5 Agu 2025

Masyarakat tagih janji perbaikan jalan " Atau sengaja dibiarkan? "

INDOMEDIANEWS- Kerusakan jalan yang terkesan dibiarkan hingga banyak menimbulkan kecelakaan membuat warga kesal dan mempertanyakan kinerja pemerintah yang lambat menyelesaikan persoalan yang selama ini dikeluhkan oleh banyak pihak. 
Salah satunya yang terjadi di sepanjang jalan Raya Sigong-Karangsuwung, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon.

Jalan berlubang dan bergelombang tersebut sudah lama dibiarkan hingga banyak terjadi kecelakaan lalulintas,  hususnya pengendara roda dua. 

Hal tersebut disampaikan salah seorang pengendara roda dua warga desa picung pugur, Iwan, yang mengeluhkan dan menagih janji pemerintah Kabupaten Cirebon. 

"Kami menagih janji, katanya bulan Juli jalan rusak ini akan diperbaiki, nyatanya sampe bulan Agustus ini jalanan masih dibiarkan rusak, sementara sudah banyak pengendara roda dua yang terjatuh akibat jalanan yang berlubang dan bergelombang, bahkan semalam ada pengendara yang terjatuh hingga tidak sadarkan diri" Tuturnya, Selasa, 5/08/2025.

Lebih lanjut dirinya menuturkan, bahwa Masyarakat hanya menginginkan adanya perhatian nyata dan bukan hanya janji. 

"Bisa dilihat kang, sepanjang jalan dari mulai depan Bulog hingga perbatasan Lemahabang-karangsuwung kondisinya sangat membahayakan,  sedangakan jalanan tersebut merupakan jalan utama yang selalu dipenuhi pengendara, baik itu para pelajar maupun Masyarakat lainnya yang selalu melintasi jalan tersebut, jangan sampai korban lalu-lintas akibat jalan rusak semakin bertambah, atau memang sengaja dibiarkan dengan berbagai dalih dan pembenaran yang ujungnya Masyarakat kecil yang dirugikan" Pungkas Iwan. (1c) 

4 Agu 2025

Pengerukan Sungai Singaraja harus dimaksimalkan "jangan asal"

INDOMEDIANEWS - Proses pengerukan Sungai Singaraja yang melintasi enam desa di tiga kecamatan Kabupaten Cirebon tidak sesuai harapan dan tujuan normalisasi. Berbagai alasan dari mulai sulitnya akses yang dilintasi alat berat hingga tak kunjung adanya respon DPUTR Kabupaten Cirebon yang merealisasikan bantuan alat berat amphibi. Ironis, hal ini membuktikan tidak terjalinnya sinergitas antar instansi pemerintah dalam penanggulangan banjir di kawasan pemukiman warga yang menjadi langganan banjir.

Hingga kini, terhitung hanya Desa Japura Lor dan sebagian Desa Lemahabang saja yang berhasil dilakukan pengerukan. Sementara desa lainnya belum bisa ditangani maksimal oleh BBWS Cimancis karena terhambatnya akses alat berat dan minimnya perhatian DPUTR Kabupaten Cirebon yang tak kunjung memberikan bantuan.

Salah seorang warga, Haris menyebutkan, kegiatan pengerukan sungai singaraja yang saat ini baru berlangsung di Desa Tuk Karangsuwung, Kecamatan Lemahabang jauh dari tujuan normalisasi. Kegiatan pengerukan tersebut hanya dilakukan di bagian hulu saja yang tidak ada pemukiman warga, sedangkan persoalan banjir langganan terjadi di sepanjang aliran sungai yang bersebelahan dengan kawasan padat penduduk akibat pendangkalan dan penyempitan aliran sungai.

“Ketika hanya hulu saja yang di perlebar, maka volume air dari hulu akan lancar dan besar ke hilir, namun air akan tersendat di hilir karena aliran sungai yang sempit dan dangkal. Akibatnya, air akan tetap meluap ke kawasan pemukiman warga yang menjadi langganan banjir,“ ujarnya.

Persoalan banjir di Desa Tuk Karangsuwung dan desa lainnya perlu penanganan yang serius, tidak sekedar menjadi kegiatan yang terkesan asal - asalan. Kegiatan normalisasi ini harus memenuhi teknis yang profesional sesuai harapan dan tujuan dari normalisasi itu sendiri, maka koordinasi dan tanggungjawab bersama antar instansi pemerintah perlu terjalin baik dalam menangani penanggulangan kawasan langganan banjir.

