ini kami memiliki siswa didik sebanyak 191 dengan jumlah siswa yang lulus tahun ini sebanyak 31 Siswa, dengan jumlah siswa tersebut, kami bersama wali murid bermusyawarah untuk menggelar tradisi tahunan yang akrab disebut Imtihan, Alkhamdulillah, atas dukungan penuh acara tersebut dapat berjalan dengan sangat baik, InsyaAllah, kami seluruh staf pengajar akan memberikan pendidikan yang terbaik dengan semangat dan keikhlasan, oleh karenanya, kepada Orang tua yang memiliki Anak yang sudah layak masuk pendidikan dasar untuk mempercayakan dan mendaftarkan anak-anaknya di MI Wafhoniah ini" pungkasnya.(1c)

17 Jun 2026

Warga Desa Mertapadawetan sambut meriah peringatan Haul Ki Buyut Serpin

INDOMEDIANEWS - Masyarakat Desa Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, tumpah ruah memadati halaman kantor desa setempat dalam rangka turut memeriahkan Haul Ki Buyut Serpin " Syech Saripin"  sekaligus menyambut Tahun Baru Islam 1448 H.
Peringatan Haul ini merupakan kali pertama diselenggarakan oleh pihak Pemerintah Desa Mertapadawetan bekerja sama dengan berbagai elemen kemasyarakatan dan pengurus ranting Nahdatul Ulama Mertapadawetan.
Pelaksanaan Haul dan Napak tilas Ki Buyut Serpin tersebut diisi dengan berbagai kegiatan, dari mulai pengobatan gratis, Hitanan masal, lomba kreasi anak, karnaval, santunan anak yatim, ziaroh bersama dan ditutup dengan pengajian Akbar bersama Prof.Dr.KH. Said Aqil Sirodj ( Mustasyar Nahdatul Ulama ) 
Dalam keterangan yang disampaikan Ketua Ranting NU Mertapadawetan, ust Mansyur Abdullah, menuturkan kegiatan tersebut merupakan salah satu penghormatan kepada para leluhur dan tokoh Agama Mertapadawetan yang telah memberikan pengajaran dan pemahaman tentang arti kehidupan beragama.

"Haul adalah wujud penghormatan kita kepada para tokoh Agama dan pembawa wasilah, diharapkan dengan dilaksanakannya acara Haul Ki Buyut Serpin ini, kita sebagai generasi muda tidak melupakan akan sejarah, hususnya terhadap keberadaan Ulama maupun sesepuh yang telah berjasa besar atas Negeri dan tempat dimana saat ini kita berada, kini saatnya kita sebagai penerus untuk menjaga dan melestarikan sejarah yang pernah ada di Desa Mertapadawetan, InsyaAllah, untuk tahun-tahun yang akan datang acara peringatan atau Haul ini akan lebih semarak lagi" tuturnya, Rabu, 17/06/2026.

Senada hal tersebut disampaikan Kuwu Mertapadawetan, Moh.Munif AR, menuturkan bahwa Haul untuk Tahun ini merupakan acara yang dikemas sedemikian rupa agar semaraknya semakin terasa dan menjadi kenangan bagi seluruh warga Desa Mertapadawetan 

"Sebenarnya haul ini bukan yang pertama, namun saya sebagai Kuwu menginginkan agar acara Haul Tahun ini dilaksanakan dengan berbagai kegiatan yang tidak hanya yang bersifat keAgamamaan semata, namun ada hal positif lainnya, Alkhamdulillah, untuk Haul Ki Buyut Serpin kali ini kami melibatkan banyak pihak, selain masyarakat, para tokoh Agama, Kepemudaan dan pihak pendukung lainnya, termasuk para donatur dan sukarelawan yang turut mensukseskan acara kali ini" tuturnya.

Lebih lanjut Munif menjelaskan, bahwa sebelum dilaksanakannya acara inti, yaitu tahlil bersama dan pengajian umum, acara pun diisi dengan berbagai kegiatan lainnya.

"Alkhamdulillah, bertepatan dengan Tahun Baru Islam, Haul Ki Buyut Serpin diisi dengan acara lainnya, seperti pembagian santunan kepada Anak yatim, Hitanan masal, lomba mewarnai, karnaval, Hadroh dan kegiatan lainnya, dan acara intinya akan dilaksanakan tahlil bersama di kompleks pemakaman Ki Buyut Serpin atau Syech Syaripin bersama seluruh lapisan masyarakat dan para ulama, setelah itu pada malam harinya akan dilaksanakan pengajian umum bersama Prof.Dr.KH. Said Aqil Sirodj. Kami dari pemerintahan desa mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung hingga terlaksananya acara ini dengan baik dan meriah, InsyaAllah tahun depan acara Haul ini akan lebih meriah dan dijadikan agenda tahunan" pungkasnya.(1c)

16 Jun 2026

Tikus Negeri telah ditangkap " Bagaimana nasib MBG "?

