9 Okt 2020

Kuwu Desa Japura Lor " Sodakoh tak membuat seseorang menjadi miskin"

Indomedianewsc- Cirebon selain terkenal dengan julukan kota udang, juga berjuluk Kota Wali.
Dengan adanya julukan tersebut, sudah sepatutnya jika seluruh warga Masyarakat Cirebon melaksanakan Petuah Kanjeng Sinuhun Cirebon, Sunan Gunung jati, yaitu titip Tajug lan Fakir miskin, dimana salah satunya adalah Anak Yatim.
Dalam mewujudkan amanat tersebut, Pemerintah Desa Japura Lor, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, pada Hari Jum'at 09/10/2020, melaksanakan penyaluran santunan Anak Yatim Piatu, bertempat di kantor Desa setempat.

Hal tersebut disampaikan Ketua BPD Japura Lor, Saleh Bukhori, kepada IM, saat pelaksanaan Pembagian santunan didampingi tokoh Agama setempat dan Babhinsa Koramil Astanajapura , Serda Karyono.

" Acara santunan anak yatim ini merupakan salah satu bentuk kepedulian dari Hamba Allah terhadap sesama, dan kami sangat merespon hal positif tersebut sebagai salah satu wujud memenuhi amanat Kanjeng Sinuhun Sunan Gunungpati " tuturnya.
Lebih lanjut dirinya menuturkan

" Seharusnya kita sebagai warga Cirebon lebih bisa memulyakan Anak Yatim, termasuk didalamnya menyantuni ya. Dan kami mengusulkan kepada pihak Pemerintah Pusat hingga Pemerintah setingkat Desa, seyogyanya dibuatkan kropak khusus bagi Anak Yatim, dengan tujuan agar semua pihak bisa berpartisipasi dalam memberikan santunan, karena pada prinsipnya siapapun bisa melakukan santunan, tergantung niat dan keinginan " harap Saleh.
Sementara itu, Kuwu Desa Japura Lor, Mulyadi, sangat merespon adanya kegiatan santunan Anak Yatim yang di prakarsai oleh Anggota Koramil Astanajapura.

" Santunan itu tidak selalu harus besar, yang terpenting adalah keikhlasan, dan kami mengajak kepada semua pihak untuk menyisihkan sedikit rijkinya bagi Anak Yatim maupun para duafa, karena  santunan yang kita berikan tidak akan menjadikan kita miskin , bahkan akan bertambah, semoga dengan kita membiasakan berbagi, InsyaAllah segala niat kita dikobul Allah " tuturnya. (1c)

8 Okt 2020

Bupati Cirebon Berharap Desa Kelola Potensi Melalui Bumdes



Indomedianewsc -Banyaknya potensi yang dimiliki oleh sejumlah desa di Kabupaten Cirebon, membuat Bupati Cirebon meminta desa untuk segera mengelolanya dengan baik.

Saat melakukan kunjungan kerja di Kecamatan Palimanan, Bupati Cirebon Drs H Imron, M.Ag menuturkan, bahwa pengembangan potensi desa, bisa dilakukan dengan memanfaatkan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

Oleh karena itu, dirinya berharap, desa-desa yang memiliki potensi yang layak untuk dikembangkan, untuk segera dikelola melalui Bumdes.

"Segera buat Bumdes dan kelola potensinya dengan baik," kata Imron, Rabu 7 Oktober 2020.

Imron mencontohkan, ada dua desa yang sudah mengembangkan potensi desanya dengan melalui Bumdes. Yaitu Desa Sedong dan Ambulu.

Menurut Imron, dua desa ini bisa dijadikan percontohan, bagaimana desa bisa mengelola potensi dengan baik dan bisa memberikan manfaat kepada masyarakat desanya.

Dua desa tersebut ujar Imron, sudah berhasil membuat Bumdes Pariwisata, untuk bisa mengelola tempat wisata yang ada di desanya. Ia juga menegaskan, bahwa Pemkab Cirebon akan siap membantu desa dalam mengembangkan potensinya.