“Normalisasi ini jangan hanya asal saja, perlu penanganan yang serius dan memahami tujuan dari normalisasi di suatu kawasan yang menjadi langganan banjir. Semua pihak harus dapat memastikan kegiatan normalisasi benar-benar dapat maksimal dan hasil berdampak positif bagi warga masyarakat. Jika hasilnya akan tetap banjir, apalah artinya kegiatan yang hari ini dilaksanakan,“ tegas Aris. (1c) 

3 Agu 2025

ASPECS siap Gelar aksi jilid 2 "sikapi jalan rusak "

INDOMEDIANEWS -Rasa tanggungjawab terhadap kondisi sosial masyarakat di wilayah Cirebon Selatan, Aliansi Peduli Cirebon Selatan (ASPECS) menggelar Konsolidasi Akbar Cirebon Selatan bertempat di BUMDes Jatipancur, Kecamatan Greged, Minggu (3/8/2025) malam. Agenda dengan tema "CIREBON SELATAN, TANPA ASPAL, PENUH LUKA" ini digelar tidak lain sebagai bentuk kepedulian ASPECS terhadap kerusakan infrastruktur jalan khususnya di wilayah Kecamatan Greged dan Kecamatan Beber.

Koordinator Lapangan ASPECS, Labib Bahaisul Mustofa menegaskan, konsolidasi ini menjadi momentum penyampaian keresahan masyarakat terhadap kondisi jalan yang semakin rusak parah, membahayakan keselamatan pengendara, serta memperlambat pertumbuhan erekomi dan sosial masyarakat.

“Sudah terlalu lama janji - janji pembangunan tidak kunjung dirasakan di wilayah kami, maka dengan forum konsolidasi ini kami semua menyuarakan hak atas infrastruktur yang layak dan pembangunan yang adil merata,“ tegasnya.

Selanjutnya, Ia memastikan langkah ASPECS akan terus konsisten mendorong Pemkab Cirebon hingga dapat merealisasikan pembangunan infrastruktur jalan di wilayah Cirebon Selatan yang bertahun-tahun lamanya terus tertinggal. Tentunya, dengan konsolidasi ini juga, ASPECS mempersiapkan Aksi Jilid 2 menuntut janji hasil kesepakatan bersama saat Aksi Jilid 1 terkait Peningkatan dan Perbaikan Jalan Infrastruktur yang saat ini dirasa hilang arah, mencla-mencle dan tidak sesuai dari hasil Audiensi yang disepakati bersama.

“ASPECS akan segera menggelar Aksi Jilid 2 menyikapi kondisi jalan rusak di Kecamatan Greged dan Beber yang masih belum diperbaiki seluruhnya, kami hanya menuntut janji yang telah disepakati bersama saat audiensi lalu di Kantor Kecamatan Greged,“ tambah Labib.

Labib pun mengingatkan, keberadaan ASPECS tidak cukup berjuang dan mendorong pemerataan pembangunan untuk wilayah Kecamatan Greged dan Beber saja, namun juga meminta Pemkab Cirebon melalui Dinas PUTR dan APH untuk serius melakukan pengawasan dalam setiap realisasi pelaksanaan pembangunan di wilayah Greged dan Beber.

“Kami ingin setiap hasil pekerjaan yang maksimal sehingga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Maka keseriusan pelaksana pekerjaan dan pengawasan ketat dari Dinas harus balance agar terwujudnya hasil pembangunan infrastruktur yang awet dan dapat bertahan lama,“ pungkasnya.

ASPECS menutut tuntas para pihak terkait untuk dapat merealisasikan perbaikan jalan-jalan di wilayah Kecamatan Greged dan Beber hingga masuk pada Banggar 2025/2026. Sehingga pembangunan dan perbaikan total bisa langsung dirasakan oleh masyarakat, bukan pembangunan yang mencla-mencle setiap tahunnya hanya di perbaiki beberapa ratus meter saja.

Meski saat ini tengah digelar tiga paket pekerjaan jalan di wilayah Kecamatan Greged, namun ASPECS merasa masih jauh dari ekpektasi dan hasil audiensi yang telah disepakati bersama DPUTR Kabupaten Cirebon, Bappelitbangda dan R. Hasan Basori Anggota DPRD Kabupaten Dapil 7 sekaligus Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon. ASPECS menyebut masih banyak titik jalan rusak di Kecamatan Greged dan Beber yang hingga saat ini masih belum ada kejelasan realisasi baik dari APBD Kabupaten Cirebon maupun Pokir anggota DPRD Kabupaten Cirebon. (1c) 

1 Agu 2025

Motor Dinas Kuwu Tuk Karangsuwung "lenyap digondol maling"

INDOMEDIANEWS- Satu unit kendaraan dinas Kuwu Desa Tuk Karangsuwung, bKecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, raib di gondol kawanan maling. 