Penulis : R.Agus Syaefuddin

Kado Tahun Baru Islam diharapkan menjadi pembuka jalan bagi persoalan yang selama ini menjadi seakan hanya ramai untuk dibicarakan tanpa berujung dengan adanya kepastian.
Dari sekian banyak persoalan yang ramai diperbincangkan , mulai dari pemangku kebijakan yang tidak berlaku bijak, hingga perbincangan Rakyat kecil yang asyik berbincang walau hanya didalam sebuah warung kopi.
Keresahan dan kekesalan Rakyat yang akhirnya sedikit membuka pintu kebahagiaan adalah persoalan keberadaan MBG ( Makan Bergizi Geratis ) yang akhirnya menguak siapa yang diuntungkan dan siapa sebenarnya yang menikmati gizi dari program tersebut.
Masih hangat dalam ingatan kita, bahwa beberapa waktu yang lalu, penggeden atau bos BGN ( Badan Gizi Nasional) ditangkap dan langsung menggunakan rompi berwarna orene karena ditetapkan sebagai tersangka akibat melakukan tindak pidana korupsi memperkaya dan mengeruk keuntungan dari hadirnya program MBG.
Disaat Masyarakat disuguhkan makanan yang konon bergizi, yang pada kenyataannya hanya simbul dan judul, makan bergizi yang betul-betul gizinya dirasakan malah dinikmati oleh para koruptor, saking nikmatnya sampai mereka lupa untuk tidak memakannya secara berlebihan, hingga akhirnya karena terlalu berlebihan, maka bukan saja perut mereka semakin membengkak, tetapi keuangan mereka semakin jauh membengkak.
Setelah para tikus Negeri ini ditangkap, ada secercah harapan, bahwa Negeri ini benar-benar akan menikmati gizi sebagai mana mestinya .
Kini kita semua berharap dan menunggu kebijakan yang akan dilakukan oleh sang pemimpin Bangsa, apakah MBG akan dihapus, atau tetap dipertahankan walaupun sudah terbukti menjadi ajang memperkaya diri segelintir orang atau golongan .
Pemerintah saat ini telah menghembuskan angin segar dengan salah satunya adalah akan mengurangi anggaran konpensasi bagi pemilik atau pengelola SPPG yang semula per hari mendapat anggaran dari Pemerintah sebesar Rp. 6.000.000 rencananya akan dikurangi.
Pertanyaannya seberapa besar pengurangan itu akan dilakukan dan seberapa besar perubahan yang akan terjadi dalam pelaksanaan pengelolaan makan bergizi gratis.?
Beruntung, Anak Negeri ini tidak semuanya hanya bisa diam dan hanya mampu menggerutu, keresahan Rakyat akhirnya disuarakan oleh para Mahasiswa sebagai salah satu sosok calon pemimpin Bangsa.
Mereka turun ke jalan dan memberikan suara keresahan Rakyat tentang salah satunya adalah keberadaan MBG.
Ini awal dari perjuangan yang membutuhkan dukungan dari seluruh Rakyat Indonesia, kecuali mereka para penjilat yang hanya mampu menganggukkan kepala demi kepuasan pimpinan tanpa memperdulikan kerasagan dan kesengsaraan Rakyat kecil.
Semoga dengan hadirnya gerakan Mahasiswa dan bertepatan dengan Tahun Baru Islam, kebenaran bisa benar-benar dapat ditegakkan, dan kemunafikan hancur dari Negeri Pertiwi.
Mari kita bermunajat dan mengangkat kedua tangan kita, memohon kepada Sang khalik, penguasa alam semesta agar kebaikan tetap menjadi pemenang walaupun para pelaku kejahatan pandai bersembunyi dengan memakai topeng kemunafikan.Amiien

15 Jun 2026

Pemdes Japura Bakti salurkan program Pangan Nasional

INDOMEDIANEWS - Masyarakat desa Japura bakti, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, antri dihalaman kantor desa setempat untuk memperoleh bantuan beras dan minyak goreng dari program ketahanan pangan Nasional.
Lebih dari seribu warga tersebut memperoleh bantuan berupa 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng.
Menurut keterangan yang disampaikan kordinator Puskesos desa Japura bakti, Fadillah, menjelaskan, program tersebut dibagikan kepada beberapa warga yang telah terdata sebagai penerima bantuan 

"Dalam program ketahanan pangan Nasional ini ada sebanyak 1824 Keluarga penerima manfaat (KPM) dimana setiap warga penerima mendapatkan bantuan sosial berupa beras sebanyak 20 kg dan minyak goreng sebanyak 4 liter " tuturnya, Senin , 15/06/2026.

Dengan telah digulirkan ya program bantuan tersebut, diharapkan bisa bermanfaat bagi warga masyarakat kelas menengah kebawah.

"Puskesos sifatnya hanya menyalurkan bantuan sesuai dengan data yang ada, diharapkan bantuan yang telah diterima benar-benar dapat bermanfaat dan dimanfaatkan sebaik mungkin, apalagi saat ini banyak kebutuhan bahan pokok yang harganya sudah melambung, jadi dengan adanya bantuan beras dan minyak ini, minimalnya bisa sedikit mengurangi beban masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya" jelasnya.