"Kami akan siap untuk mendukung pengembangan potensi desa di Kabupaten Cirebon," kata Imron (1c)

Cacian kerap diterima RT saat Pandemi Covid -19 " lebih baik Bansos di Stop "

Indimedianewsc- peran seorang RT  (Rukun Tetangga ) merupakan unjung tombak dalam menyokong Pemerintahan Desa .
Namun sangat disayangkan tidak diimbangi dengan penghasilan yang diterimanya.
Hal tersebut seperti yang disampaikan Ketua RT 03/04 Desa Curugwetan, Kecamatan Susukan Lebak, Kabupaten Cirebon, Imron Johari ( 42 Tahun ) , saat berbincang Dengan IM, Kamis, 08/10/2020.
" Tugas dan kinerja seorang RT sangatlah berat, terlebih lagi dimasa Pandemi seperti sekarang ini, khususnya mengenai penyaluran bantuan Sosial, sering kali kami dicaci maki oleh warga, padahal kami sifatnya hanya menyalurkan sementara keputusan dan kebijakannya ada ditangan Pemerintah pusat, Seharusnya warga memahami hal tersebut, walaupun memang tidak semua warga tidak memahaminya " ujar bapak tiga Anak , suami dari Nining ( 39 Tahun menuturkan.

Lebih lanjut Pria yang kesehariannya berprofesi sebagai penjual ketoprak mengharapkan agar Bansos ditiadakan 

" Kami ini selalu menjadi kambing hitam,  apalagi saat menyalurkan bantuan Sosial yang tentunya atas petunjuk Pak Kuwu melalui pendataan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat maupun Daerah, karena selama ini kami selaku RT sering kali dipersalahkan, maka akan lebih baik jika Bansos itu ditiadakan agar tidak selalu timbul prasangka buruk dari pihak manapun, ini hanya keluhan saya selaku RT " ujarnya lirih.
Saat disinggung mengapa masih bertahan menjadi RT ditengah banyaknya hujatan, dirinya menegaskan

" Saya sebenarnya tidak mau menjadi Ketua RT, tetapi pihak Desa memberikan amanat dan kepercayaan kepada saya, makanya saya menerimanya sebagai bentuk pengabdian, walaupun jika dilihat dari honor sangatlah tidak sepadan, karena honor RT itu setiap Tahunnya hanya sebesar Rp. 900.000, tetapi walau demikian, saya hanya berharap semoga apa yang saya kerjakan akan mendapat pahala dari Allah SWT "  pungkas Imron (1c)

Klub Bina Putra FC Desa Curugwetan "Siapkan Pemain bertalenta"





Indomedianewsc - Klub Bina Putra FC desa Curugwetan  Kecamatan Susukan Lebak, Kabupaten Cirebon. Dalam sesi latihan rutin di lapangan sepakbola setempat , kuwu Jaenudin SH. turut mengisi waktu luangnya melihat latihan pemain klub kesayangannya..

Dalam sesi latihan tersebut diterapkan berbagai cara dan strategi saat menghadapi lawan saat bertanding dalam turnamen sepak bola. Ia terus memotivasi para pemainnya  supaya bekerja keras untuk menggapai cita-citanya.

“Kalau latihan sekedar bermain sepak bola dan berbagi pengetahuan dasar sepak bola, akan memberikan motivasi ke anak-anak agar mau berusaha untuk menjadi orang sukses,” kata Kuwu Jaenudin , Rabu, 07/10/2020

Selain itu, tutur  Kuwu Jaenudin, banyak orang yang mencari nafkah di sepak bola tak hanya pemain atau pelatih, tapi hingga pedagang kecil yang kerap hadir di hari pertandingan. Tak cuma sekadar memberikan wadah bagi pesepak bola muda, Jaenudinpun mulai melihat lebih dalam mengenai talenta para pesepak bola muda yang berada di desanya. Sebab, dengan semakin banyaknya waktu bermain, pesepak bola para talenta Bina Putra FC dapat meningkatkan kemampuan dan pengalaman atas pencapaiannya.  

“Alhamdulillah, desa Curugwetan mempunyai klub untuk mengoptimalkan talenta sepakbola sebagai upaya untuk mengolahragakan masyarakat agar sehat dan kuat. Dan kami berharap talenta desa Curugwetan bisa sampai ke tingkat nasional di liga Indonesia,”harapnya.

Dalam masa pandemi ini, dikatakan kuwu Jaenudin, klub Bina Putra FC melakukan latihan untuk menggodok dan mengasah ilmu pengetahuan dalam sesi latihan dengan taktik dan instruksi dari pelatih sepak bola desa Curugwetan. “Insya Allah kita akan mulai adakan uji coba dan latihan untuk mencetak pemain handal di Klub Ini dapat terwujud,” lanjutnya.