Peristiwa kehilangan tersebut terjadi pada Senin dini hari (21/7/2025) sekitar pukul 02.15 WIB di kediaman Kuwu Desa Tuk Karangsuwung, Azis Maulana yang beralamat di Perumahan Sindang Mas 3 Nomor B21 Dusun 03 RT 12 RW 06 Desa Tuk Karangsuwung, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon. 

Fatalnya lagi, di dalam jok kendaraan dinas sepeda motor jenis Yamaha Nmax dengan Nopol E 2153 O tersebut berisikan HP, Charger, Dompet, STNK, SIM A, SIM C, ATM, Surat Tanah Asli, dokumen pekerjaan, stempel catatan pekerjaan, kunci rumah, kunci Workshop, kunci Kantor Desa dan berkas lainnya.

Kuwu Desa Tuk Karangsuwung, Azis Maulana menuturkan, dari tempat kejadian perkara nampak kawanan maling terekam kamera CCTV tengah mengendarai sepeda motor dinasnya. Pada pukul 07.30 WIB ia baru sadar jika motor dinasnya telah hilang, akhirnya dilakukan pengecekan CCTV dan di pastikan motor tersebut telah digondol dua kawanan maling.

“Saya langsung menghubungi Reskrim Polsek Lemahabang, setengah jam kemudian tim Reskrim Lemahabang pun datang dan langsung melakukan olah TKP. Direkaman kamera CCTV terlihat wajah para pelaku. Saya yakin kalau upaya yang dilakukan Polisi dengan alat canggihnya, pelaku akan dengan mudah teridentifikasi,“ tuturnya, Kamis 31/7/2025.

Dalam keterangannya, Kapolsek Lemahabang, AKP Yuliana, S.AB, M.Si melalui Kanit Reskrim Polsek Lemahabang, Iptu Budi Rahmanto, SH membenarkan adanya peristiwa pencurian kendaraan dinas Kuwu Desa Tuk Karangsuwung di wilayah hukumnya. Usai mendapati laporan, ia pun bersama jajaran anggota langsung bergegas mendatangi TKP.

“Kami langsung mengamankan TKP, melakukan olah TKP, mencari dan mengumpulkan barang bukti, meminta keterangan saksi dan mengarahkan korban membuat laporan polisi. Sampai saat ini juga kami masih terus mendalami dan melakukan penyelidikan untuk upaya mengungkap para pelaku,“ terangnya. (1c) 

31 Jul 2025

Desa Belawa Mulai berhias menyambut Peringatan HUT RI ke 80

INDOMEDIANEWS- Menjelang semarak Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 80 Sudah dirasakan dan terlihat di beberapa desa dengan berbagai kegiatan, dari mulai pengecatan kantor atau instansi hingga hiasan gapura dan pemasangan umbul -Umbul bernuansa merah putih. 
Hal tersebut seperti yang terlihat di Desa Belawa, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon. 
Ditemui di kantor desa, Kuwu Belawa, Deni Kusuma menuturkan bahwa pihak pemerintah desa bersama Masyarakat sangat antusias menyambut Peringatan HUT RI dengan berbagai kegiatan bernuansa kemerdekaan. 

"Saat ini kami tengah melakukan persiapan untuk menyambut HUT RI ke 80 dengan berbagai kegiatan, seperti menghias kantor desa dan memasang umbul-umbul di hampir sepanjang jalan desa Belawa dengan nuansa merah putih, bahkan beberapa blok yang ada di desa kami sudah melakukan kegiatan hiasan gapura dengan berbagai pariasi, dari mulai bambu hingga replika Kura-kura sebagai salah satu aikon Desa Belawa yang dikenal dengan keberadaan wisata Cikuya atau kura-kura" Tuturnya, Kamis, 31/07/2025

Deni mengharapkan dalam peringatan HUT RI ini semua pihak menyambutnya dengan penuh suka cita. 