Sementara itu, Kuwu Japura Bakti , Haerudin, yang memantau langsung pelaksanaan penyaluran program pangan Nasional sangat berterimakasih atas perhatian pemerintah terhadap masyarakat kelas menengah kebawah.

"Program pangan Nasional ini memang bertujuan untuk meringankan beban Masyarakat dalam hal kebutuhan bahan pokok, terutama beras atau minyak goreng, saat ini hampir seluruh kehidupan terdampak oleh adanya perekonomian secara global yang tidak menentu, oleh karenanya, dengan adanya bantuan yang diprakarsai pemerintah pusat ini benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kalangan bawah, harapan kami sebagai pemerintah desa, program untuk masyarakat ini terus ada, dengan catatan dilakukan evaluasi guna memperbaiki  pendataan yang selama ini mungkin menjadi salah satu persoalan yang belum dapat terselesaikan dengan baik, ini perlu dilakukan agar tidak ada lagi istilah program yang tidak tepat sasaran" jelasnya. (1c)

Warga Mertapadawetan terima program bantuan non tunai " Masyarakat sambut baik"

INDOMEDIANEWS - Pemerintah pusat kembali menyalurkan program bantuan pangan Nasional  (PBPN ) berupa 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng.
Dengan bergulirnya program bantuan tersebut, diharapkan mampu meringankan beban Masyarakat menengah kebawah ditengah ekonomi global yang tidak menentu.
Masyarakat menyambut baik dengan adanya PBPN tersebut, seperti yang terlihat di Desa Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon.
Sejak pagi dan kantor desa setempat belum dibuka, Masyarakat sudah berdatangan untuk mendapat bantuan beras dan minyak goreng.
Dari keterangan yang disampaikan kordinator Puskesos Mertapadawetan, Mahmud, menuturkan, untuk tahun ini perogram PBPN diberikan kepada 1268 KPM ( keluarga penerima manfaat )

"Alkhamdulillah, kami bekerjasama dengan pihak pemerintahan desa melaksanakan penyaluran Beras dan minyak goreng kepada 1268 KPM, tentunya harapan kami dengan adanya program tersebut, minimalnya bisa sedikit meringankan beban Masyarakat, terlebih saat ini perekonomian secara global sedang tidak baik-baik saja, kami sebagai penyalur dan pelaksana program, berharap bantuan yang diterima dapat dimanfaatkan dan dipergunakan sebaik mungkin " tuturnya, Senin, 15/06/2026.

Lebih lanjut dirinya menuturkan, bahwa dalam pelaksanaan penyaluran program pemerintah, dirinya mengharap adanya dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak.

"Kami meminta adanya bantuan peran dan peranserta dari semua pihak, hususnya dalam pendataan, apa yang kami lakukan sesuai data dan mekanisme, oleh karenanya, jika memang ada yang perlu dilakukan perubahan atau perbaikan data, silahkan komunikasikan dengan pihak Puskesos, ini perlu dilakukan sebagai upaya perbaikan kinerja dan pelayanan kami terhadap Masyarakat" jelasnya.

Ditempat terpisah, Kuwu Meryapadawetan, Moh Munif AR, mengharapkan kesejahteraan Masyarakat semakin membaik dengan adanya program pemerintah yang selama ini direalisasikan dengan tujuan memberikan yang terbaik kepada seluruh Rakyat Indonesia.

"Berbagai program yang digulirkan Pemerintah jelas tujuannya untuk mensejahterakan seluruh Rakyat Indonesia, oleh karenanya, kami dari pihak pemerintah desa sangat mendukung dan berharap program bantuan bagi masyarakat akan terus ada, terlebih lagi saat ini tatanan kehidupan kita berada dalam kondisi yang tidak menentu, oleh karenanya, mari kita bersatu padu untuk menata kehidupan kearah yang lebih baik dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi terwujudnya kehidupan yang berkeadilan dan berdaulat" jelasnya. (1c)

12 Jun 2026

AMKI Cirebon Raya , Salurkan Sembako untuk Anak Yatim dan Duafa di Ashabul Kahfi

INDOMEDIANEWS – Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Cirebon Raya menunjukkan kepedulian sosial yang nyata dengan menggelar aksi bakti sosial (baksos) pada Jumat (12/06/2026). 

Dalam aksi tersebut, AMKI menyalurkan bantuan sembako kepada puluhan anak yatim dan duafa di Yayasan Ashabul Kahfi, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon.

Kegiatan yang berlangsung usai ibadah sholat Jumat ini diawali dengan doa bersama di Sekretariat AMKI yang berlokasi di Desa Setupatok, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon. 

Aksi sosial ini dipimpin langsung oleh Ketua AMKI Cirebon Raya, Rudi, dengan didampingi oleh Ketua Panitia, Suripto, serta jajaran anggota organisasi lainnya.Ketua AMKI Cirebon Raya, Rudi, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kelancaran agenda berbagi ini.

“Alhamdulillah kegiatan ini bisa berjalan lancar. Saya ucapkan banyak terima kasih kepada para donatur dan rekan-rekan media yang telah berjuang menyukseskan kegiatan ini,” ungkap Rudi di sela-sela acara.Rudi menegaskan bahwa aksi kepedulian serupa akan dijadikan sebagai agenda rutin bulanan AMKI Cirebon Raya ke depannya.