Menurut pengalamannya, untuk menjadikan tim sepak bola maju dan juara harus fokus terhadap tujuan prestasi tidak dengan hal lain termasuk materi. 
"Jika mau menang dan beprestasi dalam sepak bola, harus fokus untuk tujuan utama yaitu prestasi. Jika fokus sudah ke arah lain, sulit untuk menjadi juara." Pungkas Jaenudin.(1c)

7 Okt 2020

Pemdes Panongan Lor canangkan Desa Wisata Budaya

Indomedianewsc- Ditengah Pandemi Covid - 19 berdampak pada terhentinya program pembangunan Desa.
Namun demikian tidak berarti penyusunan program terhenti secara keseluruhan. Salah satunya adalah wacana proyek pengembangan Desa Panongan lor, Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon .

Proyek pengembangan Desa tersebut dituturkan Kuwu Desa Panongan lor, Agus Syamsah, kepada IM, Rabu, 07/10/2020.

" Kami saat ini tengah mencanangkan program pembangunan untuk Tahun 2021 berupa Panggung Budaya dan Taman air mancur, dengan harapan tentunya program tersebut bisa mengangkat Nama Desa Panongan lor menjadi salah satu Desa Wisata dan Budaya " ujarnya 
Lebih lanjut Agus menuturkan, harapan menjadikan Desa Panongan lor sebagai Desa Wisata Budaya ini harus didukung oleh semua pihak 

" Apapun program yang telah tersusun tidak akan mampu terealisasi tanpa adanya dukungan dari semua pihak, baik itu Lembaga Desa, Tokoh Masyarakat dan seluruh unsur terkait lainnya, karena apapun yang kami canangkan tentunya bertujuan untuk meningkatkan taraf kehidupan warga sekitar, baik dari segi perekonomian, Sosial kemasyarakatan maupun hal positif lainnya, intinya adalah kami sangat mengharapkan adanya peranserta dari seluruh warga agar keinginan untuk memajukan Desa menjadi keinginan bersama " lanjut Agus.
Ditengah pandemi Covid - 19 ini, dirinya senantiasa memberikan imbauan kepada seluruh warga Masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan " tidak hentinya kami seluruh jajaran perangkat dan Lembaga Desa Panongan lor, menghimbau kepada seluruh warga Masyarakat agar membiasakan memakai masker, Mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak,  dan yang lebih utama lagi memohon kepada Allah agar pandemi ini  segera berakhir " pungkas Agus. (1c)

6 Okt 2020

Dilema perpanjangan Bantuan BLT DD, dirasakan Pihak Pemerintah Desa

Indomedianewsc-Wacana terkait diperpanjangnya BLT DD hingga Bulan Desember, menimbulkan persoalan yang dilematis. Salah satunya adalah terhentinya semua program pembangunan Desa 
Hal tersebut seperti yang disampaikan Kuwu Desa Kanci Kulon, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Subandi. Selasa, 06/10/2020.
Dirinya menuturkan bahwa adanya perpanjangan penyaluran BLT DD akan berdampak pada pembangunan Desa 
" Pada dasarnya, saya akan mendukung segala bentuk Program Pemerintah, namun terkait adanya perpanjangan BLT DD tentunya sangat berdampak pada terhentinya program pembangunan Desa, Namun sebaliknya, jika BLT DD ini dihentikan tentunya akan timbul juga persoalan baru, karena warga yang tadinya menerima tiba- tiba tidak menerima, ini kan pasti yang di salahkan tetap pihak Desa " ujarnya.
Lebih lanjut dirinya menyampaikan harapannya
" Seyogyanya jika ingin menciptakan suasana kondusif dan tidak menimbulkan kecemburuan antar warga, maka segala bentuk bantuan yang ada sangkut pautnya dengan Pandemi, lebih baik dihentikan, baik itu Banprop, Bansos kementrian dan lainnya, karena jika hanya  BLT DD yang disetop pasti akan timbul gejolak dibawah, namun itu tadi, jika BLT  DD tetap diperpanjang resikonya pembangunan Desa yang sifatnya infrastruktur atau lainnya pasti terkendala, jadi pada prinsipnya kami akan selalu mendukung program Pemerintah , namun Pemerintah pun diharapkan memahami juga problem yang dirasakan oleh pihak Desa, agar semuanya bisa berjalan dengan lebih baik " tutur Subandi. (1c)