"Hiasan atau pemasangan material bernuansa merah putih sebagai salah satu tanda kita sangat menghormati jasa para pahlawan kemerdekaan, Alkhamdulillah Masyarakat kami sangat antusias dengan menghiasai setiap bloknya dengan berbagai kreasi, termasuk menghias gapura dalam setiap bloknya, sebagai penghargaan yang kami berikan adalah memberikan kenang-kenangan kepada warga Masyarakat yang membuat hiasan gapura paling cantik untuk dilihat, dalam artian hiasan atau kreasi tersebut dilombakan, InsyaAllah, dalam setiap peringatan HUT RI warga Masyarakat Belawa akan memeriahkan dengan penuh suka cita, intinya apa yang kami lakukan sebagai upaya dan bukti penghormatan dan penghargaan kepada para pahlawan kemerdekaan, jasa mereka sangatlah luar biasa untuk berdirinya Republik yang kita cintai ini" Pungkasnya. (1c) 

30 Jul 2025

Kali kedua " Kuwu Mertapadawetan di laporkan ke pihak Kepolisian"

INDOMEDIANEWS -Terkesan tidak ada hentinya, setelah sebelumnya disaat paska pilwu Tahun 2023, Kuwu Mertapadawetan , kecamatan Astana Japura, Kabupaten Cirebon, Moh. Munif. AR dilaporkan atas adanya dugaan persoalan beras bansos, saat ini kembali menghadapi persoalan Hukum terkait permasalah tanah bengkok. 

Ditemui di Kantornya, Kuwu Munif menjelaskan dan membenarkan adanya laporan ke pihak kepolisian oleh salah seorang mantan perangkat desa di era pemerintahan yang terdahulu. 

"Memang benar, ada laporan ke polresta Cirebon oleh salah seorang warga kami yang kebetulan mantan perangkat desa di era kepemimpinan kuwu yang terdahulu, dan laporan tersebut isinya meminta agar yang bersangkutan mendapatkan bengkok, siltap dan lainnya, sementara sejak saya dilantik menjadi kuwu pada tahun 2023 perangkat desa tersebut sudah tidak aktif, oleh karenanya saya memberhentikan yang bersangkutan, itu pun tidak serta merta, karena harus menempuh beberapa tahapan, jadi kalau meminta bengkok ataupun lainnya saya kira itu sangat tidak berdasar" Tuturnya, Rabu, 30/07/2025.

Saat ditanya siapa saja yang sudah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian, Munif menjelaskan ada beberapa perangkat desa yang sudah dimintai keterangan. 

"Ada beberapa perangkat kami yang telah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian terkait persoalan bengkok, diantaranya adalah kasi keuangan, Kasi Ekbang, dan sekertaris desa termasuk saya sendiri" Tuturnya. 

Sementara saat disinggung persoalan bengkok yang sudah disewakan dan belum dilakukan lelang secara terbuka, termasuk belum diberikannya tunjangan bengkok terhadap perangkat desanya, dirinya menuturkan tidak lama lagi lelang akan dilaksanakan. 

"Untuk lelang terbuka secepatnya akan dilaksanakan bulan Agustus 2025, sedangkan untuk bengkok perangkat desa akan diberikan ditahun ini, karena tahun 2024 walaupun tidak ada aturannya namun karena sudah tradisi atau kebiasaan, bahwa selama satu tahun penuh menjadi milik Kuwu, itupun berdasarkan Musyawarah dengan seluruh Perangkat desa, jadi hak bengkok perangkat desa akan diberikan ditahun ini setelah pembayaran para penyewa tanah selesai, kenapa demikian, karena ada beberapa tanah bengkok yang sewanya masih dengan Kuwu yang terdahulu sebelum saya ( Kuwu Sumarno-red) bahkan ada yang sampai tahun 2026" Jelasnya. 

Dengan adanya informasi mengenai persoalan bengkok, dari mulai adanya pelaporan ke pihak kepolisian, lelang yang belum dilaksanakan sampai sewa tanah bengkok yang masih ada sangkut pautnya dengan Kuwu sebelumnya, termasuk tunjangan tanah bengkok bagi perangkat desa, perlu segera diselesaikan, agar tidak menjadi konsumsi publik yang berdampak liar dan ketidak maksimalan dalam melaksanakan pelayanan terhadap warga Masyarakat. 

Adanya informasi penyewaan tanah bengkok hingga tahun 2026 oleh Kuwu sebelumnya, Media melakukan konfirmasi kepada yang bersangkutan ( Kuwu Sumarno-red) dikediaman, dan menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. 

"Itu tidak benar, masa jabatan saya berahir  ditahun 2023/2024, dan Kuwunya berganti dengan pak Kuwu Munif, jadi penyewaan tanah bengkok kepada saya hanya berlaku sampai tahun akhir penyewaan 2023/2024, selanjutnya penyewa langsung berhubungan dengan Kuwu yang sekarang, dan itu ada buktinya semua, logikanya kan gak mungkin para penyewa bengkok mau membayar sewa disaat saya sudah tidak menjadi Kuwu, lebih jelasnya cari saja para penyewanya, dan tanyakan sewanya kepada saya atau kepada Kuwu yang sekarang, toh pasti ada kuitansinya" Tegas Sumarno. (1c)