 Ia berharap program berbagi ini terus diberi kelancaran dan konsisten membawa manfaat luas, khususnya bagi anak yatim dan duafa di Ashabul Kahfi serta masyarakat Cirebon pada umumnya.

Di tempat yang sama, Ketua Panitia Baksos, Suripto, menambahkan bahwa esensi dari kegiatan ini tidak sekadar menyerahkan bantuan fisik.“Baksos ini bukan sekadar memberi, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi antar-anggota dan menumbuhkan rasa empati terhadap sesama,” kata Suripto.

Adapun paket bantuan yang didistribusikan pada hari tersebut meliputi kebutuhan pokok sehari-hari, mulai dari beras, mi instan, telur, minyak goreng, hingga air mineral.

Merespons aksi baik tersebut, Ketua Yayasan Ashabul Kahfi, Wili Sumantri, menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para donatur yang telah menyalurkan bantuannya melalui AMKI Cirebon Raya."Ashabul Kahfi mengucapkan terima kasih banyak. 

Sembako ini sangat bermanfaat untuk anak yatim dan duafa yang ada di sini," tutur Wili.Pada kesempatan itu, Wili juga membeberkan kondisi terkini yayasan yang mengasuh 50 anak yatim tersebut.

 Ia mengungkapkan adanya kebutuhan mendesak bagi salah satu anak asuhnya yang hingga saat ini belum bisa dipenuhi oleh pihak yayasan.

"Di Ashabul Kahfi ada 50 anak yatim. Di antaranya ada salah satu anak yang sangat membutuhkan alat bantu dengar, dan Yayasan Ashabul Kahfi di sini masih belum bisa memenuhinya," pungkas Wili kepada Ketua AMKI Cirebon Raya, Rudi, berharap ada uluran tangan berikutnya yang dapat membantu.( 1c)

warga Desa Sigong rela antri demi mendapat bantuan beras dan minyak goreng

INDOMEDIANEWS -Warga Masyarakat Desa Sigong, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, bersuka cita walau harus antri demi mendapatkan 20 Kg beras dan 4 Liter minyak goreng gratis yang disalurkan pemerintah pusat melalui program ketahanan pangan.
Sebanyak 1417 KPM pada Jumat pagi dihalaman kantor Desa setempat program ketahanan pangan tersebut dilaksanakan.

Dari keterangan yang disampaikan Kuwu Sigong, Sumarsono, program ketahanan pangan tersebut digulirkan sebagai salah satu upaya untuk meringankan beban Masyarakat.

"Kami sangat bersyukur dengan dilaksanakannya program ketahanan pangan berupa penyaluran beras dan minyak goreng kepada 1417 keluarga penerima manfaat, kami dari pihak pemerintahan desa sifatnya hanya menyalurkan paket tersebut kepada warga Masyarakat yang sudah masuk dalam data penerima manfaat, diharapkan dengan adanya bantuan beras dan minyak goreng tersebut minimalnya sedikit dapat meringankan beban masyarakat ditengah perekonomian yang saat ini sangat tidak menentu" tuturnya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, bahwa program yang digulirkan pemerintah pusat merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan taraf kehidupan Masyarakat dari berbagai golongan.

"Berbagai program yang digulirkan pemerintah tujuannya tentu sangat mulia, oleh karenanya kami berharap agar seluruh lapisan Masyarakat benar-benar dapat merasakan berbagai program yang telah digulirkan, semuanya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan yang berkeadilan, terlepas dari itu, kami mengharap kepada seluruh warga Masyarakat Sigong untuk memanfaatkan program yang telah diteterima dengan sebaik mungkin, jika berbicara adil, mungkin rasa keadilan tersebut belum sepenuhnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan, namun demikian kami akan tetap berusaha memberikan pelayanan yang terbaik bagi Masyarakat, intinya tetap bersyukur dan menjunjung tinggi nilai persatuan dan kesatuan" pungkas Sumarsono (1c)

10 Jun 2026

Panitia Pilwu PAW desa Kendal terbentuk " Siap laksanakan Pilwu Antar Waktu"

INDOMEDIANEWS -Pemerintahan desa Kendal, kecamatan Astanajapura, kabupaten Cirebon, menyelenggarakan acara pelantikan dan pembekalan panitia pergantian antar waktu ( PAW) desa Kendal tahun 2026.

PAW Desa Kendal dikarenakan Kuwu difinitif setempat meninggal dunia beberapa bulan yang lalu 

Dalam pelaksanaan tersebut, BPD Kendal, Jaelani , mengharapkan agar proses PAW Kuwu Kendal bisa dilaksanakan dengan baik.

"Hari ini kami melaksanakan kegiatan pelantikan dan pembekalan panitia PAW Kuwu Kendal tahun 2026, dengan telah dilantiknya susunan Panitia, diharapkan penjaringan Kuwu Antar waktu ini dapat berjalan dengan baik sesuai harapan Masyarakat" tuturnya, Rabu, 10/06/2026.

Sementara itu, Ketua panitia  PAW Kuwu Kendal, Sunadi, menjelaskan dengan telah dilaksanakannya pelantikan, proses penjaringan atau Pemilihan Kuwu antar waktu dapat segera dilaksanakan.

"Setelah dilaksanakannya pelantikan panitia PAW Kuwu Kendal, tugas kami selanjutnya adalah menyusun dan mempersiapkan mekanisme atau tatacara terkait pencalonan Kuwu antar waktu, insyaAllah, secepatnya dapat dilaksanakan sesuai dengan tatacara atau aturan yang telah ditentukan, oleh karenanya, saat ini persiapan kami adalah membahas dengan anggota dan beberapa pihak terkait tentang apasaja langkah yang harus kami tempuh, hingga pelaksanaan atau pembukaan pembukaan pendaftaran para calon kuwu PAW secepatnya bisa terealisasi sampai didapat siapa yang saja yang mendaftar dan siapa yang terpilih sebagai Kuwu PAW desa Kendal" tuturnya.

Usai acara pelantikan dan pembekalan panitia Kuwu antar waktu, penjabat Kuwu Kendal, Irwanto sekaligus Kasi pemerintahan Kecamatan Astanajapura, merasa bersyukur dengan telah dilaksanakannya acara pelantikan dan pembekalan panitia Kuwu PAW.

"Salah satu tugas saya sebagai Penjabat Kuwu Kendal untuk menghantarkan pemilihan Kuwu Antar Waktu ( PAW) sudah memasuki tahapan pelaksanaan, ini dikarenakan telah terbentuknya kepengurusan panitia Pilwu antar waktu, tinggal kami mempersiapkan tahapan berikutnya, yaitu melaksanakan pemilihan kuwu antar waktu, InsyaAllah, segala tahapan dapat berjalan dengan baik sampai terlaksananya pemilihan Kuwu antar waktu, kami mohon doa dan dukungannya, agar proses pilwu PAW ini dapat terealisasi dengan baik dan menghasilkan kuwu sesuai  harapan Masyarakat, Alkhamdulillah, pelantikan yang dilaksanakan hari ini berjalan dengan baik, kami sebagai penjabat, mengucapkan selamat bertugas kepada panitia pilwu PAW yang telah dilantik dan diambil sumpah, laksanakan tugas dan tanggung jawab dengan baik sesuai tatacara dan aturan yang berlaku" jelasnya.(1c)

Forum Kuwu Lemahabang dukung rencana pembangunan Toserba " perijinan diutamakan"

INDOMEDIANEWS - Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Lemahabang Kabupaten Cirebon bersama konsultan pembangunan Yoyga Toserba, melakukan forum lalu lintas dan angkutan jalan Kabupaten Cirebon 2026.

Kegiatan yang berlangsung di pendopo kantor camat tersebut dihadiri langsung Forkopimcam setempat, dinas terkait kabupaten dan para kuwu ,  diisi dengan dialog interaktif. 

Salah satu dialog yang dikemukakan adalah bagaimana  mencegah kemacetan, pihak pengelola akan membangun tempat parkir yang representatif juga membangun tempat parkir tambahan, agar kendaraan tidak parkir di pinggir atau bahu jalan. Selain itu, rambu lalulintas akan terpasang di lokasi strategis.

Dalam keterangannya, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Cirebon, Dadang Raiman mengatakan, sebagai salah satu pusat pusat perdagangan di wilayah timur Cirebon,  dengan adanya rencana pembangunan Toserba ini akan lebih meningkatkan geliat perekonomian masyarakat. 

"Yang utama adalah melakukan proses kelengkapan perijinan dan lainnya, setelah semuanya telah ditempuh maka baru diperbolehkan melaksanakan aktifitas, namun jika perijinannya belum berse, maka proyek atau kegiatan dalam bentuk apapun tidak diperbolehkan" tuturnya, Rabu, 10/06/2026.

Sementara itu, Camat Lemahabang, Yuyun Kusumawati menuturkan, keberadaan Toserba nanti harus memperhatikan berbagai sektor, salah satunya arus lalulintas. 

"Lalulintas yang lancar sangat diperlukan guna keberlangsungan tempat usaha tersebut, selain itu perijinannya harus ditempuh dan diselesaikan dengan baik, kami mempersilahkan usaha apapun hadir di Lemahabang, asal semuanya ditempuh sesuai aturan atau mekanisme yang berlaku, kami sangat mendukung apapun kegiatan atau pembangunan yang bertujuan untuk kemajuan dan tentunya berdampak baik pada Masyarakat sekitar" jelasnya.


Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua FKKC Kabupaten Cirebon, H Lili Mashuri menjelaskan, sebagai gerbang wilayah timur pusat perdagangan sangat diperlukan adanya tempat usaha yang modern dan tradisional. 

"Setelah adanya pasar tradisional, kini akan terbangun pasar modern Yogya dan tentunya sangat mendukung, karena makin mengeliat perekonomian masyarakat di wilayah ini dan sekitarnya," jelasnya.

Kuwu Desa Cipeujeuh Kulon Kecamatan Lemahabang ini mengungkapkan, investor yang masuk ke wilayah Kabupaten Cirebon, khususnya Kecamatan Lemahabang sangat dibutuhkan, guna kelangsungan hidup masyarakat. Disamping mengulangi pengangguran juga berdampak positip warga sekitar.

Dirinya mengingatkan, pengusaha agar mematuhi aturan yang berlaku dengan mengurus perizinan terlebih dahulu dan menjunjung tinggi kearipan lokal. Salah satunya, perekrutan tenaga kerja sekitar. 

"Dengan adanya investor yang masuk ini harus didukung dan disukseskan. Selama, mematuhi aturan yang berlaku dan mengedepankan kearipan lokal, dengan terealisasinya pembangunan Toserba di Lemahabang otomatis akan mendongkrak perekomian dan hal positif lainnya, ini merupakan kesempatan dan peluang yang sangat menggembirakan, diharapkan semua pihak mendukung dan senantiasa mengedepankan pemikiran yang positif"pungkasnya. (1c)

8 Jun 2026

Siswa SMP Muhammadiyah Lemahabang " sambut baik program MBG " mutu harus diprioritaskan

INDOMEDIANEWS - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah pusat, disambut para siswa SMP Muhammadiyah Lemahabang Kabupaten Cirebon, dengan suka cita. Hal ini terlihat, para siswa menikmati menu MBG yang diterima dari SPPG Leuwidinding ll, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon.

Kepala SMP Muhammadiyah Lemahabang, Nurdin menuturkan,  program MBG ini perdana dari SPPG Leuwidingding II dan sejauh ini, menu yang disajikan layak konsumsi. 

"Kami sangat mengharap, Jangan hanya pertama saja, menu layak konsumsi. Tapi setiap kali dikirimkan harus seperti ini (layak konsumsi)," katanya, disela mengawasi pembagian MBG di sekolah setempat, Senin ,8/6/2026.

Lebih lanjut Nurdin menjelaskan, program MBG yang digagas pemerintah pusat sebagai upaya meningkatkan gizi anak sekolah, sangat membantu bagi yang membutuhkan. 

"Sekitar 175 anak, kelas 7-9 yang mendapatkan program tersebut. Kami masukkan kelas 9 dalam progam tersebut, sebab masih masuk sekolah," jelasnya.

Masih dikatakan Nurdin, program MBG sebagai salah satu upaya pemerintah untuk menambah asupan gizi anak sekolah, maka harus didukung secara maksimal oleh seluruh pihak. 

"Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, pengiriman MBG bisa pagi hari, misalnya pukul 8, agar masih fresh dan langsung dimakan anak-anak, sebelumnya program MBG kami terima dari SPPG Leuwidinding l, namun karena ada lain hal, kerjasama kami dengan SPPG Leuwidinding l dihentikan, dan sebagai penggantinya saat ini kami bekerjasama dengan SPPG Leuwidinding ll" jelasnya.

Dirinya mengucapkan terima kasih pada seluruh pihak yang telah merealisasikan program MBG di sekolah ini. Baik bagi anak sekolah, balita dan bumil. 

"Dengan adanya MBG di sekolah akan meningkatkan kualitas gizi anak, mengurangi uang jajan dan memotivasi siswa agar lebih giat lagi berangkat sekolah," pungkas Nurdin.

Sementara itu, Kepala SPPG Leuwidingding II, Anis mengungkapkan, akan semaksimal mungkin dalam menjaga higienis dan tetap fresh ketika MBG tiba di sekolah. 

"Untuk yang perdana ini, sekitar 500 paket. Bagi anak sekolah di SMP Muhammadiyah Lemahabang, ibu hamil (bumil), balita di Desa Leuwidingding dan Desa Picungpugur, InsyaAllah kami akan terus berupaya maksimal untuk merealisasikan program MBG ini sebaik mungkin dengan mengutamakan mutu dan kualitas sesuai dengan ketentuan, semoga apa yang kami lakukan ini benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh semua pihak yang turut mendukung adanya program Makan Bergizi Gratis" jelasnya (1c)

6 Jun 2026

Kolaborasi Poltek SCI dan Pokdarwis Cikuya "Tingkatkan digital marketing"

INDOMEDIANEWS - Mahasiswa Poltek SCI ( Politeknik Siber Cendikia  international ) Panambangan, Sedong, Kabupaten Cirebon berkolaborasi dengan Pokdarwis dalam rangka meningkatkan pemberdayaan sumber daya manusia dan pemberdayaan marketing Digital.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan keberadaan wisata Cikuya agar lebih banyak menarik minat pengunjung untuk berwisata disalah satu obyek wisata unggulan yang ada di kabupaten Cirebon bagian timur.
Dalam keterangan yang disampaikan ketua Pokdarwis Cikuya, Eman Suherman, menyambut baik adanya kolaborasi antara Mahasiswa Poltek SCI dan Pokdarwis Cikuya.

"Kami sangat merespon adanya kegiatan dan kolaborasi yang dimotori Mahasiswa Poltek SCI Panambangan dan Pokdarwis, diharapkan dengan adanya kolaborasi ini mampu meningkatkan keberadaan wisata Cikuya, terlebih lagi di era digital, oleh karenanya tujuan kolaborasi ini salah satunya adalah meningkatkan pangsa pasar dan peningkatan marketing Digital termasuk didalamnya adalah meningkatkan sumber daya manusia yang tujuan utamanya adalah meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan kerakyatan" tuturnya, Sabtu,06/06/2026.

Lebih lanjut Eman menjelaskan, dengan adanya peningkatan sumber daya manusia dan pemahaman marketing Digital, prospek kedepannya mampu menjadikan Cikuya sebagai wisata desa yang lebih pesat dan berkembang hingga mampu menjadikan salah satu wisata yang benar-benar dapat dibanggakan .

"Digitalisasi sangat diperlukan di Era saat ini, karena mau tidak mau kita harus mengikuti perkembangan jaman, semoga dengan adanya kolaborasi ini , kami pengelola dan pengurus wisata Cikuya lebih memahami pangsa pasar dan yang lebih utama lagi adalah bagaimana caranya agar pengunjung benar-benar tertarik untuk berwisata di Cikuya, tentunya dengan semakin banyaknya pengunjung yang berwisata ke Cikuya, secara tidak langsung akan mendongkrak perekonomian desa dan berdampak positif pada peningkatan perekonomian dan kesejahteraan Masyarakat sekitar, karenanya dengan berbasis kemasyarakatan, diharapkan banyak pihak yang turut mendukung berbagai program yang digalakan" pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang Narasumber  dari Poltek SCI, Merlinda, menjelaskan perlunya peningkatan SDM dan pemahaman tentang marketing Digital.

"Kami berkolaborasi dengan pengurus wisata Cikuya  atau Pokdarwis tujuannya adalah memberikan bimbingan dan pemahaman perlunya SDM yang memadai dan mendalami tentang marketing Digital, karena saat ini keberadaan digital memang sangat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk salah satunya adalah bagaimana caranya meningkatkan pariwisata dengan memanfaatkan kemajuan digital, yang salah satunya adalah memanfaatkan sumber daya manusia yang ada dengan dibekali berbagai pengetahuan tentang bagaimana cara memanfaatkan fasilitas digital secara baik dan maksimal, tentunya harapan kami dengan adanya kolaborasi ini, kami bisa menurunkan ilmu yang dimiliki kepada pengelola atau Pokdarwis agar mampu meningkatkan keberadaan Wisata Cikuya yang berdampak pada pengembangan baik secara ekonomi maupun hal lainnya" jelasnya. (1c)

5 Jun 2026

Tertangkapnya petinggi BGN "Harapan baru penegakan Hukum"

Penulis :R.Agus Syaefuddin

Tertangkapnya pucuk pimpinan tertinggi Badan Gizi Nasional, menandakan prilakuk korupsi sulit untuk diberantas.
Kegagalan pengelolaan program makan bergizi gratis ( MBG ) sebenarnya sudah lama terjadi, dari mulai menu yang tidak sesuai dengan anggaran, pengelolaan Dapur MBG yang tidak memenuhi standar hingga banyaknya dugaan permainan harga terhadap produsen atau mitra yang dijadikan ajang bisnis 
Beruntung, walaupun terkesan terlambat, akhirnya kecurangan yang bertujuan untuk memperkaya diri sendiri atau golongan akhirnya terkuak juga.
Kini Masyarakat berharap, dengan adanya pergantian kepengurusan BGN yang baru, program yang digadang-gadang untuk meningkatkan gizi anak Bangsa bisa tercapai dengan baik sesuai tujuan dilaksanakannya program Makan Bergizi Gratis.
Terlepas dari ditangkapnya beberapa oknum petinggi BGN, kini kita mengharap proses kasusnya tidak berhenti hanya sampai disitu, karena konsep Hukum harus ditegakkan dengan tegas dan jujur, dalam artian penerima maupun pemberi sama-sama melanggar Hukum.
Sudah saatnya pemerintah dan penegak Hukum bekerja keras untuk menguak tabir yang sangat merugikan Rakyat, penegak Hukum dan Pemerintah pun harus berani menindak para pelaku bisnis MBG atau Yayasan selaku pelaksana yang patut diduga melakukan kong kalingkong dengan para pihak demi meraup keuntungan lebih.
Jika memang diduga telah terjadi jual beli titik atau pendirian Dapur SPPG, maka langkah tegas dan tepat harus dilaksanakan dengan tidak melihat siapa pemilik yayasan atau siapa pemilik yang mengatasnamakan yayasan .

Berikut rincian anggaran untuk setiap yayasan atau mitra pengelola program MBG. 1 SPPG per hari, anggarannya ada 2 komponen utama dari BGN:

Insentif Fasilitas SPPG: Rp6.000.000/hari
Ini dana tetap yang diterima yayasan/mitra pengelola SPPG tiap hari operasional
Dipakai buat: sewa dapur, gudang, peralatan masak, listrik, air, gas, BBM distribusi, pembangunan IPAL, dll

Catatan: Diberikan berbasis ketersediaan layanan, bukan jumlah porsi. Artinya selama SPPG buka & siap melayani, dapat Rp6 juta.

2. Dana Bahan Baku + Operasional: Rp15.000/porsi
Ini dana variabel tergantung jumlah penerima manfaat yang dilayani SPPG itu. Rinciannya:
- Bahan baku: Rp8.000–10.000/porsi→ buat beli beras, lauk, sayur, buah
- Operasional: Rp3.000/porsi* → listrik, gas, air, BBM, insentif relawan

Contoh hitungan 1 SPPG per hari:
Misal SPPG A melayani 3.000 porsi/hari:
1. Insentif fasilitas: *Rp6.000.000*
2. Dana porsi: 3.000 x Rp15.000 = Rp45.000.000*
   Total masuk ke rekening SPPG: Rp51.000.000/hari*

intinya: *Rp6 juta/hari fixed + Rp15.000 x jumlah porsi.

Jika saja Manusia tidak memiliki sifat tamak, maka tidak perlu melakukan korupsi pun, para pengelola MBG sudah makmur secara finansial, sayangnya ketamakan menutup mata hati mereka, hingga anggaran yang sudah besar itu masih mencari titik lemah untuk mencari tambahan pemasukan.

Jika melihat dari besaran anggaran yang digulirkan pemerintah, maka tidak heran banyak pemilik uang yang terjun kedunia bisnis MBG.
Semoga pergantian kepengurusan BGN yang baru dan adanya ketegasan Pemerintah, Program Makan Bergizi Gratis ini benar-benar dapat berjalan sesuai harapan Masyarakat, dan tidak adalagi oknum yang bermain demi memperkaya diri sendiri atau golongan.

3 Jun 2026

Kepala BGN ditangkap Kejagung " Ada apa dengan MBG ? "

INDOMEDIANEWS - Hadirnya MBG ( makan bergizi gratis ) bertujuan untuk meningkatkan gizi anak Bangsa dari berbagai usia, hususnya para pelajar setingkat PAUD hingga SLTA .
Dari awal  kehadiran MBG kerap menuai polemik dan permasalahan yang terus terjadi namun seakan luput dari penanganan secara maksimal.
Hiruk pikuk MBG yang kerap terjadi diawal-awal kehadirannya adalah banyaknya para siswa didik yang keracunan.
Sejak itulah banyak Masyarakat yang menyuarakan agar keberadaan MBG lebih baik ditiadakan atau dibubarkan, karena kerap menimbulkan persoalan.
Nyatanya hingga saat ini keberadaan MBG tetap ada dengan berbagai permasalahannya, hingga pada akhirnya ditangkapnya eks Kepala BGN, Dadan Hindayana.
Mungkin dengan ditangkapnya Kepala  BGN oleh Kejaksaan Agung, akan menguak semua permasalahan yang seolah terselimuti dan sulit untuk dilakukan tindakan.
Sebelum ditangkapnya Dadan Hendayana, banyak dugaan kesalahan administrasi yang dilakukan oleh oknum pengelola SPPG atau yang akrab didengar oleh Masyarakat awan dengan istilah Dapur MBG.
Berawal dari beredarnya isu jual beli titik pendirian SPPG hingga nilai menu yang disajikan sangat tidak sesuai dengan anggaran yang digelontorkan Pemerintah.
Bahkan banyak pula beredar kabar, bahwa tiap pengelola SPPG akan mengeruk keuntungan dari setiap produk yang didapat dari penyalur maupun yang sejenisnya.
Salah satu contohnya semisal harga per pic roti dihargai sebesar Rp 2.500,  namun pada kenyataannya produsen roti hanya menerima anggaran per pic nya sebesar Rp 1.500, maka pengelola SPPG akan menerima keuntungan sebesar Rp.1000 dalam setiap pic nya, maka berapa keuntungan yang diterima dalam setiap harinya, dan jika dikalikan dalam setiap bulannya berapa keuntungan yang akan diperoleh, itu baru satu produk.
Sementara anggaran yang diterima pengelola SPPG atau Yayasan yang bertindak sebagai atas nama pelaksana sangatlah tidak sedikit.
Hal inilah yang membuat peluang korupsi sangat terbuka, dan banyak pihak yang bermodal bermain di program MBG.
Kini Masyarakat berharap banyak, dengan terkuaknya dan tertangkapnya kepala  BGN oleh Kejaksaan Agung, akan membuka tabir yang selama ini seakan sulit untuk disentuh, walau persiapannya terlihat nyata 
Masyarakat hanya mengharapkan adanya keadilan yang benar-benar adil dan bukan berbisnis dibalik kata ADIL.
Program MBG bertujuan sangat mulia, jika dilakukan oleh mereka yang memiliki hati mulia, namun sayangnya, MBG seakan jadi ajang bisnis Korupsi yang seolah dilegalkan, hingga istilah Korupsi berjamaah sangatlah tepat jika dianugrahkan kepada para Oknum pengelola program MBG yang tidak bertanggungjawab dan semata meraup keuntungan dengan menghalalkan berbagai cara.(1c)